75 BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini penulis meneliti tentang Analisa BBM Pertamina pada Yamaha Mio M3 dengan membandingkan 3 jenis BBM pertamina yaitu : Premium (RON 88), Pertalite (RON 90), dan Pertamax (RON 92). Dengan menggunakan 3 jenis BBM pertamina yang berbeda penulis bertujuan untuk mengetahui torsi maksimal, daya maksimal, konsumsi bahan bakar, konsumsi oli mesin, emisi gas buang, dan deposit karbon pada Yamaha Mio M3. 3.1 BAHAN DAN ALAT Peralatan yang digunakan pada penilitian ini adalah sebagai berikut : 1. BBM Pertamina : 1. Premium (RON 88) 2. Pertalite (RON 90) 3. Pertamax (RON 92) 2. Data Sheet Spesifikasi BBM Pertamina Data sheet spesifikasi BBM pertamina tentang physical properties dari masing-masing jenis BBM tersebut. 3. Sepeda Motor Menggunakan 3 unit Sepeda Motor Yamaha Mio M3,masing-masing unit sudah di isi dengan jenis bahan bakar berbeda, dengan data sepeda motor sebagai berikut :
76 Tabel 3.1 Matriks Data Sepeda Motor Penjelasan Premium Pertalite Pertamax (RON 88) (RON 90) (RON 92) Yamaha Mio M3 A B C Mesin Fuel Injeksi, 4 langkah, satusilinder 125 cc, pendinginudara. No. Mesin E3R2E-0000156 E3R2E-0000180 E3R2E-0000162 No. Frame MH3SE8810EJ000155 MH3SE8810EJ000175 MH3SE8810EJ000161 Informasi tambahan 1. Tekanan angin, oli mesin, putaran idling, dsb di setting sama Jumlah BBM (Liter) 4,2 4. Dyno test (SP-1 V4 Inertia Electronic KIT) Dyno test menggunakan SP-1 V4 Inertia Electronic KIT untuk mengukur daya dan torsi maksimum Yamaha Mio M3. Gambar 3.1 SP-1 V4 Inertia Electronic KIT
77 Gambar 3.2 Chasis Dyno Spesifikasi : Daya Suplai : 220v 50HM3 220V 50HM3/60HM3 (Europe) or 115 volt 50HM3/60HM3 (USA) Data transfer : 115200 baud RS232C (DB9 Conn) Konektor Roller rpm (CN2) Tipe sensor : Hall Effect aktif sensor Tipe input : logical Level (active at high level) Maximum frekuensi : 15 KHM3 (6,000 rpm with 150 teeth) Maximum panjang kabel : 6m Run/Stop input : dengan SWITCH Engine rpm input : tipe kapasitif (membaca tegangan : pada kabel ignition) Layar Display : LCD 16x2 Characters.
78 5. Gas Anylizer (STARGAS 898) Gas Anylizer digunakan untuk mengukur uji emisi kendaraan. Gambar 3.3 Alat Penguji Gas Buang (STARGas) Spesifikasi : Daya : 270V 50-60HM3 Battery : 16V ( 5A fuse) Max consumption : 70W Printer : Thermal bi-colour ( black/ red, 24 columns) Parameters : Ambient temp -40 - + 60 celcius Ambient pressure : 750-1060 hpa Ambient relative humidity : 0% - 100% Working temperature : + 5 - + 40 celcius Features : Clock, date, & time print SiM3e : 400x180x450mm Weight : 8.6kgs
79 3.2 FLOW PROSES PENGUJIAN Tabel 3.2 Flow Proses Pengujian No Proses Keterangan Mulai 1 2 3 Cek kondisi motor Uji Daya dan Torsi Uji Gas Buang - Cek kondisi masing-masing motor dan ganti oli - Uji daya dan torsi masingmasing sepeda motor, dengan Dyno Test - Uji Emisi Gas Buang masingmasing sepeda motor, Dengan Gas Anylizer Selesai 3.3 METODELOGI PENELITIAN 3.3.1 Uji Daya dan Torsi Berikut ini adalah prosedur penujuan daya dan torsi kendaraaan : 1. Posisikan kendaraan tepat berada diatas chassis dyno 2. Ikat kendaraan menggunakan tali dan pastikan kendaraan dapat berdiri tegak tanpa menggunakan standar 3. Buka software dyno test pada computer, dan biarkan dalam kondisi stanby. 4. Pasang kabel rpm dyno test ke ignition coil 5. Mencatat data kendaraan 6. Panaskan mesin kendaraan, hingga mencapai suhu kerja mesin 7. Rider menaiki kendaraan dan melakukan pengujian daya dan torsi mesin, dan simpan data hasil pengujuan
80 8. Ulangi langkah 1-7 untuk motor berbeda. 9. Pengujian masing masing motor dilakukan sebanyak tiga kali. Gambar 3.4 Pengujian Power dan Torsi Sepeda Motor 3.3.2 Uji Emisi Gas Buang Berikut ini adalah prosedur pengujian emisi kendaraan bermotor : 1. Kendaraan di masukan kedalam ruang penguji emisi gas buang. 2. Pengecekan kebocoran pada pipa gas buang (knalpot). Apabila pipa gas buang / saringan gas buang bocor, maka pipa gas buang kendaraan harus direparasi terlebih dahulu untuk dapat mengikuti tahapan pengecekan berikutnya. 3. Mengisi data kendaraan 4. Mempersiapkan kendaraan untuk pengujian. 5. Transmisi dalam keadaan netral.
81 6. Pastikan kendaraan telah berada pada temperatur kerja (Autodata). Apabila belum, maka lakukan pemanasan kendaraan sebelum memulai langkah berikutnya. 7. Pemasangan sensor pengujian. 8. Pemasangan sensor putaran (rpm). 9. Pemasangan sensor gas (gas probe). Pastikan pemasangan sensor gas sedalam 30 cm ke dalam pipa gas buang untuk menghindari kesalahan. Tunggu ± 20 detik sampai data pada layar stabil. 10. Pemasangan sensor temperatur oli. 11. Pengujian emisi gas buang dilakukan pada kondisi idle, dengan beberapa alasan : a. Hasil Emisi gas buang salah satunya bergantung pada perbandingan campuran bahan bakar dan udara yang ideal atau 14,7 :1. b. Campuran bahan bakar dan udara yang ideal 14,7 : 1 hanya bisa didapatkan saat putaran mesin idle. c. Pada campuran 14,7 : 1, secara teori bahan bakar akan terbakar habis, artinya emisi yang dihasilkan masuk dalam kategori ramah lingkungan karena kandungan CO, HC dan NOx pada emisi lebih rendah. d. Jika pada saat idle, kandungan emisi masuk dalam kategori tidak ramah lingkungan, maka bisa dikatakan mesin sepeda motor bermasalah. 12. Ambil data pengukuran (print out atau mencatat data). 13. Pada motor 4 langkah, penempatan probe minimum 30 cm kedalam pipa gas buang sejauh pengukuran tidak dipengaruhi udara sekitar.
82 Gambar 3.5 Pengujian Emisi Sepeda Motor