Salafus Shalih: Berbuat Baik Kepada Teman

dokumen-dokumen yang mirip
Salafus Shalih Dan Hak-Hak Makhluk

Salafus Shalih dan Sederhana dalam Tertawa dan Bercanda

Salaf Dan Sabar Terhadap Musibah

Salafus Shalih Dan Adab Berbicara

Salafus Shalih Tidak Suka Ketenaran

Salaf dan Berbakti Kepada Ibu

Salaf Dan Fitnah Dalam Agama

Menghormati dan Menghargai Ulama

Mengangkat Kedua Tangan Saat Qunut

Mutiara Nasehat Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu anhu

Salafus Shalih Khawatir Dari Sifat Ujub

Hukum Cerai Tanpa Sebab

Salafus Shalih Zuhud Di Dunia

Apakah Tasbih Termasuk Bid'ah?

Qunut dalam Shalat Witir

Salafus Shalih Dan Al-Qur`an

Hukum Menyuap Dan Menerimanya حكم دفع الرشوة و أخذها

Penetapan Awal Bulan Ramadhan dan Syawal

Apakah Boleh Bekerja di Bank Kovensional?

Mengambil Ilmu dan Mendatangi Para Ulama

Tata Cara Qunut dan Kadarnya

Hukum Bersiwak Bagi Yang Puasa Setelah Gelincir Matahari

Membatalkan Shalat Witir

Ikhlas Dalam Menuntut Ilmu

Hukum Meninggalkan Haji Sunnah Untuk Memberikan Kesempatan Kepada Kaum Muslimin

Doa Setelah Khatam al-qur`an

Hukum Ucapan Fulan Mati Syahid

Hukum Berkabung Atas Kematian Raja dan Pemimpin

Hukum Onani. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Syaikh Muhammad al-utsaimin rahimahullah

Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu, Saat Kritis, Beliau Tetap Melakukan Nahi Mungkar

Hukum Merokok Dan Menjualnya

Tata Cara Shalat Malam

Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih

Hukum Meyakini Bahwa Rasulullah SHALALLHU ALAIHI WA SALLAM Ada Di Setiap Tempat Dan Mengetahui Perkara Gaib

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan)

Apakah Wanita yang Dicerai Mendapat Warisan Dari Mantan Suaminya yang Wafat?

Pelajaran Dari Perang Badar

Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir

Azal Dan Hukumnya. Penyusun : Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa

Mutiara Nasehat Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib radhiyallahu anhu

Bacaan dalam Shalat Malam

Kesyirikan Pada Umat-Umat Terdahulu

Kisah Nabi Sulaiman alaihissalam

Bersihkan Hatimu Untuk Membangun Ummat

Apakah Masjidil Haram Sama Dengan Masjid-Masjid Lainnya Di Tanah Haram?

Pembelahan Dada Nabi Muhammad serta Peristiwa Mi rajnya

Hukum Berobat Kepada Dukun Dan Peramal

As-hamad, Penguasa Yang Maha Sempurna dan Tempat Bergantung Segala Sesuatu

Hukum-Hukum Wasiat. Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa. Terjemah :Muhammad Iqbal A.Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus

Tata Cara Sujud Tilawah

Hukum Memakai Emas Dan Intan Bagi Laki-Laki

Tuduhan Bahwa Berpegang Terhadap Agama Penyebab Kemunduran Kaum Muslimin

Kisah Sebuah Amanah. Abu Ishaq al-huwaini al-atsari. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah

Di Antara Kemungkaran Pakaian Wanita Dalam Pesta Perkawinan

Rayuan Setan Dalam Pacaran

Membuka Wajah Di Hadapan Kerabat Bukan Mahram

Adab Makan. Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Aku telah meminta hujan dengan Majaadiihus Samaa yang dengannya hujan diturunkan.

Hukum Wanita Safar Sendirian Dengan Pesawat

Shalat Isya Di Belakang Imam Yang Shalat Tarawih

Apakah Membaca Iftitah Wajib di Setiap Raka at dalam Shalat Atau Cukup Di Awal Saja?

Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua

Tiga Kedustaan Yang Dilakukan Nabi Ibrahim alaihissalam

3 Wasiat Agung Rasulullah

Mimpi Yang Dilihat Oleh Nabi Shalallahu'alaihi wasallam

Apakah Asal dalam Dakwah Adalah Tauqifi?

Memperhatikan dan Menasihati Pemuda Untuk Shalat

Ternyata Hari Jum at itu Istimewa

Abu Ishaq al-huwaini al-atsari

Engkau Bersama Orang Yang Kau Cintai

Pertama Kali Wahyu Turun

BATASAN TAAT KEPADA ORANG TUA Secara umum kita diperintahkan taat kepada orang tua. Wajib taat kepada kedua orang tua baik yang diperintahkan itu sesu

Memperbaiki Kesalahan dalam Bulan Ramadhan

Hukum Menunduk Dan Mencium Tangan

Syafaat Kubra. Abu Ishaq al-huwaini al-atsari. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Pemisah Antara Tarawih dan Qiyam

Isilah 10 Hari Awal Dzul Hijjah dengan Ketaatan

Memaksimalkan Waktu-Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Pembunuh Sembilan Puluh Sembilan Nyawa

Imam Ibnu Mubarak. Syaikh Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Shalat Berjamaah Tidak di Rumah

Makna Ayat Hijab. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh. Disusun oleh : Amin bin Yahya al-wazzan

Hukum Khitan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-'utsaimin - rahimahullah Dan Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmu Dan Fatwa

Boleh Melaksanakan Shalat Malam dalam Kondisi Duduk

Hukum Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Nabi Yahya dan Lima Ajaran untuk Kaumnya

Seribu Satu Sebab Kematian Manusia

Hukum Mengubah Nazar

Sanggahan Terhadap Pendapat Bahwa Jeddah Adalah Miqat

Mutiara Nasehat Abu Ubaidah radhiyallahu anhu

RAPATKAN SHAF JAMA AH

Hukum Memelihara Jenggot

Transkripsi:

Salafus Shalih: Berbuat Baik Kepada Teman [ إندونييس Indonesian ] Indonesia Abdul Aziz bin Nashir al-julayyil Bahauddin bin Fatih Aqil Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2014-1435

السلف والرب باألصدقاء وحسن الصحبة «باللغة اإلندونيسية» الشيخ عبدالعزيز بن نارص اجلليل الشيخ بهاء ادلين بن فاتح عقيل ترمجة: حممد إقبال أمحد غزايل مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو 2014-1435

Muqodimah Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Al-Khathib rahimahullah berkata: Umar bin Ibrahim dan Abu Muhammad al-khallal mengabarkan kepada kami. Mereka berkata: Ismail bin Muhammad bin Ismail al-khatib menceritakan kepada kami, Ia berkata: Ahmab bin Hasan al-muqri menceritakan kepada kami. Ia berkata: Aku mendengar Abdullah bin Ahmad ad- Dauraqi. Ia berkata: Aku mendengar Muhammad bin Ali bin Hasan bin Syaqiq. Ia berkata: Aku mendengar bapakku berkata: Abdullah bin Mubarak rahimahullah, apabila tiba waktu haji, saudara saudaranya dari penduduk Marwu berkumpul, mereka berkata: Kami menemani engkau. Ia berkata: Berikan kepadaku nafkah kamu. Lalu ia mengambil nafkah (ongkos perjalanan) mereka, meletakkannya di peti dan menguncinya, kemudian menyewakan (kenderaan) untuk mereka, mengeluarkan mereka dari Marwu ke Baghdad. Ia terus memberi nafkah untuk mereka, memberi makan kepada mereka yang enak dan makanan ringan yang paling baik. Kemudian ia mengeluarkan mereka dari Baghdad dengan pakaian dan penampilan terbaik, hingga mereka sampai di kota Madinah, ia 3

berkata kepada setiap orang dari mereka: Apakah keluarga kalian minta dibelikan oleh- oleh dari kota Madinah? Ia berkata: iya hadiah ini dan itu. Kemudian ia mengeluarkan mereka ke kota Makkah. Tatkala ia selesai melaksanakan ibadah haji, ia berkata kepada setiap orang dari mereka: Apakah keluarga kalian minta dibelikan oleh oleh dari kota Mekkah? Maka ia berkata: iya hadiah ini dan itu, lalu ia membelikan untuk mereka, kemudian ia mengeluarkan mereka dari kota Mekkah. Maka ia terus memberi nafkah untuk mereka hingga sampai kota Marwu. Lalu ia memperbaiki rumah mereka. Setelah tiga hari, ia melaksanakan walimah dan memberi pakaian untuk mereka. Ketika mereka selesai makan dan merasa senang, ia minta diambilan peti, lalu ia membukanya dan memberikan kepada setiap orang dari mereka ikatan uangnya yang tertulis nama pemiliknya. 1 Dari Zaid bin Aslam, dari bapaknya, ia berkata: Ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata: Wahai Abu Khalid 2, saya melihat Amirul Mukminin (Umar ibnul Khattab radhiyallahu anhu) selalu bersamamu, tidak seorang pun yang selalu bersamanya dari teman temanmu. Ia tidak keluar untuk safar kecuali engkau selalu bersamanya, ceritakanlah kepadaku tentang hal itu. Ia menjawab: 1 Siyar A lam Nubala` 8/385-386. 2 Abu Khalid adalah Aslam, Maula (budak yang dimerdekakan) Umar bin Khaththab radhiyalllahu anhu. 4

Ia (amirul mukminin) bukanlah orang yang paling utama mendapat naungan (maksudnya, selalu bersama sama dalam segala hal), ia membantu menyiapkan perbekalan kami dan menyiapkan perbekalannya sendirian. Kami telah selesai pada satu malam, ia telah membantu menyiapkan perbekalan kami dan ia menyiapkan perbekalannya dan membaca sya ir bahar rajaz: Janganlah malam membuatmu berduka - berikanlah pakaian dan sorban untuknya Jadilah engkau bersama Nafi dan Aslam - dan layanilah orang banyak sehingga engkau dilayani. 3 Dari Mush ab bin Ahmad bin Mush ab, ia berkata: Abu Muhammad al-marwazi datang ke kota Baghdad dalam perjalanan menuju Makkah dan aku ingin menemaninya. Aku datang kepadanya dan meminta ijin kepadanya untuk menemainya namun ia tidak mengijinkan pada tahun itu. Kemudian ia datang pada tahun kedua dan ketiga, aku datang kepadanya, memberi salam dan bertanya kepadanya. Ia berkata: Kamu boleh ikut dengan syarat: salah seorang dari kita adalah amir (pemimpin) yang tidak boleh 3 Siyar A lam Nubal` 4/99. Saya katakan: Semoga Allah ta ala memberi rahmat kepada Umar bin Khathab radhiyallahu anhu, ia tidak cukup hanya melayani teman temannya saja, namun ia berbuat baik kepada bekas bekas budaknya dan melayani mereka di saat safar, padahal merekalah seharusnya yang melayaninya. 5

ditentang oleh yang lain. Aku berkata: Engkaulah amir. Ia menjawab: Tidak, tetapi engkaulah amir. Aku berkata: Engkau lebih utama dan lebih tua. Ia berkata: Aku terima, tapi engkau jangan membantah aku. Aku berkata: Ya. Aku berangkat bersamanya. Apabila tiba waktu makan, ia mengutamakan aku. Apabila aku menentang, ia berkata: Bukanlah sudah kusyaratkan bahwa engkau tidak boleh membantah? Begitulah seterusnya kami, sehingga aku menyesal menyertainya karena telah menyusahkan dirinya. Pada satu ketika, kami kehujanan dan kami sedang berjalan, ia berkata kepadaku: Wahai Abu Ahmad, carilah miil (penunjuk jarak) 4. Kemudian ia berkata kepadaku: Duduklah di dasarnya. Lalu ia menyuruhku duduk di dasarnya dan tangannya memegang mail sambil berdiri menunduk atasku, dan atasnya ada pakaian yang sudah basah menaungiku dari hujan sehingga aku berangan angan tidak keluar bersamanya karena telah merugikannya. Seperti inilah kebiasaannya sehingga memasuki kota Makkah, semoga Allah memberi rahmat kepadanya. 5 4 Maksudnya: pergilah ke miil yang terdekat. Mail adalah batu yang berdiri tegak dibuat untuk para musafir terutama di jalan Makkah- sebagai petunjuk dan mengetahui jarak. Jarak di antara satu miil dengan yang lain adalah sejauh mata memandang. 5 Sifat Shafwah 4/148-149. 6

Bilal bin Sa ad meriwayatkan dari orang yang melihat Sa ad bin Abdullah at-tamimy di negeri Romawi, dan ia memiliki baghal yang ia menungganginya secara bergantian dan membawa para muhajirin secara bergantian. Bilal berkata: Adalah ia, bila memperhatikan orang yang berperang ia ingin menemainya, apabila ia melihat rombongan yang disukainya, ia mensyaratkan kepada mereka bahwa ia melayani mereka, ia mengumandangkan azan, dan memberi nafkah kepada mereka sebatas kemampuannya. 6 6 Lihat Siyar A lam Nubala 4/17. 7