BAB II URAIAN TEORITIS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II URAIAN TEORITIS

Pertemuan 1 PENGERTIAN PENYIARAN

SOSIOLOGI KOMUNIKASI

MODUL EMPAT KOMUNIKASI MASSA DAN OPINI PUBLIK

Modul Perkuliahan VII Komunikasi Massa

BAB I PENDAHULUAN. hal yang dikomunikasikan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Modul Perkuliahan VII Komunikasi Massa

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas

BAB II URAIAN TEORITIS. manusia, salah satunya adalah komunikasi massa. Konsep komunikasi massa itu

BAB I PENDAHULUAN. pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain

Yetti Wira Citerawati SY

Modul ke: TEORI KOMUNIKASI KOMUNIKASI MASSA. Fakultas ILMU KOMUNIKASI SOFIA AUNUL, M.SI. Program Studi BROADCASTING.

TEORI KOMUNIKASI MASSA

BAB I PENDAHULUAN. menjawab pertanyaan berikut: Who Say What In Which Channel To Whom With

Saya lebih takut menghadapi tiga surat kabar daripada seribu ujung bayonet. (Napoleon)

BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan teknologi tanpa disadari telah mempengaruhi hidup kita.

Saya lebih takut menghadapi tiga surat kabar daripada seribu ujung bayonet. (Napoleon)

BAB I PENDAHULUAN. proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan

BAB I PENDAHULUAN. harus dipenuhi, seperti kebutuhan untuk mengetahui berita tentang dunia fashion,

KOMUNIKASI MASSA. Pengertian Komunikasi Massa. Radityo Muhamad, MA. Modul ke: Fakultas FIKOM. Program Studi ILMU KOMUNIKASI

Modul ke: Komunikasi Massa. Pengantar Komunikasi Massa. Fakultas FIKOM. Sofia Aunul, M.Si. Program Studi BROADCASTING.

BAB I PENDAHULUAN. juga mampu membentuk opini publik melalui tayangan yang disajikannya, seperti

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Modul ke: Komunikasi Massa. Teori Komunikasi Massa (Makro) Fakultas FIKOM. Sofia Aunul, M.Si. Program Studi BROADCASTING.

BAB I PENDAHULUAN. Para pemirsa televisi boleh saja membenci iklan, karena menganggap iklan

Komunikasi Massa. Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat terpisahkan dengan komunikasi

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II URAIAN TEORITIS

Pengaruh Terpaan Berita Kriminal Dan Faktor Demografi Terhadap Tingkat Kecemasan Masyarakat Untuk Berinteraksi Dengan Lingkungan

BAB I PENDAHULUAN. peran televisi sebagai alat yang digunakan untuk menyampaikan informasiinformasi

BAB I PENDAHULUAN. Televisi saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

PERANAN SURAT KABAR DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA REMAJA DI KECAMATAN SINGKIL KOTA MANADO

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi lain, yaitu Gerbner. Menurut Gerbner (1967) Mass communication is

Pengertian Komunikasi

Pokok Bahasan : - Perkembangan Teknologi Informasi - WELCOME. Kursus Online - Pertemuan 4 - Join : Follow

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu komunikasi saat ini berkembang pesat jika dibandingkan dengan masa lampau, hal

BAB 1 PENDAHULUAN. yang dikomunikasikan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

BAB I PENDAHULUAN. Film adalah suatu media komunikasi massa yang sangat penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi massa yang terdiri dari tiga elemant peanting yaitu media, audience,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan perkembangan zaman, segala sesuatu yang ada di

SISTEM KOMUNIKASI MASSA

BAB II PENDEKATAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN. yang utama adalah menyampaikan suatu pesan. Dengan semakin majunya zaman

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah tipe penelitian yang bersifat

Pengantar Ilmu Komunikasi

Komunikasi massa dan efek media terhadap individu

Analisis: penyelidikan thd suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb).

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Film merupakan salah satu media yang berfungsi menghibur penonton

Komunikasi Massa. Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. adalah untuk mengendalikan lingkungan fisik dan psikologi kita. 1. tersebar banyak tempat, anonym dan heterogen.

BAB I PENDAHULUAN. Televisi sebagai produk maju berkembang pesat sejalan dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi dan

TEORI KOMUNIKASI. Komunikasi Massa dan Masyarakat. SUGIHANTORO, S.Sos, M.IKom. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI. Kata atau istilah komunikasi (Bahasa Inggris communication ) berasal dari

Modul Perkuliahan VII Komunikasi Massa

HAMBATAN, EFEK dan TEORI EFEK KOMUNIKASI MASSA dalam SOSIOLOGI KOMUNIKASI

BAB I PENDAHULUAN. tingkat pengetahuan masyarakat. Sekarang ini, media memiliki andil yang. budaya yang bijak untuk mengubah prilaku masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. Perangkat televisi menjadi suatu kebiasaan yang popular dan hadir secara luas

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan inti dari kehidupan. Dalam hidup, apa saja yang kita

BAB I PENDAHULUAN. lain (non media). Ketika sumber dari non media tidak dapat memuaskan. kebutuhan kita, maka kita mencarinya dari media massa.

BAB I PENDAHULUAN. luas dan pada sisi lain merupakan proses dimana pesan tersebut dicari

BAB I. seseorang dan begitupun sebaliknya serta dengan adanya interaksi tersebut kita

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan majunya teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai. mungkin hingga mampu menembus ruang dan waktu.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah Provinsi,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

6/13/2012 SISTEM KOMUNIKASI MASSA KOMUNIKASI MASSA? DEFINISI KOMUNIKASI MASSA

BAB I PENDAHULUAN. kepada peraturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. atau interaksi dengan orang lain, tentunya dibutuhkan kemampuan individu untuk

Pengaruh Terpaan Rubrik Body di Majalah Gogirl! Terhadap Perilaku. Hidup Sehat Remaja (Studi Deskriptif Kuantitatif Tentang Pengaruh Rubrik

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi yang kian canggih,

BAB I PENDAHULUAN. jenis kelamin, pendidikan, maupun status sosial seseorang. Untuk mendukung

Proses Komunikasi Di Perpustakaan

Hubungan Terpaan Informasi Politik Partai NasDem di Televisi dan Komunikasi di dalam Kelompok Referensi Terhadap Preferensi Memilih Partai NasDem

BAB II SEJARAH DAN PERKEMBANGAN IKLAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hal, dengan perspektif orang akan memandang sesuatu hal berdasarkan cara-cara

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyiaran merupajan sebuah proses untuk menyampaikan siaran yang di

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN VII


BAB I PENDAHULUAN. Penyampaian isi pesan seolah olah langsung antara komunikator dan. karena jelas terdengar dan terlihat secara visual.

BAB I PENDAHULUAN. gaya hidup sehat untuk kehidupan sehari-hari. Di dalam komunikasi ada beberapa unsur yakni sumber pesan (source),

3 & 4. Modul Perkuliahan III dan IV Sosiologi Komunikasi. Proses Komunikasi Dalam Masyarakat. Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm.

BAB I PENDAHULUAN. editing, dan skenario yang ada sehingga membuat penonton terpesona. 1

BAB 1 PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi.

BAB I PENDAHULUAN. Media massa menjadi entertainer (penghibur) yang hebat karena bisa mendapatkan

BAB I PENDAHULUAN. dibutuhkan manusia untuk berinteraksi, komunikasi dalam kegiatan manusia

BAB I PENDAHULUAN. film memiliki realitas tersendiri yang memiliki dampak yang dapat membuat

BAB I PENDAHULUAN. communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat

BAB I PENDAHULUAN. Peran Berita Politik Dalam Surat Kabar Pikiran Rakyat Terhadap Pengetahuan Politik Mahasiswa Ilmu Sosial se-kota Bandung

BAB 1 PENDAHULUAN. baik yang berada di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan sekalipun sangat

Pengantar Ilmu Komunikasi. Modul ke: 03FIKOM. Ruang Lingkup Komunikasi. Fakultas. Reddy Anggara, S.Ikom., M.Ikom. Program Studi MARCOMM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Komunikasi merupakan suatu proses sosial yang sangat mendasar

Transkripsi:

BAB II URAIAN TEORITIS 2.1. Komunikasi. Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, communication, yang artinya sama-sama di sini maksudnya sama maknanya (Effendi, 1993:9). Laswell menerangkan bahwa komunikasi adalah menjawab pertanyaan Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect. Komunikasi dalam prosesnya meliputi beberapa unsur, penerima pesan dan diikuti oleh efek. Reaksi komunikan terhadap pesan yang disampaikan oleh komunikator (Effendi, 1993:253). Fungsi komunikasi menurut Laswell: 1) Pengamatan lingkungan. 2) Korelasi kelompok-kelompok dalam masyarakat ketika menanggapi lingkungan. 3) Transmisi warisan sosial generasi satu ke generasi yang lainnya. Sedangkan menurut Carl V. Hovland, komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegas azas-azas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap (Effendi, 1993:12). Dalam proses komunikasi, paling sedikit terdapat tiga unsur pokok, yaitu komunikator, pesan, dan komunikan. Proses komunikasi pada dasarnya dibagi menjadi dua tahap, yaitu (Effendi, 1994:11) : 1. Proses komunikasi secara primer, yaitu proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang sebagai media. Lambang sebagai media dalam proses komunikasi adalah bahasa, kial,

isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya yang secara langsung mampu menerjemahkan pikiran dan perasaan komunikator kepada komunikannya. 2. Proses komunikasi secara sekunder, yaitu merupakan proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Komunikator dalam hal ini menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya karena komunikan sebagai sarananya berada di tempat yang relatie jauh dan berjumlah banyak. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berkomunikasi dengan tujuan tertentu. Pada dasarnya, komunikasi bertujuan untuk : a. Mengubah sikap. b. Mengubah opini. c. Mengubah perilaku. d. Mengubah masyarakat. Menurut tatanannya, komunikasi terbagi dalam : a. Komunikasi pribadi, yaitu komunikasi seputar diri seseorang, baik dalam fungsinya sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. b. Komunikasi kelompok, yaitu komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. c. Komunikasi massa, yaitu proses komunikasi yang berlangsung pada peringkat masyarakat luas, yang identifikasinya ditentukan oleh ciri khas institusionalnya (gabungan antara tujuan, organisasi dan kegiatan yang sebenarnya).

2.2. Komunikasi Massa. Komunikasi massa merupakan salah satu tatanan komunikasi. Para ahli komunikasi berpendapat bahwa yang dimaksud dengan komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi melalui media massa (mass media communication). Mereka membatasi pengertian komunikasi massa pada komunikasi dengan menggunakan media massa misalnya surat kabar, majalah, radio, televisi atau film (Effendi, 1992:20). Menurut Effendi (1993:79), komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa modern, yang meliputi surat kabar yang mempunyai sirkulasi yang luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum dan film yang dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop. Joseph A. Devito dalam bukunya Communicology : An Introduction to the Study Of Communication menyatakan bahwa (Effendi, 1994:21) : a. Komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang membaca atau semua orang yang menonton televisi. Agaknya ini berarti bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sukar didefenisikan. b. Komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancarpemancar yang audio ataupun visual. Komunikasi massa barangkali akan lebih mudah dan lebih logis bila didefenisikan menurut bentuknya seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, buku, film dan pita.

Media massa merupakan sumber kekuatan - alat kontrol, manajemen dan inovasi dalam masyarakat yang dapat didayagunakan sebagai pengganti kekuatan atau sumber daya lainnya. Media sering kali berperan sebagai wahana pengembangan kebudayaan, bukan saja dalam pengertian pengembangan tata cara, mode, gaya hidup dan norma-norma. Media massa tidak hanya melintasi batas-batas geografis, tetapi juga batasbatas kelas, ras, budaya, politik, pendidikan dan jenis kelamin, dalam rangka mendistribusikan hiburan dan informasi yang menanamkan dan menyegarkan sudut pandang dan cara pemahaman tertentu. Media massa membantu dan mengatur realitas sosial dengan menstrukturkan sebagian dari pengalaman yang paling lazim dan yang penting dari khalayak mereka. Berikut ini adalah karakteristik media massa : a. Komunikasi massa bersifat umum. Pesan komunikasi yang disampaikan melalui media massa adalah terbuka untuk semua orang. Meskipun pesan komunikasi massa bersifat umum dan terbuka, disebabkan oleh faktor yang bersifat paksaan yang timbul karena struktur sosial. b. Komunikasi massa bersifat heterogen. Massa dalam komunikasi massa terjadi dari orang-orang yang heterogen yang meliputi penduduk yang bertempat tinggal dalam kondisi yang sangat berbeda, dengan kebudayaan yang beragam, berasal dari berbagai lapisan masyarakat, mempunyai pekerjaan yang berjenis-jenis, karena itu mereka pula dalam kepentingan, standar hidup dan derajat kehormatan, kekuasaan dan pengaruh. c. Media massa menimbulkan keserempakan.

Yang dimaksud keserempakan adalah keserempakam kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah. d. Hubungan komunikator - komunikan bersifat non-pribadi. Dalam komunikasi massa, hubungan antara komunikator dan komunikan bersifat non-pribadi, karena komunikan yang anonim dicapai oleh orang-orang yang dikenal hanya dalam peranan yang bersifat umum sebagai komunikator. Ada suatu saat ketika media massa dipandang sangat berpengaruh, tetapi ada saat lain ketika media massa dianggap sedikit bahkan hampir tidak ada pengaruhnya sama sekali. Perbedaan pandangan ini tidak saja disebabkan karena perbedaan latar belakang teoritis, atau latar belang historis, tetapi juga karena perbedaan mengartikan "efek". Seperti yang dinyatakan Donald K. Robert dalam Schramm dan Roberts, ada yang beranggapan bahwa efek hanyalah "perubahan perilaku manusia setelah diterpa pesan media massa". Karena fokusnya pesan, maka efek haruslah berkaitan dengan pesan yang disampaikan media massa. Berikut ini adalah perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa, yaitu : 1. Efek kognitif, yang terjadi apabila ada perubahan pada apa yang diketahui, dipahami dan dipersepsi khalayak. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan, keterampilan, kepercayaan atau informasi. 2. Efek afektif, yang timbul apabila ada perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi atau dibenci khalayak. Efek ini ada hubungannya dengan emosi, sikap, atau nilai.

3. Efek konatif (behavioural), yang merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati, yang meliput i pola-pola tindakan, kegiatan/kebiasaan berperilaku (Rakhmat, 1993 : 219). Film, sebagai salah satu media, berperan sebagai sarana baru yang digunakan untuk menyebarkan hiburan yang sudah menjadi kebiasaan terdahulu, serta menyajikan cerita, peristiwa, musik, drama, lawak dan sajian teknis lainnya kepada masyarakat umum (Mcquail, 1989 : 13). Kehadiran film sebagian merupakan jawaban terhadap kebutuhan menikmati waktu senggang secara hemat dan sehat bagi seluruh anggota keluarga. Ada pandangan yang menilai bahwa film memiliki jangkauan, realisme, pengaruh emosional dan popularitas yang hebat. 2.3. Khalayak Khalayak biasa disebut dengan istilah penerima, sasaran pembaca, pendengar, pemirsa, audience, decorder atau komunikan. Khalayak adalah saah satu actor dari proses komunikasi. Karena itu unsure khalayak tidak boleh diabaikan karena apabila komunikasi itu diboikot oleh khalayak sudah pasti komunikasi itu akan gagal mencapai tujuannya. Khalayak bisa didefenisikan berupa individu, kelompok dan masyarakat. Ada tiga aspek yang perlu diketahui oleh seorang komunikator menyangkut khalayaknya, yakni aspek sosiodemografik, aspek profil psikologis dan aspek karakteristik perilaku khalayak. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui data sosio-demografik, profil psikologis dan karakteristik perilaku khalayak yakni: survey, melihat data potensi atau buku statistic yang ada, wawancara, dengan ini maka seorang komunikator yang professional sudah dapat

menetapkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, isi pesan yang ingin disampaikan, media yang akan digunakan serta teknik-teknik atau strategi yang dapat dipakai untuk mempengaruhi khalayak (Hafied Canggara, 2000:151). 2.3. Film. Menurut McBride, film adalah fenomena sosial, psikologi dan estetika yang kompleks. Film adalah dokumen yang terdiri dari cerita dan gambar yang diiringi kata-kata dan musik, jadi film merupakan sebuah produksi yang bersifat multidimensional dan sangat kompleks. Melalui perkembangannya, film telah memainkan banyak peran dengan memberikan informasi, drama, musik dan lainlain, dikombinasikan atau bukan. Sebagai media komunikasi massa, film dapat digunakan dengan berbagai fungsi seperti hiburan, penerangan, pendidikan, untuk mempengaruhi dan ajang sosialisasi. Berikut ini adalah jenis-jenis film berdasarkan sifatnya (Effendi, 1993:210) : 1. Film cerita (Story Film). Film cerita adalah film yang mengandung suatu cerita, yang lazim dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop dengan bintang filmnya yang tenar. 2. Film berita (Newsreel). Film berita adalah film mengenai fakta, peristiwa yang benar-benar terjadi, karena sifatnya berita maka film yang disajikan kepada publik harus mengandung nilai berita (news value).

3. Film Dokumenter (Documentary Film). Film dokumenter adalah film yang merupakan interpretasi puitis yang bersifat pribadi dari kenyataan-kenyataan. Tidak seperti film berita yang dibuat tergesagesa, film dokumenter memerlukan pemikiran dan perencanaan yang matang. 4. Film Kartun (Cartoon Film). Film kartun adalah film yang berasal dari rangkaian lukisan yang dipotret dan diputar dalam proyektor film sehingga lukisan tersebut menjadi hidup. Menikmati cerita dari film berbeda dengan menikmati cerita dari membaca buku. Cerita dari buku disajikan dengan perantaraan huruf-huruf berderet secara mati. Huruf-huruf itu merupakan tanda-tanda dan akan mempunyai arti hanya di dalam alam sadar. Sedangkan film menampilkan pelaku dalam cerita lengkap dengan tingkah lakunya, suaranya, kostum dan yang lainnya yang berhubungan dengan cerita yg bersangkutan. Berbeda dengan membaca buku yang memerlukan daya pikir dan imajinasi yang aktif, penonton film bisa bersifat pasif dan tinggal menikmati cerita yang disampaikan. Dalam menghayati sebuah film, kerap kali penonton, menyamakan atau mengidentifikasikan seluruh pribadinya dengan salah seorang aktor atau aktris dalam film tersebut. Hal ini dinamakan identifikasi psikologis di mana penonton merasa ia sendiri yang memainkan peranan di dalam film tersebut. Besar sekali pengaruh film terhadap jiwa manusia. Penonton tidak hanya terpengaruh sewaktu duduk di dalam gedung bioskop tetapi terus berlangsung sampai waktu yang lama. Anak-anak dan remaja sangat mudah terpengaruh oleh film. Pengaruh yang muncul bisa jadi negatif dan sebaliknya. Pengaruh film sangat tergantung dari isi

film itu sendiri. Tetapi film tidak selalu menimbulkan pengaruh yang negatif terhadap penonton film. Selain perubahan tingkah laku, film juga dapat menimbulkan perubahan emosi, sikap atau nilai dalam diri penonton sebagai khalayak media film, serta adanya transmisi pengetahuan, keterampilan, kepercayaan dan atau informasi. Dengan hadirnya film, mungkin dapat menambah pengetahuan anak-anak dan remaja dalam memperoleh tambahan informasi yang mungkin jarang atau tidak bisa mereka dapatkan dalam pergaulan sehari-hari. 2.5. Motivasi Apa saja yang diperbuat manusia yang penting maupun yang kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung resiko, selalu ada motivasi. Demikian juga halnya dengan belajar, motivasi itu penting. Motivasi adalah mutlak. Motivasi merupakan "pendorongan", segala usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil/tujuan tertentu. Menurut Vroom, motivasi mengacu pada suatu proses mempengaruhi pilihan-pilihan individu terhadap bermacam-macam bentuk kegiatan yang dikehendaki. Kemudian John P. Campbell dan kawan-kawan menambahkan rincian dalam defenisi tersebut dengan mengemukakn bahwa motivasi mencakup di dalamnya arah atau tujuan tingkah laku, kekuatan respons dan kegigihan tingkah laku. Di samping itu, istilah itupun mencakup sejumlah konsep seperti dorongan (drive), kebutuhan (need), rangsangan (incentive), ganjaran (reward), penguatan (reinforcement), ketetapan tujuan (goal tujuan), harapan (expectacy), dan sebagainya.

Menurut kebanyakan defenisi, motivasi mengandung tiga komponen pokok yaitu menggerakan, mengarahkan dan mendorong tingkah laku manusia. Menggerakkan, berarti menimbulkan kekuatan pada individu, memimpin seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu, seperti kekuatan dalam hal ingatan, respon-respon efektif dan kecenderungan mendapat kesenangan. Motivasi juga mengarahkan atau menyalurkan tingkah laku. Dengan demikian motivasi menyediakan suatu orientasi tujuan. Tingkah laku individu diarahkan terhadap sesuatu. Untuk menjaga dan menopang tingkah laku, lingkungan sekitar harus menguatkan intensitas dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan-kekuatan individu. Sejalan dengan apa yang telah diuraikan di atas, Hoy dan Mistel dalam buku Educational Administration mengemukakan bahwa motivasi dapat didefenisikan sebagai kekuatan-kekuatan yang kompleks, dorongan-dorongan dan kebutuhan-kebutuhan, pernyataan-pernyataan ketegangan (tention states) atau mekanisme-mekanisme lainnya yang memulai dan menjaga kegiatan-kegiatan yang diinginkan ke arah pencapaian tujuan-tujuan personal. Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauan untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau tujuan tertentu. Setiap tindakan motivasi mempunyai tujuan. makin jelas tujuan yang diharapkan atau yang akan dicapai, makin jelas pula bagaimana tindakan memotivasi dilakukan.

2.6. Teori Dependensi. Dalam penelitian ini, teori komunikasi yang digunakan adalah teori dependensi. Teori Dependensi pada dasarnya merupakan suatu pendekatan struktur sosial yang berangkat dari gagasan mengenai sifat suatu masyarakat modern (masyarakat massa). Teori ini diusulkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur pada tahun 1976 (dalam Littlejohn, 1996:348). Mereka mengusulkan pola hubungan terpadu antara audiens, media, dan sistem sosial secara luas. Teori ini menganggap media massa sebagai sistem informasi yang memiliki peran penting dalam proses pemeliharaan, perubahan, dan konflik pada tataran masyarakat, kelompok atau individu dalam aktivitas sosial. Secara ringkas, berikut model komunikasinya : Bagan 2 Model Dependensi SISTEM SOSIAL (tingkat stabilitas struktural yang bervariasi) SISTEM MEDIA (jumlah dan sentralitas fungsi informasi yang bervariasi) AUDIENCES (tingkat ketergantungan pada informasi media yang bervariasi) EFEK (Kognitif, Afektif, Behavioral) (Sumber : Littlejohn, 1996:351)

Pemikiran terpenting dari teori ini adalah bahwa dalam masyarakat modern, audience menjadi tergantung pada media massa sebagai sumber informasi bagi pengetahuan tentang, dan orientasi kepada, apa yang terjadi dalam masyarakatnya, jenis dan tingkat ketergantungan akan dipengaruhi oleh sejumlah kondisi stuktural, meskipun kondisi terpenting terutama berkaitan dengan tingkat perubahan, konflik atau tidak stabilnya masyarakat tersebut. Kedua, berkaitan dengan apa yang dilakukan media yang pada dasarnya melayani berbagai fungsi informasi. Dengan demikian teori ini menjelaskan saling hubungan antara tiga perangkat variabel utama dan menentukan jenis efek tertentu sebagai hasil interaksi antara ketiga variabel tersebut. Dependency Theory menjelaskan ke-kompatibel-an mengenai Argumentasi limited-effects dan powerful-effect dari media. Titik sentral dari teori atau pendekatan ini adalah adanya audiens yang bergantung kepada informasi media untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan dan mencapai tujuan-tujuannya. Tidak semuanya cocok memang jika dikaitkan pada kondisi masyarakat di zaman sekarang, terutama di Indonesia. Juga tidak semua aspek informasi sajian dari media massa yang sanggup mempengaruhi secara kuat sehingga audiens menjadi tergantung kepada media dimaksud.