BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dengan berkembangnya jaman maka semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan cahaya lampu terutama di daerah perkotaan yang sibuk dengan berbagai aktivitas terutama yang sangat mebutuhkan cahaya lampu (seperti : membaca, bekerja, menulis, dan lain sebagainya) membuat daya listrik berkurang bahkan terkadang turun yang menyebabkan listrik oleh PLN yang menyebabkan matinya lampu dan aktivitas yang sedang dilakukan terhambat. Oleh karena itulah maka diciptakannya Auto Emergency Lamp yaitu sebuah lampu darurat yang dapat meenyala ketika gelap dan menyala ketika terang secara otomatis Dengan menggunakan Auto Emergency Lamp ini maka aktivitas yang memerlukan bantuan cahaya lampu tidak terhambat hanya dikarenakan pemadaman listrik oleh PLN yang membuat lampu mati. Ini dikarenakan Auto Emergency Lamp ini akan menyala secara otomatis dan mati secara otomatis pula. Hal ini disebabkan penggunaan photodioda pada Auto Emergency Lamp ini yang dapat mendeteksi ada tidaknya cahaya yang nantinya akan diproses dan menyalakan lampu saat gelap secara otomatis. Auto Emergency Lamp sangat praktis karena kita tidak perlu repot-repot menghidupkan atau mematikan saklar seperti lampu senter atau lampu darurat lainnya. Ini desebabkan pada Auto Emergency Lamp saklar akan otomatis hidup atau mati tergantung kondisi photodioda yang terkena cahaya atau tidak. Photodioda yang terkena cahaya akan mengirimkan sinyal ke IC untuk memproses dan mengeluarkannya pada lampu sehingga jika lampu mati maka Auto Emergency Lamp akan hidup dan memberikan cahaya. Baterai merupakan komponen penyimpan energi listrik yang bersifat portable dan dapat menahan energi listrik sedemikian rupa melalui proses kimia sehingga energi listrik dapat digunakan di waktu yang lain. Saat ini penggunaan baterai sangatlah penting karena sifat baterai yang memiliki mobilitas yang sangat tinggi 1
2 sehingga sangat dibutuhkan oleh peralatan elektronika terbaru. Apalagi dengan perkembangan teknologi baterai yang melahirkan baterai yang dapat diisi kembali sehingga memungkinkan untuk menggunakannya berulang kali. Baterai merupakan salah satu sumber energi yang masih sering dijumpai dan digunakan oleh masyarakat. Pengaplikasian baterai juga sangat mudah ditemui, mulai dari kebutuhan industri, rumah tangga bahkan juga di kendaraan bermotor. Alat pengisi baterai atau charger juga mudah dijumpai seiring dengan perkembangan baterai. Di pasaran alat pengisi baterai yang banyak dijual hanya mampu untuk mengisi satu jenis baterai saja, semisal baterai 12 volt saja atua 6 volt saja. Selain itu, kebanyakan alat tersebut tidak memiliki indikator sehingga apabila proses pengisisan sudah selesai kita tidak dapat mengetahuinya. Tentu saja hal ini akan mengakibatkan kerugian baik pada penyedia jasa pengisian baterai maupun konsumen. B. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan proyek akhir ini adalah : 1. Untuk memenuhi syarat kelulusan Program Diploma Teknik Elektro Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. 2. Menerapkan dan mengaplikasikan teori yang telah di dapat dalam bangku kuliah ke dalam praktek sesungguhnya atau proyek akhir. 3. Mengenal dan mempelajari tentang permasalahan yang sering terjadi dan mencari penyelesaiannya berdasarkan ilmu yang telah di dapat dibangku kuliah.
3 C. Batasan Masalah Mengenai ruang lingkup masalah yang akan disajikan dibatasi antara lain sebagai berikut: 1. Emergancy led yang berguna untuk menerangi ketika terjadinya pemadaman aliran listrik oleh PLN 2. Pemrograman pada Peralatan yang telah dibuat. 3. Proses kerja sistem peralatan yang telah dibuat D. Metode Pengumpulan Data Pembuatan piranti dan laporan proyek akhir ini menggunakan metode sebagai berikut: 1. Metode pustaka, yaitu dengan cara mempelajari buku-buku literatur yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi dalam pembuatan alat, baik karakteristik komponen, teknik penggunananya, dan teknik merangkai komponen, serta teknik-teknik dasar yang digunakan dengan maksud untuk memperoleh data yang tepat. 2. Metode perancangan, yaitu dengan mencoba membuat desain rangkaian yang dibuat secara efesien dan efektif. 3. Metode pengujian, yaitu dilakukan dengan menguji rangkaian yang dibuat sesuai dengan keluaran yang diharapkan.
4 E. Sistematika Penulisan Laporan Adapun sistematika penulisan laporan adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Membahas tentang judul proyek akhir, latar belakang, maksud dan tujuan, batasan masalah, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan laporan. BAB II DASAR TEORI Membahas tentang dasar-dasar teori yang digunakan dalam perancangan alat yang dibuat. BAB III PERANCANGAN ALAT Membahas tentang prinsip dasar mekanisme cara kerja alat sehingga dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan. BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN Membahas tentang hasil pengujian dari alat yang telah dibuat, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. BAB V PENUTUP Membahas tentang kesimpulan dan saran, sehingga proyek akhir ini dapat dikembangkan lebih lanjut.
5