ABSTRAK PELATIHAN ZIG-ZAG RUN

dokumen-dokumen yang mirip
ABSTRAK PELATIHAN SHOOTING

PELATIHAN ZIG-ZAG RUN LEBIH EFEKTIF MENINGKATKAN KELINCAHAN MENGGIRING BOLA DARI PADA PELATIHAN SHUTLLE RUN DALAM PERMAINAN FUTSAL

PERBEDAAN EFEKTIVITAS LATIHAN HEXAGON DRILL DAN ZIG-ZAG RUN

SKRIPSI PERBEDAAN LATIHAN PLIOMETRIK DEPTH JUMP DAN JUMP TO BOX TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI PADA PEMAIN SEPAK BOLA DI SMA N 1 MANGGIS

ABSTRAK. Kata Kunci : Loncat tegak tanpa awalan, lompat bergantian, daya ledak otot tungkai,

SKRIPSI PELATIHAN TARI GALANG BULAN MENINGKATKAN KEBUGARAN FISIK PADA PELAJAR SMP DI YAYASAN PERGURUAN KRISTEN HARAPAN DENPASAR

I G P Ngurah Adi Santika*, I P G. Adiatmika**, Susy Purnawati***

SKRIPSI PERBEDAAN EFEKTIVITAS LATIHAN INTERVAL

KOMBINASI HALF SQUAT EXERCISE

PELATIHAN PLIOMETRIK DEPTH JUMP

PENAMBAHAN BALLISTIC STRETCHING

PELATIHAN PLYOMETRIC BROAD JUMP

PELATIHAN PERMAINAN GAME TIPE A LEBIH MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEBUGARAN FISIK DIBANDINGKAN PERMAINAN GAME TIPE B PEMAIN FUTSAL IKIP PGRI BALI

Luh Putu Tuti Ariani. Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha

PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS DALAM PERMAINAN BOLAVOLI MAHASISWA PUTRA

INTERVENSI FOUR SQUARE STEP

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI FISIOLOGI OLAHRAGA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2015

SKRIPSI GOVINDA VITTALA

ANAK AGUNG GEDE ANOM NIM:

2.11 Kekuatan Kekuatan Otot Tungkai Kecepatan Pelatihan Pliometrik... 39

SKRIPSI ANAK AGUNG GEDE ANGGA PUSPA NEGARA

SKRIPSI SENAM JANTUNG SEHAT DAPAT MENURUNKAN PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

Gde Ryan Saputra, Gede Doddy Tisna MS, Made Budiawan. Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

PELATIHAN LARI AMPLOP MENINGKATKAN KELINCAHAN SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KURIKULER PENCAK SILAT SMA DWIJENDRA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016

BAB I PENDAHULUAN. serta sebagai sarana untuk meraih prestasi. latihan fisik yang teratur dan sesuai untuk mengembangkan kemampuan

Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Volume 2: , Agustus 2016

Oleh : N. Gimbar Adi Putra*, J. Alex Pangkahila**, I P G. Adiatmika*** Program Studi Magister Fisiologi Olahraga Universitas Udayana

PENGARUH METODE LATIHAN DRILL

PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA ANAK USIA 7-8 TAHUN DI SD NEGERI PABELAN 03 MENDUNGAN KARTASURA SUKOHARJO

SKRIPSI I NYOMAN KRISNA WIJAYA

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. program pelatihan peningkatan agility pada periode April - Mei 2015.

SKRIPSI. Oleh : Luh Putu Ayu Wulandari Nim

INDONESIA PERFORMANCE JOURNAL

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA Passing dan Ketepatan Tembakan Sepak Bola

SKRIPSI PENGARUH LATIHAN BEBAN TERHADAP PENINGKATAN MASSA OTOT PECTORALIS MAYOR DAN BICEPS PADA USIA REMAJA DAN DEWASA GDE RABI RAHINA SOETHAMA

Kata Kunci : Pelatihan Plyometric incline bound, knee tuck jump, Kekuatan Tungkai dan Ketepatan Tembakan

BAB IV METODE PENELITIAN. Randomized Pre and Post Test Group design (Pocock, 2008). Rancangan ini

PELATIHAN KNEE TUCK JUMP

Oleh: I Gede Agus Wirajaya Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

PENGARUH METODE LATIHAN TEKNIK DISTRIBUSI TERHADAP KETERAMPILAN DRIBBLING ZIG ZAG PERMAINAN FUTSAL

PENGARUH PEDAL EXERCISE

BAB I PENDAHULUAN. pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga tubuh

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS LATIHAN ZIG-ZAG RUN DENGAN CARIOCA EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN AGILITY PADA PEMAIN BULUTANGKIS PEMULA

PENAMBAHAN SHAKING MASSAGE

PENGARUH LATIHAN FORMASI BERPUSAT TERHADAP KETERAMPILAN SERVIS SEPAK TAKRAW

ANALISIS KONDISI FISIK PEMAIN SEPAK BOLA KLUB PERSEPU UPGRIS TAHUN 2016

LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana Studi Strata-1 Kedokteran Umum

Pengaruh Pelatihan Air Alert Menggunakan Metode Latihan Interval terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai

PENGARUH LATIHAN NAIK TURUN BANGKU TERHADAP JAUH LOMPATAN PADA OLAHRAGA ATLETIK NOMOR LOMPAT JAUH SISWA KELAS X SMK PGRI WLINGI KAB.

PELATIHAN VISUAL CUE TRAINING

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, mulai dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa, baik oleh

HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN, KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PEMAIN SEPAKBOLA SSB BENGKULU USIA TAHUN

Kata kunci: Berjalan santai selama 30 menit, kewaspadaan, laki-laki dewasa muda

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH PELATIHAN CONTINUOUS CIRCUIT TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN DAN KELINCAHAN

BAB I PENDAHULUAN. Sepak bola merupakan salah satu dari banyak cabang olahraga yang paling

PENGARUH LATIHAN KELINCAHAN-LATIHAN KECEPATAN TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI MTS N 2 YOGYAKARTA

PENGARUH LATIHAN FINDERS KEEPERS TERHADAP KECEPATAN LARI PADA ATLET ATLETIK KABUPATEN SIAK

*SMAN1 Kupang. **Program Studi Magister Fisiologi Olahraga Universitas Udayana *** FKIP PGRI Kupang, NTT. ABSTRAK

PERBANDINGAN PENGARUH LATIHAN ZIG-ZAG RUN DAN LATIHAN GERAKAN BEREAKSI TERHADAP KELINCAHAN PADA SISWI KELAS VIII SMP N 17 PEKANBARU 1, 2 3

Tisna Prasetya*, Made Darmada**, Citra Permana Dewi***

KONTRIBUSI KELINCAHAN DAN KECEPATAN TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN BOLA BASKET

PENGARUH PELATIHAN ALTERNATE LEG BOUND TERHADAP KECEPATAN DAN POWER OTOT TUNGKAI

BAB IV METODE PENELITIAN. kepada mahasiswa semester II program studi PJKR dengan eksperimental

PENGARUH PENAMBAHAN LATIHAN CORE STABILITY PADA LATIHAN SQUAT JUMP TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI SKRIPSI

PENGARUH LATIHAN SKIPPING TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI JURNAL. Oleh RULIYADI S

PEMBERIAN PELATIHAN KEKUATAN AYUNAN LENGAN (ARM SWING)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pengambilan data penelitian telah dilakukan di SMK Kesehatan PGRI

BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah penjaga gawang. Cabang olahraga ini asal mulanya dari cabang

BAB II KAJIAN TEORITIS. kemampuan melakukan aktifitas olahraga. Menurut Tangkudung yang dikutip

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH METODE LATIHAN PLYOMETRIC

Program Studi Fisioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 3. Bagian Ilmu Histologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 4

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mencapai tujuan tersebut ada beberapa hal yang dibutuhkan oleh. satu faktor yang penting lainnya adalah faktor fisik.

PELATIHAN FOOTWORK BULUTANGKIS 10 REPETISII 2 SET LEBIH BAIK DIBANDINGKAN 5 REPETISI 4 SET UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KELINCAHAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. sesuai dengan tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk

PERBEDAAN PERMAINAN ORIGAMI DAN MEWARNAI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK PEREMPUAN PRASEKOLAH DI TK GRAND BALI BEACH SANUR

BAB V HASIL PENELITIAN. perlakuan masing-masing kelompok 1 dengan pelatihan berjalan dengan

Bayu Puspayuda*,Made Darmada**, Putu Citra Permana Dewi***

III. METODOLOGI PENELITIAN. dihadapi. Menurut Arikunto (1998 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu

SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH STOK BINA GUNA, SABTU 16 SEPTEMBER 2017 PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SIDE SHUFFLE

BAB I PENDAHULUAN. anak-anak adalah bermain. Bermain merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan

PERBEDAAN PILATES EXERCISES

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TAKTIS DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEKNIS TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN PASSING DAN STOPING

BAB III METODE PENELITIAN

TESIS PELATIHAN LONCAT DI PASIR DENGAN RINTANGAN BOX JUMP

PENGGUNAAN PAKAIAN COMPRESSION BASE LAYER MEMPERCEPAT PEMULIHAN FISIOLOGIS DAN MENINGKATKAN KENYAMANAN TUBUH MAHASISWA SAAT BEROLAHRAGA

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Cabang olahraga atletik adalah salah satu nomor cabang yang tumbuh dan berkembang seiring dengan kegiatan

EFEKTIVITAS LATIHAN BEBAN DENGAN METODE CIRCUIT WEIGHT TRAINING DENGAN SUPER SET

ABSTRAK Program Magister Psikologi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK PENGARUH HIGH INTENSITY CIRCUIT TRAINING (HICT) TERHADAP INDEKS KEBUGARAN JASMANI DAN KESEIMBANGAN TUBUH PADA LAKI-LAKI DEWASA MUDA

BAB V HASIL PENELITIAN. Penelitian yang telah dilaksanakan di SMP N 11 Denpasar, selama enam

Transkripsi:

ABSTRAK PELATIHAN ZIG-ZAG RUN LEBIH EFEKTIF MENINGKATKAN KELINCAHAN MENGGIRING BOLA DARI PADA PELATIHAN SHUTLLE RUN DALAM PERMAINAN FUTSAL PADA MAHASISWA PJKR UNIVERSITAS PGRI KUPANG Kelincahan merupakan kemampuan fisik berubah arah secara cepat tanpa mengalami gangguan pada keseimbangan. Kemampuan ini diperlukan dalam permainan futsal. Untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan latihan yang kontinyu dan sistematis seperti latihan kelincahan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pelatihan zig-zag run dan pelatihan shutlle run terhadap kelincahan menggiring bola dalam permainan futsal. Penelitian menggunakan rancangan Eksperimen pre test-post test control group design pada Mahasiswa Program Studi PJKR Universitas PGRI Kupang. Dengan jumlah sampel 28 orang dan dibagi menjadi dua Kelompok dan masing-masing Kelompok berjumlah 14 orang. Kelompok 1 diberikan pelatihan zig-zag run dan Kelompok 2 diberi pelatihan shutlle run dilakukan selama 8 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali setiap minggu (24 kali pertemuan). Instrumen pengukuran yang digunakan adalah kelincahan menggiring bola menggunakan metode pengukuran oleh Nurhasan 2008. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Rerata kelincahan menggiring bola dalam permainan futsal di uji dengan Uji t-paired dan efek penurunan kelincahan menggiring bola dengan Uji t- Independent. Rerata peningkatan waktu tempuh menggiring bola pada Kelompok 1 pelatihan zig-zag run sebelum pelatihan 15,6±0,7 detik, dan sesudah pelatihan 11,2±0,6 detik dengan beda = 4,4 detik dengan persentase peningkatan 28,4% (p<0,05). Sedangkan pada Kelompok 2 pelatihan shutlle run sebelum pelatihan 15,7±0,6 detik dan sesudah pelatihan 12,9±0,6 detik dengan beda 2,8 detik dengan persentase penurunan =17,9% (p<0,05). Hasil perbandingan efek peningkatan kelincahan menggiring bola antara Kelompok 1 pelatihan zig-zag run dan Kelompok 2 pelatihan shutlle run sama-sama memberikan efek peningkatan. Namun peningkatan pada Kelompok 1 pelatihan zig-zag run lebih baik dibandingkan dengan Kelompok 2 pelatihan shutlle run dengan selisih persentasenya lebih besar. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan zig-zag run lebih efektif meningkatkan kelincahan menggiring bola. Dianjurkan agar dalam proses pelatihan olahraga yang membutuhkan kelincahan, menggunakan pelatihan zig-zag run karena lebih efektif meningkatkan kelincahan untuk peningkatan prestasi pada cabang olahraga tertentu. Kata Kunci : Pelatihan zig-zag run, shutlle run, kelincahan menggiring bola permainan futsal. ix

ABSTRACT THE ZIG-ZAG RUN TRAINING IS MORE EFFECTIVE IN IMPROVING THE DRIBBLE AGILITY THAN THE SHUTLLE RUN TRAINING IN FUTSAL GAME FOR PJKR STUDENTS PGRI UNIVERSITY KUPANG Agility is a physical ability to change directions quickly without any balance disturbances. This capability is required in futsal. To achieve the agility, a continuous and systematic training is necessary. This study was conducted to compare the effect of zig-zag run training and shuttle run drill towards the dribble agility in the game of futsal. Experimental research design with pretest-post test control group over the students in PJKR study program PGRI University Kupang was employed. The sample consisted of 28 persons and was divided into two groups comprising 14. persons in each group. Group 1 was given the zig-zag run training while group 2 was given the shutlle run drill and both kinds of training lasted for 8 weeks with a frequency of exercise three times per week (24 sessions). The measurement instrument used was the dribble agility using the method of measurement by Nurhasan 2008. The measurements were conducted before and after the treatment. The average of the dribble agility in futsal was tested using Paired t-test and the effect of decrease of the agility to dribble with the Independent t- test. The average of dribble execution time in group 1 before training was 15.6 ± 0.7 seconds, and after training was 11.2 ± 0.6 seconds with a difference of 4.4 seconds with 28.4% ( p <0.05) increase of the percentage, while in group 2 the average of dribble execution time before training was 15.7 ± 0.6 seconds, and after training was 12.9 ± 0.6 seconds with a difference of 2.8 seconds with the percentage of decrease was 17.9% (p <0.05). Both Zig zag run training and shuttle run training affected the increase of dribble agility, however the Zig zag run training had more significant effect. It can be concluded that the zig-zag run training is more effective in improving the dribble agility than the shuttle run training. Due to this, it is recommended that the zig-zag run training shall be adopted for the sports that need agility because the zig zag training has been proven effective to improve the agility, therefore the zig zag training may also be used to improve the performance of certain sports. Key words: Training zig-zag run, shutlle run, agility dribble futsal game. x

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... PRASYARAT GELAR... LEMBAR PENGESAHAN... PENETAPAN PANITIA PENGUJI TESIS... SURAT PERNYATAAN PLAGIAT... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRAK... ABSTRACT... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL DAN BAGAN... DAFTAR GAMBAR... hdaftar SINGKATAN... DAFTAR LAMPIRAN... Hal ii iii iv v vi vii viii ix xi xiv xv xvi xvii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 5 1.3 Tujuan Penelitian... 6 1.3.1 Tujuan Umum... 6 1.3.2 Tujuan Khusus... 6 1.4 Manfaat Penelitian... 7 1.4.1 Manfaat Akademik... 7 1.4.2 Manfaat Praktis 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kelincahan (Agility)... 8 xi

2.1.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelincahan... 10 2.1.2 Cara Mengukur Kelincahan... 14 2.1.3 Pelatihan Lari Belak-Belok (Zig-zag Run)... 15 2.1.4 Pelatihan Lari Bolak-Balik (Shutlle Run)... 16 2.2 Sistem Otot Rangka... 20 2.2.1 Sumber Energi... 21 2.2.2 Sistem Aerobik... 26 2.2.3 Transport Elektron... 29 2.3 Pelatihan Olahraga... 29 2.3.1 Prinsip-Prinsip Pelatihan... 32 2.3.2 Prinsip-Prinsip Beban Latihan... 34 2.3.3 Prinsip Pembebanan Lebih... 37 2.3.4 Takaran Pelatihan (Dosis)... 37 2.4 Keterampilan Menggiring Bola Dalam Permainan Futsal... 39 2.4.1 Analisis Teknik Menggiring Bola (Dribbling)... 41 2.4.2 Teknik Dasar Menggiring Bola (Dribbling)... 42 2.4.3 Tujuan Menggiring Bola (Dribbling)... 46 2.4.4 Hubungan Kekuatan Otot Tungkai Saat Menggring Bola... 47 2.4.5 Kajian Persendian Saat Menggiring Bola... 48 2.4.6 Kajian Anatomi Otot Yang Dilatih... 51 BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.1 Kerangka Berpikir... 54 3.2 Konsep Penelitian... 56 3.3 Hipotesis Penelitian... 56 BAB IV METODE PENELITIAN xii

4.1 Rancangan Penelitian... 58 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian... 59 4.2.1 Tempat Peneltian... 59 4.2.2 Waktu Penelitian... 59 4.3 Penentuan Sember Data... 59 4.3.1 Populasi... 59 4.3.2 Sampel... 59 4.4 Variabel Penelitian... 62 4.5 Defenisi Operasional Variabel... 62 4.6 Instrumen Penelitian... 67 4.7 Prosedur Penelitian... 68 4.8 Analisis Data... 72 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian... 5.1.1 Data Karakteristik Subjek Penelitian... 73 73 5.1.2 Data Lingkungan Penelitian... 74 5.1.3 Data Hasil Kelincahan Menggiring Bola Dalam Permainan Futsal... 75 5.1.4 Uji Beda Rerata Waktu Tempuh Kelincahan Menggiring Bola 77 Sebelum dan Sesudah Pelatihan... 5.1.5 Uji Perbedaan Efek Penurunan Waktu Tempuh Kelincahan Menggiring Bola Sebelum dan Sesudah Pelatihan Antar Kedua Kelompok Perlakuan Zig zag Run dan Shutlle Run... 78 5.2 Pembahasan... 79 5.2.1 Karakteristik Subjek Penelitian... 79 5.2.2 Karakteristik Lingkungan Penelitian... 79 5.2.3 Uji Beda Rerata Penurunan Waktu Tempuh Kelincahan Menggiring Bola Dalam Permainan Futsal Sebelum dan Sesudah Pelatihan... 5.2.4 Pengaruh Perbandingan Efek Penurunan Waktu Tempuh Kelincahan Menggiring Bola Dalam Permainan Futsal Antar Kelompok Sebelum dan Sesudah Pelatihan... xiii 80

82 5.2.5 Pengaruh Efek Pelatihan Kelincahan Menggiring Bola dalam Permainan Futsal... BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 83 7.1 Simpulan... 85 7.2 Saran... 85 DAFTAR PUSTAKA... 86 LAMPIRAN DAFTAR TABEL DAN BAGAN Table dan Bagan Keterangan Hal 2.1 Kategori Skor Tes Kelincahan... 15 2.2 Persediaan Energi Dalam Tubuh Melalui Sistem ATP... 24 3.1 Kerangka Konsep... 56 4.1 Rancangan Penelitian... 58 4.2 Alur Penelitian... 71 5.1 Data Karakteristik Subjek Penelitian Menggiring Bola Pada Permainan Futsal Pada Kelompok Pelatihan Zig Zag Run dan Shutlle Run... 73 5.2 Data Keadaan Lingkungan Pelatihan Pada Kedua Kelompok... 75 5.3 Data Uji Normalitas Kelincahan Menggiring Bola dalam Permainan Futsal Sebelum dan Sesudah Pelatihan Pada Kelompok 1 Zig-zag Run dan Kelompok 2 Shutlle Run Dengan Shaphiro-Wilk Test... 5.4 Data uji Homogenitas Hasil Kelincahan Menggiring Bola dalam Permainan Futsal Antara Kelompok 1 Zig-zag Run dan Kelompok 2 Shutlle Run Dengan Levene s Tes... 5.5 Hasil Uji Beda Rerata Penurunan Waktu Tempuh Kelincahan Menggiring Bola Sebelum dan Sesudah Pelatihan Pada Kelompok 1 Zig Zag Run dan Kelompo 2 Shutlle Run Dengan Uji t-paired (berpasangan)... 76 77 77 xiv

5.6 Hasil Uji Perbedaan Efek Penurunan Waktu Tempuh Menggiring Bola Sebelum dan Sesudah Pelatihan... 5.7 Persentasi Penurunan Waktu Tempuh Kelincahan Menggiring Bola Pada Kelompok 1 Zig Zag Run dan Kelompok 2 Shutlle Run Sebelum dan Sesudah Pelatihan... 78 79 DAFTAR GAMBAR Gambar Keterangan Hal 2.1 Pelatihan Zig Zug Run... 16 2.2 Pelatihan Shutlle Run... 17 2.3 Rumus Bangun ATP Adenosine dan Tiga Bagian Susunan Phospahte... 21 2.4 Rumus Bangun ATP dan Pi... 22 2.5 Proses Glikolisis Anaerobic... 25 2.6 Proses Aerobic Glikolisis... 26 2.7 Perbedaan Glikolisis Aerobc dan Anaerobic... 27 2.8 Siklus Kreb s... 28 2.9 Driblling Menggunakan Kaki Bagian Dalam... 44 2.10 Driblling Menggunakan Kaki Bagian Luar... 45 2.11 Driblling Menggunakan Punggung Kaki... 46 2.12 Anatomi Otot Dari Sisi Anterior... 51 xv

2.13 Anatomi Otot Dari Sisi Belakang... 53 4.1 Tes kelincahan Menggiring Bola Pada Permaianan Futsal... 63 DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG ATP ADP BB TB Cm KG IMT KF SB PZZR PSR : Adenosin Triphosphat : Adenosin Diphosphat : Berat Badan : Tinggi Badan : Centimeter : Kilogram : Indeks Massa Tubuh : Kebugaran Fisik : Simpangan Baku : Pelatihan Zig-Zag Run : Pelatihan Shutlle Run xvi

PJKR : Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi % : Persen 0 C : Derajat Celcius P R RA S N M 2 : Populasi : Randomisasi : Random Alokasi : Sampel : Jumlah Sampel : Meter bujur sangkar DAFTAR LAMPIRAN 1. Surat Ijin Penelitian dari Program Studi Magister Fisiologi Olahraga. 2. Surat Ijin Penelitian dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Propinsi NTT. 3. Surat Rekomendasi Penelitian dari Universitas PGRI-Kupang. 4. Surat Keterangan Selesai Penelitian. 5. Surat Persetujuan Sampel Penelitian. 6. Norma Penilaian Tes Lari 2,4 Km Menurut Cooper. 7. Daftar Hadir Subjek Penelitian. 8. Biodata Karakteristik Subjek Penelitian Kelompok 1 Zig-Zag Run. 9. Biodata Karakteristik Subjek Penelitian Kelompok 2 Shutlle Run. 10. Data Lingkungan Penelitian Selama 8 Minggu. 11. Data Hasil Pre Test dan Post Test Kelompok 1 Zig-Zag Run. xvii

12. Data Hasil Pre Test dan Post Test Kelompok 2 Shutlle Run. 13. Data Statistik Lingkungan 14. Hasil Uji Deskriptif Kelompok 1 dan Kelompok 2 (Umur, TB, BB, IMT dan Kebugaran Fisik). 15. Hasil Analisis Uji Normalitas dengan Shapiro Wilk-Test dan Homogenitas dengan Levene s Test pada Kedua Kelompok Sebelum dan Sesudah Perlakuan. 16. Hasil Uji Beda Rerata Penurunan Waktu Tempuh Menggiring Bola Sebelum dan Sesudah Pelatihan pada Kelompok 1 Zig-zag run dengan Uji t-paired. 17. Hasil Uji Beda Rerata Penurunan Waktu Tempuh Menggiring Bola Sebelum dan Sesudah Pelatihan pada Kelompok 2 Shutlle run dengan Uji t Paired. 18. Hasil Uji Efek Penurunan Kelincahan Menggiring Bola Antar Kedua Kelompok Sebelum dan Sesudah Pelatihan dengan Uji t Independent. 19. Program Latihan Mingguan selama 2 Bulan 8 Minggu. 20. Foto Alat yang Digunakan dalam Pelaksanaan Penelitian. 21. Foto-foto Pelaksanaan Penelitian. xviii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelatihan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kedalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan dalam suatu kegiatan olahraga oleh seorang atlet. Pelatihan fisik umum untuk setiap cabang olahraga sama, akan tetapi pelatihan fisik khusus untuk setiap cabang olahraga berbeda-beda. Prestasi olahraga seorang atlet sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kindisi fisik, teknik\ taktik, dan mental, (Harsono 2007). Sementara (Nurhasan 2002), mengatakan bahwa Prestasi seorang atlet sangat di tentukan oleh bermacam- macam faktor yang saling berkaitan yaitu: kondisi fisik, keterampilan dan teknik serta lingkungan dalam arti luas. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah kondisi fisik, yang merupakan tingkat kemampuan fisik dengan sepuluh komponen biomotorik yaitu : kekuatan, daya tahan, kecepatan, daya ledak, kelentukan, keseimbangan, waktu reaksi, kelincahan, ketepatan dan koordinasi (Sajoto, 2002). Kelincahan merupakan kemampuan seorang atlet untuk mengatasi tahanan dengan suatu kecepatan kontraksi tinggi. Keadaan fisik yang baik dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi gerak kearah yang lebih baik, waktu pemulihan akan lebih cepat dan respon bergerak lebih cepat apabila dibutuhkan (Sajoto, 2003). Kontraksi otot yang sangat tinggi diartikan sebagai kemampuan otot yang kuat dan cepat dalam berkontraksi. Jadi kelincahan dipengaruhi oleh 1

kekuatan dan kecepatan, baik kecepatan rangsang syaraf maupun kecepatan kontraksi otot (Nala, 2011). Kemampuan fisik yang baik dan optimal dapat dicapai melalui pelatihan yang sistematis untuk mempersiapkan fisik seperti kekuatan, kelentukan, kecepatan dan kelincahan. Kemampuan fisik ditinjau dari konsep muskular meliputi kekuatan, daya tahan, power, kecepatan, kelentukan, kelincahan, keseimbangan dan koordinasi. Pelatihan adalah proses yang sistematis, latihan atau bekerja dilakukan berulang-ulang dan terprogram dengan makin hari makin meningkat jumlah beban latihan atau pekerjaannya (Hairy, 2009). Tujuan latihan adalah untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan kemampuan gerak, sehingga segenap kemampuannya dapat menunjang penampilan fisik. Komponen kondisi fisik meliputi kekuatan, daya tahan, daya ledak, kelentukan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, dan kecepatan. Mengacu pada pendapat tersebut untuk meningkatkan prestasi yang maksimal pelatihan dapat memilih bentuk latihan yang tepat dan sesuai dengan cabang olahraga yang akan ditekuni oleh atlet. Permainan futsal memerlukan latihan zig-zag run dan shutlle run adalah olahraga yang memerlukan dan mengutamakan kekuatan otot tungkai. Kekuatan otot tungkai, terutama daya tahan otot dipengaruhi oleh latihan yang intensitasnya tinggi dan mempunyai karakteristik yang tepat dalam memilih bentuk pelatihan yang digunakan. 2

Cara yang paling baik untuk meningkatkan power maksimal pada suatu kelompok otot tertentu adalah dengan meregangkan (memperpanjang) terlebih dahulu otot-otot tersebut. Menururt Bompa (1994) bahwa,metode pelatihan yang efektif merupakan bagian penting kerena merupakan penghubung dalam proses pelatihan atau pengajaran dan timbal balik antara pelatih atau guru dengan atlet atau siswanya. Jadi penggunaan atau penerapan metode dalam pelatihan yang tepat merupakan salah satu bagian untuk melangsungkan suatu proses latihan atau belajar. Hal ini sejalan dengan pendapatan (Lutan 2001) bahwa. Disamping itu, kebutukan akan metode latihan atau mengajar, efisien berkaitan erat dangan keterbatasan waktu,tenaga, dan dana yang ada. Selain itu efisiensi pelatihan dan pengajaran juga terkait dengan masalah motivasi, sikap, dan aktivitas berlatih atau belajar atlet dalam meraih prestasi yang efektif. Suatu proses pelatihan sangat diperlukan suatu penerapan metode yang baik demi tercapainya tujuan yang diharapkan apabila dengan penerpan metode gerak secara efektif dan efisien dapat tercermin melalui penjadwalan dan pendistribusian suatu tugas gerak dari teknik dasar yang akan dilatih. Hal ini tergantung dari strategis yang akan diterapkan dalam proses pelatihan tersebut dengan memperhatikan faktor-faktor lain, seperti tingkat kemampuan atlet, lingkungan kondisi latihan, dengan menggunakan metode yang tepat dan disesuaikan dengan tugas-tugas latihan. Penerapan metode pelatihan praktek, pelatih atau guru olahraga yang digunakan dapat dilakukan berdasar ketentuan waktu dalam hal ini berdasarkan kriteria dalam pelatihan karena dalam pelaksanaan praktek oleh seorang pelatih 3

atau guru olahraga dilakukan secara bertahap dan diselingi dengan waktu istirahat atau disebut metode pelatihan. Kelincahan adalah hasil dari kekuatan dan kecepatan ( Harsono, 1998 ). Sedangkan latihan daya tahan dititik beratkan pada sekelompok otot yang digunakan. Maka untuk lebih efisien dalam melatih kecepatan dan kekuatan digunakan bentuk-bentuk pelatihan seperti zig-zag run dan shutlle run dengan beban latihan yang progresif. Latihan kelincahan otot yang dilatih dengan cara zig- zag run maupun shutlle run, tapi takaran yang tepat terdiri atas unsur-unsur; intensitas, volume frekuensi dan densitas. Sedangkan kelincahan merupakan suatu komponen biomotorik yang apabila tidak dilatih sesuai prinsip-prinsip pelatihan tidak akan mencapai target yang diinginkan (Nala, 1998). Bentuk pelatihan zig-zag run merupakan latihan kelincahan dan latihan kelentukan dilakukan dengan daya tahan otot tungkai atau ke depan semaksimal mungkin dengan menggerakkan dua tungkai bersamayang dilakukan berulangulang. Model pelatihan ini merupakan bentuk metode pelatihan untuk meningkatkan kelincahan menggiring bola. Kekuatan dan kecepatan dapat menjembatani untuk menghasilkan daya tahan fungsional, dengan gerakan simultan dua kaki bersamaan, akan menghasilkan tenaga lebih rendah dibandingkan dengan gerakan sendiri satu kaki (Bompa, 1994). Pelatihan ini pada intinya bertujuan untuk memacu dan merangsang tolakan kaki agar kuat sehingga menghasilkan kelincahan maksimum. Kedua bentuk latihan tersebut belum diketahui dengan pasti, efektivitasnya dalam meningkatkan kelincahan otot tungkai. Efektivitas kedua bentuk pelatihan tersebut dapat 4

dilakukan dengan membandingkan keduanya, dan takaran latihan yang diberikan sama. Untuk mengetahui bentuk latihan yang dapat memberikan efek peningkatan kelincahan otot tungkai lebih baik, maka perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini diterapkan pada mahasiswa PJKR Universitas PGRI-Kupang, dengan pertimbangan bahwa mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) perlu mempersiapkan kondisi fisik yang lebih baik terutama ketika mengikuti kegiatan olahraga. Namun perlu diketahui bahwa hingga saat ini perkembangan olahraga futsal yang di kembangkan di UKM Universitas PGRI- Kupang tidak begitu maksimal dalam peningkatan kemampuan gerak. Kekuatan dan kecepatan merupakan komponen biomotorik yang kompleks dalam menghasilkan kelincahan yang optimal sebagai interaksi dari komponenkomponen biomotorik lainnya. Maka kelincahan dapat ditingkatkan melalui pelatihan zig-zag run dan pelatihan shutlle run yang dilakukan secara progresif. Berdasarkan pemikiran tersebut maka dalam penelitian ini akan difokuskan permasalahannya dengan judul, Pelatihan Zig-zag run Lebih Efektif Meningkatkan Kelincahan menggiring bola Dari Pada Pelatihan Shutlle Run Dalam Permainan Futsal Pada Mahasiswa PJKR Universitas PGRI-Kupang. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah dalam penelitian ini, maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini adalah: 1. Apakah pelatihan zig-zag run meningkatkan kelincahan menggiring bola dalam permainan futsal pada mahasiswa PJKR Universitas PGRI- Kupang? 5

2. Apakah pelatihan shutlle run meningkatkan kelincahan menggiring bola dalam permainan futsal pada mahasiswa PJKR Universitas PGRI- Kupang? 3. Apakah pelatihan zig-zag run lebih efektif meningkatkan kelincahan menggiring bola daripada pelatihan shutlle run dalam permainan futsal pada mahasiswa PJKR Universitas PGRI-Kupang? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan umum Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah : untuk membuktikan pelatihan zig-zag run lebih efektif meningkatkan kelincahan menggiring bola dari pada pelatihan shutlle run dalam permainan futsal Pada Mahasiswa PJKR Universitas PGRI-Kupang. 1.3.2 Tujuan khusus 1. Untuk membuktikan Pelatihan zig-zag run meningkatkan kelincahan menggiring bola dalam permainan futsal pada mahasiswa PJKR Universitas PGRI-Kupang. 2. Untuk membuktikan pelatihan shutlle run meningkatkan kelincahan menggiring bola pada permainan futsal pada mahasiswa PJKR Universitas PGRI-Kupang. 3. Untuk membuktikan pelatihan zig-zag run lebih efektif meningkatkan kelincahan menggiring bola dari pada pelatihan shutlle run dalam permainan futsal pada mahasiswa PJKR Universitas PGRI-Kupang. 6

1.4 Manfaat penelitian 1.4.1 Manfaat akademik Manfaat akademik dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan pengembangan ilmu kepelatihan olahraga, dan tes pengukuran yang dapat dijadikan acuan untuk penelitian lebih lanjut, khususnya aplikasi tentang pelatihan zig-zag run terhadap kelincahan menggiring bola dan dapat diimplementasikan dalam Proses pelatihan maupun pengajaran. 1.4.2 Manfaat praktis Manfaat praktik dalam penelitian ini adalah : 1. Hasil penelitian ini dapat mengungkapkan peningkatan kelincahan menggiring bola melalui pelatihan zig-zag run dan shutlle run pada kedua kelompok sampel. 2. Hasil penelitian ini dapat di aplikasikan dalam Proses pelatihan tes dan pengukuran dengan menggunakan model dan metode yang tepat dan sesuai, serta untuk mengetahui secara nyata interaksi kemampuan pada atlet atau siswa. 3. Dengan mengetahui hal-hal yang diteliti tersebut dapat diambil langkahlangkah yang lebih efektif dan efisien dalam penerapan model pelatihan pada atlet atau siswa sesuai dengan kondisi lingkungan dan keadaaan sarana pra-sarana. 7