REDESAIN INTERIOR LANGGENG ART FOUNDATION YOGYAKARTA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V PENUTUP. UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

JURNAL PERANCANGAN INTERIOR GEDUNG PASCASARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR VIRENKA GYM BANTUL, YOGYAKARTA

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

JURNAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM BENTENG VANDER WIJCK, GOMBONG, KEBUMEN JURNAL. Oleh. Toni Herwanto

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB IV PENUTUP

BAB V PENUTUP. masyarakat. Perancangan interior bertema Fragment of Spirit dengan gaya

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

PERANCANGAN INTERIOR LOBBY, RESTAURANT, DAN COTTAGE HONAI RESORT, UBUD - BALI. Anggita Kartikasari

REDESAIN INTERIOR CONCERT HALL TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA

Canopy: Journal of Architecture

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan

PERANCANGAN INTERIOR RESTORAN DE KENDHIL, YOGYAKARTA

MUSEUM TRANSPORTASI DARAT DI BATU

PERANCANGAN INTERIOR ART SHOP YANA ART GALLERY DI GIANYAR, BALI JURNAL KARYA DESAIN

INTERIOR I. Eko Sri Haryanto, S.Sn, M.Sn

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

PERANCANGAN INTERIOR ART SHOP YANA ART GALLERY DI GIANYAR, BALI

LEMBAR PENGESAHAN LP3A. Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur. Judul : GALERI SENI RUPA KONTEMPORER DI SEMARANG.

TERMINAL BANDAR UDARA INTERNASIONAL DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU

PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM PUSAT TNI AU DIRGANTARA MANDALA YOGYAKARTA DENGAN TEMA SPACE AND JOURNEY JURNAL TUGAS AKHIR PERANCANGAN KARYA DESAIN

PERANCANGAN INTERIOR KANTOR PT SKF INDONESIA CAKUNG BARAT, JAKARTA TIMUR. Achmad Dicky Revaldy 1

Canopy: Journal of Architecture

KONSEP DESAIN Konsep Organisasi Ruang Organisasi Ruang BAB III

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB V PENUTUP

Lingkungan Sebagai Ide Dasar Pemikiran & Perancangan pada Gedung Olahraga dan Pusat Pembinaan PB. Suryanaga di Surabaya

GALERI SENI UKIR BATU PUTIH. BAB I.

Fasilitas Wisata Kuliner di Pantai Losari Makassar

Hotel Resor dan Fasilitas Wisata Mangrove di Pantai Jenu, Tuban

BAB V PENUTUP. UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

REDESAIN INTERIOR PYRAMID RESTORAN DAN KARAOKE DI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Penjelasan Skema : Konsep Citra yang diangkat merupakan representasi dari filosofi kehidupan suku Asmat yang berpusat pada 3 hal yaitu : Asmat sebagai

PERANCANGAN INTERIOR PEPITO RESTO DI NUSA DUA BALI

PERANCANGAN INTERIOR PADA GALERI LUKISAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN INTERIOR DAN PENERAPAN DESAIN

BAB I PENDAHULUAN Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni

Fasilitas Sinema Terpadu di Surabaya

3.6. Analisa Program Kegiatan Sifat Kegiatan Konsep Rancangan Konsep Perancangan Tapak Konsep Tata Ruang 75

PERANCANGAN LOBBY INTERIOR PADA GEDUNG AUDITORIUM KAMPUS IV UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA JURNAL KARYA DESAIN

BAB III TINJAUAN KHUSUS

REDESAIN INTERIOR LANGGENG ART FOUNDATION YOGYAKARTA

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

GELANGGANG OLAHRAGA TIPE A, SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PERANCANGAN INTERIOR LOBI DAN FASILITAS USIA DINI PERPUSTAKAAN GRHATAMA PUSTAKA YOGYAKARTA DENGAN GAYA POP - MODERN PERANCANGAN

ABSTRAKSI Kata kunci:

SOEKARNO HATTA INTERNATIONAL AIRPORT TRANSIT HOTEL DENGAN PENEKANAN DESAIN SUSTAINABLE DESAIN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB V PENUTUP

KONSEP RANCANGAN. Latar Belakang. Konteks. Tema Rancangan Surabaya Youth Center

MUSEUM BATIK INDONESIA DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR KONTEMPORER DI TMII

Galeri Arsitektur Jawa Tengah OUTPUT INPUT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PUSAT DESAIN DAN PEMBUATAN MEBEL

REDESAIN INTERIOR CONCERT HALL

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

Institut Seni Musik Semarang

GALERI FOTOGRAFI TERPADU DI SEMARANG

REDESAIN INTERIOR KANTOR PT DIGINET MEDIA YOGYAKARTA

BANGUNAN BALAI KOTA SURABYA

KATA PENGANTAR. Semarang, April Penyusun. iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

PERANCANGAN INTERIOR LOBBY, LOUNGE DAN RESTAURANT HOTEL COURTYARD MARRIOTT, UBUD, BALI

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. merupakan salah satu pendekatan dalam perancangan arsitektur yang

PERANCANGAN INTERIOR LOBBY, RESTAURANT, POOL AREA DAN MEETING ROOM HOTEL TARA YOGYAKARTA JURNAL KARYA DESAIN. Oleh : Yuzza Abi Yahya NIM

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Pada saat ini keterbatasan lahan menjadi salah satu permasalahan di Jakarta

BAB II TINJAUAN OBJEK RANCANGAN. Judul Perancangan yang terpilih adalah Gorontalo Art Gallery Centre, dengan

PERANCANGAN INTERIOR GEDUNG PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR INSTITUT SENI INDONESIA, YOGYAKARTA

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha

Desain Interior Restoran 1914 Surabaya dengan konsep Kolonial Luxury

SATUAN ACARA PERKULIAHAN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 2 / 3 SKS

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Perencanaan & Perancangan Interior Gallery Coffee & Café di Jakarta 1

BAB I PENDAHULUAN. Foto I.1.1. Wisma Atlet Fajar - Senayan. Sumber : Dokumentasi pribadi

PERANCANGAN INTERIOR PASAR MIMBAAN KABUPATEN SITUBONDO, JAWA TIMUR. Aprilya Dwi Astuty

Desain Interior Toko Buku Uranus dan Kafe Libreria dengan Konsep Eco Industrial

Mereka pun sering mewakili Indonesia sebagai duta negara ke mancanegara untuk memamerkan karya dan keahlian seni pahat mereka. 1 Dalam membuat suatu M

ABSTRAK. Kata kunci: Museum, Moluccas, History, Era

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Museum Seni dan Budaya Kota Batu (Dengan Pendekatan Transformasi Konsep Arsitektural Candi Songgoriti)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BABV ADAPTIVE RE-USE. Upaya yang akan dilakukan untuk perencanaan perubahan fungsi bangunan Omah Dhuwur Gallery adalah sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan Konsep Open Kitchen bernuansa Modern Chic

PUSAT INFORMASI PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN SULAWESI SELATAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN

KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KAB. BANJARNEGARA Oleh : Ika Frilia Herafati, Gagoek Hardiman, Titien Woro Murtini

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. V.2.1 Konsep Pencapaian Menuju Tapak

TERMINAL BUS TIPE B KABUPATEN MAGELANG Oleh : Fathoni Lutfi Marheinis, Abdul Malik, Bharoto

Nama Matakuliah STRUKTUR DAN KONSTRUKSI BANGUNAN - 1

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Sumber:

MUSEUM SENI RUPA DI YOGYAKARTA

BAB III KONSEP PERANCANGAN PUSAT ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN RUSIA

BAB 3 SRIWIJAYA ARCHAEOLOGY MUSEUM

BAB 6 KESIMPULAN. kebutuhan ruang, dan implementasi desain layout pada fungsi industri sepatu. dalam hunian terhadap transformasi dan kebutuhan ruang.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

REDESAIN INTERIOR LANGGENG ART FOUNDATION YOGYAKARTA JURNAL KARYA DESAIN M. NIZAMUL MULUK NIM 101 1744 023 Tugas Akhir ini diajukan kepada Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana dalam bidang Desain Interior 2015

REDESAIN INTERIOR LANGGENG ART FOUNDATION YOGYAKARTA M. NIZAMUL MULUK 1 nizamuluk@gmail.com Dr. Suastiwi, M.Des. Pembimbing 1 Abstrak Langgeng Art Foundation (LAF) Yogyakarta merupakan galeri yang bergerak dalam bidang kesenian. Galeri ini mengusung tema modern tropis sebagai wujud dari kontribusi galeri terhadap lingkungan hidup dalam rangka mewujudkan terciptanya lingkungan yang sehat. Selain itu, sebagai pintu berkesenian masyarakat Yogyakarta, tentunya LAF Yogyakarta juga ingin memperkenalkan kebudayaan Yogyakarta itu sendiri kepada para pengunjung, sebagai salah satu langkah dalam meningkatkan sektor pariwisata dan budaya Yogyakarta. perancangan ini bertujuan untuk dapat menampung dan merefleksikan keinginan galeri tersebut ke dalam desain inerior café, perpustakaan, art shop, plaza, dan galeri yang terdapat di LAF. Maka terpilihlah gaya modern dengan tema tropis. Karya desain ini menggunakan metode perancangan proses desain yang terdiri dari analisa dan sintesa yang mengumpulkan keseluruhan data lalu mengolahnya menjadi alternative desain yang dapat memberikan hasil solusi optimal. Penerapan gaya modern dan tema tropis dan elemen-elemen pendukung lainnya diharapkan dapat mengoptimalkan aktivitas berkesenian dalam sebuah galeri. Kata Kunci : interior, modern, tropis Langgeng Art Foundation (LAF) Yogyakarta is a gallery which is engaged in the arts. This gallery of modern tropical theme as a form of contribution to the gallery on the environment in order to realize the creation of a healthy environment. In addition, as the art community of Yogyakarta, Yogyakarta LAF would also like to introduce the culture of Yogyakarta itself to the 1 Korespondensi penulis dialamatkan ke Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Telp/Fax: +62274417219 HP: +6285642573977 Email : nizamuluk@gmail.com 1

visitors, as one step in improving the tourism and cultural sectors Yogyakarta. This design aims to be able to accommodate and reflect the wishes of the gallery into the design inerior café, library, art shop, plaza, and galleries found in the LAF. Then elected a modern style with a tropical theme. This design work using the method of designing the design process consists of analysis and synthesis that gathers all the data and then processes it into a design alternative that can provide the optimal solution results. Application of modern style and a tropical theme and other support elements is expected to optimize the activity of art in a gallery. Keywords : interior, modern, tropical I. Pendahuluan Desain interior saat ini sedang mengalami tekanan yang kuat untuk melakukan perubahan besar dalam metode merancang dan juga melakukan absorbsi teknologi yang cepat agar dapat menghasilkan rancangan yang monumental yang berorientasi pada desain tropis, yang lebih tanggap pada isu-isu lingkungan. Desain yang baik selalu dikaitkan dengan estetika desain dalam mengantisipasi pemanasan global, penghematan energi, dan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab. Pada perancangan Interior dengan judul Perancangan Interior Langgeng Art Foundation (LAF) kali ini merupakan redesain galeri. Alasan pemilihan lokasi ini karena memiliki keluasan tanah yang sesuai dengan kebutuhan galeri dan juga memiliki akses yang baik karena berada di jalur pariwisata turis asing yaitu dekat dengan Prawirotaman sehingga memiliki daya tarik yang besar untuk mengenalkan kesenian Yogyakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya. 2

II. Pola Pikir Gambar 1. Pola Pikir Perancangan (Sumber : Rosemary Kilmer,. Designing Interiors. 1992) 3

Commit adalah menerima atau berkomitmen dengan masalah. State adalah mendefinisikan masalah. - Bagaimana cara menciptakan desain interior yang nyaman melalui penerapan unsur sustainable desain dalam pemanfaatan dan pemeliharaan lingkungan berdasarkan pertimbangan lokasi, serta keinginan pemilik, dengan tema back to nature dan mengaplikasikan atau karakter material yang ramah lingkungan. Collect adalah mengumpulkan fakta. - Data fisik berupa geografis dalam mengeksploitasi keadaan lingkungan. - Data non fisik berupa data literature, identitas dan keinginan klien. Analyze adalah menganalisa masalah dan data yang telah dikumpulkan. Ideate adalah mengeluarkan ide dalam bentuk skematik dan konsep. Choose adalah memilih alternative yang paling sesuai dan optimal dari ide-ide yang ada. Implement adalah melaksanakan penggambaran dalam bentuk pencitraan 2D dan 3D serta presentasi yang mendukung. Evaluate adalah meninjau desain yang dihasilkan, apakah telah mampu menjawab breaf serta memecahkan permasalahan. - Kaitannya dalam menciptakan goal desain yang mampu mewujudkan desain interior restoran yang seimbang akan fungsi, stetis, konsep, dan pendekatan akan pemanfaatan dan pemeliharaan alam lingkungan. 4

III. Pembahasan dan Hasil Perancangan Langgeng Art Foundation (LAF) Yogyakarta merupakan salah satu galeri dan cafe yang berada di Jl. Suryodiningratan No. 37 Mantrijeron Yogyakarta, yang di miliki oleh Deddy Irianto. 1) Fungsi Dengan adanya desain interior LAF ini diharapkan tercipta sebuah galeri dengan gaya masa kini, namun tetap dapat memberikan kenyamanan serta menciptakan kesegaran alami dan energi positif yang baru bagi setiap pengunjung yang datang yang timbul dari keselarasan desain interior dengan lingkungan sekitar. 2) Fasilitas Secara keseluruhan kondisi arsitektural galeri memiliki banyak ruang terbuka terlebih pada lantai dasar yang terdapat stage serta bar, office, toilet, dan cafe, diarea ini memudahkan pengunjung dapat melihat view dari dalam keluar begitu pula sebalikny. Lantai 1 dan basement digunakan untuk galeri.. 5

Gambar 2. Cafe LAF Yogyakarta. Dengan adanya desain interior LAF diharapkan tercipta sebuah galeri dengan gaya masa kini, namun tetap dapat memberikan kenyamanan serta menciptakan kesegaran alami dan energi positif yang baru bagi setiap tamu yang datang yang timbul dari keselarasan desain interior dengan lingkungan sekitar. Galeri adalah selasar atau tempat, dapat pula diartikan sebagai tempat yang memamerkan karya tiga dimensional karya seorang atau sekelompok seniman atau bisa juga didefinisikan sebagai ruangan atau gedung tempat untuk memamerkan benda atau karya seni. (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2003) Menurut Neufert (2012:333) secara umum, fokus utama dari museum atau galeri seni adalah mengoleksi, mendokumentasikan, penelitian, dana memelihara. (daftar pustak, Neufert, Ernst. 1980. Architects data. Granada Publishing, New York. ) Galeri pribadi untuk pameran dan penjualan karya seni dan benda-benda yang terkait dengan seni umumnya lebih kecil dalam skala daripada ruang museum dan tidak melayani pengunjung yang banyak.mereka berbagi kebutuhan untuk memamerkan benda-benda untuk keuntungan melalui perencanaan area yang cerdas, warna dan pencahayaan.(john F. Pile, 2003: 540) 6

Bebrapa pertimbangan yang menjadikan sebuah galeri seni menarik antara lain : 1) Lokasi yang mudah dicapai. 2) Tema rancangan arsitektur sesuai dengan obyek yang dipamerkan, kejelasan pada alur sirkulasi di dalam negeri. Sementara, untuk ruang pamer, harus memenuhi persyaratan berikut : 1) Pencahayaan obyek dan ruang yang baik 2) Penghawaan ruangan yang baik. 3) Terlindung dari posibilitas pengrusakan atau pencurian. Adapun galeri seni diharapkan memiliki fleksibilitas ruang, sirkulasi pengunjung dan barang yang baik, dan penataan barang yang menarik. Fasilitas yang umumnya tersedia pada galeri antara lain: 1) Ruang Pamer 2) Ruang Penyimpanan 3) Workshop 4) Kantor 5) Art shop 6) Fasilitas Penunjang : lobi, kafetaria, perpustakaan, toilet, tempat parkir. Ruang pameran untuk karya seni dan ilmu pengetahuan umum dan ruangruang itu haruslah : 1) Terlindungi dari gangguan, pencurian, kelembaban, kering, dan debu. 2) Mendapatkan cahaya yang terang, merupakan bagian dari pameran yang baik. Adapun tata letak tempat-tempat umum di museum, G 2.24, mungkin didasarkan pada konsep sederhana dari sirkulasi bebas di sekitar ruang pameran tunggal terbuka, G 2.24a, atau pada konsep-konsep yang lebih kompleks yang berkaitan dengan struktur interpretatif generik. Hal ini sangat penting untuk mempertimbangkan sifat narasi yang sesuai untuk 7

benda-benda museum yang menarik. Alur cerita dari sebuah pameran dapat diterjemahkan ke dalam: 1) Sebuah pengaturan linier ruang dengan awal, tengah dan akhir, G 2.24b 2) Sebuah lingkaran di mana alur cerita dasarnya linear mengarah secara alami kembali ke awal, G 2.24c 3) Suatu susunan inti dan satelit di mana setiap tema atau perlakuan rinci subjek mengarah kembali ke pengantar pusat atau area oriental, G 2.24a 4) Sebuah skema yang lebih kompleks menggabungkan linear, lingkaran dan inti satelit penataan ruang-ruang yang khusus disusun untuk menjelaskan lebih atau kurang stabil hubungan antara koleksi dan tema interpretatif, G 2.24d atau 5) Sebuah pengaturan labirin di mana hubungan antara area dapat bervariasi dari pameran ke pameran dengan mengelola sirkulasi umum. G.24e.(David Adler, 1999: 31-2 31-3) 8

Gambar 3. Rencana genetic untuk pameran dan area penyimpanan akses terbuka; a. Open plan; b. Inti+satelit; c. Prosesi linear; d. Putaran; e. Kompleks; f. Labirin (Sumber: David Adler, 1999: 31-3) 9

KONSEP Modern + Tropis simplisitas, transparansi, fungsional. cahaya, air, udara, flora. KARAKTER geometris, tegas, jujur, tanaman, air, berkaitan dengan alam WARNA Warna alam Gambar 4. Karakter (Sumber: Data Pribadi 2015) Pada perancangan interior Langgeng Art Foundation (LAF), tema yang digunakan adalah Tropis merupakan sebuah konsep tema yang menguatkan jika LAF ini memang membumi dengan lingkungan sekitar. Tropis identik dengan interaksi terhadap alam. Elemen alam yang dapat diolah ke dalam arsitektur atau interior tropis meliputi air, udara, cahaya, dan flora. Elemen-elemen ini mampu mendatangkan kesejukan dan kenyamanan pada bangunan atau ruangan. pengolahan dan pemanfaatanya pun beragam misalnya dengan kolam, air mancur, dan waterwall. 10

penciptaan bukaan-bukaan lebar dan sistem ventilasi silang yang baik pun turut mendukung terciptanya suasana sejuk dalam ruangan dan memberikan pencahayaan alami. Bahkan tanaman-tanaman hijau di dalam ruangan juga ikut menambah suasana asri pada bangunan. Tema ini akan diaplikasikan ke dalam elemen pembentuk dan pengisi ruang yang sekaligus menjadi elemen estetis. Bentuk- bentuk yang akan diterapkan terinspirasi dari lingkungan alam sekitar Yogyakarta. Gaya perancangan yang dipilih adalah gaya modern. Gaya modern sesuai dengan bentuk arsitektur bangunan LAF tersebut. Selain itu, pemilihan gaya ini dikarenakan, gaya modern merupakan gaya yang simple, bersih, fungsional, stylish, trendy, up-to-date yang berkaitan dengan gaya hidup modern yang sedang berkembang pesat. (www.astudioarchitect.com, 2014) Gambar 5. Fasad LAF Yogyakarta. LAF adalah galeri yang ingin mewujudkan harmonisasi kehidupan dengan alam. Desain inovasi yang mengoptimalkan pemanfaatan bahan lokal memberikan suasana yang nyaman dengan material ramah bagi lingkungan. Berbagai desain 11

interior dibuat sesuai dengan kebutuhan konsumen. Demikian pula dengan pemanfaatan sisa-sisa kayu bekas yang sudah tak terpakai lagi. Materi-materi tersebut dapat dibuat menjadi benda yang bermanfaat seperti top table, stool,pot, dan B facade. Sisa kayu yang sudah tak terpakai itu dibentuk sesuai dengan desain yang diinginkan. Setelah melalui proses finishing, kayu sisa tadi berubah menjadi produkproduk yang bermanfaat dan sekaligus ramah lingkungan. Gambar 6. Perpustakaan LAF Yogyakarta. tema tropis sangat mendukung program penghematan energi. galeri ala tropis dengan banyak bukaan, dibentuk untuk mengurangi pemakaian AC juga penerangan. Kurang adanya pengolahan elemen pembentuk ruang dan penataan yang masih sangat jauh untuk dapat mencitrakan desain yang optimal. Serta perlu adanya pengolahan bentuk perabot dan fasilitas demi mendukung kenyamanan pengunjung sebagai pengguna ruang dan mencoba memadukan struktur bangunan modern dengan desain bangunan tropis yang memanfaatkan bahan asli dari daerah tersebut. Serta membangun sebuah desain interior tepat daya dan guna. 12

IV. Kesimpulan LAF Yogyakarta adalah galeri dengan karakter khusus dengan orientasi desain modern tropis. Dasar pertimbangan konsep tidak terlepas dari fungsi serta lingkungan diman tempat galeri itu berada. Fungsi galeri sebagai tempat apresiasi berkesenian dengan ciri khas yang ditampilkan akan membuat pengunjung merasa puas dalam menikmati acara dan merasakan harmoni keselarasan alam. Konsep desain sangat penting dalam perencanaan untuk memenuhi tuntutan estetika, kritik sosial, dan fungsional. 13

V. DAFTAR PUSTAKA Kilmer, Rosemary. 1992. Designing Interiors. California: Wadsworth Publishing Company. Akmal, Imelda & Anastasia, Erlina, Lighting, GramediapusatakaUtama, Jakarta, 2006. Baraban, Regina S. & Durocher, Joseph F., Succesful Restaurant Design, Van Nostrand Reinhold, New York, 1992. D. K. Ching, Francis, Arsitektur: Bentuk, RuangdanSusunannya. Erlangga, Jakarta, 1999. De Chiara, Joseph dancallender, John H., Time-Saver Standards for Building Types Types 3rd edition, McGraw-Hill Publishing Company, 1990. Pile, John F., Interior Design Third Edition, Prentice Hall, Great Britain, 2002. Adler, David, Metric Handbook Planning And Design Data, Architectural Press, Great Britain, 1999. Marsum W.A., Restaurant dan Segala Permasalahannya, Andi Offset, Yogyakarta, 1991. Neufert, Ernst., Data Arsitek Jilid I, Erlangga, Jakarta, 1987. Neufert, Ernst., Data Arsitek Jilid II, Erlangga, Jakarta, 1993. website https://herusu71.files.wordpress.com/2008/10/architects-data_336.pdf tangal 7.5.2015 google,sercht http://en.wikipidia.org/wiki/japanese_architecture diakses tanggal 14 april 2014, pukul 21.54 WIB http://pinterest.com/ (diakses pada tanggal 17 April 2015, pukul 19.00 WIB) http://www.kiosparquet.com/search/label/harga%20parket (diakses pada tanggal 10 Mei 2015, pukul 16.00 WIB) http://indonesian.alibaba.com/goods/bamboo-laminate-parquet.html (diakses pada tanggal 10 Mei 2015, pukul 16.00 WIB) https://www.google.co.id/?gws_rd=cr,ssl&ei=oyvpvaacbyhauqsp2ycicq 14