PENGEMBANGAN SISTEM BASISDATA ONGKOS LOGISTIK INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
SISTEM PENJADWALAN UJIAN DOKTOR PADA PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO. Rizka Ella Setyani, Sukmawati Nur Endah

Perancangan Sistem Informasi Penyusutan Mesin Fotokopi Rekondisi dan Analisis Break Even Point Menggunakan Model Waterfall pada Toko Utama

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...

RANCANG BANGUN APLIKASI PENYEWAAN MOBIL ONLINE DI PT. BANDUNG ERA SENTRA TALENTA

Hendra Kurniawan Jurnal Informatika, Vol. 11, No. 2, Desember 2011

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM INFORMASI MAJID, PANTI ASUHAN, DAN PESANTREN BERBASIS WEB

DESAIN DAN PEMBUATAN PURWARUPA SISTEM INFORMASI PENDAPATAN DAERAH PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN KEDIRI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ASURANSI PAKET PELANGGAN DI PANDU SIWI SENTOSA CABANG LODAYA BANDUNG

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUKU CADANG PADA DEPARTEMEN UTILITY SPINNING PT. BATAMTEX Ida Riyana*, Agung Budi Prasetijo**, R.

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS: PT.

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iii. MOTTO... iv. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR ISI...

BAB I PENDAHULUAN. khasanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai layanan jasa lainnya.

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS PASIEN POLI UMUM DI RUMAH SAKIT RIMBO MEDICA MENGGUNAKAN PHP DAN MySQL

Pembuatan Sistem Informasi Persewaan Mobil Pada Rental Mobil Akur Pacitan Bayu Kristiawan, Sukadi

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang dijadikan penelitian didalam penulisan skripsi ini adalah

BAB III LANDASAN TEORI

Perancangan Sistem Perbankan Berbasis Usaha Kecil Menengah Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik

Menganalisis dan merancang sistem absensi guru dan siswa dengan pendekatan berorientasi objek menggunakan UML.

PEMBANGUNAN E-LEARNING SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN ONLINE DI SMP NEGERI 8 BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. bantuan teknologi, seperti: komputer, program-program aplikasi, perangkat

SISTEM PENENTUAN METODE FORECAST DAN PERHITUNGAN FORECAST PENJUALAN

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN BERKAS USUL KENAIKAN PANGKAT PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

APLIKASI PENJADWALAN KEGIATAN UKM (UNIT KEGIATAN MAHASISWA) DI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA BERBASIS WEBSITE NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. Sistem informasi akademik merupakan sistem yang mengolah data dan

ABSTRACT. Keywords: The number of concrete structure material and Wages. viii

BAB III 3. LANDASAN TEORI

ABSTRAK. vii. Universitas Kristen Maranatha

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PERSEWAAN MOBIL PADA RENTAL MOBIL AKUR PACITAN

PENGEMBANGAN SISTEM BASIS DATA PRESENSI PERKULIAHAN DENGAN KARTU MAHASISWA BER-BARCODE

BAB I PENDAHULUAN. disamping fungsinya sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam kaitannya dengan sektorsektor

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI SISTEM GUDANG SENJATA (SGS) DI BATALYON XYZ

APLIKASI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS JARINGAN CLIENT-SERVER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN TENDER PROYEK MENGGUNAKAN METODE BENEFIT COST RATIO

DAFTAR ISI.. RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH..

ABSTRAK. viii. Kata Kunci: Jaringan, Konstruksi, Pelaporan, Proyek, Sistem Informasi. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. pengambilan keputusan-keputusan bisnis serta Perkembangan teknologi

BAB III LANDASAN TEORI. bercerita banyak, sehingga perlu diolah lanjut. Informasi dapat dihasilkan dari

BAB III LANDASAN TEORI. Sistem merupakan bagian-bagian atau prosedur-prosedur yang saling

DAFTAR ISI. Halaman Judul... Halaman Pengesahan... Halaman Persembahan... Halaman Motto... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Gambar...

ARTIKEL KERJA PRAKTEK RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENCATATAN PENJUALAN PADA CAFE WARUNK KOPI NOSTALGILA MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL

BAB III LANDASAN TEORI. komponennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya:

BAB I PENDAHULUAN. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang merupakan

PENGEMBANGAN APLIKASI PRESENSI DI PT. INTI BANDUNG BERBASIS DESKTOP APPLICATION

PERANCANGAN SISTEM APLIKASI PERPUSTAKAAN ONLINE DI PT PLN (PERSERO) P3B REGION JAWA BARAT

IMPLEMENTASI FUZZY TERHADAP SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN KELAYAKAN PEMBIAYAAN PENGAJUAN KREDIT BARANG.

MEMBANGUN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN TUNAI PADA APOTIK CIPTA DENGAN OBJECT ORIENTED METHODOLOGY

BAB II LANDASAN TEORI

PENGEMBANGAN SOFTWARE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN PERHIASAN SENTOSA ABADI

KATA PENGANTAR. Jakarta, November Tim Studi. Studi Pengembangan Short Sea Shipping Dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Barang

SISTEM PEMASARAN LAPTOP BERBASIS E-COMMERCE PADA CV. WAHOO COMPUTER MEDAN

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF PADA PT DIHITAL JAYA SOLUSI

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. CV. Kayu Laris adalah suatu usaha yang bergerak dibidang perdangangan

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. mengacu kepada SDLC model waterfall berdasarkan referensi Ian Sommerville,

PERHITUNGAN KOMPLEKSITAS FUNCTION POINT UNTUK SUATU WEB

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PERSETUJUAN... ii. HALAMAN PENGESAHAN... iii. HALAMAN MOTTO... iv. HALAMAN PERSEMBAHAN... v. INTISARI...

Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Persediaan Pada PT. Putra Kencana Jaya Medan

PENGEMBANGAN SISTEM APLIKASI RENCANA KEBUTUHAN BARANG UNIT (RKBU) DI RSUD WALUYO JATI KRAKSAAN

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PERPUSTAKAAN STT ADISUTJIPTO MENGGUNAKAN METODE TOPSIS

PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI TABUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI CIPANCAR IV DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODOLOGI RAPID APPLICATION DEVELOPMENT

II. LANDASAN TEORI. spesifikasi pada komputer yang berdasarkan pada sistem informasi.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA KOPERASI RODA SEJAHTERA SEMARANG

MEMBANGUN APLIKASI PENGELOLAAN MEMBERSHIP PADA ASURANSI KESEHATAN KELOMPOK

Sistem Informasi Tracer Study Politeknik Negeri Semarang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II DASAR TEORI. 2.2 Sistem Suku Bunga Secara umum terdapat dua metode dalam perhitungan bunga, yaitu metode Flat dan Efektif.

Perancangan Sistem Informasi Monitoring PelaksanaanService Order pada Bagian Perawatan IT(Information Technologi)

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah sedemikian pesat.

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA

ANALYSIS AND DESIGN INFORMATION SYSTEM LOGISTICS DELIVERY SERVICE IN PT REPEX WAHANA

Perancangan Sistem Informasi Tugas Akhir dan Kerja Praktek di Jurusan Teknik Industri UNS

SISTEM INFORMASI PEMESANAN JASA PERIZINAN MENDIRIKAN USAHA DAN BANGUNAN

SISTEM PENYALURAN TENAGA KERJA ONLINE MELALUI BURSA KERJA KHUSUS (BKK) DI SMK PGRI 2 WONOGIRI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Mengacu pada latar belakang penelitian dan rumusan masalah serta tujuan

BAB I PENDAHULUAN. dalam tubuh suatu perusahaan. Jika di dalam suatu perusahaan informasi tersebut

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN BUKU PADA PD. KENCANA

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA TOKO ARIF SEBAGAI SUPPLIER PLASTIK DI BANDAR LAMPUNG NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI INVENTORY DI AMIK LEMBAH DEMPO PAGARALAM

REKAYASA PERANGKAT LUNAK APLIKASI PEMBAYARAN IURAN SEKOLAH DI SMK PASUNDAN I GARUT

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

APLIKASI PENGELOLAAN DAN PEMINJAMAN RUANGAN DI FAKULTAS ILMU TERAPAN, UNIVERSITAS TELKOM

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN TENDER PROYEK MENGGUNAKAN METODE BENEFIT COST RATIO

BAB III LANDASAN TEORI. (sumber:

Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Perumahan pada PT. Anugerah Bangun Cipta

SISTEM INFORMASI SIMPAN PINJAM DI KOPERASI SERBA USAHA CILENGKRANG BANDUNG

REKAYASA PERANGKAT LUNAK PT. SATRIA RAKSA BUMINUSA BERBASIS WEB DENGAN WEB ENGINEERING

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN KOPERASI ANABA DI BANGBAYANG BREBES. Naskah Publikasi

SISTEM INFORMASI PENDATAAN SISWA SMA KATOLIK GIOVANNI KUPANG. (Studi Kasus Pada SMA KATOLIK GIOVANNI KUPANG) TUGAS AKHIR OLEH

SISTEM INFORMASI APOTEK FARAH FARMA DI TEMPEL SLEMAN YOGYAKARTA. Naskah Publikasi. diajukan oleh Yulianto

PENGEMBANGAN APLIKASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB DI SEKOLAH DASAR NEGERI

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA PADA APLIKASI IT HELP DESK BERBASIS WEB DI PT. PANEN LESTARI INTERNUSA (SOGO)

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) 45

SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA COFFEE SHOP STUDI KASUS: KRAKATOA COFFEE AND GEMSTONE

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN...

Sistem Informasi Geografis Sekolah Berbasis Android

Transkripsi:

PENGEMBANGAN SISTEM BASISDATA ONGKOS LOGISTIK INDONESIA Program Studi Teknik Industri Universitas Widyatama Jl. Cikutra No. 204A Bandung nova.indah@widyatama.ac.id Abstrak Pengukuran logistik nasional merupakan indikator yang penting bagi sebuah negara untuk mendukung pembuatan kebijakan nasional, target operasional, dan modal sumber daya. Selain itu, pengukuran logistik nasional juga memberikan pengukuran performansi, membuka jalan kepada tindakan perbaikan, serta merupakan infrastruktur yang penting dalam pertumbuhan ekonomi. telah memiliki model pengukuran logistik nasional yang disesuaikan dengan ketersediaan data di. Data yang dibutuhkan untuk menghitung logistik mencapai 600 data. Data tersebut akan dikumpulkan setiap tahun karena logistik nasional juga akan dihitung setiap tahunnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem basisdata yang dapat mempermudah pengelolaan data yang digunakan untuk menghitung logistik. Kata kunci: Basisdata, logistik, sistem. Abstract National logistics cost measurement is an important indicator for a country to support national policy making, the targeted deployment of operational, and capital resources. Besides that, national logistics cost measurement is enable measurement of performance, pave the way for corrective actions, and an important infrastructure for economic growth. already has its own national logistics cost model which is appropriated with the availability of the data in. There are about 600 data that are needed to calculate logistics cost. Those data will be collected every year for national logistics cost also will be calculated every year. Therefore, it needs database system that can simplify the management of the data that are used to calculate logistics cost. Keywords: Database, logistics cost, system. I. PENDAHULUAN Pengukuran logistik nasional merupakan hal yang penting bagi sebuah negara karena merupakan sebuah indikator yang tepat untuk masa lalu dan masa depan sebuah negara. Sebagai indikator utama, pengukuran logistik nasional akan mendukung pembuatan kebijakan nasional dan target operasional serta modal sumber daya (investasi infrastruktur transportasi). Sebagai indikator pendukung, pengukuran logistik nasional akan memberikan pengukuran performansi dan membuka jalan kepada tindakan perbaikan. Pentingnya pengukuran logistik nasional semakin meningkat ketika diketahui pula bahwa efisiensi aktivitas logistik nasional merupakan infrastruktur yang penting dalam pertumbuhan ekonomi (Pishvaee dkk., 2009). Setiap negara memiliki model pengukuran logistik nasional yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan ketersediaan data di negaranya. sendiri telah memiliki model pengukuran logistik nasional yang dikembangkan oleh Saragih dan Nur Bahagia (2011). Saragih dan Nur Bahagia (2011) mengembangkan model pengukuran logistik yang terdiri dari tiga kategori yaitu transportasi, penanganan persediaan, dan administrasi. Masing-masing kategori tersebut dibagi-bagi 60

kembali menjadi komponen, elemen, dan sub-elemen seperti yang dapat dilihat pada Tabel 1. Kategori Penanganan Persediaan Administrasi Tabel 1. Kategori Logistik Komponen Rel Darat Air Udara Jasa Penunjang Angkutan Simpan Resiko Kerusakan Pergudangan Elemen Publik Private Depresiasi Sub Elemen Truk Setiap kategori memiliki sumber data yang berbeda-beda. Data yang dibutuhkan untuk menghitung logistik mencapai sekitar 600 data (Saragih dan Nur Bahagia, 2011). Data tersebut akan dikumpulkan setiap tahun karena logistik nasional juga akan dihitung setiap tahunnya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem basisdata untuk memudahkan pengelolaan data yang digunakan dalam pengukuran logistik. Basisdata bertujuan untuk mengatur data sehingga diperoleh kemudahan, kecepatan, dan ketepatan dalam pengambilan kembali (Kusrini, 2007). Sehingga, dengan dikembangkannya sistem basisdata logistik diharapkan dapat memberikan manfaat dari sisi kecepatan dan kemudahan dalam pengambilan, pengelompokkan, dan pengurutan data logistik. Selain itu, sistem basisdata logistik juga diharapkan dapat memberikan manfaat dari sisi ketepatan karena adanya penerapan tipe data, domain data, keunikan data, hubungan antardata, dan lainlain. Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru juga merupakan manfaat lain dari pengembangan sistem basisdata logistik. II. KEBUTUHAN SISTEM Sebelum mengembangkan sistem basisdata logistik, akan ditentukan terlebih dahulu kebutuhan sistem basisdatanya. Kebutuhan sistem basisdata logistik diberikan dalam peta data berupa input, proses, dan ouput data yang digunakan. Kebutuhan sistem basisdata logistik dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Peta Data Logistik (Berlanjut) Input Proses Output PT. KAI (D1) (D3) transportasi air (D5) transportasi udara (D7) jasa transportasi (D9) rupiah (D11) operasional truk (D13) Data jarak tempuh truk (D14) transportasi rel (P1) publik (P2) transportasi air (P3) transportasi udara (P4) jasa transportasi (P5) transportasi rel (D2) publik (D4) transportasi air (D6) transportasi udara (D8) jasa transportasi (D10) 61

Input Proses Output (D15) Data aset persediaan ketiga (D16) Data tingkat suku bunga pinjam (D18) Data aset persediaan ketiga (D16) Data aset tetap ketiga (D20) Data aset persediaan ketiga (D16) simpan (P7) simpan (P7) resiko kerusakan (P8) depresiasi (P9) operasional gudang (P10) simpan (D17) simpan (D17) resiko kerusakan (D19) depresiasi gudang (D21) operasional gudang (D22) dan seterusnya yang dikenal dengan data flow diagram atau DFD. Mulai Bagan Berjenjang Logistik Diagram Konteks Logistik Data Flow Diagram Logistik Relasi Antartabel Basisdata Logistik Dari Tabel 2 dapat diketahui bahwa terdapat 22 jenis data yang dibutuhkan untuk menghitung logistik. Selain itu, dibutuhkan sebanyak 10 proses perhitungan untuk menghasilkan logistik. III. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan Fadlil dkk. (2008) untuk mengembangkan sistem basisdata yang bagan alirnya dapat dilihat pada Gambar 1. Tahap pertama dalam mengembangkan sistem basisdata logistik adalah dengan membuat bagan berjenjangnya. Bagan berjenjang menunjukkan dekomposisi fungsional atas-bawah dan struktur dari sistem basisdata. Diagram berjenjang merupakan alat perencanaan yang sangat penting untuk proses model yang lebih terperinci, yang dikenal dengan data flow diagram (Whitten dan Bentley, 2007). Sesuai dengan namanya, bagan berjenjang menunjukkan hirarki dari sistem, mulai dari level atas sampai dengan level bawah. Tahap kedua adalah membuat diagram konteks logistik yang menunjukkan level atas dari hirarki sistem. Jika level diberi nomor, maka level atas diberi nomor 0 dan level bawah untuk nomor selanjutnya (level 1, level 2, dan seterusnya). Diagram konteks merupakan level 0. Level 1, level 2, Basisdata Logistik (Ms. Access) Selesai Gambar 1. Bagan Alir Penelitian Tahap ketiga adalah membuat data flow diagram logistik yang selanjutnya disebut DFD. DFD adalah representasi grafis yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang diterapkan ketika data bergerak dari input ke output (Pressman, 2001). Tahap keempat adalah membuat peta data input proses output logistik, tahap kelima adalah membuat relasi antartabel logistik, dan tahap keenam atau tahap terakhir adalah membuat basisdata logistik, yang dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak Ms. Access. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Bagan Berjenjang Logistik Bagan berjenjang logistik dapat dilihat pada Gambar 2. Dapat dilihat pada Gambar 2 bahwa terdapat empat level logistik, yang mana logistik 62

sendiri merupakan level 0, kategori logistik merupakan level 1, komponen logistik merupakan level 2, elemen logistik merupakan level 3, dan sub-elemen logistik merupakan level 4. 1 0 Logistik 2 Penanganan Persediaan 3 Administrasi Level 0 Level 1 Foundation Keuangan Tahunan Tahunan PDB Penelitian Logistik Tahunan Keuangan Tahunan PT. KAI Tahunan hubdat PT. KAI 1.1 2.1 Rel 1.2 Darat Simpan 2.2 Resiko Kerusakan Level 2 Gambar 3. Diagram Konteks Logistik 1.3 Air 2.3 Pergudangan IV.3 DFD Logistik 1.4 Udara 1.5 Jasa DFD level 1 logistik untuk kategori transportasi dapat dilihat pada Gambar 4. Sama halnya dengan diagram konteks pada, untuk DFD level 1 pada kategori transportasi terdapat 6 (enam) sumber data yaitu,,, PT. KAI,, dan Foundation. 1.2.1 Darat Publik 2.3.1 Depresiasi Level 3 1.2.2 Darat Private 2.3.2 1.2.2.1 Truk Gambar 2. Bagan Berjenjang Logistik IV.2 Diagram Konteks Logistik Level 4 Diagram konteks terletak pada level atas dari hirarki (Pressman, 2001) atau level 0 dari diagram berjenjang. Diagram konteks logistik dapat dilihat pada Gambar 3. Dari Gambar 3 dapat diketahui bahwa terdapat 6 (enam) sumber data yang dibutuhkan untuk menghitung logistik, yaitu (Bursa Efek ), (Badan Pusat Statistik), (Bank ), PT. KAI (Kereta Api ), (Departemen Perhubungan Darat), dan Foundation. transportasi operasional dan jarak tempuh truk Foundation Gambar 4. DFD Level 1 ( ) DFD level 1 logistik untuk kategori penanganan persediaan dapat dilihat pada Gambar 5. 1 rupiah PT. KAI PT. KAI 63

Data aset persediaan, aset tetap dan Gambar 5. DFD Level 1 ( Penanganan Persediaan) Terdapat 3 (tiga) sumber data yang dibutuhkan untuk menghitung penanganan persediaan, yaitu,, dan. Jenis-jenis data yang diberikan oleh setiap sumber data dapat dilihat secara lengkap di Gambar 5. DFD level 2 logistik untuk kategori transportasi dapat dilihat pada Gambar 6. 2 Penanganan Persediaan Data tingkat suku bunga pinjam Tingkat suku bunga pinjam 2.1 Simpan 2.2 Resiko Kerusakan Data aset persediaan dan Data aset persediaan dan Gambar 7. DFD Level 2 ( Penanganan Persediaan) Pada level 2 untuk kategori penanganan persediaan, terdapat 3 (tiga) komponen, yaitu simpan, resiko kerusakan, dan pergudangan. DFD level 3 logistik untuk komponen dapat dilihat pada Gambar 8. Data aset persediaan, aset tetap dan 2.3 Pergudangan PT. KAI PT. KAI Foundation operasional dan jarak tempuh truk rupiah 1.1 Rel 1.2 Darat 1.3 Air transportasi darat transportasi air transportasi udara 1.4 Udara 1.5 Jasa d pendapatan koto jasa transportasi 1.2.2 Darat Publik transportasi darat Foundation operasional dan jarak tempuh truk 1.2.1 Darat Private rupiah Gambar 6. DFD Level 2 ( ) Pada level 2 untuk kategori transportasi, terdapat 5 (lima) komponen, yaitu transportasi rel,, transportasi air, transportasi udara, dan jasa penunjang angkutan. DFD level 2 logistik untuk kategori penanganan persediaan dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 8. DFD Level 3 ( Darat) Pada level 3, terdapat 2 (dua) elemen untuk komponen, yaitu publik dan private. DFD level 3 logistik untuk komponen pergudangan dapat dilihat pada Gambar 9. 64

2.3.1 Depresiasi Data aset tetap dan Data aset persediaan dan 2.3.2 ISSN: 2407-3911 IV.5 Basisdata Logistik Perangkat lunak yang digunakan untuk mengembangkan basisdata dalam penelitian ini adalah Ms. Access. Penggunaan Ms. Access dilatarbelakangi oleh kemudahan penggunaannya. Tampilan Ms. Access untuk basisdata logistik dapat dilihat pada Gambar 11. Gambar 9. DFD Level 3 ( Pergudangan) Pada level 3 untuk komponen pergudangan, terdapat 2 (dua) elemen, yaitu depresiasi gudang dan operasional gudang. IV.4 Relasi Antartabel Logistik Relasi antartabel logistik dapat dilihat pada Gambar 10. Gambar 11. Tampilan Ms. Access Basisdata Logistik Gambar 10. Relasi Antartabel Logistik Dengan Sektor Dari Gambar 10 dapat diketahui bahwa perhitungan satu tahun logistik membutuhkan banyak data, sehingga semua relasinya adalah one to many. V. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini mengembangkan sistem basisdata logistik untuk memudahkan pengelolaan data yang digunakan untuk menghitung logistik setiap tahunnya. Dibutuhkan sekitar 600 data yang terbagi menjadi 22 jenis data untuk menghitung logistik. Sumber-sumber data tersebut yaitu,,, PT. KAI, dan Foundation. Sistem basisdata logistik memberikan kemudahan, kecepatan, dan ketepatan pengelolaan data yang digunakan. Penelitian ini juga membuka peluang untuk penelitian selanjutnya berkaitan dengan pengembangan sistem basisdata logistik yang mana semua sumber data seperti,,, dan lain-lain, dapat memberikan data yang dibutuhkan secara online setiap tahunnya ke dalam sistem basisdata tersebut sehingga menghilangkan aktivitas entry data secara manual dan menghindari terjadinya error. 65

REFERENSI Pishvaee, M.S., Basiri, H., dan Sajadieh, M.S. (2009). Supply Chain and Logistics in National, International and Governmental Environment (Concepts and Models). Springer-Verlag Berlin Heidelberg. Saragih, N.I. dan Nur Bahagia, S. (2011). Pengembangan Model Pengukuran Logistik. Tesis Teknik dan Manajemen Industri. Institut Teknologi Bandung. Kusrini (2007). Strategi Perancangan dan Pengelolaan Basis Data. Andi Offset. Yogyakarta. Fadlil, A., Firdausy, K., dan Hermawan, F. (2008). Pengembangan Sistem Basis Data Presensi Perkuliahan Dengan Kartu Mahasiswa Ber- Barcode. Telkomnika, vol. 6, no. 1, hal. 65 72. Whitten, J.L. dan Bentley, L.D. (2007). System Analysis And Design Methods. Seventh Edition. McGraw-Hill/Irwin. Pressman, R.S. (2001). Software Engineering: A Practitioner s Approach. Fifth Edition. McGraw-Hill. 66