angka statistik, melainkan dalam bentuk kualitatif.

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. individual maupun kelompok (Sukmadinata: 2011: 60).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Fenomena Kehidupan Anak Pekerja Ojek Payung di

III. METODE PENELITIAN. sekolah tersebut karena merupakan sekolah yang menerapkan kurikulum

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekskriptif kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. 33

BAB III METODE PENELITIAN. dialami subyek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, dan lainlain.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Mulyana, 2002: 145) merupakan proses, prinsip, dan prosedur yang kita

BAB III METODE PENELITIAN. Pengemis, Pengamen dan Gelandangan di Kota Madiun ini, jenis penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. oleh subjek penelitian secara holistik, dan mendeskripsikannya dalam bentuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III. Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), hlm.60. Setia, 2002), hlm.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Menurut Moleong (2007: 27) berpendapat bahwa:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. memperoleh data dan informasi yang objektif dibutuhkan data-data dan

BAB III METODE PENELITIAN. kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian lapangan berarti

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Pendapat lain menurut Sugiyono (2010, hlm. 50) bahwa:

BAB III METODE PENELITIAN. dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ditinjau dari tempat atau lokasi penelitiannya, penelitian ini termasuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi adalah suatu pendekatan umum untuk mengkaji topik

BAB III METODE PENELITIAN. motivasi, tindakan dan lain secara holistik. 31 Sedangkan disebut deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi deskriptif yaitu memaparkan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus dengan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, tahapan-tahapan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. suatu penelitian. Hal ini disebabkan penggunaan metode dan pendekatan ini

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena menyajikan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan/penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. postpositivisme (realitas dipandang sebagai sesuatu yang konkrit, dapat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif

BAB III METODE PENELITIAN. dipengaruhi atau ditentukan oleh tepat tidaknya penelitian atau penentuan metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Bab ini merupakan kunci bagi pelaksanaan penelitian yang penulis

BAB III METODE PENELITIAN. HalinisesuaidenganpendapatSugiyonoyangmendeskripsikan penelitian kualitatif sebagai berikut: 69

BAB III METODE PENELITIAN. bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek

BAB III METODE PENELITIAN. Ekonomi Masyarakat Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam proposal ini adalah pendekatan kualitatif. Yaitu suatu

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan penelitian kualitatif itu sendiri adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok (Sukmadinata, 2011: 60). Dipilihnya pendekatan kualitatif dalam penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang akan dikaji oleh peneliti mengenai peran guru PKn dalam menumbuhkan kedisiplinan peserta didik yang memerlukan sejumlah data di lapangan yang sifatnya aktual dan kontekstual sehingga peneliti memperoleh gambaran dari permasalahan yang terjadi secara mendalam berupa kata-kata, gambaran, perilaku dan langsung membaur dengan yang diteliti dan tidak dituangkan kedalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan dalam bentuk kualitatif. B. Metode Penelitian Didalam sebuah penelitian ilmiah untuk dapat menganalisis suatu permasalahan diperlukan adanya metode penelitian, metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian tentang bagaimana peran guru PKn dalam menumbuhkan 41

42 kedisiplinan peserta didik. Adapaun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia (Sukmadinata, 2011: 72). Penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif dalam penelitian ini di analisis dengan menggunakan data-data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dari guru PKn, guru BK dan peserta didik MTs Negeri Sumbang. C. Sumber Data 1. Data Primer Data primer atau data tangan pertama adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan mengenakan alat pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari (Azwar, 2010: 91). Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru PKn, guru BK dan peserta didik MTs Negeri Sumbang. 2. Data Sekunder Data sekunder atau data tangan kedua adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dari subjek penelitiannya. Data sekunder biasanya berwujud data dokumentasi

43 atau data laporan yang tersedia (Azwar, 2010: 91). Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari data yang ada di dalam buku kasus BK. D. Lokasi Penelitian Menurut Nasution (Inggar Aribudi H, 2015: 43) lokasi penelitian menunjukan pada pengertian tempat atau lokasi penelitian yang dicirikan oleh adanya unsur pelaku, tempat dan kegiatan yang dapat diobservasi. Adapun lokasi penelitian ini adalah MTs Negeri Sumbang yang terletak di perbatasan kota Purwokerto dan Purbalingga. Dipilihnya MTs Negeri Sumbang sebagai objek penelitian dikarenakan peneliti sudah mengamati terlebih dahulu kondisi lokasi. Berdasarkan data yang ada dan observasi peneliti menjumpai pelanggaran terkait kedisiplinan yang dilakukan oleh peserta didik, walaupun pelanggaran yang dilakukan sudah diatur dalam tata tertib kedisiplinan sekolah, akan tetapi pelanggran tersebut masih saja terjadi. Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti MTs Negeri Sumbang. E. Informan Penelitian Penelitian ini ditujukan kepada Waka Kesiswaan, Guru PKn, Guru BK dan peserta didik MTs Negeri Sumbang. Informan penelitian sebagaimana dikemukakan oleh Moleong (Inggar Aribudi H, 2015: 44) mengemukakan bahwa informan penelitian ialah orang dalam latar

44 penelitian. Sedangkan penelitian yang menjadi sampel penelitiannya seperti yang dikemukakan Nasution (Inggar Aribudi H, 2015: 44) bahwa dalam penelitian kualitatif yang dijadikan sampel hanyalah sumber yang dapat memberikan informasi. Sampel dapat berupa hal, peristiwa, manusia, situasi yang diobservasi. Sering sampel dipilih secara purposive bertalian dengan purpose atau tujuan tertentu. Sering pula responden dimintai untuk menunjuk orang lain yang dapat memberikan informasi kemudian responden ini dimintai pula menunjuk orang lain dan seterusnya. Jadi informan penelitian kualitatif adalah pihak-pihak yang menjadi sasaran penelitian atau sumber yang dapat memberikan informasi yang berhubungan dengan tujuan tertentu. Berdasarkan uraian tersebut, maka informan yang akan diteliti akan ditentukan langsung oleh peneliti berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Subjek penelitian tersebut sendiri dari Waka Kesiswaan, Guru PKn, Guru BK dan peserta didik MTs Negeri Sumbang. F. Waktu Penelitian Penelitian ini dimulai pada bulan November 2015 sampai dengan bulan Januari 2016.

45 G. Teknik Pengumpulan Data Pada pelaksanaan penelitian ini untuk memperoleh data yang diperlukan peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu: 1. Wawancara Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan (Narbuko, 2010: 83). Menurut Esterberg (Sugiyono, 2010: 319) mengemukakan beberapa macam wawancara, yaitu structred interview, semi structured interview, unstrured interview. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur. Wawancara tersruktur ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara peneliti terlebih dahulu menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis. 2. Observasi Observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian (Satori, 2011: 105). Dalam konteks penelitian kualitatif, observasi tidak untuk menguji kebenaran

46 tetapi untuk mengetahui kebenaran yang berhubungan dengan aspek/kategori sebagai aspek studi yang dikembangkan peneliti. Observasi ialah kunjungan ke tempat kegiatan secara langsung, sehingga semua kegiatan yang sedang berlangsung atau objek yang ada tidak luput dari perhatian dan dapat dilihat secara nyata. Semua kegiatan, objek, serta kondisi penunjang yang ada dapat diamati dan dicatat. Observasi dalam penelitian ini dilakukan pada Guru PPkn, Guru BK dan peserta didik MTs Negeri Sumbang. 3. Dokumentasi Tidak kalah penting dari metode-metode lain, adalah metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya (Arikunto, 1998: 236). Dibandingkan dengan metode lain maka metode ini agak tidak begitu sulit dalam arti apabila ada kekeliruan sumber datanya masih tetap, belum berubah. Dengan metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati. Data dari dokumentasi adalah data siswa, data guru dan daftar pelanggaran kedisiplinan. H. Validitas Data Berdasarkan pengalaman empiris, peneliti kualitatif berusaha merumuskan cara-cara untuk mengaitkan validitas penelitian kualitatif dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

47 1. Memperpanjang masa observasi atau pengamatan Untuk memeriksa absah tidaknya suatu data penelitian, perpnjang masa observasi peneliti di lapangan akan mengurangi kebiasaan suatu data, karena dengan waktu yang lebih lama di lapangan peneliti akan mengetahui keadaan secara mendalam serta dapat menguji ketidak benaran baik yang disebabkan oleh diri si peneliti itu sendiri ataupun oleh subjek penelitian (Sugiyono, 2014: 369). 2. Triangulasi Triangulasi merupakan suatu teknik pemeriksaan dengan membandingkan data yang diperoleh dari sumber lainnya pada saat yang berbeda, atau membandingkan data yang diperoleh dari satu sumber ke sumber lainnya dengan pendekatan yang berbeda (Sugiyono, 2014: 372). 3. Menggunakan Bahan Referensi Yang dimaksud dengan bahan referensi disini adalah adanya pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Sebagai contoh, data hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. Data tentang interaksi manusia, atau gambaran suatu keadaan perlu didukung oleh foto-foto. Alat bantu perekam data dalam penelitian kualitatif seperti camera, handycam, alat perekam suara sangtlah diperlukan untuk mendukung kredibilitas

48 data yang telah ditemukan oleh peneliti. Dalam laporan penelitian, sebaiknya data-data yang telah dikemukakan perlu dilengkapi dengan foto-foto atau dokumen autentik sehingga menjadi lebih dapat dipercaya (Sugiyono, 2014: 375). 4. Mengadakan Member Check atau melakukan pengecekan Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepaa pemberi data. Tujuan Member check adalah untuk mengetahui informasi yang diperoleh dan akan digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud sumber data atau informan (Sugiyono, 2014: 375-376). I. Tahap-tahap Penelitian 1. Tahap Pra Penelitian Dalam tahap pra penelitian ini yang pertama kali dilakukan adalah memilih masalah, menentukan judul dan lokasi penelitian dengan tujuan menyesuaikan keperluan dan kepentingan penelitian yang akan diteliti. Setelah masalah dan judul penelitian dinilai tepat dan disetujui oleh pembimbing, peneliti melakukan studi pendahuluan untuk mendapatkan gambaran awal tentang subjek yang akan diteliti serta masalah yang akan dirumuskan relevan dengan kondisi obyektif yang ada dilapangan, selanjutnya peneliti menyusun proposal penelitian serta mengurus perijinan.

49 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian Setelah tahap pra penelitian selasai, maka penulis mulai terjun ke lapangan untuk memulai penelitian.pelaksanaan penelitian ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data dari responden. Selain mengumpulkan hasil observasi di lapangan peneliti juga mengumpulkan data melalui kegiatan wawancara dengan responden. Adapun langkah-langkah yang ditempuh oleh peneliti adalah sebagai berikut: a. Menghubungi Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Guru PPKn, Guru BK, dan peserta didik MTs Negeri Sumbang untuk meminta informasi dan izin penelitian. b. Menentukan responden yang akan diwawancara. c. Menghubungi responden yang akan diwawancara. d. Mengadakan wawancara dengan responden sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. e. Melakukan studi dokumentasi dan membuat catatan yang diperlukan serta dianggap berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Setelah selesai mengadakan wawancara dengan responden, menuliskan kembali data yang terkumpul ke dalam catatan lapangan dengan tujuan agar dapat mengungkapkan data secara lengkap. Data yang diperoleh dari awal wawancara disusun dalam bentuk catatan lengkap setelah didukung oleh dokumen lainnya.

50 Demikian seterusnya sampai peneliti mendapatkan data yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan. J. Analisis Data Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, setelah di lapangan dan setelah selesai di lapangan. Dalam hal ini Nasution, (Sugiyono, 2010: 89) menyatakan analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlangsung terus sampai hasil penelitian. 1. Analisis sebelum di lapangan Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun demikian fokus penelitian ini masih bersifat semantara, dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan (Sugiyono, 2010: 90). 2. Analisis data di lapangan model Miles and Huberman Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang sudah diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu,

51 diperoleh data yang dianggap kredibel. Miles and Hubermen (1984), mengemukakan bahwa aktifitas data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display, data conclusion/ drawing/ verification. a. Data Reduction (Reduksi data) Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak,untuk itu maka perlu dicatat secara rinci dan teliti. Seperti telah dikemukakan semakin lama peneliti ke lapangan maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berati merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan (Sugiyono, 2010: 92). b. Data display (penyajian data) Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisir, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami (Sugiyono, 2010: 95). Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dilakukan dalam bentuk uarain singkat,

52 bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Dengan mendisplay data maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. c. Conclusion drawing/ verification Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila ditemukan bukti-bukti yang mendukung pada tahap pengumpulan data dan berikutnya (Sugiyono, 2010: 99). Tetapi apabila kesimpilan yang dikemukanan pada awal didukung oleh buktibukti yang valid dan konsisiten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data maka kesimpulan yang kredibel. Dengan demikian dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal.