Journal of Mechanical Engineering Learning

dokumen-dokumen yang mirip
Journal of Mechanical Engineering Learning

Journal of Mechanical Engineering Learning

Journal of Mechanical Engineering Learning

Journal of Mechanical Engineering Learning

Automotive Science and Education Journal

Journal of Mechanical Engineering Learning

Automotive Science and Education Journal

Automotive Science and Education Journal

Journal of Mechanical Engineering Learning

Unnes Physics Education Journal

Automotive Science and Education Journal

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING SSCS (SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE) DALAM KOMPETENSI MENDIAGNOSIS GANGGUAN SIMTEM REM

Indonesian Journal of History Education

Economic Education Analysis Journal

Gunung Pati, Semarang. Diterima: 3 Maret Disetujui: 4 April Dipublikasikan: 30 Juli 2016 ABSTRACT

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS VII SMP NEGERI 15 KOTA TASIKMALAYA JURNAL

Automotive Science and Education Journal

Indonesian Journal of History Education

PENGGUNAAN MODUL SISTEM PENDINGIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI MEMELIHARA SISTEM PENDINGIN DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA

Abstract. Info Artikel. Abstrak. Agus Suwarno. Prodi Geografi IKIP PGRI Pontianak Kalimantan Barat, Indonesia

PENERAPAN MEDIA BENDA SEBENARNYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KOMPETENSI DASAR MENJELASKAN CARA PENGGUNAAN ALAT UKUR MEKANIK PRESISI

Automotive Science and Education Journal

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA. Abstrak. Abstract. Gallant Alim Purbowo, Mashuri, Putriaji Hendikawati

Citra Yunita dan Khairul Amdani Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Guided Note Taking Dalam Pembelajaran Biologi Kelas VIII SMPN 2 Panti Kabupaten Pasaman

KEEFEKTIFAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBING-PROMPTING DENGAN PENILAIAN PRODUK

ABSTRACT. Key Words: Student Learning Outcomes, Cooperative Learning, NHT, STAD. ABSTRAK

Ikeu Dwi Astuti*) Purwati Kuswarini Suprapto*)

EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SDN CONDONGCATUR

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 8 KOTA TASIKMALAYA JURNAL

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DENGAN MICROSOFT POWER POINT

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BESARAN DAN SATUAN

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MENGGUNAKAN PERKAKAS TANGAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)

Journal of Mechanical Engineering Learning

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL

Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography.

Anggarini Puspitasari* ) Purwati Kuswarini* )

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DISKUSI TIGA LAPIS PADA KONSEP KINGDOM PLANTAE

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP PERCUT SEI TUAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI JAMUR DI KELAS X SMK NEGERI 1 RAMBAH TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Indonesian Journal of History Education

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write Pada Konsep Ekosistem di Kelas VII SMP Negeri 3 Cibalong Kabupaten Tasikmalaya JURNAL

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING BOLA BASKET

PENERAPAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP KARTIKA 1-7 PADANG ARTIKEL OLEH: ZUMRATUN HASANAH

Keywords: Two Stay Two Stray, Learning Outcomes, Building Construction

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

Automotive Science and Education Journal

Scaffolding 4 (1) (2015) Scaffolding.

Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.

ECONOMIC EDUCATION ANALYSIS JOURNAL EFEKTIFITAS METODE PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW DAN METODE KONVENSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOLABORATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MEMBACA GAMBAR TEKNIK SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII 4 SMP NEGERI 1 MAKASSAR

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS PADA SISWA SMA

Unnes Physics Education Journal

Unnes Science Education Journal

Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe student facilitator and explaining terhadap pemahaman matematik peserta didik

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DI SMK N 1 PUNDONG

Fashion and Fashion Education Journal

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 53 BATAM

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 05 No. 02, Mei 2016, ISSN:

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN QUIZ TEAM PADA MATA KULIAH LOGIKA KOMPUTER DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA

Nova Rina Setia Sari Sinaga dan Sehat Simatupang Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MODUL PEMESINAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA JURUSAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK LEONARDO KLATEN.

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V

Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 15, No. 2, Desember 2015 (59-63)

THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING IN STUDENT S LEARNING OUTCOMES

Jurusan Bahasa dan Seni, STKIP-PGRI Lubuklinggau ABSTRAK

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMAN 2 KOTO XI TARUSAN

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP KOGNITIF SISWA KELAS VII MTs BAHRUL ULUM TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Pengaruh Metode Discovery

Development of Basic Competency Learning Module on Poultry Meat and Seafood Processing at SMKN 3 Wonosari

ALSA MIFTAHUL HUDA. Program Studi Pendidikan Matematika. Unversitas PGRI Yogyakarta ABSTRACT

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL

Artikel diterima: Oktober 2017; Dipublikasikan: November 2017

PENERAPAN METODE MIND MAPPING PADA KONSEP SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM DI KELAS VII SMP NEGERI 16 TASIKMALAYA JURNAL

KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE DENGAN KARTU PINTAR PADA PELAJARAN IPS

PENGARUH MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOSISTEM DI SMA NURUL AMALIYAH TANJUNG MORAWA

Unnes Physics Education Journal

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN RODA LOGIKA

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA

ABSTRAK Lestari, Yuni, Kata kunci:

PENGARUH METODE AKTIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR. Info Artikel. Abstrak. , T Subroto, W Sunarto

PENGARUH MODEL PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS III SD

Ema Susanti Purwati Kuswarini Suprapto

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SYNERGETIC TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FIND SOMEONE WHO TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

Transkripsi:

JMEL 2 (2) (2013) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESISI Andreas Widya Kurniawan, Karsono, Wahyudi Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima April 2012 Disetujui Mei 2012 Dipublikasikan Juli 2013 Keywords: Implementation Mechanical measuring Problem Based Learning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa antara penggunaan model pembelajaran langsung dengan model Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan pola Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X jurusan pemesinan SMK Kristen Pedan yang menempuh kompetensi pada semester genap 2012/2013 yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah 108 siswa. Penentuan sampel diambil dengan metode random, kemudian diperoleh 2 kelas, 1 kelas sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 36 siswa dan 1 kelas sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 36 siswa. Kelompok kontrol akan diberikan model pembelajaran langsung, sedangkan kelompok eksperimen diberikan model Problem Based Learning. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, bahwa rata-rata hasil belajar kompetensi mengukur dengan alat ukur mekanik presisi pada kelompok kontrol yang semula 43,33 meningkat menjadi 67,08 atau terjadi peningkatan sebesar 23,75%. Sedangkan pada kelompok eksperimen rata-rata hasil belajar yang semula 43,61 meningkat menjadi 76,67, sehingga terjadi peningkatan sebesar 33,06%. Abstract This study aims to determine whether there is an increase in student learning outcomes between the use of direct instructional model with a model of Problem Based Learning. This study uses a quasi-experimental study with a type of pattern pretest-posttest control group design. The study population was a tenth grade student majoring in SMK Kristen Pedan machining that taking competence measure with precision mechanical measuring devices in the second semester of 2012/2013 which consists of 3 classes by the number of 108 students. The samples taken by the random method, then gained 2 classes, 1 class as a control group numbering 36 students and one class as the experimental group, amounting to 36 students. The control group will be given a direct instructional model, while the experimental group was given the model of Problem Based Learning. Based on the results obtained, that the average competence measure learning outcomes with mechanical precision measuring tools in the control group increased to 43.33 originally 67.08 or an increase of 23.75%. Whereas the experimental group average learning outcomes which originally rose to 76,67 43,61, resulting in an increase of 33.06%. 2013 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung E5 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 E-mail: journalmel@yahoo.com ISSN 2252-651x

Pendahuluan Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis yang dilakukan orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita cita pendidikan. Pendidikan adalah bantuan yang diberikan dengan sengaja kepada peserta didik dalam pertumbuhan jasmani maupun rohaninya untuk mencapai tingkat dewasa atau dapat dikatakan suatu proses bantuan dan pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik atas pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohaninya secara optimal (Munib 2006 :34). Berdasarkan hasil observasi awal peneliti pada salah satu kelas X SMK Kristen Pedan untuk, kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan cara guru menerapkan model pembelajaran langsung. Pendekatan pembelajaran yang digunakan selama proses pembelajaran lebih berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach), dimana guru sebagai acuan utama dalam kegiatan pembelajaran. Strategi pembelajaran berupa transfer ilmu dari guru ke siswa. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah dan demonstrasi. Pembelajaran berlangsung dengan cara, guru menyampaikan materi secara lisan dari power point yang disusun sendiri oleh guru serta materi lain yang dituliskan di papan tulis. Guru mendemonstrasikan cara menggunakan alat-alat ukur di depan kelas, siswa memperhatikan demonstrasi guru. Materi belajar siswa berasal dari modul dan hasil catatan materi yang telah disampaikan oleh guru. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila siswa tidak paham. Aktivitas belajar siswa terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung, dengan demikian dapat dikatakan bahwa yang diteliti tidak hanya produk (hasil) belajarnya tetapi juga prosesnya. Rendahnya partisipasi siswa dalam aktivitas pembelajaran di kelas membuktikan bahwa siswa kurang memiliki kemampuan untuk merumuskan gagasan sendiri dan kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat pada orang lain. Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Model Problem Based Learning menekankan konsepkonsep dan informasi yang dijabarkan dari disiplindisiplin akademik (Suprijono 2012:71). Siswa diberikan permasalahan pada awal pelaksanaan pembelajaran oleh guru, selanjutnya selama pelaksanaan pembelajaran siswa memecahkan dengan menemukan sendiri gagasan melalui ideidenya. Dengan menggunakan model Problem Based Learning diharapkan dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan pola Pretest- Posttest Control Group Design, menggunakan tes sebagai alat pengumpul data penelitian. Populasi penelitian adalah siswa kelas X jurusan pemesinan SMK Kristen Pedan yang menempuh presisi pada semester genap 2012/2013 yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah 108 siswa. Penentuan sampel diambil dengan metode random, kemudian diperoleh 2 kelas, 1 kelas sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 36 siswa dan 1 kelas sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 36 siswa. Kelompok kontrol akan diberikan model pembelajaran langsung, sedangkan kelompok eksperimen diberikan model Problem Based Learning. Hasil dan Pembahasan Deskripsi uji tes awal (Pre-Test). Berdasarkan pre-test hasil belajar kompetensi siswa kelas X jurusan pemesinan di SMK Kristen Pedan diperoleh hasil pada tabel 1. Tabel 1 menunjukkan bahwa hasil pre-test pada kelompok eksperimen memperoleh ratarata sebesar 43,61 dengan nilai tertinggi 55, nilai terendah 30 dan standar deviasi 5,93 sedangkan hasil pre-test pada kelompok kontrol memperoleh rata-rata sebesar 43,33 dengan nilai tertinggi 55, nilai terendah 30 dan standar deviasi 6,32. Deskripsi uji tes akhir (Post-Test). Analisis tahap akhir dilakukan untuk mengetahui hasil Tabel 1. Deskripsi Data Hasil Pre-test Kelompok Eksperimen dan Kontrol Kelompok N Min Max Mean Std. Deviation Eksperimen 36 30 55 43,61 5,93 Kontrol 36 30 55 43,33 6,32

Tabel 2. Deskripsi Data Hasil Post-test Kelompok Eksperimen dan Kontrol Kelompok N Min Max Mean Std. Deviation Eksperimen 36 65 90 76,67 6,44 Kontrol 36 55 80 67,08 6,02 Tabel 3. Hasil Uji T Hasil Belajar pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Kelompok Rata-rata t hitung T tabel Kriteria Eksperimen 67,08 6,524 1,99 Signifikan Kontrol 76,67 setelah diberikan perlakuan terhadap kelas eksperimen. Untuk itu diperlukan tes untuk mengambil data hasil belajar siswa. Tes yang dilakukan setelah sampel diberi perlakuan disebut post-test. Data post-test tersebut kemudian dianalisis dan dibandingkan untuk mengetahui hasil manakah yang lebih baik, apakah kelas kontrol atau kelas eksperimen. Berdasarkan post-test hasil belajar presisi siswa kelas X jurusan pemesinan di SMK Kristen Pedan diperoleh hasil pada tabel 2. Tabel 2 menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen setelah diberikan model Problem Based Learning memperoleh rata-rata hasil belajar kompetensi mengukur dengan alat ukur mekanik presisi sebesar 76,67 dengan nilai tertinggi 90, nilai terendah 65 dan standar deviasi 6,44 sedangkan pada kelompok kontrol setelah diberikan model pembelajaran langsung memperoleh rata-rata hasil belajar kompetensi sebesar 67,08 dengan nilai tertinggi 80, nilai terendah 55 dan standar deviasi 6,02. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar kompetensi mengukur dengan alat ukur mekanik presisi pada kelompok eksperimen yang mendapatkan model Problem Based Learning lebih tinggi dari kelompok kontrol yang mendapatkan model pembelajaran langsung. Dalam uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan data hasil belajar kompetensi kelompok eskperimen dan kelompok kontrol pada siswa kelas X jurusan pemesinan di SMK Kristen Pedan dapat disajikan pada tabel berikut. Berdasarkan hasil uji t terhadap data hasil belajar kompetensi mengukur dengan alat ukur mekanik presisi siswa kelas X jurusan pemesinan di SMK Kristen Pedan setelah diberikan model Problem Based Learning pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran langsung pada kelompok kontrol diperoleh nilai t hitung = 6,524 > t tabel = 1,99 pada α = 5% dengan dk = 70. Dengan demikian dapat diputuskan bahwa hipotesis penelitian (H a ) yang menyatakan: Ada peningkatan hasil belajar siswa kelas X jurusan pemesinan di SMK Kristen Pedan pada presisi setelah menggunakan model Problem Based Learning daripada hasil belajar siswa dengan model pembelajaran langsung, diterima. Proses pembelajaran pada kompetensi di kelas X jurusan pemesinan SMK Kristen Pedan menggunakan model pembelajaran langsung. Proses pembelajarannya terjadi dengan cara transfer ilmu dari guru ke siswa dan pendekatan terpusat pada guru (teacher centered approach). Pembelajaran seperti ini menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami isi materi yang diberikan oleh guru. Hal ini menyebabkan 50% siswa masih ada yang belum tuntas memenuhi standar kriteria kelulusan minimal yang ditentukan oleh sekolah yaitu sebesar 70,00. Model pembelajaran adalah salah satu cara untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Seorang guru harus mempunyai cara dalam menyampaikan materi agar siswa merasa tertarik untuk memahami materi yang diajarkan. Model Problem Based Learning adalah salah satu model pembelajaran yang menggunakan pendekatan dengan siswa (student centered approach). Siswa dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajarannya, siswa dapat menemukan sendiri konsep dan gagasan materi pelajaran sehingga mudah diingat. Dengan penerapan model Problem Based Learning pada presisi dapat menarik minat belajar siswa,

sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil analisis tahap awal dari hasil pretest antara dua kelompok yaitu antara kelompok eksperimen yang diberikan model Problem Based Learning dengan kelompok kontrol yang diberikan model pembelajaran langsung menunjukkan kemampuan awal dari dua kelompok tersebut adalah sama. Dengan demikian hasil ini dapat dijadikan sebagai acuan bahwa adanya perbedaan pada hasil post-test murni dari hasil perlakuan dan bukan akibat kondisi awal siswa yang berbeda. Sehingga dengan tidak adanya perbedaan kemampuan awal maka kedua kelompok tersebut telah memenuhi syarat kriteria untuk diberikan penelitian lebih lanjut. Keberhasilan model Problem Based Learning dibuktikan dengan hasil nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen yang telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Sebaliknya, hasil nilai rata-rata post-test pada kelompok kontrol yang diberikan model pembelajaran langsung masih ada siswa yang belum mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah. Dalam pembelajaran dengan model Problem Based Learning peran seorang guru lebih difokuskan sebagai fasilitator, sehingga siswa dituntut untuk lebih aktif. Berbeda dengan model pembelajaran langsung, siswa hanya pasif menerima materi yang disampaikan oleh guru. Jika ada siswa yang belum memahami isi materi, guru tetap melanjutkan penyampaian materi. Sehingga hal ini menyebabkan hasil belajar siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Dengan hal ini dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada model Problem Based Learning kegiatan belajar mengajar mengacu pada keaktifan siswa mempelajari materi. Ada indikator yang ditentukan penulis untuk memberikan penilaian aspek afektif yaitu penerimaan, perhatian saat mengikuti pelajaran; sambutan, keaktifan siswa dalam mencatat materi/informasi; penilaian, tanggungjawab mengerjakan tugas dan latihan; pengorganisasian, kerjasama dalam kelompok; karakterisasi, kejujuran dalam mengerjakan tes. Hasil penilaian pada aspek afektif di kelompok eksperimen yang mendapatkan model Problem Based Learning memiliki rata-rata yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol yang mendapatkan model pembelajaran langsung. Proses pembelajaran pada model Problem Based Learning dilakukan dengan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 6 orang berdasarkan nomor absen. Setiap kelompok diberikan bahasan mengenai indikator dalam kompetensi mengukur dengan alat ukur mekanik presisi. Sehingga proses elaborasi terjadi dalam kelompok tersebut dengan adanya keaktifan siswa dalam menyampaikan pendapat. Dengan keaktifan siswa dalam berdiskusi pada materi yang diberikan guru, siswa menjadi lebih memahami materi dari apa yang mereka temukan sendiri melalui gagasan ide-ide. Sehingga hal ini dapat meningkatkan hasil posttest yang diberikan. Sedangkan pada kelompok kontrol yang mendapatkan model pembelajaran langsung, proses pembelajarannya berjalan dengan pasif. Siswa hanya diberikan materi tanpa ada keaktifan siswa. Hal ini membuat hasil posttest pada kelompok kontrol lebih rendah daripada kelompok eksperimen. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis dapat menyimpulkan ada peningkatan hasil belajar kompetensi mengukur dengan alat ukur mekanik dari rata rata kelas sebelum diberikan model Problem Based Learning 43,61 menjadi 76,67 setelah menggunakan model Problem Based Learning pada siswa kelas X jurusan pemesinan di SMK Kristen Pedan. Model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa lebih tinggi daripada model pembelajaran langsung. Berdasarkan simpulan di atas, ada beberapa saran dari penulis yaitu sebagai berikut: Mengingat penggunaan model Problem Based Learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi mengukur dengan alat ukur mekanik, kepada para pengajar disarankan untuk menerapkan model Problem Based Learning pada saat membahas materi presisi. Perlu ada penelitian lanjutan untuk populasi yang lebih besar dengan kondisi kelas yang beragam sehingga simpulan penelitian dapat berlaku untuk lingkup yang lebih luas. Daftar Pustaka Munib, Achmad. 2006. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang : Unnes Press Suci, Ni Made. 2008. Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Teori Akuntansi Mahasiswa Jurusan Ekonomi Undiksha. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan. Vol.2. No.1 : 74-86 Sudarman. 2007. Problem Based Learning : Suatu Model Pembelajaran untuk Mengembangkan

dan Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah. Jurnal Pendidikan Inovatif. Vol.2. No.2 : 68-73 Suprijono, Agus. 2012. Cooperative Learning : Teori&Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta : Pustaka Pelajar