KATALOG BPS : 1101002.3502050 Air Terjun Dawuhan, Desa Sawoo Sawoo
STATISTIK DAERAH KECAMATAN SAWOO 2014 No. Publikasi : 35020.1429 Katalog BPS : 1101002.3502050 Ukuran Buku Jumlah Halaman Naskah Penyunting Gambar Kulit Diterbitkan oleh : 17,6 cm x 25 cm : iii + 13 halaman : Bangun Dwilaksono Koordinator Statistik Kecamatan Sawoo : Seksi Neraca Wilayah & Analisis Statistik : Seksi Neraca Wilayah & Analisis Statistik : Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya
Kata Pengantar Segala puji bagi Allah SWT, yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-nya sehingga publikasi Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 dapat diterbitkan. Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar Kecamatan Sawoo yang dianalisis secara sederhana untuk membantu pengguna data memahami perkembangan pembangunan serta potensi yang ada di Kecamatan Sawoo. Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 diterbitkan untuk melengkapi publikasipublikasi statistik yang telah terbit secara rutin setiap tahun. Berbeda dengan publikasipublikasi yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis. Materi yang disajikan dalam Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 memuat berbagai informasi/indikator terpilih yang terkait dengan pembangunan di berbagai sektor di Kecamatan Sawoo dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan. Kritik dan saran konstruktif berbagai pihak kami harapkan untuk penyempurnaan penerbitan mendatang. Semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data statistik, baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta, kalangan akademisi maupun masyarakat luas. Sawoo, September 2014 Koordinator Statistik Kecamatan Sawoo, Bangun Dwilaksono Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 ii
Daftar Isi Katalog... Kata Pengantar... Daftar Isi... 1. Geografi 1 2. Pemerintahan 2 3. Penduduk 3 4. Pendidikan 6 5. Kesehatan 7 6. Perumahan 8 7. Pertanian 9 8. Industri dan Jasa 10 9. Perdagangan 11 10. Transportasi & Komunikasi 12 11. Keuangan 13 i ii iii iii Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014
GEOGRAFI Kecamatan Sawoo terletak di sebelah timur pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo. Luas wilayah kecamatan Sawoo adalah 124,70 Km2, dengan batas-batasnya yaitu sebelah utara adalah Kecamatan Mlarak, sebelah timur dan selatan Kabupaten Trenggalek serta di sebelah barat adalah Kecamatan Sambit. Dari seluruh desa yang ada di Kecamatan Sawoo yang mempunyai wilayah terluas adalah Desa Sawoo dengan luas wilayah 17,65 Km2 atau sekitar 14,15 persen dari luas wilayah Kecamatan Sawoo. Sedangkan yang mempunyai wilayah terkecil adalah Desa Ketro dengan luas wilayah 1,08 Km2 atau sekitar 0,87 persen dari luas wilayah Kecamatan Sawoo. Menurut statusnya, 14 desa di kecamatan ini masih berstatus desa atau perdesaan. Jika ditinjau dari jarak desa ke ibukota kecamatan, desa yang terjauh adalah Desa Tumpuk yaitu sekitar 13 Km, sedangkan yang terdekat adalah Desa Prayungan sebab kantor kecamatan berada di desa ini. Kecamatan Sawoo berada di daerah pegunungan dengan ketinggian rata-rata 294 meter di atas permukaan laut. Desa Tempuran berada di permukaan paling tinggi yaitu 632 DPL dan Desa Kori berada di permukaan paling rendah yaitu 148 DPL. Sedangkan curah hujan sepanjang tahun 2013 adalah 186 hari dengan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember yaitu mencapai 422 mm. Tumpakpelem 7% Sriti 7% Tempuran 9% Persentase Luas Wilayah Desa Di Kecamatan Sawoo PETA KECAMATAN SAWOO Temon 14% Pangkal 11% Sawoo 14% Tumpuk 6% Sumber : Kantor Kecamatan Sawoo Prayungan 10% Ngindeng 4% Grogol 9% Tugurejo 2% Ketro 1% Kori 3% Bondrang 3% Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 1
PEMERINTAHAN 92,63% 7,37% Pembagian Wilayah Administratif Kecamatan Sawoo Perangkat Desa Di Lingkungan Kecamatan Sawoo Tahun 2013 4,15% 95,85% Sumber : Kantor Kecamatan Sawoo 1,38% 17,05% 72,35% 9,22% Unit Pemerintahan Daerah di bawah kabupaten secara langsung adalah Kecamatan. Sedangkan kecamatan terbagi habis ke dalam desa/ kelurahan. Kecamatan Sawoo terbagi habis ke dalam 14 desa, 54 dusun, 160 Rukun Warga (RW) dan 500 Rukun Tetangga (RT). Sumber daya manusia di tingkat desa yang merupakan ujung tombak pelayanan memegang peranan penting dalam mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan perangkat desa diharapkan semakin baik pula pelayanan yang akan diberikan. Jumlah total perangkat di 14 desa sebanyak 217 orang yang terdiri dari 14 Kepala Desa, 14 sekretaris desa, 57 Kaur, 7 Pembantu Kaur, 54 Kasun, 21 Jogoboyo, 5 Jogo Waluyo, 15 Kebayan, 15 Modin, 12 Sambong, dan 3 Staf Umum. Dari keseluruhan perangkat hanya 4,15 persen yang telah diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara bila dilihat berdasar tingkat pendidikannya, ternyata sebagian besar perangkat ( 72,35 persen ) sudah berpendidikan SLTA sederajat. Dari data di atas, untuk sekretaris desa yang sudah berstatus sebagai PNS sejumlah 9 orang, sedangkan 5 orang lainnya masih belum diangkat menjadi PNS dan PJs. 2 Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014
Tumpuk Pangkal Tumpakp Tempuran Sriti Temon Sawoo Prayungan Tugurejo Grogol Ketro Kori Bondrang Ngindeng PENDUDUK Jumlah Penduduk Kecamatan Sawoo Tahun 2013 Desa Laki- Laki Perempu an Kepadatan Penduduk Per Desa/Kelurahan Tahun 2013 Jumlah 001. Tumpuk 2.283 2.227 4.510 002. Pangkal 3.468 3.575 7.043 003. Tumpakpelem 1.809 1.711 3.520 004. Tempuran 2.938 2.893 5.831 005. Sriti 1.785 1.850 3.635 006. Temon 3.816 3.792 7.608 007. Sawoo 4.732 4.733 9.465 008. Prayungan 2.429 2.456 4.885 009. Tugurejo 888 910 1.798 010. Grogol 4.333 4.417 8.750 011. Ketro 579 598 1.177 012. Kori 1.524 1.560 3.084 013. Bondrang 1.007 1.031 2.038 014. Ngindeng 1.283 1.315 2.598 TOTAL 32.874 33.068 65.942 Menurut hasil Registrasi Penduduk Tahun 2013 jumlah penduduk Kecamatan Sawoo berjumlah 65.942 jiwa yang terdiri dari 32.874 laki-laki dan 33.068 perempuan. Sex Ratio atau perbandingan jumlah penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan adalah 99,41, yang berarti secara rata-rata di Kecamatan Sawoo perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan hampir seimbang. Di antara 14 desa yang ada, Desa Sawoo mempunyai penduduk yang terbanyak yaitu 9.465 jiwa atau sebesar 14,35 %, sementara Desa Ketro mempunyai jumlah penduduk paling sedikit yaitu 1.177 jiwa atau sebesar 1,78 %. Kepadatan penduduk Kecamatan Sawoo pada tahun 2013 tercatat 529 jiwa/km 2. Desa Ketro mempunyai kepadatan terbesar yaitu 1.089 jiwa/km 2, sedangkan kepadatan terkecil di Desa Tumpakpelem sebesar 382 jiwa/km 2. Jumlah kepala keluarga yang tercatat pada Registrasi Penduduk 2013 di Kecamatan Sawoo mencapai 18.446 KK. Dengan demikian secara rata-rata setiap rumah tangga terdiri dari 4 orang anggota rumah tangga dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian. Sumber : Hasil Registrasi Penduduk 2013 Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 3
Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam suatu wilayah dapat digambarkan dengan suatu piramida penduduk. Bentuk piramida yang menyerupai persegi empat (stasioner) di Kecamatan Sawoo menunjukkan bahwa komposisi penduduk masih mengelompok pada usia dewasa meski jumlah penduduk muda cenderung lebih besar dari penduduk tua. Perlu diperhatikan pula bahwa pada kelompok usia 0-14 th, jumlahnya cukup besar mencapai 18,72 persen. Hal ini membuat makin besar pula beban ketergantungan pada penduduk usia produktif. Program KB merupakan salah satu cara mengatur pertumbuhan penduduk. Jenis alat kontrasepsi yang paling diminati oleh peserta KB aktif di Kecamatan Sawoo adalah metode IUD (36,20 persen). Sesuai dengan kondisi geografis yang ada, mata pencaharian sebagian besar penduduk Kecamatan Sawoo adalah di sektor pertanian yang mencapai 72 persen. Piramida Penduduk Kecamatan Sawoo Tahun 2013 75 + 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 3.000 2.000 1.000 0 1.000 2.000 3.000 Sumber : Hasil Registrasi Penduduk 2013 Perempuan Laki-laki Persentase Penduduk Menurut Sektor Lapangan Usaha Tahun 2013 15% Persentase Peserta KB Aktif Terhadap Pasangan Usia Subur 76,80% 1% 0% 3% 5% 4% 72% 75,03% Pertanian Industri Bangunan Perdagangan Angkutan PNS Lainnya 2012 2013 Sumber : PLKB Kecamatan Sawoo Sumber : Kantor Camat Sawoo 4 Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014
Rumah Tangga Sasaran Program Penanggulangan Kemiskinan di Kecamatan Sawoo Tahun 2013 Desa Raskin Jamkes - mas PKH BLSM 001. Tumpuk 720 880 98 725 002. Pangkal 760 917 100 760 003. Tumpakpelem 425 521 115 425 004. Tempuran 902 1.103 221 905 005. Sriti 585 713 73 585 006. Temon 807 981 344 807 007. Sawoo 463 596 158 463 008. Prayungan 252 323 35 253 009. Tugurejo 148 198 44 149 010. Grogol 487 633 360 487 011 Ketro 51 69-53 012 Kori 192 272 49 192 013 Bondrang 123 180 37 127 Sumber : KUA Kecamatan Sawoo 014. Ngindeng 176 243 70 176 TOTAL 6.091 7,629 1,704 6,107 Persentase Keluarga Menurut Kelompok Sejahtera Tahun 2013 Pra Sejahtera 25,49% K.S I 23,31% Dalam rangka pengentasan kemiskinan, pemerintah memberikan berbagai fasilitas berupa Program Penanggulangan Kemiskinan, dimana rumah tangga sasarannya adalah masyarakat yang masuk dalam kategori mendekati miskin, miskin dan sangat miskin. Pada tahun 2013, jumlah Rumah Tangga Sasaran untuk program Raskin adalah 33,02%, Jamkesmas 41,36 %, PKH 9,24 % dan BLSM mencapai 33,11 % dari total rumah tangga se-kecamatan Sawoo. Persentase keluarga pra sejahtera di Kecamatan Sawoo masih cukup tinggi yaitu sekitar 25,49 persen dan sisanya yaitu 74,1 persen termasuk kelompok sejahtera. Kelompok keluarga sejahtera yang paling dominan merupakan kelompok sejahtera II sebanyak 35,60 persen. Sementara untuk kelompok keluarga sejahtera I, keluarga sejahtera III dan keluarga sejahtera III+ masing-masing sebanyak 23,31 persen, 14,57 persen dan 1,03 persen. Kelompok keluarga pra sejahtera terbanyak berada di Desa Temon yang mencapai 38,9 % dari jumlah total keluarga. K.S II 35,60% K.S III+ 1,03% K.S III 14,57% Sumber : PLKB Kecamatan Sawoo Meskipun persentase keluarga pra sejahtera di Kecamatan Sawoo masih tinggi namun angka ini menurun 5,33 persen dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 30,82 persen. Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 5
Belum/ Tidak Sekolah Belum/ Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SLTP Tamat SLTA Tamat PT PENDIDIKAN Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Sawoo Tahun 2013 Tingkat Pendidik an Jumlah Seko -lah Jumlah Kelas Jumlah Guru Sumber : Data Registrasi Penduduk 2013 Jum-lah Murid TK 28 57 84 1.086 SD 40 242 284 4.174 SLTP 6 65 138 1.668 SLTA 1 24 54 686 Sumber : Sekolah di Lingkungan Kecamatan Sawoo Persentase Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan Tahun 2013 14,31% 16,70% 41,82% 16,04% 10,11% 1,02% Sumber daya manusia dari suatu bangsa merupakan faktor paling menentukan karakter dan kecepatan pembangunan sosial dan ekonomi (Todaro, 1997). Salah satu usaha untuk membangun sumber daya manusia adalah melalui pendidikan. Ketersediaan sarana maupun prasarana pendidikan baik berupa fisik maupun non fisik yang memadai merupakan upaya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Pada tahun 2013, sarana pendidikan tingkat SD yang tersedia sebanyak 40 sekolah dengan jumlah murid 4.174 dan guru sebanyak 284 orang. Di tingkat SLTP tersedia sarana pendidikan sebanyak 6 sekolah, 1668 siswa dan 138 guru. Sedangkan pada tingkat SLTA, sarana pendidikan yang tersedia sebanyak 1 sekolah, 686 siswa dan 54 guru. Selain itu sarana pendidikan pra sekolah seperti taman kanak-kanak (TK) juga terdapat 28 unit di Kecamatan Sawoo yang menampung murid sebanyak 1.086 orang pada tahun 2013. Berdasarkan tingkat pendidikannya, sebagian besar penduduk di Kecamatan Sawoo hanya menamatkan pendidikan sampai tingkat SD, bahkan persentase mereka yang belum/tidak sekolah dan belum/tidak tamat SD masih cukup besar mencapai 31,01 persen. Mencermati hal ini pembangunan di bidang pendidikan harus lebih ditingkatkan untuk menjamin tersedianya sumber daya manusia berkualitas di masa mendatang. 6 Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014
Dokter Umum Bidan Lainnya KESEHATAN Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat mutlak diperlukan sarana kesehatan maupun tenaga medis yang memadai. Pada tahun 2013, jumlah Puskesmas yang melayani rawat inap sebanyak 1 unit di Desa Sawoo, sementara unit lainnya tidak melayani rawat inap berlokasi di Desa Bondrang. Dalam kegiatan operasionalnya dibantu 4 unit Puskesmas Pembantu. Sementara Posyandu yang tersedia sebanyak 57 buah. Sarana kesehatan tidak akan operasional tanpa didukung oleh tenaga medis yang memadai. Jumlah dokter praktek swasta yang ada di Kecamatan Sawoo sebanyak 2 orang dokter umum. Sementara tenaga bidan yang ada 18 orang dan tenaga medis lainnya yang terdiri dari mantri dan perawat kesehatan 14 orang. Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Sawoo Tahun 2013 Jenis Fasilitas Kesehatan Sumber : Puskesmas Kecamatan Sawoo Unit Rumah Sakit - Rumah Bersalin 6 Puskesmas 2 Puskesmas Pembantu 4 Polindes/ Poskesdes 14 Posyandu 57 Dokter Praktek Swasta 2 Bidan Praktek Swasta 18 Apotik/Toko Obat 1 1 Jumlah Tenaga Medis Yang Berdomisili di Kecamatan Sawoo tahun 2013 18 14 Konsentrasi tenaga medis berada di Desa Sawoo dengan jumlah 6 orang, sementara di desa lain masing-masing hanya terdapat rata-rata seorang tenaga medis yaitu bidan. Sumber : Puskesmas Kecamatan Sawoo Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 7
Permanen Semi Permanen Dinding Bambu Keramik/ Tegel/ Semen Tanah PERUMAHAN 65,34% Persentase Rumah Menurut Kondisi Bangunan dan Jenis Lantai Tahun 2013 18,52% 16,14% Sumber : Kantor Camat Sawoo 67,68% Pada tahun 2013 sebagian rumah (1,97 persen) di Kecamatan Sawoo menggunakan air dari ledeng PDAM untuk minum/masak sehari-hari. 32,32% Persentase Rumah Pengguna Listrik PLN Tahun 2011-2013 99,918% 99,916% 99,917% Kondisi perumahan dengan segala fasilitas serta lingkungannya dapat menjadi gambaran kondisi sosial ekonomi serta kesehatan suatu masyarakat. Sebagian besar rumah di Kecamatan Sawoo yaitu 65,34 persen merupakan rumah permanen/berdinding tembok. Namun demikian ternyata persentase rumah yang berdinding bambu juga masih cukup besar yang mencapai 16,14 persen. Dari keseluruhan desa yang ada Desa Temon merupakan desa yang paling besar persentase rumah berdinding bambunya yaitu sebesar 41,43 persen. Sementara bila dirinci menurut jenis lantainya, 32,32 persen rumah di Kecamatan Sawoo masih berlantai tanah dan sisanya yaitu 67,68 persen berjenis lantai keramik/tegel/semen. Hal ini menandakan bahwa dari segi kesehatan kondisi perumahan di Kecamatan Sawoo masih kurang baik. Akses air bersih terutama sebagai sumber air minum merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Pada tahun 2013 sekitar 1,97 persen rumah di Kecamatan Sawoo ( Desa Sawoo dan Desa Prayungan ) telah menikmati fasilitas air ledeng PDAM untuk keperluan memasak dan minum sehari-hari, sementara penduduk lainnya memanfaatkan air sumur dan mata air. 2011 2012 2013 Sumber : Kantor Camat Sawoo Pada tahun 2013 99,92 persen penduduk Kecamatan Sawoo telah menggunakan listrik sebagai sumber penerangan sehari-hari, meski 41,11 persen diantaranya tanpa meteran listrik alias nyalur dari rumah sekitarnya. 8 Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014
PERTANIAN Sesuai dengan mata pencaharian utama penduduk, Kecamatan Sawoo merupakan daerah yang cukup potensial di sektor pertanian. Pada tahun 2013 wilayah ini yang mempunyai luas lahan basah 1.507,28 Ha, terdiri dari daerah irigasi sederhana seluas 1.235,72 Ha dan tadah hujan seluas 271,56 Ha. Sementara luas lahan pertanian non sawah mencapai 4.191,37 Ha. Komoditi tanaman pangan yang menjadi andalan Kecamatan Sawoo adalah ubi kayu dan jagung dengan persentase total produksi masing-masing 60,96 persen dan 30,12 persen dari keseluruhan produksi tanaman padi dan palawija. Sebagian besar produksi ubi kayu ini digunakan sebagai bahan baku industri tepung tapioka. Sementara produk potensial dari subsektor tanaman hortikultura adalah melon, mangga dan pisang. Jumlah produksi tanaman melon selama tahun 2013 mencapai 21.896 kwt, mangga 4.185 kwt dan pisang sebesar 6.121 kwt. Produksi Padi dan Palawija Tahun 2013 (kwintal) 123.218 475.199 962.100 17.054 Padi Jagung Ubi Kayu Lainnya Melon 21.896 Mangga Produksi Tanaman Hortikultura 2013 (kwintal) 4.185 Pisang 6.121 Jumlah Ternak dan Unggas 2013 Untuk subsektor peternakan, ternak yang paling banyak diusahakan adalah kambing dan ayam kampung. Tercatat 18.654 ekor kambing dan 35.700 ayam kampung dipelihara pada tahun 2013. Angka ini sedikit menurun dibanding tahun 2012 yang mencatat populasi kambing sebanyak 18.787 ekor dan ayam kampung 36.247 ekor. 8.248 18.654 246 35.700 Sapi Kambing Domba Ayam Kampung 16.100 Ayam Petelur Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 9
INDUSTRI INDUSTRI & JASA & JASA Meski tidak dominan namun Kecamatan Sawoo memiliki potensi industri kecil yang layak untuk dikembangkan. Ada berbagai jenis industri kecil yang terdapat di kecamatan ini, namun yang utama adalah industri anyam-anyaman. Jumlah unit usaha industri yang ada pada tahun 2013 sebanyak 746 usaha dimana 28,02 persen adalah industri anyamanyaman. Jumlah tenaga kerja yang diserap sebesar 224 orang. Selain industri anyam-anyaman juga terdapat industri biting bambu dan makanan ringan yang sebagian besar merupakan industri rumah tangga. Untuk industri biting mempunyai daerah pemasaran sampai ke Kabupaten Malang. Meskipun hanya bersifat industri rumah tangga namun hasil yang diperoleh mampu menunjang ekonomi penduduk. Sementara untuk jenis usaha jasa, yang paling banyak adalah selep padi dengan jumlah unit usaha mencapai 90 unit dengan jumlah tenaga kerja 107 orang. Sementara pada usaha jasa reparasi, reparasi sepeda motor lebih banyak menyerap tenaga kerja dibanding dengan jasa reparasi lainnya yaitu mencapai 30 orang. Di Kecamatan Sawoo juga terdapat usaha jasa kesehatan. Yang dominan adalah usaha jasa pijat dewasa dengan jumlah usaha sebanyak 31 unit. Jumlah Usaha dan Tenaga Kerja Sektor Industri dan Jasa di Kecamatan Sawoo Tahun 2013 Jenis Usaha Unit Usaha Tenaga Kerja Anyaman Tikar Mendong 7 8 Batu Merah 30 64 Genteng 4 10 Pande Besi 35 86 Jaring/Jala 1 3 Pertukangan Kayu 21 29 Penjahit 26 32 T e m p e 51 87 T a p e 6 8 Krupuk 1 2 R o t i 4 7 Jamu Jawa 3 5 Emping Melinjo 2 4 Es Lilin 6 6 Makanan Ringan 14 15 Gula Merah 87 178 Setrum Accu 1 1 Las 7 11 C a p i l 7 8 Besek 152 154 K e p a n g / G e d e k 7 9 K u k u s a n 16 16 T a m p a h 11 13 R e n g g i n a n g 2 4 Tegel/ Beton 4 12 Sablon 2 4 Tambal Ban 12 14 Rinjing 9 16 Reparasi Radio/ Tape/ TV 27 27 Reparasi Sepeda 4 6 Reparasi Sepeda Motor 22 30 Reparasi Mobil 4 13 Salon Kecantikan 8 12 Tukang Cukur 11 11 Tukang Sepatu 1 1 Tukang Payung 1 1 Dukun Pijat Dewasa 31 31 Dukun Pijat Bayi 6 6 Foto Copy 12 17 Selep Padi 90 107 Sumber : Kantor Camat Sawoo 10 Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014
PERDAGANGAN 120 100 80 60 40 20 0 Jumlah Sarana Perdagangan Jenis Usaha 2011 2012 2013 Pasar/ Pasar Hewan 7 7 7 Pedagang Padi/ Palawija 106 109 109 Toko 50 52 57 Pracangan 240 229 257 Depot/ Rumah Makan 59 56 57 Warung 67 67 71 Jumlah Sarana Perdagangan menurut Desa Tahun 2013 Sumber : Kantor Camat Sawoo Perdagangan merupakan kegiatan ekonomi yang penting. Selain berguna membuka lapangan pekerjaan juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di Kecamatan Sawoo usaha perdagangan didominasi oleh usaha perdagangan kecil seperti pracangan dan warung yang diusahakan rumah tangga. Selama tiga tahun terakhir jumlah sarana perdagangan menunjukkan peningkatan, utamanya pada usaha perdagangan pracangan, toko dan warung. Sektor perdagangan di Kecamatan Sawoo masih terpusat di sekitar desa yang mempunyai pasar desa, tepatnya di Desa Sawoo, Desa Grogol dan Desa Pangkal. Padahal dengan luas wilayah yang cukup besar dan jumlah penduduk yang relatif besar, idealnya sarana perdagangan ini tersebar secara merata di seluruh wilayah agar mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih baik. Jumlah pasar yang ada sebanyak 7 unit terletak di Desa Pangkal, Desa Tumpakpelem, Desa Tempuran, Desa Temon, Desa Sawoo, Desa Grogol dan Desa Bondrang, masing-masing 1 unit. Dari 7 pasar tersebut yang terbesar ada 3 unit, yaitu di Desa Pangkal, Desa Sawoo dan Desa Grogol. Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 11
TRANSPORTASI & KOMUNIKASI Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian, memperkukuh persatuan dan kesatuan serta mempengaruhi semua aspek kehidupan bangsa dan negara. Banyaknya Sarana Transportasi Tahun 2013 Jenis Kendaraan Jumlah Bus 1 Bus Mini 6 Dalam kehidupan masyarakat tersedianya pelayanan transportasi merupakan salah satu penunjang dalam melaksanakan aktifitas harian. Untuk itu tentunya sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas transportasi untuk memenuhi kebutuhan setempat. Dengan wilayah yang sebagian besar adalah pegunungan, kondisi jalan di Kecamatan Sawoo kebanyakan mendaki, sempit dan banyak kelokan-kelokan. Angkutan umum yang melewati Kecamatan Sawoo adalah jenis bus dengan rute yaitu Ponorogo Sawoo - Trenggalek dan mini bus dengan rute Sawoo Ponorogo. Selain itu juga ada angkutan pedesaan dengan rute Sawoo Tumpakpelem, Sawoo Tempuran, Sawoo Sriti dan Sawoo Temon. Selain sarana dan prasarana transportasi, untuk memperlancar kegiatan pembangunan juga dibutuhkan alat komunikasi. Saat ini semua desa sudah terjangkau oleh jaringan handphone yang berasal dari 11 BTS. Sedangkan jaringan telepon rumah sebanyak 57 pelanggan dan jumlah warnet tercatat sebanyak 5 unit. Angkodes 5 Truk 80 Pick-Up 86 Truk Box dan Truk Tangki - Station Wagon 126 Sedan, Jeep dan Lainnya 16 Jumlah Sarana Komunikasi Tahun 2013 Desa/ Kelurahan BTS Warnet Sumber : Kantor Camat Sawoo Telepon Rumah 001. Tumpuk - - - 002. Pangkal 5 - - 003. Tumpakpelem - - - 004. Tempuran 1 1-005. Sriti - - - 006. Temon - - - 007. Sawoo 4 3 38 008. Prayungan 1-12 009. Tugurejo - - - 010. Grogol - 1 7 011. Ketro - - - 012. Kori - - - 013. Bondrang - - - 014. Ngindeng - - - Kec. Sawoo 11 5 57 12 Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014
Tumpuk Pangkal Tumpakpelem Tempuran Sriti Temon Sawoo Prayungan Tugurejo Grogol Ketro Kori Bondrang Ngindeng Tumpuk Pangkal Tumpakpelem Tempuran Sriti Temon Sawoo Prayungan Tugurejo Grogol Ketro Kori Bondrang Ngindeng KEUANGAN 600 500 400 300 200 100 0 26,22 49,14 33,23 Jumlah Pemasukan PBB Per Desa/Kelurahan Tahun 2013 (Juta Rupiah) 48,44 Anggaran Pendapatan Desa Tahun 2013 (Juta Rupiah) 35,37 53,82 93,64 35,68 20,80 100,28 35,52 24,58 23,57 19,11 Pengelolaan keuangan desa adalah unsur penting bagi desa karena mempunyai tujuan mensejahterakan rakyat dengan memaksimalkan pencarian sumber pendapatan sebagai modal atau dana di dalam perencanaan anggaran pendapatan dan belanja desa. Selama tahun 2013 total anggaran pendapatan seluruh desa yang ada sebesar 4,99 milyar rupiah yang keseluruhannya habis digunakan untuk belanja langsung maupun tidak langsung. Sebagai salah satu sumber pendapatan desa, pajak berfungsi untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Jumlah pemasukan pajak bumi dan bangunan di Kecamatan Sawoo pada tahun 2013 mencapai Rp. 599.396.772,- dengan kontribusi terbesar berasal dari Desa Grogol yaitu Rp. 100.281.276,- Sementara desa dengan kontribusi terendah dalam pemasukan pajak bumi dan bangunan adalah Desa Ketro dengan nilai pemasukan sebesar Rp.19,105,264,- Banyaknya Lembaga Keuangan Tahun 2013 Bank 3 Koperasi 23 Badan Kredit Desa 8 Lembaga keuangan yang beroperasi di Kecamatan Sawoo meliputi 3 bank, 23 koperasi dan 8 Badan Kredit Desa. Bank yang membuka unit di Kecamatan Sawoo berlokasi di Desa Sawoo. Sumber : Kantor Camat Sawoo Statistik Daerah Kecamatan Sawoo 2014 13
D A T A MENCERDASKAN BANGSA Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo Jl. Letjend. Suprapto No. 14 Ponorogo Telp/Fax : 0352-481026 E-mail : bps3502@mailhost.bps.go.id