BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Struktur penelitian ini berhubungan dengan ekologi-arsitektur yaitu hubungan interaksi ekosistem mangrove dengan permukiman pesisir Desa Tanjung Pasir (Kampung Garapan). Studi penelitian lebih terfokus kepada permukiman pesisir yang mempunyai interaksi dengan ekosistem mangrove, maka dalam mengumpulkan data harus dilakukan observasi ke tapak secara langsung. Pendekatan metode penelitian yang dipergunakan adalah secara kuantitatif, yaitu metode yang lebih mengarah pada kajian pengukuran secara obyektif terhadap lingkup eksisting. Dengan metode kuantitatif, maka penelitian ini diharapkan akan lebih akurat. Dalam penelitian ini jenis data yang didapat berupa tabel dan diagram yang merupakan perbandingan variabel-variabel tertentu. Variabel penelitian adalah atribut/ sifat/ nilai/ obyek/ kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Keterkaitan macam-macam variabel terhadap lingkup permasalahan perkampungan pesisir Desa Tanjung Pasir: a. Variabel independen (variabel bebas, stimulus, predictor, antecedent). Variabel bebas: variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (variabel terikat). Yang 79
80 menjadi variabel bebas pada lingkup permasalahan ini ialah penduduk permukiman pesisir Desa Tanjung Pasir. b. Variabel dependen (variabel terikat, output, kriteria, konsekuen). Variabel terikat: variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam SEM disebut variabel indogen. Yang menjadi variabel terikat pada lingkup permasalahan ini ialah keadaan permukiman pesisir Desa Tanjung Pasir. c. Variabel Moderator (variabel independen ke-2) Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Yang menjadi variabel moderator pada lingkup permasalahan ini ialah ekosistem mangrove pesisir Desa Tanjung Pasir. 3.2 Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan melakukan 1. Obeservasi langsung terhadap lingkup eksisting permukiman pesisir, 2. Studi literatur dengan mengambil data-data berdasarkan referensi yang berkaitan dengan proyek yang akan dirancang dan 3. Interview dengan mengadakan tanya jawab atau konsultasi langsung dengan warga sekitar lokasi proyek. Hal yang dilakukan dalam studi literatur: - Mencari referensi mengenai penanganan permukiman kumuh. - Mencari referensi mengenai penanganan rob atau abrasi terhadap pemukiman pesisir. - Mencari referensi mengenai ekologi ekosistem mangrove.
81 3.3 Tahap-Tahap Penelitian a. Tahap Persiapan Pada proses ini akan dilakukan pengumpulan semua data-data yang terkait dengan proyek, topik dan tema. b. Tahap Penelitian - Menganalisa data terkait keadaan eksisting permukiman pesisir Desa Tanjung Pasir, data pemukiman kumuh dan data rob atau abrasi. - Menentukan peremajaan yang cocok untuk Desa Tanjung Pasir. - Menganalisa permukiman pesisir Desa Tanjung Pasir berdasarkan 4 (empat) aspek yang digunakan standard analisa pada perancangan arsitektur, yaitu aspek lingkungan, aspek manusia, aspek bangunan dan aspek ekologi. Objek Penelitian: (Data Tapak) Lokasi Tapak : Kampung Garapan Luas lahan : 56500 KDB : 60% : 60% x 56500 = 34000 m² KLB : 2 x 56500 = 113000 m² Ketinggian maks. : 113000 : 34000 = 3 Lapis Batas area lahan : Utara Selatan Barat Timur Peruntukan lahan : Laut Jawa : Desa Tegal Angus : Desa Tanjung Burung : Desa Muara : Permukiman pesisir
82 Lingkup observasi yang peneliti lakukan terhadap Desa Tanjung Pasir: - Menganalisa keinginan warga akan sebuah permukiman yang lebih tertata dan bisa menyelesaikan dampak masalah rob atau abrasi untuk mendapatkan desain yang tepat sasaran. - Menganalisa keadaan eksisting Desa Tanjung Pasir dengan menggunakan penggabungan teori Amos Rapoport 1977 (Human Aspects of Urban Form: Towards a Man-Environment Approach to Urban Form and Design) dengan teori Roger Trancik 1986 (Finding Lost Space: Theories of Urban Design), mana kajian yang sudah diuraikan pada Kaitan Teori Dengan Pemecahan Masalah (pembahasan 2.4). c. Tahap Penyajian Analisa Hasil dalam penelitian akan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar zoning tapak, gubahan massa bangunan dan sirkulasi dalam tapak (pola hijau, pola penyebaran fasilitas, pola jalan, dsb). 3.4 Teknik Analisis Data Tahap selanjutnya yaitu tahap analisa data. Setelah dilakukan pengumpulan data, maka data tersebut dianalisa untuk mendapatkan kesimpulan. Dalam menganalisa data, digunakan metode observasi untuk mengamati 4 (empat) aspek yang ditekankan dalam analisa (aspek lingkungan, manusia, bangunan dan ekologi). Untuk memastikan keakuratan suatu data, peneliti juga menggunakan metode wawancara untuk mendapatkan data agar lebih spesisfik mengenai keadaan Desa Tanjung Pasir, perubahan-perubahanya, persetujuan warga akan peremajaan tempat tinggalnya dan mengetahui kebutuhan ruang apa saja yang perlu disediakan
83 nantinya. Hasil studi analisis ini kemudian akan menghasilkan sebuah skematik desain. Berikut data-data yang berhasil dirangkum oleh peneliti berdasarkan eksisting wilayah tapak pada permukiman Kampung Garapan dan disajikan dalam bentuk tabel: Tabel 3.1Data-data berdasarkan eksisting wilayah tapak NO SASARAN KEGUNAAN DATA YANG DIBUTUHKAN HASIL DARI DATA YANG DIBUTUHKAN VARIABEL DATA JENIS DATA SUMBER 1. fisik Untuk mengetahui lingkupan fisik dipermukiman Desa Tanjung Pasir, acuan dalam menganalisa aspek lingkungan dan bangunan landasan untuk bab IV A Aspek lingkungan: (1) infrastruktur, (2) jumlah penduduk, (3) kepemilikan lahan, (4) tanah & jenis mangrove (5) pencapaian ke tapak, (6) orientasi tapak, (7) lebar jalan & arus lalu lintas, (8) tata ruang luar, (9) zoning tapak & (10) sirkulasi dalam tapak. B Aspek bangunan: (1) bentuk dasar masa bangunan, (2) pola masa bangunan, (3) skyline, (4) struktur & (5) utilitas. A Aspek lingkungan: (1) jalan (perkerasan dan non perkerasan), jembatan, dermaga kelas nelayan tok-tok, madrasah/tpa, ruang terbuka multi fungsi. (2) 390 kk. (3) 70% legal & 30% ilegal. (4) pesisir berlumpur & ekosistem mangrove didominasi jenis Rhizopora dibudidayakan. (5) melalui Jalan Tanjung Pasir Raya. (6) tidak mempunyai arah yang jelas. (7) 8m dan 2 arah sampai muka permukiman. (8) tidak ada konsep penataan. (9) tidak ada konsep penzoningan dan (10) pola sirkulasi yang jelas. B Aspek bangunan: (1) cenderung berbentuk persegi dengan elemen tunggal. (2) pola teratur dengan dominan bentuk persegi. (3) 70% 1 lantai % 30% 2 lantai. (4) sebagian besar menggunakan pondasi batu kali. (5) saluran MCK cenderung langsung membuang ke aliran kali muara. A fisik analisa lingkungan B fisik analisa bangunan A Primer B Primer Observasi, wawancara dan mendatangi kantor lingkup Kabupaten Tangerang
84 NO SASARAN KEGUNAAN DATA YANG DIBUTUHKAN HASIL DARI DATA YANG DIBUTUHKAN VARIABEL DATA JENIS DATA SUMBER 2. non fisik Untuk mengetahui lingkupan non fisik dipermukiman Desa Tanjung Pasir, acuan dalam menganalisa aspek manusia landasan untuk bab IV Aspek manusia: (1) status sosial, (2) mata pencaharian, (3) income, (4) etnis/suku & (5) agama. Aspek manusia: (1) golongan ekonomi lemah & rata-rata tidak sampai tamat sekolah menengah atas. (2) nelayan, wiraswasta, usaha pengolahan ikan, pengelolaan & penyewaan kapal, perdagangan lingkup hasil laut serta penjualan perlengkapan penangkap ikan. (3) pendapatan per-rumah tangga antara 30.000 sampai 150.000 per-hari atau 1.500.000 perbulan. (4) sebagian besar asli keturunan kampung pantura Tangerang. (5) 100% WNI & mayoritas beragama Islam. non fisik analisa manusia Primer Observasi, wawancara dan studi literatur 3. Tipologi rumah Untuk mengetahui lingkupan fisik (karakteristik) dipermukiman Desa Tanjung Pasir, acuan dalam menganalisa aspek kontekstual, budaya, modernisasi untuk landasan bab IV Karakteristik: (1) bentuk denah, (2) jenis rumah, (3) material pembentuk & (4) arah budaya. Karakteristik: (1) sebagian besar mengacu pada standarisasi rumah tinggal, karena masih terintegrasi dengan pusat perkotaan dan pusat pelayanan kawasan sekitar wilayah kabupaten. (2) 70% semi modern & 30% semi gubuk. (3) perkerasan pada bangunan semi modern & kayu pada bangunan semi gubuk. (4) campuran atau tidak kontekstual. karakteristik analisa kontekstual, budaya dan modernisasi Primer Observasi Sumber: Hasil Olahan Peneliti
85 Hasil studi dokumentasi peneliti melingkupi maping seti setiap sudut area selama penelitian: 1 2 3 4 10 5 9 6 8 7 KAMPUNG GARAPAN SEBAGAI FOKUS AREA PENELITIAN Analisa dan asumsi jawaban dari hasil studi penelitian: 1. Mushollaa kelas desa ( bangunan sangat perlu diremajakan) 2. Jalan sekitar dermaga ( jalan sangat perlu diremajakan karena kar tidak ada unsur perkerasan sehingga menimbulkan masalah san sanitasi) 3. Kondisi dermaga ( dermaga sangat perlu diremajakan dan juga terjadi pendangkalan pada muara sehingga nelayan susah melaut) 4. Kondisi permukiman yang sangat penuh sampah sehabis diterjang rob (sangat perlu penanganan serius terkait perancangan) peran 5. Pembukaan lahan tambak makin merajalela (sangat perlu adanya pola penataan permukiman yang baik)
86 6. Kondisi sekitar permukiman warga (sangat perlu penataan ruang luar) 7. Kondisi hunian warga yang sangat perlu diremajakan dari segi kosep hunian. 8. Kondisi aliran kali muara yang sudah multifungsi MCK. 9. Area program rantai emas tumbuhan estuaries, mencakup tumbuhan mangrove jenis rhizopora pada lahan tidal wetland. 10. Bangunan tempat pendaratan ikan nelayan Kampung Garapan (sangat perlu dikembangkan menjadi Tempat Pelelangan Ikan agar dapat lebih meningkatkan perekonomian warganya)
87 3.5 Bagan Alur Penelitian TOPIK REDEVELOPMENT SUSTAINABLE DEVELOPMENT HUNIAN PESISIR TEMA SUSTAINABLE ECOLOGY JUDUL: PERMUKIMAN PESISIR DENGAN PENDEKATAN EKOLOGI BERKELANJUTAN DI TANJUNG PASIR ANALISA LINGKUNGAN MANUSIA BANGUNAN EKOLOGI SKEMATIK DESIGN HASIL DESIGN