Unnes Physics Education Journal

dokumen-dokumen yang mirip
Automotive Science and Education Journal

Unnes Physics Education Journal

PENCAPAIAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL SNOWBALLING PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

Economic Education Analysis Journal

PENGARUH METODE AKTIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR. Info Artikel. Abstrak. , T Subroto, W Sunarto

Journal of Mechanical Engineering Learning

Indonesian Journal of History Education

Journal of Mechanical Engineering Learning

Journal of Mechanical Engineering Learning

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 05 No. 02, Mei 2016, 1-5 ISSN:

Automotive Science and Education Journal

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF LEARNING STARTS WITH A QUESTION (LSQ)

Indonesian Journal of History Education

J. Pijar MIPA, Vol. XI No.2, September 2016: ISSN (Cetak) ISSN (Online)

Journal of Mechanical Engineering Learning

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA

PEMBELAJARAN BUFFER MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN

EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SDN CONDONGCATUR

Fashion and Fashion Education Journal

Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF LEARNING START WITH A QUESTION (LSQ)

Artikel diterima: Oktober 2017; Dipublikasikan: November 2017

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL

Edu Elektrika Journal

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN METODE CERAMAH BERMAKNA MATERI DESAIN GRAFIS SMAN 1 GONDANG TULUNGAGUNG

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN LABORATORIUM TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK SMPN 3 PALAKKA KABUPATEN BONE

Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 15, No. 2, Desember 2015 (59-63)

Journal of Mechanical Engineering Learning

PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING. Info Artikel. Abstrak.

Tabel 4.1 Persentase Ketuntasan Belajar Siswa

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM GERAK.

Unnes Physics Education Journal

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP KOGNITIF SISWA KELAS VII MTs BAHRUL ULUM TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Jurnal Geografi. Media Informasi Pengembangan Ilmu dan Profesi Kegeografian

Unnes Physics Education Journal

PENGARUH MODEL PROJECT-BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI MIA SMA NEGERI 1 KEPANJEN

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA. Abstrak. Abstract. Gallant Alim Purbowo, Mashuri, Putriaji Hendikawati

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 03 No. 02 Tahun 2014, ISSN:

Unnes Physics Education Journal PENERAPAN MODEL DISCOVERY TERBIMBING PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF

PENERAPAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP KARTIKA 1-7 PADANG ARTIKEL OLEH: ZUMRATUN HASANAH

Automotive Science and Education Journal

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBASIS QUESTION STUDENT HAVE DENGAN BANTUAN CHEMO-EDUTAINMENT MEDIA KEY RELATION CHART TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 05 No. 02, Mei 2016, ISSN:

Wika Silvia, Annika Maizeli, Novi

Edu Geography 3 (3) (2015) Edu Geography.

PERBANDINGAN STRATEGI PEMBELAJARAN QUESTIONS STUDENTS HAVE

Kata-kata kunci: minat belajar, hasil belajar aspek kognitif, metode konvensional, media video. Abstract

Economic Education Analysis Journal

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

Unnes Science Education Journal

Journal of Mechanical Engineering Learning

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI JAMUR DI KELAS X SMK NEGERI 1 RAMBAH TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Afif Yuli Candra Prasetya dan Suliyanah Jurusan Fisika, Universitas Negeri Surabaya

Unnes Physics Education Journal

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE LEARNING STARTS WITH A QUESTION (LSQ) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS XI IIS SMAN 16 PADANG Oleh:

Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Bung Hatta

Indonesian Journal of History Education

Fashion and Fashion Education Journal

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DISERTAI MEDIA POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 PARIAMAN ABSTRACT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN PADA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VII SMP NEGERI 32 PADANG ARTIKEL. Oleh : FRESTY YUMERISA

Pengaruh Model Problem Based Learning Menggunakan Simulasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gerak Lurus Kelas VII MTs Bou

PERBANDINGAN METODE INKUIRI TERBIMBING DAN BEBAS TERMODIFIKASI TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR

Inna Sakinah Manik dan Nurdin Bukit Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Unimed

Unnes Physics Education Journal

Unnes Physics Education Journal

Unnes Science Education Journal PENERAPAN MINDSCAPING BERVISI SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY SOCIETY TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI LARUTAN PENYANGGA

Laela Ngasarotur Risfiqi Khotimah Partono Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muhammadiyah Metro

PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN INQUIRI DAN PROBLEM-BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VII SMP N 3 SINGGALANG

ABSTRAK

Unnes Physics Education Journal

Unnes Physics Education Journal

Automotive Science and Education Journal

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY

Heny Wahyuningdyah dan Retno Hasanah Jurusan Fisika, Universitas Negeri Surabaya

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA

Kata Kunci: Pendekatan Saintifik, Hasil Belajar, Alat Optik.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING BERBANTUAN LEMBAR KERJA BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MELALUI PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN 22 PADANG

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DI SMK N 1 PUNDONG

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Guided Note Taking Dalam Pembelajaran Biologi Kelas VIII SMPN 2 Panti Kabupaten Pasaman

Penerapan Strategi Genius Learning Dalam Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Padang ABSTRACT

Unnes Physics Education Journal PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN KOOPERATIF UNTUK MEMBANGUN EMPAT PILAR PEMBELAJARAN SISWA SMP

The Effect Model Problem Based Learning on Learning Outcomes Biology Class X SMAN 1 Palembayan. ABSTRACT

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMAN 2 KOTO XI TARUSAN

Gunung Pati, Semarang. Diterima: 3 Maret Disetujui: 4 April Dipublikasikan: 30 Juli 2016 ABSTRACT

KONTRIBUSI METODE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TRUE OR FALSE TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA SMAN 14 PADANG.

Keywords : Learning Strategy FIRE-UP, Learning Achievement, and Hidrolysis of Salt

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat 2

ARTIKEL Oleh SILVA YUSALIM NPM:

Transkripsi:

UPEJ 4 (3) (2015) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE LEARNING START WITH A QUESTION PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 KENDAL Adhi Tya Restu Nugroho, Sukiswo Supeni Edie Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Gedung D7 Lt. 2, Kampus Sekaran Gunungpati, Semarang 50229 Info Artikel Diterima Oktober 2015 Disetujui Oktober 2015 Dipublikasikan November 2015 Keywords: Student interest, learning result, Learning Start With A Question. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa melalui metode Learning Start With A Question (LSQ). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan one group pretest posttest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, yang kemudian diperoleh kelas XI MIA 2.1 sebagai sampel. Peningkatan hasil belajar kognitif diketahui dari nilai rata-rata pretest dan posttes siswa, sedangkan peningkatan minat diketahui dari skor rata-rata angket yang diberikan sebelum dan setelah. Uji yang digunakan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar siswa adalah uji gain. Analisis uji gain terhadap hasil belajar kognitif siswa diperoleh peningkatan (g) sebesar 0,455 dan minat siswa terjadi peningkatan (g) sebesar 0,24. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa metode Learning Start With A Question dapat digunakan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar fisika. Abstract This study aims increase student interest and student learning outcomes through learning methods Start With A Question (LSQ). This research is an experimental study with one group pretest posttest design. Sampling was done by simple random sampling technique, which then obtained MIA XI 2.1 as a sample. Improved cognitive learning outcomes in mind of the average value of pretest and posttes students, while increasing interest in mind of the average score given questionnaires before and after learning. Test used to determine the increase in interest and student learning outcomes is the gain test. Gain test analysis of the results obtained by an increase in students' cognitive learning (g) of 0.455 and an increase in student interest (g) of 0.24. Based on the analysis it can be concluded that the teaching methods Learning Start With A Question can be used to increase the interest and learning outcomes physics Alamat korespondensi: E-mail: lazpagha10_01@yahoo.com 2015 Universitas Negeri Semarang ISSN 2252-6935

PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses yang sangat menentukan untuk perkembangan individu dan perkembangan masyarakat. Kemajuan suatu masyarakat dapat dilihat dari perkembangan pendidikanya. Tujuan pendidikan nasional dapat tercapai jika guru sebagai pendidik mampu mengembangkan proses sesuai dengan zaman sekarang. Akan tetapi di Indonesia masih didominasi oleh tradisional dengan metode ceramah. Hal ini juga berlaku untuk mata pelajaran fisika. Hasil belajar mata pelajaran fisika yang terukur pada nilai rata-rata ulangan umum masih kurang memuaskan dan membawa keprihatinan para pendidik khususnya guru-guru fisika Minat untuk mempelajari konsep-konsep fisika juga masih rendah. Hasil penelitian Hari (2008) sebagaimana dikutip oleh Samudra et al. (2014:1) menyatakan bahwa fisika adalah mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari dan tidak disukai oleh siswa khususnya siswa SMA. Kondisi fisika yang seperti itu dan kurangnya minat belajar siswa, menyebabkan ketuntasan fisika rendah. Kegiatan yang sesuai saat ini yaitu kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam membangun makna dan gagasan untuk berfikir mandiri serta bersikap ilmiah (Sanjaya, 2005: 109). Pembelajaran yang menarik dan melibatkan peran aktif siswa, dapat meningkatkan minat dan kemampuan belajar siswa sehingga sasaran tercapai. Metode yang tepat diperlukan untuk mendukung hal tersebut. Metode yang digunakan harus mampu menarik minat siswa untuk belajar. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menumbuhkan minat dan keaktifan siswa yaitu metode Learning Start With A Question. Metode Learning Start With A Question adalah suatu strategi aktif dalam bertanya (Zaini et al, 2008: 44). Agar siswa aktif bertanya, maka siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajari yaitu dengan membaca terlebih dahulu. Dengan membaca maka siswa memiliki gambaran tentang materi yang akan dipelajari, sehingga apabila dalam mempelajari materi tersebut terjadi kesalahan konsep akan terlihat dan dapat dibahas serta dibenarkan secara bersama-sama. METODE PENELITIAN Kegiatan penelitian dilakukan di SMAN 1 Kendal pada tanggal 10 sampai dengan 30 November 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Kendal. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, yang kemudian diperoleh kelas XI MIA 2.1 sebagai sampel Penelitian yang dilakukan tergolong sebagai penelitian eksperimental. Menurut Margono (2003: 110) penelitian eksperimental menggunakan suatu percobaan yang dirancang secara khusus 11

guna membangkitkan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest posttest design. Tahap awal penelitian ini yaitu melakukan pengumpulan data yang mendukung penelitian dan observasi terhadap peserta didik. Tahap selanjutnya yaitu menentukan sampel penelitian yang dilanjutkan dengan melakukan uji coba instrumen penelitian sehingga mendapatkan instrumen tes yang valid dan reliabel. Instrumen tes diberikan pada kelas sampel sebelum perlakuan dalam bentuk pre-test dan sesudah perlakuan dalam bentuk post-test. Pre-test bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa sedangkan post-test bertujuan mengetahui hasil belajar kognitif siswa setelah perlakuan. Untuk mengetahui seberapa besar minat siswa digunakan angket. Angket termasuk ke dalam instrumen non tes, yaitu instrumen yang digunakan untuk mengukur berbagai aspek selain hasil belajar. Dalam penelitian ini, minat belajar siswa termasuk dalam penilaian afektif. Menurut Krathwol sebagaimana dikutip oleh Phopam & Baker (2005:31-32) penilaian afektif dibagi dalam lima taraf, yaitu: (i) memperhatikan, (ii) merespon, (iii) menghayati nilai, (iv) mengorganisasikan, dan (v) seperangkat nilai. Taraf-taraf ini yang digunakan sebagai acuan membuat angket untuk mengukur minat siswa. Untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa digunakan instrumen tes. Menurut Bloom sebagaimana dikutip oleh Phopam & Baker (2005: 29-30) penilian kognitif memiliki enam taraf, yaitu: (i) pengetahuan, (ii) pemahaman, (iii) aplikasi, (iv) analisis, (v) sintesis, dan (vi) evaluasi. Taraf-taraf ini yang digunakan sebagai acuan membuat instrumen untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa. Sebelum digunakan sebagai alat untuk mengukur hasil belajar siswa, instrumen tes harus diuji validitas, reabilitas daya pembeda, dan tingkat kesukaran sehingga didapatkan instrumen tes yang valid dan reliabel. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji normalitas untuk mengetahui kenormalan distribusi data variabel terikat, uji t satu pihak untuk mengetahui apakah hipotesis penelitian diterima atau tidak, dan untuk mengetahui signifikansi metode Learning Start With A Question terhadap minat dan hasil belajar siswa menggunakan uji gain. HASIL DAN PEMBAHASAN Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa pada penelitian ini berupa soal pilihan ganda berjumlah 30 soal. Soal ini diberikan kepada siswa sebelum dalam bentuk pretest dan setelah dalam bentuk posttest. Rekapitulasi hasil belajar kognitif siswa sebelum dan setelah diterapkannya metode Learning Start With A Question disajikan pada Tabel 1: 12

Tabel 1. Hasil belajar kognitif siswa Sumber Variasi Nilai rata-rata pretest Mean 45,26 91,20 Varians 72,32 30,77 S 8,50 5,54 N 34,00 34,00 Nilai Maksimum 63,00 100,00 Nilai Minimum 30,00 77,00 Nilai rata-rata posttest Perbandingan nilai rata rata posttest dan pretest siswa dapat dilihat pada Gambar 1: rata-rata nilai pretest siswa rata-rata nilai posttest siswa dan mata pelajaran fisika. Untuk mengukur minat siswa, digunakan instrumen angket. Rekapitulasi minat siswa sebelum dan setelah diterapkannya metode Learning Start With A Question disajikan dalam Tabel 2: 45,26 91,2 Tabel 2. Hasil belajar afektif (minat siswa) pretest posttest Gambar 1. Grafik rata-rata nilai pretest dan posttest siswa Dari Gambar 1 dapat diketahui adanya peningkatan hasil belajar sebelum dan setelah. Peningkatan hasil belajar terlihat dari nilai rata-rata pretest sebesar 45,26 menjadi rata-rata nilai posttest sebesar 91,2. Berdasarkan analisis uji gain didapatkan peningkatan hasil belajar kognitif sebesar 0,455 dengan kategori peningkatan sedang. Analisis hipotesis (uji-t satu pihak) menunjukkan bahwa thitung > ttabel, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil belajar afektif siswa dalam penelitian ini adalah minat siswa terhadap 13 Sumber Variasi Sebelum Mean (skor) 34,44 49,38 Mean (%) 57,40 82,30 N 34,00 34,00 Nilai Maksimum 49,00 60,00 Nilai Minimum 20,00 37,00 Setelah Dalam sebuah angket ada 15 buah soal yang tiap soal memiliki 4 indikator. Masing masing soal memiliki skor antara 1 sampai dengan 4. Untuk pilihan sangat setuju (SS) nilainya 4, setuju (S) nilainya 3, tidak setuju (TS), nilainya 2, dan sangat tidak setuju (STS) nilainya 1. Skor tertinggi adalah 4 x 15 = 60 dan skor terendah adalah 1 x 15 =15.

Perbandingan skor rata rata minat siswa sebelum dan setelah dapat dilihat pada Gambar 2: skor rata-rata minat siswa sebelum skor rata-rata minat siswa setelah 34,44 sebelum 49,38 setelah Gambar 2. Grafik skor rata-rata minat siswa sebelum dan setelah. Dari Gambar 2 dapat diketahui adanya peningkatan minat siswa sebelum dan setelah. Peningkatan terlihat dari skor rata-rata minat siswa sebelum sebesar 34,44 menjadi skor rata-rata setelah sebesar 49,38. Berdasarkan analisis uji gain didapatkan peningkatan minat siswa sebesar 0,24 dengan kategori peningkatan rendah. Analisis hipotesis (uji-t satu pihak) menunjukkan bahwa thitung > ttabel, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian dapat diketahui bahwa metode Learning Start With A Question dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Hal ini juga didukung oleh Zaini et al. (2008: 44) yang menyatakan bahwa metode Learning Start With A Question dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu mata pelajaran. Belajar juga akan lebih efektif jika siswa aktif dan terus bertanya daripada hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru. Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari Saputri (2011) yang berjudul Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Learning Starts With A Question pada Siswa Kelas VII SMPN 2 Tegowanu Tahun Ajaran 2010/2011. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sains melalui metode Learning Starts With A Question efektif meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Pengetahuan yang diperoleh siswa melalui metode Learning Start With A Question memberikan pengalaman baru terhadap proses belajar siswa. Siswa dapat memahami apa yang dipelajarinya, bukan hanya sekadar tahu atau hafal rumus-rumus di buku. Melalui aktif di mata pelajaran fisika, siswa mendapatkan pengetahuan yang bermakna dan sulit untuk dilupakan. Dalam metode ini siswa dituntut untuk aktif dalam. Aktif dalam bertanya, menjawab, berdiskusi, menyampaikan pendapat dan bekerja sama. Guru lebih berperan sebagai fasilitator dan pembimbing. Dari data hasil analisis diketahui bahwa penerapan metode Learning Start With A Question pada penelitian ini menunjukkan peningkatan hasil belajar kognitif. Salah satu penyebab meningkatnya hasil belajar siswa adalah adanya pengarahan dari guru kepada siswa agar mempelajari materi sebelum dimulai. Hal ini bertujuan agar siswa memperoleh pengetahuan awal sehingga ketika dimulai, siswa sudah siap menerima ilmu baru. Berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian dapat diketahui bahwa metode Learning Start With A Question 14

dapat meningkatkan minat siswa. Hasil penelitian ini mendukung penelitian dari Riswani & Widayati (2012) yang berjudul Model Active Learning dengan Teknik Learning Start With A Question dalam Peningkatan Keaktifan Peserta Didik pada Pembelajaran Akuntansi Kelas XI Ilmu Sosial 1 SMA Negeri 7 Yogyakarta Tahun Ajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil penelitian diketahu penerapan model Active Learning dengan teknik Learning Starts with A Question dapat meningkatkan minat dan keaktifan peserta didik kelas XI IS 1 SMA Negeri 7 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012. Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian dari Kusuma & Parta (2013) yang berjudul Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Pembelajaran dengan Strategi Learning Start With A Question pada Materi Segitiga dan Segiempat untuk Siswa kelas VII-H SMPN 1 Blitar. FMIPA Universitas Negeri Malang: 7-8.. Berdasarkan hasil penelitian diketahu bahwa melalui strategi Learning Start With A Question (LSQ) guru dapat meningkatkan minat dan keaktifan siswa kelas VII-H SMPN 1 Blitar. Pembelajaran dengan metode Learning Start With A Question dibuat dengan desain yang menarik agar siswa senang dan bersemangat dalam proses. Dengan yang menarik, siswa akan bersungguh-sungguh dalam belajar. Pembelajaran yang aktif dan menarik akan membangkitkan minat anak dalam belajar. Pembelajaran tidak hanya sebatas guru menjelaskan materi yang ada di buku, tetapi guru mengajak semua siswa untuk ikut berpartisipasi dalam. Guru menjelaskan dengan berbagai demonstrasi sederhana, membuat siswa belajar berkelompok, mengajak siswa melakukan berbagai praktikum, serta memberikan apresiasi kepada siswa yang menjawab, bertanya, maupun mengemukakan pendapat. KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa metode Learning Start With A Question dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan afektif berupa minat pada siswa kelas XI SMAN 1 Kendal tahun ajaran 2014/2015. Peningkatan hasil belajar kognitif terlihat dari peningkatan nilai ratarata posttes dibandingkan nilai rata-rata pretest siswa dengan faktor gain (g) sebesar 0,455 dan termasuk dalam kategori sedang. Peningkatan minat siswa terlihat dari peningkatan skor rata-rata angket siswa sebelum dan sesudah dengan faktor gain (g) sebesar 0,24 yang termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis menyampaikan saran sebagai berikut: Bagi peneliti yang ingin melaksanakan metode Learning Start With A Question sebaiknya siswa dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan yang heterogen (secara nilai atau jenis kelamin) agar setiap kelompok dapat berpartisipasi secara aktif dalam. Guru sebaiknya selalu menekankan kepada siswa untuk mempelajari materi terlebih dahulu agar siswa dapat aktif ketika berlangsung. Bagi guru dan calon guru, metode Learning Start With A Question dapat 15

dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam untuk meningkatkan aktifitas siswa. Diharapkan ada penelitian lebih lanjut tentang dengan metode Learning Start With A Question agar dapat membantu tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ada beberapa keterbatasan dalam peneltian ini, antara lain: Penelitian ini hanya meneliti peningkatan hasil belajar siswa dalam ranah kognitif dan afektif (minat siswa), tanpa meneliti peningkatan hasil belajar siswa dalam ranah psikomotorik. Angket minat siswa dalam penelitian ini adalah angket positif sehingga dimungkinkan ada kecenderungan responden untuk menjawab jawaban positif tanpa memperhatikan indikator sikap. Penelitian dilakukan terbatas pada satu tempat dalam waktu yang relatif singkat sehingga jika penelitian ini dilaksanakan di tempat lain dimungkinkan mendapat hasil yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA Kusuma, D.L. & I.N. Parta. 2013. Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Pembelajaran dengan Strategi Learning Start With A Question pada Materi Segitiga dan Segiempat untuk Siswa kelas VII-H SMPN 1 Blitar. FMIPA Universitas Negeri Malang: 7-8. Tersedia di http://jurnalonline.um.ac.id/data/artikel/artikelbf44 977EFB0B3B000F565225136BCA31.pdf [diakses 18-11-2014]. Margono, S. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Phopam, W.J. & E.L. Baker. 2005. Teknik Mengajar Secara Sistematis. Jakarta: Rineka Cipta. Riswani, E.F. & A. Widayati. 2012. Model Active Learning dengan Teknik Learning Start With A Question dalam Peningkatan Keaktifan Peserta Didik pada Pembelajaran Akuntansi Kelas XI Ilmu Sosial 1SMA Negeri 7 Yogyakarta Tahun Ajaran 2011/2012. Jurnal Pendidikan Akuntasi Indonesia, 10(2): 18-19. Tersedia di http://journal.uny.ac.id/index.php/jpaku n/article/view/910 [diakses 18-11- 2014]. Samudra, G.B. et al. 2014. Permasalahanpermasalahan yang Dihadapi Siswa SMA di Kota Singaraja dalam Mempelajari Fisika. e-journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 4(1): 1-2. Tersedia di http://pasca.undiksha.ac.id/ejournal/index.php/jurnal_ipa/article/vie w/1093 [diakses 10-12-2014]. Sanjaya, W. 2005. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Saputri, G. E. 2011. Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Learning Starts With A Question pada Siswa Kelas VII SMPN 2 Tegowanu Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang. Zaini, H. et al. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani. 16