Konsep Dasar Basis Data

dokumen-dokumen yang mirip
Model Data Dalam SBD

Kontrak Kuliah. Entity Relationship Diagram Bagian 2. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Konsep Dasar Basis Data

E-R Model (Model Keterhubungan Entitas)

Sistem Basis Data. Referensi:

Kontrak Kuliah. Entity Relationship Diagram Bagian 1. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

E-R Model (Model Keterhubungan Entitas)

Pertemuan 11. Donny Yulianto, S.Kom

NIM Nama... Kode_kul Nama_kul SKS Andi... A01 Pancasila Rudi... A03 Internet I Susi... A02 Network I 2

Hanif Fakhrurroja, MT

Model Data HANI IRMAYANTI, M.KOM

Entity Relationship Diagram. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Wa:

BAB IV Normalisasi Data

BAB II SISTEM BASIS DATA

Desain Sistem Basis Data. 1. Struktur Basis Data 2. Normalisasi Data 3. ERD (entity relationship diagram)

Desain Data Base. Proses Desain Data Base

PERANCANGAN BASIS DATA. Alif Finandhita, S.Kom

SISTEM BASIS DATA 3 SKS

Entity Relationship Model

Implementasi Basis Data

Materi 2 PERANCANGAN BASIS DATA (PBD) 3 SKS Semester 5 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya

BAB III LANDASAN TEORI. organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi,

SISTEM BASIS DATA II S A N T I W I D I A N T I

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

MEMAHAMI KONSEP DATABASE. Oleh : Yuhefizar, S.Kom

PERANCANGAN BASIS DATA

BAB III 3. LANDASAN TEORI. manajemen dan individu lain terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal

PERTEMUAN 2 DBMS & PERANCANGAN BASIS DATA

BAB III LANDASAN TEORI. Jasa akan selalu melekat pada sumbernya atau pada penjualnya. Dengan

Pengenalan Basis Data

-DATABASE (BASIS DATA)- Nama : Novriansyah Kelas : 2.DB.10 NPM : Dosen : Leli Safitri

Database. Pertemuan ke-1

Pertemuan Sistem Informasi SI adalah suatu suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan

Lessons. 1. Definisi Basis Data. 2. Sistem Basis Data. 3. Komponen Sistem Basis Data. 4. Abstraksi Data. 5. Bahasa Basis Data

BAB V. dimengerti, mudah dipelihara, mudah memprosesnya, dan mudah untuk dikembangkan sesuai kebutuhan baru

PENDAHULUAN. Alif Finandhita, S.Kom

ENTITY RELATIONAL MODEL. Dr.Budi Setiyono, MT

Sistem Basis Data ( )

BASIS DATA MODEL RELASIONAL

SISTEM BASIS DATA. Pendahuluan. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom.,M.Kom

SISTEM BASIS DATA (Lanjutan) :

BAB II LANDASAN TEORI

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

6 PENGANTAR MANAJEMEN DATA

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

markas / tempat berkumpul / tempat bersarang / gudang

Konsep Basis Data (Lanjut)

Pemrosesan data sebelum adanya basis data Perancangan sistemnya masih didasarkan pada kebutuhan individu pemakai, bukan kebutuhan sejumlah pemakai

Definisi Basis Data (1)

Adri Priadana. ilkomadri.com

BASIS DATA BASIS DATA. Definisi Basis Data (1)

Basis Data. Bab 1. Sistem File dan Basis Data. Sistem Basis Data : Perancangan, Implementasi dan Manajemen

MAKALAH PERANCANGAN BASIS DATA MODEL DATA. Disusun oleh: Ainun Aisyiyah Iman Safuad Ismi Fadhilah

Abstraksi Data (Arsitektur DBMS)

Pemodelan Data (1) Week 2

Basis Data Modul Teori

Model Relational. S# Nama Status Kota S1 Hanato 20 Bandung S2 Andi 10 Jakarta S3 Shy 25 Surabaya S4 Tina 20 Medan

KODE MK : ST 126 UT3. Pemodelan Data. Agus Romadhona

Pemodelan Data- Entity Relational Diagram

Model Data: Model data merupakan kumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan data, semantik (makna) data dan batasan data Jenis

DUKUNGAN DATABASE DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI

MUHAMMAD ZEN S. HADI, ST. MSC.

Pertemuan 3 dan 4 : MODEL DATA RELASIONAL

Entity Relationship Model

Pertemuan 9. By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs.

PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti

PENDAHULUAN. Alif Finandhita, S.Kom

INTERNET PROGRAMMING DATABASE

representasi dari fakta dunia yang mewakili suatu obyek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya

SISTEM BASIS DATA TUJUAN PEMBELAJARAN

Basis Data Adalah.. Kumpulan file/table/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis

KONSEP SISTEM INFORMASI B BAB 1 PENGANTAR BASIS DATA

Sistem Basis Data BAB 8 MODEL DATA DAN ENTITY RELATIONSHIP MODEL. Komponen model data dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) bagian yang meliputi:

5/23/2009. Definisi Sistem Basis Data Komponen SBD Abstraksi Data Database Language

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PENGANTAR BASIS DATA

SISTEM BASIS DATA (PENDAHULUAN) Alif Finandhita,S.Kom, M.T.

BAB II Sistem Basis Data

DASAR BASIS DATA BASIS_DATA XI-RPL

PENGANTAR BASIS DATA

PENGANTAR DATA BASE. DATA adalah fakta mengenai objek yang dinyatakan

KONSEP BASIS DATA. Basis Data I Dian Dharmayanti

BAB III LANDASAN TEORI

MODEL DATA RELASIONAL

ER-DIAGRAM (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM)

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

PERTEMUAN 1. Pengantar Basis Data

Basis Data 1 Sistem Basis Data

Relational Database & Pemodelan Data [Review]

SISTEM BASIS DATA 1. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

SISTEM BASIS DATA 1. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

PEMODELAN DATA DAN PROSES PENGEMBANGAN DATABASE. Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. SiBaDa Sesi 4

Model Relasional Basis Data

BAB III Basis Data Relasional

SISTEM BASIS DATA. Pendahuluan. Gentisya Tri Mardiani, M.Kom

BAB III LANDASAN TEORI

IMPLEMENTASI BASIS DATA. By : I Ngh Putu Mardika, S.Pd

Abstrak BAB I PENDAHULUAN

Model Data. Universitas Darwan Ali Kalimantan Tengah. Author : Minarni, S.Kom.,MM

Transkripsi:

Chou : Konsep Dasar Basis Data Basis data adalah kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasi kedalam tata cara yang khusus C.J. Date : Basis data adalah tempat untuk sekumpulan berkas data terkomputerisasi Kesimpulan : Basis data tidak hanya sekedar sekumpulan berkas (tabel) yang saling berhubungan, tetapi mencakup hal lain seperti hub. Antar tabel, view dan bahkan kode (prosedur tersimpan) 1

Konsep Dasar Basis Data Evolusi Teknologi Basis Data : 1960s : Sistem Pemrosesan Berkas, DBMS dan Layanan Inf. Online berbasis teks 1970s : Penerapan sist. Pakar pada sist. Pendukung Keputusan dan basis data berorientasi object 1980s : Sistem hypertext yg memungkinkan melihat basis data secara acak berdasarkan suatu kunci 1990s : Sistem basis data cerdas dan sistem basis data multimedia 2

Konsep Dasar Basis Data Sistem Pemrosesan Berkas (File Processing System) : sekelompok rekaman disimpan pada sejumlah berkas secara terpisah Prog. Aplikasi Personalia Berkas personalia Prog. Aplikasi Pelatihan Berkas pelatihan 3

Konsep Dasar Basis Data Sistem Pemrosesan Berkas (File Processing System) : Kelemahan (disadvantages) : Data Redundancy and Inconsistency Difficulty in Accessing Data Data Isolation Integrity Problems Security Problems Atomicity Problems 4

Konsep Dasar Basis Data Pendekatan Basis Data : DBMS Basis Data Data tersimpan secara terpusat berbagai User dapat mengakses data menggunakan DBMS 5

Konsep Dasar Basis Data Keuntungan Pemakaian Sistem Basis Data: Terkontrolnya kerangkapan data Konsistensi data Data dapat dipakai bersama Memudahkan standarisasi Keamanan data terjamin Terpeliharanya integritas data Data independence : Organisasi database dapat diubah tanpa mengganggu prog. Aplikasi Memudahkan pengembangan program aplikasi Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat, demi keamanan dan integritas data 6

Sistem Basis Data Sistem : Sebuah tatanan yang terdiri dari sejumlah Komponen fungsional yang SALING berhubungan untuk memenuhi suatu tujuan tertentu. Sistem Basis Data : Merupakan sistem yang terdiri atas basis data dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa user mengakses dan memanipulasi data tersebut. 7

Sistem Basis Data Komponen Sistem Basis Data : Hardware Operating System Basis Data DBMS Pemakai / User/brainware Software lain Basis Data File1 File3 file2 File4 user 8

Sistem Basis Data DBMS ( Data Base Management System) : Adalah suatu program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memanipulasi dan memperoleh data / informasi secara praktis dan efisien Contoh Produk DBMS : Oracle (Oracle Corp.) Informix Sybase Dbase MS Sql, My SQl Ingres (ASK Group Inc.) 9

Sistem Basis Data Pemakai / User : Programmer Aplikasi Cara berinteraksi dengan basis data melalui program yang ditulis User Mahir (Casual User) Cara berinteraksi dengan basis data melalui query yang telah disediakan oleh DBMS User Umum (End User/Naïve User) Cara berinteraksi dengan basis data melalui pemanggilan program aplikasi (executable program) User Khusus (Specialized User) User yang dapat mengakses Basis data tanpa / dengan dbms, misalnya untuk keperluan Artificial Intelligence, Expert System dll 10

Sistem Basis Data Abstraksi Data : View1 View2 View3 Merupakan tingkatan dalam bagaimana melihat data dalam Sistem Basis Data Level Penampakan : user yang menikmati sebagian dari Basis Data konseptual Fisik Menggambarkan data apa yg sebenarnya (secara fungsional) disimpan dlm Basis Data dan hubungannya dg data lain Bagaimana sesungguhnya suatu data disimpan 11

Sistem Basis Data Bahasa Basis Data : Bagian Basis Data : Merupakan cara berinteraksi pemakai dg basis data yang sesuai dengan aturan ditetapkan oleh pembuat DBMS Data Definition Language (DDL) Bahasa yg digunakan untuk menggambarkan basis data secara keseluruhan, Operasi yang dapat dijalankan adalah membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur. Hasil kompilasi dari DDL ini adalah Kamus Data (Data Dictionary) Data Manipulation Language (DML) Bahasa untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data, seperti : penyisipan, penghapusan,update dan menampilkan (query). 12

Sistem Basis Data Struktur Sistem Keseluruhan : Naïve user Programmer casual DBA Program Aplikasi System Call Query Skema Basis Data DML Precompiler Query Processor DDL Compiler Exe Program Database Manager DBMS File Manager File Data Disk Kamus Data 13

Sistem Basis Data Keterangan : File manager : mengelola alokasi ruang dalam disk dan struktur data dalam disk Database manager : menyediakan interface antara low level Dengan prog. Aplikasi dan query Query processor : menterjemahkan perintah dlm query Language ke perintah low level yang dimengerti oleh Database manager DML precompiler : mengkonversi perintah DML yang ada Di prog. Aplikasi ke pemanggilan prosedur normal dlm Bahasa induk DDL compiler : mengkonversi perintah-perintah DDL Kedalam sekumpulan tabel yang mengandung metadata. Tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data 14

Model Data dalam SBD Model Data : Adalah kumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan Data, hubungan antar data, semantik dan batasan data. Model data biasanya digunakan untuk perancangan basis data, yang disebabkan karena kelangkaan data / fakta yang dimiliki Henry F. Korth : Ada 2 kelompok model data, yaitu : Model data berbasis object Model data berbasis record 15

Model Data Dalam SBD Secara umum : E-R Model Object Based Semantic Model O O Model Data Model Functional Model Relational Model Record Based Hierarchycal Model Network Model 16

Model Data Entity Relationship E-R model : Model yang menjelaskan hub antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real word terdiri dari obyekobyek dasar yang mempunyai relasi antara obyek-obyek tersebut Simbil-simbol : entitas Relasi / hubungan atribut Garis hubung 17

Model Data Entity Relationship Contoh : Nama_dos kode-_kuliah Dosen 1 Mengajar N Mata Kuliah Nama_dos Alamat_dos tempat waktu SKS Kode_kuliah Nm_kuliah 18

Model Data Relasional Disebut juga : Model Relasional atau Basis Data Relasional (ditemukan oleh : E.F. Codd) Menunjukan suatu cara yang digunakan untuk mengelola data secara fisik dalam memori sekunder dan bagaimana bentuk relasi dari keseluruhan data dalam sistem yang sedang ditinjau Kelebihan : Dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan pengelolaan basis data yg ada di dunia nyata (real word) Pencarian data dari suatu tabel atau banyak tabel apat dilakukan dengan cepat Merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah untuk dipahami 19

Model Data Relasional Basis Data akan disebar / dipilah ke dalam tabel dua dimensi Contoh : Kolom / Field / Atribut Tabel / relasi Baris / kardinalitas NIM Nama Alamat Tgl Lahir Mahasiswa 980001 Ali Akbar Jl. Merdeka No. 10 Jakarta 40121 2 Jan 1979 980002 Budi Haryanto Jl. Gajah Mada No. 2 Jakarta 6 Okt 1978 980003 Imam Faisal Komp. Griya Asri D-2 Depok 40151 13 Mei 1978 980004 Indah Susanti Jl. Adil No. 123 Bogor 21 Juni 1979 Record / tuple Item data 20

Model Data Relasional Istilah-istilah: RDMS (relational Database Management System) adalah DBMS yang bermodelkan relasional Kardinalitas adalah jumlah tupel suatu relasi (tabel) Derajad / degree / arity adalah jumlah atribut suatu relasi Domain adalah Himpunan / batasan nilai yang berlaku bagi suatu atribut misalnya : Domain atribut nilai adalah A, B, C, D, dan E Domain tidak sama dengan tipe data suatu atribut Istilah relasi biasanya untuk membicarakan struktur logis sedangkan istilah tabel biasanya untuk basis data fisik 21

Semesta data di dunia nyata ditansformasikan ke dalam sebuah diagram dengan memanfaatkan perangkat konseptual disebut dengan ERD (Entity Relationship Diagram). Simbol / Notasi E-R Diagram : Strong Entity Identifying Relationship Attribute Weak Entity Associative Entity Relationship Link Multivalued Attribute Derived Attribute 22

Entity (Entitas) Merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lainnya (individu : manusia, tempat, obyek, kejadian, konsep). Biasanya berhub. Dg baris dlm sebuah tabel). Entity Sets (Himpunan Entitas) : Sekelompok entitas yang sejenis dan berada dalam lingkup yang sama Contoh : Himpunan Entitas : Pelanggan Entitas : Budiman, Suherman dll Himpunan Entitas : Mobil Entitas : Mobil Suzuki, Mobil Honda dll Himpunan Entitas : Mahasiswa Entitas : Ali, Budi, Iman dll 23

Contoh : NIM Nama Alamat Tgl Lahir Mahasiswa 980001 Ali Akbar Jl. Merdeka No. 10 Jakarta 40121 2 Jan 1979 980002 Budi Haryanto Jl. Gajah Mada No. 2 Jakarta 6 Okt 1978 980003 Imam Faisal Komp. Griya Asri D-2 Depok 40151 13 Mei 1978 980004 Indah Susanti Jl. Adil No. 123 Bogor 21 Juni 1979 Entitas 1 Entitas 1 Entitas 1 Entitas 1 Himpunan Entitas 24

Atribut (attribute / Properties) Merupakan karakteristik dari sebuah entitas (biasanya berhubungan dengan field dalam sebuah tabel). Penentuan atribut bagi suatu entitas didasarkan pada relevansinya terhadap entitas tersebut. Atribut Kunci / Identifikasi : Merupakan atribut pengidentifikasi entitas yang paling unik untuk semua entitas dalam himpunan entitas Contoh : Atribut NIM pada Himp. Entitas mahasiswa Atribut Deskriptif : Merupakan atribut lain selain atribut kunci yang befungsi sebagai penjelasan terhadap entitas dalam himpunan entitas Contoh : Atribut nama, alamat, tgl_lahir pada Himp. Entitas MHS 25

Ada tiga macam kunci : Superkey Adalah satu / lebih atribut yg dapat membedakan entitas satu dengan lainnya dalam himp entitas Candidate Key Merupakan kumpulan atribut minimal yang dapat membeda kan entitas satu dengan lainnya dalam himp entitas. Primary Key Salah satu dari candidate key yang digunakan sebagi peng identifikasi suatu entitas dalam himp entitas. 26

Contoh : No_KTP No_SIM Nama Alamat superkey Candidate Key Primary Key Superkey : No_KTP+No_SIM+Nama+Alamat No_KTP+No_SIM+Nama No_KTP+No_SIM No_KTP No_SIM Candidate Key: No_KTP No_SIM Primary Key: No_KTP atau No_SIM tergantung kebutuhan 27

Dasar pemilihan Primary Key : 1. Key sering digunakan sebagai acuan 2. Key lebih ringkas 3. Key adalah unik Atribut Sederhana (Simple Attribute) : atribut atomik yg tidak dapat di pilah lagi Atribut Komposit (Composite Attribute) : atribut atomik yg dapat di pilah lagi Contoh : Atribut nama : atribut sederhana (nilai sudah paling kecil / atomik) Atribut alamat : atribut komposit, karena masih dapat dipilah-pilah lagi menjadi atribut : jalan, kota dan kode_pos 28

Atribut bernilai banyak (multivalued attribute) : Merupakan atribut yang dapat bernilai lebih dari 1 nilai yang sejenis Atribut bernilai tunggal (Single-valued attribute) : Merupakan atribut yang hanya mempunyai satu nilai Contoh : NIM Nama Alamat Hobi 98001 Rudi Jl. Seroja Renang Nonton 98002 Wati Dago Raya Tidur NIM, Nama dan Alamat : atribut bernilai tunggal Hobi : atribut bernilai banyak Atribut Turunan (Derived attribute) : Merupakan atribut yang nilainya diperoleh dari pengolahan atau diturunkan dari atribut / tabel lain 29

Contoh : NIM Nama Alamat Angkatan IPK 98001 Andi Jl. X 1998 3.2 99011 Susi Jl. Y 1999 3.0 Angkatan, IPK : Atribut turunan Atribut harus bernilai (Mandatory Attribute) : Merupakan atribut-atribut yang harus diisikan nilainya Atribut tidak harus bernilai (Non Mandatory Attribute / Null) : Merupakan atribut-atribut yang nilainya boleh dikosongi 30

Relasi (Relationship) : Digunakan untuk menunjukan hubungan antar entitas Himpunan Relasi (Relationship Sets) : Merupakan kumpulan semua relasi diantara entitas Contoh : Mahasiswa NIM Nama... 98001 Andi... 98003 Rudi... 98013 Susi... Mata Kuliah Kode_kul Nama_kul sks A01 Pancasila 2 A03 Internet I 2 A02 Network I 2 Dari tabel-tabel diatas, dapat dilihat bahwa terdapat hubungan / relasi antara himp entitas mahasiswa dengan mata kuliah. --> Andi mempelajari mata kuliah Internet I --> Rudi mempelajari mata kuliah Internet I dan Network I 31

Sehingga apabila dimodelkan dengan E-R Diagram : Mahasiswa NIM Mempe lajari Mata kuliah Kode_kul Nama NIM Kode_kul sks Nama_kul 32

Kardinalitas / Derajad Relasi : Merupakan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himp entitas yang lain. Macam-macam Kardinalitas : Satu ke satu (one to one) Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 A Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 B Setiap entitas pada himp entitas A Berhubungan dengan paling banyak Dengan satu entias pada himpunan Entitas B dan begitu juga sebaliknya 33

Contoh : Nama-Dosen alamat Kode Nama_prog Dosen 1 Menge 1 palai Progdi Nama-Dosen Kode Satu dosen paling banyak mengepalai satu program studi (walaupun tidak semua dosen menjadi ketua) dan setiap program studi di kepalai oleh paling banyak satu dosen. 34

Satu ke banyak (one to many) Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Setiap entitas pada himp entitas A Berhubungan dengan banyak entias pada himpunan entitas B, tetapi Tidak sebaliknya A Contoh : B Setiap agama dapat dianut oleh lebih dari satu mahasiswa, tetapi tidak sebaliknya (setiap mahasiswa hanya dapat menganut satu agama) 35

Kode_agm NIM Agama 1 dianut N Mahasiswa Kode_agm Deskripsi NIM Nama Semester 36

banyak ke banyak (many to many) Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Setiap entitas pada himp entitas A Berhubungan dengan banyak entias pada himp entitas B, dan sebaliknya A Contoh : B Setiap dosen dapat mengajar lebih dari satu mata Kuliah dan setiap mata kuliah dapat diajar oleh lebih Dari satu dosen 37

Contoh : Nama_dos kode-_kuliah Dosen N Mengajar N Mata Kuliah Nama_dos Alamat_dos tempat waktu SKS Kode_kuliah Nm_kuliah 38

Tahapan pembuatan E-R Diagram : Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat Menentukan atribut-atribut kunci dari masing-masing himpunan entitas Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi di antara himpunan entitas himpunan entitas yang ada beserta foreign key (kunci tamu) Menentukan derajad / kardinalitas relasi untuk setiap himpunan entitas Melengkapi himpunan entitas dan himpunan relasi dengan atribut-atribut deskriptif 39

ERD dengan kamus data : Pada sebuah sistem yang kompleks, penggambaran atribut-atribut dalam sebuah ERD seringkali kelihatan lebih rumit. Untuk itu pendeklarasian atribut-atribut tersebut dapat menggunakan kamus data. Contoh : Dosen N Mengajar Kamus Data : Dosen = {Nama_dos, Alamat_dos} Mengajar = {Nama_dos, KD_kuliah, Waktu, Tempat, Ruang } Mata Kuliah = {Kd_kuliah, Nm_kuliah, SKS} N Mata Kuliah 40

Derajad Relasi Minimum : Menunjukan hubungan (korespondensi) minimum yang boleh terjadi dalam suatu relasi antar himpunan entitas. Nilai derajad relasi minimum hanya boleh 0 atau 1. Contoh : minimum maksimum Mahasisa (0,N) Mempela jari (0,N) Mata Kuliah Setiap mahasiswa dapat mempelajri banyak mata kuliah tetapi ada mahasiswa yang belum / tidak mempelajari mata kuliah satupun. Setiap mata kuliah dapat dipelajari oleh banyak mahasiswa, tetapi bisa juga ada mata kuliah yang tidak / belum diikuti oleh satupun mahasiswa 41

ERD dalam Notasi Lain : Notasi : Notasi Derajad Relasi Minimum - Maksimum o atau atau o (0,N) (1,N) o atau atau o (1,1) (0,1) 42

Contoh : Mahasisa o Mempela jari o Mata Kuliah Kamus Data : Mahasiswa = {NIM, Nama, Alamat} Mempelajri = {NIM, KD_kuliah, Waktu, Tempat, Ruang } Mata Kuliah = {Kd_kuliah, Nm)kuliah, SKS} 43

Varian Entitas : Strong Entity (entitas kuat) Himpunan entitas yg tidak memiliki ketergantungan dg entitas yang lain. Weak Entity (entitas Lemah) Himpunan entitas yg keberadaannya ketergantungan dengan entitas yang lain. Himpunan entitas yg demikian tidak memp. Atribut yg berfungsi sebagai key yg benar-benar menjamin keunikan entitas. 44

NIM memiliki Orang Tua NM_ortu Nama Mahasiswa NIM Nm_ortu alm_ortu alamat Tgl_lhr Menye nangi Hobbi Hobbi NIM hobbi Kunci utama Kunci yg tidak menyakinkan 45

Varian Relasi : Relasi Tunggal (Unary Reation) Relasi yang terjadi dari antar himpunan entitas yg sama Contoh : 1 Nama_dos Keahlian Dosen Mendam pingi Nama_dos N 46

Relasi Ganda (Redundant Reation) Nm_dos Kd_kul 1 Meng ajar N Dosen N tempat waktu Kuliah N Meng uasai Nm_dos Kd_kul 47

Relasi Multi Entitas (N-ary Reation) Merupakan relasi yang terdiri dari 3 himpunan entitas / lebih Contoh : Kd_kul Nama_dos Kuliah Penga jaran Dosen Nama_dos Kd_kul Kd_rg waktu nm_kul sks Ruang Kd_rg Nm_rg kap 48

Spesialisasi : Merupakan proses dekomposisi (pengelompokkan) sebuah himpunan entitas yg melahirkan himpunan entitas baru yang dilakukan secara top-down. Nm_dos Contoh : nik pangkat dosen Is a alm_dos Nm_kantor alm_kantor Top - down Dosen tetap Dosen ttd tetap 49

Generalisasi : Merupakan penyatuan beberapa himpunan entitas menjadi sebuah himpunan entitas baru. Atribut dari masing-masing himpunan entitas disatukan kedalam himpunan entitas baru. Contoh : Mahasiswa bottom - up Is a Mahasiswa D3 Mahasiswa S1 50

Agregasi : Merupakan sebuah relasi yang secara kronologis mensyaratkan telah adanya relasi lain. Contoh : Mahasiswa N mempelajari N Kuliah Kd_kul NIM Nama NIM Kd_rg N mengikuti N Kd_kul nilai nm_kul Kd_rg Praktikum Nama_pr 51

Transformasi ERD ke Basis Data Fisik (Tabel) Aturan-aturan : 1. Setiap Himp. Entitas Ditransformasikan sebagai sebuah tabel Contoh : Mahasiswa mahasiswa Nim nama_mhs alamat alamat nim Nama_mhs 52

2. Relasi dengan Derajad satu-ke-satu yang menghubungkan 2 himp. Entitas akan transformasikan kedalam bentuk penyer taan atribut-atribut relasi ke salah satu himp. Entitas Dosen Progdi ( 0,1) mengepalai (1,1) Kode_dos nm_dos Kode_dos Kode_P Kode_p nm_p dosen Kode_dos nm_dos progdi Kode_p nm_p Kode_dos Atribut yg ditambahkan 53

Ketentuan penyertaan atribut adalah : Atribut-atribut relasi akan disertakan ke himp. Entitas yg mempunyai derajad relasi minimumnya yg lebih besar atau Atribut-atribut relasi akan disertakan ke himp. Entitas yg mempunyai jumlah record yg lebih sedikit 54

3. Relasi dengan Derajad satu-ke-banyak yg menghubungkan 2 himp. Entitas akan transformasikan kedalam bentuk penyer taan atribut-atribut relasi ke himp. Entitas yg derajad rela sinya banyak (many). dosen 1 mengajar Kuliah m Kode_dos sks ruang Kode_dos nm_dos Kode_kul Kode_kul nm_kul dosen kuliah Kode_dos nm_dos Kode_kul nm_kul sks kode_dos ruang Atribut yg ditambahkan 55

4. Relasi dengan Derajad banyak-ke-banyak yg menghubungkan dua himp. Entitas, maka atribut-atribut relasi akan di ke transformasikan menjadi sebuah tabel Mahasiswa m krs m kuliah sks nim nim nilai nama Kode_kul Kode_kul Nm_kul mahasiswa Nim krs nama Nim kode_kul nilai kuliah Kode_kul nm_kul sks 56

5. Implementasi Himp. Entitas Lemah N memiliki mahasiswa nim N nim nim nama Nm_ortu senang hobbi 1 N orangtua Hobbi Nm_ortu Alm_ortu hobbi orangtua mahasiswa Senang Nm_ortu alm_ortu NIM Nm_ortu nama Hobi nim hobbi Hobi Key yang diambil dari entitas kuat 57

6. Implementasi Spesialisasi Kd_dos dosen nm_dos alm_dos nip pangkat Tgl_msk Kd_dos Dosen tetap Is a Kd_dos Nm_kantor Alm_kantor Dosen tidak tetap dosen Dosen tetap Dosen tidak tetap Kd_dos nm_dos alm_dos Nip pangkat tgl_msk kd_dos Nm_ktr alm_ktr kd_dos Key yg diambil dari entitas utama 58

7. Implementasi Generalisasi nim mahasiswa Is a nama alamat Mahasiswa d3 Mahasiswa s1 mahasiswa Nim nama alamat progdi 59

7. Implementasi unary/tunggal relation Kd_dos Nm_dos dosen kuliah Kd_kul Nm_kul 1 n n n mendampingi prasyarat Kd_dos Kd_dos_pen Kd_kul Kd_kul_syarat dosen Kd_dos nm_dos kd_dos_pen kuliah Kd_kul nm_kul prasyarat Nama atribut diganti sesuai dg fungsinya Kd_kul kd_kul_syarat 60

Latihan dan Soal 1. Apakah yang dimaksud dengan entitas dan himpunan entitas? Jelaskan perbedaannya dan berilah contoh! 2. Apakah yang dimaksud dengan relasi dan himpunan relasi? Jelaskan perbedaannya dan berilah contoh! 3. Apakah yang dimaksud dengan derajat relasi(kardinalitas) dan derajat relasi minimum? Jelaskan perebedaannya dan berilah contoh! 4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan agregasi, berilah contoh! 5. Jelaskan apa yang dimaksud spesialisasi dan generalisasi, berilah contoh! 61

Tugas Kelompok Buatlah suatu ERD untuk kasus: Sistem Informasi Perpustakaan Udinus Semarang Sistem Informasi Poliklinik Udinus Semarang / Puskesmas Sistem Informasi Koperasi /Simpan Pinjam Sistem Informasi Penggajian Sistem Informasi Rumah Sakit (Rawat Inap / Jalan) Sistem Informasi Inventaris Sistem Informasi Pergudangan Sistem Informasi Perhotelan 62