EXECUTIVE SUMMARY PENELITIAN HIBAH BERSAING. Oleh

dokumen-dokumen yang mirip
Pengembangan Model Pembelajaran Temtik Berorientsi Life Skills untuk Kelas Permulaan Sekolah Dasar ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

Oleh: Musringah SD Negeri 2 Durenan Kabupaten Tranggalek

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya adalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Hasil belajar merupakan sebuah tolak ukur bagi guru untuk dapat mengetahui

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan bangsa suatu negara. Dalam penyelenggaraannya, pendidikan di

I. PENDAHULUAN. timbul pada diri manusia. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1

BAB I PENDAHULUAN. potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,

BAB I PENDAHULUAN. besar dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Selain sebagai pengajar, guru juga

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah menimbang: kurikulum sekaligus yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kurikulum memainkan peran yang sangat penting dalam Sistem Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Thoha Firdaus, 2017 Mengapa ada Kurikulum Berbasis Kompetensi? BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. baik dari segi kognitif, psikomotorik maupun afektif.

I. PENDAHULUAN. interaksi antara guru dan siswa (Johnson dan Smith di dalam Lie, 2004: 5).

BAB. I PENDAHULUAN. Hilman Latief,2014 PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.

BAB I PENDAHULUAN. dorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi seorang

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan cara mencari

Keberhasilan suatu proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa komponen. Dalam prosesnya, siswa dituntut untuk meningkatkan kompetensinya dengan

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SD

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dini Herdiani, 2014 Pembelajran Terpadu dalam Kurikulum 2013 di Kelas VIII SMP Pasundan 3 Bandung

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan Pembelajaran. Proses Pembelajaran Evaluasi. Gambar 1.1 Hubungan ketiga komponen dalam pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut perubahan. berlangsung sesuai dengan tujuan yang diharapkan (Trianto, 2007:3).

BAB I PENDAHULUAN. menarik perhatian siswa. Selama ini pembelajaran sastra di sekolah-sekolah

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan bangsa Indonesia untuk menciptakan manusia yang berilmu, cerdas dan terampil di lingkungan masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Sesuai dengan yang termuat dalam Undang-Undang Republik

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak. Dengan kata lain, guru memegang peranan yang strategis dalam

BAB I PENDAHULUAN. suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

I. PENDAHULUAN. dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau. antisipasi kepentingan masa depan (Trianto, 2009:1).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pendidikan, manusia dapat mengembangkan diri untuk menghadapi tantangan

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari-hari. Atas dasar pemikiran tersebut, pendidikan karakter. dengan metode serta pembelajaran yang aktif.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA IMPLEMENTASI KTSP DALAM PEMBELAJARAN

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TEMATIK DAN EVALUASINYA DALAM KURIKULUM 2013 SISWA KELAS RENDAH

PENYUSUNAN RPP PADA KURIKULUM 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari siswa seringkali dihadapkan pada berbagai

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. melalui berbagai upaya yang berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah dan

BAB I PENDAHULUAN. Masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak. diperbincangkan, diantaranya adalah rendahnya mutu pendidikan yang

BAB I PENDAHULUAN. budaya dalam bentuk pola pikir. Sebagai proses transformasi, sudah barang tentu

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Marilah kita kaji sejenak arti kata belajar menurut Wikipedia Bahasa

PERAN KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS 1 BARUGA KOTA KENDARI

BAB I PENDAHULUAN. serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran tematik merupakan kegiatan pembelajaran dengan

Profil Analisis Kebutuhan Pembelajaran Fisika Berbasis Lifeskill Bagi Siswa SMA Kota Semarang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menggali berbagai potensi dan kebenaran secara ilmiah.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGENAL TEKNOLOGI PRODUKSI MELALUI METODE KARYAWISATA PADA SISWA KELAS IV SDN 3 BEJI KABUPATEN TULUNGAGUNG

BAB 1 PENDAHULUAN. (Undang-undang No.20 Tahun 2003: 1). Pendidikan erat kaitannya dengan

BAB I PENDAHULUAN. diselenggarakan secara optimal supaya menghasilkan lulusan-lulusan yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dapat membentuk persamaan dan kemauan siswa, metode ini juga melibatkan

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan belajar yang nyaman dan penggunaan pendekatan yang relevan dan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengembangkan semua aspek kepribadian

I. PENDAHULUAN. ini adalah dengan menetapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

BAB II LANDASAN TEORI. berasal dari kata courier yang berarti berlari (to run). Kurikulum berarti suatu

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Geografi merupakan satu dari sekian banyak disiplin ilmu yang dipelajari,

ANALISIS KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN TEMATIK MENURUT KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 1 SOPAI KABUPATEN TORAJA UTARA

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. martabat manusia secara holistik. Hal ini dapat dilihat dari filosofi

I. PENDAHULUAN. rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat Ilmu

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi pada fisik maupun non-fisik, merupakan

RENCANA PEMBELAJARAN

BAB II KAJIAN TEORI. Pembelajaran merupakan proses komunikasi du arah, mengajar dilakukan oleh

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap percaya diri. 1

II. KERANGKA TEORETIS. 1. Pembelajaran berbasis masalah (Problem- Based Learning)

BAB I PENDAHULUAN. yang wajib dipelajari di Sekolah Dasar. Siswa akan dapat mempelajari diri

II. TINJAUAN PUSTAKA. kepribadian individunya dan kegunaan masyarakatnya, yang diarahkan demi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penulis melaksanakan penelitian di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan pendidik dengan

BAB I PENDAHULAN. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 (2006, h. 1) tentang standar isi

MANAJEMEN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERDASARKAN KURIKULUM 2004 (STUDI KASUS DI KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH GUBUG) TESIS

Transkripsi:

EXECUTIVE SUMMARY PENELITIAN HIBAH BERSAING Pengembangan Model Pembelajaran Tematik Berorientasi Life Skills untuk Kelas Permulaan Sekolah Dasar Oleh Ketua Dr. Arju Muti'Ah, M.Pd NIDN:0012036007 Anggota Dra. Suhartiningsih, M.Pd NIDN: 0017126001 Drs. Arief Rijadi, M.Si., M.Pd NIDN:0016016703 Agustiningsih, S.Pd., M.Pd NIDN:0006088303 UNIVERSITAS JEMBER Desember, 2014 1

Pengembangan Model Pembelajaran Tematik Berorientasi Life Skills untuk Kelas Permulaan Sekolah Dasar Abstraks Pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan Kurikulum 2013 dirancang dalam format pembelajaran tematik. Pemberlakuan pembelajaran tematik ini dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian kompetensi peserta didik melalui pengintegrasian berbagai mata pelajaran di bawah naungan tema tertentu. Kompetensi peserta didik mencakup semua ranah kecakapan hidup (life skill). Sebagai program baru, pembelajaran tematik perlu mendapatkan perhatian, seperti penyiapan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan paradigma pembelajaran tematik dan pendekatan saintifik. Kurikulum 2013 baru berjalan tiga semester bagi sebagian kecil sekolah dan satu semester bagi sebagian besar sekolah. Belum semua tenaga pendidikan, termasuk guru sudah memiliki pemahaman dan pengalaman yang cukup terkait dengan pembelajaran tematik. Kondisi ini menjadi alasan dilakukannya pengembangan model pembelajaran tematik berorientasi life skill. Pada tahun pertama telah dihasilkan perangkat pembelajaran tematik untuk kelas 1 sekolah dasar. Pada tahun kedua ini dirumuskan sintak pembelajaran tematik dan ujicoba lapangan. Target yang dicapai adalah dihasilkannya model pembelajaran tematik berorientasi life skill untuk kelas I SD sebagai salah satu alternatif model yang digunakan di sekolah. Berdasarkan hasil ujicoba yang telah dipaparkan, dapat dikemukakan bahwa proses penerapan pembelajaran tematik berorientasi life skill. Di kelas I sekolah dasar berjalan dengan baik. Artinya, komponen-komponen model yang berupa langkah umum pembelajaran dapat diterapkan untuk mencapai kompetensi tertentu sesuai dengan tema yang dihadirkan. Melalui proses persepsi konteks, eksplorasi informasi, manajemen situasi, diseminasi dan diskusi, serta afirmasi komptensi siswa memperoleh kompetensi yang diharapkan Kata Kunci: pembelajaran tematik, life skill, kelas permulaan 2

Executive Summary Pengembangan Model Pembelajaran Tematik Berorientasi Life Skills untuk Kelas Permulaan Sekolah Dasar Peneliti : Arju Muti'Ah 1, Suhartiningsih 2, Arief Rijadi 3, Agustiningsih 4 Mahasiswa Terlibat : - Sumber Dana : DP2M Dikti Kontak Email : arju.fkip@unej.ac.id 1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jember 2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP Universitas Jember 3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jember 4 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP Universitas Jember Pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan Kurikulum 2013 dirancang dalam format pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian kompetensi peserta didik melalui pengintegrasian berbagai mata pelajaran di bawah naungan tema tertentu. Pembelajaran tematik dinilai sesuai dengan tahapan perkembangan anak, karakteristik cara anak belajar, konsep belajar dan pembelajaran bermakna. Anak yang duduk di kelas permulaan mengalami perkembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang akan membantu mereka dalam memecahkan masalah khusus dan memaknai pengalaman (Aunurrahman, 2009). Untuk membantu mewujudkan pencapaian kompetensi peserta didik di kelas permulaan, pembelajaran tematik berfokus pada pembentukan kreativitas melalui pemberian sejumlah kegiatan dalam suasana yang alamiah (natural) dengan memperhatikan pengalaman siswa. Pengintegrasian berbagai mata pelajaran menyajikan kemasan materi dan prosedur pembelajaran yang bersumber dari kondisi alamiah sebagaimana terjadi di lingkungan kehidupan peserta didik. Fakta dan peristiwa tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan merupakan fenomena yang timbul dari adanya keterkaitan antara suatu fakta atau peristiwa dengan fakta ata peristiwa lainnya. Pembelajaran tematik sebagaimana dicanangkan dalam Kurikulum 2013 perlu disikapi secara serius oleh berbagai pihak terkait. Hal tersebut dapat dipahami karena pendekatan tematik 3

dalam dunia pendidikan dasar di Indonesia merupakan program yang tergolong baru. Oleh karena itu, belum semua tenaga pendidikan, termasuk guru sudah memiliki pemahaman dan pengalaman yang cukup terkait dengan pembelajaran tematik. Kondisi ini diharapkan berangsurangsur akan dapat diatasi dengan adanya komitmen dari berbagai pihak untuk bersama-sama mengoptimalkan program pembelajaran tematik. Salah satu isu yang terkait erat dengan pembelajaran tematik adalah pendidikan kecakapan hidup (life skills). Kecakapan hidup sebagai inti dari kompetensi dan hasil pendidikan adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya (Depdiknas, 2006:22). Hal tersebut sejalan dengan paradigma pembelajaran tematik terpadu yang diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highly effective teaching model), karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik di dalam kelas atau di lingkungan sekolah. Sejalan dengan hal tersebut, rancangan pembelajaran tematik terpadu di kelas rendah (I, II, dan III) perlu disusun dengan memperhatikan aspek-aspek kecakapan hidup (life skill) secara proporsional. Rancangan pembelajaran tematik yang berorientasi pada pendidikan kecakapan hidup untuk kelas rendah sekolah dasar perlu dipersiapkan secara serius mengingat SD merupakan lembaga pendidikan yang strategis tempat ditanamkannya dasar-dasar bagi terwujudnya tujuan pendidikan, termasuk dalam aspek pengembangan karakter. Konteks pembelajaran di SD memberikan banyak peluang bagi tumbuh dan berkembangnya berbagai dasar kecakapan pada diri peserta didik yang bermuara pada terbentuknya kemampuan dalam memecahkan dan mengatasi permasalahan hidup dan kehidupan yang dihadapinya.salah satu bentuk respon yang dinilai tepat adalah upaya pengembangan model pembelajaran tematik berorientasi life skill yang akan menghasilkan perangkat pembelajaran serta contoh praktik pembelajaran di kelas. Hasil pengamatan terhadap kegiatan peer teaching oleh para guru peserta Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Rayon 116 Universitas Jember menunjukkan bahwa acapkali aspek-aspek kecakapan hidup belum ditampilkan secara memadai. Kondisi ini dapat diketahui dari rencana program pembelajaran (RPP) yang disusun serta dari praktik pembelajaran. Rumusan indikator pembelajaran belum mencakup semua ranah kompetensi yang mengarah 4

kepada semua aspek kecakapan hidup. Demikian pula dengan materi, KBM, dan penilaian yang digunakan. Kondisi ini berdampak pada praktik pembelajaran tematik yang tidak maksimal. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian pengembangan model pembelajaran tematik tahun ke-2 ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan Bagaimanakah praktik penerapan model pembelajaran tematik berorientasi life skill di SD yang mencakup proses pembelajaran dan hasil belajar? Tujuan penelititian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil belajar melalui pengamatan terhadap praktik pembelajaran di kelas I SD. Dalam jangka panjang penelitian pembelajaran tematik ini diharapkan dapat membekali peserta didik dengan seperangkat kompetensi yang bersumber dari kreativitas.kreativitas ini merupakan hal penting dalam pendidikan kecakapan hidup (life skill). Kreativitas dapat ditumbuhkembangkan jika iklim pembelajaran menunjukkan kondisi adanya tantangan dan keterlibatan, kebebasan, kepercayaan/keterbukaan, perdebatan, pengambilan resiko, dan menyenangkan (Sokolova dkk., 2008). Selanjutnya, kompetensi tersebut akan membantu peserta didik dalam menghadapi dan memecahkan permasalahan yang ditemui dalam kehidupan seharihari. Penelitian ini dilaksanakan di kelas I karena kebutuhan contoh perangkat dan praktik pembelajaran untuk kelas I dinilai lebih mendesak terkait dengan kondisi awal peserta didik yang baru belajar membaca dan menulis. Rancangan yang digunakan adalah rancangan penelitian pengembangan. Melalui rancangan ini pada tahun pertama telah dihasilkan draf perangkat pembelajaran yang mewadahi model pembelajaran tematik berorientasi life skill. Pada tahun kedua dilaksanakan uji coba penerapan pembelajaran tematik serta contoh praktik pembelajaran tematik berorientasi life skill dalam bentuk rekaman audio visual. Data dalam penelitian tahun kedua ini berupa data peristiwa pembelajaran, data verbal, data perilaku, dan skor atau nilai siswa. Data peristiwa mencakup prosedur praktik pembelajaran tematik di kelas yang meliputi tahap pendahuluan, inti, dan penutup. Data verbal mencakup tuturan guru dan siswa selama proses pembelajaran. Data berupa perilaku meliputi perilaku guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Sumber data penelitian tahun kedua ini adalah siswa dan guru kelas I SD Muhammadiyah 1 Jember dan SDN Sumbersari 2 Jember. Dari sumber data ini akan diperoleh data berupa peristiwa pembelajaran, tuturan verbal, perilaku dalam kegiatan pembelajaran, dan skor tes. 5

Teknik pengumpulan data yang digunakan pada tahun kedua adalah teknik observasi dan tes. Observasi dilakukan terhadap pelaksanaan pembelajaran tematik berorientasi life skill di kelas I SD. Observasi difokuskan pada proses pembelajaran, perilaku guru, dan perilaku siswa. Dalam observasi digunakan instrumen berupa pedoman obsrvasi terfokus. Teknik tes digunakan untuk untuk mengetahui kompetensi siswa. Bersama dengan hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran, hasil tes akan diinterpretasikan untuk mengetahui kualitas pembelajaran yang memanfaatkan model. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data berupa peristiwa pembelajaran, tuturan verbal, perilaku guru dan siswa, serta hasil tes. Data dari beberapa sumber tersebut dideskripsikan melalui tahapan analisis data yang meliputi reduksi data, pemaparan data, dan penyimpulan data. Reduksi data mencakup kegiatan pembacaan data secara global dan menyeluruh, pembacaan data secara cermat, kodifikasi data, klasifikasi data, dan interpretasi data. Pemaparan data memuat kegiatan penataan informasi dalam bentuk naratif serta penyajian materi, strategi, dan teknik penilaian dalam format draf buku ajar. Penyimpulan data dilakukan dengan melihat hubungan antarinformasi yang telah dipaparkan yang akan menghasilkan rumusan pernyataan sebagai jawaban atas masalah penelitian tentang gambaran model pembelajaran tematik berorientasi life skill serta pelaksanaan pembelajarannya. Model ini menyajikan pembelajaran secara terpadu dengan tujuan membentuk kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor yang seimbang. Pengembangan model ini juga dilakukan dengan memperhatikan keberadaan pendekatan saitifik yang digunakan dalam Kurikulum 2013. Jika pendekatan saintifik berfokus pada prosedur umum pemerolehan kompetensi, model ini lebih menekankan perhatian pada isi dan langkah-langkah operasional penyajiannya. Berdasarkan hal-hal tersebut, dirumuskanlah profil model berikut. Model ini diberi nama Model Pembelajaran Tematik Berorientasi Life Skiils karena pertimbangan-pertimbangan berikut. (1) Model yang disajikan menampilkan pembelajaran berbagai mata pelajaran secara terpadu dalam ikatan sebuah tema. (2) Tema dihadirkan sebagai pengikat mata pelajaran, sehingga penyampaian berbagai mata pelajaran tersebut selalu terkait dan bersifat alamiah. 6

(3) Kurikulum 2013 mengamanatkan pendidikan yang menyentuh semua aspek kompetensi secara proporsional. (4) Amanat tersebut perlu dituangkan secara eksplisit sebagai kontrol bagi setiap pelaku pendidikan, terutama guru agar dapat mewujudkan pendidikan yang benar-benar bermanfaat dan sejalan dengan kebutuhan hidup peserta didik sekarang dan pada masa mendatang. Adapun kriteria model pembelajaran tematik berorientasi life skills yang dikembangkan ini adalah sebagai berikut. (1) Pembelajaran menampilkan lebih dari satu mata pelajaran. (2) Berbagai mata pelajaran dikemas secara terpadu dan utuh berdasarkan tema yang dipilih. (3) Tema yang disajikan diambil dari pengalaman anak dalam kehidupan sehari-hari. (4) Kecakapan yang dilatihkan mencakup kecakapan umum dan kecakapan spesifik (5) Isi pembelajaran dimaksudkan untuk memodifikasi dan menguatkan perilaku siswa yang diperlukan di dalam kehidupannya (6) Di dalam pembelajaran anak diberi kesempatan dan diajak untuk mengetahui, melakukan, dan menyikapi sesuatu secara tepat. (7) Pembelajaran berisi kegiatan mandiri dan kelompok secara berimbang. (8) Setiap kegiatan disajikan dalam bentuk yang menyenangkan dan memposisikan anak sebagai pribadi yang khas. (9) Penilaian mencakup ketiga ranah kompetensi dan dilakukan selama proses pembelajaran. Langkah Umum Model Pembelajaran Tematik Berorientasi Life Skill:persepsi Konteks, siswa mengobservasi fenomena, peristiwa, atau objek yang disajikan oleh guru sesuai dengan tema, kemudian mengemukakan pendapat dan perasaannya terkait dengan peristiwa atau objek tersebut; Eksplorasi informasi, siswa menggali informasi terkait fenomena, peristiwa, atau objek sesuai dengan tema yang mengarah pada berkembangnya aspek-aspek kecakapan hidup; manajemen situasi, siswa mengerjakan tugas sesuai dengan tema dan aspek kecakapan hidup yang dikembangkan; diseminasi dan diskusi kinerja, siswa menyampaikan dan membahas hasil kerja. Penyampaian hasil kerja dilakukan dalam format apat membacakan, dan memajang disertai pembahasan yang melibatkan guru dan siswa; afirmasi kompetensi, siswa melakukan 7

kegiatan yang dapat memantapkan berbagai ranah kecakapan yang dikembangkan dalam pembelajaran. Kegiatan pada tahap ini dapat berupa menjawab pertanyaan, merumuskan kesimpulan, mengungkapkan pikiran, pendapat, dan perasaan. Berdasarkan hasil ujicoba model dapat dikemukakan bahwa proses penerapan pembelajaran tematik berorientasi life skill. Di kelas I sekolah dasar berjalan dengan baik. Artinya, komponen-komponen model yang berupa langkah umum pembelajaran dapat diterapkan untuk mencapai kompetensi tertentu sesuai dengan tema yang dihadirkan. Melalui proses persepsi konteks, eksplorasi informasi, manajemen situasi, diseminasi dan diskusi, serta afirmasi komptensi siswa bekerja, berpikir, dan berolah rasa untuk mencapai beragam kecakapan yang diperlukan dalam kehidupannya sehari-hari. Dalam praktiknya, kelima komponen tersebut tidak selalu berjalan berurutan sebagai tahapan-tahapan terpisah, melainkan acapkali keberadaannya buntutan kompetensi bersama-sama dalam suatu kegiatan. Kemunculan setiap komponen dapat berulang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang diajarkan serta sikap yang dibiasakan. Selama berlangsungnya pembelajaran tematik berorientasi life skill, guru dan siswa sama-sama berperan aktif. Guru aktif sebagai fasilitator yang mengarahkan jalannya pembelajaran, sementara siswa aktif, baik secara fisik maupun mental. Hasil belajar yang diperoleh siswa melalui pembelajaran dengan model ini secara umum baik. Dari serangkaian aktivitas fisik dan mental yang dijalani, siswa berhasil memperoleh kompetensi yang mencakup berbagai aspek kecakapan hidup. Berbagai kompetensi yang telah diperoleh siswa diharapkan dapat dipelihara dan ditingkatkan melalui penerapan model ini dalam pembelajaran dengan tema-tema lainnya. Saran yang dapat dikemukakan berdasarkan informasi yang diperoleh melalui penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Jika guru mencoba menerapkan model ini, disarankan menyesuaikan peralatan dan media pembelajaran dengan kemampuan dan fasilitas sekolah. (2) Pihak sekolah, melalui kepala sekolah disarankan menyediakan berbagai sarana sesuai dengan kemampuan sekolah yang dapat membantu guru dalam upayanya menyajikan pembelajaran bermakna. (3) Orang tua atau wali murid diharapkan mendukung upaya guru dan sekolah dalam upaya mengembangkan beragam kecakapan dengan jalan membiasakan perilaku positif siswa yang diperoleh melalui proses belajar di sekolah dalam kehidupan anak 8

di rumah untuk melengkapi perilaku-perilaku positif lain yang telah diperoleh anak dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Kata Kunci: pembelajaran tematik, life skill, pembelajaran tematik berorientasi life skill. Daftar Pustaka Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Depdiknas. 2006. Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional. Sokolova, Irina V dkk. 2008. Kepribadian Anak Sehatkah Kepribadian Anak Anda? Yogyakarta: Kata Hat 9