Standar pelayanan kesehatan maternal

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

From choice, a world of possibilities. Kesehatan maternal & neonatal saat krisis & post krisis

BAB I PENDAHULUAN. sejak dini dengan memantau kesehatan ibu, dengan digunakan indicator

BAB I PENDAHULUAN. Penyebab tingginya angka kematian ibu terutama disebabkan karena faktor

BAB 1 PENDAHULUAN. Masalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) masih merupakan masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

MODEL PRAKTIK KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan jumlah kematian perinatal sebesar orang. Dari jumlah

Oleh : Dr. MOCH. ISMAIL Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Disampaikan pada Pertemuan

BAB 1 PENDAHULUAN. Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu perhatian dari World Health

BAB I PENDAHULUAN. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) pada Hari

KERANGKA ACUAN PELATIHAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF (PONEK)

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Mengingat dampak yang buruk depresi postpartum yang diderita seorang

BAB 1 PENDAHULUAN. yang baru dilahirkan (Saifuddin, 2010:1). Keberhasilan penyelenggaraan. gerakan keluarga berencana (Manuaba, 2010:10).

panduan praktis Pelayanan Kebidanan & Neonatal

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. eklampsia, sepsis, dan komplikasi keguguran. Sebagian besar penyebab

BAB 1 PENDAHULUAN. hamil sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ANC komprehensif yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Kesehatan adalah kondisi umum dari seseorang dalam semua aspek baik

BAB 1 PENDAHULUAN. Saat ini dalam setiap menit setiap hari, seorang ibu meninggal disebabkan

PANDUAN PROSES EVALUASI KINERJA STAF MEDIS RUMAH SAKIT UMUM AMINAH BLITAR TAHUN

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. Masalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) masih menjadi masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. tertinggi di Asia Tenggara. Hal itu menjadi kegiatan prioritas departemen

Sejarah Penurunan AKI PERTEMUAN 3 Ira Marti Ayu Kesmas/ Fikes

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kehamilan, persalinan, dan menyusukan anak merupakan proses alamiah

KERANGKA ACUAN SKRINING ANTENATAL UNTUK DETEKSI DINI FAKTOR RESIKO IBU HAMIL BERBASIS MASYARAKAT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara dari 189 negara yang menyepakati

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. hamil perlu dilakukan pelayanan antenatal secara berkesinambungan, seperti

BAB I PENDAHULUAN. tinggi rendahnya angka kematian ibu dan bayi. berkembang yaitu sebesar 99 persen (Wiknjosastro, 2002 hlm 23).

BAB 1 PENDAHULUAN. terdapat kemungkinan suatu keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan

BAB 1 PENDAHULUAN. bayi yang di kandung (Saifuddin, 2009:284). (Hani, 2011:12). Berdasarkan pengalaman praktek di polindes Kradenan

BAB I PENDAHULUAN. peristiwa ini dengan keluarga. Bidan juga berada dalam posisi yang unik untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. berbeda-beda yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap Angka Kematian Bayi

BAB I PENDAHULUAN. terakhir (Mochtar, 2012;h.35). Persalinan adalah rangkaian proses yang

BAB 1 PENDAHULUAN. suatu komplikasi atau penyulit yang perlu mendapatkan penanganan lebih

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM TERHADAP PELAKSANAAN KUNJUNGAN MASA NIFAS DI BIDAN PRAKTIK SWASTA NURACHMI PALEMBANG

BAB I PENDAHULUAN. perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat. makin besar dengan adanya anemia 51%, nifas 45%.

BAB I PENDAHULUAN. persalinan adalah nyawa taruhannya atau toh nyawa (bahasa Jawa)

BAB I PENDAHULUAN. menentukan derajat kesehatan masyarakat dan keberhasilan pembangunan

BAB 1 PENDAHULUAN. Keadaan kehamilan kembar sebetulnya abnormal yang mungkin terjadi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang. Kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan salah satu upaya pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. utama dalam pembangunan sektor kesehatan sebagaimana tercantum dalam Program

BAB I PENDAHULUAN. persalinan, perawatan bayi yang baru lahir dan pemeliharaan ASI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PANDUAN PELAKSANAAN RUJUKAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF (PONEK)

BAB 1 PENDAHULUAN. anemia pada masa kehamilan. (Tarwoto dan Wasnidar, 2007)

Surveilans Respons dalam Program KIA Penyusun: dr. Sitti Noor Zaenab, M.Kes

BAB I PENDAHULUAN. memerlukan pelayanan maksimal dari petugas kesehatan. Salah satu bentuk

BAB 1 PENDAHULUAN. Masalah gizi dan pangan merupakan masalah yang mendasar karena secara

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

EVIDENCE BASED MEDICINE (EBM) EVIDENCE BASED MIDWIFERY (EBM) LISA TRINA ARLYM, SST., M.Keb

BAB I PENDAHULUAN. kebidanan dalam suatu negara adalah Kematian Maternal. Kematian

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan balita sangatlah penting,

Filosofi. Mendekatkan Akses pelayanan kesehatan yg bermutu kepada masyarakat. UKM_Maret

22,02%, 23,48% dan 22,45% (Sarminto, 2011). Kejadian anemia di Provinsi DIY pada tahun 2011 menurun menjadi 18,90%. Berbeda dengan provinsi, kejadian

BAB I PENDAHULUAN. dapat terwujud (Kemenkes, 2010). indikator kesehatan dari derajat kesehatan suatu bangsa, dimana kemajuan

BAB I PENDAHULUAN. tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan oleh para

PANDUAN PENYULUHAN PADA PASIEN UPTD PUSKESMAS RAWANG BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. millenium (MDG s) nomor 5 yaitu mengenai kesehatan ibu. Adapun yang menjadi

INFOKES, VOL.5 NO.2 September2015 ISSN : KAJIAN PELAKSANAAN PELAYANAN ANTENATAL CARE OLEH BIDAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MASARAN SRAGEN

Disampaikan pada Workshop Strategik Leadership & Learning Organization (SLLO), April 2012 Pra PIT HOGSI V Yogyakarta

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN PANDEGLANG

KOMPETENSI BIDAN INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perempuan ingin menghadapi kelahiran dengan aman dan nyaman. Continuity

PENDAHULUAN. merupakan peringkat ke-3 tertinggi di Asia Tenggara. Tahun 2007 AKI Indonesia 228 per

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ABSTRAK DAMPAK GERAKAN SAYANG IBU TERHADAP ANGKA KEMATIAN IBU DAN ANGKA KEMATIAN PERINATAL DI KABUPATEN MANOKWARI, IRIAN JAYA BARAT PERIODE

MOTIVASI DAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III

ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. NGATMINI UMUR 34 TAHUN DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI NY. NURAENI FARIDA Amd.Keb GUNUNGPATI KOTA SEMARANG ARTIKEL

PANDANGAN PROFESI BIDAN SERTA REKOMENDASI PERBAIKAN KEBIJAKAN TERKAIT BELANJA STRATEGIS JKN

BAB I PENDAHULUAN. dan tempat terjadinya kehamilan, yang disebabkan oleh kehamilan atau

BAB I PENDAHULUAN. dalam penyelenggaraan upaya kesehatan, karena ibu dan anak merupakan. dan anak penting untuk dilakukan (Kemenkes RI, 2016)

KESEHATAN IBU DAN ANAK. dr Dani MKes Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha 2015

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TEMPAT BERSALIN PADA IBU HAMIL (Studi Kasus di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang)

BAB I PENDAHULUAN. positif bagi ibu maupun bayinya dengan cara membina hubungan saling percaya

BAB 1 PENDAHULUAN. tidak kalah penting dalam memberikan bantuan dan dukungan pada ibu. bagi ibu maupun bayi yang dilahirkan (Sumarah, dkk. 2008:1).

PENATALAKSANAAN KASUS-KASUS EMERGENSI KEBIDANAN YANG BERASAL DARI RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAYAPURA TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan kesehatan (Saifuddin, 2006). Menurut WHO (World Health Organization), pada tahun 2013 AKI

ANALISIS PENGARUH PENERAPAN STANDART PELAYANAN KEHAMILAN TERHADAP KUNJUNGAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS GEMOLONG SRAGEN TAHUN 2011

INDIKATOR DAN TARGET SPM. 1. Indikator dan Target Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat

PEMERINTAH KABUPATEN SANGGAU DINAS KESEHATAN PUSKESMAS ENTIKONG KEPALA PUSKESMAS ENTIKONG,

I. PENDAHULUAN. dalam bidang kesehatan. Sampai saat ini Angka Kematian Ibu (AKI) di. Indonesia menempati teratas di Negara-negara ASEAN, yaitu 228 per

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Ajarmah dan Hashem (2015) mendefinisikan kepuasan pasien sebagai penilaian

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 9 TAHUN 2017 TENTANG

Dian Azani Dosen Akbid 165 Pekanbaru, Indonesia ABSTRACT

MATRIKS BUKU I RKP TAHUN 2011

BAB 1 PENDAHULUAN. Kehamilan dan persalinan merupakan proses normal, alamiah dan. sehat. Namun bila tidak dipantau secara intensif dapat terjadi

Transkripsi:

Standar pelayanan kesehatan maternal Trisasi Lestari trisasilestari@gmail.com

Metodologi penyusunan standar Perencanaan Penyusunan kriteria Penilaian jenis referensi Pemetaan referensi Diskusi panel pemilihan dan perumusan standar akreditasi

Referensi penyusunan standar 2 Referensi lokal Jawa Barat 13 Referensi nasional, antara lain dari: Kementrian Kesehatan RI Peraturan Menteri Kesehatan RI Persatuan Obstetri dan Gynecology Indonesia

Referensi Lokal Instrumen akreditasi pelayanan minimal persalinan normal di pelayanan kesehatan primer Standar pelayanan Minimal Persalinan normal

Referensi nasional Pedoman Pelayanan Perinatal pada RSU kelas C dan D Petunjuk Pelaksanaan Indikator Mutu Pelayanan Rumah Sakit Instrumen Audit Depkes RI Registrasi dan Praktik Bidan Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal Standar Pelayanan Kebidanan Pedoman Pengembangan Manajemen Kinerja Perawat dan Bidan Standar Pelayanan Medik (SPM) Obstetri dan Ginekologi Standar Profesi Bidan Pedoman Teknis Audit Maternal- Perinatal di Tingkat Kabupaten/Kota Asuhan Persalinan Normal (APN) Asuhan Esensial, Pencegahan dan Penanggulangan Segera Komplikasi Persalinan dan Bayi Baru Lahir Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 jam di Rumah Sakit Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan

84 Referensi internasional dari: Royal College of Obstetric and Gynecology (RCOG) National Institute for health and Clinical Excellence (NICE) World Health Organization (WHO)

Referensi internasional: WHO Standards for maternal and neonatal care Managing Complications in Pregnancy and Childbirth: A guide for midwives and doctors Guidelines for Monitoring the Availability and Use of Obstetric Services Mother-Baby Package: implementing safe motherhood in developing countries Pregnancy, Childbirth, Postpartum and Newborn Care: A guide for essential practice Postpartum care of the mother and newborn: a practical guide WHO Recommendations for the Prevention of Postpartum Haemorrhage Monitoring and Evaluation of Maternal and Newborn Health and Services at the District Level Malaria in Pregnancy- guidelines for measuring key monitoring and evaluation indicators PMTCT strategic vision 2010-2015 Technical consultation on the integration of HIV interventions into maternal, newborn and child health services Strategic Approach to Improving Maternal and Newborn Survival and Health Making pregnancy safer: the critical role of the skilled attendant WHO Statement regarding the use of misoprostol for postpartum haemorrhage prevention and treatment

Referensi internasional: RCOG-NICE Minimum Standards for the Organization and Delivery of Care in Labour STANDARDS FOR MATERNITY CARE MINIMUM STANDARDS IN RESPECT OF ELECTIVE WORK PERFORMED DURING A CONSULTANT S ABSENCE MATERNITY DASHBOARD CLINICAL PERFORMANCE AND GOVERNANCE SCORE CARD THE MANAGEMENT OF THIRD- AND FOURTH-DEGREE PERINEAL TEARS The diagnosis and treatment of malaria in pregnancy UMBILICAL CORD PROLAPSE BIRTH AFTER PREVIOUS CAESAREAN BIRTH Antenatal Care: Routine care for pregnant women Induction of Labour Intrapartum Care: care of healthy women and their babies during childbirth Postnatal care: Routine postnatal care of women and their babies

Pemetaan sumber referensi Dibuat tabel matriks yang terdiri dari: judul referensi; penerbit; tahun terbitan; jenis standar yang meliputi: input-proses-output; regulasi-manajemen-medis; standar pelayanan minimal-standar pelayanan optimal; persalinan normal-persalinan dengan tindakan; jenis referensi nasional dan internasional.

Klasifikasi standar berdasarkan fungsi pelayanan 1. Kontinuitas Asuhan Persalinan 2. Sistem Manajemen Persalinan 3. Peningkatan kinerja pelayanan persalinan

Fungsi 1. Kontinuitas Asuhan Persalinan (meliputi pelayanan sebelum terjadi kehamilan, Ante Natal Care (ANC), Intrapartum dan post partum) Pendaftaran Pengkajian/penilaian Keputusan asuhan Rencana asuhan Rencana rujukan Pelaksanaan asuhan Penyuluhan pasien Penglepasan

Fungsi 2. Sistem Manajemen Persalinan Laboratorium Farmasi Manajemen Informasi Kontinuitas Asuhan Persalinan Manajemen Lingkungan Peralatan Medik Manajemen Staf

Fungsi 3. Peningkatan Kinerja Pelayanan Persalinan Peningkatan kinerja klinik Pemahaman kinerja klinik Pengukuran kinerja klinik

1a. Pendaftaran (admission) Kebijakan tidak ada uang muka untuk pendaftaran Ibu hamil diberikan pilihan tempat melahirkan, termasuk resiko dan pelayanan tambahan yang diberikan Kebijakan lintas sektoral untuk mempromosikan pelayanan KIA Ketersediaan informasi cara mengontak bidan setempat di media public Identifikasi ibu hamil beresiko tinggi/riwayat obstetri sebelumnya. Akses ke pelayanan KIA mudah, sesuai kebutuhan ibu, dan fleksibel Ibu hamil mendapatkan pelayanan ANC minimal 4kali Provider proaktif Akses ke pemeriksaan skrining atau antenatal diagnosis test

1b. Pengkajian Perencanaan tertulis perawatan ANC yg didiskusikan bersama dengan ibu. Penilaian resiko dan kebutuhan spesifik ibu Semua staf mampu melakukan rapid initial assessment Identifikasi pekerjaan ibu untuk mengetahui resiko akibat pekerjaan

1c. Keputusan asuhan Provider harus memahami hak ibu hamil ketika menawarkan pelayanan persalinan Pelayanan persalinan harus selalu tersedia, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan ibu hamil Ibu hamil mendapatkan dukungan dan advokasi dari bidan selama kehamilan sampai paska persalinan

1d. Rencana asuhan Semua ibu hamil harus diperlakukan dengan sopan dan terlibat dalam perencanaan asuhan yang akan diberikan Untuk wanita yang tidak memiliki resiko kehamilan, jumlah kunjungan ANC harus sesuai dengan standar nasional

1e. Rencana rujukan Terdapat alur rujukan yang jelas sehingga ibu hamil yang membutuhkan pelayanan tambhaan bisa ditangani oleh tim spesialis yang tepat Tersedia sistem transportasi yang cepat dan adekuat untuk mengantarkan ibu hamil ke tempat rujukan. Tersedia pelayanan multidisipliner dengan teamwork yang adekuat untuk ibu hamil dengan permasalahan medis, psikologis, ataupun sosial

1f. Pelaksanaan asuhan Standar penatalaksanaan persalinan normal Standar penatalaksanaan persalinan dengan penyulit Standar pemberian kortikosteroid antenatal Standar manajemen kehamilan tuba Standar penanganan placenta previa Standar manajemen pre-eclampsia Dll.

1g. Penyuluhan pasien Konseling kesehatan ibu hamil tersedia untuk semua wanita usia produktif dan bersifat proaktif Bahan konseling tersedia dalam bahasa lokal supaya mudah dimengerti. Dimana konselor tidak lancar bahasa lokal, maka diperlukan penerjemah.

1h. Pelepasan pasien Jika tidak ada komplikasi lama ranap post partum tidak lebih dari 48 jam pada persalinan normal, dan 96 jam pada persalinan sectio caesaria Suami atau keluarga pasien mengetahui cara perawatan bayi dan tanda-tanda kegawat daruratan pada ibu dan bayi.

2a. Laboratorium Tersedia staf yang kompeten, alat dan bahan yang memadai untuk pemeriksaan malaria pada ibu hamil

2b. Farmasi Peresepan obat seminimal mungkin dan diberikan ketika manfaatnya lebih besar daripada resikonya Ketersediaan semua obat-obat esensial, peralatan persalinan dan tersedia mekanisme untuk menjaga ketersediaan obat dan bahan serta perawatan alat.

2c. Manajemen Informasi Tersedia sistem manajemen informasi yang berfungsi dengan baik dan bisa memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan berdasarkan bukti (evidence-based decision making). Pencatatan dan pelaporan secara rutin

2d. Manajemen lingkungan Fasilitas persalinan harus sesuai dengan standar dan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan persepsi penggunanya, dengan membuatnya senyaman mungkin seperti rumah sendiri.

2e. Peralatan medik Semua ibu bersalin dan penolong persalinan harus mengetahui hal-hal yang dibutuhkan untuk persalinan bersih. Semua penolong persalinan harus mendapatkan pelatihan mengenai persalinan yang bersih dan aman.

2f. Manajemen staf Semua bidan, dokter umum, dan spesialis obsgyn kompeten untuk membantu ibu dalam pelayanan antenatal, intrapartum, dan antepartum, dan membuat keputusan dengan mempertimbangkan resiko dan manfaatnya. Peran setiap staf dalam pelayanan persalinan jelas, dengan pemimpin yang mempromosikan good practice dan komunikasi multiprofesi.

3a. Peningkatan kinerja klinik Lisensi dan regulasi Memastikan adanya upaya peningkatan profesionalisme berkelanjutan untuk semua staf Struktur clinical governance harus diimplementasikan di semua unit klinik bersalin

3b. Pemahaman kinerja klinik Pelayanan kesehatan harus sesuai dengan pedoman nasional atau evidence-based guidelines lainnya Setiap unit klinik bersalin memiliki protokol yang sesuai dengan kebutuhan klinis, organisasi, dan sistem.

3c. Pengukuran kinerja klinik Kinerja staf disemua level ditingkatkan, direview dan diaudit setiap tahun Audit maternal mortality Pelaporan data-data dan hasil root-cause analysis dari kejadian maternal mortality atau komplikasi.

Contoh template akreditasi

Template akreditasi Panduan: Standard Kriteria Pertanyaan untuk verifikasi Isian Deskripsi Temuan mayor Temuan minor

Standard Semua ibu hamil di daerah prevalensi tinggi malnutrisi harus mendapatkan suplemen besi dan asam folat secara rutin, disertai penyuluhan komposisi makanan yang baik untuk mencegah anemia. Jika prevalensi anemia didaerah tersebut tinggi, maka suplementasi dilanjutkan sampai tiga bulan postpartum. (WHO)

Kriteria Tersedia kebijakan nasional atau pedoman klinis mengenai suplementasi besi dan asam folat dan telah diimplementasikan dengan baik. Staf kompeten untuk menjelaskan manfaat suplementasi besi dan asam folat selama kehamilan, dosis dan lama terapi, tepat dosis Besi dan asam folat tersedia di semua tempat pelayanan kesehatan. Sistem rujukan sudah berjalan dengan baik Ada mekanisme baku untuk mencatat kasus-kasus anemia berat Ada penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya suplementasi besi dan asam folat untuk ibu hamil

Apakah bisa dicapai kriteriakriteria tersebut??

Pertanyaan untuk verifikasi Apakah tersedia pedoman nasional atau lokal untuk pengendalian anemia? Apakah suplemen besi/folat tersedia dan bagaimana manajemennya? Apakah ada staf yang bisa meresepkan dan memberikan suplemen besi/folat? Berapa proporsi ibu hamil yang menerima suplemen besi/asam folat secara rutin? Berapa proporsi ibu hamil yang menerima penyuluhan tentang diet kaya besi/folat?

Pertanyaan (contd.) Berapa proporsi ibu hamil dengan anemia berat yang dirujuk? Berapa jumlah kematian ibu yang terkait dengan anemia berat? Berapa jumlah komplikasi maternal yang terkait dengan anemia berat? Berapa jumlah kematian perinatal yang terkait dengan anemia berat? Berapa insiden BBLR terkait dengan anemia pada kehamilan?

Apakah bisa didapat data-data tersebut?

Standard Sebelum memilih epideral analgesia, ibu hamil harus mendapatkan informasi mengenai resiko, manfaat dan implikasinya untuk proses persalinan (NICE)

Kriteria Tersedia pedoman nasional atau pedoman lokal mengenai penggunaan epidural analgesia dan sudah diterapkan dengan baik Ada petugas yang bisa menjelaskan resiko dan manfaat epidural analgesia Pemberian informasi dilakukan di kamar bersalin

Pertanyaan Apakah tersedia pedoman nasional atau lokal untuk pelayanan anestesia epidural? Apakah tersedia materi informasi tentang anestesia epidural? Apakah selalu ada staf yang bisa menjelaskan resiko dan manfaat anestesia epidural pada ibu hamil? Berapa proporsi ibu melahirkan yang mendapatkan anestesia epidural?

Berapa proporsi ibu hamil yang mendapatkan informasi mengenai resiko dan manfaat epidural anestesia? Berapa jumlah kematian ibu yang terkait dengan penggunaan anestesi epidural? Berapa jumlah komplikasi maternal yang terkait dengan anestesi epidural? Berapa jumlah kematian perinatal yang terkait dengan anestesi epidural?

Penyuluhan untuk ibu hamil dan keluarganya Materi dan bahan penyuluhan Kemampuan komunikasi Fasilitas kesehatan Pencatatan hasil pemeriksaan

Semoga bermanfaat