Database Management Systems Ewing_ibrani@yahoo.com
Hirarkis Data File yaitu kumpulan catatan data yang berhubungan dengan subyek tertentu. Catatan adalah elemen data yang berhubungan dengan obyek tertentu. Elemen data yaitu unit data terkecil yang tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang berarti.
Hirarkis Data
EVOLUSI MODEL SISTEM INFORMASI Model Proses Manual Model File Datar (1960-1980) 1980) Database Model REA (1982) Sistem ERP
The Evolution of IS Models: The Flat-File File Model
The Evolution of IS Models: The Database Model
Apakah yang dimaksud dengan sistem manajemen database? (DBMS). Sistem manajemen database adalah sistem berbasis komputer untuk mendefinisikan, membuat, memanipulasi, mengawasi, mengatur, dan menggunakan database. Menurut Faisal Akib : DBMS adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan meng-akses basis data dengan cara praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk meng-akomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda. beda.
Sistem Manajemen Database Sebuah database adalah kumpulan dari integrasi data yang terorganisir seperti byte, ruas, rekod, dan file. DBMS adalah menggantikan sistem manajemen file lama dan dengan demikian meningkatkan integritas data dan kemandirian, serta mengurangi pemborosan data
PEMROSESAN DATA 1. Pemrosesan Batch Pengumpulan transaksi dan pemrosesan semua sekaligus dalam batch. kelemahan dari pemrosesan ini manajemen tidak selalu memiliki informasi mutakhir yg menggambarkan sistem fisik. 2. Pemrosesan On-Line Pengolahan transaksi satu per satu, kadang saat terjadinya transaksi, karena pengolahan on-line berorientasi transaksi. 3. Sistem Real Time Sistem yang mengendalikan sistem fisik, dimana sistem ini mengharuskan komputer berespon cepat pada sistem fisik.
Konsep Database Yaitu integrasi logis dari catatan-catatan file. Tujuan dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuaan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dicapai dgn menempatkan spesifikasi dalam tabel & kamus yg terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
Flat-File File Versus Database Environments Kelemahan File Datar: Penyimpanan Data : SI yg efisien n hy satu kali menangkap dan menyimpan data dan membuatnya tersedia kesemua pengguna. Pembaruan Data. Kekinian Informasi KetergantunganTugas Data Data: Ketdkmampuan pengguna utk mendaptkan informasi tambahan ketika kebutuhannya berubah.
Advantages of the Database Approach Data sharing/centralize database resolves flat-file file problems: No data redundancy - setiap data yg disimpan hy sekali shg tdk ada redundansi dan mengurangi by penyimpanan data. Single update - Because data is in only one place, it requires only a single update procedure, reducing the time and cost of keeping the database current. Current values - perubahan thd basis data yg dilakukan seseorang berlaku bagi semua user Task-Data Interdependency ependency pengguna memiliki akses sepenuhnya ke data yg ada diperusahaan
Kerugian / Kelemahan DBMS 1. Memerlukan suatu skill ttt utk bisa melakukan administrasi n mjmn database agar dpt diperoleh struktur dan relasi data yg optimal 2. Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien. 3. Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal 4. Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi 5. Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan. 6. Apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi karena banyak pengguna yang bergantung pada sistem ini.
Elements of the Database Approach System Requests System Development Process Database Administrator Applications U S E R S Transactions Transactions Transactions User Programs User Programs User Programs DBMS Data Definition Language Data Manipulation Language Query Language Host Operating System Physical Database User Queries
DBMS Features Tujuan DBMS : utk menyediakan pengendalian akses thd basis data Application Development berisi peranti lunak pengembangan aplikasi. Baik pemrogram maupun end-user dpt menggunakan fitur ini utk mengakses basis data Backup and Recovery - copies database Database Usage Reporting - captures statistics on database usage (who, when, etc.) Database Access - authorizes access to sections of the database
Internal Controls and DBMS Internal Control The purpose of the DBMS is to menyediakan pengendalian akses thd basis data. The DBMS is merupakan software khusus yg diprogram utk mengetahui elemen data mana yg bs diakses oleh user
beberapa DBMS yang terkenal DBMS Access DB2 Informix Ingress mysql Oracle Postgres SQL Sybase Visual dbase Visual FoxPro Perusahaan Microsoft Corporation IBM IBM Computer Associate The MySQL Company Oracle Corporation Postgres Sybase Inc. Borland FoxPro Corporation
Bahasa DBMS Implementasi bahasa DBMS bervariasi sesuai dengan variasi perusahaan yang merancangnya, namun pada prinsipnya bahasa ini bisa dikategorikan ke dalam tiga komponen bahasa, yaitu: Data Definition/Decription Language (DDL) Data Manipulation Language (DML) Device Control Media Language (DCML)
Data Definition Language (DDL) DDL is a programming language used to define the database to the DBMS. The DDL identifies the names and the relationship of all data elements, records, and files that constitute the database. Komponen bahasa ini banyak digunakan oleh para administrator basisdata pada saat merencanakan atau membangun file-file basisdata.
Data Manipulation Language (DML) DML adalah komponen bahasa DBMS yg digunakan utk memanipulasi data, komponen ini diperlukan oleh para pengguna utk memanipulasi data, antara lain perintah2 utk melakukan hal2 berikut ini: mengambil data dari basisdata (LIST, DISPLAY) menambah data kedalam basisdata (INSERT, APPEND) meremajakan data yang ada dalam basisdata (UPDATE) menghapus data yang tidak diperlukan (DELETE) meng-urutkan data (SORT) menghitung frekuensi data (COUNT) mencari data (SEEK, FIND)
Functions of the DBA
The Relational Model The relational model portrays data in the form of two dimensional tables: relation - the database table attributes (data elements) - form columns tuples (records) - form rows data - the intersection of rows and columns
Decomposing Sales into Orders and Sales Inventory- Orders (1,N) Customer Orders (1,1) Participant (0,N) Customer (0,N) (1,1) (0,1) Participant Inventory (0,N) Inventory- Sales Leads to (0,N) (0,N) Salesperson (1,N) (0,1) Participant Sales (1,1) (1,1) Participant (0,N) Customer
Determine Cardinalities Cardinalities indicate bagaimana perumpamaan dlm satu entitas dpt dihubungkan keperumpamaan ttt dlm entitas lain. Sales (0, N) Customer The first number is the minimum, and the second number is the maximum.
Min Cardinalities kardinalitas minimum dari suatu hubungan menunjukkan apakah setiap baris dalam entitas yang HARUS dihubungkan dengan baris pada entitas di sisi lain. kardinalitas minimum dapat berupa 0 atau 1. Sebuah kardinalitas minimum (0) berarti baris baru dapat ditambahkan ke tabel yang tanpa dikaitkan dengan setiap baris pada tabel lain. Sebuah kardinalitas minimum 1 berarti bahwa setiap baris dalam tabel yang HARUS dihubungkan dengan setidaknya satu baris pada tabel lain
The minimum cardinality of 1 in the (1, 1) cardinality pair to the right of the sales entity in the customer-sales sales relationship indicates that a new sales transaction CAN ONLY be added if it is linked to a customer. (1,1) (0, N) Sales Made to Customer
Max Cardinalities Kardinalitas maksimum dari suatu hub menunjukkan apakah setiap baris di entitas BISA dihub dgd lebih dari satu baris pdp badan di sisi lain hubungan. kardinalitas maksimum dapat berupa 1 atau N. Sebuah kardinalitas minimum 1 berarti bahwa setiap baris dalam tabel yang dapat dikaitkan dengan paling banyak hanya 1 baris pada tabel lain. Sebuah kardinalitas maksimum N berarti bahwa setiap baris dalam tabel MUNGKIN dihubungkan dengan lebih dari satu baris pada tabel lain.
REA Diagram, Step 4: Determine Cardinalities The maximum cardinality of N in the (0, N) cardinality pair to the left of the customer entity in the customer-sales sales relationship indicates that a given customer MAY be linked to many sales events. (0, N) Sales Made to Customer
Relationships between Entities Tiga jenis dasar dari hubungan antara entitas yang mungkin, tergantung pada kardinalitas maksimum yang terkait dengan setiap entitas. Mereka adalah: 1. A one-to to-one one relationship (1:1) 2. A one-to to-many relationship (1:N) 3. A many-to to-many relationship (M:N)
Crow s Feet Cardinalities (1:0,1) (1:1) (1:0,M) (1:M) (M:M)
End