COMMAND CENTER DAN DATA WAREHOUSE KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2010

dokumen-dokumen yang mirip
BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS PERHUBUNGAN

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968 tentang Berlakunya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 dan Pelaksanaan Pemerintahan di Propinsi

Menimbang: a. bahwa dalam rangka mendukung kegiatan Layanan Tunggal

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No c. bahwa untuk mempercepat penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di laut, darat, dan udara diperlukan progr

Rp ,- (Edisi Indonesia) / Rp ,- (Edisi Inggris) US$ 750 Harga Luar Negeri

PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 61 TAHUN 2008 T E N T A N G

Contoh 1: UNIT KEARSIPAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN UNIT KEARSIPAN I : BIRO UMUM SEKRETARIAT JENDERAL UNIT KEARSIPAN II :

Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh; Selamat Malam dan Salam Sejahtera untuk kita semua.

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2017, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i Daftar Isi... ii

-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 118 TAHUN 2016 TENTANG

Buku Panduan INFRASTRUKTUR JARINGAN KOMPUTER DAN KOMUNIKASI DATA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Gambaran Arsitektur Pemanfaatan Teknologi Informasi terkait dengan SIMOPEL

-2- Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 6. Undang-Un

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

KEBIJAKAN SEKTOR PERHUBUNGAN DALAM RANGKA PENGANGKUTAN LIMBAH B3

BUPATI PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

G. URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG PERHUBUNGAN

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT

Badan Litbang Perhubungan telah menyusun kegiatan penelitian yang dibiayai dari anggaran pembangunan tahun 2010 sebagai berikut.

Menangkan Persaingan dengan Business Intelligent

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KP 934 TAHUN 2017 TENTANG RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2017

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA)

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

BAB II PROFIL DINAS PERHUBUNGAN PROPINSI SUMATERA UTARA

AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG CACAT DAN ORANG SAKIT PADA SARANA DAN PRASARANA PERHUBUNGAN

BAB II DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI SUMATERA UTARA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : 88 TAHUN 2011 TENTANG ALUR DATA DAN INFORMASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

BAB I PENDAHULUAN. otonomi daerah akan memicu peningkatan ekonomi serta mengembangkan

U R A I A N JUMLAH PENDAPATAN 1,523,190, BELANJA BELANJA TIDAK LANGSUNG 43,840,818, BELANJA LANGSUNG 89,472,345,616.00

Boks 2. Kesuksesan Sektor Jasa Angkutan Udara di Provinsi Jambi

Tipe-tipe Sistem Informasi

BIDANG PERHUBUNGAN. SUB BIDANG SUB SUB BIDANG RINCIAN URUSAN KABUPATEN 1. Perhubungan Darat. 1. Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2015, No Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264) sebagaimana telah beberapa kali diubah

2017, No Badan SAR Nasional Nomor PK. 15 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga atas Organisasi dan Tata Kerja Badan SAR Nasional (Berita Negara R

Perkembangan Jumlah Penelitian Tahun

DAFTAR INFORMASI PUBLIK

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara salah satunya ditandai dengan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - BUPATI KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA PERATURAN BUPATI KEPULAUAN SANGIHE NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG

Paragraf 1 Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Apa pentingnya mengolah data?

Kompilasi Data Transportasi, 2012

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KOORDINASI PENGEMBANGAN APLIKASI DI KEMENTERIAN PUPR. Oleh Masagus Z. Rasyidi (Kepala Subbidang Layanan TI PUSDATIN)

FUNGSI PELABUHAN P P NOMOR 69 TAHUN 2001 SIMPUL DALAM JARINGAN TRANSPORTASI; PINTU GERBANG KEGIATAN PEREKONOMIAN DAERAH, NASIONAL DAN INTERNASIONAL;

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KP 934 TAHUN 2017 TENTANG RAPAT KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2017

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEBUTUHAN PEGAWAI YANG BERASAL DARI LULUSAN SEKOLAH KEDINASAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

2013, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negar

2016, No kepelabuhanan, perlu dilakukan penyempurnaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 51 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan L

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

[ U.30 ] PENELITIAN FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI TERHAMBATNYA ARUS DISTRIBUSI BARANG PADA TERMINAL PETI KEMAS GEDEBAGE BANDUNG

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 53 TAHUN 2016

WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BAB I PENDAHULUAN. disamping fungsinya sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam kaitannya dengan sektorsektor

2 II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2 Huruf a Huruf b Huruf c Huruf d Pelayanan jasa kebandarudaraan pada Bandar Udara yang dikerjasamakan dengan Bad

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini bangsa Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan di segala

LAMPIRAN C DAFTAR ISTILAH

2016, No Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Pemerintah Nomor

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat terhadap kemajuan, Indonesia merupakan negara yang sangat

BUPATI TOLITOLI PROVINSI SULAWESI TENGAH

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 634 /KPTS/013/2013 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. transportasi dan komunikasi yang sangat diandalkan dalam mewujudkan

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR...TAHUN 2010 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

Tinjauan Terhadap Tarif Angkutan Kapal Cepat KM. Expres Bahari Lintas Palembang-Muntok di Pelabuhan Boom Baru Palembang

BAB. 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

2017, No Mengingat : 1.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 65, Tamba

Transkripsi:

COMMAND CENTER DAN DATA WAREHOUSE KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2010 RAPAT KOORDINASI DATA DAN INFORMASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN YOGYAKARTA, 20-23 OKTOBER 2010

PENDAHULUAN Kementerian Perhubungan sebagai salah satu instansi pemerintah yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pengawasan pada moda transportasi Darat, Laut, dan Udara serta Kereta Api, tentu membutuhkan dukungan sistem informasi yang menyeluruh, terpadu dan terintegrasi secara nasional. Sistem informasi yang menyeluruh, terpadu dan terintegrasi tersebut, sangat dibutuhkan oleh para pengambil keputusan baik pada level strategis, level manajerial, dan level operasional. Pengambil keputusan pada level strategis atau level top manajemen, membutuhkan dukungan informasi yang bersifat ringkasan-ringkasan, informasi yang bersifat umum dan menyeluruh serta untuk kebutuhan jangka panjang. Sedangkan pengambil keputusan pada level manajerial atau level middle manajemen, membutuhkan dukungan informasi yang bersifat manajerial, informasi yang cukup detail, serta informasi untuk jangka menengah. Adapun pengambil keputusan pada level operasional atau level lower manajemen, membutuhkan dukungan informasi yang bersifat manajerial, informasi yang sangat detail, serta informasi untuk jangka pendek. Pengambil keputusan pada Kementerian Perhubungan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan Tupoksi yang diemban oleh Kementerian Perhubungan. Pengambilan keputusan yang tepat oleh para pengambil keputusan (decision maker) pada setiap level manajemen, akan menentukan keberhasilan organisasi Kementerian Perhubungan dalam pencapaian Command Center dan Data Warehouse Halaman - 1

tujuan organisasi, atau keberhasilan dalam pencapaian tupoksi Kementerian Perhubungan. Pengambilan keputusan yang tepat, mutlak membutuhkan dukungan Informasi tepat, akurat, tepat waktu. Tepat waktu artinya informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan tersebut, harus dapat tersedia dan tersaji kapanpun. Sistem Informasi yang baik, akan mampu menyediakan informasi semacam ini. Sistem informasi semacam ini membutuhkan koneksi jaringan atau komunikasi data yang bersifat online disertai visualisasi kejadian yang ditampilkan melalui CCTV maupun reportase lapangan melalui conference, sehingga informasi yang didapat akan bersifat real-time. Informasi yang bersifat real-time ini, sangat dibutuhkan pada proses monitoring suatu kegiatan di Kementerian Perhubungan. Dengan Kondisi yang sudah digambarkan di atas maka pengelolaan informasi serta unsur pendukung dapat diintegrasikan dalam satu sistem yang terintegrasi di lingkungan Kementerian Perhubungan dengan memanfaatkan Command Center beserta Sistem Informasi di dalamnya yang meliputi Data Warehouse, GIS dan Sistem informasi atau aplikasi lainnya Command Center dan Data Warehouse Halaman - 2

COMMAND CENTER KEMENTERIAN PERHUBUNGAN FISIK COMMAND CENTER Pada akhir tahun 2009 Ruang Command Center Kementerian Perhubungan selesai dibangun, dan pada tahun itu juga Command Center mulai difungsikan hingga saat ini. Command Center Kementerian Perhubungan bertempat di Gedung Karya Lt. 25. Fisik Ruang Command Center terbagi atas Ruang Utama dan Ruang Operator. Di dalam Ruang utama terdapat perlengkapan sidang dan kelengkapan lainnya sedangkan di Ruang Operator terdapat beberapa buah komputer untuk memasukan data yang akan ditampilkan di Ruang Utama beserta Ruang Server untuk melayani lalu lintas jaringan komputer yang terhubung ke Command Center Kementerian Perhubungan Secara garis besar, fisik Command Center Kementerian Perhubungan dapat di tampilkan melalui gambar-gambar sebagai berikut : Command Center dan Data Warehouse Halaman - 3

Gambar 1. Layout Ruang Command Center Gambar 2. Pintu Masuk Ruang Command Center Command Center dan Data Warehouse Halaman - 4

Gambar 3. Gambar Ruang Utama Command Center Gambar 4. Gambar Ruang Utama Command Center Command Center dan Data Warehouse Halaman - 5

Gambar 4 Cent Gambar 5. Gambar Ruang Operator Command Center Gambar 6. Gambar Server Ruang Operator Command Center dan Data Warehouse Halaman - 6

Gambar 7. Gambar Wall Display Ruang Utama Command Center Command Center dan Data Warehouse Halaman - 7

SISTEM COMMAND CENTER Isi dari Command Center memegang peranan yang sangat penting untuk operasional pengambilan keputusan di Command Center. Sistem di dalam Command Center di bagi atas Sistem untuk mengatur segala perangkat keras yang ada di dalam Command Center dan Sistem (Informasi) dari Command Center yang berisi tentang semua data dan informasi yang dibutuhkan para pimpinan Kementerian Perhubungan. Sistem Perangkat Keras Semua perangkat keras yang terdapat di Command Center harus terintegrasi sehingga data dalam bentuk text, gambar dan video dapat di tampilkan di dalam Command Center. Ada beberapa perangkat utama yang terdapat di dalam Command Center, meliputi : 1. Server dengan Sistem Operasinya 2. Perangkat jaringan dengan Sistem Operasinya, antara lain : - Switch - Modem - Cabling System - dll 3. PC Desktop dengan Sistem Operasinya Command Center dan Data Warehouse Halaman - 8

4. Wall Display dan Plasma TV sebagai media output beserta controlnya 5. Sistem Audio 6. Pencahayaan atau Lighting Sistem Informasi Sistem Informasi merupakan isi atau content dari Command Center. Sistem Informasi di dalam Command Center berbentuk Executive Information System yang berarti bahwa informasi yang ditampilkan bersifat strategis dan agregat sehingga memudahkan pimpinan untuk menganalisa data dan informasi sebelum diambilnya keputusan. Terdapat beberapa Sistem Informasi yang terdapat di dalam Command Center, antaranya : 1. Portal Command Center (Tampilan utama dan bersifat Executive Information System), meliputi : - Modul Dashboard - Modul Update data - Modul Pencarian data dan informasi - Modul Integrasi sistem/aplikasi 2. Data Warehouse (secara garis besar dapat dibaca di buku ini) 3. Sistem Geografis Perhubungan/GIS (dapat dibaca dibuku lainnya) Command Center dan Data Warehouse Halaman - 9

4. Sistem Informasi atau Aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan sewaktu-waktu lainnya, yakni : - Sistem Informasi Kepegawaian Kementerian Perhubungan - Sistem Informasi e-monitoring dan Reporting Daya Serap DIPA Kementerian Perhubungan - Portal Kementerian Perhubungan (www.dephub.go.id) dan situs web Sub Sektor dan Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan. - Sistem informasi atau aplikasi lain yang berbasis web/web based. 5. Visualisasi dari cakupan monitoring CCTV di beberapa sarana dan prasarana transportasi strategis di seluruh Indonesia 6. Fasiltas komunikasi langsung ke beberapa spot tertentu menggunakan Video-Conference termasuk fasilitas Conference dengan kantor UKP4 di Kantor Kepresidenan, Bina Graha Beberapa kegiatan yang telah dilakukan di Command Center Kementerian Perhubungan, antara lain : - Rapat Pimpinan Menhub dengan Es I - Conference Wamenhub dan Sekjen - Salah satu sumber informasi pantauan Angkutan Lebaran untuk salah satu Media Elektronik Command Center dan Data Warehouse Halaman - 10

DATA WAREHOUSE KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DATA WAREHOUSE Sejak tahun 2008, Kementerian Perhubungan telah memulai pengembangan sistem Data Warehouse sebagai model penyediaan data transportasi menyeluruh. Dalam pekerjaan tersebut, fokus data dan informasi adalah transportasi Lebaran. Selain itu, sistem yang dikembangkan ini juga telah menyediakan beberapa hal penting seperti penyediaan informasi sektor transportasi lainnya, misalnya; informasi pelaporan aktifitas Bandar Udara (jumlah penumpang ataupun kargo datang dan berangkat, jumlah pergerakan pesawat datang dan berangkat) untuk Sektor Perhubungan Udara. Sektor Perhubungan Laut: informasi pelaporan aktifitas naik turun penumpang dan barang di setiap pelabuhan, aktifitas bongkar muat, aktifitas arus kunjungan kapal, dan sebagainya. Command Center dan Data Warehouse Halaman - 11

Sedangkan untuk informasi sektor transportasi Darat dan Perkeretaapian, antara lain: informasi pelaporan aktifitas di ASDP (Angkutan Danau Sungai dan Penyeberangan) di beberapa pos ASDP, seperti; jumlah penumpang, kenderaan bermotor baik naik maupun turun di pelabuhan penyeberangan pada waktu tertentu untuk sektor transportasi Perhubungan Darat. Sedangkan untuk sektor transportasi Perkeratapian beberapa hal yang dapat ditampilkan, antara lain; jumlah produksi pengangkutan penumpang dan barang di setiap daerah operasi dan Divisi Regional PT. KA. Gambar 1. Arsitektur Data Warehouse Perhubungan Dengan 1 site. Gambar 1 di atas mengilustrasikan pembangunan data warehouse Perhubungan, dimana pembangunan ini Command Center dan Data Warehouse Halaman - 12

diperuntukan untuk melakukan pengolahana data yang terpusat di satu (1) mesin berikut tampilan informasi hasil olah data aplikasi data warehouse. Pada system ini proses pengumpulan data dilakukan secara manual dengan proses pemasukan data secara berkala (batch sistem). Selain itu proses pemutakhiran data (pemasukan data terbaru) sangat bergantung dari single operator yang mengoperasikan system data warehouse ini. Dan teknologi pengumpulan data yang diadopsi juga masih manual sehingga factor kesalahan data menjadi sangat dominan. Akibatnya prose pengolahan data menjadi informasi yang semestinya dapat membantu proses pengambilan keputusan menjadi kurang handal. Kemudian akibat dari pengumpulan data yang terbatas dan dengan tingkat detail data yang terbatas pula menjadikan pertumbuhan informasi yang dihasilkan system ini menjadi kurang powerfull (menyeluruh) di samping tingkat fleksibilitas penggunaannya yang masih sangat terbatas karena kemampuan mesin data warehouse. Tahun 2010 pelaksanaan pengembangan Aplikasi Data Warehouse dilakukan penyempurnaan, melalui penguatan beberapa hal, baik untuk aplikasi itu sendiri maupun kemampuan sistem mesin yang menanganinya, seperti: Command Center dan Data Warehouse Halaman - 13

penyediaan informasi sektor transportasi yang lebih luas dan menyeluruh untuk mendukung perencanaan, pelaporan, dan pengambilan keputusan; menyediakan data penting dan berkualitas tinggi mengenai sektor transportasi dengan proses dokumentasi dan pengelolaan yang baik; menyediakan alat bantu (tools) yang mendukung proses pelaporan dan analisis yang lebih cepat dan mudah; memungkinkan pengembangan dan perluasan di tahun-tahun mendatang. Pada pengembangan sistem Data Warehouse Perhubungan tahun 2010 ini, penguatan yang dilakukan pada sistem dilakukan pemisahan pengolah data dengan pengolah informasi guna meningkatkan performansi sistem aplikasi, seperti yang diilustrasikan pada gambar 1 halaman 14 di bawah ini. Pada gambar tersebut proses pengolahan data terpusat diletakan di site Data Warehouse (tier-1) sedangkan proses pengolahan informasi berada di site lainnya (tier- 2). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya data yang akan diolah dari berbagai sumber data dengan beragam platform yang berbeda. Command Center dan Data Warehouse Halaman - 14

Gambar 1. Arsitektur Data Warehouse Perhubungan Dengan 2 site. Di samping itu, pengembangan arsitektur 2 tier ini juga untuk mengantisipasi proses pengumpulan data dari lokasi sumber data yang berbeda dengan berbagai macam platform berbeda ke pusat pengolahan data dengan cara yang lebih sederhana dan dengan memakan waktu yang seminimal mungkin. Sumber data dasar bagi aplikasi Data Warehouse adalah data produksi, sarana, dan prasarana yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan perhubungan sehari-hari di seluruh wilayah Indonesia. Data sarana, prasarana dan produksi yang dilakukan berbagai unit pelaksana teknis beserta Command Center dan Data Warehouse Halaman - 15

operator kegiatan perhubungan (BUMN) lainnya merupakan masukan utama data pada aplikasi ini. Data sumber ini ada yang sudah terdistribusi dalam basis data transaksional operasional yang on-line (OLTP Online Transactional Processing) seperti yang telah dilakukan oleh beberapa BUMN Sektor Perhubungan, seperti: PT. Pelindo, PT. Angkasa Pura, PT. Garuda Indonesia maupun data yang masih terdistribusikan dalam format flatfile ataupun hardcopy seperti yang terdapat pada UPT Kementerian Perhubungan. Salah satu teknologi yang diadopsi untuk melakukan pengumpilan data dari berbagai lokasi sumber data yang berbeda adalah tools ETL/ELT dari Oracle enterprise. Teknologi ini diharapkan mampu melakukan proses pengambilan data (pemilihan, pembersihan dan pengiriman data) sesuai dengan kriteria informasi yang diinginkan dan akan ditampilkan pengguna (pengambil keputusan). Selain itu proses penampilan informasi yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan atau didefinisikan pengguna dapat langsung masuk ke lokasi sumber data yang berbeda dalam rentang waktu yang singkat. Hal ini akan lebih memudahkan proses penelusuran informasi dan dengan dukungan data yang stabil untuk membantu proses pengambilan keputusan di level pimpinan di kantor pusat. Command Center dan Data Warehouse Halaman - 16

Hal lain yang diadopsi adalah teknologi Bisnis Intelejen juga dari Oracle Enterprise. Pada bagian ini, pengguna diberikan kemudahan untuk melakukan akses proses pengolahan data dan informasi secara bersamaan dari lokasi yang berbeda-beda pada sistem aplikasi data warehouse. Hasil akhir pelaksanaan kegiatan pengembangan data warehouse Perhubungan ini tentunya dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan hasil optimal dengan dukungan semua pihak yang terlibat, terutama kontribusi data di satu sisi berikut validitas data atau meta data sisi lainnya. Command Center dan Data Warehouse Halaman - 17

P E N U T U P Penerapan teknologi informasi dan komunikasi membutuhkan kerja keras dan kerjasama dari semua pihak baik pimpinan dan segenap jajarannya, karena manfaat dari penerapan teknologi informasi dan komunikasi tidak langsung dirasakan hari ini juga, tetapi di kemudian hari manfaat dan keuntungan dari penerapan TIK tersebut terasa. Buku ini disusun untuk menggambarkan kondisi Command Center Kementerian Perhubungan beserta isi didalamnya, yang dapat di manfaatkan para Pimpinan Kementerian Perhubungan untuk mengambil keputusan dan kebijakan yang terkait dengan kebijakan Kementerian Perhubungan Besar harapan kami masukan dan saran pembaca atas buku ini lebih sempurna dan berguna sebagai acuan pengimplementasian Sistem Informasi di lingkungan Kementerian Perhubungan Jakarta, September 2010 Command Center dan Data Warehouse Halaman - 18