BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
HESTI HAERANI. PT Surya Citra Televisi SCTV Tower - Senayan City Jl. Asia Afrika Lot 19, Jakarta Telepon ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi dan masyarakat tak dapat di pisahkan, maka itu ada istilah

BAB I PENDAHULUAN 1.1

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. kepada khalayak. Media adalah salah satu unsur terpenting dalam komunikasi. Pada

BAB I PENDAHULUAN. untuk memperoleh informasi dan pengetahuan serta wadah untuk menyalurkan ide,

BAB I PENDAHULUAN. proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pesatnya perkembangan Teknologi diiringi dengan semakin

BAB I PENDAHULUAN. bergantung kepada dirinya sendiri, melainkan membutuhkan kehadiran orang lain.

BAB I PENDAHULUAN. yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat

BAB I PENDAHULUAN. katanya dari bahasa latin communicatio yang berarti proses penyampaian suatu. pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat dibutuhkan manusia, dan manusia tidak bisa hidup tanpa

BAB I PENDAHULUAN. media massa karena sifatnya yang lebih efisien dan cepat. Media massa kini tidak

BAB 1 PENDAHULUAN. verbal dan non verbal tetapi banyak melakukan komunikasi melalui media, baik

BAB I PENDAHULUAN. televisi sebagai audio visual menjadikan pemirsa mampu menyaksikan

BAB I PENDAHULUAN. maupun media elektronik mengalami kemajuan yang sangan pesat.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. mengakibatkan kebutuhan masyarakat akan informasi semakin besar. Dan informasi

BAB I PENDAHULUAN. Media massa adalah sarana penunjang bagi manusia untuk memenuhi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Tabel 1.1 Indikator Sosial Budaya 2003, 2006, 2009, dan 2012

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Dalam berkomunikasi, ada pesan yang disampaikan, berbicara pada

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan inti dari kehidupan. Dalam hidup, apa saja yang kita

BAB I PENDAHULUAN. Informasi sudah menjadi kebutuhan setiap manusia untuk mencapai suatu tujuan.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi merupakan aktifitas manusia yang sangat penting, bukan

BAB I PENDAHULUAN. turut merubah peradaban manusia. Bukan hanya itu, teknologi juga merubah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Perangkat televisi menjadi suatu kebiasaan yang popular dan hadir secara luas

BAB I PENDAHULUAN. media atau khalayak menggunakan media sebagai pemuas kebutuhannya. Sumber

BAB I PENDAHULUAN. pada potensi penerimaan negara khususnya pajak. Karena di dunia yang

BAB I PENDAHULUAN. dengan adanya media massa masyarakat pun bisa dapat terpuaskan.

BAB 1 PENDAHULUAN. Menurut Hovland, komunikasi merupakan proses di mana individu menyampaikan

BAB 1 PENDAHULUAN. begitu cepat, termasuk perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi.

BAB I PENDAHULUAN. vindonesia ke-17 pada tanggal 17 Agustus Siaran langsung itu masih

BAB I PENDAHULUAN. bahasa sebagai alat penyalurnya. Dalam bahasa komunikasi, pernyataan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Informasi menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan manusia, tak

BAB I PENDAHULUAN. menyuguhkan nilai-nilai dan penelitian normativ yang dibaurkan dengan berita dan

BAB I PENDAHULUAN. satunya melalui media massa, seperti televisi, radio, internet dan surat kabar.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi dan

BAB I PENDAHULUAN. Televisi sebagai produk maju berkembang pesat sejalan dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LatarBelakang

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi mempengaruhi kompleksitas sistem sosial budaya

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi sekarang ini teknologi dan informasi berkembang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Dunia Broadcasting (penyiaran) adalah dunia yang selalu menarik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mendukung

BAB I PENDAHULUAN. pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang. pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi massa,

BAB I PENDAHULUAN. jenis kelamin, pendidikan, maupun status sosial seseorang. Untuk mendukung

BAB 1 PENDAHULUAN. berkembang sangat pesat. Apalagi banyak masyarakat yang membutuhkan teknologi itu

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. lain (non media). Ketika sumber dari non media tidak dapat memuaskan. kebutuhan kita, maka kita mencarinya dari media massa.

ANALISIS GENRE PROGRAM QUIZ SHOW BULAN NOVEMBER TAHUN 2013 PADA STASIUN TELEVISI SWASTA NASIONAL DI INDONESIA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. seseorang. Komunikasi tidak saja dilakukan antar personal, tetapi dapat pula

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. munculnya berbagai media komunkasi yang semakin canggih sehingga mampu

BAB 1 PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan hal penting untuk dapat berinteraksi dengan orang lain maupun

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini kebutuhan akan informasi dan diiringi dengan kemajuan zaman yang sangat pesat,

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dunia telah menjadi sistem pertukaran informasi yang pesat dan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Keberadaan televisi di Indonesia saat ini bertumbuh sangat pesat. Hingga

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Media massa yaitu saluran sebagai alat atau sarana yang dipergunakan dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi kini semakin

BAB I PENDAHULUAN. seluruh dunia. Media televisi menjadi penting dari semua media yang ada di

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. membuat setiap orang melakukan berbagai bentuk komunikasi, seperti

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu komunikasi saat ini berkembang pesat jika dibandingkan dengan masa lampau, hal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Media massa memiliki peranan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi yang kian canggih,

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

1.1 Gambaran Umum Talkshow Kick Andy

semakin majunya teknologi teknologi yang terus ditemukan. Selain itu hal ini juga

BAB 1 PENDAHULUAN. Media massa merupakan sarana pengiriman informasi kepada masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. suatu kegiatan penyelenggaraan siaran radio dan televisi. Radio dan televisi

BAB I PENDAHULUAN. yang mudah untuk dicerna. Televisi secara universal juga mampu untuk menjangkau audiens

BAB 1 PENDAHULUAN. komunikasi semakin berkembang pesat. Dengan perkembangan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. membuat pemirsanya ketagihan untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan.

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan majunya teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai. mungkin hingga mampu menembus ruang dan waktu.

BAB I PENDAHULUAN Visi dan Misi A. Visi 1. Dalam jangka panjang, TRANS7 menjadi stasiun televisi terbaik di Indonesia dan di ASEAN.

BAB I PENDAHULUAN. tingkat pengetahuan masyarakat. Sekarang ini, media memiliki andil yang. budaya yang bijak untuk mengubah prilaku masyarakat.

I. PENDAHULUAN. kehidupan masyarakat sekarang ini. Hampir di setiap daerah di Indonesia televisi

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan atau menerima informasi tentang apapun yang seharusnya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. biasa disebut dengan media massa. Pesatnya perkembangan industri media

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi merupakan suatu hal yang tidak dapat kita lepaskan dari

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan teknologi dewasa ini telah memunculkan suatu

Transkripsi:

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ini adalah tentang pendeskripsian sebuah persepsi khalayak terhadap program sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah. Sudut Pandang dalam penelitian ini yaitu melalui sudut pandang khalayak yang menyaksikan tayangan sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah, sehingga dalam penelitian ini hanya digunakan satu variabel, yaitu variabel persepsi. Maka metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif, guna menjelaskan atau mendeskripsikan persepsi khalayak tersebut. Pada dasarnya komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia yang bermasyarakat. Sebagai makhluk yang bersosial, manusia selalu berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman maupun untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing. Baik berupa komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Karena sangat pentingnya peran komunikasi dalam kehidupan, maka diciptakan bentuk-bentuk komunikasi yang akan membuat komunikasi lebih efisien dan efektif. Salah satu bentuk komunikasi yaitu komunikasi massa. Komunikasi massa menurut Gerbner (Rakhmat, 2009 : 188), komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri. Sedangkan menurut Rakhmat (2009 : 189) komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Joseph A. Devito meurumuskan definisi komunikasi massa yang pada intinya merupakan penjelasan tentang pengertian massa serta tentang media yang digunakannya. Ia mengemukakan definisinya dalam dua pernyataan. Yang pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditunjukkan kepada massa kepada khalayak banyak. Yang kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar yang audio atau visual (Effendy, 1986: 26). Dari penjelasan komunikasi massa yang telah dijabarkan, dapat kita ketahui bahwa dibutuhkannya suatu media yang dapat mencangkup khalayak yang banyak, 1

2 yaitu media massa. Media massa adalah suatu saluran sebagai penghubung informasi yang akan disampaikan kepada khalayak yang luas. Pakar ilmu komunikasi, Denis McQuail (1987) mengungkapkan bahwa media massa mempunyai kekuatan dalam menginovasi, membentuk perilaku serta preferensi masyarakat. Selain itu, media massa sekaligus juga berperan sebagai wahana pengembangan kebudayaan, termasuk bahasa. Media massa yang kita ketahui yaitu ada media massa televisi, radio, surat kabar, majalah dan yang sedang berkembang pesat pada masa modern kini yaitu media online melalui internet. Salah satu bentuk media massa yang sudah sangat lekat dengan khalayak Indonesia yaitu media massa televisi. Televisi merupakan media massa yang punya dampak paling besar terhadap khalayaknya. Dikarenakan televisi yang menyampaikan dan menghadirkan informasi berupa audio visual, membuat penonton merasa sangat interaktif. Televisi di Indonesia itu sendiri hadir pada tahun 1962, dengan stasiun televisi pertama di Indonesia, yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia). Kemudian terus berkembang dengan adanya televisi swasta yang telah disetujui oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1989. Televisi swasta yang ada yaitu antara lain RCTI, SCTV, TPI (MNC TV), ANTV, Indosiar, METRO TV, TRANS TV, TRANS 7, Global TV, Lativi (TVONE), Kompas TV, dll. Sudah banyak program-program acara yang dihadirkan oleh stasiun televisi untuk disajikan kepada khalayaknya. Beragam program informasi dan hiburan yang sudah disajikan kepada banyak khalayak penonton televisi. Program hiburan adalah salah satu tujuan khalayak dalam menonton televisi. Program hiburan yang disajikan kepada khalayak sangatlah beragam, salah satunya yaitu sinetron. Sinetron merupakan kepanjangan dari sinema elektronik. Sinetron merupakan salah satu program televisi yang cukup diminati. Karena alur cerita yang menarik, dan menghadirkan bintang-bintang artis ternama yang memainkan peran didalam alur cerita sinetron tersebut. Sinetron dibuat sedemikian rupa dengan alur ceritanya yang menarik, sehingga membuat khalayak yang menonton tenggelam dalam alur cerita sinetron tersebut. Bila alur cerita yang dihadirkan sedih maka penonton akan ikut merasakan kesedihan, bila alur cerita yang disajikan menggunakan unsur komedi maka penonton akan ikut tertawa dengan hal-hal lucu yang disajikan oleh sinetron tersebut. Kini banyak sinetron yang menghadirkan unsur komedi dan religi didalam alur ceritanya. Seperti contohnya pada sinteron Tukang Bubur Naik Haji di RCTI,

3 dengan alur cerita yang mengandung unsur religi, terlihat pada judul dari sinteron tersebut. Dan juga banyak menyelipkan adegan-adegan dan dialog yang berunsur komedi. Kemudian ada juga sinetron yang bertajuk religi dan komedi, yaitu Emak Ijah Pengen Ke Mekah di SCTV. Sinetron ini mengadopsi cerita dari film Emak Ingin Naik Haji menceritakan tentang seorang Ibu, yaitu Emak Ijah sosok ibu yang sangat sabar, taat dalam beribadah, santun, dan jujur. Semenjak ditinggal sang suami untuk selamalamanya, Emak Ijah menghidupi anak-anaknya dengan berjualan gado-gado. Seperti umat Muslim pada umumnya, Emak Ijah pun memiliki cita-cita ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Sayang, kondisi keuangan Emak Ijah yang tidak mencukupi. Lain halnya dengan Hajah Ida dan Haji Soleh, yang merupakan orang kaya di kampung, sehingga tidak heran jika setiap tahun selalu pergi umrah bersama anak dan menantu. Namun ibadah mereka tidak dibarengi dengan perbuatan, lantaran baik Hajah Ida maupun Haji Soleh selalu pamer kekayaan dan meledek Mak Ijah yang berangan-angan pergi haji. Di sisi lain anak Haji Soleh yaitu Anisa dan Farah bersaing untuk mendapatkan cinta Abbas (www.sctv.co.id). Unsur komedi dalam sinetron ini didapat dari perilaku-perilaku warga sekitar keluarga Emak Ijah dan juga Hajah Ida, yaitu seperti ada Bang Ocid, Zaky, Koret, Mancung, Mami Linda, Papi Jabrik, dan lainnya. Mereka memberikan unsur komedi lewat adegan-adegan yang ditampilkan, dialog-dialog yang dibawakan secara natural dan tentu saja lucu. Membuat sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia yang menyaksikan dan mengikuti alur ceritanya. Untuk itu peneliti berniat untuk meneliti apa persepsi khalayak terhadap sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda terhadap suatu hal, terutama dalam penelitian ini yaitu terhadap sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah. Dan juga ingin mengetahui seberapa besar pengaruh sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah terhadap persepsi khalayak. Pesaing atau kompetitor sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah adalah sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Walaupun jam tayang tidak serempak, yaitu sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah tayang setiap hari pada jam 21.00 s/d 23.00 dan sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang juga tayang setiap hari namun pada jam 19.00 s/d 22.00. Kedua persamaan yang menjadikan sinetron ini adalah pesaingnya, yaitu genre dari skedua sinetron ini adalah religi-komedi. Sama-sama

4 sinetron yang bertemakan religi namun diselipkan komedi didalamnya. Kemudian episode yang akan diangkat pada penelitian ini yaitu pada episode 136 sampai episode 230. Isi cerita yang diangkat dalam episode tersebut secara keseluruhan akan peneliti jelaskan pada Perumusan Masalah. 1.2 Perumusan Masalah Pada hakikatnya setiap individu memiliki persepsinya yang berbeda tentang suatu hal, terutama dalam persepsi suatu program acara di televisi. Walaupun pembuat program sudah mengetahui apa arti dan tujuan dari program acara yang dibuat. Namun karena persepsi setiap individu berbeda-beda, maka persepsi dari program acara yang ditonton akan berbeda-beda juga menurut khalayaknya. Dalam hal ini program acara televisi yang dimaksud adalah sinetron, karena sinetron mempunyai alur cerita yang berkesinambungan, dengan adanya tokoh-tokoh yang memainkan peran dalam sinetron tersebut untuk menyampaikan isi pesan dari sinetron tersebut. Dari yang kita ketahui bahwa dalam satu sinetron terdapat beberapa tokoh yang memainkan peran dalam alur cerita sinetron tersebut. Peran yang dimainkan juga berbagai macam watak. Seperti yang biasa kita ketahui, yaitu ada pemeran antagonis dan pemeran protagonist. Salah satu sinetron yang tayang di televisi Indonesia, yaitu Emak Ijah Pengen Ke Mekah yang tayang di SCTV. Sinetron yang bertema religi dan komedi ini cukup menarik perhatian karena jalan ceritanya yang cukup unik dan tokoh-tokoh pemeran dalam sinetron ini juga punya keunikan tersendiri dalam membawakan alur ceritanya untuk semakin menarik. Lingkungan dan latar belakang yang diambil dalam setting sinetron sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, yaitu lingkungan perkampungan yang dihuni oleh beberapa warga. Dalam sinetron ini menceritakan bagaimana kehidupan sebuah keluarga yang berjuang dalam menjalani kehidupan sehari-harinya, dan juga dengan beberapa pemeran pembantu yang berperan sebagai tetangga/penghuni kampung tersebut. Jalan cerita yang cukup unik karena diadaptasi dari film layar lebar Emak Ijah Ingin Ke Mekah, yang kemudian dengan berjalannya episode sampai sekarang jalan cerita terus dikembangkan sehingga menimbulkan keragaman situasi dalam sinetron tersebut. Pemeran antagonis dalam sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah yaitu ada Hj. Ida yang berperan sebagai ibu dari Nisa yang menjalin hubungan dengan Abbas anak dari Emak Ijah. Kisah awal yang menceritakan bagaimana perjuangan Abbas

5 dan Nisa yang ingin mendapatkan restu dari Hj. Ida untuk menjalin hubungan, dan bagaimana perjuangan Emak Ijah yang ingin pergi ke Mekah untuk beribadah Haji/ Umroh. Setelah masalah utama pada cerita awal tersebut terjawab, yaitu Abbas dan Nisa sudah menjadi pasangan suami & istri, dan Emak Ijah yang sudah pergi Umroh bersama Abbas ke Mekah. Kini masalah baru muncul dari pemeran lainnya. Pada awal kehadiran sinetron ini pemeran utamanya yaitu ada Abbas, Nisa, Hj. Ida dan Emak Ijah. Kini pemeran utama beralih pada Bang Ocid, Munaroh, Zacky, Mancung, Babeh Frengky dan masih dengan Hj. Ida sebagai pemeran antagonis. Jalan cerita beralih menceritakan bagaimana perjalanan cinta Munaroh dan Bang Ocid. Munaroh yang awalnya istri dari Zacky, namun sudah bercerai. Munaroh merupakan seorang ibu yang berusaha untuk mempertahankan keluarganya, yaitu dengan Zacky. Namun perilaku Zacky yang sering merugikan keluarganya, seperti sering mencuri dan memanfaatkan orang lain untuk keuntungannya diri sendiri, maka Munaroh memilih untuk menceraikan Zacky. Kemudian Bang Ocid yang memang sudah jatuh cinta dengan Munaroh sejak SMA, mempunyai jalan terang untuk mendekati Munaroh untuk dijadikan istrinya. Tapi kemudian ada Babeh Frengky, yaitu salah satu pemeran antagonis dalam sinetron ini. Babeh Frengky adalah ayah dari Bang Ocid yang juga ingin Munaroh menjadi istrinya. Dengan segala cara untuk menyingkirkan Bang Ocid untuk berhubungan dengan Munaroh. Babeh Frengky berhasil mendapatkan Munaroh untuk dijadikan istrinya. Namun Munaroh dan Bang Ocid masih menunjukkan perasaan saling tertarik antara satu sama lain. Kemudian ada Mancug, yaitu anak kecil dengan segala kepolosannya, kelucuannya dan kepintarannya membuat cerita dalam sinetron ini menjadi semakin unik. Mancung merupakan anak dari Mami Linda, yang tinggal di kampung itu juga. Mancung kerap hadir di berbagai situasi penting dalam cerita di sinetron ini. Maka dari itu lah peran Mancung yang sebenarnya tidak begitu penting, tapi karena kehadirannya dan juga aktingnya yang sangat bagus membuat karakter Mancung sangat menonjol dalam sinetron ini. Maka pada penelitian ini, peneliti akan memilih beberapa pemeran yang ada didalam sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah yang akan dikategorikan pada pemeran antagonis dan pemeran protagonist untuk dijaikan fokus penelitian. Pemilihan pemeran berdasarkan pada seberapa besar daya tarik, kredibilitas dan kekuatan karakter tersebut dalam sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah. Tokoh antagonis yang dipilih antara lain adalah Hj. Ida dan H. Romli. Tokoh protagonist yang dipilih, yaitu ada Munaroh, Bang Ocid dan Mancung. Pemilihan bagian cerita

6 yang akan diteliti, yaitu episode-episode setelah Emak Ijah berhasil pergi ke Mekah dan Abbas sudah menikah dengan Nisa. Namun setiap khalayak yang menonton dan mengikuti jalan cerita sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah pasti mempunyai persepsinya masing-masing. Seperti pada asumsi dasar dari model teori S-O-R, media massa menimbulkan efek yang terarah, segera dan langsung terhadap komunikan. Stimulus Response Theory atau S-R theory. Model ini menunjukkan bahwa komunikasi merupakan proses aksireaksi. Artinya model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal, isyarat non verbal, simbol-simbol tertentu akan merangsang orang lain memberikan respon dengan cara tertentu. Pola S-O-R ini dapat berlangsung secara positif atau negative. Setelah rangsangan atau stimulus diterima oleh komunikan (O), maka komunikan akan memberikan response langsung sesuai atau tergantung dari pemahaman stimulus yang diambil oleh komunikan. Terhubung dari genre sinteron Emak Ijah Pengen Ke Mekah merupakan sinetron religi dan komedi, maka akan terpecah persepsi apakah sinteron ini lebih ke genre religi (islam) yang selalu menanamkan kaidah-kaidah keislaman dalam setiap episodenya, atau apakah sinetron ini lebih kepada sinetron komedi yang lebih banyak menghibur lewat dialog-dialog pemerannya. Dan juga komunikan tentu saja dapat menentukan apakah sinetron ini memberikan unsur positif atau negative kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat ditentukan perumusan masalah yang terdapat penelitian ini, yaitu Bagaimana persepsi khalayak tentang sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah di SCTV. 1.3 Identifikasi Masalah Identifikasi masalah dalam penelitian ini, yaitu : a. Apa persepsi khalayak terhadap sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah di SCTV? 1.4 Tujuan dan Manfaat 1.4.1 Tujuan Untuk mengetahui apa persepsi khalayak terhadap sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah di SCTV.

7 1.4.2 Manfaat 1. Manfaat Akademis : Penelitian ini diharapkan dapat membantu kita lebih memahami tentang Pengembangan ilmu komunikasi pada umumnya dan pengembangan teori S-O-R pada khususnya yang berkaitan dengan pengaruh sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah di SCTV terhadap persepsi khalayak. 2. Manfaat Praktis : Bagi praktisi pertelevisian dan sinetron lebih khususnya dapat dijadikan bahan masukan informasi serta pertimbangan ide-ide kreatif dalam mengemas suatu jalan cerita sinetron, agar sinetron tersebut mampu bersaing dan bertahan ditengah maraknya persaingan dibidang industri petelevisian. 1.5 Sistematika Penulisan Untuk memudahkan penyusunan skripsi, materi dibagi menjadi 5 bab, yaitu : BAB 1 PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dijelaskan tentang latar belakang penelitian ini, perumusan masalah yang merupakan pertanyaan yang akan dijawab diakhir penelitian nanti, mengidentifikasi masalah yang ada dalam penelitian ini, perumusan masalah yang merupakan batasan masalah yang ada didalam penelitian ini, tujuan dan manfaat dari hasil penelitian ini, dan sistematika penulisan. BAB 2 KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini penulis akan mejelaskan teori yang akan digunakan sebagai acuan dalam pengerjaan penelitian ini. Baik teori umum maupun teori khusus yang berkaitan dengan permasalahan yang sudah ditentukan pada bab sebelumnya. Teori yang akan dipakai sebagai acuan yaitu teori S-O-R. BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan menjabarkan seputar metodologi penelitian apa yang digunakan, bagaimana teknik pengambilan sampel untuk dijadikan responden dari penelitian ini. Dan menjabarkan operasionalisasi konsep yang akan dijadikan pertanyaan penelitian dalam kuiesioner.

8 BAB 4 HASIL PENELITIAN Dalam bab ini akan memberikan informasi seputar perusahaan yang terkait dengan sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah. Dan menyertakan data data mengenai hasil penelitian dari apa yang sudah dianalisa dengan menampilkan tabel-tabel. Serta memberikan interpretasi data dari tabel-tabel yang sudah disajikan dalam bab ini. BAB 5 PENUTUP Bab ini merupakan penutup dari penulisan penelitian ini. Berisikan kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, dan saran yang diberikan oleh peneliti berdasarkan hasil data survey yang sudah dilakukan kepada responden.