PERATURAN DAERAH KOTA BIMA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BIMA,

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI NOMOR : 7 TAHUN 2006 SERI : C NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI NOMOR 7 TAHUN 2006 T E N T A N G

PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 06 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI,

WALIKOTA PALANGKA RAYA

PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 05 TAHUN 2006 TENTANG PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI,

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA

PERATURAN BUPATI KABUPATEN SUKAMARA NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PERIZINAN USAHA HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKAMARA,

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 12 TAHUN 2004 TENTANG PENGELOLAAN PASAR DAN TEMPAT BERJUALAN PEDAGANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Himpunan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun

PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO

RANCANGAN QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR TAHUN 2013 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 44 TAHUN : 2004 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 7 TAHUN 2004 TENTANG JASA KONSTRUKSI DI KOTA CIMAHI

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 7 TAHUN 2016 T E N T A N G PENGELOLAAN PASAR INDUK KOTA JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI,

PERATURAN DAERAH KOTA TEGAL

BUPATI HULU SUNGAI TENGAH

LEMBARAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU. Nomor 5 Tahun 2006 Seri C PERATURAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU NOMOR 16 TAHUN 2005 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 7 TAHUN 2009 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLUNGKUNG,

L E M B A R AN D A E R A H KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2006 T E N T A N G

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 04 TAHUN 2005 T E N T A N G PERIZINAN USAHA OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM DI KABUPATEN BANTUL

BUPATI SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 2 TAHUN 2018 TENTANG

BUPATI BATANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

PEMERINTAH KABUPATEN BARITO UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO UTARA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BENGKAYANG,

LEMBARAN DAERAH KOTA SURABAYA Nomor : 1 Tahun 2005 Seri : C

MEMUTUSKAN: IDENTITAS PEDAGANG KAKI LIMA.

BUPATI POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT

PERATURAN DAERAH KOTA SOLOK NOMOR : 4 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN PERPARKIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SOLOK,

PEMERINTAH KABUPATEN MURUNG RAYA

BUPATI BOGOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG IZIN GANGGUAN

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 135 TAHUN : 2011 SERI : E PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG IZIN GANGGUAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 5 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

WALIKOTA JAMBI PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 02 TAHUN 2010 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN FASILITAS PARKIR OLEH BADAN UNTUK UMUM

5. Undang-Undang Republik Indonesia Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang - undangan (Lembaran

RANCANGANRANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN TENTANG PELEPASAN TANAH ASET PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 10 TAHUN 2008 SERI : E NOMOR : 5

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG UTARA NOMOR 03 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI IZIN PENGGUNAAN JALAN SELAIN UNTUK KEGIATAN LALU LINTAS

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 4 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI PRAKTEK FARMASIS / APOTEKER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PASAR GROSIR DAN/ATAU PERTOKOAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

PERATURAN WALIKOTA BIMA NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DAN PENYALURAN DANA BANTUAN HUKUM

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN

PEMERINTAH KOTA PEKALONGAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PENGATURAN DAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA

TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PENGATURAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN PEDAGANG KAKI LIMA MUSIMAN

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT

PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG USAHA PONDOK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DENPASAR,

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 8 TAHUN 2012

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

PEMERINTAH KABUPATEN MERANGIN

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 09 TAHUN 2002 TENTANG PEMBERIAN IJIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN,

PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA YOGYAKARTA) NOMOR 10 TAHUN 2002 (10/2002) TENTANG PENGATURAN PRAMUWISATA DAN PENGATUR WISATA

PERATURAN DAERAH KOTA BANJARBARU NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG IZIN PENGUSAHAAN DAN PENGELOLAAN SARANG BURUNG WALET DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 6 Tahun 2002 Seri: C

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO

BUPATI PACITAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PENGATURAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

PERATURAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PALANGKA RAYA

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 12 TAHUN 2007

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 19 TAHUN 2001 TENTANG PENGELOLAAN PASAR DI KOTA BANDUNG

- 1 - WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

PEMERINTAH KOTA PONTIANAK

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

PERATURAN DAERAH KOTA SUKABUMI

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA BARAT NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PEDAGANG KAKI LIMA

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KOLONG

PROVINSI JAWA TENGAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 03 TAHUN 2003 TENTANG IJIN PENEMPATAN DAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA BIMA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENGENDALIAN MINUMAN BERALKOHOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BIMA,

LEMBARAN DAERAH KOTA JAMBI PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI IZIN PENYELENGGARAAN PELATIHAN KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

ERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR : 15 TAHUN 2003 TENTANG PENYELENGGARAAN PERGUDANGAN DI KABUPATEN BANTUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 28 TAHUN 2003 TENTANG PENGELOLAAN PASAR DI KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TAPIN NOMOR 02 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI IZIN HOTEL, PENGINAPAN ATAU WISMA DAN PONDOK WISATA

WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARAT

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 09 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT DENGAN RAHMAT T UHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 12 TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP

~ 1 ~ BUPATI KAYONG UTARA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN PASAR RAKYAT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBA BARAT DAYA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MIMIKA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 10 TAHUN 2002 TENTANG PERIZINAN USAHA OBYEK WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN (SIUP) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BONTANG,

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANGGARAI BARAT NOMOR 30 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN,

LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2008 NOMOR 3

WALIKOTA PEKALONGAN PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN DAN RETRIBUSI IZIN TRAYEK

PEMERINTAH KABUPATEN PATI PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG

Transkripsi:

PERATURAN DAERAH KOTA BIMA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BIMA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk menumbuhkan iklim usaha yang kondusif bagi usaha kecil khususnya Pedagang Kaki Lima, Pemerintah Daerah berkewajiban melakukan bimbingan, pembinaan dan penataan dengan memberdayakan keberadaannya melalui fasilitas berusaha ; b. bahwa kondisi Pedagang Kaki Lima di Kota Bima dalam berusaha kurang memperhatikan ketertiban dan keamanan serta kebersihan dalam melakukan usahanya sehingga dapat mempengaruhi kepentingan warga masyarakat khususnya pengguna jalan dan fasilitas umum, sehingga perlu dilakukan penataan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b keberadaan Pedagang Kaki Lima perlu diatur dengan Peraturan Daerah. : 1. Undang - Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3209); 2. Undang - Undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 74 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3611); 3. Undang - Undang Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Bima di Propinsi Nusa Tenggara Barat (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1488); 4. Undang - Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang - undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389); 5 Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 6. Undang - Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 7. Undang - Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 130 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5049) 8. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2000 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negera Tahun 2000 Nomor 119 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4139);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 10.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 11. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2007 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Kota Bima (Lembaran Daerah Tahun 2007 Nomor 7 ) Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BIMA Dan WALIKOTA BIMA MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTA BIMA TENTANG PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Daerah Kota Bima. 2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Daerah Kota Bima 3. Walikota adalah Walikota Bima. 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima. 5. Dinas Pendapatan Daerah adalah Dinas Pendapatan Kota Bima. 6. Fasilitas Umum adalah tempat tempat yang dikuasai / dikelola oleh Pemerintah/ Badan Hukum yang digunakan oleh Pedagang Kaki Lima. 7. Pedagang Kaki Lima adalah perorangan yang melakukan penjualan barang dan atau jasa dengan menggunakan bagian jalan / trotoar dan tempat tempat untuk kepentingan umum serta tempat lain yang bukan miliknya yang dalam melakukan kegiatan usahanya menggunakan sarana / perlengkapan yang mudah dibongkar pasang. 8. Pembinaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama Instansi terkait untuk menumbuhkembangkan iklim usaha yang kondusif serta mengupayakan peningkatan penghasilan dan Kemandirian Pedagang Kaki Lima. 9. Izin adalah Izin Pedagang Kaki Lima untuk melakukan aktifitas perdagangan pada tempat yang telah ditentukan. 10. Organisasi Pedagang Kaki Lima adalah Organisasi yang bersifat informal yang merupakan wadah / tempat berkumpulnya Pedagang Kaki Lima. BAB II MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2 (1) Maksud pengaturan didalam Peraturan Daerah ini adalah untuk memberikan kepastian tempat usaha bagi Pedagang Kaki Lima; (2) Peraturan Daerah ini bertujuan untuk memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah dalam melakukan penataan dan pembinaan kepada Pedagang Kaki Lima.

BAB III KRITERIA PEDAGANG KAKI LIMA DAN PENETAPAN LOKASI Pasal 3 Rancang bangun/kontruksi bangunan tempat usaha Pedagang Kaki Lima harus memenuhi salah satu kriteria dibawah ini: a. Mudah dibongkar pasang (knock down); b. Atap / penutup terbuat dari bahan terpal atau sejenisnya dan/atau c. Ukuran maksimal adalah 3x5 meter. Pasal 4 (1) Walikota menetapkan tempat sebagai lokasi usaha Pedagang Kaki Lima; (2) Dalam menetapkan tempat sebagai lokasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Walikota wajib mempertimbangkan kepentingan sosial, ekonomi, ketertiban, keamanan, keindahan dan kebersihan lingkungan disekitarnya. (3) Selain pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), penetapan lokasi didasarkan atas pertimbangan sebagai berikut : a. Jenis usaha. b. Jam buka (waktu berjualan) ; dan / atau c. Pertimbangan pertimbangan lain. Pasal 5 (1) Untuk kepentingan masyarakat dan untuk kepentingan pembangunan Daerah dengan pertimbangan hal yang lebih luas, Walikota dapat mengatur kembali dan memindahkan lokasi usaha Pedagang Kaki Lima kelokasi lain baik untuk sementara maupun permanen / tetap. (2) Pemindahan lokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan menyampaikan pemberitahuan 1 (satu) bulan sebelumnya secara tertulis kepada Pedagang Kaki Lima. (3) Dalam waktu pengaturan kembali dan pemindahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Walikota mempertimbangkan masukan masukan dari organisasi Pedagang Kaki Lima. Pasal 6 (1) Pedagang Kaki Lima harus sudah menempati lokasi baru yang telah dipersiapkan selambat lambatnya 1 (satu) bulan sejak dari pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (2). (2) Segala biaya yang timbul sebagai akibat pengaturan dan pemindahan menjadi tanggungan Pedagang Kaki Lima. BAB IV PERIZINAN Pasal 7 (1) Setiap Pedagang Kaki Lima sebelum menjalankan kegiatan usahanya wajib mendapatkan izin terlebih dahulu dari Walikota. (2) Untuk mendapatkan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pedagang Kaki Lima mengajukan permohonan kepada Walikota dan harus melampirkan syarat syarat sebagai berikut : a. Foto Copy Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku sebanyak 1 (satu) lembar; b. Pas foto ukuran 4x6 sebanyak 2 (dua) lembar; dan (3) Berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Walikota Bima dapat mempertimbangkan untuk menerbitkan izin; (4) Untuk memperoleh izin tidak dipungut biaya; (5) Contoh formulir permohonan dan surat izin diatur lebih lanjut dengan Peraturan Walikota.

Pasal 8 (1) Izin berlaku sepanjang yang bersangkutan menjalankan kegiatan usahanya dengan ketentuan setiap 1 (satu) tahun sekali wajib didaftar ulang (herregistrasi); (2) Izin yang telah diterbitkan tidak dapat dipindahtangankan kepada pihak lain tanpa izin tertulis dari Walikota. Pasal 9 Apabila karena suatu sebab dan alasan alasan tertentu pemegang izin tidak lagi menjalankan kegiatan usahanya dalam waktu 3 (tiga) bulan berturut turut maka izinnya dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 10 Untuk pemerataan kesempatan berusaha dan menghindari monopoli maka kepada setiap pemegang izin hanya diperbolehkan menjalankan satu usahanya dalam satu lokasi. BAB V HAK, KEWAJIBAN DAN LARANGAN Pasal 11 Setiap Pedagang Kaki Lima berhak : a. berjualan ditempat yang telah ditentukan di dalam izin yang diberikan; b. mendapat bimbingan dan pembinaan dari Pemerintah; c. menjadi Anggota Asosiasi Pedagang Kaki Lima. Pasal 12 Setiap Pedagang Kaki Lima berkewajiban: a. menyediakan tempat sampah sesuai dengan kebutuhan; b. menjaga kebersihan lingkungan sekitar; c. menjaga keindahan dan keserasian tempat usaha ; dan d. menjaga keamanan masing masing. Pasal 13 Setiap Pedagang Kaki Lima dilarang : a. bermalam / menginap pada lokasi usaha; b. memperluas lokasi usaha melebihi ketentuan maksimal; c. merubah kontruksi yang telah ditetapkan ; dan / atau d. memindahkan tempat usaha ke lokasi lain. BAB VI SANKSI ADMINISTRASI Pasal 14 Pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan Daerah ini dikenakan sanksi administrasi berupa : a. teguran I, II dan III dengan tenggan waktu 1 (satu) minggu; b. apabila tidak diindahkan, dikenakan sanksi pencabutan izin; c. apabila tidak diindahkan lagi maka dilakukan pembongkaran paksa. BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 15 (1) Pemerintah Daerah wajib melakukan pembinaan terhadap Pedagang Kaki Lima; (2) Bentuk Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk

kegiatan : a. Penyuluhan; b. Pelatihan Keterampilan usaha; c. Managemen pengelolaan usaha; dan atau d. Dalam bentuk lain untuk kepentingan Pemerintah Daerah dan Pedagang Kaki Lima dan atau Organisasi Pedagang Kaki Lima (3) Dalam melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Organisasi Asosiasi Pedagang Kaki Lima. Pasal 16 (1) Pemerintah Daerah wajib melakukan pengawasan terhadap kegiatan Pedagang Kaki Lima; (2) Untuk melakukan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pemerintah Daerah dapat membentuk Tim; (3) Anggota Tim terdiri atas unsur, Dinas terkait dan Organisasi Asosiasi Pedagang Kaki Lima; (4) Pembentukan Tim ditetapkan dengan keputusan Walikota. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 17 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Bima. Ditetapkan di Raba Bima, Pada Tanggal, 28 Juli 2010 WALIKOTA BIMA, Diundangkan di Raba Pada tanggal, 28 Juli 2010 Plt. SEKRETARIS DAERAH KOTA BIMA, M. QURAIS H. ABIDIN H. N U R D I N LEMBARAN DAERAH KOTA BIMA TAHUN 2010 NOMOR 108

P E N J E L A S A N ATAS PERATURAN DAERAH KOTA BIMA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA I. PENJELASAN UMUM Dengan diberlakukannya Otonomi Daerah masalah penataan dan pembinaan Pedagang Kaki Lima merupakan masalah yang harus segera dipecahkan secepatnya. Hal ini disebabkan karena adanya kecenderungan semakin meningkatnya jumlah Pedagang Kaki Lima seiring dengan perkembangan Kota. Penataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima merupakan hal yang sangat penting untuk secepatnya diatur dalam Peraturan Daerah dimana pengaturan yang dimaksud adalah agar dapat menciptakan suatu iklim usaha yang kondusif, bagi usaha kecil serta terciptanya lingkungan yang indah, bersih, aman, damai dan harmonis terlebih guna menumbuhkembangkan wisata Kota (city tour) sebagai salah satu obyek wisata. II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2 Pasal 3 Pasal 4 Pasal 5 Pasal 6 Pasal 7 Pasal 8 Pasal 9 Pasal 10 Pasal 11 Pasal 12 Pasal 13 Pasal 14 Pasal 15 Pasal 16

Pasal 17 TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KOTA BIMA NOMOR..