IMPLEMENTASI MODEL SISTEM ANTRIAN PELAYANAN BERBASIS PC

dokumen-dokumen yang mirip
PERANTARAMUKAAN SENSOR BARCODE UNTUK SISTEM PRESENSI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

APLIKASI PPI8255 DALAM SISTEM ANTRIAN ELEKTRONIK BERBASIS KOMPUTER

KOMPONEN INTERFACING. Yoyo somantri Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia

PERENCANAAN DAN PEMBUATAN MESIN ANTRIAN BANK BERBASIS LOCAL AREA NETWORK (LAN)

Tinjauan dari penelitian yang sudah ada diperlukan untuk dilakukannya. sebelumnya dengan perancangan sistem yang akan dilakukan pada penelitian tugas

PENDATA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO MENGGUNAKAN KARTU ELEKTRONIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

PENDAHULUAN & TERMINOLOGI INTERFACING. Budi Santoso,ST,MT Join URL : Kode: veyh4c

TEKNIK PEMBUATAN DISPLAY 7-SEGMENT PADA SISTEM ANTRIAN

PEMBUATAN PROTOTIPE MESIN PELUBANG PCB BERBASIS KOMPUTER

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI TELMETRI SUHU BERBASIS ARDUINO UNO

BAB III PERANCANGAN ALAT

UPGRADING PEREKAM KECEPATAN DAN ARAH ANGIN BERBASIS KONTROL ANALOG MENJADI BERBASIS KOMPUTER MENGGUNAKAN BAHASA TURBO PASCAL

pada seven segmentnya. Akan tetapi, penggunaan Main Board Defect Post Card dirasa masih belum sepenuhnya memberikan kemudahan karena user masih harus

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

RANCANG BANGUN PENGAMAN MOBIL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 DENGAN APLIKASI TELEPON SELULER SEBAGAI INDIKATOR ALARM

Alat Voting System Dengan Menggunakan Mikrokontroler AT89C51 Serta Bahasa Pemrograman Delphi 5.0 Untuk Tampilan Pada Display Komputer

PEMODELAN PEMANTAU PERSEDIAAN BARANG DAN PEMESANAN BARANG BERBASIS JARINGAN KOMPUTER

PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT PENAMPIL INFORMASI MENGGUNAKAN DOT MATRIX RGB

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : Organisasi Komputer Strata / Jurusan : D3 / Teknik Komputer

Sistem Keamanan Pintu Gerbang Berbasis AT89C51 Teroptimasi Basisdata Melalui Antarmuka Port Serial

BAB III PERENCANAAN SISTEM. Pada bab ini akan dijelaskan alur sistem serta desain interface dari Aplikasi Sistem Input

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

PENGENALAN SISTEM MIKROPROSESOR. Judul Pokok Bahasan

BAB III PERANCANGAN SISTEM. dilakukan lewat ujung yang lainnya. Setiap hari sering kali dijumpai bentuk

PERANGKAT LUNAK SISTEM PEMOTONG KERTAS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 DENGAN BORLAND DELPHI 7

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MODUL TRAINING PRAKTIKUM MENGGUNAKAN FPGA

BAB IV TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM

RANCANG BANGUN SISTEM SEKURITAS PINTU MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89S51 DAN DATABASE BORLAND DELPHI 7.0

BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

Pengantar Desain Sistem Mikroprosesor, Memory Space, Memory Map, Review Basis Bilangan dan Operasinya

BAB III PERANCANGAN. Mikrokontroler ATMEGA Telepon Selular User. Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem

SISTEM MIKROPROSESOR

SISTEM SUMBER TEGANGAN KONSTAN TERPROGRAM BERBASIS MIKROKONTROLER 80C31

BAB I PENDAHULUAN. xvi

Rancangan Dan Pembuatan Storage Logic Analyzer

Aplikasi Mikro-Kontroller AT89C51 Pada Pengukur Kecepatan Kendaraan

dalam teknologi informasi dan komunikasi Siswa dapat menunjukkan PENGENALAN KOMPUTER

SISTEM MONITORING PENGENDALI DAN PENGHITUNG WAKTU PADA DRAG RACE MENGGUNAKAN BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR

DEKODER BINER KE DESIMAL BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC DEVICE (PLD)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

PENGENDALIAN ALARM MELALUI SALURAN TELEPON. Syafriyudin *

Stack Addressing, Stack Pointer, Stack RAM, dan Konsep Subrutin

Partially Decoded Addressing (Non Fully Decoded Addresing)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

AKUISISI DATA BERAT MELALUI KOMPUTER BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51

RANCANG BANGUN SISTEM PRINT OUT NOMOR ANTRIAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89S51

BAB I PENDAHULUAN. Acara cerdas cermat atau kuis yang mengadu kecepatan dalam berfikir dan

APLIKASI RDS (Radio Data Sytem) PADA SIARAN FM KONVENSIONAL

MULTIPLEKSER BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC DEVICE (PLD)

PERANCANGAN STRUKTUR DATA YANG EFISIEN UNTUK PEMROGRAMAN ANALISIS JARINGAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK. Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PASIEN DI PUSKESMAS KETABANG SURABAYA. Rinny Yulyani

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI

Pipeline pada x86. Sebagai contoh : Instruksi 1 : ADD AX,AX Instruksi 2 : ADD BX,CX

Batasan Masalah dan Tujuan Penulisan

PEMBUATAN VIRTUAL LABORATORY SEBAGAI ALAT BANTU AJAR KULIAH ELEKTRONIKA DIGITAL DENGAN SIMULATOR LOGIKA LOGICLY DAN DSCH2

SISTEM PENGHITUNGAN JUMLAH PENGUNJUNG DAN SCORE BASKET BALL PADA TIME ZONE MENGGUNAKAN INFRARED, SEVEN SEGMEN DAN PORT PARALEL

III. METODE PENELITIAN

APLIKASI MIKROKONTROLER AT89S51 PADA SISTEM ANTRIAN DENGAN PENAMPIL DAN SUARA

TULISAN BERJALAN DENGAN KENDALI REMOTE TV. Addy Heriadi Jauhari 1), Martanto 2) ABSTRAK

PERANCANGAN PENGINGAT WAKTU SHOLAT MENGGUNAKAN DOT MATRIKS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perancangan dan penulisan tugas akhir ini ditentukan batasan batasan masalah yang meliputi, antara lain :

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III ANALISIS PERANCANGAN SISTEM

RANCANGAN SISTEM INFORMASI ONLINE BOOKING PADA SALON CANTIK

RANCANG BANGUN KONTROL PERALATAN LISTRIK OTOMATIS BERBASIS AT89S51

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Tahun Akademik 2016/2017

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

PENYIMPAN DAN PENGALIHAN PESAN PANGGILAN TELEPON TAK TERJAWAB. Oleh SUSANTO L2F ABSTRAK

DT-51 Application Note

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Alat Pendeteksi Kebocoran Gas LPG Pada Sistem Rumah Tangga Berbasis Mikrokontroler

RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL TEMPERATUR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 PADA RUANG PENGERING

Desain Mesin Penjawab Dan Penyimpan Pesan Telepon Otomatis

Perancangan Dan Pembuatan Alat Penyedia Informasi Dengan Display Dot Matrix

PERANCANGAN MATRIKS LED YANG DIKENDALIKAN OLEH KOMPUTER BERBASIS IC 8255

Indexed, Relative, Register Direct, dan Register Indirect Addressing

Perancangan PENGKODEAN NRZ-L DAN MANCHESTER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535. SKRIPSI (Resume)

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN TAMPILAN LAYAR

PENGENDALIAN OPERASI MESIN PENGATUR SUHU RUANG DI BANDARA AHMAD YANI DENGAN MENGGUNAKAN SISTIM RS

RANCANG BANGUN PEMANTAUAN INFUS PASIEN SECARA TERPUSAT BERBASIS MIKROKONTROLER

RANCANG BANGUN PROTOTYPE ALAT PEMOTONG KERUPUK BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

RANCANG BANGUN OTOMASI SISTEM PENGISIAN DAN PENGONTROLAN SUHU AIR HANGAT PADA BATHTUB MENGGUNAKAN DETEKTOR FASA. Tugas Akhir

BAB 1 PENDAHULUAN. Alat ukur adalah sesuatu alat yang berfungsi memberikan batasan nilai atau harga

RANCANG BANGUN SISTEM PINTU BOARDING PASS MENGGUNAKAN BARCODE BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMega16

Transkripsi:

IMPLEMENTASI MODEL SISTEM ANTRIAN PELAYANAN BERBASIS PC Wahyu Sakti G. I * Siti Sendari * Abstrak: Berdasarkan hasil studi, tempat pelayanan umum yang dilayani dengan sistem loket, sering menghadapi masalah dengan jumlah antrian yang harus dilayani. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model sistem antrian pelayanan berbasis PC, yang dilengkapi dengan tampilan animasi dan suara. Perangkat keras yang digunakan terdiri dari: keypad dan encoder-nya, register geser, decoder, seven segment, serta rangkaian tombol pelayanan dan tombol tunda. Perangkat lunak pendukung dikembangkan dengan Bahasa Borland Delphi 6.0, dengan model antrian Round-Robin Scheduling yang dimodifikasi waktu quantum time-nya, yakni pada waktu pelayanan, pembatalan, dan penundaan transaksi. Model sistem yang berhasil dikembangkan dapat digunakan untuk 8 loket pelayanan, dengan jumlah total maksimum antrian sebanyak 999 pengantri. Kata kunci: sistem antrian, PC Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan jasa dan fasilitas umum, mendorong suatu perusahaan semakin meningkatkan mutu pelayanannya. Banyak perusahaan telah menyediakan fasilitas pembayaran jarak jauh melalui internet, telepon seluler, dan ATM, sehingga masyarakat tak perlu datang langsung ke perusahaan yang bersangkutan untuk melakukan transaksi. Namun fasilitas tersebut masih jarang digunakan, karena pada umumnya masyarakat lebih senang memilih datang langsung untuk melakukan transaksi. Karena banyaknya masyarakat yang melakukan transaksi secara langsung, serta terbatasnya jumlah loket pelayanan untuk melakukan transaksi, maka kondisi ini sering menimbulkan antrian yang cukup panjang. Pada sistem perbankan khususnya, pelayanan nasabah melalui sistem antrian ini sudah menjadi pemandangan yang biasa setiap hari. Nasabah harus berjejer menunggu gilirannya bertransaksi, tanpa bisa meninggalkan urutan barisan dimana ia melakukan transaksi. Berdasarkan survei di lapangan, lamanya orang melakukan trasaksi di depan loket tidaklah sama. Hal ini tergantung jenis transaksi yang dia lakukan dan ada tidaknya masalah saat ia melakukan transaksi. Jika jumlah antrian cukup panjang, maka waktu yang diperlukan untuk menunggu giliran bertransaksipun juga makin lama, sehingga sering menimbulkan kebosanan. Untuk mengurangi kebosanan dan meningkatkan fleksibilitas serta efektivitas pelayanan melalui sistem antrian, maka dilakukan pengaturan antrian berbasis PC (Personal Computer) yang dilengkapi dengan animasi teks dan suara. Prosedur pengaturan antrian tersebut dilakukan sebagai berikut. Sebelum bertransaksi, pengantri mengambil nomor antrian di loket yang disediakan. Setelah itu, pengantri dapat memilih tempat duduk yang tersedia sambil melihat layar monitor PC, sehingga mengetahui nomor antrian dan loket yang akan dituju. Untuk memperjelas informasi pada pengantri, pengatur antrian ini dilengkapi dengan animasi suara yang memberi panggilan * Wahyu sakti G.I dan Siti Sendari adalah Dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang 31

kepada pengantri dan animasi teks yang ditampilkan di layar monitor, sesuai dengan nomor antrian dan loket yang akan dituju. Pengantri yang membatalkan transaksi dapat mengembalikan nomor antrian pada loket pengembalian nomor antrian, sehingga nomor antrian tersebut tidak akan ditampilkan di layar monitor komputer. Apabila saat giliran bertransaksi tiba dan pengatri yang memiliki nomor antrian tidak melakukan transaksi, maka pengatur antrian ini akan memberi toleransi bagi pengantri tersebut untuk melakukan transaksi kembali. Toleransi akan diberikan pada pengantri yang bersangkutan apabila nomor antriannya masih tertera di layar monitor komputer (PC) pada kolom "nomor belum akses". Tiap-tiap loket pada pengatur antrian ini dilengkapi dengan dua tobol, yaitu tombol pelayanan dan tombol tunda. Tombol pelayanan digunakan oleh operator jika siap melakukan transaksi dengan pengantri. Penekanan tombol pelayanan menyebabkan terjadinya perubahan nomor antrian dan loket yang harus dituju oleh pengantri. Perubahan nomor antrian dan loket, dapat dilihat di layar monitor PC dan didengar melalui speaker. Tombol tunda digunakan oleh operator jika pengantri dengan nomor antrian seperti yang tertera pada layar monitor PC tidak melakukan transaksi hingga batas waktu yang telah ditentukan. Penekanan tombol tunda menye-babkan nomor antrian yang dimiliki pengantri tersebut pindah ke kolom "nomor belum akses". Pengatur antrian berbasis PC ini dilengkapi dengan keypad dan display seven segment. Keypad berfungsi untuk memasukkan nomor antrian yang batal, dan display seven segment untuk menampilkan nomor antrian tersebut. Untuk rangkaian antarmuka (interface) digunakan PPI (Programmable Peripheral Interface) 8255 yang cukup banyak di pasaran (Goldsbrough, 1980). Sedangkan perangkat lunaknya digunakan program Borland Delphi 6.0, yang mempunyai keunggulan dan fleksibilitas tinggi dalam pengolahan basis data dan menampilkan animasi. METODE Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan. Implementasi model yang dikembangkan dilakukan melalui pengembangan perangkat keras maupun perangkat lunak. Pengembangan perangkat keras meliputi: rangkaian keypad dan encoder keypad, rangkaian register geser, rangkaian decoder, rangkain seven segment, serta rangkaian tombol pelayanan dan tombol tunda (Elektuur, 1992; Harris, 1998; Malvino, 1993; National, 1993; Rizkiawan, 1998). Diagram blok rangkaian secara lengkap diberikan dalam Gambar 1 (lampiran). Sedangkan untuk pengembangan perangkat lunak digunakan bahasa pemrograman Delphi 6.0 (Martina, 2000). Konsep model sistem antrian yang dikembangkan berdasarkan pada Algoritma Round- Robin Scheduling (preemptive) yang dimodifikasi quantum time-nya (Stallings, 1995). Untuk pelayanan, quantum time-nya tidak dibatasi, tetapi untuk pembatalan dan penundaan transaksi diberi quantum time yang tetap. Algoritma yang dikembangkan untuk sistem antrian pelayanan ini, dapat digambarkan melalui flow chart seperti tersaji dalam Gambar 2 dan 3 (lampiran). Teknik pengujian perangkat keras maupun perangkat lunaknya ditekankan pada uji fungsional, yang masing-masing dilakukan dengan pendekatan bottom-up. Untuk uji integrasi antara perangkat lunak dan perangkat keras, serta pengujian 32

kinerjanya, dilakukan dengan burning test selama 48 jam. HASIL Implementasi model sistem antrian pelayanan berbasis PC dilakukan secara integratif, baik perangkat lunak maupun perangkat kerasnya. Tampilan pada awal program di perlihatkan pada gambar 4. Gambar 6 Pelayanan Loket A Gambar 4. Tampilan Awal Program Gambar 7 Memasukkan Nomor Batal 9-12 dan Menekan Tombol Pelayanan Loket A Gambar 6 menunjukkan bahwa terjadi penundaan transaksi pada loket A, dengan cara menekan tombol tunda pada loket A. Gambar 5 Program Siap Melakukan Transaksi Untuk melakukan transaksi selanjutnya klik Start, dan program siap melakukan transaksi, seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 5. Untuk memberikan informasi kepada pengantri tentang nomor antrian dan loket yang dapat digunakan untuk bertransaksi, diberikan ilustrasi seperti dalam Gambar 6 dan 7. Gambar 8. Memasukkan Nomor Batal 14 dan 15 dan Menekan Tombol Pelayanan Loket D Jika memasukkan 4 nomor batal transaksi sekaligus, yakni nomor 9, 10, 11, dan 12 melalui tombol keypad, serta dilanjutkan dengan menekan tombol pelayanan pada loket A, maka 33

tampilan program ditunjukkan seperti dalam Gambar 7. Suara yang terdengar dari speaker aktif adalah 'nomor tiga belas silahkan ke loket A'. Jika memasukkan 2 nomor batal lagi yaitu nomor 14 dan 15, serta kemudian menekan tombol pelayanan loket D, maka tampilan program akan menjadi seperti dalam Gambar 8. Suara yang terdengar dari speaker aktif adalah 'nomor enam belas silahkan ke loket D'. Sebagai pelengkap program, diberikan program animasi Macromedia Flash, yang ditunjukkan dalam Gambar 9. Perangkat keras yang berhasil dikembangkan, dapat disajikan dalam Gambar 10 (lampiran). PEMBAHASAN Alat ini memiliki tombol pelayanan dan tombol tunda (A - H) pada masing-masing loket. Tombol pelayanan digunakan operator jika siap bertransaksi dengan pengantri. Sedangkan tombol tunda digunakan operator untuk menunda transaksi, jika pengantri dengan nomor antrian yang tertera di layar monitor PC (Personal Computer) tidak melakukan transaksi hingga batas waktu yang telah ditentukan. Tampilan informasi pada PC berupa berupa nomor antrian dan loket yang harus dituju oleh para pengantri. Informasi bagi pengantri diperjelas dengan menggunakan informasi suara, sesuai dengan tampilan pada layar monitor PC. Informasi yang disajikan oleh PC tergantung dari penekanan tombol pada masing-masing loket. Penekanan tombol pelayanan menyebabkan terjadinya perubahan nomor antrian dan loket, yang dapat dilihat melalui monitor PC dan didengar melalui speaker aktif. Untuk menghindari hilangnya informasi karena pergantian penekanan tombol pelayanan pada masing-masing loket, maka nomor antrian yang aktif di tiap-tiap loket juga akan ditampilkan di layar monitor PC pada kolom 'nomor akses'. Penekanan tombol tunda menyebabkan nomor antrian yang dimiliki oleh pengantri yang belum bertransaksi pindah ke kolom 'nomor belum akses'. Keypad berfungsi untuk memasukkan nomor antrian yang dikembalikan pengantri agar nomor antrian tersebut tidak akan ditampilkan di layar monitor PC. Nomor batal yang dimasukkan melalui keypad akan tersimpan di database, jika ditekan tombol '*'. Untuk membatalkan penyimpanan nomor batal ke database dilakukan dengan menekan tombol '#'. Agar masukan keypad menjadi kode digital, maka diperlukan encoder keypad untuk mengkodekan masukan keypad tersebut. Alat ini dilengkapi dengan display seven segment yang digunakan untuk menampilkan nomor antrian yang dikembalikan oleh pengantri. Karena nomor maksimal yang akan ditampilkan ke display Seven segment terdiri dari 3 digit, maka diperlukan register geser untuk menggeser data yang akan dimasukkan ke tiap-tiap display (Krutz, 1988). PPI (Programmable Pheriperal Interface) 8255 berfungsi sebagai rangkaian antarmuka (interface) yang digunakan untuk menghubungkan perangkat luar dengan PC (Brey, 1991; Hall, 1986). KESIMPULAN Dari keseluruhan paparan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Alat pengatur antrian pelayanan berbasis PC berkapasitas 999 orang, dengan jumlah loket sebanyak 8 buah (A-H); (2) Informasi yang tampil di layar monitor PC berupa nomor antrian dan loket yang harus dituju oleh pengantri; (3) Informasi suara akan memberi panggilan pada pengantri sesuai dengan nomor antrian dan loket yang tertera di 34

layar monitor PC; (4) Penekanan tombol pelayanan di setiap loket menyebabkan perubahan informasi nomor antrian dan loket yang harus dituju pengantri; (5) Penekanan tombol tunda di tiap-tiap loket menyebabkan tampilnya nomor antrian di kolom "nomor belum akses"; (6) Display seven segment menampilkan nomor batal yang dimasukkan melalui keypad; (7) Nomor batal yang dimasukkan melalui keypad akan tersimpan di database, jika ditekan tombol '*'; (8) Membatalkan penyimpanan nomor batal ke database dilakukan dengan menekan tombol '#'; dan (9) Nomor batal yang dimasukkan melalui keypad tidak akan ditampilkan dan dipanggil selama proses transaksi. Agar diperoleh proses pelayanan yang optimal, disarankan untuk: (1) Menambahkan seven segment atau dot matrix di tiap-tiap loket, agar informasi yang diterima oleh pengantri semakin jelas; (2) Menambahkan program password untuk menghindari pemakai yang tidak berotoritas; dan (3) Meningkatkan jumlah layanan, dengan menambahkan rangkaian register geser, decoder, dan seven segment. DAFTAR RUJUKAN Elektuur. 1992. Data Sheet Book I: Data IC Linier, TTL, da CMOS (Kumpulan Data Penting Komponen Elektronika). Terjemahan Wasito S. 1992. Jakarta: Elex Media Komputindo. Brey, Barry L. 1991. The Intel Microprocessors 8086/8088, 80186, 80286, 80386, and 80486 Architecture, Programming, and Interfacing. New York: Macmillan Publishing Com-pany. Krutz, Ronald L. 1988. Interfacing Techniques in Digital Design with Emphasis on Microprocessors. Singapore: John Wiley & Sons Inc. Goldsbrough, F. Paul. 1980. Microcomputer Interfacing With The 8255 PPI Chip. Indiana: Howard W. Sams & Co. Inc. Hall, Douglas V. 1986. Microprocessors and Interfacing: Programming and Hardware. Singapore: McGraw-Hill Book Co. Harris. 1998. Harris Semiconductor. (Online, http://www.harrissemiconducto r. com, diakses Februari 2003). Malvino, Albert Paul. 1993. Digital Computer Electronics: An Introduction to Microcomputer. Singapore: McGraw-Hill Book Co. Martina, Inge. 2000. 36 Jam Belajar Komputer Delphi 5.0. Jakarta: Elex Media Komputindo. National. 1993. National Semiconductor. (Online, http://www.nationalsemicondu ctor. com, diakses Februari 2003. Rizkiawan, Rizal. 1998. Tutorial Perancangan Hardware II. Jakarta: Elex Media Komputindo. Stallings, William. 1995. Operating Systems. New Yersey: Prentice-Hall Inc. 35

LAMPIRAN Tombol Pelayanan A-H Tombol Tunda A-H PPI 8255 Monitor PC Keypad Encoder Keypad Speaker Register Geser BCD 7 Segment 3 Digit 7 Segment 3 Digit Gambar 1. Diagram Blok Rangkaian Start Inisialisasi Port Pelayanan Loket A? Prosedur Pelayanan A Pelayanan Loket H? Prosedur Pelayanan H Tunda Loket A? Pindahkan no. antrian ke no. belum akses A Tunda Loket H? Pindahkan no. antrian ke no. belum akses H Tekan Keypad? Masukkan no. batal A B C D 36

A B C D Teruskan Program? Nomor Salah? Reset Nomor Masukkan nomor batal End Simpan no. batal di database Gambar 2. Flow Chart Model Sistem Antrian Pelayanan Berbasis PC. Prosedur pelayanan Baca nomor antrian Baca database nomor batal Ada nomor batal? Bandingkan no. antrian dan batal Kedua no. sama? Tampilkan no. antrian dan loket Panggil suara Gambar 3. Flow Chart Prosedur Pelayanan 37

Gambar 10. Rangkaian Perangkat Keras Sistem Antrian Pelayanan Berbasis PC 38