BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian

dokumen-dokumen yang mirip
DAFTAR PUSTAKA. Agustino, Leo. (2008). Dasar-dasar Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

1. PENDAHULUAN. Nagasaki, Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat pada sekutu pada tanggal 15

PERISTIWA YANG TERJADI PADA TAHUN A ZIZATUL MAR ATI ( )

Materi Sejarah Kelas XII IPS

V. KESIMPULAN DAN SARAN. Indonesia di Desa Panggungrejo sebagai berikut: 1. Perlawanan Terhadap Belanda Di Lampung ( )

PERANAN TNI-AD DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Dengan berdirinya negara Republik Indonesia dan TNI serta diakui kedaulatannya

BAB I PENDAHULUAN. Cikal bakal lahirnya TNI (Tentara Nasional Indonesia) pada awal

PERISTIWA YANG TERJADI PADA TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perjuangan kemerdekaan melawan penjajahan telah terjadi sejak kedatangan penjajah

PERANG DI INDONESIA. Pada tahun 1942, Jepang menjajah Indonesia. Betapa kejamnya Jepang terhadap Indonesia, sampai

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah laut

Pemberontakan Militer dan Ideologi Peristiwa Madiun, DI/TII, G 30 S/PKI

TUGAS KELOMPOK REPUBLIK INDONESIA SERIKAT ( )

REPUBLIK INDONESIA SERIKAT ( )

BAB V PENUTUP. Belanda meneruskan serangan ke daerah-daerah yang belum berhasil dikuasai

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamirkan pada

BAB I PENDAHULUAN. Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan karena terjadinya peristiwa

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67 TAHUN 2014 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG

I. PENDAHULUAN. pemerintah RI yang terjadi di daerah Sulawesi tepatnya Sulawesi Selatan. Para pelaku

BAB V KESIMPULAN. dinobatkan sebagai sultan kemudian menjadi Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun

2015 OPERASI MANDALA DALAM RANGKA PEMBEBASAN IRIAN BARAT : PASANG SURUT HUBUNGAN INDONESIA - BELANDA

MASA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT

BAB I PENDAHULUAN. yaitu masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang dalam satu kesatuan yang bulat dan

BAB I PENDAHULUAN. keberadaannya di mata dunia. Perjuangan untuk mempertahankan Indonesia yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tanggal 17 Agustus 1945, telah menandai berdirinya Pemerintahan Republik

M PERANAN HASAN SADIKIN DALAM BIDANG KESEHATAN DI JAWA BARAT TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Sejarah sebagai suatu narasi besar diperlihatkan melalui peristiwa dan

BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya,

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia telah selesai, tetapi proklamasi itu harus mendapatkan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pada bab ini penulis mencoba menarik kesimpulan dari pembahasan yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sejarah nasional Indonesia tidak lepas dari pemerintahan Soekarno dan Soeharto, seperti

BAB I PENDAHULUAN. berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, Kota Sibolga juga memiliki kapalkapal

PERISTIWA SETELAH PROKLAMASI

tanggal 19 Januari Perjanjian Renville antara lain mengenai garis demarkasi dan TNI yang masih berada dalam daerah pendudukan Belanda.

BAB I PENDAHULUAN. berat bagi rakyat Indonesia. Sebagai negara yang baru merdeka belum lepas

Multimedia Pembelajaran IPS. Sekolah Dasar Kelas V B. Skip >> Perang Kemerdekaan (Pertempuran Sepuluh Nopember & Bandung Lautan Api) Di Buat Oleh :

B A B III KEADAAN AWAL MERDEKA

1. Menjelaskaan kekuasaan dalam pelaksanaan konsitusi.

BAB I PENDAHULUAN. 1) Muhammad TWH, Drs.H. Peristiwa Sejarah di Sumatera Utara,(2011:85)

Sambutan Presiden RI pada Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, Jakarta, 7 November 2012 Rabu, 07 November 2012

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

PERANAN PEMOEDA ANGKATAN SAMOEDERA OEMBARAN (PAS O) DALAM PERISTIWA AGRESI MILITER BELANDA II TAHUN 1948 DI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Dengan berakhirnya Perang Dunia kedua, maka Indonesia yang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Gerakan Revolusi merupakan perlawanan penjajah terhadap Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia pernah menjadi salah satu negara yang kuat akan kedirgantaraan di Asia

NOMOR 20 TAHUN 1982 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK PERTAHANAN KEMANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tinjauan Pustaka dilakukan untuk menyeleksi masalah-masalah yang akan

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan sebagai alat negara. Negara dapat dipandang sebagai

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. yang ingin menguasai Indonesia. Setelah Indonesia. disebabkan karena sulitnya komunikasi dan adanya sensor dari Jepang.

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1959 TENTANG PEMBERIAN TANDA KEHORMATAN BINTANG GARUDA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. paham kebangsaan di Indonesia, Islam menjadi salah satu katalisator dan

2016, No Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lem

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada

BAB I PENDAHULUAN. kemerdekaan Indonesia. Berhubung dengan masih buruk dan minimnya sarana dan prasarana

Dari pernyataan di atas, pernyataan yang merupakan hasil dari siding PPKI adalah.

BAB IV KEADAAN UMUM TEMPAT PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Penyebarluasan Proklamasi yang cukup efektif dilakukan juga melalui media siaran radio.

No.1086, 2014 KEMENHAN, Pemakaman. Veteran. Penyelenggaraan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945

PENDAHULUAN. Jepang dan Italia melawan Sekutu membawa pengaruh terhadap perubahan situasi negara-negara

BAB I PENGANTAR. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 30 berbunyi

BAB I PENDAHULUAN. rekaman kaset, televise, electronic games. Radio telah beradaptasi dengan perubahan dunia,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SD kelas 5 - ILMU PENGETAHUAN SOSIAL BAB 9. KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIALATIHAN SOAL BAB 9. Dwi tunggal. Tri Tunggal. Catur Tunggal.

PROGRAM PERSIAPAN SBMPTN BIMBINGAN ALUMNI UI

BAB I. PENDAHULUAN. bangsa Indonesia setelah lama berada di bawah penjajahan bangsa asing.

I. PENDAHULUAN. telah menjadi bangsa yang merdeka dan terbebas dari penjajahan. Namun pada. khususnya Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia.

Pergolakan dan pemberontakan dalam negri yang mengancam disintegrasi bangsa TUGAS

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN I.1

KISI-KISI SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER 1

BAB V KESIMPULAN. Malaka membuat jalur perdagangan beralih ke pesisir barat Sumatra.

Usaha pendudukan yang dilakukan Pemerintahan Militer Jepang untuk menguasai

I. PENDAHULUAN. dalamnya. Untuk dapat mewujudkan cita-cita itu maka seluruh komponen yang

Pada tanggal 1 September 1945, Komite Sentral dari Komite-komite Kemerdekaan Indonesia mengeluarkan sebuah manifesto:

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kajian Hubungan-Internasional, hubungan bilateral maupun

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Masalah. Pada tanggal 15 agustus 1945 tentara Jepang menyerah tanpa syarat kepada

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

KISI-KISI PEDAGOGIK UKG 2015 SEJARAH STANDAR KOMPETENSI GURU KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN/KELAS/KEAHLIAN/BK

B. Peran Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1954 TENTANG TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 61 TAHUN 2011 TENTANG KOMUNITAS INTELIJEN DAERAH (KOMINDA) JAWA BARAT GUBERNUR JAWA BARAT,

Surat-Surat Buat Dewi

PEDOMAN PRAKTIKUM.

BAB I PENDAHULUAN. Periode perjuangan tahun sering disebut dengan masa

Mengungkap Kegagalan Gerakan 30 September 1965

Semua informasi tentang buku ini, silahkan scan QR Code di cover belakang buku ini

PENDAHULUAN. Keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II bukanlah sesuatu yang

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian Indonesia memiliki beberapa lapangan udara yang cukup populer. Lapangan udara tersebut adalah Lapangan Udara Husein Sastranegara di Bandung, Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Lapangan Udara Adi Sucipto di Yogyakarta. Namun ternyata di wilayah Kabupaten Subang tepatnya di Kalijati terdapat satu lapangan udara yang bernama Lapangan Udara Suryadharma. Lapangan Udara Suryadharma bukan lapangan udara yang komersil, sehingga masyarakat khususnya masyarakat Subang banyak yang tidak mengetahui keberadaan lapangan udara tersebut. Selain itu, karena Lapangan udara Suryadharma tidak bisa dikunjungi oleh sembarang orang maka yang menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan masyarakat Subang tidak mengetahui bahwa di Kalijati tersebut terdapat sebuah lapangan udara yang memiliki sejarahnya tersendiri. Lapangan udara Suryadharma inilah yang menjadi tempat penyerahan kekuasaan Belanda pada Jepang pada tahun 1945. Saat penyerahan Belanda kepada Jepang ini yang kemudian menjadikan lapangan udara tersebut menjadi tempat peninggalan sejarah yang menggambarkan peristiwa saat itu. Lapangan udara Suryadharma dipilih karena letaknya yang cukup strategis, dan memang pada saat itu Belanda sudah merasa terhimpit kekuasaanya. Dan akhirnya setelah serangan yang dilakukan oleh Jepang dari berbagai sudut wilayah, Belanda pun menyerahkan diri dan menyerahkan kekuasaanya ke tangan Jepang. Lapangan udara Suryadharma ini saat awal dibangun oleh Belanda hanyalah sebuah hanggar yang ukuranya relatif tidak terlalu luas, dan desainnya pun sangat sederhana, hanya dikelilingi oleh pagar yang terbuat dari bambu. Namun saat ini lapangan udara Suryadharma sudah menjadi lapangan udara yang memiliki fasilitas yang

2 memadai (Majalah Suryadharma News, 2012). Suryadharma News (2012) lebih lanjut mengungkapkan bahwa lapangan udara yang awalnya bernama lapangan udara Kalijati ini kemudian berganti nama menjadi lapangan udara Suryadharma. Akan tetapi dibalik pergantian nama ini masyarakat Indonesia tidak mengetahui siapa itu Suryadharma dan mengapa beliau dijadikan sebuah nama lapangan udara. Hal yang sama juga terjadi pada masyarakat di Kalijati, karena yang mereka ketahui itu hanya sebuah nama lapangan udara saja tanpa mengetahui siapa tokoh yag diabadikan namanya menjadi nama lapangan udara dan apa peranan tokoh tersebut sehingga dijadikan nama lapangan udara. Mengetahui hal ini tentu memberikan bukti bahwa orang-orang yang berjasa pada bangsa ini belum diketahui sebagian besar masyarakat. Oleh karena itu, maka saya tertarik untuk melakukan penulisan penelitian mengenai tokoh R. Suryadi Suryadharma. R. Suryadi Suryadharma adalah seorang yang sangat berjasa di Angkatan Udara serta ikut membantu dalam memperjuangkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun meskipun namanya telah diabadikan menjadi sebuah lapangan udara di wilayah Kalijati kabupaten Subang, teryata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui siapa R. Suryadi Suryadharma. Serta kontribusi apa yang beliau berikan bagi bangsa ini sehingga namanya dijadikan sebuah nama lapangan udara. Selain itu juga masyarakat tidak mengetahui bahwa R. Suryadi Suryadharma ini seorang tokoh perintis AURI dan juga memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan AURI atau yang saat ini kembali berganti nama menjadi TNI-AU. Meskipun R. Suryadi Suryadharma telah diabadikan namanya menjadi sebuah lapangan udara di Kabupaten Subang, namun hal ini tidak berarti masyarakat Indonesia atau khususnya masyarakat Subang mengetahui sosok R. Suryadi Suryadharma tersebut.

3 Peranan R. Suryadi Suryadharma bagi AURI dilaksanakan sejak tahun 1946. Tepatnya pada tanggal 24 Januari 1946 Presiden Soekarno melakukan perubahan nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) menjadi Tentara Repulik Indonesia (TRI) Djawatan Penerbangan (Sutrisno, 1985 : 40). Kemudian pada tanggal 9 April 1946 TRI Jawatan Penerbangan yang lebih dikenal dengan nama Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Sehingga tanggal 9 April 1945 diperingati sebagai hari jadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Ketika negara Indonesia masih berada dalam situasi perang kemerdekaan dan R. Suryadi Suryadharma sebagai pimpinan TKR Djawatan Penerbngan tugas utamanya adalah membentuk kekuatan udara nasional. Dengan jabatannya sebagai pimpinan TKR Djawatan penerbangan ini R. Suryadi Suryadharma langsung memiliki gagasan untuk membeli pesawat, dan dana yang digunakan untuk membeli pesawat tersebut diperoleh dari pengumpulan dana hingga akhirnya mampu membeli pesawat Dakota RI-001 Seulawah (Subdisjarah, 2004: 102). Diangkatnya R. Suryadi Suryadharma sebagai KSAU beliau berangkat dari nol karena memang adanya keterbatasan peralatan yang ada. Beliau juga memiliki peranan penting dalam mempertahankan dan memperjuangkan republik Indonesia. Motto beliau yag terkenal yaitu kembangkan terus sayapmu demi kejayaan tanah air tercinta ini, jadilah perwira sejati pembela tanah air (Priyo, agus, 21: 2010). Peningkatan dari TKR menjadi TRI Djawatan Penerbangan pada tanggal 9 April 1946, maka ditetapkan juga Suryadi Suryadharma menjadi Kepala Staf dengan pangkat Komodor Udara (Mayor Jenderal), dan R. Sukarmen Martakusumo menjadi wakil Kepala Staf dengan pangkat Kololonel (Trihadi, 1971:4). Pada tahun 1946 merupakan awal karir yang dilakukan oleh R. Suryadi

4 Suryadharma, khususnya ketika beliau menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia. Satu tahun pasca terbentuknya Negara Kesatuan Rebublik Indonesia bukanlah hal yang mudah bagi Suryadi Suryadharma untuk membentuk sebuah Angkatan Udara Republik Indonesia yang pada saat itu memiliki bayak sekali keterbatasan yang dimiliki oleh negara yang baru saja merdeka. Tentu saja sebagai KSAU pertama beliau memegang tugas yang tidak mudah untuk dijalankan. Peningkatan TKR menjadi TRI Djawatan Penerbangan pada tanggal 9 April 1946 tersebut, maka R. Suryadi Suryadharma selaku pimpinan AURI memberikan perintah agar segera bisa mendirikan Sekolah Radio Telegrafis Udara (Subdisjarah, 2004:68). Keinginan dari KSAU untuk mendirikan sekolah Telegrafis Udara ini semakin menambah peranan yang dilakukan oleh Suryadi Suryadharma ketika masa revolusi negara Indonesia. R. Suryadi Suryadharma juga memiliki banyak peran dalam penerbangan di Indonesia. Kebijakan yang dilakukan oleh R. Suryadi Suryadharma ketika menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia adalah dengan membentuk kelompok-kelompok personalia sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, beliau juga melakukan suatu pembagian kerja yang khusus. Perhatian khusus yang dilakukan oleh R. Suryadi Suryadharma lebih ditekankan kepada sangat kurangnya tenaga pelaksana dibidang kriminal kepolisian. Untuk mengatasi hal ini maka KSAU R. Suryadi Suryadharma memutuskan untuk membangun Sekolah Istimewa yang bertujuan untuk mempelajari pengetahuan kepolisian dan akhirnya sekolah tersebut resmi dibuka pada tanggal 1 November 1946 di Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta ( Irna dan Hadi Soewito,dkk 2007:52). Peranan lain yang dilakukan oleh R. Suyadi Suryadharma adalah kegigihannya dalam mengobarkan semangat perjuangan dan menumbuhkan minat

5 kedirgantaraan sehingga bisa terlaksananya pameran Kedirgantaraan pertama yang digelar pada tanggal 17-18 Agustus 1946 ( TNI-AU, 2003:10 ). Pada tahun 1946 suatu badan pelaksana yang bernama POPDA (Panitia Oeroesan Pengangkutan Djepang dan APWI), melakukan operasi udara dan Komodor Udara R. Suryadi Suryadharma memegang jabatan sebagai koordinator Angkatan Udara. APWI adalah warga sekutu yang selama perang ditawan dan diinternir Jepang. Ketika menjabat sebagai pimpinan umum Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Djawatan Penerbangan R. Suryadi Suryadharma juga telah melakukan kebijakan, dan kebijakan beliau yang pertama adalah menyusun struktur organisasi, mengangkat personalia untuk pengisian jabatan, dan mengadakan calon penerbang (Subdisjarah, 2004:50). Dengan adanya kebijakan ini semakin memberikan bukti bahwa R. Suryadi Suryadharma sangat berperan sejak awal terbentuknya Angkataan Udara Republik Indonesia. Selain memberikan berbagai kontribusi bidang penerbangan, KSAU juga memperhatikan mengenai kesehatan penerbangan. Beliau memberikan sebuah buku yang merupakan karya dari desertasi Dr. Hubach dan buku tersebut digunakan sebagai dasar ujian fisik (Irna dan Hadi Suwito, dkk, 2007: 64). Sehingga dalam melakukan ujian fisik bagi para anggota AURI, KSAU R. Suryadi Suryadharma menggunakan buku tersebut. Pada saat terjadinya Agresi militer Belanda I yang dilakukan pada tahun 1947, Belanda memiliki keinginan yang sangat kuat untuk menghancurkan Angkatan Udara Republik Indonesia. Dengan adanya Agresi Militer Belanda I kekuatan Angkatan Udara Republik Indonesia hampir dapat dilumpuhkan. Ketika kondisi Angkatan Udara yang hampir lumpuh ini, kemudian Angkatan Udara Republik Indonesia mencoba untuk bangkit dan melakukan serangan balasan kepada pihak Belanda. Pada saat akan dilancarkannya operasi Udara yang

6 dilakukan KSAU R. Suryadi Suryadharma memberikan arahan sebelum pelaksanaan operasi udara dan mengungkapkan bahwa adanya operasi udara ini jika ditinjau dari sisi militer tidak akan membawa pengaruh yang signifikan. Akan tetapi operasi ini dapat mengobarkan semangat juang dan juga membuktikan kepada dunia bahwa Angkatan Udara Republik Indonesia melakukan perlawanan gerilya dengan matra udara (Subdisjarah, 2004:139). Dengan adanya perlawanan yang dilakukan oleh R. Suryadi Suryadharma ini semakin memberikan bukti bahwa beliau turut serta dalam mempertahankan Republik Indonesia dengan cara melakukan Operasi Udara tersebut. Ketika tanggal 27 Februari 1948, selain jabatannya sebagai KSAU, Komodor Udara R. Suryadi Suryadharma ditugaskan untuk menjadi KSAP (Kepala Staf Angkatan Perang) Republik Indonesia. Ketika R. Suryadi Suryadharma menjabat sebagai KSAP kemudian terjadi sebuah pemberontakan dari golongan PKI yaitu pada tanggal 18 September 1948 karena dilatarbelakangi oleh proses reorganisasi. Setelah pemberontakan itu berhasil diselesaikan, maka KSAU R. Suryadi Suryadharma resmi mengundurkan diri. Jabatan ini tidak berlangsung lama karena pada tanggal 1 Oktober 1948 terhitung Komodor Udara Suryadharma melepaskan diri sebagai KSAP (Sutrisno, 1985: 48). Pada saat Agresi Belanda II yang terjadi pada tanggal 19 Desember 1948, Presiden Republik Indonesia telah menginstruksikan bahwa apapun yang nanti terjadi rakyat dan tentara harus terus berjuang melawan Belanda. Hingga akhirnya pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda menawan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, selain Presiden dan Wakil Presiden, KSAU beserta beberapa menteri kemudian ditawan di pulau Bangka Sebelum terjadinya penangkapan tersebut, KSAU memang sudah memperkirakan Belanda akan melakukan serangan yang kedua, oleh karena itu Beliau sudah mempersiapkannya dengan mengangkat KSAU Cadangan I kepada OU I Soejoso Kartono dan juga KSAU

7 Cadangan II Wiweko Soepono di Rangoon Birma (Subdisjarah, 2004: 194). Dengan adanya penangkapan terhadap KSAU R. Suryadi Suryadharma ini semakin membuktikan bahwa andil beliau sangat besar dalam mempertahankan NKRI. Karena memang pihak Belanda pun menilai bahwa Angkatan Udara Republik Indonesia merupakan musuh yang cukup sulit dilumpuhkan sehingga Belanda melakukan tindakan tersebut. Untuk melancarkan tugas perjuangan, maka Indonesia pun membutuhkan pesawat yang bisa digunakan untuk menjangkau daerah-daerah agar dapat menghemat waktu. Oleh karena itu, pada tanggal 16 Juni 1948 Presiden melakukan pertemuan dengan para pemuka/masyarakat Aceh di Kutaraja (Aceh) untuk menghimpun dana pembelian pesawat udara. Ide untuk mengumpulkan dana guna pembelian pesawat ini merupakan ide dari KSAU R. Suryadi Suryadharma (Trihadi, 1971: 16). Dengan adannya ide tersebut akhirnya Indonesia bisa membeli pesawat Dakota. KSAU. R. Suryadi Suryadharma bukan hanya berperan secara langsung dalam mengembangkan AURI, tetapi juga dalam ide-ide atau gagasannya dalam mengembangkan penerbangan di Indonesia. Ketika dilaksanakannya konferensi antar Indonesia pada tahun 1949, R. Suryadi Suryadharma terdaftar sebagai delegasi Republik Indonesia di bidang militer dan KSAU R. Suryadi Suryadharma sebagai penesehat penerbangan. Selain itu juga ketika tahun 1949 tepatnya pada bulan November 1949, Negara Republik Indonesia berubah menjadi Negara Repiblik Indonesia Serikat (RIS). Berdasarkan Konferensi Meja Bundar (KMB), Angkatan Udara Republik Indonesia pun ikut berubah menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia Serikat (AURIS), (Subdisjarah, 2004 : 231).

8 Peranan R. Suryadi Suryadharma ketika berdirinya RIS adalah dengan mengeluarkan sebuah program kerja kilat yang dikeluarkan pada tahun 1950. Berdasarkan program tersebut R. Suryadi Suryadharma yang bertindak sebagai KSAU menyatakan bahwa akan membentuk skadron-skadron Intai Laut, Transport, dan lain-lain. Sehingga melalui program kerja kilat ini menunjukan bakti R. Suryadi Suryadharma dalam Angkatan Udara demi menjaga keutuhan Negara Indonesia. Setelah program kilat tersebut berhasil diselesaikan, maka kembali dilakukan suatu program kerja lima tahun yang digagas oleh KSAU R. Suryadi Suryadharma. Kurun waktu yang digunakan dalam program kerja tersebut yaitu sampai dengan tahun 1955. Dalam kurun waktu lima tahun tersebut, KSAU R. Suryadi Suryadharma melakukan berbagai penyempurnaan ditubuh AURIS dengan melakukan beberapa penetapan, salah satunya adalah dengan perubahan organisasi Markas Besar Angkatan Udara (MBAU) yang terdiri dari 3 staf dan penetapan ini tertanggal 10 September 1951 (Subdisjarah Dispenau, 2005: 48). R. Suryadi Suryadharma memang tidak populer seperti tokoh-tokoh Angkatan Udara lain yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Misalnya adalah Husein Sastranegara, Adi Sucipto, Halim Perdanakusuma dan lain-lain. Karena masyarakat belum mengetahui siapa itu Suryadharma, maka peranan beliau pun tidak masyarakat ketahui bagaimana peranannya. Sebagai masyarakat Indonesia yang seharusnya mengetahui tokoh yang berjasa bagi Republik Indonesia dan memiliki peranan penting dalam perkembangan Angkatan Udara Republik Indonesia maka mungkin nama Suryadi Suryadharma adalah salah satu tokoh penting yang terlupakan oleh masyarakat Indonesia bahkan yang masyarakat tahu Suryadharma hanyalah sebuah lapangan udara saja. Tanpa mengetahui apa peranan beliau yang dijadikan nama lapangan udara tersebut. Karena memang menurut Bapak Muslihudin selaku Kepala Dinas Penerangan dan Perpustakaann Lanud Suryadharma, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak bisa melihat

9 jasa pahawan di Angkatan Udara karena mungkin tidak bisa mereka rasakan langsung bagaimana peranan nyatanya. Hal ini telah dibuktikan dengan masyarakat tidak mengetahui siapa itu Suryadharma yang dijadikan nama Lapangan Udara dan masyarakat juga belum banyak yang mengetahui beliau adalah pahlawan Bangsa Indonesia (Muslihudin, 14 April: 2013). Bapak Muslihudin mengungkapkan hal tersebut disebabkan karena beliau meilhat bahwa masyarakat Indonesia kurang melihat jasa-jasa pahlawan di Angkatan Udara. Peranan lain yang dilakukan oleh KSAU pada tahun 1950 adalah dengan ikut membantu dalam penumpasan DI/TII. Perananya yaitu dengan melakukan pengintaian dan penembakan dari udara dengan menggunakan pesawat pembom (Subdisjarah Dispenau, 2005: 153). Penumpasan pemberontakan-pemberontakan lain juga dilakukan yaitu penumpasan pemberontakan Gerakan Andi Azis pada tahun 1950 serta penumpasan gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)yang dilakukan di Bandung. Penumpasan pemberontakan lainnya yaitu terjadi pada tahun 1953 yaitu penumpasan DI/TII di Sulaweai Selatan yang juga tidak terlepas dari peranan KSAU R. Suryadi Suryadharma. Pada tahun 1950 dengan adanya likuidasi Militaire Luchtvaart (ML) mulai diselenggarakan AURIS (Angkatan Udara Republik Indonesia) segera setelah perundingan selesai. Sehingga KSAU telah membuat sebuah petunjuk khusus yang mengatur mengenai pengibaran bendera pangkalan-pangkalan udara (Subdisjarah Dispenau, 2005: 22). Kemudian dilakukan upacara serah terima Markas Besar Militaire Luchtvaart kepada AURIS yang diwakili oleh Kepala Staf Angkatan Udara Suryadi Suryadharma ini merupakan sebuah langkah yang cukup signifikan untuk membuktikan pada dunia bahwa Negara Indonesia yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945 itu memang ada dan terbukti dengan berkibarnya Sang Merah Putih di Pangkalan Udara wilayah Indonesia. Hal ini pula yang menjadi bukti bahwa peranan R. Suryadi Suryadharma dalam mempertahankan

10 kedaulatan NKRI memang dilakukan oleh beliau. Pada masa menjadi Kepala Staf Angkatan Udara, R. Suryadi Suryadharma melakukan tugasnya dengan baik. Sehingga pada masa itu kekuatan dari Angkatan Udara Republik Indonesia menjadi salah satu yang terkuat di kawasan Asia Tenggara. Angkatan Udara Republik Indonesia terus melakukan perbaikan dan juga pembenahan baik itu dalam berbagai penerbangan yang terus dilakukan dan juga oprasi-oprasi udara yang terus dilakukan untuk menangkal serangan dari Belanda dan juga bangsa lain yang ingin menjajah Indonesia. Perkumpulan Penerbangan atau Aero Club juga merupakan salah satu dari lima unsur yang dibentuk untuk membentuk kekuatan di udara dan pada tahun 1952, organisasi Aero Club diberi nama Biro Aero Club yang berada langsung dibawah KSAU. Selain itu, KSAU juga memperhatikan bidang pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya Sekolah Menengah Atas (SMA) AURI pada tanggal 2 Maret 1953. Dengan adanya sekolah ini KSAU berharap agar dalam mengikuti sekolah ini bukan hanya ilmu pengetahuan saja yang didapat, tetapi juga hubungan baik antara AURI dengan masyarakat (Subdisjarah Dispenau, 2005: 212-245). Penyempurnaan ditubuh Angkatan Udara Republik Indonesia terus dilakukan oleh R. Suryadi Suryadharma. Kurun waktu tahun 1950-1956 merupakan tahap konsolidasi bagi Angkatan Udara Republik Indonesia. R. Suryadi Suryadharma juga menjalin dengan Kolonel Oyens yang merupakan tentara Kerajaan Hindia Belanda, dan pertemuan KSAU R. Suryadi Suryadharma ini kemudian menjadikan latar belakang didirikannya pendidikan perwira dibidang pemeliharaan teknik pesawat terbang pertama di Indonesia (Subdisjarah Dispenau, 2005: 105).

11 Pada tahun 1954 KSAU juga melakukan suatu susunan dan penyatuan sekolah AURI. Rencana kerja lima tahun yang digagas oleh KSAU memasuki tahap pelaksanaan yaitu dengan dikeluarkannya ketetapan pada taggal 3 November 1956 (Trihadi, 1971: 22-26). Rencana kerja ini merupakan kelanjutan dari rencana kerja yang dimulai pada tahun 1951-1955, kemudian dilakukan penyempurnaan kembali pada tahun 1956. Kemudian pada tahun 1957 dilakukan penambahan skadron pancargas (jet) hal ini membuktikan bahwa AURI terus melakukan perbaikan diberbagai bidang dan tentu saja hal ini tidak terlepas dari peranan Suryadi Suryadhama selaku pimpinan AURI. Kemudian Suryadi Suryadharma juga melakukan penumpasan pemberontakan lainnya yaitu penumpasan PRRI/Permesta pada tahun 1958, KSAU R. Suryadi Suryadharma melakukan instruksi kepada Mayor Omar Dhani dalam melakukan operasi penumpasan tersebut (Subdisjarah Dispenau, 2005: 177). Dan perkembangan selanjutnya tahun 1960 Suryadi Suryadharma menjadi Menteri/Kepala Staf AURI. Hingga pada tahun 1962 R. Suryadi Suryadharma menyerahkan tugas KSAU pada Omar Dhani hal ini juga berhubungan dengan adanya pembebasan Irian Barat. Akan tetapi meskipun Suryadi Suryadharma sudah tidak menjabat sebagai KSAU, beliau tetap berkiprah di bidang pemerintahan. Setelah lengser dari jabatan sebagai KSAU R. Suryadi Suryadharma diangkat menjadi penasihat militer Presiden RI sampai tahun 1965, kemudian menjadi Menteri Pos dan Telekomunikasi (Postel) di Jakarta. Pada tahun 1966 diperbantukan pada Menteri/Pangau hingga pada tahun 1968 R. Suryadi Suryadharma diberikan hak pensiun (Subdisjarah Dispenau, 2006: 18). Oleh karena kegigihan dan peranan beliau inilah maka penulis memiliki ketertarikan untuk mengkaji mengenai peranan R. Suryadi Suryadharma dengan skripsi yang berjudul Peranan R Suryadi Suryadharma Dalam Membangun Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) tahun 1946-1962.

12

13 1.2 Rumusan Masalah Merujuk pada latar belakang masalah yang telah dijelaskan, maka masalah utama yang akan dikaji dalam skripsi ini adalah Peranan R Suryadi Suryadharma dalam membangun Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) tahun 1946-1962. Dalam memfokuskan pembahasan masalah, penulis merumuskan kembali pertanyaan tersebut menjadi beberapa pertanyaan sebagai berikut : 1. Bagaimana latar belakang kehidupan R Suryadi Suryadharma? 2. Bagaimana peranan R Suryadi Suryadharma ketika menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia? 3. Apa saja kebijakan-kebijakan R Suryadi Suryadharma ketika menjadi Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia? 4. Bagaimana dampak kebijakan R Suryadi Suryadharma terhadap Angkatan Udara Republik Indonesia selama menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia? 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian Berdasarkan pokok pemikiran di atas, menjawab dan memecahkan rumusan masalah yang ada merupakan tujuan utama yang ingin dicapai oleh penulis. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan R Suryadi Suryadharma dalam membangun Angkatan Udara Republik Indonesia. Selain itu penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk : 1. Menganalisis latar belakang kehidupan R Suryadi Suryadharma. 2. Menganalisis peranan R Suryadi Suryadharma ketika menjabat sebagai KSAU Republik Indonesia.

14 3. Menganalisis kebijakan-kebijakan R Suryadi Suryadharma ketika menjadi KSAU Republik Indonesia.

15 4. Menganalisis dampak kebijakan R Suryadi Suryadharma dalam AURI selama menjadi KSAU. Penelitian mengenai Peranan R Suryadi Suryadharma dalam membangun Angkatan Udara Republik Indonesia tahun 1946-1962 ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain : 1. Bagi penulis, dapat menghasilkan sebuah karya ilmiah sebagai aplikasi teori yang didapat selama perkuliahan untuk menarik sebuah kesimpulan dari permasalahan yang ditemukan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara objektif dan ilmiah dalam kehidupan praktis. Selain itu sebagai seorang calon guru jurusan pendidikan sejarah, penulis memiliki kepedulian terhadap para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan segala hal demi Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Bagi UPI khususnya bagi Jurusan Pendidikan Sejarah, memperkaya penulisan sejarah mengenai peranan tokoh Angkatan Udara Republik Indonesia. Selanjutnya karya ilmiah ini bisa dijadikan sumber rujukan bagi pengembangan penelitian selanjutnya di Jurusan Pendidikan Sejarah UPI.

16 1.4 Sistematika Penulisan Secara keseluruhan penulisan skripsi yang berjudul Peranan R Suryadi Suryadharma dalam membangun Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Tahun 1946-1962 tersusun menjadi lima bab dengan sistematika berdasarkan buku pedoman penulisan karya ilmiah tahun 2013 : BAB I, merupakan pendahuluan dari penulisan. Dalam bab ini dijelaskan mengenai latar belakang masalah yang di dalamnya memuat penjelasan mengapa masalah yang diteliti timbul dan penting untuk dikaji, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan. BAB II, tinjauan kepustakaan. Bab ini berisi tentang berbagai pendapat bersumber pada literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dikaji yaitu mengenai Peranan R Suryadi Suryadhara dalam Membangun Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Tahun 1946-1962 BAB III, metodologi penelitian. Dalam bab ini diuraikan tentang metode dan teknik penelitian yang digunakan penulis dalam mencari sumber-sumber dan cara pengolahan sumber yang dianggap relevan dengan permasalahan yang dikaji. BAB IV, pembahasan. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan seluruh hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis. Uraian tersebut berdasarkan pertanyaan penelitian yang dirumuskan pada bab pertama. BAB V, kesimpulan. Pada bab ini berisi kesimpulan dari keseluruhan deskripsi dan beberapa saran yang bermanfaat bagi beberap fihak yang berhubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan masalah yang dibahas.