Bab 4 Hasil dan Pembahasan

dokumen-dokumen yang mirip
PRAKTIKUM BASIS DATA TERDISTRIBUSI MODUL VI FAILOVER CLUSTER

Bab 3 Metode Perancangan 3.1 Tahapan Penelitian

Azilmi Lukmanul Hakim

PENGEMBANGAN SISTEM REPLIKASI DAN REDUNDANSI UNTUK MENINGKATKAN KEHANDALAN BASISDATA MYSQL

ANALISIS AVAILABILITAS LOAD BALANCING PADA WEB SERVER LOKAL

UJI AVAILABILITAS LOAD BALANCING WEB SERVER MENGGUNAKAN LINUX VIRTUAL SERVER

Bab 2 Tinjauan Pustaka

BAB IV DISKRIPSI KERJA PRAKTIK. 4.1 Instalasi dan Penggunaan VMware Workstation 11

Analisis Performa Load Balancing DNS Round Robin dengan Linux Virtual Server pada Webserver Lokal

INSTALASI WEB SERVER PADA LINUX Oleh Dwi Kurnivan Setiono

BAB III ANALISA KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN SISTEM

PENGEMBANGAN SERVER SIAKAD UNIVERSITAS DEHASEN BENGKULU MENGGUNAKAN HIGH AVAILABILITY CLUSTERING DAN MYSQL DATABASE REPLICATION

IMPLEMENTASI MySQL CLUSTER PADA BASIS DATA TERDISTRIBUSI

DATABASE SERVER WEB SERVER SUBDOMAIN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

CLUSTERING MYSQL SERVER SISTEM PADA PT.SINAR PRIMA LESTARI

2) Dosen Teknik Elektro UNDIP. 1) Mahasiswa Teknik Elektro UNDIP

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

IMPLEMENTASI MYSQL CLUSTER PADA OPENSOLARIS. Henri Hendrata Dosen Pembimbing: Dr. Isa Irawan, MT

Perancangan dan Implementasi WebServer Clustering dengan Skema Load Balance Menggunakan Linux Virtual Server Via NAT

Rancang Bangun Server Learning Management System (LMS) Berbasis Metode Load Balancing

PERANCANGAN HIGH AVAILABILITY SYSTEM PADA SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG BERBASIS MYSQL CLUSTER

DNS SERVER. Jaringan Komputer

Pembahasan UPK Paket 1

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. HP Pro 3500 Microtower PC (D5S76EA) Processor family: Intel Core i3 processor

Pertemuan IX Client-Server Computing

IMPLEMENTASI EYE OS MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN FAILOVER PADA JARINGAN PRIVATE CLOUD COMPUTING DENGAN LAYANAN IAAS DAN SAAS

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Materi I. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. system ini dapat berjalan dengan baik. Berikut merupakan spesifikasi hardware dan. Processor : Intel pentium 4.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

MODUL JOOMLA! oleh: Putu A. Widhiartha dan Made J. Wiranatha BAB II INSTALASI JOOMLA

BAB IV IMPLEMENTASI PROGRAM

: Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas ( Wide Area Network ) : Mengevaluasi lalulintas jaringan WAN

Rancang Bangun Network Mapping Sistem Monitoring Jaringan. Vincentius Bima Anong Dian Hutama

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ADMINISTRASI SERVER DEB-003 STRUKTUR MODUL ADMINISTRASI LINUX DEBIAN SQUEEZE DASAR-DASAR JARINGAN DEB.

Web Server A. DASAR TEORI

BAB IV DISKRIPSI KERJA PRAKTIK. Bab ini membahas tentang proses instalasi VMWare Workstation dan

Panduan Cara Menggunakan Server VPS

BAB III PERANCANGAN SISTEM

LAMPIRAN Gambar Pemberitahuan proses instalasi

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB 4 IMPLEMENTASI. perangkat keras dan piranti lunak yang digunakan adalah sebagai berikut:

BAB II DASAR TEORI 2.1. Pengenalan Sistem Operasi Linux 2.2. Dasar Sistem Cluster

Sistem Monitoring Di Debian 6

Proposal Tugas Akhir

BAB 1 PENDAHULUAN. Sebagai universitas yang berkembang pesat dan memiliki rencana untuk

LAMPIRAN. Lampiran Halaman Depan Web Hosting. Menu Hosting L-1

Melihat MySQL Cluster di Dua Komputer Berbasis Ubuntu 6.06

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL IMPLEMENTASI

Desain Sistem ANALISA KEBUTUHAN

TUGAS KELOMPOK Tutorial Konfigurasi Web Server NginX Pada Virtualization Windows Xp

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III METODE PENELITIAN. Router Berbasis Web, Penulis menerapkan konsep pengembangan Software

Silahkan ikuti langkah-langkah berikut :

TUTORIAL CONTENT MANAGEMENT SYSTEM WEB HOSTING JOOMLA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 2. Dapat mengetahui tujuan dari Virtual Host. 3. Mampu mengkonfigurasi Virtual Host khususnya pada Centos.

IMPLEMENTASI CLUSTERING DATABASE SERVER MENGGUNAKAN PGCLUSTER UNTUK OPTIMALISASI KINERJA SISTEM BASIS DATA

SMK NEGERI 3 PALU SERVER WITH DEBIAN. Konfigurasi : Urutan Konfigurasi :

TKJ SMK Negeri 1 Bangli

Konfigurasi DNS & Web Server

BAB III IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI WEB LOG

ANALISA DAN PERANCANGAN

RANCANG BANGUN WEB SERVER BERBASIS LINUX DENGAN METODE LOAD BALANCING (STUDI KASUS : LABORATORIUM TEKNIK INFORMATIKA)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Membangun Network Services di Linux

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. tentang load balancing terus dilakukan dan metode load balancing terus

LAMPIRAN A. instalan pada folder htdocs dengan mengakses alamat melalui

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Pengenalan Linux Konfigurasi TCP/IP

Perancangan Dan Implementasi Load Balancing Dan Failover Clustering Pada Linux Virtual Server (LVS) Untuk High Availability

Proses booting saat instalasi Endian firewall

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

Departemen Pendidikan Nasional. Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

PENGENDALIAN JARAK JAUH KOMPUTER MENGGUNAKAN APLIKASI MOBILE

DHCP SERVER. Pendahuluan

Gambar Notifikasi via

DAFTAR ISI. ABSTRAK...iv. KATA PENGANTAR...v. DAFTAR ISI... vii. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR TABEL... xv BAB I PENDAHULUAN... 1

Gambar 1. Topologi Soal Paket 1

Muhammad Alwi Hasan NRP Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Achmad Affandi, DEA. NIP

Membangun Webserver. Dengan menggunakan freeradius pengelolaan login user berbasis web dan dapat menangani sampai ribuan client dari banyak AP

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB 2 LANDASAN TEORI. menyediakan layanan ke komputer lain melalui koneksi jaringan. Server dapat

Management Server. Aditya Mahendra Saputra KA34

Perancangan dan Pembangunan Sistem Failover Pada MySQL Menggunakan Heartbeat dan MySQL Native Replication untuk Menunjang Ketersediaan Data Online

ADMINISTRASI JARINGAN DEBIAN SERVER

MODUL PRAKTEK DEBIAN SERVER

JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ADMIN DAN MANAJEMEN JARINGAN Mail Server

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. adalah CD/DVD IPCop dan komputer yang digunakan tehubung dengan

MODUL 1 PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN. Pengenalan dan Instalasi Sistem Operasi Jaringan

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI. 4.1 Perancangan Jaringan Komputer dengan Menggunakan Routing Protokol OSPF dan GLBP

Transkripsi:

Bab 4 Hasil dan Pembahasan Pada bab ini memuat hasil dan pembahasan yang meliputi implementasi dari perancangan, pengujian dan hasil analisa. Implementasi tersebut meliputi konfigurasi Nginx untuk load balance, MySQL-Max untuk cluster MySQL serta pengaturan file nginx.conf, config.ini dan my.cnf. 4.1 Implementasi Sistem 4.1.1 Implementasi Balancer Untuk dapat menggunakan webserver clustering dengan skema load balancing. Pastikan semua paket dan software pendukung telah di-install. Proses instalasinya disesuaikan dengan paket yang di-install pada sistem operasi linux. Jika paketnya adalah file rpm, maka di-install dengan rpm. Jika file-nya adalah kompresi, maka dapat langsung di-extract dan di-compile atau dapat langsung menginstal melalui repository yang ada pada setiap linux. Pada pengaturan load balancer yang menggunakan paket aplikasi Nginx membutuhkan sedikit pengaturan yang ada pada file /etc/nginx/nginx.conf. Pengaturan dilakukan dengan cara menambahkan baris upstream pada tag http seperti yang terlihat pada Kode Program 4.1. Kode Program 4.1 Nginx.conf 1.... 2.... 3.... 4. http { 5. upstream sia { 6. server 192.168.1.3; 7. server 192.168.1.4; 8. } 31

32 9. 10. server { 11. location /{ 12. proxy_pass http://sia; 13. } 14. } 15.... 16.... 17.... Maksud dari Kode Program 4.1 adalah jika user sedang mengakses web server dengan IP load balancer maka secara otomatis load balancer akan mengalihkan request http tersebut langsung ke IP server 192.168.1.3 dan IP 192.168.1.4 secara seimbang sesuai dengan jumlah request user. Apabila semua pengaturan tersebut sudah dilakukan secara benar, maka load balancing siap untuk menjalankan fungsinya bagi real server. Selain pengaturan nginx.conf, pada load balancer juga dilakukan pengaturan DNS (Domain Name System) pada paket aplikasi Bind9 dengan membuat DNS bernama sia.tunashararapan.edu. Gambar 4.1 merupakan tampilan apabila nginx sudah selesai dikonfigurasi. Gambar 4.1 Load Balancing Nginx 4.1.2 Implementasi Clusterware MySQL-max merupakan middleware yang disediakan oleh MySQL untuk membangun sebuah cluster. Middleware ini mampu

33 menyediakan mesin penyimpanan NDB yang bisa dihubungkan untuk menjadi sebuah cluster. Cluster yang dibangun menggunakan dua buah mesin NDB (node) untuk web server sekaligus sebagai storage server dan menggunakan sebuah mesin management untuk mengatur mesin NDB serta satu buah PC sebagai server balancer untuk mengatur request dari user. Kedua node yang tergabung dalam mesin NDB nantinya akan mengakses storage server yang ada pada dirinya sendiri (sesuai dengan cara kerja MySQL cluster yaitu shared-nothing). Supaya dapat berkomunikasi dengan baik, setiap node harus memiliki alamat IP yang sesuai pada setiap network interfaces dan harus didefinisikan juga alamat IP dari setiap node yang digunakan. Definisi tersebut disimpan didalam sebuah host file dengan nama hosts yang terletak didalam folder /etc/hosts pada PC balancer seperti yang terlihat pada Kode Program 4.2. Kode Program 4.2 /etc/hosts 1. 192.168.1.1 balancer 2. 192.168.1.2 management 3. 192.168.1.3 node1 4. 192.168.1.4 node2 Kode Program 4.2 menjelaskan bahwa IP 192.168.1.1 digunakan oleh PC balancer, IP 192.168.1.2 oleh PC management, IP 192.168.1.3 oleh PC node1, dan IP 192.168.1.4 digunakan oleh PC node2. Selain sebagai definisi PC yang digunakan oleh cluster, definisi tersebut juga digunakan untuk menjalankan protokol ssh sebagai remote server dari PC balancer. Pengaturan pertama pada server management membutuhkan paket aplikasi MySQL-Cluster yang bernama mysql-max-5.0.19- linux-i686-glibc23.tar yang di ekstrak di folder /usr/src/mysql-mgm. Pengaturan server management atau MGM ini dilakukan dengan

34 membuat file config.ini yang ada pada /var/lib/mysqlcluster/config.ini dengan memasukkan kode program seperti pada Kode Program 4.2. Kode Program 4.3 Config.ini 1. [NDBD DEFAULT] 2. NoOfReplicas=2 3. 4. [MYSQLD DEFAULT] 5. 6. [NDB_MGMD DEFAULT] 7. 8. [TCP DEFAULT] 9. 10. [NDB_MGMD] 11. HostName=192.168.1.2 12. 13. [NDBD] 14. HostName=192.168.1.3 15. DataDir= /var/lib/mysql-cluster 16. 17. [NDBD] 18. HostName=192.168.1.4 19. DataDir=/var/lib/mysql-cluster 20. 21. [MYSQLD] 22. [MYSQLD] Maksud dari Kode Program 4.3 adalah pada tag [NDBD DEFAULT] menjelaskan bahwa jumlah server yang dicluster adalah 2 komputer dengan IP 192.168.1.3 dan IP 192.168.1.4 yang terlihat pada baris 13 sampai baris 19. Sedangkan pada tag [NDB_MGMD] merupakan IP dari server management yang bertugas mengatur server NDB. Apabila semua konfigurasi sudah dilakukan dengan benar maka server MGM dapat memulai fungsinya sebagai management node, seperti terlihat pada Gambar 4.2.

35 Gambar 4.2 Halaman Utama ndb_mgm Awal Gambar 4.2 menjelaskan bahwa server management ini sama sekali belum terhubung dengan server node. Pada tag [ndbd(ndb)] menghubungkan antara server management dengan server node yang mempunyai IP 192.168.1.3 dan IP 192.168.1.4. Sedangkan pada tag [mysqld(api)] menghubugkan antara server management dengan server node mysql yang ada pada IP 192.168.1.3 dan IP 192.168.1.4. Pengaturan server NDBD juga sama seperti server management yakni membutuhkan paket aplikasi MySQL-Cluster yang bernama mysql-max-5.0.19-linux-i686-glibc23.tar serta beberapa paket aplikasi web server diantaranya yaitu mysql-server, mysql-client, apache2, php5, libapache2-mod-php5, php5-mysql, php5-curl, php5-gd, php5-idn, php-pear, php5-imagick, php5-imap, php5-mcrypt, php5-memcache, php5-ming, php5-ps, php5-pspell, php5-recode, php5-snmp, php5-sqlite, php5-tidy, php5-xmlrpc, php5-xsl dan phpmyadmin yang diinstall langsung dari repository linux ubuntu 11.04. Pengaturan pada server NDBD dilakukan pada file my.cnf yang terletak pada folder /etc/my.cnf dengan cara menghubungkan file my.cnf pada folder /etc/mysql/my.cnf.

36 Pengaturan dilakukan dengan cara menambahkan baris ndbcluster pada tag mysqld dan menambahkan tag mysql_cluster pada akhir baris kode program yang terlihat pada Kode Program 4.3. Kode Program 4.4 My.cnf 1.... 2.... 3.... 4. [mysqld] 5. ndbcluster 6. ndb-connectstring=192.168.1.2:1186 7.... 8.... 9.... 10.... 11. [mysql_cluster] 12. ndb-connectstring=192.168.1.2:1186 Maksud dari Kode Program 4.4 adalah pada tag [mysqld] menjelaskan bahwa MySQL server NDBD akan dihubungkan ke server MGM dengan IP 192.168.1.2 dan port mysqld 1186. Sedangkan baris program ke 11 dan 12 menjelaskan bahwa MySQL pada server NDBD dihubungkan ke server MGM untuk menjadi satu kesatuan cluster. Apabila semua konfigurasi pada server NDB ini sudah dilakukan dengan benar maka pada server MGM yang semula server id tidak terhubung akan menjadi terhubung, seperti terlihat pada Gambar 4.3. Gambar 4.3 Halaman Utama ndb_mgm Jadi

37 Gambar 4.3 menjelaskan bahwa server management sudah terhubung dengan server node. Pada tag [ndbd(ndb)] menghubugkan antara server management dengan server node yang mempunyai IP 192.168.1.3 yang berfungsi sebagai master node dan IP 192.168.1.4. Sedangkan pada tag [mysqld(api)] menghubugkan antara server management dengan server node mysql yang ada pada IP 192.168.1.3 dan IP 192.168.1.4. 4.1.3 Impelementasi Database Untuk implementasi basis data beserta tabel-tabelnya dapat dilihat pada Lampiran 3. Setelah dilakukan implementasi basis data dan tabel-tabelnya, selanjutnya dilakukan pengaturan untuk menghubungkan basis data yang sudah dibuat dengan aplikasi yang dibuat. Pengaturan ini dilakukan pada file config.php. Pengaturan dapat dilihat pada Kode Program 4.5. Kode Program 4.5 Config.php 1. <?php 2. $host='localhost'; 3. $user='root'; 4. $pass='boimzood'; 5. $db='siasat'; 6. $table='siswa'; 7. $conn=mysql_pconnect($host, $user, $pass)or die('maaf,koneksi gagal terhubung ke server'); 8. mysql_select_db($db)or die('database Can\'t be Selected!'); 9.?> Kode Program 4.5 dapat dijelaskan bahwa host yang digunakan adalah localhost dengan user root, password boimzood dan nama database siasat. Kode program ini berfungsi untuk menghubungkan aplikasi dengan database.

38 4.2 Pengujian Sistem Pada tahapan ini dilakukan pengujian diantaranya pengujian load balancing yaitu pengujian mesin NDB, perpindahan migrasi beban dan pengujian terhadap kinerja MySQL cluster. Dalam pengujian MySQL cluster akan dilihat dari segi kecepatan, beban dan availabilitas dari web server. 4.2.1 Pengujian Load Balancing Pengujian load balancing dilakukan untuk melihat node manakah yang melayani request dari user ketika terjadi banyak request terhadap web server, serta apakah pembagian kerja atau penyamarataan kerja dari web server terhadap request dari user sudah berjalan dengan baik. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan iftop yang merupakan salah satu aplikasi monitoring jaringan untuk melihat traffic jaringan secara realtime. Pengujian dengan melihat jumlah paket yang lewat dari user ke load balancing. Jika load balancing sudah bekerja dengan baik, maka setiap ada request dari user akan dialihkan ke masing-masing web server (node) yang ada pada cluster. Sehingga user hanya melakukan request ke IP atau hostname dari balancer. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah balancer tidak mengerjakan request dari user, tetapi balancer hanya mengalihkan dan membaginya kepada masing-masing web server (node) dalam cluster untuk dapat mengerjakan dan memberikan layanan yang diminta oleh user melalui balancer.

39 Gambar 4.4 Capture dengan Iftop Gambar 4.4 menunjukkan bahwa balancer sudah bekerja dengan baik. Hal itu ditunjukkan dengan pembagian kerja kepada node1 dan node2 secara merata. Terlihat dari tiga kolom paling kanan pada node1, disana ada 21,3Kb 14,2Kb 8,53Kb. Mulai dari paling kiri, merupakan jumlah data yang diterima oleh node1 dalam selang waktu 2 detik yaitu sebanyak 21,3Kb. Kolom berikutnya menunjukan data yang diterima dalam waktu 10 detik yaitu sebanyak 14,2Kb, dan yang terakhir dalam jangka waktu 40 detik yaitu sebanyak 8,53Kb. Kemudian node2 juga terlihat hampir sama yaitu dalam selang waktu 2 detik yaitu sebanyak 21,2Kb. Kolom berikutnya menunjukan data yang diterima dalam waktu 10 detik yaitu sebanyak 14,1Kb, dan yang terakhir dalam jangka waktu 40 detik yaitu sebanyak 8,61Kb. 4.2.2 Pengujian Kecepatan (SpeedUp) Setelah bisa dipastikan bahwa mesin NDB dan storage server berjalan dengan baik, selanjutnya dilakukan pengujian web server cluster. Pengujian web server cluster dilakukan secara bertahap, tahap pertama yakni dilakukan dengan satu web server (web server

40 tunggal). Pengujian ini berfungsi untuk melihat kecepatan masingmasing web server dalam menangani request dari user. Tahap yang kedua adalah dengan melakukan pengujian web server cluster, pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kecepatan (speedup) terhadap request dari user. o Web Server Tunggal Pengujian ini dilakukan dengan simulasi menggunakan program yang mampu mengakses server dengan beberapa user secara bersamaan. Pengujian ini dilakukan dengan melihat kecepatan pada salah satu web server (node) dengan menggunakan bantuan aplikasi web server stress tool yang mampu melakukan pengujian dengan melihat kecepatan akses setiap user yang meminta request kepada web server. Proses pengujian tersebut didapatkan hasil seperti pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Perbandingan Web Server Tunggal User No Bytes kbit/s 1 16.093 14,35 2 16.093 32,64 3 14.630 13,7 4 17.556 260,04 5 16.093 56,14 6 16.093 13,68 7 16.093 14,63 8 16.093 143,43 9 16.093 63,6 10 16.093 435,29 11 16.093 16,42 12 17.556 62,23 13 16.093 13,26 14 17.556 480,66 15 16.093 32,36 16 16.093 36,98

41 17 16.093 399,39 18 14.630 18,47 19 16.093 530,55 20 14.630 13,92 Rata-rata 16.093 132,587 o Web Server Cluster Pada tahap ini pengujiannya dilakukan hampir sama pada pengujian web server tunggal. Namun dalam melakukan pengujian pengaksesan web sever akan dilakukan melalui load balancer (http://www.sia.tunasharapan.edu/), sehingga load balancer akan langsung membagi beban request ke node-node yang ada dalam cluster. Proses pengujian tersebut didapatkan hasil seperti pada Tabel 4.2. Tabel 4.2 Perbandingan Web Server Cluster User No Bytes kbit/s 1 17.466 57,58 2 17.547 436,76 3 17.547 122,94 4 17.448 314,5 5 17.466 147,14 6 17.538 441,65 7 17.556 236,03 8 17.448 331,6 9 16.093 213,74 10 15.994 324,75 11 17.457 108,98 12 17.547 499,93 13 17.556 498,81 14 17.448 330,09 15 17.556 526,4 16 17.448 334,76 17 17.556 523,51 18 15.994 336,87

42 19 16.093 488,11 20 15.994 303,26 Rata-rata 17.137,6 328,8705 o Perbandingan Web Server Tunggal dan Cluster. Tabel 4.3 Perbandingan Web Server Tunggal dan Cluster Besar data (Bytes) Kecepatan (kbit/s) Tunggal 16.093 132,587 Cluster 17.137,6 328,8705 Perbandingan (%) 6,1 59,7 Tabel 4.3 dapat dilihat kelebihan apabila menggunakan web server cluster, dimana kecepatan untuk mengakses data sebesar 17.137,6 Bytes atau 17,13 Mb user bisa mengaksesnya dengan kecepatan 328,8705 kb/s. Sedangkan pada web server tunggal dengan data sebesar 16.093 Bytes atau 16,1 Mb user bisa mengaksesnya dengan kecepatan 132,587 kb/s. Perbandingan yang ditampilkan dari hasil pengujian dengan selisih besar data yang diakses sebesar 6,1% dengan beda kecepatan akses sebesar 59,7%. Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa dengan menggunakan web server cluster, kecepatan dalam mengakses data lebih cepat dari pada mengunakan web server tunggal. 4.2.3 Pengujian Availabilitas Web Server Pengujian pada tahap ini dilihat dari availabilitas antara web server tunggal dan web server cluster. Pengujian ini berfungsi untuk melihat apakah dalam web server cluster tetap dapat melayani request dan menyediakan ketersediaan data bagi user.

43 o Web Server Tunggal Pengujian ini dilakukan dengan cara me-non-aktifkan NIC (Network Interface Card) pada web server tunggal dengan berasumsi bahwa web server tunggal telah mati (down), kemudian dilakukan pengaksesan ke web server tersebut. Hasil pengujian ini dapat dilihat pada Gambar 4.5. Gambar 4.9 Web Server Up Gambar 4.5 adalah gambar sebelum web server down. Kemudian gambar setelah web server down dapat dilihat pada Gambat 4.6. Gambar 4.6 Web Server Down

44 Gambar 4.6 menunjukkan bahwa pada web server tunggal apabila web server down maka user sudah tidak bisa melakukan request kepada web server. o Web Server Cluster Pengujian ini dilakukan dengan cara yang sama pada pengujian web server tunggal yaitu dengan cara me-non-aktifkan NIC (Network Interface Card) pada salah satu web server (node) yang ada pada cluster dengan berasumsi bahwa web server telah mati (down). Pengujian ini juga dilakukan pengujian pada load balancer dalam mengimplementasikan availabilitas sistem cluster, apakah web server clustrer dapat tetap melayani apabila salah satu node mengalami kematian (down). Hasil pengujian ini dapat dilihat pada Gambar 4.7 sampai Gambar 4.10. Gambar 4.7 MGM_Node Sebelum Salah Satu Node Down Gambar 4.7 menunjukkan bahwa semua node yang terhubung dengan MGM masih dalam kondisi aktif atau masih terhubung dengan baik.

45 Gambar 4.8 Web Server Cluster dengan Dua Node Gambar 4.8 memperlihatkan bahwa web server cluster masih berjalan dengan baik dalam melayani request dari user. Kemudian apabila salah satu node dalam cluster dimatikan akan terlihat seperti Gambar 4.9. Gambar 4.9 MGM_Node Setelah Salah Satu Node Down Gambar 4.9 menunjukkan bahwa salah satu web server (node) dengan IP 192.168.1.3 telah down, tetapi salah satu web server (node) masih tetap aktif yakni web server server (node) dengan IP 192.168.1.4.

46 Gambar 4.10 Web Server Cluster dengan Satu Node Gambar 4.10 memperlihatkan ternyata sistem load balancing dalam mengimplementasikan availabilitas sistem cluster dapat bekerja dengan baik, karena request dari user masih bisa dilayani dengan baik. Hal tersebut dikarenakan masih adanya web server (node) yang masih tetap bekerja, sehingga balancer hanya mengalihkan request dari user tersebut ke web server (node) yang masih aktif. Jika web server yang mengalami (down) sudah diperbaiki, maka web server tersebut akan langsung aktif kedalam anggota cluster. Gambar 4.11 Web Server Down Kembali Aktif

47 4.3 Hasil Analisa Dari semua hasil pengujian yang telah dilakukan, hasil analisa dari sistem load balancing untuk web server dengan MYSQL cluster adalah : o Dengan menggunakan aplikasi nginx sebagai load balancer, request dari user mampu dibagi ke web server secara merata. o MySQL cluster mampu memberikan layanan data secara realtime, karena sistem replikasi data yang ada pada setiap mesin storage. o Pengujian dengan menggunakan aplikasi web stress tool, sistem web server cluster mampu memberikan layanan data secara lebih cepat dari pada menggunakan sistem web server tunggal. o Availabilitas web server dapat terpenuhi dengan baik, hal ini dibuktikan dengan mematikan salah satu web server dan request dari user masih bisa dilayani dengan baik. Pengujian ini juga membuktikan bahwa kinerja dari load balancing sudah berjalan dengan optimal. o Titik krusial pada sistem cluster terletak pada MGM node. Hal ini terjadi karena apabila PC MGM node mati, maka tabeltabel pada database storage ndb cluster akan hilang.