BERITA DAERAH KOTA YOGYAKARTA

dokumen-dokumen yang mirip
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 96 TAHUN 2017 TENTANG

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT. NOMOR : 4 Tahun 2009

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 079 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR KEPUTUSAN NOMOR 106 TAHUN 1980 TENTANG TATA KEARSIPAN PEMERINTAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR

LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA

LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Contoh Lampiran 49 PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA... LEMBAR DISPOSISI

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA

TENTANG ORGANISASI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS GUDANG FARMASI PADA DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

BUPATI TERNGGALEK PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 97 TAHUN 2011 TENTANG TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

WALIKOTA TASIKMALAYA

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS

LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BNN NOMOR 7 TAHUN 2014 TANGGAL 28 MARET 2014 BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

BAB II LANDASAN TEORI

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 93 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA

PROVINSI JAWA BARAT KEPUTUSAN WALIKOTA DEPOK. : /149/Kpts/Huk/2016. tentang

PEDOMAN SURAT - MENYURAT

BUPATI NGAWI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI,

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 8 TAHUN 2008 T E N T A N G

BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 93 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN SISTEM PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS PEMERINTAH DAERAH

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 82 TAHUN 2007 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 34 TAHUN 2018 TENTANG

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BARANG PERSEDIAAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

WALIKOTA SURABAYA TENTANG PELIMPAHAN WEWENANG PENANDATANGANAN NASKAH DINAS BIDANG KEPEGAWAIAN WALIKOTA SURABAYA,

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

PEMERINTAH KOTA MADIUN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 76 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENGAWASAN KEARSIPAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA SURABAYA. KEPUTUSAN WALIKOTA SURABAYA Nomor : / 85 / / 2009 TENTANG TIM PENGAWASAN CAGAR BUDAYA

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

PERATURAN DAERAH KOTA TEGAL

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 250 TAHUN 2004 TENTANG

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

BERITA DAERAH KOTA YOGYAKARTA

LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G NOMOR 22 TAHUN 2007

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG PENGURANGAN RETRIBUSI PELAYANAN PERSALINAN DI PUSKESMAS

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 47 TAHUN 2008 TENTANG

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan oleh Nama SOP

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 103 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN PADA SEKRETARIAT DAERAH WALIKOTA YOGYAKARTA,

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA PARIAMAN PERATURAN DAERAH KOTA PARIAMAN NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 14 TAHUN 2003 TENTANG

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN EVALUASI LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

WALIKOTA TASIKMALAYA

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2009 NOMOR 27 SERI D

PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG

PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 15 TAHUN 2000 TENTANG

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 40 TAHUN 2004 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN KUTAI

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG

Rancang Bangun Perangkat Lunak untuk Workflow Pengelolaan Surat Menyurat Dinas Bagian Surat Masuk Di Kabupaten Buton Utara

WALIKOTA SURABAYA TENTANG ORGANISASI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS ALAT BERAT PADA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN KOTA SURABAYA WALIKOTA SURABAYA,

-1- BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 90 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN TATA NASKAH DINAS BAGI PEMERINTAHAN DESA

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 26 TAHUN 2006 TENTANG TATA NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA WALIKOTA SURABAYA,

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 09 TAHUN 2000 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDAFTARAN PENDUDUK

MEMUTUSKAN : Pasal I. Mengubah ketentuan Pasal 10 ayat (1) sehingga menjadi sebagai berikut: Pasal 10

SIMULASI SISTEM OTOMASI NASKAH DINAS

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 081 TAHUN 2017 TENTANG

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 100 TAHUN 2009 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : TAHUN 2005 SERI : PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR : 21 Tahun 2005 TENTANG :

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 40 TAHUN 2008 TENTANG

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

LEMBARAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA. (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Nomor : 21 Tahun 2001 Seri D PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA (PERDA KOTA YOGYAKARTA)

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 52 TAHUN 2007 TENTANG

WALIKOTA TASIKMALAYA

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR : 47 TAHUN 2008 TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL BUPATI KUNINGAN,

LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TANGGAL : 30 Juni 2011

WALIKOTA TASIKMALAYA

KEPUTUSAN BUPATI BANTUL NO 342 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG

WALIKOTA TASIKMALAYA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 01 Tahun : 2008 Seri : D

PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG WALIKOTA MOJOKERTO,

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 13 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH KOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA

Transkripsi:

1 Nomor : 78 BERITA DAERAH KOTA YOGYAKARTA (Berita Resmi Kota Yogyakarta) Tahun 2007 PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 70 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENGENDALIAN SURAT DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA, Seri : D Menimbang : a. bahwa untuk menunjang peningkatan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, telah ditetapkan Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 71 Tahun 2002 tentang Pedoman Tata Kearsipan Pemerintah Kota Yogyakarta; b. bahwa agar Tata Kearsipan dapat dilaksanakaan dengan mudah, efektif, dan efisien sesuai dengan kondisi dan kebutuhan instansi di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta perlu disusun Pedoman Pengendalian Surat di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a dan b tersebut di atas perlu menetapkan Peraturan Walikota Yogyakarta tentang Pedoman Pengendalian Surat di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan dalam Daerah Istimewa Yogyakarta;

2 2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuanketentuan Pokok Kearsipan; 3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2004 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota; 5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2005 tentang Pedoman Tata Kearsipan di Daerah; 6. Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah; 7. Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 71 Tahun 2002 tentang Pedoman Tata Kearsipan Pemerintah Kota Yogyakarta; 8. Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 72 Tahun 2002 tentang Jadwal Retensi Arsip; 9. Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 98 Tahun 2003 tentang Pedoman Penyusutan Arsip di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta; 10. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 154 Tahun 2005 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas; 11. Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 90 Tahun 2006 tentang Mekanisme Surat Masuk dan Keluar di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA TENTANG PEDOMAN PENGENDALIAN SURAT DI

LINGKUNGAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA YOGYAKARTA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Yogyakarta; 2. Walikota adalah Walikota Yogyakarta; 3. Sekretariat Daerah adalah Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta yang selanjutnya disingkat Setda; 4. Asisten adalah Asisten Sekretaris Kota Yogyakarta; 5. Lembaga Kearsipan Kota Yogyakarta adalah Unit Pelaksana Teknis Arsip yang melaksanakan penanganan dan pengelolaan arsip Pemerintah Kota Yogyakarta; 6. Unit Kearsipan adalah unit yang melaksanakan pengendalian surat dengan kegiatan penerimaan, pengarahan, pencatatan, pendistribusian, pengiriman dan penyimpanan arsip; 7. Unit Pengolah adalah unit yang melaksanakan pengolahan tindak lanjut surat; 8. Unit Pelaksana adalah unit yang melaksanakan penyiapan bahan pengolahan tindak lanjut surat; 9. Unit Kearsipan Sekretariat Daerah adalah Bagian Umum, yang bertugas melaksanakan pengendalian surat; 10. Unit Kearsipan Bagian adalah Sub Bagian yang menangani tata usaha Bagian, yang bertugas melaksanakan pengendalian surat; 11. Unit Pengolah Sekretariat Daerah adalah Sekretaris Daerah/Asisten/ Bagian; 3

4 12. Unit Pengolah Bagian adalah Sub Bagian - Sub Bagian yang melaksanakan pengolahan tindak lanjut surat; 13. Unit Pelaksana Sekretariat Daerah adalah Bagian-Bagian; 14. Unit Pelaksana Bagian adalah Kepala Sub Bagian-Sub Bagian dan atau staf pada masing-masing Sub Bagian; 15. Pengendalian Surat adalah kegiatan penerimaan, pengarahan, pencatatan, pendistribusian, penyimpanan sarana pengendalian dan pengiriman surat keluar; 16. Surat adalah sarana komunikasi tertulis dalam penyelenggaraan administrasi untuk menyampaikan berita/informasi atau pernyataan/pendapat yang berasal dari siapapun yang ditujukan kepada instansi pemerintah ataupun sebaliknya; 17. Surat Patron adalah surat yang secara teknis fungsional menjadi kewenangan Bagian-Bagian di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta; 18. Surat Bukan Patron adalah surat yang menjadi kewenangan Walikota, Sekretaris Daerah dan Asisten Sekretaris Daerah; 19. Surat Penting adalah surat yang isinya mengikat, memerlukan tindak lanjut, memuat informasi penting, dan mengandung konsepsi kebijaksanaan; 20. Surat Biasa adalah surat yang isinya tidak mengikat, tidak memerlukan tindak lanjut, tidak memuat informasi penting dan tidak mengandung konsepsi kebijaksanaan; 21. Surat Rahasia adalah surat yang isinya atau informasinya hanya boleh diketahui pihak tertentu apabila terjadi kebocoran akan menimbulkan kerusakan atau kerugian, mengurangi kredibilitas pemerintah, menyulitkan terlaksananya strategi pemerintah pada umumnya; 22. Surat Pengantar adalah daftar yang dipergunakan sebagai pengantar untuk mengantar sesuatu naskah atau barang dan sebagainya yang pada umumnya tidak memerlukan penjelasan; 23. Nota Dinas adalah alat komunikasi tertulis intern antar pejabat satuansatuan organisasi dalam suatu satuan organisasi yang memuat atau berisi

pemberitahuan, permintaan, penjelasan, laporan dan sebagainya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan proses penggarisan atau pematangan suatu kebijaksanaan atau proses penyesuaian persoalan/masalah. BAB II MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2 (1) Peraturan Walikota ini dimaksudkan sebagai Pedoman Pelaksanaan Pengendalian Surat di Lingkungan Setda Kota Yogyakarta; (2) Tujuan dikeluarkannya Peraturan Walikota ini adalah untuk mendapatkan kecepatan, ketepatan dan keamanan dalam penyampaian surat ke unit kerja serta memudahkan penemuan kembali. BAB III KEBIJAKSANAAN PELAKSANAAN Pasal 3 (1) Pelaksanaan pengendalian surat di Lingkungan Sekretariat Daerah dibedakan antara Surat yang bersifat Patron dan Surat yang bersifat Bukan Patron; (2) Surat yang besifat Patron dikendalikan oleh masing-masing Unit Pengolah (Bagian); (3) Surat yang bersifat Bukan Patron dikendalikan oleh Bagian Umum sebagai Unit Kearsipan Sekretariat Daerah. BAB IV ORGANISASI KEARSIPAN Pasal 4 (1) Organisasi Kearsipan Sekretariat Daerah terdiri dari Unit Kearsipan dan Unit Pengolah; 5

6 (2) Unit Kearsipan Sekretariat Daerah adalah Bagian Umum dan Unit Pengolah Sekretariat Daerah adalah Sekretaris Daerah, Asisten Sekretaris Daerah, dan Bagian-bagian; (3) Unit Pengolah terdiri dari Tata Usaha, Pimpinan dan Pelaksana Unit Pengolah. BAB V TUGAS UNIT KEARSIPAN DAN UNIT PENGOLAH Pasal 5 (1) Unit Kearsipan memiliki tugas menerima, mengarahkan, mencatat, mengendalikan, mendistribusikan, menyimpan dan memberikan layanan informasi; (2) Unit Pengolah memiliki tugas : a. Tata Usaha Unit Pengolah : - Menerima; - Mencatat dalam lembar disposisi; - Menyampaikan surat kepada Pimpinan Unit Pengolah; - Mendistribusikan; - Menyimpan sarana pengendalian surat; - Menemukan kembali surat; - Memberikan layanan; b. Pimpinan Unit Pengolah : - Memberikan instruksi/informasi dengan menggunakan lembar disposisi; - Mencantumkan target waktu untuk menindaklanjuti/menyelesai kan surat pada lembar disposisi dengan mencantumkan tanggal pada kolom tanggal penyelesaian; - Memberikan surat yang sudah didisposisi kepada petugas untuk

disampaikan kepada Pelaksana. c. Pelaksana Unit Pengolah : - Melaksanakan disposisi Pimpinan Unit Pengolah; - Menyerahkan surat yang telah selesai ditindaklanjuti kepada Tata Usaha Unit Pengolah untuk disimpan dengan mencantumkan disposisi simpan. BAB VI PENYELENGGARAAN PENGENDALIAN SURAT Pasal 6 (1) Penyelenggaraan pengendalian surat menggunakan daftar pengendali, kartu kendali, lembar disposisi dan lembar pengantar. (2) Bagian Umum selaku Unit Kearsipan bertanggung Jawab terhadap keberhasilan penyelenggaraan pengendalian surat di Lingkungan Sekretariat Daerah. Pasal 7 Teknis pelaksanaan pengendalian surat di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta, sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan Walikota ini. BAB VII SARANA KEARSIPAN Pasal 8 (1) Pemenuhan sarana kearsipan dilaksanakan oleh Lembaga Kearsipan Daerah Kota Yogyakarta berdasarkan usulan kebutuhan masing-masing Instansi/Unit Kerja; (2) Macam, bentuk dan ukuran sarana kearsipan yang digunakan dalam pelaksanaan tata kearsipan sesuai dengan yang telah diatur dalam Keputusan Walikota; 7

8 (3) Gambar bagan alur pengendalian surat, contoh penggunaan dan penyimpanan sarana pengendalian sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan Walikota ini. BAB VIII SUMBER DAYA MANUSIA Pasal 9 (1) Sumber daya manusia terdiri dari Arsiparis dan Petugas Kearsipan (2) Arsiparis adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan kearsipan, sedangkan Petugas Kearsipan adalah staf yang ditunjuk oleh pimpinan untuk melaksanakan kegiatan kearsipan pada masing-masing Unit Kerja; (3) Bagian Umum selaku Unit Kearsipan melakukan Pembinaan/bimbingan/ pembekalan dan kegiatan sejenis lainnya terkait dengan Teknis Kearsipan kepada sumber daya manusia di Lingkungan Sekretariat Daerah. BAB IX PEMBIAYAAN Pasal 10 Segala sesuatu yang timbul akibat ditetapkannya Peraturan ini dibebankan pada APBD Pemerintah Kota Yogyakarta melalui anggaran Sekretariat Daerah, kecuali Pengadaan Sarana Kearsipan dilaksanakan oleh Lembaga Kearsipan Kota Yogyakarta. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 11 Ketentuan-ketentuan yang mengatur Pengendalian Surat yang karena sifat kekhususannya tidak diatur dalam Peraturan ini mengikuti ketentuan yang berlaku.

9 Pasal 12 Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini ke dalam Lembaran Berita Daerah Kota Yogyakarta. Ditetapkan di Yogyakarta pada tanggal 1 Nopember 2007 WALIKOTA YOGYAKARTA ttd H. HERRY ZUDIANTO Diundangkan di Yogyakarta pada tanggal 1 Nopember 2007 SEKRETARIS DAERAH KOTA YOGYAKARTA ttd Drs. RAPINGUN NIP 490017536 BERITA DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2007 NOMOR 78 SERI D

10 LAMPIRAN I : PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR : 70 TAHUN 2007 TANGGAL : 1 NOPEMBER 2007 TEKNIS PELAKSANAAN PENGENDALIAN SURAT DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA YOGYAKARTA Pelaksanaan pengendalian surat di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta meliputi kegiatan pengendalian surat masuk dan surat keluar. Pengurusan surat masuk dibedakan antara surat patron dan bukan patron. Surat patron dikendalikan oleh masing-masing Bagian yang secara otonom memiliki kewenangan untuk menyelesaikan surat tertentu, adapun surat bukan patron pengendaliannya dilakukan melalui Bagian Umum selaku Unit Kearsipan Sekretariat Daerah. Pengurusan surat keluar dibedakan antara surat patron dan bukan patron. Surat keluar patron pengendaliannya berada di masing-masing Bagian. Adapun surat keluar bukan patron pengendaliannya harus melalui Bagian Umum selaku Unit Kearsipan Sekretariat Daerah. A. PENGURUSAN SURAT MASUK Jenis surat : 1. Surat Patron. Surat patron dibedakan antara surat penting dan surat rahasia. Surat penting dikendalikan dengan kartu kendali rangkap 3 (lembar 1 putih, lembar 2 biru, lembar 3 merah muda), sedangkan surat rahasia dikendalikan dengan lembar pengantar rangkap 2 dan dilampiri lembar disposisi. a. Unit Kearsipan Bagian :

1) Menerima surat masuk; 2) Memisahkan antara surat penting dan surat rahasia; 3) Mengarahkan surat sesuai kepentingan isi surat dan tugas fungsi Unit Pengolah Bagian; 4) Mencatat surat penting dalam daftar pengendali, kartu kendali rangkap 3 (lembar 1 putih, lembar 2 biru, lembar 3 merah muda) dan lembar disposisi rangkap 2; 5) Mencatat surat rahasia dalam lembar pengantar dan lembar disposisi; 6) Menyampaikan surat sesuai arahan kepada Kepala Bagian atau kepada Unit Pengolah; 7) Menata kartu kendali lembar 1(putih) berdasarkan kode klasifikasi, lembar ke 2 (biru) berdasarkan tanggal surat, lembar pengantar berdasarkan nomor urut folio dan lembar disposisi lembar ke 2 (kuning) berdasarkan tanggal penyelesaian. b. Unit Pengolah Bagian (Masing-masing Sub Bagian) : 1) Menerima surat dari Unit Kearsipan Bagian; 2) Membubuhkan paraf penerimaan pada kartu kendali lembar ke ke 2 (biru) atau lembar pengantar ke 2; 3) Menyampaikan surat ke Unit Pelaksana sesuai dengan disposisi Kepala Sub Bagian; 4) Menata kartu kendali lembar ke 3 (merah muda) berdasarkan kode klasifikasi, lembar pengantar ke 1 berdasarkan nomor urut folio, 5) Membantu memantau penyelesaian surat dengan cara menagih/menanyakan sesuai tanggal penyelesaian yang tercantum dalam lembar disposisi; 6) Menyimpan berkas surat berdasarkan kode klasifikasi dan indeks berkas. 11

12 c. Kepala Bagian atau Pimpinan Unit Pengolah: 1) Mendisposisi surat dan mencantumkan tanggal penyelesaian kepada Unit Pengolah Bagian/Unit pelaksana; 2) Disposisi Kepala Bagian dilaksanakan secara berjenjang lewat Ka Sub Bagian. d. Unit Pelaksana (Kepala Sub Bagian dan atau staf Sub Bagian) : 1) Melaksanakan disposisi pimpinan Unit Pengolah dan menyelesaikan sesuai tanggal penyelesaian; 2) Menyerahkan surat yang telah selesai ditindaklanjuti ke Petugas Kearsipan Unit Pengolah Bagian. 2. Surat Bukan Patron. Surat bukan patron dibedakan antara surat penting, surat biasa dan surat rahasia. Surat penting dikendaliikan dengan menggunakan kartu kendali rangkap 5 (lembar 1 putih, lembar 2 kuning, lembar 3 hijau, lembar 4 biru, lembar 5 merah muda), sedangkan surat biasa dikendalikan dengan lembar disposisi dan surat rahasia dikendalikan dengan lembar pengantar rangkap 2. Pengurusan surat bukan patron dilaksanakan oleh Unit Kearsipan Sekretariat Daerah yaitu Bagian Umum dan Unit Pengolah Sekretariat Daerah yaitu Sekretaris Daerah, Asisten atau Bagian-bagian sebagai berikut: a. Unit Kearsipan Sekretariat Daerah (Bagian Umum) : 1) Menerima surat masuk yang dialamatkan kepada Walikota, Wakil Walikota, Sekretaris Daerah dan Asisten; 2) Mengelompokan surat antara surat penting, surat biasa dan surat rahasia; 3) Mengarahkan surat untuk menentukan Unit Pengolah yang sesuai yaitu Sekretaris Daerah, Asisten atau Bagian-bagian; 4) Mencantumkan kode klasifikasi dan indeks surat;

5) Mencatat surat penting dalam daftar pengendali dan kartu kendali; 6) Mencatat surat biasa dengan lembar disposisi dan surat rahasia dengan lembar pengantar; 7) Mendistribusikan surat ke Unit Pengolah dengan menggunakan kartu kendali atau lembar pengantar; 8) Menata kartu Kendali lembar ke 1 (putih) berdasarkan kode klasifikasi, kartu kendali lembar ke 4 (biru) berdasarkan tanggal surat.; 9) Menata lembar pengantar ke 2 berdasarkan nomor urut folio. b. Petugas Kearsipan Unit Pengolah : 1) Menerima dan membubuhkan paraf penerimaan surat pada kartu kendali rangkap 4 atau lembar pengantar rangkap 2 dari Unit Kearsipan; 2) Mencatat surat dalam lembar disposisi rangkap 2; 3) Menyampaikan surat beserta lembar disposisi rangkap 2 kepada Pimpinan; 4) Mencatat mutasi surat dalam kolom catatan pada kartu kendali; 5) Menyampaikan surat yang sudah didisposisi ke Unit Kearsipan untuk dicatat dan disampaikan kepada Pelaksana sesuai disposisi; 6) Menata kartu kendali lembar ke 2 (kuning) untuk staf Sekda, lembar ke 3 (hijau) untuk staf Asisten, lembar ke 4 (biru) berdasarkan tanggal surat dan lembar ke 5 (merah muda) menurut kode klasifikasi dan lembar pengantar ke 2 menurut nomor urut folio; 7) Menata lembar disposisi lembar ke 2 (kuning) menurut tanggal penyelesaian; 13

14 8) Membantu memantau penyelesaian surat dengan cara managih atau menanyakan sesuai dengan tanggal penyelesaian yang tercantum dalam lembar disposisi. c. Pimpinan Unit Pengolah (Sekretaris Daerah/Asisten) : 1) Memberikan instruksi/informasi dengan menggunakan lembar disposisi; 2) Mencantumkan tanggal target wakru penyelesaian tindak lanjut surat pada kolom tanggal penyelesaian lembar disposisi; 3) Memberikan surat beserta lembar disposisi kepada petugas untuk didistribusikan oleh Unit Kearsipan. Bagian-bagian selaku Unit Pengolah Bagian sebagai Unit Pengolah bilamana Bagian menerima surat dari Unit Kearsipan (Bagian Umum) yang tidak perlu didisposisi oleh Unit Pengolah (Sekretaris Daerah/Asisten). Tugas Bagian-bagian selaku Unit Pengolah adalah menindaklanjuti surat sebagai berikut: a. Unit Kearsipan Bagian : 1) Menerima dan membubuhkan paraf penerimaan surat pada lembar pengantar dari Unit Kearsipan (Bagian Umum); 2) Mengarahkan surat menurut sifat surat ke Unit Pengolah (Kepala Bagian) atau Unit Pelaksana (Sub Bagian) yang akan menindaklanjuti; 3) Mencatat surat penting dalam daftar pengendali dan kartu kendali rangkap 3 serta dilampiri lembar disposisi. 4) Mencatat surat biasa dalam disposisi dan surat rahasia dalam lembar pengantar rangkap 2 5) Mendistribusikan surat ke Unit Pelaksana (masing-masing Sub Bagian) sesuai disposisi Kepala Bagian; 6) Menata kartu kendali lembar ke 1 (putih) menurut kode klasifikasi, lembar pengantar ke 2 (merah muda) menurut

pengolah surat dan lembar disposisi ke 2 (kuning) menurut tanggal penyelesaian; 7) Mencatat mutasi surat pada kartu kendali lembar ke 1 (putih) atau lembar pengantar 2 (merah muda); 8) Membantu memantau penyelesaian surat dengan cara menagih/menanyakan sesuai tanggal penyelesaian yang tercantum dalam lembar disposisi. b. Pimpinan Unit Pengolah (Kepala Bagian) : 1) Mendisposisi surat dan mencantumkan tanggal penyelesaian pada lembar disposisi; 2) Memberikan surat ke petugas untuk didistribusikan ke Unit Pelaksana (masing-masing Sub Bagian); Bagian-bagian selaku Unit Pelaksana. Bagian sebagai Unit Pelaksana bilamana Bagian menerima surat yang sebelumnya telah didisposisi oleh Unit Pengolah (Sekretaris Daerah/Asisten). Tugas masing-masing Bagian selaku Unit Pelaksana adalah melaksanakan disposisi pimpinan Unit Pengolah (Sekretaris Daerah/Asisten). a. Tata Usaha Unit Pelaksana (Tata Usaha Bagian) : 1. Menerima surat dari Unit Kearsipan (Bagian Umum); 2. Mengarahkan surat menurut urgensi isi surat dan Sub Unit Pelaksana (Sub Bagian) yang berwenang menindaklanjuti; 3. Mencatat surat penting dalam daftar pengendali dan kartu kendali rangkap 3 serta lembar disposisi ragkap 2 dengan melampirkan kartu kendali dari Bagian Umum; 4. Mencatat surat biasa dalam lembar disposisi dan surat rahasia dalam lembar pengantar; 5. Mendistribusikan surat sesuai disposisi kepala Bagian; 6. Menata kartu kendali lembar ke 1 (putih) berdasarkan kode 15

16 klasifikasi atau lembar pengantar ke 2 (kuning) berdasarkan no urut folio dan lembar disposisi ke 2 (kuning) berdasarkan tanggal penyelesaian dengan mencantumkan catatan mutasi surat; 7. Membantu memantau penyelesaian surat dengan cara menagih atau menanyakan sesuai tanggal penyelesaian yang tertuang dalam lembar disposisi. b. Pimpinan Unit Pelaksana (Kepala Bagian) 1. Mendisposisi surat dan mencantumkan tanggal penyelesaian pada lembar disposisi; 2. Menyerahkan surat kepada petugas untuk didistribusikan kepada Pelaksana (Ka Sub Bagian). B. PENGENDALIAN SURAT KELUAR 1. Pengendalian surat Keluar Patron a. Unit Pengolah Bagian (Sub Bagian): 1. Membuat konsep surat keluar dan larah surat serta memintakan tanda tangan pimpinan; 2. Menyiapkan kartu kendali surat keluar rangkap 2 dengan ketentuan nomor urut dan tanggal tidak diisi; 3. Menyampaikan surat keluar dan larah surat beserta kartu kendali keluar rangkap 2 ke TU Unit Pengolah untuk dimintakan nomor urut dan tanggal surat; 4. Menata kartu kendali lembar ke 2 berdasarkan kode klasifikasi;menyimpan dan memberkaskan surat keluar dan larah surat. b. Unit Kearsipan Bagian : 1. Menerima surat keluar dan larah surat beserta kartu kendali rangkap 2;

2. Mencatat kode klasifikasi dan tanggal dalam daftar pengendali serta membubuhkan nomor urut dan tanggal pada surat keluar dan kartu kendali; 3. Mengirimkan surat keluar sesuai alamat yang dituju; 4. Menata kendali lembar ke 1 (putih) berdasarkan kode klasifikasi. 2. Pengendalian Surat Bukan Patron Konsep surat keluar dibuat oleh Unit Pengolah. Pengendalian surat keluar dicatat dalam kartu kendali rangkap 2 oleh Unit Pengolah dan dimintakan nomor urut dan tanggal surat di Unit Kearsipan (Bagian Umum) sebagai berikut: a. Tata Usaha Unit Pengolah (Masing-masing Bagian) : 1. Menyiapkan konsep surat keluar dan larah surat serta memintakan paraf pimpinan Unit Pengolah; 2. Mencatat dalam kartu kendali keluar rangkap 2 dengan ketentuan, nomor urut dan tanggal surat tidak diisi; 3. Menyampaikan konsep surat keluar dan larah surat ke Unit Kearsipan (Bagian Umum) untuk dimintakan tanda tangan pejabat yang berwenang dan untuk dimintakan nomor serta tanggal surat keluar; 4. Menata kartu kendali keluar lembar ke 2 (merah muda)berdasarkan kode klasifikasi; 5. Menyimpan berkas larah surat dan pertinggal surat keluar di masing-masing Bagian; 6. Mengirim surat keluar sesuai alamat dengan menggunakan lembar pengantar. b. Unit Kearsipan (Bagian Umum) : 1. Menerima konsep surat keluar, larah surat, surat pengantar dan kartu kendali keluar rangkap 2 dari Unit Pengolah; 17

18 2. Mencatat dalam daftar pengendali untuk menentukan nomor urut dan tanggal surat; 3. Mencantumkan nomor urut dan tanggal pada surat dan kartu kendali keluar; 4. Menata kartu kendali keluar lembar ke 1 (putih) berdasarkan kode klasifikasi; 5. Mengembalikan surat keluar yang sudah ditandatangani pejabat yang berwenang ke Unit Pengolah untuk dikirim sesuai alamat; 6. Mengembalikan berkas larah surat dan pertinggal surat keluar ke Unit Pengolah untuk disimpan. C. PENGENDALIAN NOTA DINAS Konsep nota dinas keluar dibuat oleh masing-masing Unit Pengolah. Fungsi nota dinas adalah sebagai sarana komunikasi tertulis yang bersifat internal di lingkungan Sekretariat Daerah. Nota dinas masuk dikendalikan sebagaimana pengendalian surat masuk, sedangkan nota dinas keluar dikendalikan dengan menggunakan kartu kendali rangkap 2 sebagi berikut: 1. Unit Pelaksana (Bagian-bagian): a. Membuat konsep nota dinas dan memintakan tanda tangan pimpinan; b. Menyiapkan kartu kendali rangkap 2 dengan ketentuan nomor urut dan tanggal tidak diisi; c. Menyampaikan nota dinas dan kartu kendali rangkap 2 ke TU Unit Pengolah untuk dimintakan nomor urut dan tanggal; d. Menata kartu kendali lembar ke 2 (merah muda) berdasarkan kode klasifikasi; e. Menyimpan dan memberkaskan nota dinas berdasarkan kode klasifikasi.

2. Tata Usaha Pengolah (Bagian) : a. Menerima nota dinas dan kartu kendali rangkap 2; b. Mencatat kode klasifikasi dan tanggal dalam daftar pengendali serta membubuhkan nomor urut dan tanggal pada nota dinas dan kartu kendali rangkap 2; c. Mengembalikan berkas pertinggal nota dinas dan kartu kendali lembar ke 2 ke Unit Pelaksana; d. Mengirimkan nota dinas keluar sesuai alamat yang dituju dengan menggunakan lembar pengantar. 19 WALIKOTA YOGYAKARTA ttd H. HERRY ZUDIANTO

20 LAMPIRAN I : PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR : 70 TAHUN 2007 TANGGAL : 1 NOPEMBER 2007 BAGAN ALUR SURAT MASUK WALIKOTA / WAKIL WALIKOTA SURAT MASUK UNIT KEARSIPAN SEKRETARIAT DAERAH BAGIAN UMUM (SUB BAG TU) Penerimaan Pencatatan Pendistribusian Pengiriman Penyimpanan Arsip SEKRETARIS DAERAH ASISTEN SEKRETARIS DAERAH SURAT PENTING Lembar Disposisi Kartu Kendali Masuk (rangkap 5) SURAT RAHASIA Lembar Disposisi Lembar Pengantar SURAT BIASA Lembar Disposisi UNIT PENGOLAH SEKRETARIAT DAERAH UNIT PENGOLAH DI LUAR SEKDA

BAGAN ALUR SURAT KELUAR 21 UNIT PENGOLAHAN Membuat Konsep dan larah surat Kartu Kendali Surat Keluar - KKSK (rangkap 2) UNIT KEARSIPAN Menerima Konsep, larah surat, SP dan KKSK(rangkap 2) Mencatat dalam Daftar Pengendali Mencantumkan No. Urut dan tgl. surat Menata KKSK lembar 1 konsep + larah tanda tangan konsep + larah tanda tangan konsep + larah tanda tangan WALIKOTA / WAKIL WALIKOTA SEKRETARIS DAERAH ASISTEN SEKRETARIS DAERAH Menyimpan KKSK lembar 2 Menyimpan berkas larah surat & pertinggal surat SURAT KELUAR DIKIRIM SESUAI ALAMAT WALIKOTA YOGYAKARTA ttd H. HERRY ZUDIANTO