Pertumbuhan Gulma dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill) Mallika terhadap Pengolahan Tanah dan Jarak Tanam di Lahan Pasir Pantai

dokumen-dokumen yang mirip
Pengaruh Waktu Penyiangan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merr.)

Kata kunci: gulma, periode kritis, kedelai hitam, penyiangan

PENGARUH KERAPATAN DAN KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

THE EFFECT OF WEED CONTROL AND SOIL TILLAGE SYSTEM ON GROWTH AND YIELD OF SOYBEAN (Glycine max L.)

PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL TANAMAN WIJEN (Sesamum indicum L.) PADA BERBAGAI FREKUENSI DAN WAKTU PENYIANGAN GULMA PENDAHULUAN

Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) berdasarkan Waktu Penyiangan dan Jarak Tanam yang Berbeda ABSTRAK

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum

PENGARUH TAKARAN PUPUK KOMPOS SAMPAH PASAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI HITAM (Glycine max (L.) Merill)

Pada mulsa eceng gondok dan alang-alang setelah pelapukan (6 MST), bobot gulma naik dua kali lipat, sedangkan pada mulsa teki dan jerami terjadi

PENGARUH AKSESI GULMA Echinochloa crus-galli TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI

Pengaruh Waktu Pemupukan dan Macam Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill)

PENGARUH MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH TIGA KULTIVAR KACANG HIJAU (Vigna radiata L. Wilczek) DI LAHAN PASIR PANTAI

PENGARUH TAKARAN PUPUK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill)

PENGARUH PUPUK KANDANG KELINCI DAN PUPUK NPK (16:16:16) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

BAHAN DAN METODE. Waktu dan Tempat

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN KERTAS UNTUK PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI DENGAN SISTEM TANPA OLAH TANAH

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan waktu penelitian. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah di Dusun Tegalrejo, Taman Tirto,

EVALUASI KERAGAMAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill) MUTAN ARGOMULYO PADA GENERASI M 4 MELALUI SELEKSI CEKAMAN KEMASAMAN SKRIPSI OLEH :

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI(Glycine max.l Merill) KANDANG AYAM SKRIPSI

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans. Poir)

PENGARUH MULSA ORGANIK PADA GULMA DAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) VAR. GEMA

PENGARUH KOMPETISI GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL DAN DAYA SIMPAN BENIH KEDELAI HITAM

HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI

PENGARUH SUMBER PUPUK NITROGEN TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS BENIH LIMA KULTIVAR WIJEN (Sesamum indicum L.)

RESPONS JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK ORGANIK GRANUL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian

TATA CARA PENELITIN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Bahan dan Alat Penelitian

PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK KANDANG AYAM BERPENGARUH KEPADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI ( Glycine max L. )

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

PELAKSANAAN PENELITIAN. dan produksi kacang hijau, dan kedua produksi kecambah kacang hijau.

Key words: manure fertilizer, weeding period, Aloe vera, sesame, coastal sandy land

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG BOGOR PADA BERBAGAI TINGKAT KERAPATAN TANAM DAN FREKUENSI PENYIANGAN*

Percobaan 3. Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Kacang Tanah pada Populasi Tanaman yang Berbeda

Respons Pertumbuhan dan Hasil Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Terhadap Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan Gulma

Effect of Vinasses and Cow Manure Rates on Growth Yield and Total Oilseed Content of Sesame in Coastal Sandy Soil

Pemakaian Pupuk Organik Cair Sebagai Dekomposer dan Sumber Hara Tanaman Padi (Oriza sativa L.)

BAHAN DAN METODE. Y ijk = μ + U i + V j + ε ij + D k + (VD) jk + ε ijk

PENGARUH JARAK TANAM DAN FREKUENSI PENYIANGAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum)

RESPONS TANAMAN KEDELAI TERHADAP PEMBERIAN PUPUK FOSFOR DAN PUPUK HIJAU PAITAN

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Alat dan Bahan Metode Percobaan

PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EMPAT KULTIVAR JAGUNG (Zea mays L.)

Pengaruh Tingkat Kerapatan Teki (Cyperus rotundus L.) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Habitus Wijen (Sesamum indicum L.)

THE INFLUENCE OF COVER CROPS UTILIZATION OROK-OROK (CROTALARIA JUNCEA L.) TOWARD WEED CONTROL ON MAIZE (ZEA MAYS L.) IN RAIN SEASON ABSTRAK

Pengaruh Takaran SP-36 terhadap Pertumbuhan Tanaman, Pembungaan dan Kandungan Lutein Tagetes erecta L. dan Cosmos sulphureus Cav.

BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

E-JURNAL ARSITEKTUR LANSEKAP ISSN: VOL. 3, NO. 1, APRIL 2017

Pengaruh Populasi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dan Jagung (Zea mays L.) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Pada Sistem Pola Tumpang Sari

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Penelitian

PENGARUH DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL WIJEN HITAM DAN PUTIH (Sesamum indicum L.)

PENGARUH JENIS DAN TINGKAT KERAPATAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max [L]. Merr)

PERGESERAN KOMPOSISI GULMA PADA TANAMAN PAPAYA (Carica papaya) YANG DIBERI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu. Bahan dan Alat

PENGARUH PENGAPURAN DAN PEMBERIAN PUPUK FOSFOR DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) Merril

Ciparay Kabupaten Bandung. Ketinggian tempat ±600 m diatas permukaan laut. dengan jenis tanah Inceptisol (Lampiran 1) dan tipe curah hujan D 3 menurut

PENGARUH KADAR GARAM NaCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) GENERASI KEDUA (M 2 ) HASIL RADIASI SINAR GAMMA

METODE PELAKSANAAN. Percobaan ini dilaksanakan di lahan kering BPTP Sumatera Barat kebun

II. METODE PENELITIAN

Uji Efikasi Herbisida Pratumbuh untuk Pengendalian Gulma Pertanaman Tebu (Saccharum officinarum L.)

Periode Kritis Pengendalian Gulma Pada Tanaman jagung (Zea mays L.) Critical periode of weed control in Zea mays L

Pengaruh Jeluk Muka Air Genangan dalam Parit pada Berbagai Fase Pertumbuhan Padi terhadap Gulma dan Hasil Padi (Oryza sativa L.)

APLIKASI CARA TANAM PADA DNA VARIETAS WIJEN, TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. RIWAYAT HIDUP... iii. ABSTRAK... iv. ABSTRACT... v. KATA PENGANTAR... vi. DAFTAR ISI...

TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) TERHADAP DOSIS PUPUK KALIUM DAN FREKUENSI PEMBUMBUNAN SKRIPSI OLEH :

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh

BAB III MATERI DAN METODE. sampai panen okra pada Januari 2017 Mei 2017 di lahan percobaan dan

TATA CARA PENELITIAN

Respons Dua Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merrill.) pada Pemberian Pupuk Hayati dan NPK Majemuk

EFFECT TIME OF WEEDING IN INTERCROPPING SYSTEM PEANUTS (Arachis hypogaea L.) WITH CASSAVA (Manihot esculenta Crantz.)

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max [L.] Merr) merupakan salah satu komoditas pangan utama

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat

PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. var. saccharata Sturt) SKRIPSI

GROWTH AND YIELD OF BLACK SOYBEAN (Glycine max (L.) Merr) SEED OF MALLIKA PLANTED BY INTERCROPPING WITH SWEET CORN (Zea mays Saccharata group)

PERIODE KRITIS PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) SKRIPSI OLEH : WILTER JANUARDI PADANG

Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Varietas Tidar Berdasarkan Dosis Pupuk Organik Padat

Jurnal Cendekia Vol 12 No 1 Januari 2014 ISSN

PENGARUH PERIODE PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis L.)

BAB III METODE PENELITIAN. Ciparay, pada ketinggian sekitar 625 m, di atas permukaan laut dengan jenis tanah

HASIL DAN PEMBAHASAN

Studi efektivitas herbisida oksifluorfen 240 gl -1 sebagai pengendali gulma pada budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L.)

THE INFLUENCE OF N, P, K FERTILIZER, AZOLLA (Azolla pinnata) AND PISTIA (Pistia stratiotes) ON THE GROWTH AND YIELD OF RICE (Oryza sativa)

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

PRODUKTIVITAS KACANG TANAH DI LAHAN KERING PADA BERBAGAI INTENSITAS PENYIANGAN. Wafit Dinarto dan Dian Astriani

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu. Bahan dan Alat. Metode Penelitian

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays sacaratha Sturt. L) PADA BERBAGAI JARAK TANAM DAN WAKTU OLAH TANAH

BAHAN DAN METODE. Y ij = + i + j + ij

Percobaan 4. Tumpangsari antara Jagung dengan Kacang Tanah

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max [L.] Merr.) merupakan tanaman pangan dan sumber protein

STUDY TENTANG TIGA VARIETAS TERUNG DENGAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN

III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian dilakukan di Laboratorium dan Lahan Percobaan Fakultas

III. BAHAN DAN METODE. Selatan yang diketahui memiliki jenis tanah Ultisol dan Laboratorium Ilmu Tanah

Pengaruh Jarak Tanam dan Ukuran Umbi Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kentang Varietas Granola untuk Bibit

III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Green House, Lab.Tanah dan Lab.

TATA CARA PENELITIAN

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine Max L. (MERILL)) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR

III. BAHAN DAN METODE

PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK DAN PUPUK PELENGKAP PLANT CATALYST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L.

Transkripsi:

23 Vegetalika. 2016. 5(1): 23-31 Pertumbuhan Gulma dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill) Mallika terhadap Pengolahan Tanah dan Jarak Tanam di Lahan Pasir Pantai The Weeds Growth and Yield of Mallika Black Soybean (Glycine max (L.) Merrill) Against to Tillage and Spacing in Coastal Sand Land Eva Tristya Purnamasari 1), Prapto Yudono 2*), dan Rohlan Rogomulyo 2) 1) Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada 2) Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada *) Penulis untuk korespodensi E-mail: prapto_yudono@yahoo.com ABSTRACT Tillage is one of the important step of cultivation teqnique in marginal land as sand land. One way to increase productivity is by spacing. Unapropriate arrangement of crop spacing will stimulate weeds to grow. The research aims to determine kind of weeds before and after treatment of tillage and crop spacing on the growth of weeds and black soybean yields. The research had been conducted in Samas coastal sand land, Bantul from October 2014 to February 2015. The research used factorial Randomized Completely Block Design (RCBD) which consisted of two factors : tillage (notillage, tillage, tillage with immersion weeds) and crop spacing of (20 cm x 10 cm, 20 cm x 20 cm).the results showed that treatment of tillage with immersion weeds and crop spacing of 20 cm x 20 cm can increase the number of pods, number of seeds per plant, seed weight per plant and weight of 100 seeds. Overall before tillage, land was dominated by weed grasses and after tillage as dominated by broadleaf weeds. weed growth Axonophus compressus and Cynodon dactylon can be controlled. Keywords : mallika black soybean, weed, tillage, space. INTISARI Pengolahan tanah merupakan salah satu langkah penting dalam teknik budidaya tanaman di lahan marginal seperti tanah pasir. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan pengaturan jarak tanam. Pengaturan jarak tanam yang tidak tepat akan menimbulkan tumbuhnya gulma. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis gulma sebelum dan sesudah perlakuan pengolahan tanah dan jarak tanam terhadap pertumbuhan gulma dan hasil kedelai hitam. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Samas, Bantul pada bulan Oktober 2014 sampai dengan Februari 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu pengolahan tanah (tanpa olah tanah, olah tanah, olah tanah dengan pembenaman gulma) dan jarak tanam (20 cm x 10 cm, 20 cm x 20 cm).hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengolahan tanah dan pembenaman gulma dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm dapat meningkatkan jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji Secara keseluruhan sebelum pengolahan tanah didominasi oleh gulma rumputan dan setelah pengolahan tanah didominasi oleh gulma daun lebar. Pertumbuhan gulma Axonophus compressus dan Cynodon dactylon dapat terkendali. Kata kunci: kedelai hitam mallika, gulma, pengolahan tanah, jarak tanam.

24 PENDAHULUAN Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 37.000 km dengan luasan 1.060.000 ha, secara umum termasuk lahan marjinal prospeknya baik untuk pengembangan pertanian. Namun sekarang ini belum dikelola dengan baik (Yuwono, 2009). Namun demikian, banyak lahan yang berpotensi memunculkan gulma baru dan menjadi masalah di dalam membudidayakan tanaman. Upaya pengelolaan gulma berupa pencegahan penyebaran propagule, terutama biji gulma, merupakan dasar utama, sementara strategi pengendalian diperlukan dengan suatu integrasi pengelolaan gulma yang efektif dan efisien (Aldrich, 1984). Pengolahan tanah dapat menciptakan kondisi yang mendukung perkecambahan benih dan mungkin diperlukan untuk mengendalikan gulma dan hama yang menyerang tanaman atau untuk membantu mengendalikan erosi. (Mulyadi et a.l, 2001). Tanaman kedelai adalah tanaman lahan kering dan keberadaan gulma merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian. (Zimdhal, 2007). Pengolahan tanah yang tepat dan efisien dapat memberikan media yang ideal bagi pertumbuhan tanaman. namun di sisi lain, pengolahan tanah yang tidak tepat bahkan mampu menyebabkan banyak tumbuh gulma. Hal tersebut berkaitan dengan dormansi biji gulma yang berada di bawah permukaan tanah ketika tanah diolah atau dibalik biji gulma tersebut terangkat ke permukaan tanah dan berkecambah. Di samping pengolahan tanah, upaya peningkatan hasil tanaman budidaya dengan pengaturan jarak tanam yang tepat. Jarak tanam yang lebih sempit memicu kompetisi antar tanaman budidaya sedangkan jarak tanam yang lebar memberikan ruang yang besar untuk gulma tumbuh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk untuk menentukan jenis gulma di Lahan pasir pantai setelah dilakukan perlakuan pengolahan tanah dan jarak tanam dan untuk mengetahui pengaruh pengolahan tanah dan jarak tanam terhadap hasil kedelai dan pertumbuhan gulma. BAHAN DAN METODE Penelitian dilakukan di Lahan Pasir Pantai dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 sampai dengan bulan Februari 2015 di Lahan Pasir Pantai Samas, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAKL dengan 2 faktor, yaitu: Faktor pertama, adalah cara pengolahan tanah: P0 = Tanpa pengolahan tanah (rumput dicabut dan dibuang), P1 = Pengolahan tanah sempurna rumput dicabut dan tanah

25 dicangkul, P2= Pengolahan tanah sempurna dengan cara dicangkul, rumput yang ada dibenamkan sedalam sekitar 15 cm,. Faktor kedua, adalah jarak tanam: J1= 20 cm x 10 cm, J2 = 20 cm x 20 cm. Perlakuan kontrol yaitu pengolahan tanah dengan pembenaman gulma disertai penyiangan setiap gulma tumbuh. Ukuran petak masing masing perlakuan adalah 10 m 2 dengan panjang 2,5 m dan lebar 4 m. Kombinasi perlakuan terdiri dari 3x2 yaitu 6 kombinasi perlakuan ditambah 1 petak untuk perlakuan kontrol. Jadi, terdapat 7 petak perlakuan dengan masing masing 3 ulangan. Tata cara penelitin meliputi tahap tahap budidaya tanaman secara umum meliputi: persiapan media tanam, persiapan bahan tanam, penanaman, penjarangan, penyulaman, pemupukan, dan pemanenan. Variabel pengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji per tanaman, indeks panen, hasil panen aktual, volume akar, luas daun, bobot kering akar, bobot kering tajuk, bobot kering total tanaman, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman. SDR gulma, dan analisis bobot kering gulma. Analisis data yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan komunitas, perbedaan populasi yaitu dengan model analisis SDR, Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian dengan tingkat kepercayaan 95%. Apabila perlakuan menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95 %. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa terdapat 12 macam gulma yang berada di Lahan Pasir tempat penelitian dilakukan. Nilai SDR menunjukkan bahwa adanya dominansi gulma di tempat tersebut. Berdasarkan hasil dapat diketahui bahwa nilai SDR tertinggi pada gulma Panicum maximum sebesar 18.11. Analisis vegetasi gulma yang kedua dilakukan sebelum menjelang panen tanaman kedelai. Berdasarkan hasil pada Tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa nilai SDR tertinggi yaitu pada gulma Panicum maximum sebesar 23.28. Fenomena itu memperlihatkan bahwa propagule atau biji gulma yang terdapat di lahan tersebut setelah dilakukan pengolahan tanah dapat menyebabkan semakin meningkatkan kemampuan tumbuhnya. Gulma jenis Panicum maximum ini termasuk gulma yang mampu tumbuh dalam kondisi kritis sekalipun.

26 Tabel 1. SDR gulma setelah pengolahan tanah sebelum tanam dan menjelang panen SDR(%) No Nama Gulma Jenis Gulma Setelah Menjelang Pengolahan Panen Sebelum (10 mst) Tanam 1 Panicum maximum Rumputan 18,11 23,28 2 Commelina benghalensis Daun lebar 14,42 7,28 3 Axonophus compressus Rumputan 13,12-4 Cynodon dactylon Rumputan 10,00-5 Borreria allata Daun lebar 9,95-6 Eragrotis atrovirens Rumputan 6,82-7 Phyllanthus niruri Daun lebar 6,20 6,61 8 Amaranthus spinosus Daun lebar 6,20 12,85 9 Eleusine indica Rumputan 5,62 20,89 10 Ageratum conizoydes Daun lebar 3,39-11 Acalypha austratis Daun lebar 3,26-12 Ipomea reptans Daun lebar 2,94 10,88 13 Clidemia hirta Daun lebar - 8,88 14 Cyperus rotundus Teki - 4,95 15 Portulaca oleraceae Daun lebar - 4,37 Total 100 100 Perlakuan pengolahan tanah terjadi reposisi yang mengakibatkan perbedaan komposisi pada gulma sebelum pengolahan tanah maupun setelah pengolahan tanah. Salah satu contoh pada gulma Cynodon dactylon yang dapat terkendali setelah dilakukan pengolahan tanah. Dengan melakukan pengolahan tanah, biji biji gulma yang berada di atas permukaan tanah menjadi tertimbun pada saat pembalikan tanah. Sehingga dengan pengolahan tanah tersebut dapat menekan pertumbuhan gulma Cynodon dactylon. Tabel 2 di atas merupakan Tabel analisis anova bobot kering gulma yang diambil sebelum perlakuan pengolahan tanah dan menjelang panen. Setelah pengolahan tanah sebelum tanam didapatkan hasil bahwa bobot kering gulma lebih besar dibandingkan dengan pengambilan gulma setelah tanam menjelang panen. Bobot kering gulma setelah pengolahan tanah sebelum tanam pada perlakuan P0J1 (pencabutan gulma dengan jarak tanam 20 cm x 10 cm) memiliki bobot kering gulma tertinggi kemudian menurun drastis pada pengambilan gulma menjelang panen. Perlakuan pengolahan tanah dan jarak tanam dapat menekan tumbuhnya gulma apabila dilihat secara umum dari bobot kering gulmanya.

27 Tabel 2. Bobot kering gulma setelah pengolahan tanah sebelum tanam dan menjelang panen (gram) Perlakuan Setelah Pengolahan Tanah Sebelum Tanam (gram) Menjelang Panen (gram) P0J1 10,50 a 2,35 b P0J2 10,32 a 3,09 a P1J1 6,91 ab 2,04 b P1J2 5,69 b 2,06 b P2J1 3,70 bc 2,12 b P2J2 1,25 c 2,69 ab Kontrol 0,84 c 2,54 a Rerata 5,60 2,41 Interaksi (+) (+) CV (%) 33.19 38.29 pengolahan tanah+rumput dicabut),p1 (Tanah dicangkul rumput dibuang),p2 (Tanah dicangkul rumput dibenam), J1 (Jarak tanam 20 cm x 10 cm), dan J2 (20 cm x 20 cm). Tabel 3. Rerata jumlah polong isi per tanaman, jumlah biji per tanaman kedelai pada berbagai perlakuan pengolahan tanah dan jarak tanam Perlakuan Polong Isi Jumlah Biji P0J1 32,90 b 71,18 e P0J2 53,77 a 97,87 b P1J1 37,70 b 72,48 e P1J2 39,70 b 88,34 c P2J1 39,87 b 80,18 d P2J2 55,73 a 106,10 a Kontrol 38,37 b 91,33 bc Rerata 42,58 86,79 Interaksi (+) (+) CV 37,00 4,79 pengolahan tanah+rumput dicabut), P1 (Tanah dicangkul rumput dibuang), P2 (Tanah dicangkul rumput dibenam), J1 (Jarak tanam 20 cm x 10 cm) dan J2 (20 cm x 20 cm). Menurut Supriono (2000), menyatakan bahwa dengan pengelolaan tanah yang optimum, hasil biji biasanya meningkat pada suatu populasi tanaman. Pertumbuhan gulma akan tertekan dengan perlakuan pengolahan tanah tersebut kemudian jarak tanam yang lebih lebar yaitu 20 cm x 20 cm mengakibatkan tanaman kedelai tumbuh optimal dengan membuat banyak cabang pada tanaman sehingga kedelai berbunga dengan maksimal dan menghasilkan polong yang optimal. Sebaliknya, dengan jarak tanam yang rapat yaitu 20 cm x 10 cm mengakibatkan populasi tanaman yang banyak sehingga daya saing antar tanaman untuk mengambil nutrisi maupun kandungan hara dalam tanah menjadi tinggi.

28 Habitus tanaman kedelai pada jarak tanam yang rapat yaitu tanaman hanya akan tumbuh memanjang dan tidak banyak membuat cabang sehingga polong yang dihasilkan lebih sedikit. Berdasarkan Tabel nomor 3 di atas, dapat dilihat bahwa pada perlakuan pengolahan tanah dan pembenaman gulma dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm (P2J2) mampu meningkatkan jumlah polong isi dan jumlah biji per tanaman kedelai hitam. Namun dengan kombinasi tanpa pengolahan tanah hanya mencabut rumput dengan jarak tanam 20 cm x 10 cm menurunkan jumlah polong isi per tanman dan jumlah biji per tanaman. Tabel 4. Rerata jumlah bobot biji pertanaman dan bobot 100 biji tanaman kedelai pada berbagai perlakuan pengolahan tanah dan jarak tanam Perlakuan Bobot biji Bobot 100 biji (gram) (gram) P0J1 6,69 c 8,71 c P0J2 8,50 b 8,83 bc P1J1 6,54 c 8,77 c P1J2 8,61 b 9,24 b P2J1 6,84 c 8,73 c P2J2 9,96 a 9,76 a Kontrol 8,52 b 8,91 bc Rerata 7,95 8,99 Interaksi (+) (+) CV 5,41 5,34 pengolahan tanah+rumput dicabut),p1 (Tanah dicangkul rumput dibuang), P2 (Tanah dicangkul rumput dibenam), J1 (Jarak tanam 20 cm x 10 cm) dan J2 (20 cm x 20 cm). Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat diketahui terdapat interaksi antara perlakuan pengolahan tanah dan jarak tanam pada rerata bobot biji per tanaman dan bobot 100 biji. Pada perlakuan pengolahan tanah dan pembenaman gulma dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm (P2J2) mampu meningkatkan bobot biji per tanaman dan bobot 100 biji. Namun pada perlakuan tanpa pengolahan tanah hanya mencabut rumput dengan jarak tanam 20 cm x 10 cm (P0J1) menurunkan bobot biji per tanaman dan bobot 100 biji. Jarak tanam rapat menyebabkan jumlah tanaman per petak lebih banyak namun akan menurunkan berat per tanaman serta hasil biji per petak tanaman. Hal tersebut memberikan indikasi bahwa jarak tanam rapat yang dicobakan belum melampaui populasi optimumnya.

29 Tabel 5. Analisis indeks panen tanaman kedelai pada berbagai perlakuan pengolahan tanah dan jarak tanam Perlakuan Indeks Panen Pengolahan Tanah P0 0,25 a P1 0,21 a P2 0,21 a Jarak Tanam J1 0,18 q J2 0,27 p Kontrol 0,24 ap Rerata 0,23 Interaksi (-) CV(%) 20,91 pengolahan tanah+rumput dicabut), P1 (Tanah dicangkul rumput dibuang), P2 (Tanah dicangkul rumput dibenam), J1 (Jarak tanam 20 cm x 10 cm) dan J2 (20 cm x 20 cm). Indeks panen menunjukkan perbandingan distribusi hasil asimilasi antara biomassa ekonomi dengan biomassa keseluruhan. Indeks panen tanaman dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan biomassa ekonomis yang dihasilkan. Berdasarkan Tabel 5 di atas terdapat interaksi negatif antara perlakuan pengolahan tanah dan jarak tanam. Rata rata nilai indeks panen di kisaran 0.23. hal tersebut menunjukkan bahwa pada tanaman kedelai hitam yang telah di panen masih jauh di bawah target karena nilai indeks panen maksimal adalah 1. Semakin tinggi nilai indeks panen maka akan semakin besar pula kemungkinan memperoleh hasil kedelai yang maksimal.

30 Tabel 6. Analisis panen aktual (ton/ha) kedelai pada berbagai perlakuan pengolahan tanah dan jarak tanam Perlakuan Hasil Panen Aktual (ton/ha) Pengolahan Tanah P0 0,91 a P1 0,86 a P2 0,97 a Jarak Tanam J1 0,65 q J2 1,18 p Kontrol 0,99 ap Rerata 0,93 Interaksi (-) CV(%) 24,16 pengolahan tanah+rumput dicabut), P1 (Tanah dicangkul rumput dibuang), P2 (Tanah dicangkul rumput dibenam), J1 (Jarak tanam 20 cm x 10 cm), dan J2 (20 cm x 20cm). Panen aktual merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk menghitung hasil dalam satuan ton/ha. Berdasarkan penelitian, rerata hasil panen aktual kedelai di tanah pasir adalah 0.93 ton/ha. Hasil tersebut masih setengah lebih rendah dari hasil rerata yang tercantum di dalam SK permentan tentang pelepasan varietas mallika menyebutkan bahwa rata rata hasil kedelai sebesar 2,34 ton/ha di lahan pertanian biasa. Telah diketahui bahwa penelitian dilakukan di tanah pasir yang sudah ditanami sebelum ditanami dengan kedelai. Tanah pasir tersebut sebelumnya sudah ditambahkan dengan bahan organik oleh petani supaya dapat dijadikan sebagai tempat bercocok tanam. Sehingga pada saat penanaman kedelai itu dilakukan tidak terjadi hambatan berarti mengenai media tanamnya. Akan tetapi hal yang menghambat justru dari serangan hama dan penyakitnya. Faktor abiotik yang mempengaruhi hasil dari suatu tanaman budidaya adalah hama, patogen, dan gulma. Selain hama dan patogen, gulma termasuk ke dalam faktor abiotik yang mempunyai peran besar dalam menurunkan hasil tanaman budidaya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapat hasil bahwa dengan pengolahan tanah yang benar maka akan menekan pertumbuhan gulma. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis vegetasi gulma menjelang panen terjadi penurunan nilai SDR dibandingkan dengan sebelum tanam. Pada perlakuan pengolahan tanah dengan pembenaman gulma menunjukkan hasil yang positif ditandai dengan besarnya hasil kedelai. Hal tersebut karena gulma yang dibenam ke dalam tanah dapat dijadikan

31 sebagai pupuk bagi tanaman. Perlakuan pencabutan gulma tanpa pengolahan tanah apabila dilihat dari hasilnya lebih sedikit. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm memiliki habitus tanaman yang lebih kokoh dengan diameter batang lebih besar dabn cabang terbentuk lebih banyak. Dengan banyak cabang yang terbentuk maka polong yang terbentuk juga akan banyak. Oleh sebab itu, dengan jarak tanam tersebut mampu menghasilkan hasil kedelai yang lebih optimal. Sedangkan pada jarak tanam yang lebih sempit yaitu 20 cm x 10 cm cenderung memiliki habitus tanaman dengan diameter batang kecil namun untuk parameter tinggi tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan jarak tanam yang lebih renggang. Pada jarak tanam sempit, terbentuknya cabang lebih sedikit sehingga hasil kedelai yang terbentuk juga belum maksimal. KESIMPULAN 1. Setelah diperlakukan dengan pengolahan tanah dan jarak tanam jenis gulma yang mendominasi adalah : Panicum maximum (R), Eleusine indica (R), Amaranthus spinosus (D), Ipomea reptans (D), dan Clidemia hirta (D). 2. Perlakuan pengolahan tanah dengan pembenaman gulma dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm (P2J2) memiliki hasil yang cenderung paling baik yaitu dapat meningkatkan jumlah polong isi per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. 3. Perlakuan pengolahan tanah dan jarak tanam dapat mengendalikan pertumbuhan gulma seperti Axonophus compressus dan Cynodon dactylon. DAFTAR PUSTAKA Aldrich, R. 1984. Weed crop ecology. Breton Publishers. North Scituare, Massachusetts. USA. Supriono. 2000. Pengaruh dosis urea tablet dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai kultivar sindoro. Agrosains. 2: 64 71. Yuwono, N. W. 2009. Membangun kesuburan tanah di lahan marjinal. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. 9: 137 141. Zimdahl, R. L. 2007. Fundamentals of weed science. Academic Press Elsevier. London. Mulyadi, J.J. Sasa, T. Sopiawati, dan S. Partohardjono. 2001. Pengaruh cara olah tanah dan pemupukan terhadap hasil gabah dan emisi gas metan dari pola tanam padi padi di lahan sawah. Pertanian Tanaman Pangan. 3: 24 28.