PENGARUH METODE EKSPERIMEN BERBAHAN ALAM TERHADAP KEMAMPUAN PENGENALAN WARNA PADA ANAK KELOMPOK A

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL KONSEP UKURAN ANAK KELOMPOK B

PENGARUH METODE RESITASI BERMEDIA KOKORU TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BENTUK GEOMETRI ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PENERAPAN MEDIA FLASHCARD TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN

PENGARUH METODE PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP UKURAN ANAK KELOMPOK B

PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP KEMAMPUAN SAINS ANAK KELOMPOK B

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN BERNYANYI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBILANG ANAK

PENGARUH PERMAINAN PETAK UMPET TERHADAP KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS PEMODELAN TARIAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN

PENGARUH DONGENG TERHADAP KEMAMPUAN EMPATI ANAK KELOMPOK B

Pengaruh Metode Bercakap-cakap Berbasis Media Pop Up Book Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Kelompok A

PENGARUH MEDIA GELAS ANGKA 1-10 TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL LAMBANG BILANGAN KELOMPOK A

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PEMECAHAN MASALAH SAINS ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KERETA BERNOMOR TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK KELOMPOK B TK DHARMA WANITA PERSATUAN KEBOMAS GRESIK

PENGARUH BERMAIN BOLA WARNA MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH BERMAIN BOLA WARNA MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1-10 PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA MODIFIKASI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN ANAK KELOMPOK B

PENGARUH MEDIA KARTU BERGAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK KELOMPOK B

PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PERMAINAN PIPA BOCOR TERHADAP KEMAMPUAN SOSIAL DALAM BEKERJASAMA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN. Amilia Anom Sari Dewi Komalasari

PENGARUH PERMAINAN ENGKLEK MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B

PENGARUH MEDIA WAYANG ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK KELOMPOK B

PENGARUH MEDIA DADU HURUF TERHADAP KEMAMPUAN PENGENALAN HURUF PADA TK KELOMPOK A

PENGGUNAAN MEDIA BALOK CUISENAIRE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL WARNA DAN UKURAN PADA ANAK KELOMPOK A DI TK R.

Pengaruh Permainan Engklek Modifikasi Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B

PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI TERHADAP CAPAIAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK

PENGARUH BERMAIN PASIR TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP GEOMETRI KELOMPOK A

PENERAPAN METODE PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN NATURALIST INTELLIGENCE ANAK USIA 5-6 TAHUN

Pengaruh Penggunaan Permainan Dakon Modifikasi Terhadap Kemampuan Membilang Anak Kelompok A

PENGARUH PERMAINAN KALENG PINTAR terhadap KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK A di TK PUTERA HARAPAN

PENGARUH MEDIA PUZZLE MODIFIKASI SEPATUKU TESIKU TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL POLA AB-AB ANAK USIA 4-5 TAHUN

Wahyu Surya Kusumawati. Dra. Hj. Mas udah M., M.Pd

PENGARUH KEGIATAN BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK KELOMPOK B RA MUSLIMAT NU 079 TARBIYATUS SHIBYAN PETUNG PANCENG GRESIK

PENGARUH MEDIA PAPAN FLANEL TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL POLA AB-AB BERBENTUK GEOMETRI PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BUKU BESAR (BIG BOOK) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK KELOMPOK B DI TK QOSHRUL UBUDIYAH SURABAYA

Pengaruh Media Menara Angka Terhadap Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Kelompok A

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAYDOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH BERMAIN TANAH LIAT TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL GEOMETRIANAK

PENGARUH MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN ANAK MENGENAL BENTUK GEOMETRI KELOMPOK A DI TK ANEKA RIA

PENGARUH KEGIATAN MELUKIS BERMEDIA KAPAS TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

Rizkha Novitasari PG PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya,

Pengaruh Metode Bercerita Berbasis Gambar Seri Terhadap Kemampuan Menyimak Anak Kelompok A

Elisabeth Christiana PG PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya,

PENGARUH KEGIATAN MENGGUNTING POLA TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI TK ISLAM QOSHRUL UBUDIYAH

PENGARUH PERMAINAN MENCARI HARTA KARUN TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-10 PADA ANAK KELOMPOK A. HAIRANISA AL AMANAH DEWI KOMALASARI

PENGARUH BERMAIN TANAH LIAT TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL GEOMETRI ANAK. Made Ayu Anggraeni Universitas PGRI AdiBuana Surabaya

PENGARUH SERI MENGGAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENGGAMBAR PERMULAAN ANAK. Nosha Putri Sekar Arum Nurhenti Dorlina Simatupang

PENGARUH MEDIA KAWAT BLUDRU TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

PENGARUH KEGIATAN MOZAIK TERHADAP KEMAMPUAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK B DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 3 SURABAYA

Amalia Tri Rachmawati Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya. M., M.Pd.

METODE EKSPERIMEN BERPENGARUH TERHADAP KEMAMPUAN SAINS ANAK

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN TARI TAKTETAH MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A

PENGARUH PENCAMPURAN WARNA TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK KELOMPOK B

Pengaruh Bermain Puzzle Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Kelompok A

Pengaruh Permainan Dadu Kain Halus Terhadap Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SEKOLAH DASAR

PENGARUH MEDIA NUMBER SENSE TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TABLE MANNERS TERHADAP KARAKTER ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PERMAINAN BOWLLING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DOMINO ALFABET TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA ANAK KELOMPOK A DI TK TUNAS BANGSA KECAMATAN NGORO MOJOKERTO

MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN GROUP TERHADAP PRESTASI BELAJAR

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA LOTTO WARNA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK KELOMPOK A DI TAMAN KANAK-KANAK PKK I GINTUNGAN

PENGARUH PENGGUNAAN BALOK ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN ANAK

Pengaruh Penggunaan Media Flashcard terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok A di TK Dharma Wanita Padelegan Pademawu Pamekasan

Strategi Pembelajaran Model Pelatihan Menempel Kain Perca Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B

PENGARUH MEDIA KOTAK KATA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA PUBLIKASI ILMIAH

PENGARUH MEDIA MIKA WARNA TERHADAP KEMAMPUAN SAINS ANAK KELOMPOK A DI TK PELITA SURABAYA

PENGARUH MEDIA LOTO WARNA DAN BENTUK TERHADAP KEMAMPUAN KOGNTITIF ANAK KELOMPOK A DI RA AL-ISLAM JETIS DAGANGAN MADIUN

Retno Ayu Wulandari Rachma Hasibuan

Diajukan Oleh: Nofi Fatmawati A

PENGGUNAAN METODE PROYEK DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK JURNAL. Oleh REVINA RIZQIYANI ( )

PENGARUH MODEL PELATIHAN DASAR MENGGAMBAR TIRUAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B

METODE PROYEK BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK

PENGARUH PERMAINAN ENGKLEK MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK

Pengaruh Metode Discovery

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA REALIA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH KEGIATAN SENI FINGER PAINTING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

PENGARUH THREE COLOUR WIRE GAME TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI ANAK KELOMPOK A DI TK ISLAM PLUS AL-MUCHLISIN

JURNAL PENDIDIKAN KHUSUS. Kegiatan Bermain Bola Untuk Meningkatkan Pengenalan Arah Gerak Siswa Tunagrahita Sedang

PENGARUH KEGIATAN MENJAHIT TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK PEJAJARAN

METODE BERCERITA BERPENGARUH TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA RESEPTIF. Diajukan Oleh: Nurul Khasanah A

III. METODE PENELITIAN. Metode ini menggunakan metode Pre-Experimental Designs, menurut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA WAYANG KORAN DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERCERITA ANAK KELOMPOK B

DAMPAK PENERAPAN MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP PEROLEHAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM PESERTA DIDIK

PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN UMUM DAN SAINS JURNAL. Oleh RATNA HANDAYANI FIKRI ( )

Pengaruh Media Papan Titian Terhadap Keseimbangan Gerak Motorik Kasar Anak Kelompok A di RA Al- Hidayah

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERMEDIA KARTU

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS MACROMEDIA FLASH 8 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Enok Dwi Mahmudi. Sri Joeda Andajani

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGKLASIFIKASIKAN BENDA

PENGGUNAAN MEDIA SATE BUAH TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEP WARNA ANAK KELOMPOK A DI TK PAMIWAHAN PUTRA II WAHYU LUHUR

PENGARUH PERMAINAN MENCARI HARTA KARUN TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-10 PADA ANAK KELOMPOK A. Hairanisa Al Amanah Dewi Komalasari

PENGARUH MEDIA BUBUR KORAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B DI TK DHARMA WANITA WADUK KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Pengaruh Penggunaan Media Stick Ice Cream Modifikasi Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Kelompok B

Dra. Endang Purbaningrum.,M.Kes. Program Studi PLB, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya.

K A 2012/2013. Disusun Oleh: YULIANA DEWI A FAKULTA

EFEKTIVITAS METODE SOSIODRAMA (ROLE PLAYING) UNTUK MENINGKATKAN PENGENALAN JENIS-JENIS PEKERJAAN PADA MATA PELAJARAN IPS BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

Pengaruh Permainan Futsal Modifikasi Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 4-5 Tahun

KEGIATAN BERNYANYI BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK TK KELOMPOK B

Pengaruh Media Flashcard Terhadap Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan

PENGARUH PERMAINAN BENTUK GEOMETRI TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK A DI TK NUSA INDAH II

Transkripsi:

PENGARUH METODE EKSPERIMEN BERBAHAN ALAM TERHADAP KEMAMPUAN PENGENALAN WARNA PADA ANAK KELOMPOK A Nikmatul Khasanah PG PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya, Email: Nikmatul_ana@yahoo.com Mas udah PG PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya, Email: Masudah@gmail.com Abstrak Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh metode eksperimen berbahan alam terhadap. Subyek dalam penelitian adalah anak kelompok A Gresik dengan jumlah 12 anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis pre ekperimen dan desain penelitian one group pre test post test design. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik non parametik uji jenjang bertanda Wilcoxon Match Pair Test. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji wilcoxon dapat diketahui bahwa T hitung<t tabel(0<14) dengan taraf signifikan 5%. Dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H o) ditolak. Jadi, apabila T hitung<t tabel maka H a diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode eksperimen berbahan alam terhadap kemampuan pengenalan warna pada anak kelompok A Gresik. Kata kunci: Metode Eksperimen Berbahan Alam, Pengenalan Warna Abstract This research is to prove effect of natural material experiment method on color awareness of the children in group A at TKM NU 247 Manba ur Rohmah Sumber Kebomas Gresik. Subject in this research is students of group A at TKM NU 247 Manba ur Rohmah Sumber Kebomas Gresik with amount of 12 children. This research uses quantitative approach with pre experiment type and one group pretest posttest design. Technique of collecting data is using observation and documentation. Technique of analyzing data is using non parametric statistic with gradual test of wilcoxon match pair test. Results of the research of wilcoxon match pair test with T calculated<t table. Based on result of the research T calculated<t table 0 < 14 with significance level 5%. Alternative hypothesis (H a) is accepted and nul hypothesis (H 0) is rejected. It can be concluded that influence of natural material experiment method on color awareness skill of the children in group A at TKM NU 247 Manba ur Rohmah Sumber Kebomas Gresik exists. Keywords: Natural Material Experiment Method, Color Awareness PENDAHULUAN Anak Usia Dini adalah anak usia 0-6 tahun yang berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat baik secara fisik maupun mental dalam hal mengembangkan kemampuan intelektual terutama mengenai kemampuan pengenalan warna. Menurut Sujiono, (2009:160), kemampuan kognitif anak itu menunjukkan minat dalam rasa dan perbedaan 1 aktivitas sensor motor (warna, ukuran, atau bentuk, suara, rasa bauh, berat). Perkembangan kognitif merupakan pengembangan yang terkait dengan kemampuan berfikir seseorang. Dengan adanya kemampuan kognitif, individu mampu memberikan respon terhadap kejadian secara internal, eksternal dan anak juga mampu berkembang melalui proses

Jurnal PAUD Teratai. Volume 05 Nomor 02 Tahun 2016, 52-56 rangsangan yang diperoleh dalam kehidupan seharihari. Kemampuan pengenalan warna sangat penting jika dikenalkan sejak usia dini karena memiliki banyak manfaat salah satunya untuk mengembangkan kreatifitas, mengembangkan kemampuan sensoris, meningkatkan motivasi belajar anak. Menurut Beaty (dalam Aisyah, 2008:5.33) menyatakan bahwa konsep warna paling baik dikembangkan dengan cara memperkenalkan warna satu per satu kepada anak dan menawarkan beragam permainan dan kegiatan menarik yang berhubungan dengan warna. Melalui pembelajaran mengenai warna, maka perlu dikembangkan kemampuan anak yang berhubungan dengan penglihatan, pengamatan, perhatian, tanggapan, dan persepsi terhadap lingkungan sekitarnya. Seperti pengenalan warna (Susanto, 2011:61) pengenalan warna memiliki peran yang penting sebagai sarana untuk kegiatan belajar terhadap anak usia 4-5 tahun. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada anak kelompok A di TKM NU 247 Manba ur Rohmah Sumber Kebomas Gresik pada tanggal 2-7 September 2015 sejumlah 12 anak. Ditemukan masalah di TK tersebut, kemampuan Kognitif anak terutama dalam kemampuan pengenalan warna (primer) masih rendah. Hal ini dibuktikan ketika diberi kegiatan untuk mencari warna primer (merah, kuning dan biru) di sekitar, anak masih mengalami kebinggungan diantaranya 5 anak yang belum bisa membedakan warna merah dan biru. Akan tetapi anak dapat menyebutkan warna saja, namun mereka belum faham dan mengerti mana warna primer. Berdasarkan kenyataan di TK TKM NU 247 Manba ur Rohmah Sumber Kebomas Gresik tersebut, maka perlu upaya dalam mengembangkan kemampuan pengenalan warna pada anak kelompok A yaitu dengan menggunakan metode pengajaran, salah satunya adalah menggunakan metode eksperimen berbahan alam sebagai metode pembelajaran. Menurut (Zain, 2006:82-84) metode eksperimen merupakan proses belajar mengajar dengan menggunakan metode percobaan, anak diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan, atau proses sesuatu. (Roestiyah, 2001:80) metode eksperimen bertujuan untuk mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas persoalaanpersoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri serta anak dapat dilatih dalam cara berfikir yang ilmiah (scientific thinking). Kemampuan kognitif pengenalan warna, dimana anak mampu mengetahui dengan cara menyebut dan mengelompokkan warna primer. Setelah sebelumnya anak menunjuk terlebih dahulu mana yang warna merah, kuning dan biru dengan menggunakan benda-benda kogkret. Kemampuan kognitif pengenalan warna perlu dikembangkan dengan cara yang sesuai yaitu dengan prinsip pembelajaran anak usia dini dapat membangun pengetahuannya sendiri. Metode eksperimen berbahan alam merupakan metode pembelajaran yang sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini, anak terlibat aktif dalam menemukan informasi dengan rasa ingin tahu yang tinggi untuk memecahkan suatu permasalahan. Anak juga melakukan percobaan untuk mendapatkan hasil sehingga anak belajar dari lingkunganya untuk memecahkan masalahnya. Oleh karena itu metode eksperimen berbahan alam digunakan untuk mengembangkan kemampuan pengenalan warna kerena melalui metode eksperimen berbahan alam kemampuan pengenalan warna dapat terarah dengan baik yaitu sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh metode eksperimen berbahan alam terhadap Gresik. Manfaat hasil penelitian ini Sebagai pertimbangan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini khususnya ilmu yang berkaitan dengan kemampuan pengenalan warna dan sebagai pertimbangan untuk dijadikan rujukan dalam metode pembelajaran yang tepat khususnya metode eksperimen berbahan alam untuk mengembangkan kemampuan kognitif dalam pengenalan warna bagi anak usia dini. METODE Penelitian tentang pengaruh metode eksperimen berbahan alam terhadap kemampuan pengenalan warna pada anak kelompok A TKM NU 247 Manba ur Rohmah Sumber Kebomas Gresik menggunakan metode pendekatan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Jenis penelitian ini menggunakan pre experimental designs. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre experimental designs dengan menggunakan jenis one group pre test post test design dipilih oleh peneliti, karena desain penelitian pre experimental designs dengan menggunakan jenis one group pre test post test 2

design merupakan desain yang terdapat pre test yang diberikan sebelum perlakuan, sehingga perlakuan dapat diketahui lebih akurat. Lokasi yang dipilih peneliti untuk melaksanakan penelitian ini adalah TKM NU 247 Manba ur Rohmah Sumber Kebomas Gresik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi dengan jumlah sampel 12 anak. Analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik uji jenjang bertanda Wilcoxon Match Pair Test. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan di TKM NU 247 Manba ur Rohmah, Sumber Kebomas Gresik yang dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 25 Januari 2016 selama 2 minggu. Kegiatan sebelum penerapan metode eksperimen berbahan alam dilakukan pada tanggal 14 Januari 2016, kemudian kegiatan setelah penerapan metode eksperimen berbahan alam dilakukan pada tanggal 25 Januari 2015. Pada observasi awal (pre test) sebelum penerapan metode eksperimen berbahan alam dilakukan selama satu hari yaitu pada hari kamis, 14 Januari 2016 pada pukul 10.00-10.30 WIB dan berlangsung selama 30 menit. Kegiatan yang dilakukan pada tahap observasi awal (pre test) mencakup 2 aspek yang dinilai dengan alat penilaian yang berupa lembar observasi, aspek yang dimaksud yaitu anak diminta guru untuk menyebut warna primer (merah, kuning dan biru) dan mengelompokkan berdasarkan warna (merah, kuning dan biru) dengan menggunakan kertas origami. Hasil observasi awal (pre test) sebelum penerapan metode eksperimen pada aspek menyebut warna primer (merah, kuning dan biru) sejumlah 1 anak mendapat skor 1, 4 anak mendapat skor 2, dan 7 anak mendapat skor 3. Pada item mengelompokkan berdasarkan warna primer (merah, kuning dan biru) sejumlah 2 anak mendapat skor 2, 3 anak mendapat skor 3 dan 7 anak mendapat skor 4. Hal ini menunjukkan kemampuan pengenalan warna anak masih kurang hal ini ditunjukkan dari skor rata-rata. Hasil rata-rata kemampuan pengenalan warna sebelum diberikan penerapan metode eksperimen berbahan alam yaitu 5,92. Pada observasi akhir (post test) setelah penerapan metode eksperimen berbaahan alam berlangsung selama 30 menit yang dilakukan pada hari Senin, 25 Januari 2016 pada pukul 10.00-10.30 WIB. Anak diminta guru maju satu persatu untuk menyebut warna primer (merah, kuning dan biru) setelah itu anak mengelompokkan berdasarkan warna primer (merah, 3 kuning dan biru) dengan menggunakan kertas origami. Hasil yang diperoleh dari kegiatan setelah penerapan metode eksperimen berbahan alam dengan aspek menyebut warna primer (merah, kuning dan biru) sejumlah 2 anak mendapat skor 3, dan 10 anak mendapat skor 4. Pada item mengelompokkan berdasarkan warna primer (merah, kuning dan biru) sejumlah 3 anak mendapat skor 3, dan 9 anak mendapat skor 4. Hal ini menunjukkan kemampuan pengenalan warna anak berkembang dengan baik hal ini ditunjukkan dari skor rata-rata. Hasil rata-rata kemampuan pengenalan warna setelah diberikan penerapan metode eksperimen berbahan alam yaitu 7,58. Setelah mengetahui hasil kegiatan sebelum dan setelah penerapan metode eksperimen berbahan alam, langkah selanjutnya adalah menentukan hasil analisis pada tahap penolong wilcoxon match pair test mengenai kemampuan pengenalan warna dapat dijelaskan sebagai berikut: No - Tabel 1. Tabel Penolong Wilcoxon Nilai Nilai Beda Tanda jenjang Pretestest Post- X B1- Jenjang + X A1 (X A1) (X B1) 1 5 7 2 8,5 +8,5-2 6 8 2 8,5 +8,5-3 6 8 2 8,5 +8,5-4 7 8 1 2,5 +2,5-5 6 8 2 8,5 +8,5-6 6 8 2 8,5 +8,5-7 5 6 1 2,5 +2,5-8 6 8 2 8,5 +8,5-9 7 8 1 2,5 +2,5-10 7 8 1 2,5 +2,5-11 5 7 2 8,5 +8,5 12 5 7 2 8,5 +8,5 Jumlah T+ =78 (Sumber: Hasil Uji Wilcoxon Match Pairs Test ) T- =0 Hasil penelitian mengenai kemampuan pengenalan warna pada anak berkembang baik dapat dilihat dari perbedaan hasil sebelum penerapan metode eksperimen berrbahan alam dan hasil setelah penerapan metode eksperimen berbahan alam. Hal ini, menunjukkan perkembangan kognitif anak mengenai kemampuan pengenalan warna menunjukkan hasil yang lebih baik setelah penerapan metode eksperimen

Jurnal PAUD Teratai. Volume 05 Nomor 02 Tahun 2016, 52-56 berbahan alam. Perbedaan hasil sebelum penerapan metode eksperimen berbahan alam dan hasil setelah penerapan metode eksperimen berbahan alam tidak sama untuk setiap anak dikarenakan anak memiliki kemampuan yang berbeda untuk memahami informasi. Solehuddin dalam Anggraeni (2015:42) mengatakan bahwa anak adalah individu yang berbeda di mana setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda sesuai dengan tahap usia dan perkembangannya. Perkembangan kognitif dalam pengenalan warna merupakan hal yang sangat diperlukan bagi anak yang bertujuan untuk meningkarkan daya pikir, kreatifitas anak, mendorong anak untuk membuat suatu inovasi serta meningkatkan terhadap suatu objek yang dilihatnya. Menurut Susanto (20011:61) dengan melalui pembelajaran mengenai warna, maka perlu dikembangkan kemampuan anak yang berhubungan dengan penglihatan, pengamatan, perhatian, tanggapan dan persepsi terhadap lingkungan sekitar Untuk memberikan suatu pembelajaran mengenai pengenalan warna pada anak usia 4-5 tahun yaitu penerapan metode eksperimen berbahan alam yang menyenangkan sehingga pembelajaran pengenalan warnadapat dipahami oleh anak. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen berbahan alam senagai metode pembelajaran. Sesuai dengan pendapat Zain (2006:84) mengenai kelebihan metode eksperimen yaitu dapat membina anak untuk menemukan dari hasil percobaan baru dengan menggunakan bahan alam sebagai bahan yang akan dieksperimenkan dan memberikan manfaat bagi anak. Berdasarkan uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa melalui penerapan metode eksperimen berbahan alam pada proses pembelajaran berpengaruh terhadap Gresik. penerapan metode eksperimen berbahan alam dianggap salah satu metode pembelajaran yang tepat, menarik dan menyenangkan bagi anak sehingga anak dapat mengembangkan kemampuan kognitif khususnya kemampuan pengenalan warna. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa T tabel =14 (0< 14). Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh metode eksperimen berbahan alam terhadap kemampuan pengenalan warna pada anak kelompok A di TKM NU 247 Manba ur Rohmah Sumber Kebomas Gresik. Berdasarkan hasil penelitian ini dan beberapa teori yang dapat menjawab rumusan masalah bahwa ada pengaruh metode eksperimen berbahan alam terhadap kemampuan pengenalan warna pada anak kelompok A di TKM NU 247 Manba ur Rohmah Sumber Kebomas Gresik. Hal ini dikarenakan penerapan metode eksperimen berbahan alam dapat memberikan pembelajaran yang menarik bagi anak sehingga mampu mengasah kemampuan kognitif dalam hal kemampuan pengenalan warna. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh metode eksperimen berbahan alam terhadap di TKM NU 247 Manba ur Rohmah, Sumber Kebomas Gresik, dapat disimpulkan bahwa bahwa T hitung = 0 lebih kecil dari T tabel dengan taraf signifikasi 5% dengan N=12 sebesar 14, hal ini berarti T hitung = 0 < T tabel = 14 (0<14). Berdasarkan hasil tersebut terbukti bahwa ada pengaruh metode eksperimen berbahan alam terhadap kemampuan pengenalan warna pada anak kelompok A di TKM NU 247 Manba ur Rohmah, Sumber Kebomas Gresik. Saran Setelah melakukan penelitian tentang pengaruh metode eksperimen berbahan alam taerhadap Gresik, maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut: 1) Metode eksperimen berbahan alam memberikan pengaruh yang positif bagi anak dengan cara memperkenalkan warna secara kongret dan memberikan pengalaman untuk melakukan sebuah eksperimen sederhana, 2) Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan pengenalan warna anak kelompok A, setidaknya guru dapat menciptakan suasana belajar yang menarik untuk dilakukan sehingga anak tidak akan merasa bosen dalam mengikuti pelajaran serta kegiatan yang akan dilakukan sedangkan, 3) Metode eksperimen berbahan alam memberikan hasil positif terhadap aspek perkembangan kognitif anak mengenai kemampuan pengenalan warna, 4) Pengunaan metode eksperimen dapat diterapkan untuk mengembangkan kemampuan pada aspek perkembangan kognitif yang lain terutama pada kemampuan sains anak. DAFTAR PUSTAKA Aisyah, Siti. 2008. Perkembangan Dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka. Anggraeni, Ria. 2015. Upaya Meningktkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui 4

Penggunaan Media Papan Flanel Pada Anak Kelompok BI di TK Aba Karangmojo Xvii Karangmojo Gunungkidul (online),(www.eprints.uny.ac.id/24487/), diunduh tanggal 3 Maret 2016 Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya. Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini Pengantar dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Prenada Media Group. Sujiono, Yuliani Nurani. 2009. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indek. Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini. Ciputat: PT Kencana. Zain, Aswan dkk. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. 5