PENGEMBANGAN BROSUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS SMP KELAS VII DENGAN MATERI KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2011: 297) Research and

BAB I PENDAHULUAN. sangat cepat telah menyebabkan berbagai perubahan pada semua aspek

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pengembangan sumber belajar IPS dengan bentuk brosur. Hasil penelitian ini

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. produk dinyatakan layak untuk digunakan dengan kategori Sangat Baik.

PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR BERBASIS TEMATIK SEBAGAI PANDUAN PEMBELAJARAN BAGI GURU KELAS IV SD BERDASARKAN KURIKULUM 2013 ARTIKEL

PENGEMBANGAN BROSUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS SMP KELAS VII DENGAN MATERI KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN. and Development (R&D). Menurut Sugiono (2009: 297) penelitian R&D

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. (educational research and development) yang mengembangkan bahan ajar

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III METODE PENELITIAN. Realistik (PMR) bagi siswa SMP kelas VIII sesuai Kurikulum 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. satu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan dan menguji

BAB II KAJIAN TEORI. memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Menurut Abdul Majid. meningkatkan kualitas pembelajaran. Fatah Syukur (2008:93),

BAB V PENUTUP. gambar alur cerita film,gambar karakter,dan menentukan setting setiap

BAB III METODE PENELITIAN. materi aritmetika sosial untuk SMP kelas VII dengan model pembelajaran Group

BAB III METODE PENELITIAN. dan pengembangan (Research and Development). Penelitian dan

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI IRISAN KERUCUT DENGANN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and

INOVASI PENDIDIKAN Bunga Rampai Kajian Pendidikan Karakter, Literasi, dan Kompetensi Pendidik dalam Menghadapi Abad 21

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan (Research and Development). Menurut Sugiyono (2011:297)

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan (Research and Development). Menurut Sugiyono (2012: 297),

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. A. Kesimpulan Hasil penelitian dan pengembangan ini dapat disimpulkan bahwa:

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (research and

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Maksud

BAB I PENDAHULUAN. diselenggarakan secara optimal supaya menghasilkan lulusan-lulusan yang

BAB I PENDAHULUAN. jenjang SD sampai SMP. Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan formal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan hal yang sangat utama bagi kemajuan suatu bangsa.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. learning sebagai sumber belajar IPS, dapat disimpulkan beberapa hal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. positif dan negatif pada suatu negara. Orang-orang dari berbagai negara

PENGEMBANGAN BUKU SAKU SEBAGAI BAHAN AJAR AKUNTANSI PADA POKOK BAHASAN JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN JASA

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan R & D (Research and

BAB III METODE PENELITIAN. IPA untuk Meningkatkan Practical skills Siswa SMP. desain penelitian pengembangan (Research and Development).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Sugiyono (2010: 297) menyatakan bahwa R&D adalah penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan atau Research and Development (R&D), yang bertujuan untuk

Pengembangan modul pembelajaran fisika berbasis PBL (problem based learning)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul IPA bermuatan Nature of

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengembangkan suatu produk (Paidi, 2010: 57). Produk R&D dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dikembangkan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang terdiri

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) KIMIA DI SMA/MA KELAS X TERINTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER SISWA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan Nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah Lembar Kegiatan

BAB III METODE PENELITIAN PENGEMBANGAN. penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D).

ARTIKEL ILMIAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI AGUSTUS, Euis Sugiarti : Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Page 1

BAB III METODE PENELITIAN. atau penelitian R&D (Research & Development) dengan model ADDIE

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

BAB III METODE PENELITIAN A. MODEL PENGEMBANGAN Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan inovasi pembelajaran yang menggunakan metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Saat belajar siswa tidak lepas dari sumber belajar. Sumber belajar

Desain. Produk. Revisi Produk. Produksi Massal

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berbasis web sebagai sumber belajar IPS kelas VII SMP dengan materi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini, disajikan hasil penelitian dan pembahasan dari

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Development). Penelitian Research and Development (R&D) merupakan suatu

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 11 KOTA JAMBI

Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper ke-2 Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN

BAB III METODE PENELITIAN. Development). Penelitian ini berjudul Pengembangan LKPD IPA tema

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan

BAB I PENDAHULUAN. ini berarti bahwa pembangunan itu tidak hanya mengejar lahiriah seperti

BAB III METODE PENELITIAN. mata pelajaran ekonomi ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ngaglik pada akhir

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan project based learning. Bahan ajar yang dikembangkan berupa RPP

ANALISIS KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS V PADA PEMBELAJARAN PENJASKES DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN SEKARBELA.

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Research and Development (R&D) sesuai dengan Thiagarajan, et. all.,

BAB I PENDAHULUAN. dapat membawa perubahan ke arah lebih baik. Pendidikan di Indonesia harus

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS VIII-U SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM

JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Volume 1, No 1, JULI 2014 Halaman e-issn :

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan merupakan proses pengembangan dan validasi produk. Produk

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development).

BAB III METODE PENELITIAN. dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar berupa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan kurikulum pada awal kemerdekaan di tahun 1946 sampai sekarang, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan performance assessment berbasis

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) IPA BERBASIS PENDEKATAN SCIENTIFIC. Norma Dewi Shalikhah

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengembangan atau disebut juga Research and Development

BAB III METODE PENELITIAN. berupa penelitian pengembangan Research and Development (R&D) yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. sebagai pusat kegiatan pembelajaran dan guru sebagai fasilitator. Kurikulum

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. langkah pengembangan yaitu menganalisis kurikulum. digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk mengkaji keefektifan

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu komponen utama kebutuhan manusia. Melalui

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut. dengan pendekatan problem solving pada materi himpunan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. model probing prompting pada materi segitiga dan segi empat untuk SMP kelas

BAB 1 PENDAHULUAN. sebelumnya. UU nomor 20 tahun 2003 pasal 3 menjelaskan bahwa fungsi

III. METODOLOGI PENELITIAN. dan pengembangan. Menurut Sugiyono (2010), metode penelitian dan pengembangan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian untuk mengembangkan suatu produk. Adapun produk yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. coba produk dinyatakan layak untuk digunakan dengan kategori Baik.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan ( research and

BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan (R&D). Produk yang disusun dalam penelitian ini adalah bahan

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA Berbasis Multiple Intelligences Pada Materi Suhu dan Perubahannya di Kelas VII

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERMUATAN KARAKTER PADA MATERI JURNAL KHUSUS

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

PENGEMBANGAN BROSUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS SMP KELAS VII DENGAN MATERI KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA RINGKASAN SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Disusun Oleh: Andi Kurniawan 10416244002 JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2014 1

PENGEMBANGAN BROSUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS SMP KELAS VII DENGAN MATERI KEADAAN ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA SKRIPSI Oleh: Andi Kurniawan dan Sudrajat ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan brosur sebagai sumber belajar pada mata pelajaran IPS SMP kelas VII dengan materi keadaan alam dan aktivitas penduduk Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kelayakan sumber belajar yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah, yakni: tahap pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk, dan penilaian dari ahli materi, ahli media, guru IPS, dan uji coba produk kepada siswa. Sebelum diuji cobakan produk melalui proses dua kali revisi yaitu dari ahli materi, ahli media, dan guru IPS. Hasil revisi dari uji coba produk akan menjadi produk akhir dalam penelitian ini. Uji coba produk dilakukan kepada siswa Kelas VII G SMP Negeri 1 Lasem, Rembang yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan kuesioner (angket). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Produk dikatakan layak jika memperoleh hasil validasi minimal dengan kategori cukup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Mengembangkan brosur sebagai sumber belajar dapat dilakukan dengan a) pengumpulan data tentang materi dan studi pustaka yang berhubungan dengan produk yang akan dikembangkan; b) perencanaan yang meliputi pemilihan materi yang akan disajikan pada produk; c) pengembangan produk untuk mencari dan memilih tampilan dan ilustrasi gambar yang sesuai dengan materi; d) penilaian yang dilakukan ahli materi, ahli media, guru IPS, dan tanggapan serta saran siswa pada saat uji coba produk untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan untuk selanjutnya direvisi. Hasil revisi dari uji coba produk oleh siswa akan menjadi produk akhir dalam pengembangan ini. 2) Brosur sebagai sumber belajar yang dikembangkan dalam peneitian ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPS. Hasil tersebut diperoleh dari validasi oleh a) dosen ahli materi sebesar 4,1 atau Baik; b) dosen ahli media sebesar 4,6 atau Sangat Baik; c) guru sebesar 4,5 atau Sangat Baik; d) tanggapan dan respon siswa sebesar 4,3 atau Sangat Baik. Kata Kunci: Sumber Belajar, Brosur, IPS. 2

A. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sarana penting untuk mencerdaskan kehidupan suatu bangsa. Melalui pendidikan, seseorang dapat meningkatkan kualitas sumber daya dan kemampuan yang dimilikinya. Upaya peningkatan sumber daya manusia agar dapat mencerdaskan kehidupan bangsa ditetapkan oleh pemerintah dalam standar nasional pendidikan. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pendidikan nasional. Berkaitan dengan standar nasional pendidikan, pemerintah telah menetapkan standar proses dan standar kompetensi lulusan. Standar proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 65 Tahun 2013, sedangkan Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah ditetapkan dalam Permendikbud No. 54 Tahun 2013. Standar Kompetensi Lulusan dalam Kurikulum 2013 yang tercantum pada Permendikbud No. 54 Tahun 2013 memberikan kriteria kualifikasi kemampuan siswa yang diharapkan untuk dicapai setelah menyelesaikan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kemampuan yang diharapkan yaitu siswa memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang baik sebagai bekal hidup di masa depan. Tujuan yang hendak dicapai melalui Permendikbud tersebut yaitu dapat menghasilkan generasi muda bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan peraturan tersebut, sekolah dan guru mempunyai tanggung jawab besar dalam menyelanggarakan proses pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan pada tingkat sekolah dasar dan menengah. Menurut Numan Somantri (2001:44), salah satu tujuan pembelajar an IPS adalah menekankan tumbuhnya nilai kewarganegaraan, moral, ideologi, negara, dan agama. Pembelajaran IPS meliputi seluruh aspek kehidupan sosial yang ada di masyarakat. Sejalan dengan tujuan dalam Permendikbud, materi-materi yang 3

diajarkan pada mata pelajaran IPS adalah untuk mempersiapkan generasi muda penerus bangsa untuk menjadi warga negara yang baik, demokratis, dan dapat menyikapi masalah serta memberikan solusi untuk menyelesaikannya. Materi pembelajaran IPS yang terlalu banyak dan bersifat hafalan tersebut menjadikan siswa cenderung pasif dalam mempelajari IPS. Guru yang seharusnya menjadi inspirator dan motivator siswa dalam belajar juga belum dapat menyajikan materi pembelajaran IPS dengan cara yang menarik bagi siswa. Kondisi yang terjadi di beberapa sekolah pada saat proses pembelajaran IPS guru hanya menerangkan materi pembelajaran dengan metode konvensional seperti ceramah dan menggunakan media papan tulis saat menjelaskan materi, sehingga siswa kurang memperhatikan guru. Lembar Kerja Siswa atau LKS digunakan sebagai acuan sumber belajar utama untuk siswa dan kurangnya variasi penggunaan sumber belajar yang lain menjadikan pembelajaran IPS kurang diminati oleh siswa. Berdasarkan penelitian Sulastri (2013:5) pada beberapa sekolah di Yogyakarta, menunjukkan bahwa beberapa guru dalam proses pembelajaran kurang melakukan variasi penggunaan media pembelajaran. Selain itu juga ketersediaan sumber belajar juga belum mampu mendorong siswa melakukan kegiatan belajar secara mandiri. Kurangnya variasi penggunaan dan pemanfaatan sumber belajar yang digunakan oleh guru menjadi salah satu faktor siswa menganggap mata pelajaran IPS membosankan untuk dipelajari. Materi pelajaran IPS yang terlalu banyak dan bersifat hafalan menjadikan siswa beranggapan bahwa mata pelajaran IPS kurang menarik, sehingga menyebabkan siswa menjadi kurang aktif dalam pembelajaran IPS. Untuk mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut dapat dilakukan beberapa cara, diantaranya adalah dengan penggunaan dan pemanfaatan sumber belajar yang menarik dan memudahkan siswa untuk memahami materi pembelajaran. Berdasarkan permasalahan yang ada, diperlukan adanya upaya untuk memecahkan masalah tersebut. Belum adanya sumber belajar berbentuk brosur yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran IPS, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian Pengembangan Brosur 4

Sebagai Sumber Belajar IPS SMP kelas VII dengan materi keadaan alam dan aktivitas penduduk Indonesia. B. KAJIAN PUSTAKA 1. Sumber Belajar Menurut Abdul Majid (2013:170), sumber belajar merupakan berbagai bentuk informasi yang disajikan dalam bentuk media dan dapat digunakan siswa sebagai alat bantu belajar untuk melakukan proses perubahan tingkah laku. Fatah Syukur (2008:93), menambahkan bahwa pada dasarnya sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran merupakan suatu sistem terdiri dari sekumpulan bahan yang secara sengaja disusun atau dibuat agar memungkinkan siswa belajar secara mandiri. Terdapat berbagai macam jenis sumber belajar, mulai dari yang paling sederhama sampai dengan yang paling canggih dan rumit. Fatah Syukur (2008:95) mengklasifikasikan jenis-jenis sumber belajar diantaranya yaitu: a. Sumber belajar cetak: buku, majalah, koran, brosur, poster, komik, dan ensiklopedi. b. Sumber belajar non cetak: film, slides, vidio, transparansi, dan objek. c. Sumber belajar yang berbentuk fasilitas: perpustakaan, ruangan belajar, studio, lapangan olah raga, dan lain sebagainya. d. Sumber belajar yang berupa kegiatan: wawancara, kerja kelompok, observasi, simulasi, dan permainan. e. Sumber belajar yang berupa lingkungan masyarakat; taman, terminal, pasar, pabrik, museum, dan lain sebagainya. Dari uraian di atas, maka brosur merupakan sumber belajar berbahan cetak dan dapat digunakan sebagai alat bantu belajar siswa baik didalam maupun diluar kelas. 5

2. Brosur Menurut Andi Prastowo (2012:38) brosur merupakan suatu bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara sistematis. Brosur juga diartikan sebagai selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat dan lengkap. Sementara itu, Simamora (Ruth Stefanie, 2013:4), menjelaskan bahwa brosur umumnya ditujukan untuk menciptakan pengetahuan. Kekuatan brosur dapat dilihat pada tampilan atau layout, ukuran, dan frekuensi. Abdul Majid (2013:177) yang menjelaskan bahwa brosur dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang menarik, karena bentuknya yang menarik dan praktis. Selain itu, ilustrasi gambar pada brosur juga dapat menambah minat siswa untuk belajar menggunakan sumber belajar dengan bentuk brosur. Penggunaan ilustrasi gambar dan penjelasan singkat pada brosur menjadikan materi yang disajikan menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa. Materi yang mudah dipahami dan dipelajari siswa melalui sumber belajar dengan bentuk brosur akan menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa brosur merupakan sumber belajar berbahan cetak yang didalamnya terdapat gambar atau tulisan yang berisikan penjelasan-penjelasan singkat mengenai sesuatu informasi tertentu. Brosur dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang menarik dalam pembelajaran di kelas, karena bentuknya yang sederhana dan praktis, selain itu dengan adanya ilustrasi gambar dalam sebuah brosur akan menarik minat siswa untuk menggunakannya. 3. Hakekat Ilmu Pengetahuan Sosial Menurut Trianto (2013:171), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum dan budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang ada. Numan Somantri (2001:74) menambahkan bahwa pendidikan IPS merupakan suatu penyederhanaan disiplin ilmu-ilmu sosial, ideologi negara maupun ilmu 6

lainnya yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. IPS mempunyai karakteristik sebagai ilmu yang terintegrasi dengan berbagai unsur-unsur keilmuan seperti geografi, sejarah, ekonomi, hukum dan politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga bidang humaniora, pendidikan, dan agama. Standar kompetensi dan kompetensi dasar dikemas dari unsur-unsur IPS sehingga dapat memunculkan berbagai topik (tema) tertentu berdasarkan fakta yang ada terutama berkaitan mengenai fenomena atau masalah sosial. Numan Somantri (2001: 260-261) mengemukakan pembelajaran IPS memiliki tujuan pada tingkat sekolah yaitu untuk memberikan pengetahuan sosial kepada siswa, menjadikan para siswa menjadi warga negara yang baik, dan dapat mempelajari masalah-masalah sosial serta menemukan cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa IPS merupakan studi tentang sejarah, ekonomi, politik, antropologi, sosiologi, kewarganegaraan, geografi, dan seluruh komponen sosial. IPS mempunyai karakteristik sebagai ilmu yang terintegrasi dengan unsur-unsur keilmuan sosial yang lain. Tujuan pembelajaran IPS adalah memberikan bekal pengetahuan sosial kepada siswa untuk dapat hidup sebagai warga negara yang baik, demokratis, dan mampu menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. C. METODE PENELITIAN 1. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2011: 297) penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Jadi, untuk menghasilkan suatu produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji kelayakan produk tersebut agar dapat berguna untuk masyarakat luas. 7

2. Prosedur Penelitian Prosedur yang digunakan dalam pengembangan ini mengadopsi dari model pengembangan Sugiyono (2011:298) yang dijelaskan melalui bagan di bawah ini: Potensi dan Masalah Pengumpulan Data Desain Produk Validasi Desain Uji Coba Pemakaian Revisi Produk Uji Coba Produk Revisi Desain Revisi Produk Produksi Massal 3. Uji Coba Produk Gambar 1. Langkah-langkah penggunaan Metode R&D (Sumber. Sugiyono, 2011:298) a. Desain Uji Coba Uji coba produk sangat penting dilakukan untuk mengetahui kualitas sumber belajar yang dikembangkan. Uji coba ini untuk mengetahui produk yang dikembangkan mempunyai kualitas layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Sebelum diuji cobakan, produk sumber belajar berupa brosur divalidasi dahulu oleh ahli materi dan ahli media kemudian dilakukan revisi tahap pertama. Setelah itu, dilakukan validasi oleh guru IPS untuk selanjutnya dilakukan revisi kedua. Setelah proses revisi kedua, dilakukan uji coba produk kepada siswa kelas VII G SMP N 1 Lasem, Rembang. Hasil revisi setelah dilakukan uji coba ini akan menjadi produk akhir dari sumber belajar yang dikembangkan. b. Subjek Uji Coba Subjek uji coba produk brosur sebagai sumber belajar dengan materi keadaan alam dan aktivitas penduduk Indonesia ini adalah siswa SMP kelas VII G SMP N 1 Lasem, Rembang yang berjumlah 32 siswa. 8

c. Waktu Uji Coba Setelah produk mendapat validasi dari ahli materi dan mahli media di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, dan validasi dari guru IPS yang dilakukan pada awal bulan Mei 2014. Uji coba produk kemudian dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei 2014. 4. Teknik Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode kuesioner (angket). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2011:142). Metode ini digunakan untuk memperoleh data-data yang lebih lengkap tentang validasi ahli materi, ahli media, guru IPS, dan pendapat serta komentar siswa tentang sumber belajar brosur yang dikembangkan. 5. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data merupakan alat bantu yang digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini dengan kuesioner/angket bentuk check list yaitu sebuah daftar dimana responden memberikan tanda check list ( ) pada kolom yang tersedia. Instrumen pada angket atau kuesioner dalam pengembangan ini disusun dan dikembangkan sendiri berdasarkan uraian ahli yang ada pada kajian teori. Angket ini digunakan untuk menilai produk hasil pengembangan yang ditujukan pada ahli materi, ahli media dan guru mata pelajaran IPS berdasarkan beberapa komponen, sedangkan siswa diminta untuk memberikan respon atau tanggapan tentang produk sumber belajar yang dihasilkan. Komponen penilaian untuk ahli materi terdiri dari kualitas isi dan kualitas teknis, untuk ahli media terdiri dari komponen penyajian, bahasa, dan kegrafikan, sedangkan guru meliputi komponen isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikan. 9

Tabel 1. Kisi-Kisi Instrumen Pengumpulan Data Untuk Ahli Materi No. Komponen Sub komponen Jumlah kriteria 1. Kualitas Isi Kesesuaian dengan KI dan 2 KD Penyajian materi 11 2. Kualitas Teknis Kebahasaan 4 Keterbacaan 5 Tabel 2. Kisi-Kisi Instrumen Pengumpulan Data Untuk Ahli Media No. Komponen Sub komponen Jumlah kriteria 1. Penyajian & Kelengkapan informasi 6 Bahasa Bahasa yang digunakan 3 2. Kegrafikan Penggunaan huruf dan gambar 11 Tabel 3. Kisi-Kisi Instrumen Pengumpulan Data untuk Guru No Komponen Sub komponen Jumlah kriteria 1. Isi/Materi Kesesuaian dengan KI dan 11 KD 2. Penyajian & Kelengkapan Brosur 5 Bahasa Komunikatif 6 3. Kegrafikan Jenis huruf dan gambar yang digunakan 10 Tabel 4. Kisi-Kisi Instrumen Tanggapan untuk Siswa No Komponen Sub komponen Jumlah kriteria 1. Isi/Materi Materi mudah dipahami 4 2. Penyajian Kelengkapan informasi 4 dalam brosur 3. Bahasa Bahasa mudah dipahami 2 4. Kegrafikan Jenis huruf dan gambar yang digunakan 5 10

6. Teknik Analisis Data Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan brosur sebagai sumber belajar IPS. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Secara garis besar, perhitungan untuk memperoleh skor akhir dapat dilakukan dengan rumus yang diadopsi dari Eko P. Widoyoko sebagai berikut: = Keterangan : = rerata skor tiap komponen = jumlah skor yang diperoleh = jumlah aspek yang dinilai Dari rumus di atas, dihasilkan rerata skor untuk mengetahui kualitas brosur sebagai sumber belajar. Rerata skor kondisi brosur sebagai sumber belajar dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 5. Klasifikasi Penilaian Ideal untuk Tiap Komponen Rumus Rerata Skor Kategori > + 1,8 > 4,2 Sangat Baik (SB) + 0,6 < + 1,8 > 3,4-4,2 Baik (B) 0,6 < + 0,6 > 2,6-3,4 Cukup (C) 1,8 < 0,6 > 1,8 2,6 Kurang (K) Keterangan : > 1,8 1,8 Sumber: Eko P. Widoyoko (2013:238) Sangat Kurang (SK) (Rerata Ideal) = (skor maksimum ideal + skor minimum ideal) (Simp. Baku Ideal) = (skor maksimum ideal - skor minimum ideal) X = skor empiris 11

Penilaian dalam pengembangan brosur sebagai sumber belajar ini ditentukan dengan nilai minimum C dengan kategori cukup. Jika hasil penilaian oleh ahli materi dan ahli media memberikan hasil akhir C, maka pengembangan sumber belajar dengan bentuk brosur pada penelitian pengembangan ini dikategorikan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran IPS di SMP. D. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, disajikan hasil penelitian dan pembahasan dari pengembangan sumber belajar IPS dengan bentuk brosur. Hasil penelitian ini menyajikan data yang diperoleh dari pengumpulan data, proses pengembangan dan pembuatan produk, hasil validasi (ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran IPS), dan hasil uji coba lapangan (siswa). 1. Hasil Penelitian a. Deskripsi Lokasi Penelitian Uji coba produk sumber belajar dengan bentuk brosur ini dilakukan di SMP Negeri 1 Lasem, Rembang yang beralamat di Jalan Sultan Agung No. 1 Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Subjek uji coba terdiri dari 32 siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Lasem, Rembang. Uji coba produk sumber belajar dilakukan di SMP Negeri 1 Lasem, Rembang karena guru di SMP tersebut belum mengembangkan dan menggunakan sumber belajar dengan bentuk brosur pada saat proses pembelajaran. Uji coba produk dilakukan pada hari Rabu, 21 Mei 2014 pukul 09.00-10.30 WIB. b. Hasil Validasi Ahli 1) Validasi Ahli Materi Validasi ini dilakukan untuk memperoleh data tentang kelayakan sumber belajar dilihat dari aspek materinya, serta memperoleh kritik dan saran terhadap kebenaran isi materi. Hasil validasi ahli materi mendapatkan rerata skor 4,1 atau Baik 12

2) Validasi Ahli Media Validasi dosen ahli media ini bertujuan untuk mendapatkan informasi, kritik, dan saran agar sumber belajar yang dikembangkan oleh peneliti menjadi produk yang berkualitas secara penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan. Validasi ahli media dilakukan 2 kali. Rerata skor akhir diperoleh 4,6. Rerata yang berada pada rentang > + 1,8 dengan rerata skor > 4,2 atau dengan kategori Sangat Baik. c. Validasi Guru Mata Pelajaran IPS Validasi guru mata pelajaran IPS dilakukan bertujuan untuk memperoleh data mengenai kesesuaian materi yang ada pada sumber belajar dengan materi yang diajarkan di sekolah, serta memperoleh kritik dan saran terhadap kebenaran isi materi, agar sumber belajar yang dikembangkan menjadi produk yang berkualitas secara teknik penyajian, pemilihan gambar, serta isi materi dalam sumber belajar. Data yang diperoleh dari guru sebagai validator sumber belajar yang telah dikembangkan oleh peneliti mendapat rerata skor 4,5. Rerata skor tersebut berada pada rentang > + 1,8 dengan rerata skor > 4,2 atau dengan kategori Sangat Baik. d. Uji Coba Produk Uji coba produk dilakukan di SMP Negeri 1 Lasem, Rembang kelas VII G yang berjumlah 32 siswa. Uji coba dilakukan pada hari Rabu, 21 Mei 2014. Dari uji coba produk oleh siswa didapat rerata skor terendah 3,7 dan rereta skor tertinggi 4,8. Rerata skor kelas yang didapat dalam uji coba ini adalah sebesar 4,3. Rerata skor uji coba produk oleh siswa pada satu kelas didapat rerata skor kelas 4,3 berada pada rentang > + 1,8 atau dengan rerata skor > 4,2 atau dengan kategori Sangat Baik. 13

Berdasarkan uraian di atas, dapat dijelaskan rerata skor hasil validasi dari ahli materi sebesar 4,1; ahli media sebesar 4,6; dan guru mata pelajaran IPS sebesar 4,5 serta uji coba produk kepada siswa sebesar 4,3. Dari hasil tersebut, brosur yang dikembangkan peneliti dapat dikategorikan Sangat Baik. Hasil seluruh validasi dan uji coba produk oleh siswa tersebut dapat dijelaskan melalui grafik berikut ini: Hasil Seluruh Validator dan Uji Coba Produk 5 4,5 Rerata Skor 4 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 Hasil Validasi dan Uji Coba Ahli Materi Ahli Media Guru IPS Siswa Gambar 2. Grafik Hasil Seluruh Validator & Uji Coba Produk Secara keseluruhan, hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa sumber belajar dengan bentuk brosur yang dikembangkan oleh peneliti dinyatakan layak digunakan. Siswa berpendapat bahwa sumber belajar tersebut menarik dan sangat membantu dalam proses belajar yang mereka lakukan. Sumber belajar dengan bentuk brosur tersebut siap untuk diproduksi dalam jumlah yang banyak untuk masyarakat. 14

E. SIMPULAN DAN SARAN 1. Simpulan Berikut adalah simpulan dari penelitian pengembangan ini. a. Mengembangkan brosur sebagai sumber belajar dapat dilakukan dengan 1) pengumpulan data tentang materi dan studi pustaka yang berhubungan dengan produk yang akan dikembangkan; 2) perencanaan yang meliputi pemilihan materi yang akan disajikan pada produk; 3) pengembangan produk untuk mencari dan memilih tampilan dan ilustrasi gambar yang sesuai dengan materi; 4) penilaian yang dilakukan ahli materi, ahli media, guru, dan tanggapan serta saran siswa pada saat uji coba produk untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan untuk selanjutnya direvisi. Hasil revisi dari uji coba produk oleh siswa akan menjadi produk akhir dalam pengembangan ini. b. Brosur sebagai sumber belajar yang dikembangkan dalam peneitian ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPS. Hasil tersebut diperoleh dari validasi oleh 1) dosen ahli materi dengan rerata skor sebesar 4,1 atau dalam kategori Baik ; 2) dosen ahli media dengan rerata skor sebesar 4,6 atau dalam kategori Sangat Baik ; 3) guru dengan rerata skor sebesar 4,5 atau dalam kategori Sangat Baik ; d) tanggapan dan respon siswa pada saat uji coba produk sebesar 4,3 atau dalam kategori Sangat Baik. 2. Saran Beberapa saran dalam penelitian pengembangan ini, diantaranya: a. Bagi pembaca diharapkan melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut terhadap sumber belajar dengan bentuk brosur. b. Setiap siswa sebaiknya menggunakan borus sebagai sumber belajar yang dikembangkan oleh peneliti secara mandiri, agar memperoleh manfaat dan pemahaman yang lebih optimal. c. Guru sebaiknya dapat mengembangkan sumber belajar dengan bentuk brosur agar proses belajar mengajar menjadi lebih menarik. 15

d. Pihak sekolah diharapkan dapat memberikan pelatihan terhadap guruguru untuk mengembangkan sumber belajar, khususnya dengan bentuk brosur. DAFTAR PUSTAKA Abdul Majid. (2013). Perencanaan Pembelajaran, Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Andi Prastowo. (2012). DIVA Press. Panduan Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Eko Putro Widoyoko. (2013). Pustaka Pelajar. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Fatah Syukur. (2008). Teknologi Pendidikan. Semarang: RaSAIL Media Group. Muhammad Numan Somantri. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Trianto. (2013). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara. 16