BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisi data mengunakan metodemetode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode Penelitian ini, pada dasarnya merupakan suatu cara ilmiah untuk

BAB III METODE PENELITIAN. masalah-masalah yang ditimbulkan oleh fakta tersebut. 33 Oleh karena itu,

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris atau istilah ini

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif. Penulis menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN. Bagian ini merupakan salah satu inti dari penelitian yang harus

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah suatu cara yang dapat digunakan dalam

BAB III METODE PENELITIAN. cara untuk melakukan penyelidikan dengan menggunakan cara-cara tertentu yang

BAB III METODE PENELITIAN. tidaknya suatu penelitian, yang merupakan cara-cara dalam melaksanakan

BAB III METODE PENELITIAN. Metode merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian lapangan. Peneliti menggambarkan secara detail dan mendalam tentang

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian hukum empiris (empiricial law research). Penelitian hukum empiris

BAB III METODE PENELITIAN. pengetahuan maupun teknologi. Hal ini disebabkan oleh karena penelitian. terhadap data yang telah dikumpulkan dan diolah.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dalam proposal adalah sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. karena itu penentuan jenis penelitian didasarkan pada pilihan yang tepat karena

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu yang diperlukan untuk melakukan penelitian ini dimulai dari

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. sebagai sarana untuk memperoleh data-data yang lengkap dan dapat dipercaya

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam tiap penelitian, metode penelitian merupakan urutan tentang bagaimana penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. permasalahan yang telah penulis tetapkan adalah Badan Amil Zakat (BAZ) kota

BAB III METODE PENELITIAN. masalah. Apabila seseorang peneliti ingin melakukan kegiatan-kegiatan penelitian, maka

BAB III METODE PENELITIAN. kemudian dilanjutkan dengan penelitian terhadap data primer dilapangan, atau

BAB III METODE PENELITIAN. jenis penelitian ini adalah penelitian empiris atau penelitian lapangan (field

BAB III METODE PENELITIAN. permasalahan dan fokus penelitian. Metode kualitatif adalah langkah-langkah

BAB III METODE PENELITIAN. dan analisis data yang diperlukan guna menjawab masalah yang dihadapi. 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian hukum sosiologis atau

BAB III METODE PENELITIAN. sangat penting dalam suatu penelitian, berhasil tidaknya suatu penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi

BAB III METODE PENELITIAN. lapangan (field research). Penelitian (research) adalah usaha yang dilakukan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. proposisi-proposisi akhir dalam bidang pengetahuan tertentu. 62

BAB III METODE PENELITIAN. terdiri dari dua kata methodos dan logos. Methodos adalah cara atau metode

BAB III METODE PENELITIAN. yang berasal dari Bahasa Inggris : method, bahasa latin : methodus, Yunani :

BAB III METODE PENELITIAN. Guna mendapatkan data yang valid, maka penulis akan langsung mengunjungi

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian hukum sosiologis atau empiris. 57 Karena dalam hal ini peneliti. didapat dari berbagai literatur yang berkaitan.

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan peneliti dalam

BAB III METODE PENELITIAN. akan berimplikasi pada keseluruhan perjalanan riset. pengumpulan data dari informan yang telah ditentukan 53.

BAB III METODE PENELITIAN. lapangan guna memperoleh data tentang tinjauan hukum islam dan hukum

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara yang digunakan dalam suatu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di pusat perbelanjaan hand phone dan produk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu 1 sehingga dapat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian diadakan di Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh. (LAGZIS) Baitul Ummah MALANG yang beralamat di Jalan Kamelia

BAB III METODE PENELITIAN. melakukan riset. Sedangkan metode penelitian adalah: metode untuk mempelajari

BAB III METODE PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 1 Dengan kata lain

BAB III METODE PENELITIAN. Pengadilan Agama dan Pakar Hukum Islam Kabupaten Jember terkait dengan konsep

BAB III. Metode Penelitian. beralamat di Jl. Ade Irma Suryani 2-4, kota Malang. Adapun alasan pemilihan

BAB III METODE PENELITIAN. dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hatihati

BAB III METODE PENELITIAN. wawancara dan dokumentasi. Penelitian hukum empiris digunakan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data

BAB III METODE PENELITIAN. ini menggunakan penelitian kepustakaan (library reseach); yaitu suatu penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini menggunakan metode sebagai berikut: Penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. KH.Drs. Muhammad Qoyyim Ya qub dan lewat beliau Tarekat Syadziliyah

BAB III METODE PENELITIAN. pemecahan suatu masalah yang digunakan untuk tujuan tertentu. 1 Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Menentukan jenis penelitian sebelum terjun ke lapangan adalah sangat

BAB III METODE PENELITIAN. atau melaksanakan penelitian secara lebih baik atau lebih lengkap serta untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: serta juga berpedoman pada teori hukum yang ada.

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian hukum sosiologis atau empiris. Pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. petunjuk dalam melaksanakan penelitian atau penyelidikan. Manfaat dari

BAB III METODE PENELITIAN. outsourcing selain itu perusahaan ini terbuka dalam memberikan informasi tentang

BAB III METODE PENELITIAN. adanya data lapangan sebagai sumber data utama. Jenis penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dan interaksi suatu social, individu, kelompok, lembaga, dan masyarakat. 60

BAB III METODE PENELITIAN. kata metoda (metodology) dan penelitian (research). Secara etimologi,

BAB III METODE PENELITIAN. terorganisasi untuk menyelidiki suatu masalah tertentu. solusi atau jawaban atas masalah yang diteliti.

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam proposal ini adalah pendekatan kualitatif. Yaitu suatu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian pengelolaan zakat hasil tambang. Perusahaan ini dijadikan sebagai

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada kamar kos-kosan yang berlokasi di

BAB III METODE PENELITIAN. subyek penelitian mislanya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain. 1

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mendalam terhadap fakta dan mengusahakan suatu pemecahan atas masalah-masalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tanpa menggunakan metode (cara) dalam meneliti, maka peneliti tidak akan

BAB III METODE PENELITIAN. tidaknya metode yang digunakan. Dengan demukian, agar penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Kata metode menurut Kamus Ilmiah Populer adalah cara yang teratur dan

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan cara atau metode yang benar dalam penelitian tersebut.

BAB III METODE PENELITIAN. paradigma Interpretif fenomenologis dimana paradigma ini dipakai dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Dilihat dari jenisnya, penelitian ini adalah field research (penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah study empiris atau analisis-deskriptif tentang suatu

BAB III METODE PENELITIAN. menuju proposisi-proposisi akhir dalam bidang pengetahuan tertentu pedoman dalam penelitian ialah, sebagai berikut;

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research),

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini termasuk dalam kategori jenis penelitian Field Research

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tentang pelanggaran prosedur perceraian bagi PNS di

BAB III METODE PENELITIAN. perceraian terbanyak di Jawa Timur setelah Banyuwangi. memudahkan proses penelitian skripsi ini.

BAB III METODE PENELITIAN. Hukum Fikih Terhadap Status Hukum Anak akibat dari riddah dalam. dan 1 bulan untuk menganalisis data hasil penelitian.

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN Secara umum, penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuantujuan tertentu. Pengumpulan dan analisi data mengunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif, ekspremental atau noneksprimental, interaktif atau non intraktif. Metode-metode tersebut telah dikembangkan secara intensif, melalui uji coba sehingga telah memiliki prosedur yang baku. Metode penelitian adakalanya juga disebut metodologi penelitian (sebenarnya kurang tepat tetapi banyak digunakan), dalam makna yang lebih luas bisa berarti disen atau rancangan penelitian. Rancangan ini berisi rumusan 24

25 tentang objek atau subjek yang akan diteliti, teknik-teknik pengumpulan data, prosedur pengumpulan dan analisis data berkenaan dengan fokus masalah tertentu. 1 Pada dasarnya metode penelitian merupakan suatu cara ilmiahuntuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu 2. Hal demikian Penelitian berangkat dari suatu permasalahan yang bertujuan sistem kedisiplinan ilmu, yang pada umumnya tujuan penelitin bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan.sehingga permasalahan yang digunakan dapat menpunyai kecocokan dengan metode penelitian. A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Empiris atau Lapangan. Adapun pengertian dari penelitian empiris merupakan penelitian yang pada awalnya adalah data sekunder,, untuk kemudian dilanjutkan dengan penelitian tehadap data primer dilapangan, atau terhadap masyarakat 3 Penelitian Hukum empiris juga menggunakan data sekunder sebagai data awalnya, yang kemudian dilanjutkan dengan data primer atau data lapangan. Akibat dari jenis datanya (data sekunder dan data primer), maka alat pengumpul datanya terdiri dari studi dokumen; pengamatan (observasi), dan wawancara (Interview). 4 Pada penelitian hukuum empiris atau sosiologis selalu diawali dengan studi dokumen, sedangkan pengamatan (observasi) digunakan pada penelitian 1 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), h. 5 2 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif R&D. (Bandung: Peneribit Alfabeta, 2010), h. 2 3 Soerjono Soekanto,Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: UI-Press,2006), 52 4 Amiruddin, SH,. M.Hum. H. Zainal Asikin, S.H, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta; Raja GrafindoPersada), h. 134

26 yang hendak mencatat atau mendeskripsikan prilaku (hukum) masyarakat.wawancara (interview) digunakan pada penelitian yang mengetahui misalnya; persepsi, kepercayaan, motivasi, informasi, yang sangat pribadi sifatnya.penetapan sampling harus dilakukan, terutama jika hendak meneliti perilaku (Hukum) warga masyarakat dan pengelolaan datanya dapat dilakukan baik secara kualitatif atau kuantitatif. Akhirnya, kegunaan penelitian hukum empiris adalah untuk mengetahui bagaimana hukum itu dilaksanakan termasuk proses penegakan hukum (law enforcement) Karena penelitian jenis ini dapat mengungkapkan permasalahanpermasalahan yang ada dibalik pelaksanaan dan penegakan hukum. Disamping itu, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dalam penyusunan suatu peraturan perundang-undangan. 5 Penelitian Hukum Empiris mempunyai dua tujuan yang pertama,menggambarkan dan mengungkap, dan kedua, menggambarkan dan menjelaskan. Kebanyakan penelitian Empiris memberikan penjelasan mengenai peristiwa dengan mencari makna yang sesungguhnya menurut persepsi partisipan. Maka dengan hal ini peneliti bisa mengungkap fakta yang sesungguhnya, berhubungan dengan Makna Lafadz Idrib Menurut Ulama Kabupaten Malang, dan dapat mengetahui cara penyelesaian perselisihan dalam kehidupan rumah tangga menurut Ulama Kabupaten Malang. 5 Amirudin,Asikin, 135

27 B. Pendekatan Penelitian Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan Kualitatif adalah sustu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktifitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. 6 Beberapa deskripsi digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah kepada penyimpulan.penelitian kualitatif bersifat induktif; peneliti membiarkan permasalahan-permasalahan muncul dari data atau dibiarkan terbuka untuk interpretasi.data dihimpun dengan pengamatan yang seksama, mencakup deskripsi dalam konteks yang mendetail disertai catatan-catatan hasil wawancara yang mendalam, serta hasil analisis dokumen dan catatan-catatan. Penelitian Kualitatif memeliki dua tujuan utama, yaitu pertama, Menggambarkan dan mengungkap, dan yang kedua menggambarkan dan menjelaskan.kebanyakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan eksplanatori.beberapa penelitian memberikan deskripsi tentang situasi yang kompleks, dan arah bagi penelitian selanjutnya.penelitian memberikan eksplanasi (kejelasan) tentang hubungan antara peristiwa dengan makna terutama menurut persepsi partisipan. 7 Pada pendekatan penelitian kualitatif ini, peneliti menggunakan metode kualitatif interaktif.metode Kualitatif Interaktif merupakan studi yang mendalam 6 Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung; Rosda, 2005), 60 7 Sukmadinata, Penelitian Pendidikan, h.60.

28 menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnya.peneliti mnginterpretasikan bagaimana orang mencari makna daripadanya. Dengan pendekatan kualitatif tersebut, peneliti dapat mendeskripsikan data dari hasil pengamatan dan penelitian yang telah dilakukan di Desa Wonokerto Kecamatan Bantur Kabupaten Malang dan Desa Penarukan Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Yaiitu yang berhubungan dengan permasalahan dalam hal cara melakukan penyelesaian perselisihan yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga dan untuk mengetahui makna Lafdaz Idrib Menurut pendapat dari para Ulama di Kabupaten Malang. C. Lokasi Penelitian. Cara terbaik yang perlu ditempuh dalam penentuan penelitian ialah dengan jalan mempertimbangkan teori substansi yaitu pergilah dan jajahilah lapangan untuk melihat apakah terdapat kesesuaian dengan kenyataan yang berada di lapangan. 8 Lokasi penenelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan di kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dan di Kecamatan gondanglegi Kabupaten Malang Adapun alasan pengambilan lokasi tersebut, dikeranakan di Gondanglegi ditemukan Ulama Yang dikategorikan sebagai Ulama Salafi, sedangkan di Kecamtan Kepanjen ditemukan Ulama yang dikategorikan sebagai Ulama Modern dan Ulama Kontemporer. Maka dengan hal ini peneliti bisa mengungkap fakta yang sesungguhnya, berhubungan dengan permasalahan dalam hal cara 8 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2002). h.86

29 melakukan penyelesaian perselisihan yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga dan untuk mengetahui makna Lafdaz Idrib. Menurut pendapat dari para Ulama di Kabupaten Malang. D. Sumber dan Jenis Data Sumber data adalah sesuatu yang sangat penting dalam suatu penelitian. Yang dimaksud dengan sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tidakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lai-lain.: 9 1) Data primer ini diperoleh dengan menggunakan metode wawacara dengan sumber pertama tanpa perantara. Dalam hal ini peneliti mewawancarai Dua Tipologi Ulama yaitu; Ulama Salafi. Dan Ulama modern; yang terdiri dari Mubaligh dan Akademisi. Yaitu yang dilakukan dengan KH. Mukhlis Yahya,KH. Zainul Fanani, KH. M Suadi Said, agar mendapatkan pendapat tentang makna Lafadz Idhrib Menurut Ulama Salaf. Selanjutnya Wawancara dengan KH. Abdul Wahab, Ust. Munir, Ustdz. Siti Romlah, agar mendapatkan pendapat tentang Makna Lafadz Idhrib Menurut Ulama Moderen. Selanjutnya Wawancara dengankh. Zainul Arifin, Ust. Arbain Nurdin, Ustdz. Esti Luluin, agar mendapatkan pendapat tentang Makna Lafadz Idhrib Menurut Ulama Kontemporer. 2) Sumber data sekunder atau data tangan ke dua adalah: data yang diperolah oleh peneliti dari subjek penelitiannya. Data sekunder biasanya berwujud data dokumentasi atau data laporan yang sudah tersedia. 10 Data sekunder Adalah data yang mendukung adanya data utama. Data sekunder 9 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002),157 10 Saifuddin Azwar, Metode Penelitian (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998), 91.

30 dirumuskan untuk menunjang validitas dan realibilitas data primer. 11 Data skunder dapat juga diperoleh melalui literatur atau buku-buku yang berkaitan dengan pokok pembahasan, di antaranya yaitu Perkawinan Idaman, Syaikh Mahmud Al-Misri, fiqih Sunnah, oleh Sayyid Sabiq, dan buku-buku lain yang berkaitan dengan NusyuzDan makna Lafadz Idhrib yang terdapat dalam Qs An-Nisa Ayat 34. E. Metode Pengumpulan Data Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. 12 Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah semi terstruktur.pada awalnya interviwer menanyakan beberapa pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih jauh. 13 Jenis wawancara semi terstruktur ini peneliti gunakan agar dalam proses wawancara peneliti tidak kebingungan dalam berdialog. Juga berfungsi untuk memperoleh jawaban yang lebih luas dari informasi yang diberikan informan. Dalam wawancara ini, peneliti telah menentukan beberapa informan, Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara langsung dengan tiga Tipologi Ulama Tersebut, Yaitu dengan, KH. Mukhlis Yahya,KH. Zainul Fanani, KH. M Suadi Said 11 Tim Dosen Fakultas Syari ah UIN Malang, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah,(Malang: 2011), h. 29 12 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002),h. 186 13 Suharsimi Arikunto, prosedur penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.( Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006) h. 227.

31 sebagai Ulama yang bertipologi Salafi. KH. Abdul Wahab, Ust. MunirUstdz. Siti Romlah sebagai Ulama yang bertipologi Modern.KH. Zainul Arifin, Ust. Arbain Nurdin, Ustz. Esti Luluin, sebagai ulama yang bertipologi Kontemporer. hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi yang sangat inti dari pandangan dan jawaban para Ulama tentang makna Lafadz idrib yang terdapat dalam surat An-Nisa Ayat 34.Serta pendapat tentang cara mengatasi atau menyelesaikan perselisihan dalam kehidupan rumah Tangga. Adapun jenis data yang diperoleh pada saat wawancara adalah data-data primer yang berupa hasil wawancara secara langsung terhadap informan penelitian. F. Metode Pengolahan dan Analisis Data Metode Pengolahan data pada dasarnya tergantung pada jenis datanya, upaya yang dilakukan bekerja yang diperoleh dari sumber data primer, sumber data sekunder, pendapatan dari dengan data, pengorganisasian data, memilahmilahnya menjadi satuan dapat dikelola, mensitesiskannya, mencari dan menemukan pola, apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan orang lain. Setelah data dikumpulkan dari lapangan dengan lengkap, maka tahap berikutnya adalah pengolahan dan menganalisis data. 14 Metode Pengelolahan data dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Edit (Editing) Sebelum diolah data yang telah diperoleh perlu di edit terlebih dahulu. Dengan kata lain data atau keterangan yang dikumpulkan yang 14 Bambang Sunggono, Motode Penelitian Hukum, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003), h. 125

32 perlu dibaca sekali lagi dan diperbaiki jika masih terdapat hal-hal yang salah atau yang masih meragukan 15. 2) Klasifikasi (Clasifiying) Klasifikasi adalah klasifikasi (pengelompokan), data hasil dokumentasi diklarifikasi berdasarkan katagori tertentu 16. Proses pengelompokan data yang diperlukan. Seluruh data yang berasal dari wawancara dan dokumentasi dibaca. a. Verifikasi (Verifiyeng) Adalah suatu tindakan untuk mencari kebenaran tentang data-data yang diperoleh, sehingga pada nantinya dapat meyakinkan kepada pembaca tentang kebenaranya penelitian tersebut 17 b. Konklusi (Concluding) Langkah terakhir adalah kongklusi atau menarik kesimpulan, dalam artian cara penganalisa data-data secara prehensif serta menghubungkan makna data yang diperoleh peneliti. Penyimpulkan datadata harus dilakukan secara cermat dengan mengecek kembali data-data yang telah diperoleh 18.Khususnya tentang Makna Lafadz Idrib menurut pandangan Ulama Kabupaten Malang. 15 Moh. Nazir,PH.D, Metode Penelitian, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2009), h. 358 16 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), h. 104-105 17 Nana Sudjana dan Ahwal Kusuma, Proposal Penelitian: Di Perguruan Tinggi, (Bandung: Sinar Baru Aldasindo, 2000), h. 85 18 Nana Sudjana dan Awalkusumah, Proposal Penelitian di Perguruan Tinggi: Panduan bagi Tenaga Pengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo,2000), h. 89

33 G. Metode Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan kerja seperti yang disarankan oleh data. 19 Dari rumusan tersebut diatas dapatlah kita menarik bahwa analisis data bermaksud pertamatama mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan tanggapan peneliti, gambar,foto,dokumen, berupa laporan beografi artikel dan sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengkategorisasikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan untuk menemukan tema dan hipotesis kerja yang pada akhirnya diangkat menjadi teori subtantif. Adapun metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yakni metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang akan diamati. sehingga dapat menggambarkan keadaan atau status fenomena mengenai Makna Lafadz Idhrib yang terdapat Pada Qs. An-Nisa Ayat 34 Menurut Ulama Kabupaten Malang. 19 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002),h. 280-281