III. METODE PENELITIAN. Lampung tahun ajaran 2011/2012 yang tersebar dalam sepuluh kelas yang berjumlah

dokumen-dokumen yang mirip
III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X MA Negeri 1 Bandar Lampung

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 13 Bandar

III. METODELOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA N 7 Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Perintis 1

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Persada Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Natar

III. METODOLOGI PENELITIAN. siswa dan tersebar dalam lima kelas yaitu XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, XI IPA 4

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Swadhipa Tahun

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA YP Unila

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Persada Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X MAN 1 Bandar Lampung

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Yadika Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA semester ganjil

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

III. METODOLOGI PENELITIAN. lingkup dan waktu yang kita tentukan (Margono, 2010). Populasi dalam penelitian

III. METODELOGI PENELITIAN. Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 200

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Kimia Analis (KA) SMK-

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA semester genap SMA

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA MAN Poncowati

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah

III. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Purposive

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA YPU Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah

III. METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 1 Talang Padang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA N 7 Bandar

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 5 Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Al Azhar 3

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 7 Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMAN 1 Pringsewu

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Paramarta 1

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam peneltian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 14

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA sebanyak 5 kelas

III. METODOLOGI PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013, dengan jumlah siswa sebanyak 29

METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan pada penilitian ini adalah Eksperimental-semu

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 di SMP

III. METODOLOGI PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Bandar

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bandarlampung Kota Bandar

III. METODE PENELITIAN. yang terdiri dari 7 kelas yaitu kelas VIIIA - VIIIG. Pengambilan sampel dengan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 03 Februari 2014 sampai dengan 7 Juli 2014

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 29 Bandar Lampung. Populasi yang

III. METODE PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 262 siswa dan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di MAN 1 Bandar Lampung dengan populasi seluruh

III. METODOLOGI PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Muhammadiyah 2

III. METODOLOGI PENELITIAN. Lampung yang berjumlah 38 siswa. Waktu pelaksanaan penelitian ini dimulai

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Gajah Mada

METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Al-Kautsar Bandar

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Tunas Mekar Indonesia yang terletak di Jalan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Terbanggi Besar. Populasi dalam

METODE PENELITIAN. Bandarlampung Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa sebanyak 200

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Bandar Lampung. Populasi dalam

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Matlaul Anwar Padangcermin.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan subyek dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bandarlampung. Populasi dalam

III. METODOLOGI PENELITIAN. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Gajah Mada Bandar

METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 15 Bandar Lampung

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Bandarlampung.

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Semu (quasi

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Thiagarajan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen kuasi

III. METODE PENELITIAN. pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Kelas VIII di SMP

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 4 Bandar

III. METODE PENELITIAN. lingkup dan waktu yang kita tentukan (Margono, 2010). Populasi dalam penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pekalongan. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandar Lampung yang terletak di

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII MTs Al-Hikmah Bandar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Randomized Control-Group Pretest-Posttest, karena dalam melakukan

BAB III METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode Eksperimental. Di dalam penelitian ini tes

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu seluruh seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 29

METODE PENELITIAN. Penelitian dalam pengembangan modul kesetimbangan kimia berbasis multipel

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 28 Bandar Lampung.

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bandarlampung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri I Ketapang. penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri I Ketapang yang

III. METODE PENELITIAN. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP IT Nurul Iman Pesawaran yang terletak di di

BAB III METODE PENELITIAN. berbeda dengan metode eksperimen. Metode kuasi eksperimen ini merupakan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 7 Bandar Lampung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. SMPN 5 Bandar Lampung tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari enam kelas

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ngambur Pesisir Barat. Populasi

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester genap

METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Bandarlampung

III. METODELOGI PENELITIAN. Sugiyono (2012:3) menjelaskan bahwa metode penelitian adalah cara-cara ilmiah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

III. METODE PENELITIAN. SMP Negeri 1 Anak Ratu Aji, Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013 yang

METODE PENELITIAN. terdiri dari 6 kelas jurusan manajemen (Akuntansi, Pemasaran dan Perkantoran).

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Jurusan Bangunan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Xaverius 2 Bandarlampung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sribhawono.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

III. METODE PENELITIAN A. Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X MA Negeri 1 Bandar Lampung tahun ajaran 2011/2012 yang tersebar dalam sepuluh kelas yang berjumlah 448 siswa. Siswa tersebut merupakan satu kesatuan populasi, karena adanya kesamaan-kesamaan sebagai berikut: a. Siswa-siswa tersebut berada dalam tingkatan kelas yang sama, yaitu kelas X MA Negeri 1 Bandar Lampung. b. Siswa-siswa tersebut berada dalam semester yang sama, yaitu semester genap. c. Dalam pelaksanaan pengajarannya, siswa-siswa tersebut diajar dengan kurikulum yang sama (KTSP), dan jumlah jam belajar yang sama (3 jam pelajaran dalam setiap minggu). 2. Sampel Sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu (Margono, 2010). Dalam hal ini pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan perorangan atau peneliti. Pada hal ini seorang ahli yang dimintai saran dalam menentukan dua kelas yang akan dija-

20 dikan sampel adalah guru kimia kelas X yang mengajar di MA Negeri 1 Bandar Lampung. Berdasarkan pertimbangan dari peneliti dan guru mitra maka diambil kelas X 7 dan X 8, karena kedua kelas tersebut memiliki kemampuan akademik yang tergolong sama. Setelah diperoleh dua kelas sampel maka ditentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang pada akhirnya ditentukan kelas X 7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X 8 sebagai kelas kontrol. B. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang bersifat kuantitatif yaitu data hasil tes sebelum pembelajaran diterapkan (pretest) dan hasil tes setelah pembelajaran diterapkan (posttest) siswa. Sumber data dibagi menjadi dua kelompok yaitu : (1) data hasil pretest dan posttest kelompok eksperimen (2) data hasil pretest dan posttest kelompok kontrol. C. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan Non Equivalent Control Group Design yaitu desain kuasi eksperimen dengan melihat perbedaan pretest maupun posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. (Sugiyono, 2010) Tabel 2. Desain penelitian Kelas Pretes Perlakuan Postes Kelas kontrol O 1 - O 2 Kelas eksperimen O 1 X 1 O 2 Keterangan : O 1 : O 2 : X 1 : Pretest yang diberikan sebelum diberikan perlakuan Posttest yang diberikan setelah diberikan perlakuan Perlakuan berupa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing

21 D. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Sebagai variabel bebas adalah pembelajaran yang menggunakan model inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional. Sebagai variabel terikat adalah keterampilan mengelompokkan dan penguasaan konsep siswa E. Instrumen Penelitian Pada penelitian ini, instrument yang digunakan adalah soal-soal pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari dua bagian, yaitu soal-soal penguasaan konsep yang berupa pilihan jamak dan soal-soal keterampilan mengelompokkan dalam bentuk soal uraian. Dalam pelaksanaannya kelas kontrol dan kelas eksperimen diberikan soal yang sama. Soal pretest adalah soal materi pokok reaksi oksidasi reduksi yang terdiri dari 15 butir soal pilihan jamak dan 5 soal uraian yang mengandung keterampilan proses sains ( 2 soal mengandung keterampilan mengelompokkan). Sedangkan soal posttest adalah materi pokok hidrokarbon yang terdiri dari 15 butir soal pilihan jamak dan 5 butir soal uraian yang mengandung keterampilan proses sains (2 soal mengandung keterampilan mengelompokkan). Untuk mengetahui instrumen yang digunakan valid atau tidak, maka dilakukan pengukuran validitas instrumen. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Soal uraian pretest dan posttes menggunakan uji validitas isi

22 dengan cara judgment (penilaian). Oleh karena itu diperlukan ketelitian dan keahlian penilai, maka peneliti meminta ahli untuk melakukannya. Dalam hal ini dilakukan oleh dosen pembimbing. F. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Langkah-langkah yang digunakan penelitian ini adalah: 1. Observasi Pendahuluan a. Peneliti menentukan pokok bahasan yang akan diteliti. b. Peneliti menentukan populasi dan sampel penelitian sebanyak 2 kelas. 2. Pelaksanaan Penelitian Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri dari beberapa tahap, yaitu: a. Tahap persiapan Peneliti menyusun silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan instrumen tes. b. Tahap pelaksanaan Pada tahap pelaksanaannya, penelitian dilakukan dalam dua kelas di kelas, yaitu kelas eksperimen yang diterapkan pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Adapun prosedur pelaksanaan penelitiannya sebagai berikut: (1) melakukan pretest dengan soal-soal yang sama pada kelas eksperimen dan kelas control (2) melaksanakan kegiatan pembelajaran pada materi hidrokarbon sesuai dengan pembelajaran yang telah ditetapkan di masing-masing kelas,

23 pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing di kelas eksperimen yaitu kelas X 7 dan pembelajaran konvensional di kelas kontrol yaitu kelas X 8 (3) melakukan posttes dengan soal-soal yang sama pada kelas eksperimen dan kelas control (4) melakukan tabulasi dan analisis data (5) penarikan kesimpulan Adapun prosedur pelaksanaan penelitian tersebut dapat digambarkan Observasi Pendahuluan Menentukan Populasi dan Sampel Mempersiapkan instrumen Validasi instrumen Kelas Eksperimen Pretest Kelas Kontrol Pembelajaran inkuiri terbimbing Posttest Pembelajaran konvensional Analisis Data Kesimpulan Penulisan Laporan Penelitian Gambar 1. Prosedur pelaksanaan penelitian

24 G. Teknik Analisis Data Tujuan analisis data yang dikumpulkan adalah untuk memberikan makna atau arti yang digunakan untuk menarik suatu kesimpulan yang berkaitan dengan masalah, tujuan, dan hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Nilai pretest dan posttest dirumuskan sebagai berikut: Nilai siswa = Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menghitung n-gain yang selanjutnya digunakan untuk menguji kenormalan dan homogenitas dua varians. 1. Perhitungan n-gain ternormalisasi Untuk mengetahui efektivitas inkuiri terbimbing dalam meningkatkan keterampilan mengelompokkan dan penguasaan konsep, maka dilakukan analisis nilai gain ternormalisasi. Perhitungan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan nilai pretest dan posttest dari kedua kelas. Rumus n-gain ditentukan sebagai berikut : n-gain Hasil perhitungan gain kemudian diinterpretasikan dengan menggunakan klasifikasi dari Hake seperti terdapat pada tabel berikut: Tabel 3. Klasifikasi n-gain Besarnya g Interpretasi g > 0.7 Tinggi 0,3 < g 0,7 Sedang g 0,3 Rendah

25 Data n-gain ternormalisasi yang diperoleh diuji normalitas dan homogenitasnya kemudian digunakan sebagai dasar dalam menguji hipotesis penelitian. 2. Uji normalitas Hipotesis untuk uji normalitas : Ho = data berdistribusi normal H 1 = data berdistribusi tidak normal Untuk uji normalitas data digunakan rumus sebagai berikut : Keterangan : 2 = uji Chi- kuadrat f o = frekuensi observasi f e = frekuensi harapan Kriteria : Terima H 0 jika 2 hitung 2 tabel 3. Uji homogenitas Uji homogenitas dua varians digunakan untuk mengetahui apakah dua kelompok sampel mempunyai varians yang homogen atau tidak. Untuk uji homogenitas dua varians ini, rumusan hipotesisnya adalah : Untuk uji homogenitas dua varians ini rumusan hipotesisnya adalah: H 0 : σ 1 2 = σ 2 2 (sampel memiliki varians yang homogen). H 1 : σ 1 2 σ 2 2 (sampel memiliki varians yang tidak homogen).

26 Untuk uji homogenitas kedua varians kelas sampel, digunakan uji kesamaan dua varians, dengan rumusan statistik : dengan Keterangan: S = simpangan baku x = n-gain siswa n = jumlah siswa Dengan kriteria uji adalah terima jika < pada taraf nyata 5% dan tolak jika sebaliknya. (Sudjana, 2005) 4. Pengujian hipotesis statistik Pengujian hipotesis disini dilakukan dengan menggunakan rumusan statistik uji perbedaan dua rata-rata. Rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut : a. Keterampilan mengelompokkan H 0 : µ 1x µ 2x : Rata-rata n-gain keterampilan mengelompokkan yang diterapkan pembelajaran inkuiri terbimbing lebih rendah atau sama dengan pembelajaran konvensional. H 1 : μ 1x > μ 2x : Rata-rata n-gain keterampilan mengelompokkan yang diterapkan pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Keterangan: µ 1 : Rata-rata n-gain (x,y) pada materi pokok hidrokarbon siswa pada kelas yang diterapkan pembelajaran inkuiri terbimbing

27 µ 2 : Rata-rata n-gain (x,y) pada materi pokok hidrokarbon siswa pada kelas dengan pembelajaran konvensional x: keterampilan mengelompokkan Dalam penelitian ini digunakan uji-t, yakni uji perbedaan dua rata rata. Karena Sampel mempunyai varians yang tidak homogen, maka rumus statistik yang digunakan adalah: Keterangan: t = Koefisien t = Rata-rata n-gain keterampilan mengelompokkan yang diterapkan pembelajaran model inkuiri terbimbing. = Rata-rata n-gain keterampilan mengelompokkan yang diterapkan pembelajaran konvensional. = Jumlah siswa pada kelas yang diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. = Jumlah siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. = Simpangan baku siswa yang diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. = Simpangan baku siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan kriteria uji : tolak H 0 jika, dan terima H 0 jika sebaliknya,

28 dengan : b. Penguasaan konsep H 0 : μ 1y μ 2y : Rata-rata penguasaan konsep hidrokarbon yang diterapkan pembelajaran inkuiri terbimbing lebih rendah atau sama dengan penguasaan konsep yang diterapkan pembelajaran konvensional. H 1 : μ 1y> μ 2y : Rata-rata penguasaan konsep hidrokarbon yang diterapkan pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dibandingkan dengan penguasaan konsep yang diterapkan pembelajaran konvensional. Keterangan: µ 1 : Rata-rata n-gain (x,y) pada materi pokok hidrokarbon siswa pada kelas yang diterapkan pembelajaran inkuiri terbimbing µ 2 : Rata-rata n-gain (x,y) pada materi pokok hidrokarbon siswa pada kelas dengan pembelajaran konvensional y : penguasaan konsep Dalam penelitian ini digunakan uji-t, yakni uji perbedaan dua rata rata. Karena sampel mempunyai varians yang homogen maka, Rumus statistik yang digunakan adalah:

29 dengan Keterangan: = Rata-rata n-gain penguasaan konsep hidrokarbon yang diterapkan pembelajaran model inkuiri terbimbing. = Rata-rata n-gain penguasaan konsep hidrokarbon yang diterapkan pembelajaran konvensional. = Simpangan baku gabungan = Jumlah siswa pada kelas yang diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. = Jumlah siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. = Simpangan baku siswa yang diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. = Simpangan baku siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan kriteria uji : Tolak H 0 jika dan terima H 0 jika sebaliknya.