BAB I PENDAHULUAN. demi detik sejak manusia lahir sampai mati. Manusia sejak lahir belajar untuk

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan yang bermakna hingga diperoleh suatu kehidupan, baik secara

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran sholat dengan menggunakan adobe flash ini dapat. dan proses penyampaian pesan pembelajaran. Tambunan (2012), media

BAB I PENDAHULUAN. teknologi memiliki peranan penting dalam memberikan pemahaman mengenai

BAB 1 PENDAHULUAN. namun tergantung dari profesi dan kesenangan masing-masing individu

BAB I PENDAHULUAN. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini. berkembang sangat pesat terutama dalam bidang pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. sehingga mutu prestasi akan menjadi rendah. Dalam motivasi belajar terdapat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. proses pembelajaran. Karena, kreativitas belajar dapat melatih siswa untuk tidak

2014 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI PADA MATERI POKOK SIKLUS AIR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK

BAB I PENDAHULUAN. (IPTEK) dari masa ke masa semakin pesat. Fenomena ini mengakibatkan

BAB I PENDAHULUAN. diri siswa supaya dapat meningkatkan prestasi belajarnya. 1. dan menyukainya. Dengan kreatifitas guru dalam mengajar itulah yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Peningkatan mutu pendidikan merupakan suatu masalah yang menuntut

2015 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MED IA ELEKTRONIK PENGUKURAN PANGKALA ELEKTRONIKA DI SMK NEGERI 4 BAND UNG

BAB V ANALISIS PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP RAUDLATUL JANNAH WARU SIDOARJO

BAB I PENDAHULUAN. tantangan dalam melakukan pengajaran di dalam kelas. Oleh sebab, itu guru harus

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu pengembangan yang harus dibangun adalah pendidikan,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah

I. PENDAHULUAN. Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan setiap hari, merupakan sebuah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara

BAB I PENDAHULUAN. mendukung kreatifitas manusia untuk mencapai hasil maksimal dalam segala

BAB I PENDAHULUAN. media pembelajaran yang sesuai, walaupun tentu masih ada aspek-aspek lain yang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. baik, tidak hanya bagi diri sendiri melainkan juga bagi manusia lainnya.

BAB I PENDAHULUAN. dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi (Aqib, 2013:66). Menurut Sagala

BAB I PENDAHULUAN. fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewi Diyanti, 2014

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)

BAB I PENDAHULUAN. merupakan kunci yang sangat diperlukan dalam meletakkan fondasi bagi

BAB I PENDAHULUAN. peserta didik secara konstruktif. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Sistem

BAB I PENDAHULUAN. banyak dilakukan berbagai kalangan, termasuk oleh institusi-institusi pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. dapat diterapkan, khususnya dalam membantu mengatasi permasalahan yang

MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI MATEMATIKA DI KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak. Dalam hal ini, guru sangat

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau proses

BAB 1 PENDAHULUAN. Menurut pendapat dari para ahli, bahwasanya matematika merupakan ilmu yang menekankan pada pola berfikir dan nalarnya untuk

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan proses untuk membangun manusia dalam. mengembangkan potensi dirinya sehingga mampu menghadapi setiap

BAB I PENDAHULUAN. baik oleh pemerintah, masyarakat dan pengelola pendidikan pada umumnya.

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan intelektual yang tinggi dengan moral dan budi pekerti yang luhur,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pada dasarnya dunia pendidikan adalah cermin dari maju mundurnya suatu

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. bekerjasama. Akan tetapi banyak persoalan-persoalan yang sering muncul dalam

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi maka pendidikanpun

I. PENDAHULUAN. hidupnya. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu hal yang terpenting untuk. mempersiapkan kesuksesan seseorang dimasa depan, salah satunya dengan

BAB I PENDAHULUAN. penerapannya banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Fisika berperan

BAB I PENDAHULUAN. Belajar adalah merupakan kegiatan yang tidak akan pernah berhenti dari detik

BAB 1 PENDAHULUAN. dipisahkan dari kehidupan seseorang, baik dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa. meningkatkan mutu pendidikan bangsa itu sendiri.

BAB I PENDAHULUAN. masa yang terjadi sejak anak berusia 0 6 tahun. Masa ini adalah masa yang

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai.

pengurangan, perkalian dan pembagian. Pada hakikatnya, pelajaran matematika pada jenjang lanjut dikarenakan ketidaksiapan anak dalam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. tidak lagi terbatas oleh jarak dan waktu. Perkembangan teknologi informasi dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Belajar adalah proses peningkatan pengetahuan siswa dari tidak tahu

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikanadalah masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan sebuah

BAB I PENDAHULUAN. pun sudah didapat para siswa sejak duduk di sekolah dasar yang dikemas. bahwa Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang mudah, namun

BAB I PENDAHULUAN. sebab pendidikan merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang komputer saat ini, baik dalam

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran yang dilakukan saat ini biasanya sangat membosankan dan

BAB I PENDAHULUAN. menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan arus globalisasi

BAB I PENDAHULUAN. Penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Proses pembelajaran matematika yang lebih bermakna dengan hasil prestasi

BAB I PENDAHULUAN. lepas dari kegiatan proses belajar mengajar. Keberhasilan dalam proses belajar

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG R. Ajeng Herty P, 2014

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang semakin

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri,

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan mempunyai perencanaan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. di Kalianda, ditemukan ada sejumlah variabel yang berpengaruh secara langsung

PENINGKATAN MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE MONTESSORI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang berkaitan dengan cara

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan memegang peranan penting dalam upaya pengembangan

2015 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO LAGU DALAM PROSES PEMBELAJARAN TERHADAP PENGUASAAN TABEL PERIODIK PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI SMA

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA POKOK BAHASAN HIMPUNAN DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dipisahkan dari tuntutan kehidupan manusia. Kebutuhan memperoleh

BAB 1 PENDAHULUAN. Penggunaan teknologi dalam bidang informasi kini telah menjadi bagian dari

BAB I PENDAHULUAN. menyelenggarakan proses pembelajaran termasuk di dalamnya layanan

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan fisik serta psikologis siswa (Peraturan Pemerintah, 2005).

BAB 1 PENDAHULUAN. permasalahan yang akan dihadapi. Selama ini proses pembelajaran PKn di

Transkripsi:

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar merupakan kegiatan yang tidak akan pernah berhenti dari detik demi detik sejak manusia lahir sampai mati. Manusia sejak lahir belajar untuk mengenal dirinya dan juga lingkungannya. Manusia berbeda dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya karena dia memiliki keistimewaan yaitu memiliki akal pikiran. Akal pikiran inilah yang menyebabkan manusia secara alami serta reflek berusaha untuk belajar tentang apa saja. Manusia melakukan pembelajaran dengan menggunakan berbagai cara, namun tujuan yang di capainya sama yaitu memahami apa yang dipelajari. Berbagai cara belajar telah dilakukan oleh manusia, diantaranya dengan mendengarkan, membaca, melihat dan mendengarkan, mengamati lingkungan, konsultasi, dan lain sebagainya (Arsyad, 2006). Dalam mencapai tujuan belajar, manusia membuat perangkat bantu dalam menunjang proses pembelajaran. Teknologi Informasi sebagai media dapat menunjang terciptanya perangkat ajar. Dengan Teknologi Informasi maka manusia dipermudah dalam memperoleh hal-hal yang dia butuhkan. Tingkat daya serap/ ingat dalam belajar setiap manusia berbeda satu dengan yang lain. Hal tersebut tergantung dari setiap manusia untuk dapat merekam informasi ke dalam media pengingat atau penyimpan data dalam hal ini otak. Otak akan mudah menyimpan, mengingat data dan menjadikannya informasi

2 jika dirawat dan dilatih terus menerus untuk mampu menyerap informasi (Suheri, 2006). Dalam pendidikan masa lalu, guru merupakan satu-satunya sumber belajar bagi anak didik, sehingga kegiatan pendidikan cenderung masih tradisional. Perangkat teknologi penyebarannya masih sangat terbatas dan belum memasuki dunia pendidikan. Media sebagai sumber belajar di akui sebagai alat bantu auditif, visual, dan audiovisual. Penggunaan ketiga jenis sumber belajar ini tidak sembarangan tetapi harus di sesuaikan dengan perumusan tujuan instruksional dan tentu saja dengan kompetensi guru itu sendiri. Dengan melihat perkembangan pesat teknologi informasi dewasa ini maka pembelajaran berbasis multimedia tentu dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian. Peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran tertentu secara mandiri dengan komputer yang dilengkapi program multimedia dan dapat di manfaatkan dalam pendidikan. Begitu juga pembelajarannya di anggap sangat membantu karena menggabungkan beberapa media seperti suara, gambar, animasi dan video sehingga daya serap / ingatan anak lebih bagus (Arifin, 2008). Dalam pendidikan khususnya anak-anak, penggunaan komputer tidak bisa di lepaskan karena hal itu akan menghambat kemajuan pendidikannya. Dengan semakin terbiasa menggunakan komputer maka bagi anak-anak di masa mendatang tidak akan merasa canggung. Sehingga pembelajaran

3 komputer sejak dini harus mulai di terapkan, meskipun tidak selengkap orang dewasa. Dunia anak-anak adalah dunia impian yang penuh khayalan serta permainan. Banyak hal yang ingin mereka miliki dan banyak hal yang ingin mereka miliki dan banyak hal yang ingin mereka lakukan. Mereka senantiasa tertarik dengan hal-hal yang lucu dan menyenangkan dirinya (Irawati, 2007). Pemanfaat media ialah penggunaan yang sistematis dari sumber belajar. Proses pemanfaatan media merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran. Prinsip-prinsip pemfaatan juga di kaitkan dengan karakteristik pembelajaran. Seorang yang belajar mungkin memerlukan bantuan ketrampilan audio visual atau verbal agar dapat menarik keuntungan dari praktek atau sumber belajar. Oleh karena itu, dengan adanya multimedia sangat memungkinkan kegiatan belajar menjadi kondusif dan terarah. Salah satu materi pendidikan yang harus diajarkan pada anak diantaranya adalah pendidikan agama. Khusus bagi yang beragama Islam, shalat adalah tiang agama. Sejak dini, anak-anak harus mulai diajarkan tentang pemahaman gerakan shalat termasuk gerakan shalat dan bacaan shalat yang benar karena shalat merupakan salah satu kewajiban bagi kaum muslim. Untuk membantu anak agar tahu tentang pemahaman gerakan melakukan ibadah sholat yang benar dan baik dibutuhkan suatu media pembelajaran yang di tampilkan dalam bentuk gambar visualisasi supaya menarik perhatian anak sehingga pada akhirnya mereka mau belajar melaksanakan ibadah sholat dan secara tidak langsung anak mulai di

4 perkenalkan dengan komputer. Peran serta orang tua dan pendidik mutlak di butuhkan dalam upaya membantu pemahaman dan pelaksanaan pemahaman gerakan ibadah sholat yang baik dan benar sejak dini. Di SDN Sawahan 4 Surabaya merupakan sekolah yang sudah cukup memiliki sarana prasarana belajar termasuk media pembelajaran. Namun, dalam penggunaannya masih perlu dioptimalkan karena sebagian guru kurang mampu mengoperasikan. Proses belajar-mengajar akan berjalan dengan baik kalau media yang digunakan betul-betul tepat, karena antara pendidikan dengan media saling berkaitan. Kedua kegiatan ini saling mempengaruhi dan dapat menentukan hasil belajar. Disini kemampuan guru dalam menyampaikan atau mentransformasikan bidang studi dengan baik, merupakan syarat mutlak yang tidak dapat ditawar lagi karena hal ini dapat mempengaruhi proses mengajar dan hasil belajar siswa. Untuk dapat menyampaikan pelajaran dengan baik agar siswa lebih mudah memahami pelajaran, seorang guru selain harus menguasai materi juga dituntut untuk dapat terampil dalam memilih dan menggunakan media mengajar yang tepat untuk situasi dan kondisi yang dihadapinya. Guru terbiasa menyajikan materi dengan menggunakan media konvensional. Media mengajar ini menjadikan siswa pasif dalam menerima informasi. Dengan melihat kelemahan metode pembelajaran klasik, yaitu guru memberikan contoh dan murid menghafalnya dengan di lengkapi buku panduan pemahaman gerakan sholat. Sehingga format belajar mengajar yang

5 konvensional menyebabkan siswa pasif dalam menerima informasi dan dapat juga menyebabkan anak merasa bosan atau malas dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, untuk dapat menciptakan suasana belajar yang kreatif dalam mata pelajaran agama, guru dapat memilih suatu media, karena dalam pelajaran ini banyak materi yang dapat diterapkan atau dipraktekkan yaitu gerakan sholat. Dengan media yang di gunakan guru telah memfungsikan seluruh alat indera murid karena proses belajar-mengajar dan pembelajaran yang efektif adalah bila guru mampu memfungsikan seluruh panca indera murid. Dengan dasar uraian tersebut, maka peneliti mencoba untuk melakukan inovasi media pembelajaran mengunakan multimedia yang digunakan sebagai alternatif untuk membantu kreativitas guru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan lebih menyenangkan sehingga kondisi anak ketika belajar akan lebih nyaman, minat dan konsentrasi siswa dalam belajar menjadi lebih meningkat dan dapat juga digunakan sebagai salah satu media pembelajaran untuk memudahkan dalam penyampaian meteri pembelajaran sholat pada siswa. Dengan adanya penelitian ini nantinya akan di harapkan dapat lebih memberi manfaat dan pengetahuan bagi anak tentang tuntunan shalat yang benar dan tidak hanya bersifat untuk mendidik tetapi juga menghibur dengan adanya animasi dan gambar-gambar yang bertema anak-anak, agar anak tidak cepat jenuh dalam belajar sebagai sarana belajar mandiri anak.

6 Beberapa penelitian tersebut antara lain: 1. Siti Umami, 2009 dalam skripsinya dengan judul Pengaruh Media Pembelajaran VCD terhadap Prestasi pembelajaran sholat Kelas VII MTsN Bantul Kota Tahun Ajaran 2008/2009. Penelitian tersebut merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen, yang menerapkan media VCD dalam pembelajaran shalat jamaah. Kesimpulan dalam skripsi tersebut adalah terdapat perbedaan rata-rata prestasi kelompok siswa eksperimen dengan kelompok siswa kontrol (yang tidak diperlakukan eksperimen). 2. Fuadi Aziz, 2008 dalam skripsinya yang berjudul Penggunaan Multimedia Berbasis Komputer sebagai Upaya untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Sholat Siswa Kelas IX D SMP N 2 Temon. Penelitian tersebut menemukan adanya peningkatan motivasi belajar Sholat yang tampak pada keaktifan dan perhatian dalam menyimak penjelasan guru melalui media berbasis komputer. 3.Zaqqi Qudsi Kurniawan, 2009 dalam skripsinya yang berjudul Penerapan Multimedia Kits VCD (Video Compact Disk) sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Sholat di Kelas VIII A Madrasah Muhammadiyah Wates Kulon Progo. Penelitian ini menemukan bahwa ada peningkatan motivasi belajar peserta didik yang signifikan dengan penerapan multimedia kits VCD dalam pembelajaran Sholat.

7 Dari uraian di atas, maka timbul keinginan peneliti untuk mengetahui Apakah Penggunaan Multimedia Efektif dalam meningkatkan pemahaman gerakan sholat dengan benar pada siswa SD pada Pembelajaran Sholat. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut,dalam pemecahan masalah yang dapat di rumuskan sebagai berikut: Apakah Penggunaan Multimedia Efektif Pada Pembelajaran Sholat dalam meningkatkan pemahaman gerakan sholat dengan benar pada siswa SD?. C. Tujuan Pada setiap tindakan atau kegiatan yang di lakukan mengandung tujuan yang ingin di capai dan merupakan pedoman dari tindakan yang di lakukan. Oleh karena itu tujuan yang akan di capai tersebut adalah: Untuk Mengetahui Efektifitas Penggunaan Multimedia Pada Pembelajaran Sholat dalam meningkatkan pemahaman gerakan sholat dengan benar pada siswa SD. D. Manfaat Penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis diantaranya:

8 1. Manfaat Teoritis a. Dapat memberikan pengetahuan baru bagi peneliti guna di jadikan sebagai acuan atau referensi pada masa yang akan datang. b. Dapat mengetahui pengembangan ilmu pendidikan yaitu Efektifitas penggunaan multimedia pada pembelajaran sholat dalam meningkatkan pemahaman gerakan sholat dengan benar pada siswa SD. 2. Manfaat Praktis a. Dapat membantu guru untuk memilih metode pembelajaran dan menjadi sumber ilmu pengetahuan yang dapat menunjang keberhasilan anak didiknya. b. Membantu orang tua dan lembaga pendidikan untuk memudahkan para putrinya belajar tentang sholat yang baik dan benar. E. Sistematika Pembahasan Sistematika Pembahasan dalam skripsi ini adalah terdiri dari bab dan sub bab yang secara rinci adalah sebagai berikut: Bab I Pendahuluan Meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika pembahasan. Bab II Kajian Pustaka Meliputi landasan pustaka yang berisikan tentang pengertian perkembangan anak sekolah dasar, perkembangan kognitif, perkembangan motorik, pengertian Multimedia, fungsi dan peran Multimedia dalam

9 pembelajaran, karakteristik Multimedia dalam pembelajaran, nilai dan manfaat Multimedia dalam pembelajaran, kelebihan dan keterbatasan Multimedia, pengertian pembelajaran Sholat, syarat Sholat, rukun Sholat, pemahaman gerakan mengerjakan Sholat yang benar, perilaku yang mencerminkan ajaran Sholat, efektifitas penggunaan Multimedia pada pembelajaran Sholat dalam meningkatkan pemahaman gerakan Sholat dengan benar pada siswa SD, kerangka teori dan hipotesis. Tujuan pustaka di maksudkan sebagai landasan dalam membuat kerangka berfikir terhadap fokus penelitian dan untuk menjelaskan sejauh mana variabelvariabel yang di ajukan mempengaruhi variabel yang di teliti. Bab III Metode Penelitian Membahas mengenai metode-metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini meliputi rancangan penelitian, subyek penelitian, instrumen penelitian dan analisis data. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Yang berisi hasil penelitian terdiri dari persiapan dan pelaksanaan penelitian dan deskripsi hasil penelitian, pengujian hipotesis dan pembahasan. Bab V Pentup Yang merupakan bagian akhir dari skripsi ini, yang terdiri dari kesimpulan dan saran bagi penelitian skripsi.