Oleh: Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid

dokumen-dokumen yang mirip
E٤٢ J٣٣ W F : :

Metode Bijak Memperbaiki Aib

Berkawan dengan Orang Shalih

Menerima dan Mengamalkan Kebenaran

Hari Perhitungan/Hisab

Pentingnya Menyambung Silaturahmi

Jangan Taati Ulama Dalam Hal Dosa dan Maksiat

Kekhususan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Yang Tidak Dimiliki Oleh Umatnya

Bismillahirrahmanirrahim

Asas Kebangkitan Dunia Islam

Menggapai Kejayaan Islam

Engkau Bersama Orang Yang Kau Cintai

Sifat-Sifat Ibadah Yang Benar

Di antaranya pemahaman tersebut adalah:

Jika Beragama Mengikuti Kebanyakan Orang

The Arrivals wakeupproject.com

Seribu Satu Sebab Kematian Manusia

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Motivasi Agar Istiqomah

Petunjuk Nabi Dalam Menyebarkan Berita

Motivasi Untuk Bertaubat

Bukti Cinta Kepada Nabi

Kultum Ramadhan: Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga

Dosa Bersumpah Dengan Menyebut Selain Allah

Ulama berselisih pendapat tentang hukum berdoa bagi kaum muslimin ketika khotbah kedua.

Dusta, Dosa Besar Yang Dianggap Biasa

Permasalahan Adzab Kubur

Memperhatikan dan Menasihati Pemuda Untuk Shalat

Suap Mengundang Laknat

Tanda-Tanda Cinta Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam

Cahaya di Wajah Orang-Orang Yang Memahami Ilmu Agama

??????????????????????????????????????????????? :????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Hidayah Adalah Karunia Ilahi

SERIAL BUKU ISLAM #

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Dosa Memutuskan Hubungan Kekeluargaan

Ketahuilah Hukum-Hukum Agamamu Wahai Ukhti muslimah!!!

Pendidikan Anak Dimulai dari Rumah

BATASAN TAAT KEPADA ORANG TUA Secara umum kita diperintahkan taat kepada orang tua. Wajib taat kepada kedua orang tua baik yang diperintahkan itu sesu

???????????????????????????????????????????????:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

KONSEP RIBA SESI III ACHMAD ZAKY

Adab-Adab Kepada Non muslim

Pentingnya Menyambung Silaturahmi

Bahaya Zina dan Sebab Pengantarnya

[ Indonesia Indonesian

Allah Al-Ghalib (Maha Menang) dan An-Nashir (Maha Penolong)

Renungan Pergantian Tahun

Takwa dan Keutamaannya

Al-Matiin, Yang Maha Kokoh

Istri-Istri Rasulullah? Adalah Ibunya Orang-Orang Beriman

Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah

Istiqomah. Khutbah Pertama:

Perdamaian Itu Lebih Baik

: : :

Malu Kepada Allah. Khutbah Pertama:

Perjalanan Meraih Ridha Ar-Rahman

Tauhid Yang Pertama dan Utama

Tipu Daya Setan Terhadap Manusia

Al-Wadud Yang Maha Mencintai Hamba-Hamba-Nya Yang Shaleh

Menjaga Hak-Hak Orang Yang Sudah Tua

Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. [Q.S. 6 : 116]

Khutbah Jumat Manfaatkan Nikmat Kehidupan

Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang bukan urusan kami (tidak ada contohnya) maka (amalan tersebut) tertolak (Riwayat Muslim)

Kasih Sayang Nabi Muhammad? Kepada Umatnya

Nasehat Bagi Orang Yang Melalaikan Shalat

Jadilah Pembuka Pintu Kebaikan

Kematian Lebih Baik Bagi Seorang Mukmin

Kekeliruan Sebagian Umat Islam di Bulan Rajab

Kedudukan Sahabat Nabi dan Hukum Mencela Mereka

Shalat Berjamaah Tidak di Rumah

Beberapa Manfaat dan Keutamaan Istighfar

Beribadah Kepada Allah Dengan Mentauhidkannya

Ceramah Singkat Kultum Ramadhan: Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga. Oleh: Ustadz Abdullah bin Taslim al-buthoni MA


Begitu Singkatnya Umur Manusia

Hak-hak Persaudaraan (Ukhuwah) Sesama Muslim

Aku telah meminta hujan dengan Majaadiihus Samaa yang dengannya hujan diturunkan.

Adab dan Keutamaan Hari Jumat

Menjauhi Dosa Sihir dan Cara Terleas dari Pengaruhnya

Kewajiban Pemerintah dan Rakyat

Ikutilah Sunnah dan Jauhilah Bid'ah

Agar Pohon Keimanan Tumbuh dan Berbuah

Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita

E١١٧ J١٠٩ W F : :

Islam Satu-Satunya Agama Yang Benar

3 Wasiat Agung Rasulullah

Isilah 10 Hari Awal Dzul Hijjah dengan Ketaatan

Ternyata Hari Jum at itu Istimewa

!!" #$ % &' &()*+&, -./ +0 &'!1 2 &3/" 4./" 56 * % &' &()*+&, " "# $ %! #78*5 9: ;<*% =7" >1?@*5 0 ;A " 4! : B C*5 0 D % *=75E& 2 >1?@* "/ 4!

Berani Berdusta Atas Nama Nabi? Anda Memesan Sendiri Tempat di Neraka

Memohon Agar Tidak Sesat dan Menyesatkan

Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua

HADITS KEduapuluh tujuh Arti Hadits / :

Disebarluaskan melalui: website: TIDAK untuk tujuan KOMERSIL

Kewajiban berdakwah. Dalil Kewajiban Dakwah

Hukum Seputar Zakat Fitrah

Kewajiban Menunaikan Amanah

Memahami Maksud dan Tujuan Persaudaraan Seiman

Transkripsi:

BAGAIMANA ANDA BERGAUL DENGAN TETANGGA YANG BUKAN MUSLIM, SUNNI DAN TAAT Oleh: Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid Pustaka Albayaty www.pustakaalbayaty.wordpress.com 1

Judul: BAGAIMANA ANDA BERGAUL DENGAN TETANGGA YANG BUKAN MUSLIM, SUNNI DAN TAAT Oleh: Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid Pustaka Albayaty Silakan memperbanyak isi ebook ini dengan syarat bukan untuk tujuan komersil, serta menyertakan sumbernya Kunjungi: www.wahonot.wordpress.com www.pustakaalbayaty.wordpress.com Email: wahonot@yahoo.com HP: 08121517653 08889594463 SERIAL BUKU ISLAM # 3 200408 2

BAGAIMANA (SEMESTINYA) ANDA BERGAUL DENGAN TETANGGA YANG BUKAN MUSLIM, SUNNI DAN TAAT Oleh Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid Jika tetanggamu seorang muslim, sunni dan taat, maka wajib bagimu memenuhi seluruh hak haknya yang telah (kita) lewati penjelasannya. Adapun(1) jika tetangga tersebut suka berbuat dosa besar, adakalanya dia berbuat secara sembunyi sembunyi dan menutup pintunya, maka berpalinglah dan jangan pedulikan. Bila mampu menasehati dan memperingatkannya secara rahasia rahasia, maka ini lebih baik lagi. Tetapi jika dia terang terangan dengan perbuatan fasiknya, seperti penarik bea (tukang pungut liar, ed) atau pelaku riba, maka jauhilah ia dengan cara yang baik. Begitu pula jika dia sering meninggalkan shalat, maka perintahkanlah dia dengan cara yang baik dan cegahlah dia dari perbuatan mugkar berulang ulang. Kalau tidak mau menerima, maka jauhilah ia karena Allah. Barangkali dengan cara dijauhi, dia akan kembali dan dapat mengambil manfaat. Tetapi tanpa memutus pembicaraan, salam dan hadiahmu terhadapnya. Dan jika engkau melihat dia melampui batas dan membangkang serta jauh dari kebaikan, maka berpalinglah darinya dan berusahalah untuk berpindah dari sampingnya(2) bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berlindung dari tetangga yang jelek di daerah tempat tinggal. 3

Kalau tetangganya seorang dayyuts (suka membiarkan keluarganya melakukan maksiat, ed) atau sedikit rasa cemburunya, atau istrinya tidak berada di atas jalan yang lurus, maka berpindahlah daripadanya. Atau bersungguh sungguhlah agar mereka tidak mengganggu istrimu. Karena dalam perkara tersebut ada kerusakan yang besar. Dan khawatirlah kamu atas jiwamu yang perlu dikasihani. Jangan kamu masuki rumahnya dan putuskan hubungan kasih sayang sebisa mungkin... Kalau kamu tidak mau menerima nasehat dariku, barangkali pada dirimu ada hawa nafsu dan rasa tamak. Serta engkau telah terkalahkan oleh nafsumu, anakmu, pembantumu atau saudara perempuannmu. Dan jika kamu berkeinginan untuk memaksa mereka pindah dari sampingmu, maka lakukan dengan lembut, dengan bujukan dan dengan ancaman. Kalau tetanggamu seorang Rafidhah atau pelaku kebid'ahan yang besar, jika kamu mampu untuk mendidik dan menunjukinya, maka lakukan semaksimal mungkin. Jika tidak mampu, maka menghindarlah darinya, janganlah kamu berkasih sayang dan bersahabat dengannya, serta janganlah kamu menjadi teman dan mitra baginya. Dan kalau tetanggamu seorang Yahudi atau Nasharani baik di rumah, di pasar atau di kebun, maka bertetanggalah dengan baik(3) dan janganlah kamu mengganggunya. Adapun orang yang kebiasaannya memenuhi undangan mereka, berteman dengan mereka dan bersikap toleransi terhadap mereka (4), maka sesungguhnya imannya sudah tipis. Karena Allah Ta'ala berfirman. "Artinya : Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang orang yang menentang Allah dan Rasul Nya, sekalipun orang orang itu bapak bapak, atau anak anak, atau saudarasaudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang orang yang Allah telah 4

menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari pada Nya" (Al Mujadilah : 22) Kalau dia disamping sebagai tetangga juga sebagai kerabatmu, atau berhubungan rahim denganmu, maka haknya lebih kuat lagi. Demikian pula jika salah seorang dari orang tuamu seorang dzimmi (kafir tapi tidak memerangi Islam), maka sesungguhnya bagi kedua orang tua dan hubungan rahim mempunyai hak yang berada di atas hak hak tetangga. Maka berilah setiap orang yang mempunyai hak sesuai dengan proporsinya. Begitu pula menjawab salam. Janganlah kamu mendahului salah seorang dari mereka (5) dengan mengucapkan salam. Tetapi jika salah seorang dari mereka mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah dengan 'Wa 'alaykum' (Dan untuk kamu juga) (6). Adapun ucapan :"Selamat pagi" dan "Selamat sore", maka ini tidak mengapa. Asalkan di dalam menjawab tidak berlebihan dan melampui batas. Allah Ta'ala berfirman. "Artinya :... maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai Nya yang bersikap lemah lembut terhadap orangorang yang mukmin dan bersikap keras terhadap orang orang kafir" (Al Maidah : 54) Maka seorang mukmin harus bersikap tawadhu' terhadap sesama kaum mukminin dan merendahkan diri kepada mereka. Keras kepada orang orang kafir dan tidak mengaku aku dirinya sesat kepada mereka, demi mengagungkan kehormatan Islam dan memuliakan agama, tanpa menyakiti mereka. Serta tidak mencintai mereka sebagaimana cintanya kepada seorang muslim. Disalin dari buku Etika Bertetangga karya Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, alih bahasa Arif Mufid MF, bab Bagaimana (semestinya) anda bergaul dengan tetangga 5

yang bukan Muslim, sunni dan Taat, hal. 37 41, terbitan Yayasan Al Madinah Surakarta. Foot Note. 1. Dari sini dinukil secara ringkas dari buku Haqqu al Jaar (46 49), karya Al Imam Adz Dzahabi. 2. Hadits pada Masalah 74. nomor : 16 3. Dan diperbolehkan menjengungknya tatkala sakit. Adapun tatkala mati maka tida boleh berbela sungkawa. berdasarkan hadits Ali radhiyallahu anhu. tatkala bapaknya Abu Thalib meninggal dunia, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda kepadanya : "Artinya : Pergi, dan timbunlah ia". Maka Ali tidak berbela sungakawa. (Diriwayatkan oleh Ahmad (807) dan (759), Abu Dawud (3214) dan Nasa'i (1/110) dari dua jalan dari Ali dengan sanad yang shahih. Lihat Talkhis al Habir (2/114). 4. Seperti mendatangi hari hari raya mereka dengan mengucapkan selamat hari raya kepada mereka. Hal ini tidak diperbolehkan. Karena dalam perbuatan tersebut tersirat pengakuan atas perubahan perubahan yang terjadi pada agama mereka. Dan tidak samar lagi bahwa hari hari raya mereka adalah bagian dari agama mereka. 5. Yaitu orang Yahudi dan Nashrani 6. Lihat Silsilah al Hadits ash Shahihah (2/324 330) http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/770 6