BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI. beberapa ahli, definisi sistem adalah sebagai berikut.

BAB II LANDASAN TEORI. barang dari supplier. Pembelian adalah suatu usaha yang dilakukan untuk

BAB II LANDASAN TEORI. disebut dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SHPS). SHPS adalah. dijelaskan langkah-langkah yang terdapat pada SHPS.

BAB III LANDASAN TEORI. ini memiliki pijakan pustaka yang dapat dipertanggungjawabkan.

BAB III LANDASAN TEORI. untuk menjelaskan teori-teori yang mendukung penyusunan laporan kerja praktik

BAB II LANDASAN TEORI. Institut merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan

BAB II LANDASAN TEORI. produk itu baik atau rusak ataupun untuk penentuan apakah suatu lot dapat diterima

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Sistem Perhitungan Penjualan PT Panca Patriot Prima

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

WEBSITE PT. LUMENINDO GILANG CAHAYA MENGGUNAKAN METODE WATERFALL

BAB III LANDASAN TEORI. Menurut Lusyani Sunarya S.Sn (2010:45) Company Profile. sebuah aset lembaga atau perusahaan yang biasa digunakan sebagai tanda

BAB III LANDASAN TEORI. bab ini akan membahas landasan teori yang meliputi hal-hal terkait dengan

BAB III LANDASAN TEORI. permasalahan yang dibahas. Hal ini sangat penting karena teori-teori tersebut

BAB III. LANDASAN TEORI Pada bab ini akan membahas tentang teori-teori yang digunakan dalam

BAB III LANDASAN TEORI

PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN RUMAH BAGI KONSUMEN PT TERRASSIMA

APLIKASI PENJUALAN PADA CV. ANANDAM KOMPUTER MAGELANG BERBASIS WEBSITE. Rizal Ari Ardianto. Program studi Teknik Informatika S-1

BAB III LANDASAN TEORI. Landasan teori ini merupakan dasar tentang teori-teori dalam melakukan

BAB III LANDASAN TEORI. yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu. operasional atau teknis yang menjelaskannya.

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB PADA LEMBAGA BAHASA LIA SURABAYA

2. BAB II LANDASAN TEORI. lanjut sehingga terbentuk suatu aplikasi yang sesuai dengan tujuan awal.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN 1 BAB Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI. mengumpulkan (input), memanipulasi (process), menyimpan, dan menghasilkan

3.3 Metode Pengumpulan Data Studi Pustaka ( Library Research Method Wawancara ( Interview

BAB III LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

6 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. dari pemikiran-pemikiran manusia yang semakin maju, hal tersebut dapat. mendukung bagi pengembangan penyebaran informasi.

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini digunakan landasan teori yang

RANCANG BANGUN PENGELOLAAN DATA PESERTA DIKLAT BERBASIS WEB (STUDI KASUS: BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN DIY)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. oleh bagian SDM. Proses pencatatan data karyawan masih menggunakan Microsoft

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. menerapkan atau menginplementasikan hal atau permasalahan yang ada sehingga

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II LANDASAN TEORI... 7

Pendahuluan. SDLC merupakan satu aplikasi dari pendekatan sistem untuk tugas mengembangkan dan menggunakan suatu sistem berbasiskomputer

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.4 Latar Belakang. Dalam kondisi administrasi Dinas Komunikasi dan Informatika sekarang sangat

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

BAB III LANDASAN TEORI. Flippo (1984) mendefinisikan sebagai berikut: Penarikan calon pegawai

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR TABEL... xviii BAB I PENDAHULUAN Perumusan Masalah...

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Metode penelitian pada pembuatan sistem ini menggunakan SDLC Model

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI. untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu (Jogiyanto, 2001)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB III LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. komputer, instruksi (instruction) atau pernyataan (statement) yang disusun

BAB II LANDASAN TEORI. dan belanja daerah atau perolehan lainnya yang sah antara lain:

BAB II LANDASAN TEORI. sehingga komputer dapat memproses input menjadi output.

BAB III LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. menjadi penghubung sekolah dengan kampus dan dunia global. Alumni juga

2 KATA PENGANTAR. Bandung, September Penulis. iii

BAB III LANDASAN TEORI. dalam kertas atau lainnya. Tujuan utama seseorang menulis surat tidak lain

1 BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya,

ABSTRAK. Kata Kunci : Peramalan, Least Square, Moving Average

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

APLIKASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL PADA SMA NEGERI 5 BINJAI TUGAS AKHIR FATIMAH

Meskipun jumlah tahapan dalam SDLC dalam berbagai litertur berbeda-beda, namun pada prinsipnya secara keseluruhan semua proses yang dilakukan sama

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... xiii. DAFTAR ISI... xv. DAFTAR TABEL... xvii. DAFTAR GAMBAR... xix. DAFTAR LAMPIRAN... xxiii BAB I PENDAHULUAN...

BAB II LANDASAN TEORI. Mahasiswa Baru (studi kasus STIKOM Surabaya) (Darmakusuma:2009)

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi, media informasi dan edukasi. Internet dengan aplikasinya

BAB III LANDASAN TEORI. order penjualan, nomor penjualan. (Stair, 2006) daripada kumpulan kebenaran itu sendiri. (Stair, 2006)

BAB 1 PENDAHULUAN. Sekretariat Badan Geologi adalah divisi yang bergerak melaksanakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. berlokasi di Jl. Leuwi Panjang No. 111 Bandung Telpon Terbaik dalam pelayanan servis di bengkel.

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA... 96

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sedangkan menurut Jogiyanto (2004:4), aplikasi merupakan program yang berisikan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI. kinerja dan memotivasi kinerja individu di waktu berikutnya.

BAB III LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGEMBANGAN SISTEM ONLINE EVENT DI STMIK-POLITEKNIK PALCOMTECH

BAB III LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. pengertian. Secara garis besar ada dua kelompok pendekatan, yaitu:

PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perjalanan Dinas Menurut Sedianingsih (2010), perjalanan dinas adalah perjalanan yang dilakukan oleh pegawai suatu perusahaan yang berkaitan dengan tugas pekerjaan kedinasan. Tugas pekerjaan kedinasan merupakan tugas yang berkaitan dengan kepentingan lembaga atau perusahaan yang bersangkutan. Perjalanan dinas dilakukan karena berbagai kepentingan, antara lain pelaksanaan pengawasan di kantor cabang atau perusahaan cabang, seminar, diklat, tender, janji temu, penjajakan kerja sama, menghadiri acara seremonial, kegiatan sosial, dan lain-lain. Perjalanan dinas jika ditinjau dari segi wilayah negara tujuan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : 1. Perjalanan dinas dalam negeri yang dapat dibedakan menjadi : a. Perjalanan dinas antar kota dalam suatu provinsi b. Perjalanan dinas antar kota, antar daerah, dan antar provinsi 2. Perjalanan dinas luar negeri Penetapan tarif biaya perjalanan dinas PTPN XII Surabaya telah diatur pada surat keputusan nomor Kpts-014/PTPN/SDM/2012 (PTPN XII, 2012). Tarif biaya tersebut dibagi menjadi biaya transport dan biaya perjalanan dinas. Tarif biaya perjalanan dinas dibedakan tiap strata. Tarif biaya transport dan tarif biaya perjalanan dinas ditinjau dari segi wilayah pada perjalanan dinas PTPN XII adalah sebagai berikut : 8

9 1. Tarif biaya transport a. Tarif biaya transport antar kota dalam satu provinsi. b. Tarif biaya transport antar kota, antar daerah, dan antar provinsi 2. Tarif biaya perjalanan dinas a. Tarif biaya perjalanan dinas untuk antar kota dalam satu provinsi b. Tarif biaya perjalanan dinas untuk antar kota, antar daerah, dan antar provinsi. c. Tarif biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas luar negeri. Tarif-tarif tersebut dapat dilihat pada lampiran 1. Menurut Wursanto (2006), terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatur perjalanan dinas. Langkah-langkah tersebut adalah 1. Perencanaan pendahuluan Perencanaan pendahuluan adalah perencanaan yang berkaitan dengan identifikasi informasi yang harus diketahui dalam susunan perjalanan dinas seperti tujuan perjalanan, tempat tujuan, tanggal berangkat dan kembali, jenis perjalanan, jenis pelayanan, dan pengikut. 2. Perencanaan yang berkaitan dengan dokumen perjalanan dinas Dokumen yang harus disiapkan dalam rangka perjalanan dinas adalah dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan seperti surat tugas, surat perjalanan dinas, dan dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan yang terkait seperti KTP, Passpor, Visa dan sebagainya. 3. Perencanaan yang berkaitan dengan penyusunan daftar perjalanan dinas Penyusunan daftar perjalanan dinas meliputi perencanaan transportasi, perencanaan akomodasi, perencanaan keuangan dan agenda perjalanan.

10 2.2 Anggaran Penganggaran merupakan alat bantu pengawasan manajerial. Anggaran (Sukoco, 2006) adalah rencana detail mengenai perolehan dan penggunaan keuangan maupun sumber daya organisasi lainnya pada periode yang telah ditentukan. Anggaran tidak hanya berfungsi sebagai rencana keuangan namun juga merupakan alat pengawasan. Beberapa manfaat yang diperoleh organisasi yang melakukan penganggaran, antara lain : 1. Anggaran mengkomunikasikan rencana manajemen ke seluruh bagian dalam organisasi. 2. Proses penganggaran akan mengalokasikan sumber daya organisasi ke seluruh bagian organisasi secara efektif dan efisien. 3. Anggaran akan mendefinisikan tujuan dan sasaran yang akan menjadi benchmark dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. 4. Proses penganggaran akan meminimalisir terjadinya aktivitas yang kurang optimal. Penentuan pembuatan anggaran dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yakni pendekatan tradisional dan pendekatan zero-based budgeting. Pendekatan tradisional adalah dengan cara membuat anggaran tahun lalu sebagai dasar penyusunan dan penambahan persentase yang diinginkan sesuai dengan antisipasi kebutuhan yang akan datang. Pendekatan tradisional ini mengakibatkan anggaran yang disusun akan selalu meningkat tanpa memperhitungkan aktivitas administrasi di kantor. Pendekatan zero-based budgeting adalah penyusunan anggaran dengan tahun dasar penyusunan anggaran adalah nol. Dengan pendekatan ini anggaran disusun berdasarkan pada kebutuhan saat ini sehingga item anggaran yang sudah

11 tidak relevan dan tidak mendukung pencapaian tujuan dapat dihilangkan dari struktur anggaran, atau mungkin muncul item yang baru. Pengendalian anggaran sangat penting setelah anggaran disiapkan dan disetujui. Laporan anggaran digunakan secara berkala sebagai mekanisme untuk mengkoordinasi, menimbang, dan mengontrol berbagai kegiatan administrasi di perusahaan. Dalam pengendalian, kontrol biaya pengeluaran dari kegiatan administrasi diperlukan agar biaya dari kegiatan administrasi sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Menurut Sukoco (2006), beberapa hal penting dalam pengontrolan biaya adalah: 1. Mengembangkan standar biaya pada beberapa kegiatan administrasi perkantoran. 2. Mengembangkan kesadaran akan biaya yang ditimbulkan pada karyawan. 3. Membantu pengembangan prosedur operasi yang efisien. 4. Mengalokasikan biaya kegiatan administrasi perkantoran sesuai dengan fungsi yang dilakukan. 5. Mengetahui kegiatan administrasi perkantoran yang tidak efisien dan mempersiapkan solusi untuk membenahinya. 2.3 Sistem Informasi Sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk pengendalian organisasi (Ladjamudin, 2005). Setiap perusahaan harus menyesuaikan sistem informasi dengan kebutuhan para penggunanya. Namun, terdapat tiga tujuan dasar sistem informasi. Tujuan-tujuan tersebut adalah (Hall, 2009):

12 1. Mendukung fungsi penyediaan pihak manajemen. Sistem informasi menyediakan informasi mengenai penggunaan sumber daya ke para pengguna eksternal melalui laporan keuangan yang diwajibkan. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi pelayanan dari berbagai laporan pertanggungjawaban. 2. Mendukung pengambilan keputusan pihak manajemen. Sistem informasi memberikan pihak manajemen informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawab pengambilan keputusan. 3. Mendukung operasional harian. Sistem informasi menyediakan informasi bagi para personel operasional untuk membantu mereka melaksanakan pekerjaan hariannya dengan efisien dan efektif. Menurut Kadir (2014), sistem informasi memiliki komponen-komponen. Komponen tersebut adalah: 1. Perangkat keras (hardware) Perangkat keras mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer, monitor, router dan printer. 2. Perangkat lunak (software) atau program Perangkat lunak adalah sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras memproses data. Perangkat lunak disebut juga sebagai penerjemah perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diproses perangkat keras. 3. Prosedur Prosedur adalah sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.

13 4. Orang Semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan pengguna keluaran sistem informasi. 5. Basis data (database) Kumpulan tabel, hubungan antar tabel, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data. 6. Jaringan komputer dan komunikasi data Jaringan komputer dan komunikasi data yaitu sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai. 2.4 System Development Life Cycle (SDLC) Menurut Kadir (2014) System Development Life Cycle (SDLC) atau daur hidup pengembangan merupakan metode klasik yang digunakan untuk mengembangkan, memelihara, dan menggunakan sistem informasi. Metode ini mencakup sejumlah fase atau tahapan. Waterfall merupakan SDLC yang menawarkan pembuatan perangkat lunak secara lebih nyata yaitu sesuai dengan tahapan analisis sistem, rancangan sistem, implementasi sistem, operasi dan pemeliharaan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.1. Penjelasan mengenai tahap-tahap SDLC model waterfall adalah sebagai berikut (Kadir, 2014) : a. Analisis Sistem Tahap analisis sistem dimulai karena adanya permintaan terhadap sistem baru, mengembangkan sistem yang sudah ada atau mengatasi masalah-masalah yang

14 Analisis Sistem - Analisis Kebutuhan Perubahan lingkup atau kebutuhan Kebutuhan Sistem Rancangan Sistem - Perancangan Konseptual - Perancangan Fisik Rancangan sistem Kesalahan atau masalah yang tak memungkinkan implementasi dilaksanakan Implementasi Sistem - Pemrograman - Pengujian - Konversi Sistem siap beroperasi mandiri Implementasi kurang lengkap atau ada permintaan baru Operasi dan Pemeliharaan Gambar 2.1 System Development Life Cycle Model Waterfall (Kadir, 2014) belum tertangani. Manfaat analisis sistem adalah untuk menentukan hal-hal lapangan, kuesioner, dan pengamatan terhadap sistem yang serupa dan detail tentang yang akan dikerjakan oleh sistem yang diusulkan. Analisis sistem terdiri dari analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan. Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi rinci tentang hal-hal yang akan dilakukan sistem ketika diimplementasikan. Dengan adanya spesifikasi kebutuhan dapat membuat kesepahaman antara pengembang sistem, pemakai, manajemen dan mitra kerja yang lain. Langkahlangkah yang dilakukan dalam analisis sistem adalah seperti wawancara, riset terhadap sistem sekarang, observasi b. Rancangan sistem Rancangan sistem dilakukan setelah kebutuhan pemakai dan pemecahan masalah teridentifikasi dari tahap analisis sistem. Rancangan sistem terbagi

15 menjadi dua tahapan yakni perancangan konseptual dan perancangan fisik. Perancangan konseptual/logis adalah membuat rancangan masukkan & keluaran sistem, rancangan penyimpanan data dan prosedur pemrosesan dan operasi. Hasil dari perancangan konseptual ini berupa rancangan input-output, rancangan ERD/CDM basis data yang akan digunakan dan system flowchart dari sistem. Setelah perancangan konseptual dilakukan tahap selanjutnya adalah perancangan fisik. Perancangan fisik adalah membuat rancangan antarmuka pemakai dan sistem, rancangan platform, rancangan basis data, rancangan modul, rencana pengujian dan rencana konversi. c. Implementasi sistem Pada implementasi sistem terdapat tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Tahapan tersebut adalah pemrograman, pengujian dan konversi. Pemrograman adalah aktivitas pembuatan program atau sederetan instruksi untuk mengatur komputer agar bekerja sesuai dengan hasil perancangan sistem. Pengujian adalah aktivitas untuk memastikan program bebas dari kesalahan ketika dijalankan. Pengujian ini dapat terdiri dari pengujian integrasi, pengujian sistem, pengujian penerimaan dan pengujian instalasi. Tahap selanjutnya setelah pengujian adalah tahap konversi. Konversi adalah pengoperasian sistem baru guna menggantikan sistem yang lama. Terdapat beberapa pendekatan yang dilakukan untuk melakukan konversi. Tahapan tersebut yaitu konversi paralel, konversi langsung, konversi pilot dan konversi modular. d. Operasi dan Pemeliharaan Setelah sistem baru berjalan sepenuhnya sistem memasuki tahapan operasi dan pemeliharaan. Pemeliharaan sistem diperlukan karena sistem suatu saat dapat

16 berubah karena adanya perubahan bisnis atau lingkungan, adanya permintaan kebutuhan baru, adanya masalah-masalah yang tidak terdeteksi selama pengujian, dan menurunnya kinerja sistem sehingga perlu adanya perubahan dalam penulisan program. 2.5 System Flow Bagan alir sistem (system flowchart) adalah bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem (Jogiyanto, 2005). 2.6 Data Flow Diagram (DFD) DFD adalah bagan yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir dan dimana data tersebut akan disimpan (Jogiyanto, 2005). DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. 2.7 Entity Relationship Diagram (ERD) Entity Relationship Diagram (ERD) (AlFatta, 2007) adalah gambar atau diagram yang menunjukkan informasi dibuat, disimpan, dan digunakan dalam sistem bisnis. ERD juga menjelaskan hubungan antara entity beserta relasinya. Entity merupakan sesuatu yang ada dan terdefinisikan di dalam suatu organisasi, dapat abstrak dan nyata. Untuk setiap entity biasanya mempunyai attribute yang merupakan ciri entity tersebut. Attribute yaitu uraian dari entitas dimana mereka dihubungkan atau dapat dikatakan sebagai identifier atau descriptors dari entitas.

17 Entity Relationship Diagram ini diperlukan agar dapat menggambarkan hubungan antar entity dengan jelas, dapat menggambarkan batasan jumlah entity dan partisipasi antar entity, mudah dimengerti oleh pemakai dan mudah disajikan oleh perancang database. Untuk itu, entity relationship diagram dibagi menjadi dua jenis model, yaitu: 1. Conceptual Data model Conceptual Data model (CDM) adalah jenis model data yang menggambarkan hubungan antar tabel secara konseptual. 2. Physical Data Model Physical Data Model (PDM) adalah jenis model data yang menggambarkan hubungan antar tabel secara fisikal. 2.8 Web Menurut Hidayat (2010) web dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau bergerak, animasi, suara, dan gabungan dari semuanya baik bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian hubungan informasi yang saling terkait. Web dapat dibagi menjadi dua yaitu web statis dan web dinamis. Web statis dibentuk dengan menggunakan HTML saja. Kekurangan web ini terletak pada keharusan untuk memelihara program web secara terus menerus untuk mengikuti setiap perubahan yang terjadi. Web dinamis adalah web statis yang diperluas kemampuannya dengan menggunakan perangkat lunak tambahan. Dengan menggunakan perangkat lunak tambahan, perubahan informasi dalam halaman-halaman web dapat ditangani melalui perubahan data dengan mengkoneksikan web ke basis data. Dengan

18 demikian, perubahan informasi dan kemutakhiran data dapat dilakukan oleh operator dan tidak menjadi tanggung jawab pemrogram atau webmaster. Menurut Kadir (2014) web dinamis dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi web pada sisi klien dan pada sisi server. Teknologi pada sisi klien adalah Kontrol activex, Java Applet sedangkan teknologi web pada sisi server adalah Common Gateway Interface (CGI), Active Server Page (ASP), Java Server Page (JSP) dan PHP. 2.9 Hypertext Preprocessor (PHP) PHP adalah bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source (Anhar, 2010). PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman diminta oleh klien. PHP juga dapat menghubungkan website yang kita buat dengan database. Struktur dari file PHP biasanya didahului oleh tag <?php serta ditutup dengan tag?> dan file-nya berekstensi.php. 2.10 SMS Gateway SMS gateway merupakan pintu gerbang bagi penyebaran informasi dengan menggunakan SMS (Tarigan, 2012). SMS gateway dapat menyebarkan pesan ke banyak nomer secara otomatis dan cepat. SMS gateway dapat langsung terhubung dengan nomor-nomor ponsel pada database. Selain itu, dengan SMS gateway pengguna dapat mengelola pesan-pesan yang dikirim, auto reply dan penjadwalan pengiriman pesan.

19 2.11 Testing Testing atau pengujian (Simarmata, 2010) adalah proses terhadap program untuk menemukan segala kesalahan dan segala kemungkinan yang akan menimbulkan kesalahan sesuai dengan spesifikasi perangkat lunak yang telah ditentukan sebelum program tersebut diserahkan kepada pelanggan. Prinsip yang harus diperhatikan pada testing/pengujian adalah 1. Semua pengujian harus dapat ditelusuri sesuai permintaan pengguna. 2. Pengujian harus direncanakan lama sebelum pengujian dimulai. 3. Pengujian harus dimulai dari hal kecil dan berkembang ke hal besar. 4. Pengujian yang mendalam tidak mungkin dilakukan. 5. Agar efektif, pengujian dilakukan pihak ketiga yang independen. Terdapat 2 metode pengujian perangkat lunak yang dapat digunakan, yaitu: metode white-box dan black-box. Pengujian metode white-box yaitu menguji struktur internal perangkat lunak dengan melakukan pengujian pada algoritma yang digunakan oleh perangkat lunak sedangkan pengujian metode black-box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak. Dengan demikian, pengujian blackbox memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. 2.12 Penelitian Terdahulu Penelitian mengenai sistem informasi perjalanan dinas yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian oleh Geniusa dan Febriliyan (2013). Tujuan dari pembuatan sistem informasi perjalanan dinas pada Kanwil Direktorat Jenderal

20 Perbendaharaan adalah mempermudah bagian kepegawaian dan keuangan untuk menata kelola perjalanan dinasnya dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari perubahan cara mengelola dari pembuatan serta penyimpanan data perjalanan dinas yang sebelumnya menggunakan excel kini tersimpan dalam satu server yang menjamin bahwa data tersebut dapat langsung dilakukan manipulasi dan tersimpan dengan baik. Perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah adanya penambahan fungsi penetapan anggaran perjalanan dinas dan fungsi pengawasan. Fungsi pengawasan ini berguna untuk memastikan jumlah pengeluaran perjalanan dinas sesuai dengan yang dianggarkan atau direncanakan.