PERAWATAN PREVENTIF SARANA/PRASARANA LABORATORIUM

dokumen-dokumen yang mirip
FISIKA SEKOLAH 1 FI SKS

61. Mata Pelajaran Fisika Kelompok Teknologi dan Kesehatan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

52. Mata Pelajaran Fisika untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang B. Tujuan

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN FISIKA

10. Mata Pelajaran Fisika Untuk Paket C Program IPA

BAB I PENDAHULUAN. 2. Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain

I. PENDAHULUAN. permasalahannya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Konsep dan prinsip

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Jurnal Ilmiah Guru COPE, No. 01/Tahun XVII/Mei 2013 METODE DISKUSI KELOMPOK BERBASIS INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMA

I. PENDAHULUAN. kepada manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam. Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Stevida Sendi, 2013

BAB I PENDAHULUAN. bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sangat penting bagi siswa. Seperti

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang masalah

PENINGKATAN KECAKAPAN AKADEMIK SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING

BAB I PENDAHULUAN. dilaksanakan di sekolah dengan tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan

11. Mata Pelajaran Kimia Untuk Paket C Program IPA

BAB I PENDAHULUAN adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut kemudian diatur

I. PENDAHULUAN. pada gejala-gejala alam. Perkembangan IPA selanjutnya tidak hanya ditandai

54. Mata Pelajaran Kimia untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. (SMA)/Madrasah Aliyah (MA). Fungsi dan tujuan mata pelajaran fisika di SMA

Mata Pelajaran IPA di SMALB bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. peserta didik yang dapat memberikan pengaruhnya terhadap pertumbuhan baik

BAB I PENDAHULUAN. (1) penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan; (2) proses pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. Fisika merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang berkaitan

ANALISIS TUJUAN MATA PELAJARAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewi Elyani Nurjannah, 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. proses. Secara definisi, IPA sebagai produk adalah hasil temuan-temuan para

Siti Solihah, Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu

BAB I PENDAHULUAN. yaitu 19 orang siswa mendapat nilai di bawah 65 atau 47,5%. Sedangkan nilai

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

12. Mata Pelajaran Biologi Untuk Paket C Program IPA

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan matematika sangat berperan penting dalam upaya menciptakan

ANALISIS TUJUAN MATA PELAJARAN Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam. Ranah Kompetensi K A P

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Heri Sugianto, 2013

Mata Pelajaran IPA di SMALB bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan memegang peranan yang penting dalam mempersiapkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan PKn

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Eva Agustina,2013

Botol Plastik. Sustainable Design Monica Tjenardi Putri Anastasia Sonia Olivia Sylvia Bellani

JIPFRI: Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

INKUIRI MERUPAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPA (FISIKA) SD/MI AMANAH DALAM KTSP. Disusun Oleh: Edi Istiyono, M.Si.

FISIKA HAKIKAT FISIKA

53. Mata Pelajaran Biologi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang B. Tujuan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang mempelajari

BAB I PENDAHULUAN. Bab I ketentuan umum pada pasal 1 dalam UU ini dinyatakan bahwa :

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BIOLOGI DAN RUANG LINGKUP STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

BAB I HAKEKAT IPA. Ilmu yang mempelajari alam dengan segala isinya, termasuk gejala-gejala alam ang ada. fisika biologi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Denok Norhamidah, 2013

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan

BAB I PENDAHULUAN. Menteri Pendidikan Nasional (Depdiknas, 2006: ) No. 22 tahun 2006 tujuan

BAB I PENDAHULUAN. ditakuti dan tidak disukai siswa. Kecenderungan ini biasanya berawal dari

BAB I PENDAHULUAN. Prinsip dasar pembelajaran IPA antara lain adalah prinsip keterlibatan, prinsip

I. PENDAHULUAN. karena pembelajarannya mengandung unsur-unsur ilmiah yang menekankan

BAB I PENDAHULUAN. fenomena alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Lidia Rahmawati, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), hlm. 3.

47. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB A)

I. PENDAHULUAN. Tujuan pembelajaran fisika di SMA secara umum adalah memberikan bekal. ilmu kepada siswa, pemahaman dan sejumlah kemampuan yang

BAB I PENDAHULUAN. berlandaskan pada kurikulum satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan. masyarakat secara mandiri kelak di kemudian hari.

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seorang atau. kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan pikiran dalam mempelajari rahasia gejala alam (Holil, 2009).

PELATIHAN MANAGEMEN LABORATORIUM BAGI PENGELOLA LABORATORIUM IPA SD DI WILAYAHKABUPATEN SLEMAN

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI DAUR AIR

BAB I PENDAHULUAN. kualitas sumber daya manusia dan sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PREDICT- OBSERVE-EXPLAIN-WRITE (POEW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS IX A SMP NEGERI 11 PALU

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

I. PENDAHULUAN. Ilmu kimia adalah cabang dari IPA yang secara khusus mempelajari tentang

BAB I PENDAHULUAN. terutama dalam mata pelajaran matematika sejauh ini telah mengalami

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan secara historis telah menjadi landasan moral dan etik dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KISI- KISI SOAL UJI KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN. Kompetensi Guru Mapel (Kompetensi Dasar) Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi)

Transkripsi:

PERAWATAN PREVENTIF SARANA/PRASARANA LABORATORIUM Oleh: Yusman Wiyatmo Jurdik Fisika FMIPA UNY, email: yusmanwiyatmo@yahoo.com PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang fenomena alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Fisika merupakan salah satu cabang IPA yang mendasari perkembangan teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dipicu oleh temuan di bidang fisika material melalui penemuan piranti mikroelektronika yang mampu memuat banyak informasi dengan ukuran sangat kecil. Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam, fisika juga memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan serta pengurangan dampak bencana alam tidak akan berjalan secara optimal tanpa pemahaman yang baik tentang fisika. Pada tingkat SMA/MA, fisika dipandang penting untuk diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri dengan beberapa pertimbangan. Pertama, selain memberikan bekal ilmu kepada peserta didik, mata pelajaran Fisika dimaksudkan sebagai wahana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir yang berguna untuk memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, mata pelajaran Fisika perlu diajarkan untuk tujuan yang lebih khusus yaitu membekali peserta didik pengetahuan, pemahaman dan sejumlah kemampuan yang dipersyaratkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu dan teknologi. Pembelajaran Fisika dilaksanakan secara inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi sebagai salah satu aspek penting kecakapan hidup. Mata pelajaran Fisika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1) Membentuk sikap positif terhadap fisika dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, 2) memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain, 3) Mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui 1

percobaan, merancang dan merakit instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis, 4) Mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dan 5) Menguasai konsep dan prinsip fisika serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mencapai tujuan tersebut salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah kesiapan sarana/prasarana laboratorium untuk pembelajaran fisika di sekolah. Percobaan dan demonstrasi untuk menyelidiki fenomena fisika mutlak diperlukan untuk pembelajaran yang berbasis laboratorium. Kenyataan di lapangan masih sering dijumpai keengganan guru untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan alat-alat laboratorium karena beberapa alasan antara lain: 1) diperlukan persiapan yang menyita banyak waktu, 2) alat-alat yang ada di laboratorium jumlahnya sangat terbatas, 3) banyak alat-alat yang rusak, 4) setelah PBM selesai harus membereskan alat-alat, dsb. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi. Guru fisika harus kreatif, inovatif dan mampu melakukan perawatan perbaikan alat-alat laboratorium sehingga dapat berdaya guna bagi kemajuan peserta didik. Selain itu penggunaan yang benar, perawatan pasca penggunaan alat secara rutin, dan perbaikan segera terhadap alat-alat yang rusak dapat memperpanjang usia alat (awet). UNSUR-UNSUR PERAWATAN DAN PERBAIKAN ALAT Unsur-unsur penting yang perlu diperhatikan dalam perawatan alat agar alat dapat berfungsi normal dan awet adalah sebagai berikut: 1. Penggunaan alat dengan hati-hati dan benar. 2. Penempatan kembali alat dalam keadaan bersih dan kering 3. Penempatan alat pada tempat yang telah ditentukan 4. Perbaikan segera terhadap alat yang rusak 5. Pencarian segera terhadap alat yang tidak ada pada tempat yang ditentukan 6. Penggantian segera terhadap alat yang hilang, baik dengan membuat sendiri atau membeli alat baru. Unsur-unsur penting dalam perbaikan alat: 1. Perbaikan alat memerlukan keterampilan dan kreativitas. Kebiasaan membeli alat-alat yang baru sebagai pengganti yang rusak sedapat mungkin dihindari, karena memperbaiki alat sendiri dapat menumbuhkan dan melatih keterampilan dan kreativitas. 2. Perbaikan alat yang rusak mengutamakan kualitas artinya setelah diperbaiki alat dapat difungsikan dengan baik, akurat, presisi, dan rapi, Selanjutnya pada Gambar 1 berikut secara skematis disajikan Prosedur Perawatan dan Perbaikan Alat Laboratorium Fisika sbb: 2

ALAT-ALAT FISIKA/KIT PERAKITAN SPESIFIKASI PENGGUNAAN ALAT PERAWATAN RUTIN SETELAH ALAT DIGUNAKAN PERBAIKAN ALAT BILA TERJADI KERUSAKAN PENYIMPANAN ALAT/KIT DENGAN BENAR AWET, AKURAT, PRESISI Gambar 1. Prosedur Perawatan dan Perbaikan Alat Laboratorium Fisika PENJELASAN UMUM PERAWATAN PREVENTIF ALAT/KIT FISIKA Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam perawatan preventif alat/kit sbb: 1. Hindari menaruh barang-barang berisi cairan ke dalam kotak penyimpan/almari. 2. Sebelum alat-alat disimpan dalam kotak penyimpan/almari, lepaskan terlebih dulu dari rangkaian. 3. Berhati-hatilah pada waktu percobaan dengan sumber tegangan 220 V sebagai catu daya. 4. Barang-barang/alat yang rusak harus disingkirkan dari sistem peralatan dan segera diganti dengan alat yang serupa/sama. 5. Alat-alat yang mengalami kerusakan kecil, segera diperbaiki. 3

6. Sebelum disimpan dalam kotak penyimpan, semua alat dalam keadaan kering dan bersih. 7. Letakkan alat-alat dalam Kit sesuai dengan tempatnya masing-masing HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGGUNAAN ALAT BERUPA KIT Agar alat-alat yang terdapat dalam Kit dapat berfungsi secara optimal maka perlu diperhatikan hal-hal sbb: 1. Nama Kit. 2. Jumlah set tiap Kit 3. Nama dan jumlah alat tiap set 4. Pelajari petunjuk penggunaan 5. Pelajari kemungkinan kombinasi Kit 6. Pengembangan penggunaan Kit 7. Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari PERBAIKAN ALAT DARI BAHAN PLASTIK YANG RETAK, PECAH, PATAH Pada Tabel 1 berikut disajikan perbaikan alat/kit dari bahan plastik dengan cara pengeleman sbb: Tabel 1. Perbaikan Alat/Kit dari Bahan Plastik dengan Lem No Nama Plastik Singkatan Jenis Lem 1 High Density Polyethylene HDPE Araldite/Dexstone 2 Polyvenylchloride PVC Araldite/Dexstone 3 Low Density Polyethylene LDPE Araldite/Dexstone 4 Polypropylene PP Araldite/Dexstone 5 Polystyrene PS Araldite/Dexstone 6 Acryl Butadine Sterol ABS Araldite/Dexstone 7 Polymethylmethacrylat PMMA Tidak bisa 8 Polycarbonate PC Tidak bisa 9 Styrol Acrylnitril Copolymere SAN Araldite/Dexstone PENUTUP Perawatan dan perbaikan alat mutlak diperlukan agar alat-alat dapat berfungsi secara optimal dalam penggunaannya pada kegiatan pembelajaran fisika. Penggunaan alat sesuai dengan prosedur yang benar dapat digunakan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya kerusakan alat. 4

Contoh: Cara Memperbaiki Termometer MINYAK GORENG Masalah: alkohol pada pipa kapiler thermometer terputus-putus Cara Memperbaiki: 1. Panaskan minyak goreng dengan bekker glass 2. Celupkan thermometer ke dalam minyak mendidih. 3. Angkat thermometer dari minyak sebelum ruang muai penuh 4. Lakukan berulang sampai cairan alkohol menyatu 5