Jurnal Elektum Vol. 14 No. 1 ISSN : DOI: https://doi.org/ /elektum e-issn :

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III. Transformator

STUDI PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN PEMBEBANAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 KV PT PLN (PERSERO) CABANG PONTIANAK

USAHA MENGATASI RUGI RUGI DAYA PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV. Oleh : Togar Timoteus Gultom, S.T, MT Sekolah Tinggi Teknologi Immanuel Medan ABSTRAK

Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Arus Netral dan Losses pada Trafo Distribusi

AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI

BAB III KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN

JURNAL TEKNIK ELEKTRO ITP, Vol. 6, No. 1, JANUARI

PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA TRAFO DISTRIBUSI

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam menyalurkan daya listrik dari pusat pembangkit kepada konsumen

PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TRANSFORMATOR KERING BHT02 RSG GA SIWABESSY TERHADAP ARUS NETRAL DAN RUGI-RUGI

BAB I PENDAHULUAN. dan papan. Hampir seluruh peralatan-peralatan yang digunakan untuk membantu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menganalisa ketidakseimbangan beban pada jaringan distribusi sekunder dan

ESTIMASI UMUR PAKAI DAN RUGI DAYA TRANSFORMATOR. The Estimated Age of Use and Loss Power Transformer

BAB IV OPTIMALISASI BEBAN PADA GARDU TRAFO DISTRIBUSI

Kata Kunci : Transformator Distribusi, Ketidakseimbangan Beban, Arus Netral, Rugi-rugi, Efisiensi

ANALISIS RUGI RUGI ENERGI LISTRIK PADA JARINGAN DISTRIBUSI

KERJA DAERAH PROGRAM MEDAN. Menyelesaikan. oleh

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISA PERHITUNGAN SUSUT TEKNIS DENGAN PENDEKATAN KURVA BEBAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI PT. PLN (PERSERO) RAYON MEDAN KOTA

Bab V JARINGAN DISTRIBUSI

Jurnal Teknik Elektro ISSN

KOKO SURYONO D

PERENCANAAN PEMASANGAN GARDU SISIP P117

STUDI PERKIRAAN SUSUT TEKNIS DAN ALTERNATIF PERBAIKAN PADA PENYULANG KAYOMAN GARDU INDUK SUKOREJO

BAB IV ANALISA PERENCANAAN INSTALASI DISTRIBUSI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 KV

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK. karena terdiri atas komponen peralatan atau mesin listrik seperti generator,

STUDI BEBAN TIDAK SEIMBANG TERHADAP ARUS NETRAL PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI P70 PADA PLN CABANG PALU

STUDI ANALISA PERENCANAAN INSTALASI DISTRIBUSI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 20 KV. Badaruddin 1, Heri Kiswanto 2

STUDI ANALISA PERENCANAAN INSTALASI DISTRIBUSI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 20 KV. Badaruddin 1, Heri Kiswanto 2

atau pengaman pada pelanggan.

TEORI LISTRIK TERAPAN

ANALISA JATUH TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 kv DI FEEDER PENYU DI PT. PLN (PERSERO) RAYON BINJAI TIMUR AREA BINJAI LAPORAN TUGAS AKHIR

Pemerataan atau penyeimbangan beban merupakan salah satu cara untuk menekan losses teknik. Penekanan losses terjadi dengan prinsip mengurangi arus yan

ANALISIS BEBAN TIDAK SEIMBANG TERHADAP LOSSES JARINGAN TEGANGAN RENDAH (JTR) PADA GARDU DISTRIBUSI DT-1 DAERAH KERJA PT.PLN (Persero) RAYON DELITUA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS JATUH TEGANGAN DAN RUGI DAYA PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP

ANALISIS PERHITUNGAN LOSSES PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH DENGAN PERBAIKAN PEMASANGAN KAPASITOR. Ratih Novalina Putri, Hari Putranto

PEMERATAAN BEBAN UNTUK MENGURANGI RUGI RUGI DAYA PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI MT 232 DI PT PLN (PERSERO) RAYON MEDAN TIMUR

ANALISIS TEORITIS PENEMPATAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI MENURUT JATUH TEGANGAN DI PENYULANG BAGONG PADA GARDU INDUK NGAGEL

ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI SEKUNDER GARDU DISTRIBUSI DS 0587 DI PT. PLN (Persero) DISTRIBUSI BALI RAYON DENPASAR

ANALISIS JATUH TEGANGAN DAN RUGI DAYA PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1 Tiga Bagian Utama Sistem Tenaga Listrik untuk Menuju Konsumen

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM...

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN I... ii. HALAMAN PENGESAHAN II... iii. HALAMAN PERNYATAAN... iv. DAFTAR ISI...

Gambar 2.1 Skema Sistem Tenaga Listrik

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN KERJA SISTEM PROTEKSI PADA GARDU AB

PENYEIMBANGAN BEBAN TRAFO GARDU DISTRIBUSI DENGAN METODE ALL RECONNECTING. Nomor : 180 /120/PR/ April 2009 Surat Sdr. No.

BAB II LANDASAN TEORI

ABSTRAK. Kata Kunci : Jaringan tegangan rendah, Rugi rugi energi, Konektor Tap, Konektor Pres.

BAB II SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

ANALISIS PENYEBAB DAN UPAYA MINIMALISASI KERUSAKAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DI WILAYAH KERJA PT PLN (PERSERO) AREA MEDAN RAYON LABUHAN

STUDI PERHITUNGAN DAN ANALISA RUGI RUGI JARINGAN DISTRIBUSI (STUDI KASUS: DAERAH KAMPUNG DOBI PADANG)

47 JURNAL MATRIX, VOL. 7, NO. 2, JULI 1971

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

STUDI EFISIENSI TRANSFORMATOR DAYA DI GARDU INDUK GIS LISTRIK. Oleh : Togar Timoteus Gultom, S.T, MT Dosen Sekolah Tinggi Teknologi Immanuel Medan

Menurunkan Biaya Pemakaian Listrik 8 Unit Gedung Melalui Perbaikan Faktor Daya dan Profil Tegangan

PERHITUNGAN JATUH TEGANGAN SUTM 20 KV PADA PENYULANG SOKA DI PT. PLN ( PERSERO ) CABANG JAYAPURA. Parlindungan Doloksaribu.

PERHITUNGAN JATUH TEGANGAN SUTM 20 KV PADA PENYULANG SOKA DI PT. PLN ( PERSERO ) CABANG JAYAPURA. PARLINDUNGAN DOLOKSARIBU

ANALISIS KINERJA TRANSFORMATOR BANK PADA JARINGAN DISTRIBUSI GUNA MENGURANGI SUSUT TEKNIS ENERGI LISTRIK

DAFTAR ISI JUDUL... LEMBAR PRASYARAT GELAR... LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS... LEMBAR PENGESAHAN... UCAPAN TERIMAKASIH... ABSTRAK...

ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI UNTUK IDENTIFIKASI BEBAN LEBIH DAN ESTIMASI RUGI-RUGI PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH

Pemerataan Beban Transformator Pada Saluran Distribusi Sekunder

Politeknik Negeri Sriwijaya

OPTIMASI PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL DAN RUGI-RUGI PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI PT.PLN (PERSERO) RAYON BELAWAN

STUDI PEMELIHARAAN JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH DAN TEGANGAN MENENGAH DAERAH KERJA PT. PLN (PERSERO) RAYON DELI TUA LAPORAN TUGAS AKHIR

OPTIMALISASI KUALITAS TEGANGAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI UNTUK PELANGGAN PLN BERDASAR PADA WINDING RATIO

BAB II JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

STUDI SUSUT ENERGI PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH WILAYAH PLN APJ CEMPAKA PUTIH DENGAN OBJEK PELANGGAN RESIDENSIAL

STUDY KASUS DROP TEGANGAN PADA PANEL UTAMA PRAMBANAN TUGAS AKHIR

BAB IV PERHITUNGAN SUSUT BEBAN. Data teknis dari transformator pada gardu induk tangerang yang ada pada

LAPORAN PENELITIAN INTERNAL

BAB II LANDASAN TEORI. Tenaga listrik dihasilkan di pusat-pusat pembangkit listrik seperti PLTA,

Perencanaan Kebutuhan Distribusi Sekunder Perumahan RSS Manulai II

BAB II SALURAN DISTRIBUSI

12 Gambar 3.1 Sistem Penyaluran Tenaga Listrik gardu induk distribusi, kemudian dengan sistem tegangan tersebut penyaluran tenaga listrik dilakukan ol

BAB I. PENDAHULUAN. daya listrik dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantaranya adalah kualitas daya

Analisis Rugi Daya Pada Jaringan Distribusi Penyulang Barata Jaya Area Surabaya Selatan Menggunakan Software Etap 12.6

PERENCANAAN DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) PADA SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 20KV

ANALISA KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN LISTRIK PADA GARDU LISTRIK KAMPUS III

PENGARUH PENAMBAHAN JARINGAN TERHADAP DROP TEGANGAN PADA SUTM 20 KV FEEDER KERSIK TUO RAYON KERSIK TUO KABUPATEN KERINCI

BAB III LANDASAN TEORI

SKRIPSI PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA TRAFO DISTRIBUSI PROYEK RUSUNAMI GADING ICON

PERBAIKAN REGULASI TEGANGAN

OPTIMALISASI PEMBEBANAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DENGAN PENYEIMBANGAN BEBAN

Jurnal Media Elektro, Vol. 1, No. 3, April 2013 ISSN

ANALISA PENGARUH BEBAN TIDAK SEIMBANG TERHADAP RUGI DAYA LISTRIK PADA JARINGAN DISTRIBUSI SEKUNDER HASBULAH

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dapat terpenuhi secara terus menerus. mengakibatkan kegagalan operasi pada transformator.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

SILABUS. 5. Evaluasi - Kehadiran - Tugas - partisipasi diskusi, tanya jawab - UTS - UAS

Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1)

BAB IV PERHITUNGAN RUGI TEGANGAN DAN SUSUT (LOSSES) SETELAH PENGGANTIAN KONEKTOR PRES (CCO)

BAB III PERANCANGAN ALAT

EVALUASI EKSPANSI JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 kv GI SOLO BARU

BAB I PENDAHULUAN. Pada sistem penyaluran tenaga listrik, kita menginginkan agar pemadaman tidak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KOORDINASI SETTING RELAY PENGAMAN AKIBAT UPRATING TRANSFORMATOR DI GARDU INDUK GIANYAR

Transkripsi:

DOI: https://doi.org/10.2485/elektum.14.1.1-8 e-issn : 2550-0678 STUDI VERIFIKASI SISTEM KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN ADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH MENGGUNAKAN ALAT HB SR (ERALATAN HUBUNG BAGI SAMBUNGAN RUMAH) DI WILAYAH LN AREA CEMAKA UTIH Husnibes Muchtar 1, Yayan Sopian 2 1) 2) Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka utih Tengah 27 Jakarta usat (10510) Email: husnibes.muchtar@ftumj.ac.id Abstrak Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik sering kali terjadi di lapangan. Hal ini merupakan beban satu fasa pada pelanggan Jaringan Tegangan Rendah yang tidak sama akibat banyaknya penambahan beban listrik yang tidak memperhatikan ketidakseimbangan beban sistem. Akibat ketidakseimbangan tersebut muncul arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (susut teknis/rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. Dengan merealisasikan HB SR (eralatan Hubung Bagi Sambungan Rumah) ini mampu menyeimbangkan beban pada Jaringan Tegangan Rendah secara berkala dan kontinu sehingga dapat mengurangi susut teknis (losses), mempermudah Bidang enyambungan dalam teknis penyambungan Sambungan Rumah (SR) di Tiang, meningkatkan estetika dan kerapian Sistem Jaringan. Kata kunci : 1 endahuluan 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi. Dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik tersebut, terjadi pembagian beban-beban yang pada awalnya merata, namun karena perbedaan waktu pemakaian menimbulkan ketidakseimbangan beban. Untuk menjaga stabilitas beban tersebut diperlukan analisis pembebanan yang bertujuan mengidentifikasi ketidakseimbangan beban antar fasa (R, S, T) yang menyebabkan mengalirnya arus pada netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo dapat mengakibatkan losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. roses pemerataan beban yang ada saat ini cukup sulit dilakukan secara kontinyu dan berkala, tingginya gangguan pembatas arus (NH-Fuse) akibat beban yang tidak seimbang dapat menyebabkan pemadaman aliran listrik. Oleh sebab itu, penulis membuat sebuah alat pembagi yaitu alat HB SR (eralatan Hubung Bagi Sambungan Rumah) sebagai pembagi Jaringan Tegangan Rendah (JTR) ke Sambungan Rumah (SR). Terjadinya ketidakseimbangan beban pada setiap Fasa ( R-S-T ), sehingga mengalir Arus yang cukup tinggi pada Netral dan entanahan. roses pemerataan beban yang ada saat ini cukup sulit dilakukan secara kontinyu dan berkala. Tingginya gangguan embatas Arus ( NH-Fuse ) akibat pembebanan yang tidak merata seimbang dapat menyebabkan pemadaman aliran listrik. Estetika & kerapihan JTR. 1.2 Tujuan Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : Tersedianya Jaringan Tegangan Rendah dengan pembebanan yang merata/ideal. Mengurangi susut teknis (losses) dan gangguan NH-Fuse akibat beban tidak merata. Mempermudah Bidang enyambungan dalam teknis penyambungan Sambungan Rumah (SR) ke Jaringan Tegangan Rendah (JTR) di Tiang. Meningkatkan kualitas pelayanan melalui estetika dan kerapian Jaringan Listrik. 1. erumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka rumusan masalah akan disusun sebagai berikut : 1

DOI: https://doi.org/10.2485/elektum.14.1.1-8 e-issn : 2550-0678 1. Bagaimana pembebanan Gardu menjadi merata/ideal? 2. Bagaimana cara mengurangi susut teknis (losses) akibat adanya arus pada kawat Netral dan entanahan/ground?. Bagaimana cara mengurangi gangguan pembatas arus (NH-Fuse)? 4. Bagaimana teknis alat HB-SR? 1.4 Batasan Masalah Agar penelitian ini terfokus pada permasalahan, maka perancangan penelitian ini dibatasi pada : 1. Ketidakseimbangan beban pada Gardu Distribusi. 2. Susut teknis (losses) adalah akibat timbulnya arus pada kawat Netral dan entanahan/ground.. Gangguan pembatas arus (NH-Fuse) sebagai akibat dari beban yang tidak merata. 4. HB-SR digunakan untuk manuver beban dalam teknis penyeimbangan/pemerataan beban. 2 SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI 2.1 Sistem Tenaga Listrik Sistem Tenaga Listrik memiliki pengertian suatu kesatuan dari unit pembangkit listrik, unit transmisi listrik, dan unit distribusi listrik yang menyalurkan listrik dari produsen kepada konsumen dengan dilengkapi sistem proteksi pada kesatuan tersebut, secara umum Sistem Tenaga Listrik dibagi menjadi tiga segmen, yaitu embangkitan, Transmisi dan Distribusi. 2.2 Komponen-komponen Jaringan Distribusi : Gardu Induk Jaringan Distribusi rimer Gardu Distribusi Jaringan Distribusi Sekunder 2. enyusutan Energi ada Jaringan Distribusi enyusutan energy pada jaringan distribusi ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain : 1. enyusutan energy pada penyulang. 2. enyusustan energy pada transformator distribusi.. enyusutan energy pada titik sambungan (jointing). Susut Non-Teknis merupakan susut atau daya yang hilang akibat faktor-faktor non teknis, dalam artian merupakan susut yang benar-benar tidak bisa diperhitungkan penyebab dari susut ini. 2 Beberapa contoh dari penyebab susut non teknis ini adalah adanya pencurian listrik. enyebab lain yang sering terjadi juga adalah karena adanya kesalahan dalam pencatatan nilai. Lebih jelas parameter yang harus diperhatikan yang seringkali menjadi penyebab timbulnya susut non teknis adalah sebagai berikut: engukuran Energi Listrik encatatan Meter elanggan emakaian sendiri rosedur perhitungan dan pelaporan susut Kontak pelanggan Komposisi Jaringan Sementara susut teknis merupakan susut yang terjadi karena memang ketidaksempurnaan sistem, dengan kata lain susut yang sudah pasti ada dan biasanya dapat dibuat model perhitungannya. Secara umum rumusan perhitungan susut teknis berasal dari rumus berikut : susut I²Saluran x Rkabel I besar arus yang mengalir di jaringan (Ampere) R besar hambatan dalam penghantar (Ὡ) Kemudian besar hambatan kabel tersebut didefinisikan dengan persamaan. R ƿ x l / A R Hambatan dalam penghantar (Ὡ) Ƿ hambatan jenis penghantar ( Ὡ meter) l anjang enghantar (meter) A luas penampang penghantar (meter ²) Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa secara sederhana rugi-rugi jaringan diakibatkan oleh besar arus yang mengalir, ini dipengaruhi terutama oleh pusat-pusat beban, semakin banyak beban yang bekerja maka akan semakin besar pula arus yang mengalir dijaringan. Kemudian juga disebabkan oleh penghantar juga akan lebih kecil. METODOLOGI.1 Data Teknis Data teknis yang dilakukan dalam penelitian ini berupa data-data profil Gardu Distribusi dan Jaringan Tegangan Rendah. Dimana penelitian ini diambil berdasarkan hasil evaluasi, sehingga dijadikan sampel penelitian. enelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui ketidak seimbangan pada Jaringan Tegangan Rendah dan berapa besarnya energi yang hilang / susut dari Jaringan Tegangan

DOI: https://doi.org/10.2485/elektum.14.1.1-8 e-issn : 2550-0678 Rendah yang menyuplai energi hingga ke masyarakat pengguna energi listrik. Data embebanan Trafo (I) Spesifikasi Trafo Tiang : Gardu : T 15 Merk / Tipe: Trafindo / Outdoor Daya : 200 kva Tegangan Kerja : 21/20,5/20/19,5/19 kv // 400 V Arus : 6,8 59 A Hubungan : Dyn5 Impedansi : 4% Trafo : 1 x phasa Ukuran kawat untuk penghantar netral trafo adalah 50 mm 2 dengan R 0,6842 Ω/km, sedangkan untuk kawat penghantar fasanya adalah 70 mm 2 dengan R 0,5049 Ω/km. Sketsa Tiang listrik (I).1.1 Skema Jaringan Tegangan Rendah Awal

DOI: https://doi.org/10.2485/elektum.14.1.1-8 e-issn : 2550-0678.2 erhitungan dan ersentase pembebanan Trafo (I) Jumlah elanggan (I) 4 S 200 kva, V 400 V (fasa-fasa) S I FL 20000 288,68 A x V x 400 I rata siang I R+ I S+ I T 159,67 A I rata malam I R+ I S+ I T 218,90 A ersentase beban Trafo : I rata siang I FL 159,67 288,68 55,1% 22,1 + 165 + 90,6 0,6 + 187,7 + 165,4 I rata malam I FL 218,90 288,68 75,8% Waktu Beban uncak (WB) yaitu 75,8%.. erhitungan ketidakseimbangan beban pada Trafo (I) ada Siang Hari : Dengan menggunakan persamaan (6), koefisien a, b, dan c dapat diketahui besarnya, dimana besar

DOI: https://doi.org/10.2485/elektum.14.1.1-8 e-issn : 2550-0678 arus fasa dalam keadaan seimbang ( I ) sama dengan besar arus rata-rata (Irata). I R a x I, maka : a I R 22,1 1,40 I 159,67 I S b x I, maka : a I S 165 1,0 I 159,67 I T c x I, maka : a I T 90,6 0,57 I 159,67 ada keadaan seimbang, besarnya koefisien a, b dan c adalah 1. Dengan demikian, rata-rata ketidakseimbangan beban (dalam %) adalah : { a 1 + b 1 + c 1 } x 100% { 1,4 1 + 1, 1 + 0,57 1 } x 100% 28,67% ada Malam Hari : Dengan menggunakan persamaan (6), koefisien a, b, dan c dapat diketahui besarnya, dimana besar arus fasa dalam keadaan seimbang ( I ) sama dengan besar arus rata-rata (Irata ). I R a x I, maka : a I R 0,6 1,9 I 218,9 I S b x I, maka : a I S 187,7 0,86 I 218,9 I T c x I, maka : a I T 165,4 0,75 I 218,9 ada keadaan seimbang, besar koefisien a, b dan c adalah 1. Dengan demikian, rata-rata ketidakseimbangan beban (dalam %) adalah : { a 1 + b 1 + c 1 } x 100% { 1,9 1 + 0,86 1 + 0,75 1 } x 100% 26% Dari perhitungan di atas terlihat bahwa baik pada siang hari maupun malam hari, ketidakseimbangan beban cukup tinggi (> 25%), hal ini disebabkan karena penggunaan beban yang tidak merata antar elanggan. G (I G )². R G (62,1)².,8 146554,4 Watt 14,65 kw Dengan demikian persentase losses akibat adanya arus netral yang mengalir ke tanah adalah : % G G x 100% 14,65 x 100% 8,62 % ada Malam hari Losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dapat dihitung besarnya, yaitu: N (I N )². R N (11,76)². 0,6842 11867,7 Watt 11,87 kw Sehingga persentase losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo adalah: % N N 11,87 x 100% x 100% 6,98 % Losses akibat adanya arus netral yang mengalir ke tanah dapat dihitung besarnya, yaitu: G (I G )². R G (58,9)².,8 118 Watt 1,18 kw Dengan demikian persentase losses akibat adanya arus netral yang mengalir ke tanah adalah : % G G 1,18 x 100% x 100% 7,75 %.5 Gambar dan Teknis HB SR.4 erhitungan Susut Teknis (Losses) (I) ada Siang hari Berdasarkan data tersebut, losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dapat dihitung besarnya, yaitu: N (I N )². R N (118,6)². 0,6842 962,92 Watt 9,62 kw dimana daya aktif trafo () : S. cos φ, dimana cos φ yang digunakan adalah 0,85 200. 0,85 kw Sehingga persentase losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo adalah: % N N 9,62 x 100% x 100% 5,66 % Losses akibat adanya arus netral yang mengalir ke tanah dapat dihitung besarnya, yaitu: 5 Gambar. HB-SR 1 fasa

DOI: https://doi.org/10.2485/elektum.14.1.1-8 e-issn : 2550-0678 Gambar.7 HB-SR fasa Teknis : HB SR terdiri atas HB 1 fasa dan HB fasa HB fasa berfungsi sebagai tempat manuver beban (pemindahan SR dari fasa tinggi ke fasa rendah) HB SR 1 fasa dipasang di setiap tiang, dengan urutan tiang ke-1 dikoneksikan ke fasa R, tiang ke-2 dikoneksikan ke fasa S, tiang ke- dikoneksikan ke fasa T, tiang ke-4 dipasangi HB SR fasa (berfungsi untuk manuver beban), tiang ke 5 dan selanjutnya dipasangi HB SR 1 fasa secara berurutan mengikuti fasa indahkan kabel Sambungan Rumah (SR) ke HB SR, kemudian lakukan pengukuran disetiap jurusan pada HB-TR Setelah mendapatkan pengukuran siang dan malam lakukan menuver beban di HB SR fasa Diperoleh hasil pemerataan beban yang ideal (< 20%) Beban sifatnya tidak stabil, dalam kurun waktu tertentu beban tersebut akan bertambah. Jika kondisi pemerataan beban kembali tidak ideal maka lakukan manuver beban. Dengan adanya HB SR ini, pemindahan beban-beban di Jaringan Tegangan Rendah akan lebih efektif, efisien dan mudah. 4 HASIL DAN EMBAHASAN 4.1 Data Jaringan erbandingan data-data pembebanan Trafo sebelum dan sesudah dipasang HB-SR untuk dapat melakukan pengukuran dan analisa ketidak seimbangan beban yang menyebabkan susut (losses) yang cukup tinggi pada masing-masing Gardu, antara lain : hasil ukur beban trafo, hasil ukur arus pada penghantar netral, hasil ukur arus pada kawat ground dan panjang Jaringan Tegangan Rendah. Sketsa Tiang listrik (II) Jumlah elanggan (II) 6

DOI: https://doi.org/10.2485/elektum.14.1.1-8 e-issn : 2550-0678 I rata siang I FL 158,7 288,68 54,97% I rata malam I FL 219,57 288,68 76,06% Data embebanan Trafo (I) Waktu Beban uncak (WB) yaitu 76,06%. 4. erhitungan ketidakseimbangan beban pada Trafo (II) ada Siang Hari : Dengan menggunakan persamaan (6), koefisien a, b, dan c dapat diketahui besarnya, dimana besar arus fasa dalam keadaan seimbang ( I ) sama dengan besar arus rata-rata (Irata). I R a x I, maka : a I R 158, 0,99 I 158,7 I S b x I, maka : a I S 168,2 1,05 I 158,7 I T c x I, maka : a I T 149,6 0,94 I 158,7 ada keadaan seimbang, besarnya koefisien a, b dan c adalah 1. Dengan demikian, rata-rata ketidakseimbangan beban (dalam %) adalah : { a 1 + b 1 + c 1 } { 0,99 1 + 1,05 1 + 0,94 1 } x 100% x 100% 4 % ada Malam Hari : Dengan menggunakan persamaan (6), koefisien a, b, dan c dapat diketahui besarnya, dimana besar arus fasa dalam keadaan seimbang ( I ) sama dengan besar arus rata-rata (Irata ). I R a x I, maka : a I R 24,6 1,07 I 219,57 I S b x I, maka : a I S 216, 0,98 I 219,57 I T c x I, maka : a I T 207,8 0,94 I 219,57 ada keadaan seimbang, besar koefisien a, b dan c adalah 1. Dengan demikian, rata-rata ketidakseimbangan beban (dalam %) adalah : 4.2 erhitungan dan ersentase pembebanan Trafo (II) S 200 kva, V 400 V (fasa-fasa) S 20000 x V I FL 288,68 A x 400 I rata siang I R+ I S+ I T 158,7 A I rata malam I R+ I S+ I T 219,57 A ersentase beban Trafo : 158, + 168,2 + 149,6 24,6 + 216, + 207,8 7 { a 1 + b 1 + c 1 } x 100% { 1,07 1 + 0,98 1 + 0,94 1 } x 100% 4,6 % Dari perhitungan di atas menunjukkan bahwa baik pada siang hari maupun malam hari, ketidakseimbangan beban cukup rendah ( < 25% ). 4.4 erhitungan Susut Teknis (Losses) (II) ada Siang hari Berdasarkan data tersebut, losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dapat dihitung besarnya, yaitu: N (I N )². R N (46,6)². 0,6842 1485,78 Watt 1,486 kw

DOI: https://doi.org/10.2485/elektum.14.1.1-8 e-issn : 2550-0678 Sehingga persentase losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo adalah: % N N 1,486 x 100% x 100% 0,87 % Losses akibat adanya arus netral yang mengalir ke tanah dapat dihitung besarnya, yaitu: G (I G )². R G (12,1)².,8 556,6 Watt 0,556 kw Dengan demikian persentase losses akibat adanya arus netral yang mengalir ke tanah adalah : % G G x 100% 0,556 x 100% 0, % ada Malam hari Losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dapat dihitung besarnya, yaitu: N (I N )². R N (64,1)². 0,6842 2811,25 Watt 2,81 kw Sehingga persentase losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo adalah: % N N 2,811 x 100% x 100% 1,65 % Losses akibat adanya arus netral yang mengalir ke tanah dapat dihitung besarnya, yaitu: G (I G )². R G (21,4)².,8 1740,25 Watt 1,74 kw Dengan demikian persentase losses akibat adanya arus netral yang mengalir ke tanah adalah : % G G 1,74 x 100% x 100% 1,02 % 4.5 Manfaat HB-SR Manfaat Finansial Mengurangi losses dan penghematan sebesar (berdasarkan data pada pembahasan beban malam hari): Δ G G 1 - G 2 1,18 kw 1,74 kw 11,44 kw Asumsi Rp1.52/kWh Dalam 1 (satu bulan) diperoleh penghematan sebesar : 11,44 kw 720 Rp1.52 Rp 11.16.15 Δ N N 1 - N 2 11,87 kw 2,81 kw 9,06 kw Dalam 1 (satu bulan) diperoleh penghematan sebesar : 9,06 kw 720 Rp 1.52 Rp8.819.66 Mengurangi gangguan pembatas arus NH-Fuse, kwh yang hilang akibat pemadaman dan pembelian material akibat kerusakan. Manfaat Nonfinansial Mempermudah Bidang enyambungan dalam teknis penyambungan Sambungan Rumah (SR) di Tiang. Mendukung program go green LN melalui estetika dan kerapian Jaringan Listrik. 5 KESIMULAN HB SR adalah sebuah alat pembagi Sambungan Rumah dari Jaringan Tegangan Rendah yang dipasang pada Tiang Listrik, tempat manuver beban dalam pelaksanaan pemerataan/ penyeimbangan. ada Gradu T 15 susut teknis (losses) akibat timbulnya arus pada kabel netral dan kabel pentanahan mencapai 24,27 kw pada siang hari dan 25,05 kw pada malam hari. Setelah dilakukan pemerataan/ manuver beban turun mencapai 2,04 kw pada siang hari dan 4,55 kw pada malam hari, sehingga susut teknis (losses) dapat turun sekitar 80%. 6 DAFTAR USTAKA Kadir, Abdul. 2000. Distribusi dan Utilisasi Tenaga Listrik. Jakarta: UI - ress. NN. 2000. ersyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (UIL 2000). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. Sudaryatno Sudirham, Dr. 1991. engaruh Ketidakseimbangan Arus Terhadap Susut Daya pada Saluran. Bandung: ITB, Tim elaksana Kerjasama LN-ITB. Sulasno, Ir. 1991. Teknik Tenaga Listrik. Semarang: Satya Wacana. Zuhal. 1991. Dasar Tenaga Listrik. Bandung: ITB. Endansari S, Doa, Studi erhitungan Susut Teknis ada Sistem Distribusi Tenaga Listrik Jurusan Elektro FTUI, Jakarta 1989 A.Arismunandar, buku pegangan Teknik Tenaga Listrik, Jilid II, saluran Transmisi, T radaya puramita, 1982 Materi Diklat enurunan Losses ada JTR, T LN (ERSERO), 2012 Materi Diklat Standar Konstruksi Jaringan, 2012 Materi Diklat Teori Dasar Transformator, 2012 8