BAB IV DESKRIPSI DATA. A. Gambaran Umum BMT Amanah Ummah

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V ANALISIS DATA. pembiayaan. Hal ini disampaikan langsung pada sesi wawancara 28 dengan. Manajer Utama BMT Amanah Ummah, Faisal Abdul Haris, S.E.

BAB II STANDAR OPERASIONAL DAN PROSEDUR BAGI HASIL TABUNGAN MUDHARABAH. Wattamwil yaitu simpanan (funding) dan pembiayaan (financing).

BAB III APLIKASI PEMBIAYAAN MURA<BAH}AH BI AL-WAKA<LAH TANPA PENYERAHAN KWITANSI PADA UJKS (UNIT JASA KEUANGAN SYARIAH) AL HAMBRA KETINTANG SURABAYA

BAB III DESKRIPSI KJKS BMT MANDIRI SEJAHTERA KARANGCANGKRING JAWA TIMUR CABANG PASAR KRANJI PACIRAN LAMONGAN

BAB III GAMBARAN UMUM DI BMT NU SEJAHTERA. Mangkang Kota Semarang merupakan hasil pemikiran kalangan nahdliyin

BAB III PELAKSANAAN SANKSI ATAS NASABAH MAMPU YANG MENUNDA PEMBAYARAN DI BMT FAJAR MULIA UNGARAN. 1. Sejarah Berdiri BMT Fajar Mulia Ungaran

BAB III HASIL PENELITIAN. yang peduli terhadap perkembangan ekonomi umat. BMT PAM merupakan

BAB III PERALIHAN AKAD SIMPANAN QURBAN MENJADI PEMBIAYAAN QURBAN DI KJKS DAARUL QUR AN WISATAHATI SURABAYA

BAB III GAMBARAN BMT NU SEJAHTERA. yang sedang lesu pada saat itu, maka kaum Nahdliyin (NU) sebagai organisasi

BAB III GAMBARAN UMUM KJKS CEMERLANG. Kendal yang produktif. Produktifitas ini bisa dilihat dari keberadaan

2) Membina masyarakat dengan mengadakan sosialisasisosialisasi BAB IV. mengenai perbankan syari ah bahwasanya bunga

BAB III GAMBARAN UMUM BTM WIRADESA. A. Latar belakang berdirinya BTM Wiradesa. Muhammadiyah Wiradesa untuk memiliki sumber-sumber pendanaan

BAB V PEMBAHASAN. A. Kebijakan Harga Jual Pembiayaan Murabahah di BMT Istiqomah Unit

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Pelaksanaan Pembiayaan Mudharabah di Baitul maal wat. 1. Prosedur Pembiayaan di BMT Surya Parama Arta

BAB III IMPLEMENTASI PEMBIAYAAN MUD{A<RABAH BMT BINA UMMAT SEJAHTERA CABANG TUBAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Penerapan Pembiayaan Mudharabah pada KJKS BMT Usaha

BAB II GAMBARAN UMUM KJKS BMT WALISONGO SEMARANG

BAB III KOSPIN JASA SYARIAH CAPEM PEMALANG: SEJARAH, VISI MISI, DAN PRODUK-PRODUKNYA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III STRATEGI PROMOSI PRODUK SIM A (SIMPANAN ANAK-ANAK) DI BMT CITRA KEUANGAN SYARIAH COMAL

BAB III GAMBARAN UMUM KJKS BMT AL FATH PESAGEN GUNUNGWUNGKAL PATI

BAB II GAMBARAN UMUM PT. BPRS ARTHA AMANAH UMMAT UNGARAN. 2.1 Sejarah Berdirinya PT. BPRS Artha Amanah Ummat

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. A. Sejarah Berdirinya BMT Lestari Muamalat Suradadi. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau

BAB III BMT MASLAHAH DAN PELAKSANAAN PEMBIAYAAN QARD{UL H{ASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PRODUK MODAL USAHA DI KJKS BMT BINAMA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dilihat dari

LAMPIRAN 1 SURAT IJIN PENELITIAN. Dari PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk. KANTOR CABANG PONOROGO

BAB III STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH ANGGOTA SIMPANAN DI KSPPS BMT EL AMANAH KENDAL

BAB III GAMBARAN UMUM BMT ASY-SYIFA. A. Sejarah dan Perkembangan BMT Asy-Syifa. (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang dimulai tahun 1996, yang

BAB V PENGAWASAN KEGIATAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH 1

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Analisis Mekanisme Pembiayaan Bai u Bithaman Ajil di BMT Matra

PERHITUNGAN BAGI HASIL DAN PENANGANAN PENCAIRAN DEPOSITO MUDHARABAH PADA BPR SYARIAH AMANAH UMMAH

BAB III GAMBARAN UMUM KJKS BMT BAHTERA PEKALONGAN. 1. Latar Belakang KJKS BMT Bahtera Pekalongan

BAB IV PEMBAHASAN. ( Data Jumlah Pembiayaan kantor cabang Gunungpati II tahun )

PERBANKAN SYARIAH SISTEM DAN OPERASIONAL PERBANKAN SYARIAH AFRIZON. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Akuntansi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Kelayakan Benda Jaminan Dalam Pembiayaan di KSU. KOTA SANTRI Cabang Karanganyar

BAB IV ANALISIS PERAN PEMBIAYAAN MUD}A<RABAH DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM DI KARAH SURABAYA

BAB IV PEMBAHASAN APLIKASI PEMBIAYAAN MURABAHAH KONSUMTIF MOTOR PADA BMT AT-TAQWA CABANG BANDAR BUAT PADANG

A. Praktik Akad Murabahah dan Wakalah di KJKS BMT Bahtera

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bank Kon K v on e v n e sion s al dan Sy S ar y iah Arum H. Primandari

BAB 1 PENDAHULUAN. MUI, yaitu dengan dibentuknya PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI)

I. PENDAHULUAN. keberadaan bank sebagai lembaga keuangan telah bertansformasi menjadi dua

BAB V PEMBAHASAN. A. Penerapan Akad Mudarabah di Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBIAYAAN MUD}A<RABAH BMT BINA UMMAT SEJAHTERA CABANG TUBAN

PRODUK SYARIAH DI INDONESIA

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penerapan Akad Pembiayaan Musyarakah pada BMT Surya Asa Artha

TINJAUAN BAGI HASIL SIMPANAN BERJANGKA PADA KJKS BMT BINA UMAT MANDIRI (BUM) CABANG ADIWERNA

Mura>bah}ah oleh BMT Dana Mentari, sebagaimana diterbitkan dalam

BAB III APLIKASI PENERAPAN DISKON MURA>BAH}AH DI BMT MANDIRI SEJAHTERA JL. RAYA SEKAPUK KECAMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK

BAB IV PEMBAHASAN. 1 Wawancara dengan Ajeng selaku Teller

BAB II GAMBARAN UMUM BPRS ARTHA AMANAH UMMAT UNGARAN SEMARANG. A. Sejarah Berdirinya BPRS Artha Amanah Ummat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pengertian Simpanan Walimah pada BMT At-Taqwa Muhammadiyah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III GAMBARAN UMUM KOPERASI SIMPAN PINJAM (KOSPIN) JASA LAYANAN SYARIAH. A. Profil Koperasi Simpan Pinjam (KOSPIN) JASA Layanan Syariah

Bank Konvensional dan Syariah. Arum H. Primandari

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN PEMBIAYAAN. A. Analisis Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik Pada Produk. Pembiayaan Angsuran di BMT SM NU Cabang Kajen.

BAB IV PEMBAHASAN. 1. Pembukaan Simpanan Berjangka (SIJANGKA)

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Prosedur Pengikatan Jaminan Pada Pembiayaan Murabahah di BPRS

BAB IV METODE PERHITUNGAN BAGI HASIL PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BSM CABANG PEKALONGAN DITINJAU DARI FATWA DSN-MUI NO.

BAB IV. Analisa Hukum Islam Terhadap Penentuan Margin Pembiayaan Mud{a>rabah Mikro (Study Kasus Di BMT As-Syifa Taman Sidoarjo).

BAB IV PEMBAHASAN. pembiayaan untuk beragam keperluan, baik produktif (investasi dan modal

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Perbankan Syari ah menjelaskan, praktik perbankan syari ah di masa sekarang

BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Bagi Hasil dan Risiko Berdasarkan Prinsip Mudharabah

BAB IV ANALISIS SITEM PEMBERIAN PEMBIAYAAN PADA KJKS BMT AMANAH USAHA MULIA MAGELANG. A. Sistem dan Prosedur Pemberian pembiayaan

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. A. Mekanisme Pembiayaan Konsumtif di KOPSIM NU Batang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul maal wat tamwil

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Proses Akad Ijarah Multiguna Untuk Biaya Umroh. multiguna untuk biaya umroh yang diserahkan kepada nasabah diharapkan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Koperasi

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan dari waktu ke waktu. Diawali dengan berdirinya bank syariah di

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN LAPORAN PENELITIAN. wawancara langsung, penulis mendapatkan data-data yang berhubungan dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III DESKRIPSI LEMBAGA

BAB III PEMBAHASAN DAN ANALISIS. A. Karakteristik Pembiayaan Produk Flexi ib Hasanah BNI Syariah Kantor

BAB IV ANALISIS MEKANISME AKAD MUDHARABAH PADA PRODUK SIMPANAN BERJANGKA DAN MUDHARABAH BERJANGKA DI UJKS BMT MITRA UMAT DAN UJKS BMT MINNA LANA

BAB IV PEMBAHASAN. A. Pelaksanaan Pembiayaan Dana Berputar (PDB) pada Bank Syariah. Dalam menyalurkan dana pembiayaan, Bank Syariah Mandiri memiliki

BAB III PELAKSANAAN AKAD PEMBIAYAAN MUD}A>RABAH DENGAN SISTEM KELOMPOK DI BALAI USAHA MANDIRI TERPADU (BMT) KUBE SEJAHTERA

BAB IV PEMBAHASAN A. Penerapan Akad Bai Bitsaman Ajil Pada Pembiayaan Multiguna Di KSPPS BMT Walisongo Semarang

BAB III PEMBIAYAAN MURABAHAH DI KJKS BMT EL AMANAH KEC. KENDAL KAB. KENDAL

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD MURABAHAH DALAM PEMBIAYAAN KENDARAAN DI KOPERASI SIMPAN PINJAM (KOSPIN) JASA LAYANAN SYARIAH BULAKAMBA

BAB IV. ANALISIS MEKANISME TRANSAKSI PRODUK DEPOSITO ib HASANAH DOLLAR PADA BNI SYARIAH PEKALONGAN

BAB IV MEKANISME DAN ANALISIS TERHADAP PRODUK PEMBIAYAAN USAHA BAGI HASIL

BAB II GAMBARAN UMUM BMT BISMILLAH SUKOREJO. A. Sejarah Berdirinya BMT Bismillah Sukorejo

BAB I PENDAHULUAN. lembaga keuangan adalah semua badan usaha yang berada dibidang keuangan. terutama dalam memberikan biaya investasi pembangunan.

BAB IV ANALISIS RISIKO PEMBIAYAAN DANA TALANGAN QORD WAL IJAROH UNTUK BIAYA PERJALANAN IBADAH HAJI PADA BMT NU SEJAHTERA KANTOR OPRASIONAL MANGKANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam linguistik, analisa atau analisis adalah kajian yang

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. antara pihak investor atau penabung, istilahnya shahibul maal dengan pihak pengelola

BAB IV PEMBAHASAN. Implementasi Sistem Bagi Hasil dan Risiko Berdasarkan Prinsip. Mudharabah Di Bank Jabar Banten Syariah

BAB III PRAKTEK DENDA PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI KJKS MASLAHAT UMMAT. 1. Sejarah dan Latar Belakang Berdirinya KJKS Maslahat Ummat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Penyebab Pembiayaan Bermasalah di BMT Marhamah Wonosobo

Dasar-Dasar Pembiayaan Bank Syariah

BAB I PENDAHULUAN. untuk meminjam uang atau kredit bagi masyarakat yang membutuhkannya.

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pelaksanaan Pembiayaan Mudharabah untuk Pertanian di KSPPS TAMZIS Cabang Batur

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan usahanya agar lebih maju. pembiayaan berbasis Pembiayaan Islami.

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Motivasi Nasabah Menggunakan Produk Tabungan

Transkripsi:

24 BAB IV DESKRIPSI DATA A. Gambaran Umum BMT Amanah Ummah 1. Sejarah BMT BMT Amanah Ummah pertama kali digagas oleh Drs. Waston, M.Hum selaku Dekan Fakultas Agama Islam UMS didukung oleh dosen-dosen dan karyawan di lingkungan Fakultas Agama Islam. Ide pendirian BMT Amanah Ummah dilatarbelakangi adanya keinginan Fakultas Agama Islam memiliki lembaga keuangan syariah sebagai laboratorium perbankan syariah pada jurusan syariah. Dalam perjalanannya, gagasan pendirian BMT ini mendapat dukungan yang meluas, terbukti dari anggota pendiri yang tidak hanya dari lingkungan Fakultas Agama Islam saja melainkan datang pula dari fakultas lain di lingkungan UMS, bahkan ada pula beberapa tokoh masyarakat dan pengusaha muslim di luar UMS. Dari latar belakang tersebut akhirnya dibentuklah BMT Amanah Ummah sebagai lembaga keuangan syariah yang memiliki perhatian lebih pada pemberdayaan ekonomi ummat terutama pada pengusaha mikro dan kecil. BMT Amanah Ummah diresmikan pada tanggal 5 Oktober 1999 oleh Bapak Firman kepala cabang BMI Semarang didampingi Rektor UMS Bapak Prof. H. Drs. Dochak Latief.

25 BMT Amanah Ummah merupakan lembaga otonom yang mengatur rumah tangganya sendiri dan berbadan hukum koperasi serta menjadi laboratorium lembaga keuangan syariah terutama bagi Fakultas Agama Islam. Keterikatan yang sangat erat BMT Amanah Ummah dengan UMS menyebabkan BMT Amanah Ummah lebih dikenal sebagai BMT UMS 2. Visi dan Misi a. VISI Menjadi lembaga dakwah di bidang keuangan syariah dan pemberdayaan anggota yang amanah dan professional b. MISI 1. Terwujudnya lingkungan dan budaya kerja BMT yang Islami 2. Terciptanya trilogi pengembangan SDM (iman, skill, knowledge) 3. Pemberdayaan masyarakat miskin melalui pemberdayaan ekonomi dan pendidikan 4. Membangun manajemen BMT dengan 3S (sehat pelayanan, sehat finansial, dan sehat kelembagaan) 3. Struktur Organisasi Berikut ini merupakan bagan struktur kepengurusan yang ada dalam BMT Amanah Ummah.

26 RAPAT ANGGOTA PENGURUS DEWAN PENGAWAS SYARIAH & MANAJEMEN MANAGER UTAMA Faisal Abdul Haris, S.E. SDI Informasi dan Teknologi MANAJER MARKETING Noer Yahya Ismail, S.T. MANAJER OPERASIONAL Sri Wigati, S.Si. Divisi Funding Divisi Pembinaan Divisi Baitul Maal Adm. Umum & Rumah Tangga Administrasi Internal Audit & Kantor Kas Kepala Cabang Customer Legal & Adm. Teller Marketing OB & Security Stuktur kepengurusan BMT Amanh Ummah

27 B. Produk-Produk BMT Amanah Ummah Ada dua produk yang dimiliki BMT Amanah Ummah Sukoharjo, yakni produk simpanan/penghimpunan dana dan pembiayaan. Adapun klasifikasinya sebagai berikut: 1. Simpanan a. Investasi Muḍārabah Produk ini merupakan jenis investasi dalam bentuk tabungan anggota BMT Amanah Ummah yang sewaktu-waktu dapat diambil dimana anggota akan mendapatkan bagi hasil atas investasinya tersebut. b. Simpanan Wadī ah Produk ini merupakan titipan dana anggota di BMT Amanah Ummah yang dijamin keamanannya yang sewaktuwaktu dapat diambil di mana anggota dimungkinkan akan mendapatkan bonus atas titipannya. c. Simpanan Dana Amanah Wisuda Simpanan yang setorannya dilakukan secara periodik untuk jangka waktu tertentu yang diperjanjikan untuk melanjutkan sekolah atau menjelang wisuda. Jumlah uang yang disetorkan tetap, misal : 100.000 per bulan selama 3 tahun. d. Investasi Takāful Tarbiyah Simpanan yang setorannya dilakukan secara periodik untuk jangka waktu tertentu yang diperjanjikan, misal : 2 tahun, 3

28 tahun. Jumlah uang yang disetorkan tetap, misal : 100.000 per bulan selama 3 tahun. Investasi Takāful Tarbiyah adalah simpanan pendidikan bergaransi. Artinya, selama masa perjanjian, keberlangsungan pendidikan putra putri nasabah dijamin oleh BMT Amanah Ummah. Jumlah yang disetor dan jangka waktu berdasarkan kesepakatan antara anggota dan BMT Amanah Ummah. e. Simpanan Qurbān Simpanan Qurbān adalah simpanan yang dirancang khusus untuk persiapan kurban pada tahun yang diinginkan. Jumlah uang yang disetorkan tetap, misal : 100.000 per bulan selama 1 tahun. Jumlah yang disetor dan jangka waktunya berdasarkan kesepakatan antara anggota dan BMT Amanah Ummah. f. Investasi Muḍārabah Berjangka Simpanan investasi anggota di BMT Amanah Ummah yang penarikannya untuk jangka waktu tertentu (1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan) dimana anggota akan mendapatkan bagi hasil atas investasinya tersebut. g. Simpanan Multiguna Syariah Al-syāmil Simpanan Al-Syāmil adalah jenis simpanan multi manfaat yang diperuntukkan bagi keluarga untuk menata masa depannya yang lebih baik, terjamin, dan bermartabat. Keuntungan dari pembiyaan tersebut akan dibagi antara

29 nasabah dan BMT Amanah Ummah sesuai dengan nisbah yang disepakati dalam bentuk bagi hasil yang kompetitif setiap bulan. h. Simpanan Haji Mabrur Simpanan Haji Mabrur adalah jenis simpanan yang khusus diperuntukkan bagi nasabah yang berencana menunaikan ibadah haji di masa yang akan datang. 2. Pembiayaan a. Jual Beli Pada praktiknya, jual beli yang diterapkan pada BMT Amanah Ummah terdapat tiga variasi akad, yakni murābahah, istisnā, dan salām. 1) Murābahah Akad ini merupakan jenis transaksi jual-beli suatu barang, di mana BMT Amanah Ummah menyebutkan harga jual yang terdiri dari harga pokok barang dan tingkat keuntungan tertentu (margin) atas barang, di mana harga jual tersebut disetujui oleh nasabah. Jual Beli dengan penyerahan barang secara langsung dan pembayaran secara angsuran. Dalam hal ini, BMT Amanah Ummah menyerahkan barang bukan uang. 2) Istisnā

30 Merupakan kontrak penjualan antara pembeli dan pembuat barang. Dalam kontrak ini, pembuat barang (BMT Amanah Ummah) menerima pesanan dari pembeli (nasabah). Pembuat barang (BMT Amanah Ummah) selanjutnya berusaha melalui orang lain untuk membuat atau membeli barang menurut spesifikasi yang telah disepakati & menjualnya kepada pembeli akhir (nasabah). Kedua belah pihak bersepakat atas harga serta sistem pembayaran: apakah pembayaran dibayar di muka, dengan cicilan, atau ditangguhkan sampai suatu waktu di masa yang akan datang. 3) Salām Merupakan akad jual beli di mana pembeli (BMT Amanah Ummah) membayar uang (sebesar harga) atas barang yang telah disebutkan spesifikasinya, sedangkan barang yang diperjualbelikan itu akan diserahkan kemudian, yaitu pada tanggal yang disepakati. Jual beli sebuah barang untuk diantar kemudian dengan pembayaran diawal. b. Investasi (Bagi Hasil) 1) Muḍārabah Merupakan akad kerja sama usaha antara BMT Amanah Ummah dengan nasabah, di mana BMT Amanah

31 Ummah (ṣāḥibul māl ) menyediakan seluruh modal (100%), sedangkan nasabah (muḍārib) menjalankan usaha (Proyek). Keuntungan usaha dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. 2) Musyārakah Merupakan akad kerja sama antara BMT Amanah Ummah dengan satu atau lebih nasabah untuk suatu usaha tertentu di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana atau amal/expertise dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. c. Sewa (Ijārah) 1) Al-Ijārah atau Sewa (Lease) Merupakan kontrak yang melibatkan suatu barang (sebagai harga) dengan jasa atau manfaat atas barang lainnya. 2) Al-Ijārah wa Al-Iqtinā atau Al-Ijārah Al-Muntahiyah bi Al- Tamlīk Merupakan akad sewa di mana penyewa dapat juga diberi opsi untuk memiliki barang yang disewakan tersebut pada saat sewa selesai. akad sewa yang terjadi Dalam hal ini cicilan sewanya sudah termasuk cicilan pokok harga barang.

32 C. Mekanisme Muḍārabah BMT Amanah Ummah 1. Pembiayaan a. Pengajuan Pembiayaan Langkah awal sebelum pengajuan pembiayaan muḍārabah adalah melakukan pendaftaran anggota. Nasabah harus menyediakan fotokopi kartu Identitas (KTP/SIM) kemudian membayar biaya administrasi sebagai simpanan pokok sebesar Rp 5.000,00. Setelah itu mengisi formulir permohonan menjadi anggota BMT Amanah Ummah. Adapun data pribadi yang harus diisi dalama formulir tersebut adalah nama, alamat, nomor telepon, status pernikahan, jenis pekerjaan, agama, tempat, tanggal lahir, identitas, nomor identitas, pendidikan, penghasilan, nama ibu kandung, nama ahli waris, dan hubungan keluarga. Adapun data perusahaan yang harus diisi adalah nama perusahaan, alamat perusahaan, dan nomor telepon kantor. Formulir tersebut kemudian diperiksa oleh Manajer Utama dan disetujui Pengurus. Mengisi formulir pendaftaran anggota merupakan hal yang wajib, Baik melakukan pengajuan pembiayaan maupun tabungan.

33 Tahap selanjutnya adalah mengisi formulir pembiayaan sesuai jenis akad muḍārabah yang dipilih. Adapun formulir yang disediakan pihak costumer service, sebagai berikut; 1) Data Diri Meliputi nama sesuai KTP, nomor KTP, alamat KTP, alamat tempat tinggal, status kepemilikan, agama, jemaah masjid, nomor telepon, nama pasangan, nomor KTP pasangang, alamat KTP pasangan, alamat tempat tinggal pasangan, agama pasangan, nomor telepon pasangan, dan jumlah anak. 2) Data Penghasilan Meliputi tipe penghasilan, pekerjaan, nama perusahaan, jabatan, gaji/penghasilan, tipe penghasilan pasangan, pekerjaan pasangan, nama perusahaan pasangan, penghasilan pasangan, angsuran per bulan yang telah dimiliki, kebutuhan hidup perbulan, nominal pengajuan, jangka waktu, dan penggunaan. 3) Data Jaminan Meliputi jenis jaminan, nomor sertifikat, alamat persil, jenis kendaraan (jika berupa kendaraan), nomor polisi serta melampirkan fotokopi KTP suami istri rangkap dua, Kartu Keluarga (KK), Surat Nikah, sertifikat, BPKB dan STNK, dan slip gaji dua bulan terakhir.

34 b. Survei Pengajuan Muḍārabah Pada tahap ini marketing lending akan menganalisis formulir pengajuan pembiayaan sesuai dengan jenis pembiayaan muḍārabah yang dikehendaki nasabah. Dalam hal ini, terbuka ruang negosiasi anatara muḍārib dan pihak marketing lending. Idealnya, pihak muḍārib harus membuat proposal yang akan dianalisis pihak marketing lending, namun tanpa proposal juga diperbolehkan mengingat segmen pasar BMT adalah masyarakat mikro, kecil dan menengah yang notabenenya minim ilmu administrasi. Pihak marketing lending akan membantu calon muḍārib dalam penyusunan proposal kerja sama bisnis sesuai dengan kesepakatan bersama. Setelah itu marketing lending akan mempresentasikan kesepakatan kerja sama muḍārabah tersebut pada jajaran pengurus untuk disetujui pendanaannya. Dalam hal ini, marketing lending harus meyakinkan pengurus agar mau menyetujui kerja sama muḍārabah tersebut. c. Mekanisme Realisasi Pembiayaan Setelah disetujui maka nasabah akan diberikan buku tabungan yang berisi uang pembiayaan. Biasanya akan cair setelah tiga hari kontrak kerja sama disetujui. Buku tabungan tersebut juga berfungsi untuk melakukan kredit pembayaran. d. Mekanisme Pemeriksaan Usaha

35 Ada dua kategori dalam pemeriksaan pembiayaan, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Jika kontraknya merupakan kontrak jangka pendek maka pemeriksaannya cukup pada akhir proyek. Pihak muḍārib akan melaporkan semua kegiatan bisnisnya secara administrasi ketika proyek telah selesai. Tidak ada pemeriksaan khusus dari pihak marketing. Hanya ketika dibutuhkan saja, marketing akan mengamati jalannya proyek di lapangan. Jika kontrak muḍārabah-nya adalah jangka panjang, maka pihak marketing memeriksanya sesuai dengan siklus perputaran uang atau keuntungan, bisa per hari, bulan atau beberapa bulan. Tahap pemeriksaan ini sekaligus sebagai waktu penarikan bagi hasil. Pelaporan dilakukan secara sederhana dan dilakukan dengan asas kepercayaan antara pihak BMT dan muḍārib. Namun hal ini sudah jarang dilakukan pihak BMT, kalaupun dilakukan, modal yang dikeluarkan BMT tidaklah besar. Akad ini akan berjalan terus sampai modal masih ada pada muḍārib. Namun praktik seperti ini sudah jarang dipakai BMT, pihak BMT lebih memilih kerja sama muḍārabah jangka pendek berupa proyek maupun tender. Praktik muḍārabah jangka panjang sudah tidak dipakai lagi untuk saat ini. Model seperti itu hanya dipakai pada periode awal-awal BMT Amanah Ummah berdiri, sebelum memiliki cabang.

36 e. Mekanisme Pembagian Nisbah Semua akad muḍārabah di BMT Amanah Ummah menggunakan model bagi hasil revenue sharing, baik dalam hal pembiayaan maupun tabungan. Namun revenue sharing yang diterapkan tidak seperti teori revenue sharing pada umumnya. Nisbah diambil dari keuntungan yang sudah dikurangi biaya pokok namun belum dikurangi biaya operasionl atau administrasi. Padahal semestinya revenue sharing merupakan sistem bagi hasil yang tanpa pengurangan biaya pokok dan operasional. Persentase nisbah berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. f. Penyelesaian Usaha Bermasalah Selama ini, BMT Amanah Ummah belum pernah menyelesaikan permasalahan menggunakan jalur pengadilan ataupun lembaga alternatif penyelesaian sengketa (arbitrase). Masalah diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan persuasif. BMT akan melakukan negosiasi dengan pihak nasabah dan melakukan rescheduling jika memang kondisinya memungkinkan. Jika masih tidak bisa, BMT akan membantu melelangkan barang jaminan dari nasabah guna mengembalikan modal dari BMT sebagai ṣāḥibul Māl. Hal ini terjadi jika kerugian kerja terjadi karena kelalaian muḍārib dalam memanajemen uang

37 maupun usaha. Namun jika muḍārib mampu mengembalikan modal usaha maka barang jaminan dapat diserahkan kembali pada si pemilik tanpa perlu adanya lelang. Jika kerugian usaha karena faktor luar seperti bencana alam dan lain sebagainya yang bersifat di luar kekuasaan muḍārib maka kerugian ditanggung bersama, pihak BMT kehilangan modal dan muḍārib tidak mendapatkan keuntungan/bagi hasil. Jika masih terdapat sisa-sisa modal kerja maka akan dikembalikan pada BMT Amanah Ummah. 2. Penghimpunan Dana Mekanisme muḍārabah pada produk penghimpunan dana di BMT Amanah Ummah lebih sederhana ketimbang pembiayaan. Sama halnya dengan pembiayaan, tahap awal bagi nasabah yang hendak melakukan penghimpunan dana adalah melakukan pendaftaran anggota. Tahap selanjutnya adalah mengisi formulir yang disediakan pihak costumer service guna memenuhi kebutuhan administratif. Setelah selesai mengisi formulir pengajuan maka nasabah berhak mendapatkan buku tabungan. Pembagian nisbah sesuai dengan jenis muḍārabah yang diambil dan dilakukan secara otomatis menggunakan sistem softwere komputer yang dimiliki BMT Amanah Ummah.