SATUAN ACARA PERKULIAHAN

dokumen-dokumen yang mirip
LAYANAN REHABILITASI MEDIK DALAM KEJADIAN KEGAWATDARURATAN. dr Luh K Wahyuni, SpKFR-K*, dr Fitri Anestherita, SpKFR

EFISIENSI RUMAH SAKIT DI SUKOHARJO DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan definisi fisioterapi yaitu suatu upaya kesehatan professional yang. A. Latar Belakang

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. M DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN: STROKE HEMORAGIK DI BANGSAL CEMPAKA RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

Pengantar Cedera Olahraga

BAB I PENDAHULUAN. Menurut International Association for Study of Pain (IASP) dalam Potter & Perry

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman, mobilitas manusia menjadi. semakin tinggi. Dengan dampak yang diakibatkan, baik positif maupun

Oleh: dr. Hamidie Ronald, M.Pd, AIFO

BAB I PENDAHULUAN. Paru-paru merupakan organ utama yang sangat penting bagi kelangsungan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. tahun. Peningkatan penduduk usia lanjut di Indonesia akan menimbulkan

KARYA TULIS ILMIAH. PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS KNEE SINISTRA DI RSAL Dr. RAMELAN SURABAYA

Rehabilitasi Cedera Olah Raga

PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 38 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERIAN PELAYANAN KESEHATAN GRATIS BAGI PASIEN TIDAK MAMPU PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANTEN

BAB I PENDAHULUAN. Masa mengandung dan bersalin adalah masa yang penting bagi seorang wanita.

FETAL DISTRES FAKULTAS. Oleh : J

PENGUKURAN KUANTITAS NYERI DASAR TEORI

sebagainya. Menurut Susan M Sawyer et al, 2012 masa remaja merupakan salah satu fase kehidupan saat fungsi fisik hampir mencapai puncaknya.

BAB I. punggung bawah. Nyeri punggung bawah sering menjadi kronis, menetap atau. sehingga tidak boleh dpandang sebelah mata (Muheri, 2010).

Disusun oleh: RUSTRIA IKA PURWANINGSIH J Diajukan Guna Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat

WALIKOTA TASIKMALAYA

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan. kemajuan teknologi saat ini, diharapkan dapat mewujudkan

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA BELLS PALSY DEXTRA DI RSAL. DR.RAMELAN SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. barang, mencuci, ataupun aktivitas pertukangan dapat mengakibatkan

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan perorangan meliputi pelayanan, promotif, preventif, kuratif, dan

BAB I PENDAHULUAN. dua jenis pelayanan kepada masyarakat yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. nasional yang mencakup disegala bidang antara lain : politik, ekonomi, sosial

BAB 1 PENDAHULUAN. penyembuhan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara

BAB I PENDAHULUAN. negara. Dalam pembukaan UUD 1945 tercantum bahwa cita cita bangsa yang

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan terpotongnya suplai oksigen dan nutrisi yang mengakibatkan

BAB I PENDAHULUAN. sebagainya. Dimana sarana kesehatan pemerintah maupun swasta semakin

BAB I PENDAHULUAN. mencakup dua aspek, yakni kuratif dan rehabilitatif. Sedangkan peningkatan

BAB 1 PENDAHULUAN. terdapat kemungkinan suatu keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI HEMIPARESE DEXTRA POST STROKE NON HAEMORAGIK DI RSUP DR.

BAB 1 : PENDAHULUAN. sangat ditentukan oleh perilaku, sikap, motivasi, semangat, disiplin kepuasan kerja

PENGARUH KONTRAKSI KONSENTRIK TERHADAP PENINGKATAN LINGKUP GERAK SENDI LUTUT PASKA OPERASI FRAKTUR FEMUR 1/3 DISTAL

BAB I PENDAHULUAN. secara terstruktur dengan berpedoman pada aturan-aturan atau kaidah-kaidah. pengunaan energi/kalori oleh tubuh (Afriwardi, 2011).

ASUHAN KEBIDANAN PADA An. E USIA 8 TAHUN DENGAN VARICELLA. Nur Hasanah* dan Heti Latifah** ABSTRAK

WALIKOTA TASIKMALAYA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sejalan dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi akan

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SKRIPSI. GAMBARAN KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN PADA 10 BESAR ANGKA KUNJUNGAN PASIEN DI POLIKLINIK RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2010

PERATURAN BUPATI BERAU

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan berwawasan kesehatan sebagai strategi nasional menuju Indonesia

I. PENDAHULUAN. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 44 Tahun 2009 tentang

BAB 1 PENDAHULUAN. Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya

BAB I PENDAHULUAN. sehingga menghambat aktivitas kegiatan sehari-hari, di Jerman persentase

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI CAPSULITIS ADHESIVA DEXTRA DENGAN MODALITAS SHORT WAVE DIATHERMI DAN TERAPI LATIHAN DI RSUD SRAGEN

Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas Kesehatan Kerja dan Olahraga. Orientasi Kesehatan Kerja dan Olahraga.

dan komplikasinya (Kuratif), upaya pengembalian fungsi tubuh

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat (UU RI, NO 36 Tahun

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN GANGGUAN PERNAFASAN : ASMA BRONKIAL DI BANGSAL CEMPAKA RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

Disusun oleh : FITRIA NUR CANDRARINI NIM : J

BAB 1 PENDAHULUAN. pentingnya kesehatan sebagai hak azasi manusia. Sehat merupakan kebutuhan dasar

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN 2014 SILABUS

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI POST OPERASI CLOSE FRAKTUR RAMUS PUBIS DEXTRA DAN SINISTRA

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Asia, khususnya di Indonesia, setiap tahun diperkirakan 500 ribu orang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia prevalensi OA lutut yang tampak secara radiologis mencapai 15,5%

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

SILABUS BLOK MATA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan primer yang dimiliki oleh setiap

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA BRONKIEKTASIS DI RSUD. DR. MOEWARDI SURAKARTA

Promosi dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atau

KEBIJAKAN DEPARTEMEN KESEHATAN TENTANG PKMRS PADA PENYULUHAN KELOMPOU BAGI RS SWANTA SE JABAR BANDUNG, 5 JULI Dr. Henni Djuhaeni, MARS

BAB I LATAR BELAKANG

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI POST SECTIO CAESARIA AKIBAT PLASENTA PREVIA TOTALIS DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

DINAS KESEHATAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 57

BAB I PENDAHULUAN. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang

BAB I PENDAHULUAN. sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Olahraga merupakan kebutuhan yang tidak asing lagi.

LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA ( Berita Resmi Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

REHABILITASI STROKE FASE AKUT

BAB I PENDAHULUAN. Pada konsep paradigma menuju Indonesia sehat 2010, tujuan. pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan

BAB I PENDAHULUAN. secara langsung terhadap sistem pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud dengan perilaku

BAB I PENDAHULUAN. penelitian telah banyak di kembangkan untuk mengatasi masalah-masalah penuaan.

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS KNEE DEXTRA DI RSUD KOTA SRAGEN

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS UKS

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan salah satu subsistem pelayanan kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. mencapai tujuan tersebut bangsa Indonesia melakukan pembangunan disegala

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Rumah Sakit merupakan suatu sistem atau bagian yang integral

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN SILABUS

BAB I PENDAHULUAN. keseimbangan yang dinamis dan mempunyai fungsi utama melayani

Transkripsi:

: Konsep dasar rehabilitasi : Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang rehabilitasi medik pada lingkup cedera : 1 kali 1. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup rehabilitasi 1. Definisi rehabilitasi 2. Peranan rehabilitasi pada proses pemulihan 3. Tatahubungan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif 4. Peran sarjana dalam tahap promotif dan rehabilitatif

: Cedera Olahraga : Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang cedera : 1 kali 2. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup cedera 1. Definisi cedera 2. Jenis-jenis cedera 3. Patomekanik cedera 4. Cedera berdasarkan jaringan yang terkena 5. Prinsip umum penanganan cedera

: Respon fisiologis terhadap cedera : Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang respon fisiologis terhadap cedera : 1 kali 3. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup respon fisiologis terhadap cedera 1. Respon tubuh terhadap cedera 2. Proses inflamasi 3. Tanda dan gejala cedera 4. Pemeriksaan fisik sederhana pada cedera

: Pencegahan Cedera Olahraga : Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang pencegahan cedera : 1 kali 4. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup pencegahan cedera 1. faktor penyebab cedera 2. Pemanasan dan peregangan 3. Proteksi terhadap timbulnya cedera

: Prinsip penanganan cedera : Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang prinsip penanganan cedera : 2 kali 5. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup prinsip penanganan pencegahan cedera fase akut 1. Tanda-tanda kedaruratan cedera 2. Penanganan fase akut 3. PRICE 4. Latihan dan pemulihan pada fase akut 6. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup prinsip penanganan pencegahan cedera fase subakut dan kronis 1. Latihan dan pemulihan pada fase subakut dan kronik 2. Mahasiswa dapat menjelaskan ten- tang ruang lingkup prinsip penangana n pencegaha

7 UTS n cedera fase akut

: Pemakaian modalitas pada cedera : Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang pemakaian modalitas pada cedera : 1 kali 8. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup pemakaian modalitas pada cedera 1. Elektroterapi 2. Diathermi 3. Hydroterapi

: Latihan terapetik : Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang latihan terapetik : 5 kali 9. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup latihan terapetik 1. Definisi 2. Prinsip-prinsip dasar a. fisiologis b. aplikatif dosen, bertanya jawab, 10. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup latihan terapetik pada kondisi patologis tertentu 1. Latihan terapetik pada kandisi gangguan kardiovaskular dosen, bertanya jawab,

11 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup latihan terapetik pada kondisi patologis tertentu 1. Latihan terapetik pada kandisi gangguan musculoskeletal dosen, bertanya jawab, 12. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup latihan terapetik pada kondisi patologis tertentu 1. Latihan terapetik pada penyakit degeneratif 13 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang ruang lingkup latihan terapetik pada kondisi fisiologis 1. Latihan terapetik pada kondisi wanita hamil

: Praktikum penanganan cedera olaharaga : Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang penanganan cedera : 2 kali 14. 1. Mahasiswa dapat melakukan penanganan cedera fase akut Melaksanakan PRICE Melakukan kegiatan, rtanya jawab, Penangan ana kasus cedera (simulasi) Bidai, mitela, perban, es dan handuk 15 1. Mahasiswa dapat melakukan tindakan tapping dan strapping 16 UAS Melaksanakan tapping dan strapping pada kondisi cedera tertentu Melakukan kegiatan, rtanya jawab, Penangan ana kasus cedera (simulasi) Perban