MODUL PERKULIAHAN Penulisan Modul Internal Berpikir dan Menulis Kreatif Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Fakultas Program Kode MK Nama Studi 02 Abstract Petunjuk Penggunaan Template Modul Standar untuk digunakan dalam modul perkuliahan Universitas Mercu Buana Kompetensi Dosen Pengampu dapat menerapkan dan menggunakan template modul standar untuk modul-modul yang akan dipergunakannya
Pembahasan DESKRIPSI : Modul 2 menjelaskan mengenai Berfikir dan Menulis Kreatif mahasiswa memenuhi kompetensi mahasiwa PR TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS : Setelah Membaca modul perkuliahan ini, Mahasiswa diharapkan dapat: 1. Memahami Maksud serta Tujuan Menyusun Dummy isi penulisan sesuai standar profsi PR, Khususnya dalam media komunikasi organisasi yang meliputi siaran berita/pers, News Letter, serta Press Release. 2. Menjelaskan mengenai berfikir dan menulis kreatif serta simulasi tehnik penulisan media PR. 2
Berfikir dan Menulis Kreatif Menulislah, tak perlu banyak berpikir Menulis, bagi mereka yang telah terbiasa, adalah pekerjaan yang amat mudah. Namun, bagi sebagian besar orang yang bukan profesi penulis atau jurnalis, tentu urusan yang rumit bin sulit. Pun bagi sementara kalangan public relations officer alias humas atau PR. Sejatinya, setiap PR harus memiliki keterampilan menulis Apalagi, PR selalu dekat dengan urusan terkait hubungan media. Baik dengan media komersial maupun media internal (cetak dan online). Siapa yang harus membuat rilis, jika bukan seorang PR. Siapa pula yang harus mengelola sebuah konferensi pers? Tentu, ini juga tugas para PR. Kalau melihat ruang lingkup tugas ini saja, kemampuan menulis dan memotret, sedikit banyak harus dimiliki PR. Kalau begitu, kenapa hanya diam? Menulislah, dan jangan banyak berpikir sebelum tulisan awal Anda selesai Teknik Penulisan Humas (Public Relations Writing) adalah keterampilan menulis (writing skill) khas Humas/PR dalam menghasilkan naskah-naskah yang diperlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas perusahaan/organisasi. Tipe-tipe panulisan atau naskah PR dapat dibagi menjadi dua bagian: 1. Berkaitan dengan Media Relations/Press Relations, seperti naskah press release (siaran pers), advertorial, dan press conference (press kit/media kit). 2. Berkaitan dengan media promosi, informasi, dan komunikasi perusahaan/organisasi, seperti naskah untuk dipublikasikan di newsletter, in house magazine/company Magazines, naskah laporan tahunan (annual report), company profile, leaflet, booklet, brosur, dan sebagainya. 3
Untuk menghasilkan naskah yang baik (good writing), Humas/PR harus memiliki keterampilan jurnalistik layaknya wartawan, seperti pemahaman tentang nilai berita (news values), bahasa jurnalistik (language of mass communications), kode etik jurnalistik, dan sebagainya. Untuk kepentingan publikasi yang luas, Humas/PR membutuhkan peran media. Karena itu, diperlukan sebuah hubungan yang baik dengan kalangan pers/media massa (Press/Media Relations). Agar hubungan itu tercipta dengan baik, Humas perlu mengenali dunia pers dengan baik pula, seperti karakteristik wartawan, format media, cara kerja wartawan/media, dan sebagainya. Penulisan PR : Plan, Do, Review Proses Penulisan Ada 3 Tahap Yaitu : 1. Planning 2. Penulisan/Do 3. Evaluasi/Review 4. Asas Penulisan harus memenuhi kriteria 5W+1H dan LEAD. 5. Memenuhi struktur berita dgn penggunaan piramida terbalik atau sebaliknya. 6. Menulis harus memiliki daya kreativitas dan imajinasi yang positif. 7. Tentukan jenis paragraf berita apa yang ingin di muat, apakah paragraf dari khusus ke umum atau dari umum ke khusus. 4
Prinsip Dasar Penulisan Media PR: 1. Data Assignment 2. Data Collecting 3. Evaluasi 4. Data Writing 5. Data Editing Proses penulisan: 1. Menyusun Gagasan 2. Melaporkan 3. Mengorganisir ( Rencana dan urutan) 4. Konsep/Draft 5. Memperbaiki ( Iswara, Luwi:93) Petunjuk Proses penulisan: 1. Fokus 2. Tulislah Banyak LEAD 3. Edit Kemudian 4. Periksa EYD Prinsip dasar bahasa Jurnalistik : 1. Padat (5W+1H) 2. Singkat 3. Sederhana 4. Menarik 5. Jelas 6. KISS.????? 5
Ingaatt!!!! Penulisan Media/berita PR harus menggunakan bahasa jurnalistik. Berita yang dibuat oleh praktisi PR tentu tujuannya berbeda dengan pemberitaan yang dibuat oleh wartawan. Tulisan Berita PR merupakan jenis penulisan yang berhubungan dengan pencitraan diri suatu perusahaan atau instansi. Jenis media PR-nya pun beragam. Definisi Berita : Rachmat Kriyantono: Segala sesuatu yang hangat, faktual serta menarik perhatian sejumlah orang. Lord Northcliffe: Sesuatu yang tidak biasa (news is anything out of ordinary). Walkley: Tulisan yang digabungkan dengan unsur kejutan (combined with the element of surprise). Berdasarkan definisi diatas, dapat diperoleh pemahaman bahwa, berita adalah segala sesuatu informasi, yang mengandung unsur keistimewaan, bermanfaat dan menarik minat seseorang untuk membaca maupun mendengar, yang disampaikan kepada khalayak sasaran maupun masyarakat umum, untuk memperoleh pengetahuan serta wawasan yang bersifat terkini 6
Siaran Pers Siaran Pers (Press Release, biasa disebut rilis saja) adalah naskah berita (data atau informasi tentang sebuah kegiatan pra ataupun pasca) yang disampaikan kepada wartawan atau kantor redaksi media untuk dipublikasikan di media tersebut. Dengan demikian, menulis siaran pers pada dasarnya sama dengan menulis berita seperti dilakukan para wartawan. Oleh karenanya, karakteristik dan struktur penulisan siaran pers sama dengan menulis berita. Karakteristik siaran pers adalah memiliki nilai berita (news values), yakni aktual, faktual, penting, dan menarik. Struktur penulisannya pun sama dengan dengan penulisan berita, yakni terdiri dari head (Judul), dateline (baris tanggal), lead (teras berita), dan news body (tubuh atau isi berita). Berita sendiri artinya adalah laporan peristiwa atau peristiwa yang dilaporkan oleh media massa. Kiat menulis siaran pers: 1. Tulis dengan gaya penulisan berita. 2. Jangan terlalu panjang cukup satu lembar. 3. Langsung ke masalahnya dengan segera. 4. Penuhi unsur berita 5W+1H 5. Berikan lebih dari satu nomor kontak nomor telpon kantor, kontak pribadi, HP, e- mail, dan fax. 6. Jika memungkinkan, buatlah usulan mengenai orang-orang yang dapat diwawancara 7. Cek/konfirmasi siaran pers yang sudah dikirimkan melaui fax, surat, atau e-mail 8. Jika perlu, seratakan ilustrasi foto, tabel, atau grafik atau bahan pendukung lainnya makalah, naskah pidato, susunan acara, dsb. 9. Tuliskan pada kertas berkop-surat sehingga benar-benar resmi. 10. Tandatangani oleh pejabat paling berwenang, misalnya manajer humas, ketua panitia, dan/atau ketua lembaga/perusahaan. 11. Jika bersifat individu, misalnya artis, pakar, pejabat, ataupun warga biasa, sertakan fotokopi identitas. 7
Surat Pembaca Surat Pembaca (letter to the editor) mirip siaran pers, terutama dalam hal teknis penulisan dan pengiriman. Yang membedakan adalah dalam hal isi dan tujuannya. Isi dan tujuan surat pembaca biasanya merupakan tanggapan, sanggahan, klarifikasi, atau penggunaan Hak Jawab dan Hak Koreksi atas informasi yang dinilai salah dan merugikan. Surat pembaca berupa tanggapan, biasanya diawali dengan mengutip berita atau surat pembaca yang sebelumnya sudah dimuat, sehingga pembaca dapat mengetahui latar belakang masalah yang diklarifikasi. Kesimpulan..???? Produk-produk tulisan yang dimuat PR semakin mempertegas bahwa fungsi PR dalam bidang pengelolaan komunikasi adalah untuk membangun suatu reputasi perusahaan/instansi. Beragam penulisan jenis media PR yang nantinya akan di muat seperti Press release, news letter, company profile dsb akan mampu menggambarkan citra perusahaan tersebut di mata khalayak. Pertanyaan..mampukah anda menjadi praktisi PR yang baik dalam hal tehnik penulisan media PR..?????? Keefektifan yang terjadi dengan penggunaan media massa menimbulkan pengaruh terhadap komunikasi yang berlangsung. Contohnya penggunaan televisi sebagai media elektronik untuk mendapatkan informasi digunakan sebagian orang termasuk seorang public relations dalam memberikan informasi atau melakukan kegiatan PR. Berikut ini terdapat Tabel Karakteristik Saluran Komunikasi Interpersonal dan Mass Media. 8
Tabel 1. Karakteristik Saluran Komunikasi Interpesonal dan Mass Media No. Karakteristik Saluran Interpersonal Saluran Media Massa 1. Arus Pesan Cenderung 2 arah Cenderung Searah 2. Konteks Komunikasi Tatap muka Melalui Media 3. Tingkat Umpan Balik Tinggi Rendah 4. Kemampuan mengatasi tingkat selektivitas * ) Tinggi Rendah 5. Kecepatan Jangkauan Relatif lambat terhadap khalayak yang banyak 6. Efek yang mungkin Perubahan terjadi pembentukan sikap Relatif cepat dan Perubahan pengetahuan *) Terutama selektivitas (untuk) terdedah atau selective exposure Sumber : Rogers dan Shoemaker (1971:253), seperti dikutip dalam Materi Bahan Ajar ILMU PENYULUHAN (KPM 211), Mugniesyah (2006:3) 9
Bagian Berita : 1. LEAD:Kalimat atau paragraf yang mengajak pembaca agar mau melanjutkan membacanya. 2. Isi Berita/ tubuh berita Kalimat berisi fakta dan data-data yang mendukung LEAD, termasuk menyebutkan sumber berita. 3. Penutup (Ending), Umumnya berisi kutipan sumber utama, kalimat pendukung serta data-data yang menyimpulkan isi berita keseluruhan. Prinsip Dasar Bahasa Jurnalistik: 1. Padat (5W+1H) 2. Singkat, (Menghindari bahasa yang panjang dan bertele-tele) 3. Sederhana, (Kalimat yang efektif, Praktis, Pemakaian kalimat tidak hiperbolis, memilih kalimat tunggal) 4. Menarik (dari segi Pemilihan warna, Tulisan, dsb) 5. Jelas (Clarity) KISS (Keep It Simple And Short 10
Daftar Pustaka Kriyanto Rahmat. Public Relations Writing. Kencana Prenada Media Group. 2008. McQuails, Dennis (2000). Media Performance: Mass Communication and Communication and the public Interest. London: Sage Publications. Pengertian Newsletter. Diakses 31 November 2010. Prayudi. 2007. Penulisan Naskah Public Relation. Yogyakarta: Penerbit Andi. Hal 125-134. Buat dan Miliki Newsletter yang Menguntungkan. Diakses 14 Mei 2010. en) Hamilton, Edward A. 1995. Newsletter Design: A Step-by-Step Guide to Creative Publications Design and Graphic Design Series. John Wiley and Sons. Page 11-12. Apakah yang dimaksud dengan Advertorial. Diakses 1 Juni 2010. riantara, Yosal dan Surachman, A.Yani. 2006. Public Relations Writing. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya. Hal 126-136. Russell, Thomas. 2004. Advertising: a framework. Penerbit 清华大学出版社. Hal 338. ISBN 7-302-07769-X, 9787302077695. Internet: http://www.google.com/isi Media McQuails http://jurnalkomunikasi.com prinanta.wordpress.com/2009/ http://listyo-geografi.blogspot.com/ Founder Jurnalkomunikasi.com 11