Keywords: brachyteraphy, engineering, fabrication, mechanical, radio- isotope source

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS POTENSI KETIDAK-PRESISIAN POSISI SUMBER ISOTOP IRIDIUM-192 AKIBAT LINTASAN BELOKAN PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG

RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK PEMBATAS PENGGERAK SELING PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG UNTUK KANKER SERVIK

RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK PEMBATAS PENGGERAK SELING PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DOSIS SEDANG UNTUK KANKER SERVIK

DESAINMODULPENGGERAK SUMBER ISOTOP IRIDIUM-192 PADA PERANGKAT BRAKITERAPI HDR

UJI FUNGSI PROTOTIP PERANGKAT MEKANIK BRAKITERAPI MDR-Ir192-IB10

PENENTUAN URUTAN PERAKITAN BAGIAN BERGERAK DARI MODUL DISTRIBUTOR CHANNEL PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DENGAN KRITERIA DIMENSI DAN MATING

PERHITUNGAN DAN PENENTUAN SPESIFIKASI KOMPONEN- KOMPONEN UTAMA SISTEM PENGANGKAT SUMBER GAMMA PADA IRADIATOR GAMMA BATAN 2X250 KCI

PENENTUAN URUTAN PERAKITAN BAGIAN BERGERAK DARI MODUL DISTRIBUTOR CHANNEL PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DENGAN KRITERIA DIMENSI DAN MATING

PEREKAYASAAN BRACHYTHERAPY MEDIUM DOSERATE

ANALISIS PERHITUNGAN KETEBALAN KONTAINER PERALATAN BRAKITERAPI MDR UNTUK TERAPI KANKER LEHER RAHIM

RANCANG BANGUN ALAT UJI MEKANIK BATANG KENDALI RSG-GAS

PERHITUNGAN GERAK FLEKSIBELITAS SUMBER RADIASI ISOTOP IR 192 DI DALAM LUBANG TUBE PADA PERANGKAT BRAKITERAPI UNTUK TERAPI KANKER S

ANALISIS KEKUATAN LANDASAN ALUMINIUM PADA PERANGKAT BRACHYTHERAPHY MEDIUM DOSE RATE (MDR)

ANALISIS KESEIMBANGAN KONSTRUKSI PESAWAT TDS BRAKITERAPI MEDIUM DOSE RATE

Harno Garnito', Krismawan2, Benar Bukit 3. '.2.3PusatRekayasa Perangkat Nuklir, Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 71, Tangerang Selatan, 15310

RANCANGAN ALAT BANTU PENANGANAN MUR KAPSUL FASILITAS IRADIASI PRTF

DESAIN DAN PEMBUATAN PENDUKUNG MEKANIK PADA PROTOTIPE PERANGKAT SISTEM PENCITRAAN PETI KEMAS DENGAN TEKNIK SINAR GAMMA

PEMBUATAN PROTOTIP BRAKITERAPI DOSIS RENDAH DENGAN ISOTOP Ir-192

PRIMA Volume 11, Nomor 2, November 2014 ISSN No

PERANCANGAN RUANGAN RADIOTERAPI EKSTERNAL MENGGUNAKAN SUMBER Co-60

RANCANGAN KUNCI PENGERAS UNION NUT PADA ALAT BANTU FASILITAS IRADIASI PRTF. Suwarto

TEKNIK PERBAIKAN SAMBUNGAN TERMOKOPEL TEMPERATUR TINGGI PADA HEATING-01

DESAIN DAN PEMBUATAN PENDUKUNG MEKANIK PADA PROTOTIPE PERANGKA T SISTEM PENCITRAAN PETI KEMAS DENGAN TEKNIK SINAR GAMMA

MS-MANIPULATOR DI INSTALASI RADIOMETALURGI DAN PERMASALAHANNYA

SIMULASI PENGUJIAN TEGANGAN MEKANIK PADA DESAIN LANDASAN BENDA KERJA MESIN PEMOTONG PELAT

ANALISIS PENGGERAK PADA SISTEM PENGAMAN PINTU BER-PASSWORD

ANALISIS KESELAMATAN KAPSUL FASILITAS IRADIASI PRTF

BAB 3 REVERSE ENGINEERING GEARBOX

DESAIN DAN PEMBUATAN PERANGKAT MEKANIK PADA PORTAL MONITOR RADIASI NON SPEKTROSKOPI

PRA RANCANGAN KONTAINER TEMPAT PENYIMPANAN LIMBAH RADIOAKTIF SUMBER TERBUNGKUS 192 Ir

PERHITUNGAN GERAK FLEKSIBELITAS SUMBER RADIASI ISOTOP IR 192 DI DALAM LUBANG TUBE PAD A PERANGKAT BRAKITERAPI UNTUK TERAPI KANKER S

PERHITUNGAN KETEBALAN BAHAN PERISAI Pb SEBAGAI KONTAINER ISOTOP Ir-192 UNTUK BRAKITERAPI MENGGUNAKAN SOFTWARE MCNP

SISTEM PNEUMATIK MEKANISME LALUAN IRADIASI PADA IRADIATOR MERAH PUTIH

DISAIN MODIFIKASI MESIN TEKUK MODEL MPV.1620 MENJADI MESIN PEMOTONG PLAT

RANCANG BANGUN SIMULATOR CNC MULTIAXIS DENGAN MOTOR STEPPER AC

PERANCANGAN RUANGAN RADIOTERAPI EKSTERNAL MENGGUNAKAN SUMBER Co-60

DESAIN MEKANIK DAN PENGENDALIAN GERAKAN RAK SUMBER ISOTOP PADA IRADIATOR GAMMA 200 kci

PERANCANGAN TEKNIS BAUT BATUAN BERDIAMETER 39 mm DENGAN KEKUATAN PENOPANGAN kn LOGO

MODIFIKASI BAGIAN MEKANIK MESIN BUBUT TIPE AL-PINE 350 DENGAN SISTEM OTOMATIS BERBASIS CNC

DESAIN DAN PEMBUATAN PERANGKAT BANTU KOTAK REKONSTRUKSI UNTUK SIMULASI PADA FASILITAS TPS (TREATMENT PLANNING SYSTEM) BRAKITERAPI UNTUK KANKER SERVIK

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB III METODE PENELITIAN

Rancangan Welding Fixture Pembuatan Rangka Produk Kursi

RANCANGAN ALAT BANTU MUAT-BONGKAR KAPSUL PRTF RSG-GAS

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Untuk mempermudah perancangan Tugas Akhir, maka dibuat suatu alur

PERANCANGAN PERISAI RADIASI PADA KEPALA SUMBER UNTUK PESAWAT RADIOTERAPI EKSTERNAL MENGGUNAKAN CO-60 PADA POSISI BEAM OFF

SIMULASI DOSIS SERAP RADIAL SUMBER IRIDIUM-192 UNTUK BRAKITERAPI DENGAN MENGGUNAKAN MCNP

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

Antonio Gogo. Kata kunei: SEM, tutup ruang spesimen, sistem buka-tutup, batang penarik.

PEMBUATAN KOMPONEN INNER TUBE LEU FOIL TARGET UNTUK KAPASITAS 1,5g U-235

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data.

PERANCANGAN HANDLING TOOL OUTER CONTAINER LIMBAH IRM DI IPSB3

RANCANG BANGUN MESIN PENCETAK BRIKET DARI SERBUK KAYU (SISTEM RANGKA)

PERENCANAAN MESIN BENDING HEAT EXCHANGER VERTICAL PIPA TEMBAGA 3/8 IN

PERANCANGAN PERISAI RADIASI PADA KEPALA SUMBER UNTUK PESAWAT RADIOTERAPI EKSTERNAL MENGGUNAKAN CO-60 PADA POSISI BEAM OFF

BAB III PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN. Mulai

BAB IV PROSES PEMBUATAN, HASIL PEMBUATAN

BAB III ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

ANALISIS DIMENSI LENGAN PADA MODEL RANCANGAN RENOGRAF THYROID UPTAKE TERPADU

BAB IV ANALISA MASALAH

PERBAIKAN WALL PLUG HOTCELL 01 INSTALASI RADIOMETALURGI

BAB IV ANALISA HASIL PENGUJIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI. Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan. Selain itu juga kita dapat menentukan komponen komponen mana yang

BAB III PERANCANGAN ALAT. Muiai. Kapasitas: A4 Bahan pola : Lilin Pahat: Gurdi Daya: 1/16HP. Sketsa alat. Desain gambar

ANALISIS PERHITUNGAN BERAT KONTAINER SUMBER Ir-192 AKTIVITAS 10 Ci UNTUK BRAKITERAPI HDR

PEMBUATAN TABUNG DETEKTOR GEIGER MULLER TIPE JENDELA SAMPING

BAB III PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN

RANCANG BANGUN MESIN DOWEL UNTUK PEMBUATAN KAYU SILINDER DENGAN DIAMETER 10 SAMPAI 20 MM UNTUK INDUSTRI GAGANG SAPU DAN SANGKAR BURUNG (RANGKA)

Widyanuklida, Vol. 14 No. 1, November 2014: ISSN

PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka ISSN Journal of Radioisotope and Radiopharmaceuticals Vol 10, Oktober 2007

DISAIN ADAPTER PEMEGANG SPESIMEN MINI VJI TARIK

RANCANG BANGUN ALAT PEMOTONG KABEL ROBOTIK TIPE WORM GEAR

Kata Kunci : ROV (Remotely operated underwater vehicles), X-Bee, FSR-01

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR

PER BAlKAN SISTEM PENANGKAP BOLA SPONGE PEMBERSIH MEKANIK PENUKAR PANAS RSG-GAS PAH 01 AT 01

PENGARUH DIAMETER PHANTOM DAN TEBAL SLICE TERHADAP NILAI CTDI PADA PEMERIKSAAN MENGGUNAKAN CT-SCAN

Perancangan Belt Conveyor Pengangkut Bubuk Detergent Dengan Kapasitas 25 Ton/Jam BAB III PERHITUNGAN BAGIAN-BAGIAN UTAMA CONVEYOR

PEMBUATAN SUMBER RADIASI TERBUNGKUS IRIDIUM-192 ( 192 Ir) UNTUK BRAKITERAPI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

RANCANG BANGUN MESIN PENIRIS MINYAK (SISTEM TRANSMISI )

ALTERNATIF PERANCANGAN SISTEM MEKANIK PERANGKAT RENOGRAF DAN THYROID UPTAKE TERPADU

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN. 3.1 Langkah-Langkah Dalam Merancang Motor Induksi 3 Phase. memerlukan langkah-langkah sebagai berikut :

UJI GESER LANGSUNG (DIRECT SHEAR TEST) ASTM D

ANALISIS KEKUATAN LANDASAN ALUMINIUM PAD A PERANGKAT BRACHYTHERAPHY MEDIUM DOSE RATE (MDR)

DESAIN AWAL PERANGKAT MEKANIK PADA PEREKAYASAAN PERANGKAT DIGITAL RADIOGRAFI UNTUK INDUSTRI

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 1 (2015), ( Print)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SILABUS DAN RPP MENGUASAI KONSEP DASAR LISTRIK DAN ELEKTRONIKA SMK NEGERI 56 JAKARTA

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut

BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN. penggerak belakang gokart adalah bengkel Teknik Mesin program Vokasi

PROJECT TEST BIDANG LOMBA INDUSTRIAL CONTROL KESELAMATAN DAN KESEHATAN

IDENTIFIKASI KERUSAKAN BARREL LIFTING DEVICE DAN BARREL DOUBLE LID HOTCELL 001/102 DI IRM

Transkripsi:

Rancang Bangun Modul...(Ari Satmoko, dkk) RANCANG BANG UN MODUL MEKANIK PENGGERAK SUMBER RADIO-ISOTOP PAD A PROTOTIP AWAL PERANGKAT BRAKITERAPI KANKER SERVIK DOSIS SEDANG Ari Satmoko, Tri Harjanto Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir - SATAN Hendra Prasetia PRSG - Pusat Reaktor Serba Guna - SATAN ABSTRAK. RANCANG BANGUN MEKANIK MODUL PENGGERAK SUMBER RADIO-ISOTOP PADA PROTOTIP AW AL PERANGKA T BRAKITERAPI KANKER SERVIK DOSIS SEDANG. Perangkat brakiterapi dosis sedang untuk terapi kanker servik dikembangkan dengan menekankan produk dalam negeri. Sumber yang digunakan adalah lridium- I92 dengan kekuatan sekitar 5 Curie. Sumber ini dibungkus dalam kapsul dan dirangkai dengan kawat berdiameter I mm dan panjang 1800 mm. Terapi dilaksanakan dengan memasukkan sumber radiasi ke dalam tubuh tubuh pasien melalui aplikator. Sistem loading-unloading sumber isotop terbagi ke dalam 3 modul, yaitu; modul penggerak sumber, modul kontainer sumber, dan modul distributor channel. Dalam makalah ini pembahasan difokuskan pada kegiatan perekayasaan modul penggerak sumber yang berfungsi untuk menggerakkan maju-mundur sumber isotop. Kegiatan diawali dengan pengembangan desain awal yang menghasilkan gambar sketsa komponen-komponen mekanik yang dibutuhkan. Selanjutnya, perhitungan dilakukan dalam rangka menetapkan spesifikasi komponen utama. Dari tahap ini diputuskan motor stepper tipe A50K M66-GJO sebagai penggerak mekanik. Tahap berikutnya berupa pengembangan desain rinci yang menghasilkan gambar teknik untuk tiap-tiap komponen. Selanjutnya pabrikasi komponen dilakukan dengan mengacu gambar-gambar desain rinci tersebut. Setelah lengkap, semua komponen dirakit menjadi modul mekanik penggerak sumber. Pengujian juga menunjukkan bahwa secara manual modul ini telah berfungsi. Dengan memutar-balikan putaran manual, ujung kawat dapat digerakkan maju dan mundur. Kata kunci: brakiterapi, desain, fabrikasi, mekanik, sumber radio-isotop ABSTRACT MECHANICAL DESIGN OF THE RADIO-ISOTOPE SOURCE DRIVER MODULE FOR AN INITIAL PROTOYPE OF MEDIUM DOSE RATE BRACHYTERAPY High dose rate brachyteraphy equipment for therapy against cervical cancer is developed by empowering local products. An lridium-192 with 5 Curies of energy is used. The source is wrapped in a capsule and combined with a wire diameter of 1 mm and length 1800 mm. The therapy is carried out by inserting the radiation source into the patient's body through an applicator. The system for loading-unloading the isotope source is divided into three modules: the source driver module, the source container modules, and channel distributor module. In this paper, the discussion is focused on engineering activities of the first module that serves to drive forward and backward position of the lridium-192 isotope sources. The activity begins with the development of preliminary design sketches that produces drawings of mechanical components required. Furthermore, the calculations are carried out in order to establish the main component specifications. From this stage, a stepper motor type M66-A50K-GI0 as a mechanical driver is chosen. The next stage ls developing the detailed design and producing detailed drawings for all components. Thefabrication of each component refers to the detailed design drawings. All components are assembled completely into the source driver module. Test also shows that the module works manually well. By rotating the manual handle in both directions, the tip of the wire moves alternately in forward and backward directions. Keywords: brachyteraphy, engineering, fabrication, mechanical, radio- isotope source PENDAHULUAN Salah satu metode penyembuhan penyakit kanker servik adalah dengan iradiasi menggunakan peralatan brakiterapi. Dalam metode ini, radiasi diberikan dengan mendekatkan atau menusukkan sumber radiasi ke daerah target sehingga akan memberikan dosis yang dapat mematikan sel tumor. Metode ini telah banyak dikembangkan terutama di negara-negara maju, namun bel urn ban yak diterapkan di Indonesia. Salah satu kendala belum banyaknya rumah sakit dan pasien di Indonesia yang 60

Prosiding Seminar Nas/onal Teknologi dan Aplikasi Reaktor Nuklir PRSG Tahun 2012 ISBN 978-979-17109-7-8 belum tersentuh dengan teknik ini adalah mahalnya biaya terapi yang tak lain disebabkan oleh tingginya harga peralatan brakiterapi. Dalam rangka memecahkan masalah inilah, maka dikembangkan brakiterapi kanker servik dengan menekankan pada kandungan lokal dalam negeri terutama sumber Isotop Iridium-I92 yang dapat dibuat di PRSG BATAN. Sumber isotop Iridium-I92 berkekuatan antara 5 hingga 10 Curie dibungkus dalam kapsul stainless steel SS-3I6. Kapsul ini dirangkai dengan kawat SS 316 berdiameter sekitar 1 mm dan panjang 1800 mm. Ketika terapi kanker servik dilaksanakan, kateter atau aplikator dimasukkan ke dalam tubuh pasien dan kemudian sumber isotop dimasukkan ke dalam lubang aplikator tersebut. Posisi dan kecepatan gerakan sumber isotop dikendalikan melalui pemrograman sesuai dengan kondisi pen yak it pasien. Untuk melaksanakan kegiatan loading-unloading sumber isotop inilah dibutuhkan perangkat brakiterapi. Secara umum, sistem loading-unloading sumber isotop pada perangkat brakiterapi terbagi ke dalam 3 modul yaitu modul penggerak sumber, modul kontainer sumber, dan modul distributor kana!. Modul penggerak sumber merupakan modul yang berfungsi untuk gerak maju-mundur sumber isotop Iridium-In. Modu\ kontainer berfungsi sebagai perisai radiasi pad a saat sumber tidak digunakan atau dalam keadaan stand by. ModuI distributor kanal berfungsi untuk memilih jalur keluaran yang akan digunakan. Dalam makalah ini pembahasan difokuskan pad a perekayasaan modul mekanik penggerak sumber. Pembahasan meliputi pengembangan desain awal, perhitungan, penentuan spesifikasi komponen-komponen utama, pengembangan desain rinci, konstruksi dan pengujian. PRINSIP KERJA DAN PERSY ARATAN PERANGKA T BRAKITERAPI[I,2j Prinsip kerja perangkat brakiterapi dosis sedang ditunjukkan dalam Gambar 1. Perangkat brakiterapi terdiri dari tiga komponen mekanik utama: penggerak sumber, kontainer sumber dan distributor kana!. Kateter atau aplikator yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien melengkapi perangkat brakiterapi tersebut. Sumber Iridium-In dibungkus dalam kapsul dan dirangkai dengan kawat stainless steel berdiameter sekitar 1 mm dengan panjang sekitar 1800 mm. Sebelum terapi dilakukan, pemeriksaan jalur dilakukan dengan menggunakan kawat checker yang mempunyai dimensi sarna dengan kawat sumber. Kawat checker bertujuan untuk memastikan bahwa pergerakan sumber untuk proses terapi dapat berlangsung sesuai dengan yang diinginkan. Keterangan: I. Kontainer pengaman 2. Motor dan drum pemutar checker 3. Motor dan drum pemutar sumber 6. Tube tleksibel 7. Aplikator 8. Kawat checker 61

Rancang Bangun Modul...(Ari Satmoko, dkk) 4. Penggulung darurat 5. Distributor kanal 9. Kawat sumber 10. motor distributor kanal Pada waktu tidak digunakan atau posisi stand by, sumber Iridium-192 disimpan dalam modul kontainer sum bel' sehingga papal' an radioaktif dari sumber dapat dilokalisir. Saat digunakan untuk terapi, modul penggerak sum bel' mengatur pergerakan posisi sumber sejak dari kontainer hingga aplikator dan kembali ke kontainer. Aplikator terdiri dari 3 batang dan menjadi pembimbing gerakan sumber di dalam tubuh pasien. Pada awalnya sumber digerakkan maju hingga berada pada posisi salah satu ujung aplikator. Kemudian sesuai dengan dosis paparan. sum bel' ditarik sedikit demi sedikit ke posisi-posisi lain dan kemudian dipindahkan ke lubang aplikator berikutnya. Pengaturan lubang aplikator mana yang dituju dilakukan oleh distrib;jtor channel. Bentuk aplikator, posisi berhenti sumber dan lama berhenti akan menentukan protil distribusi dosis radiasi sesuai dengan penyakit pasien. Dalam mengembangkan desain a li'a I dan rinci perangkat brakiterapi. beberapa persyaratan terkait aspek mekanik modul penggerak sum bel' telah ditetapkan sbb: Metode yang digunakan adalah after/oading: aplikator dimasukkan ke dalam tubuh pasien sesuai dengan susunan yang diharapkan. Setelah itu, baru kemudian sum bel' dimasukkan melalui jalur aplikator tersebut. Pada saat proses terapi. organ lain pada pasien tidak boleh menerima radiasi yang tidak perlu. Dalam kasus darurat, sumber radiasi harus dapat diamankan secepat mungkin ke dalam kontainer sumber. Desain harus mempertimbangkan aspek keselamatan selama fabrikasi dan juga pengoperasian brakiterapi. Desain harus mempel1imbangkan pabrikasi dengan kemungkinan alokasi biaya yang lersedia seminimum mungkin sesuai anggaran. Komponen-komponen atau bahan-bahan yang diputuskan dan digunakan dalam pengembangan GambaI' I. Desain konsep perangkat brakiterapi dosis sedang brakiterapi harus disertai dengan justitikasi teknis yang tertulis. Posisi gerakan sumber pada saat terapi mempunyai ketelitian (kd) ± I mm. TAT A KERJA PEREKAYASAAN Kegiatan perekayasaan mekanik modul penggerak sum bel' dilakukan dalam beberapa tahap berikut: Penetapan asumsi nilai-nilai parameter desain Perhitungan untuk desain awal Penentuan spesitikasi komponen utama Pengembangan desain rinci Konstruksi mekanik dan pengujian HASIL DAN PEMBAHASAN Penetapan asumsi nilai-nilai parameter desain Pada tahap ini. bcberapa nilai parameter desain ditetapkan dengan Illeillperlimbangkan pcrsyaratan desain. Panjang kawat sumber ditetapkan pada nilai 1800 mm. Panjang ini mengadopsi pada produkproduk lain sejenis yang telah ada di pasar. Dari posisi stand by menuju posisi terapi dan sebaliknya. sum bel' harus bergerak dengan kecepatan tinggi unluk menghindari paparan berlebihan. Atas alasan inilah waktu sekitar 4 detik dianggap cukup untuk masing-masing mendorong dan menarik kembali kawat sumber. Dengan demikian kecepatan maksimum gerak sumber adalah 450 mm/detik. Beberapa asumsi nilai-nilai lain juga ditetapkan dalam rangka desain sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel I. Nilai-nilai ini akan digunakan dalam kegiatan lahap berikulnya lerkail perhilungan dan pengembangan desain rinci. Pada awalnya nilai-nilai tersebul bersilat perkiraan awal. Seiring dengan perkembangan desain. setelah melalui berbagai ilerasi perhilungan dan pertimbangan. nilai-nilai tersebut telah ditetapkan sebagai nilai-ni lai parameter dcsain. Tabel I. Penetapan nilai-nilai parameter desain No Panjang Gaya Pitch Faktor Kecepatan Diameter alur tarik/dorong pengali total drum pad gerakan kawat (FP) drum (Dd) Parameter kawat sumbcr (Pd) bel' sumber maksimum (L,) (singkalan) (F,) (V,) Nilai 450 2,52 24.6 120 I800 kali mm/detik New10nPJ m m 62

Proslding Seminar Naslonal Teknologl dan ApJikasl Reaktor NuUir PRSG Tahun 2012 ISBN 978 979 17109 7 8 Pengembangan desain awal Dengan mengacu pada prinsip kerja dan persyaratan, desain awal mekanik modul penggerak sumber perangkat brakiterapi dikembangkan. Berbagai alternatif dan pertimbangan akhirnya menghasilkan desain seperti ditunjukkan dalam Gambar 2. Modul ini terdiri dari dua bagian yang simetris. Bagian kiri untuk menggerakkan kawat checmr (dummy) dan bagian kanan untuk menggerakkan kawat sumber. Batas atas modul ini berhubungan dengan modul kontainer sumber. Ujung kawat dengan sumber radioaktif ditempatkan di dalam kontainer sumber. Kawat sebagai pembawa sumber dililitkan pada Drum Kawat Sumber 104. sebagai penggulung. Sabuk 1.7 digunakan untuk mengikat atau menempatkan kawat pada alur drum. Tegangan sabuk diatur oleh Cam Follower I. I dan Tensioner 1.2. Dengan memutar motor yang terkoneksi pada drum, maka kawat dapat ditarik atau didorong melalui pengaturan Pengarah Kawat 1.8 dan Tube Pengarah I.I I. Pemutar manual 1.6 disiapkan dalam rangka keadaan darurat bilamana motor gagal berfungsi. Keterangan: 1.1. Carn follower 1.2. Tensioner 1.3. Base plate 1.4. Drum kawat sumber 1.5. Adapter drum 1.6. Pemutar manual sumber 1.7. Sabuk 8~.5 1.8. Pengarah kawat sumber 1.9. Pemegang pengarah seling~ 6 sumber <g 1.10. Penahan pengarah kawat ~ 1.11. Tube pengarah 1.16 1.12. Pemegang pengarah seling sumber 1.13. Pengarah kawat checker 1.14. Drum kawat checker 1.15. Pemutar manual checker 1.16. Penjepit kawat sumber 1.17. Penjepit kawat checker Gambar 2. General drawing modul penggerak sumber[2] Perhitungan dan Penentuan Spesifikasi Komponen Utama Komponen utama dalam modul ini adalah motor. Dari berbagai pilihan yang ada, motor stepper diputuskan sebagai jenis motor yang paling ideal. Tahapan berikut digunakan dalam rangka menentukan spesifikasi motor stepper: - Kecepatan putar motor/drum (rod) rod = Vs / (Dd/2) rad/det = 71.6 rpm - Resolusi motor (em) em = ~ / (Di2) rad = 0,955 - Torsi motor (T m) Tm = Fs * (Dd/2) * FP = 3,204 Nm Dari berbagai perhitungan di atas diperoleh spesifikasi minimum motor. Motor harus mampu berputar dengan kecepatan 71.6 rpm, memiliki resolusi 0,955 dan torsi 3,204 Nm. Dari berbagai pilihan yang ada di pasar akhirnya ditetapkan menggunakan motor stepper tipe A50K-M566-G 10. Lembar spesifikasi motor tipe ini ditunjukkan dalam Tabel 2. Parameter dalam spesifikasi teknis tersebut telah diperiksa dan memenuhi persyaratan yang diinginkan. Tabel 2. Spesifikasi teknis motor stepper ti e A50K-M566-GIO[4] No. Parameter besaran I Maximum holdin 5,0 N.m 2 Kece atan 0-180 m 3 Resolusi 0,144 Dimensi drum penggulung kawat juga perlu ditetapkan melalui perhitungan berikut: - Keliling drum (KJ) K.J = 1t Dd = 377 mm - lumlah lilitan (ns) ns = L/K.J = 5.3 atau dibulatkan ke atas menja di 6 liiitan - Lebar drum (Ld) Ld = ns * Pd 63

Rancang Bangun Modul...(Ar! Satmoko, dkk) - Lebar drum (Ld) Ld = ns * Pd = 12mm Dengan mempertimbangkan jarak tepi sekitar 10 mm pada sisi atas dan bawah, maka lebar drum ditetapkan pada 25 mm. Untuk mempermudah fabrikasi terutama pembuatan alur untuk kawat, bahan drum yang digunakan adalah POM putih. POM adalah nama pasaran dari bahan polyacetal. Untuk sabuk, lebar dan tebal ditetapkan masing-masing pad a 20 mm dan 2 mm dengan bahan mengikuti ketersediaan di pasar. Untuk komponen kerja mekanik lainnya, spesitlkasi bahan adalah baja nirkarat dengan dimensi mengikuti ruang yang ada dan tetap harus mempertimbangkan persyaratan desain. Pengembangan desain rind Desain rinci dikembangkan dengan mengacu pada hasil tahap-tahap sebelumnya berupa desain awal dan perhitungan serta juga memperhatikan persyaratan desain. Hasil desain rinci berupa gambar rinci yang dapat ditindaklanjuti oleh bagian konstruksi tanpa interpretasi yang membingungkan. Agar modul penggerak sumber dapat berfungsi seperti yang diinginkan, berbagai komponen telah terdidentif1kasi seperti ditunjukkan dalam Tabel 2. Tabel 2. Dattar gambar rinci komponen-komponen mekanik modul penggerak sumber GT.lS GT.IB GT.IS 10-2.1.2.1.00.00 No 10-2.1.2.1.04.00 10-2.1.2.1.06.00 10-2.1.2.1.08.00 10-2.1.2.1.01.00 10-2.1.2.1.03.00 10-2.1.2.1.02.00 i0-2.1.2.1.13.00 10-2.1.2.1.14.00 10-2.1.2.1.12.00 10-2.1.2.1.16.00 10-2.1.2.1.18.00 10-2.1.2.1.17.00 10-2.1.2.1.15.00 10-2.1.2.1.05.00 Dokumen 10.00Carn Base Tensioner Modul Keterangan Follower Plale Penggerak Komponen Pengatur Sumber General Dudukan slingtegangan Adapter drum Kawat Iintasan Pengarah Penahan Drum Kawat Pengarah Dummv Dummv kawat Pemutar Manual Dummy - Penjepit Motor slepper Kawal kawat Sumber dummy Dummy Drawin}< utama sabuk No Konstruksi mekanik dan pengujian Dengan mengacu pada desain rinci. konstruksi modul mekanik penggerak sumber dilakukan. Kegiatan diawali dengan pembuatan komponen-komponennya. Dan setelah lengkap, semua komponen dirakit menjadi sebuah modul penggerak sumber. Gambar 4 menunjukkan hasil perakitan pada bagian sisi kawat sumber dari modul penggerak sumber. Ei4

Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Reaktor Nuklir PRSG Tahun 2012 ISBN 978-979-17109-7-8 Gambar 4. Hasil perakitan modul penggerak sumber sisi kawat sumaer Uji coba secara manual mekanik juga telah dilakukan untuk memastikan bahwa modul terse but telah dikonstruksi sesuai desain rinci dan dapa! berfungsi seperti yang diinginkan. Pada awal pengujian dijumpai berapa kendala sepcrti posisi ketinggian calli follower dan drum yang tidak rata. Namun setelah perbaikan pemasangan, kendala tersebut dapat dihilangkan. Ketika drum diputar secar manual, kawat dapat digerakkan maju dan mundur. Hingga kini pengujian secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena belum terintegrasinya modul-modul mekanik lainnya dan sistem instrumentasi dan kontrol. Pengujian menyeluruh akan dibahas pada kegiatan selanjutnya. KEStMPULAN. Telah diperoleh hasil rancang bangun berupa modul mekanik penggerak sumber radioisotop untuk perangkat brakiterapi. Pengujian menunjukkan bahwa secara manual modul ini telah berfungsi terutama dengan putaran manual, ujung kawat dapat digerakkan maju dan mundur. Pengujian secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena modul ini belum terintegrasi baik dengan modul-modul mekanik lain maupun dengan modul instrumentasi dan kontrol. Hal ini akan dilakukan pada kegiatan berikutnya. UCAPAN TERtMA KAStH "Tim Brakiterapi" yang telah turut memberi masukan selama pelaksanaan perekayasaan perangkat brakiterapi dosis sedang. Ucapan terima kasih juga diarahkan pad a Kementrian Riset dan Teknologi melalui program Peningkatan Kapasitas Peneliti dan Perekayasa 20 II yang telah membiayai kegiatan desain perangkat brakiterapi ini. DAFTAR PUSTAKA 1. ANONYMOUS, ESTRO: A Practical Guide to Quality Control of Brachyterapy Equipment. JACK VENSELAAR dan JOSE PEREZ CALATAYUD, ESQUIRE Project - Grant Agreements No. S 12300039 (2000CVG2-02I) & SPC 2002480 - Technical Report - Part V, ISBN 90-804532-8 2. ARt SATMOKO, Pengembangan Desain Konsep Mekanik Treatement Delivery System Brakiterapi Medium Dose Rate. Technical Report, TRO 1-WP2- WBSO-RPN-20] 0-440202. 23 April 20]0 3. ARt SA TMOKO, dkk, Desain Sistem Penggerak Kawat Sumber Isotop Ir-192 pada Brakiterapi Kanker Servik Dosis Sedang. PRIMA. Volume 7. Nomor 14 Nopember 2010, ISSN 1411-0296 4. ANONYMOUS_ 2. 5 Phase Steppeing Motors/ Drivers/Motion Controllers, Autonics Catalogue. No. 20 100512-STEPPING-ENG-04 Ucapan terima kasih diucapkan kepada seluruh 65