Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial

dokumen-dokumen yang mirip
APLICATION CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TO IMPROVE THE RESULT OF SCIENCE STUDY OF STUDENTS OF SD NEGERI 001 SEIKIJANG BANDAR SEIKIJANG DISTRICT

Zaharah, Otang Kurniaman, Lazim N

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN IPA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTU MEDIA GAMBAR PADA KELAS IV SDN LOMPIO. Oleh.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD

PENGGUNAAN METODE INKUIRI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

Pendahuluan. Yunita et al., Penerapan Metode Resitasi untuk Meningkatkan Aktivitas...

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA MATA PELAJARAN FISIKA

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V.E DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WORD SQUARE DI SD KARTIKA I-10 PADANG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMATIK MODE PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING SISWA KELAS II SD NEGERI TEBING TINGGI

BAB I PENDAHULUAN. Menengah Kejuruan (SMK). Posisi SMK menurut UU Sistem Pendidikan. SMK yang berkarakter, terampil, dan cerdas.

Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. XII, No. 1, Tahun 2014 Shinta Agustina Siregar & Sukanti 1-13

PENINGKATAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MENULIS MELALUI TEKNIK PEMODELAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SUNGAI SARIAK KABUPATEN PADANG PARIAMAN.

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN 27 SAGO PESISIR SELATAN

PENINGKATAN PRESTASI MATA PELAJARAN EKONOMI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN CTL DI KELAS V SD INPRES 03 TERPENCIL BAINA A

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL

Joyful Learning Journal

ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF STAD MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PASSING CONTROL SEPAKBOLA

Penerapan Asesmen Kinerja Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Ekonomi Sri Imawatin, Bambang Hari Purnomo Abstrak:

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI SDN 08 SUNGAI AUR PASAMAN BARAT

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PETA KONSEP DI SDN 07 GURUN LAWEH NANGGALO PADANG

ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika OLEH

UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

Pendidikan Biologi, FITK, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2) MTsN II Pamulang koresponden: Abstrak

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL WORD SQUARE DI SDN 26 PELANGAI KECIL KABUPATEN PESISIR SELATAN

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1, Maret 2014

Ivana Margaretta Simanjuntak* Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Medan *

Jurnal Pendidikan IPA Indonesia

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN

PENGGUNAAN METOE TANYA JAWAB DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Amelia dan Syahmani. Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Melalui Pendekatan Scientific 32

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMELAJARAN IPS MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DI SD NEGERI 03 KOTO KACIAK MANINJAU

Economic Education Analysis Journal

Akhmad Suyono *) Dosen FKIP Universitas Islam Riau

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN

PENCAPAIAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL SNOWBALLING PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

Penggunaan Media Gambar PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

Key Word : Students Math Achievement, Realistic Mathematics Education, Cooperative Learning Model of STAD, Classroom Action Research.

Arynda 28, Susanto 29, Dafik 30

MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING

Noviana Kusumawati Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pekalongan Jl. Sriwijaya No 3 Pekalongan, ABSTRAK

Noorhafizah dan Rahmiliya Apriyani

PEGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS III SD NEGERI TANJUNGREJO TAHUN AJARAN 2012/2013

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) PADA MATERI SISTEM EKSKRESI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 4 KISARAN T.P.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA KELAS XII IPS 4 DI SMA NEGERI 1 BARABAI

PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MATERI PENGHANTAR PANAS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS VI SDN JAMBUWER 02 KAB

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PERKEMBANGAN NEGARA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SD N SOMOITAN TURI SLEMAN TAHUN PELAJARAN

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SD NEGERI 03 SUAYAN TINGGI

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 12 MAKASSAR

Key word: application of the discussion method-based contextual learning, increasing the ability to write reports

BAB I PENDAHULUAN. tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Seperti yang di ungkapkan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DENGAN MODEL GUIDED TEACHING DI SD NEGERI 23 TAMPUNIK PESISIR SELATAN

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV MELALUI MODEL THINK PAIR AND SHARE

Kurnia Restu, Lazim N, Zariul Antosa

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKTKAN HASIL BELAJAR IPS

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA TENTANG PERTUMBUHAN TUMBUHAN MELALUI METODE EKSPERIMEN

UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN HASIL BELAJAR MATAPELAJARAN DASAR-DASAR ELEKTRONIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

Economic Education Analysis Journal

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN TWO STAY TWO STRAY SISWA KELAS X-AK SMK BHUMI PAHALA PARAKAN TEMANGGUNG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI GUIDED TEACHING DI SDN 09 AIR PACAH PADANG

PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD N SABDODADI KEYONGAN

PENGARUH PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KEBONDALEM LOR

Kata Kunci: metode inkuiri, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, kegiatan ekonomi

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG

Ijer.web.id Indonesian Journal on Education and Research - Volume 2 No

PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA BENDA KONKRET

Nurul Umamah, Marjono dan Erly Nurul Hidayah

Mukarromah et al., Penerapan Model Pembelajaran...

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SDN KERTOSARI II TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ABSTRAK

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DENGAN GIVING REWARD AND PUNISHMENT

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI TUMBUHAN HIJAU MELALUI METODE EKSPERIMEN KELAS V SDN BABADAN SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

INCREASED INTEREST IN STUDYING GRADE IIIA IN LEARNING SOCIAL STUDIES THROUGH THE TECHNIQUES OF ICE BREAKER IN SD KARTIKA 1-10 PADANG

PENERAPAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP N 1 BANGUNTAPAN

Rahayu 6, Chumi Z F 7, Ika L R 8

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWAKELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN METODE EKSPERIMEN DI SD NEGERI 27 SUNGAI LIMAU

APPLICATION OF LEARNING INKUIRI LEARNING MODEL TO IMPROVE IPS LEARNING RESULT IN STUDENT CLASS IV SD NEGERI 15 PANGKALAN NYIRIH RUPAT

ARTIKEL PENELITIAN OLEH: REPSA YUNITA NPM

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PETA PADA SISWA KELAS V SDN 005 BUKIT TIMAH DUMAI

Ellinora Simamora ABSTRACT

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BRAINSTROMING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII-B

Raihan SD Negeri 007 Bagan Besar

JURNAL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Untuk Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Oleh:

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 1 PEKANBARU

Transkripsi:

Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Available online http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jupiis Meningkatkan Hasil Belajar dengan Metode Contextual Teaching Learning pada Mata Pelajaran Sejarah Esmeria Pasaribu * SMA Negeri 12 Medan, Sumatera Utara, Indonesia Diterima Februari 2015; Disetujui April 2015; Dipublikasikan Juni 2015 Abstrak Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS3 yang berjumlah 36 siswa, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah metode Contextual Teaching Learning. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar soal dan daftar nilai siswa. Berdasarkan tes awal (pre test) yang dilakukan terhadap 36 siswa terdapat 28 orang siswa yang mendapatkan hasil belajar rendah (belum tuntas) dan belum mencapai KKM 70 dan sebanyak 8 orang siswa yang termasuk dalam kategori tuntas mencapai KKM 70. Kemudian pada siklus I terdapat 16 orang siswa yang termasuk pada kategori tuntas dan mencapai KKM 70, sebanyak 20 orang siswa (termasuk dalam kategori rendah (belum tuntas) dan belum mencapai KKM 70. Pada siklus II terdapat 34 orang siswa termasuk dalam kategori tuntas mencapai KKM 70, sebanyak 2 orang siswa termasuk dalam kategori rendah (belum tuntas) belum mencapai KKM 70. Berdasarkan hasil penelitiaan mulai dari pre test, post tes siklus I dan post tes siklus II sudah terjadi peningkatan yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menerapkan metode contextual teaching learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Sejarah materi Menganalisa Perkembangan Sejarah Dunia dan posisi Indonesia di tengah Perubahan Politik, Ekonomi Internasional setelah perang Dunia II. Kata Kunci: Contextual Teaching Learning, Metode, Peningkatan, Hasil Belajar, Sejarah Abstract This research s subject is 36 person of students at class of Social Science-3 grade XII, as the research s object is the method of Contextual Teaching Learning. The instrument of collecting data are the questionaire and the students score list. Based on pre test result to the 36 students, shows that 28 who obtained low score predicated not passed as had not yet achieved Minimal Passing Score of 70, while the rest of 8 passed by obtaining the passing score. In the first cycle, there were 16 of student passed by obtaining the passing score of 70, whereas the rest of 20 were not passed by did not obtaining the passing score. In the second cycle there were 34 of students passed the test while the rest of 2 students were not passed the test. By based on several results of pre test, post test of the first cycle, and post test of the second cycle, indicated increasing the result of teaching-learning significantly. Therefore, could be concluded that using the method of Contextual Teaching Learning can be increase achievement of student learning at the subject of history on the subject matter of Analising Development of World History and Position of Indonesia in the middle of International Politic and Eco-nomic Changing post Second World War. Keywords: Contextual Teaching Learning, Method, Increasing, Learning Result, History How to Cite: Pasaribu, E (2015 ). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dengan Metode Contextual Teaching Learning pada Mata Pelajaran Sejarah, Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial 7 (1) (2015): 13-19 *Corresponding author: E-mail: esmeriapasaribu@yahoo.co.id p-issn 2085-482X e-issn 2407-7429 13

Esmeria, Pasaribu. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Metode Contextual Teaching Learning PENDAHULUAN Indonesia sebagai salah satu negara yang posisinya sangat strategi, harus berlomba dengan negara-negara lain dalam persaingan yang sangat ketat khususnya di Asia Tenggara. Sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia harus mengetahui dan benar-benar menghayati sejarah bangsanya. Oleh karena itu maka pendidikan Sejarah juga harus ditingkatkan terutama melalui pendidikan formal di sekolah. Masalah yang dihadapi pendidikan adalah masalah lembaga proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya, untuk itu guru dituntut harus mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa karena siswalah yang menjadi subjek utama dalam belajar. Belajar merupakan kunci keberhasilan siswa, artinya belajar memegang peran penting dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa yang berkualitas memiliki karakretistik tertentu seperti wawasan pengetahuan yang luas, kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan sehari-hari yang dihadapinya, sikap dan perilaku positif terhadap lingkungan sosial maupun lingkungan alam sekitar. Guru merupakan komponen yang sangat penting dalam proses belajar mengajar sebab keberhasilan pelaksanaan proses pendidikan sangat tergantung pada guru. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari pembenahan kemampuan guru. Salah satu kemampuam yang dimiliki guru adalah bagaimana merancang metode pembelajaran sesuai dengan tujuan yang akan dicapai karena kita yakin tidak semua tujuan pembelajaran bisa dicapai dengan menggunakan satu metode saja. Metode adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar metode sangat diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satu pun metode mengajar yang dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan (Djamarah dkk, 2006:72). Jika guru dapat menggunakan metode secara optimal dan mengaitkan materi pelajaran dengan lingkungan sekitar siswa maka siswa akan termotivasi dan hasil belajar siswa akan meningkat. Untuk mencapai pengajaran yang baik, seorang guru dituntut untuk mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan kepada peserta didik. Maka salah satu cara dalam mencapai tujuan tersebut yaitu menggunakan metode Contextual Teaching Learning pada Kompetensi Dasar menjelaskan unsur-unsur manejemen. Guru menugaskan siswa berdasarkan kelompok untuk mendiskusikan tentang materi. Dalam diskusi kelompok siswa diharapkan aktif dalam belajar. Berdasarkan pemahaman siswa terhadap pelajaran, siswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilannya. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan Metode Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Kompetensi Dasar Menganalisa Perkembangan Sejarah Dunia dan posisi Indonesia di tengah Perubahan Politik dan Ekonomi Internasional setelah perang Dunia II sampai dengan berakhirnya Perang Dingin di kelas XII IPS 3 SMA Negeri 12 Medan Tahun Pembelajaran 2012/2013. Dengan demikian, manfaat penelitian ini dapat meningkatkan motivasi dan minat; membantu siswa dalam mengatasi kesulitankesulitan dan membantu siswa dalam mencapai peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Sejarah. Bagi guru adalah sebagai bahan perbandingan dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran. Dan bagi sekolah, bisa sebagai bahan masukan bagi pihak sekolah dalam meningkatkan kwalitas pembelajaran khususnya di SMA Negeri 12 Medan. 14

METODE PENELITIAN Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran holistik yang bertujuan untuk membelajarkan peserta didik dalam memahami bahan ajar secara bermakna yang dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata, baik berkaitan dengan lingkungan pribadi, agama, sosial, ekonomi, maupun kultural. Sehingga peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat diaplikasikan dan ditansfer dari suatu konteks permasalahan yang satu kepermasalahan yang lainnya. Contextual Teaching and Learning (CTL)(CTL) merupakan metode pembelajaran yang dapat mengubah lingkungan belajar siswa menjadi menarik. Melalui proses tersebut, selalu mengkaitkan materi yang dipelajari dengan lingkungan kehidupan siswa seharihari, khususnya yang dikaitkan dengan pelajaran Sejarah Kompetensi Dasar Menganalisa Perkembangan Sejarah Dunia dan posisi Indonesia di tengah Perubahan Politik dan Ekonomi Internasional setelah perang Dunia II sampai dengan berakhirnya Perang Dingin. Proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa adalah dengan penilaian nyata. Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak, apakah pengalaman siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan intelektual maupun mental siswa. Penilaian yang autentik dilakukan secara terintegrasi dengan proses pembelajaran, penilaian ini dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Oleh sebab itu, tekanannya diarahkan kepada proses belajar bukan hasil belajar. Karakteristik Contextual Teaching and Learning (CTL), Menurut Johnson ada delapan karakteristik utama dalam sistem pembelajaran kontekstual yang disebutkan sebagai berikut: a. Membuat keterkaitan yang bermakna, b. Melakukan pekerjaan yang berarti, c. Melakukan pembelajaran yang diatur sendiri, d. Bekerja sama, e. Berpikir kritis dan kreatif, f. Membantu individu untuk tumbuh dan berkembang. g. Mencapai standar yang tinggi, h. Menggunakan penilaian autentik Langkah langkah Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), Menurut Nurhadi, dkk (2004,32) adalah sebagai berikut : 1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan barunya. 2. Laksanakan kegiatan inkuiri untuk mencapai kompetensi yang diinginkan di semua bidang studi. 3. Bertanya sebagai alat belajar: kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. 4. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok - kelompok). 5. Tunjukkan model sebagai contoh pembelajaran (benda-benda, guru, siswa lain,karya inovasi dll). 6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan agar siswa merasa bahwa hari ini mereka belajar sesuatu. Pembelajaran Sejarah menekankan pada pembelajaran pengalaman yang berupaya agar siswa mampu menjadikan apa yang telah dipelajarinya sebagai bekal dalam memahami dan ikut serta dalam menjalani kehidupan masyarakat lingkungannya, bukan hanya sebatas upaya mentransfer sejumlah konsep yang bersifat hafalan belaka. Belajar dalam Contextual Teaching and Learning (CTL ) bukan hanya sekadar duduk, mendengarkan dan mencatat, tetapi belajar adalah proses berpengalaman secara langsung. Lebih jauh ia mengupas bahwa Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajarinya dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata, sehingga siswa didorong untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Tujuan utama diterapkannya pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Pembelajaran Sejarah adalah peserta didik dapat menghubungkannya dengan kondisi nyata mereka sehari-hari. Sehingga siswa sadar dan mengerti apa makna dari belajar tersebut dan berguna bagi 15

Esmeria, Pasaribu. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Metode Contextual Teaching Learning kehidupannya nanti. Belajar akan lebih bermakna jika siswa mengalami apa yang dipelajarinya bukan semata-mata mengetahuinya saja. Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat diterapkan pada semua mata pelajaran dan dapat dilaksanakan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan yang ada, dapat dilihat dalam bentuk skema di bawah ini. Gambar 1. Pelaksanaan Pembelajaran CTL Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) ini guru terlebih dahulu, menjelaskan materi Perkembangan Sejarah Dunia Setelah PD II, kemudian siswa dilibatkan secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi nyata. Dengan demikian siswa akan Termotivasi dan hasil belajar siswa dapat meningkat dengan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil belajar merupakan kemamapuankemampuan yang diperoleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Kompetensi Dasar Perkembangan Sejarah Dunia Setelah PD II, dapat meningkatkan hasil belajar siswa atau prestasi belajar siswa dan saat proses belajar mengajar selesai diadakan tes untuk mengukur pemahaman siswa. Dari kajian teori dan rumusan masalah maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah Dengan menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi Dasar Perkembangan Sejarah Dunia dan posisi Indonesia di tengah Perubahan Politik dan Ekonomi Internasional setelah perang Dunia II sampai dengan berakhirnya Perang Dingin di kelas XII IPS 3 SMA Negeri 12 Medan Tahun Pembelajaran 2012/2013. Jenis penelitian yang akan dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini memiliki beberapa tahap yang berupa siklus. Prosedur penelitian terdiri dari dua siklus, setiap siklus disesuaikan dengan perubahan yang akan dicapai. Objek dari penelitian ini merupakan Penelitian tindakan kelas (PTK) akan dilaksanakan di kelas XII IPS 3 SMA Negeri 12 Medan Tahun Pembelajaran 2012/2013. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPS 3 yang berjumlah 36 siswa. Waktu dalam Penelitian Tindakan Kelas ini akan di laksanakan di SMA Negeri 12 Medan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan (mulai kesiapan mengajar sampai pelaksanaan tindakan) Januari, Februari, Maret T.A 2012/2013. Desain dan prosedur penelitian ini akan dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang akan dicapai. Penelitian tindakan kelas akan dilakukan dengan 2 siklus, yakni siklus I dan siklus II diantaranya : Gambar 2. Model Desain Tindakan Kelas Kemmis (dalam Arikunto 2006:16) Sesuai dengan jenis penelitian ini, yaitu penelitian tindakan kelas maka peneliti menggunakan 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Alat Pengumpulan Data, terdiri dari Observasi yang dilakukan untuk melihat pelaksanaan tindakan dengan menggunakan 16

metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dan kegiatan siswa. Selain observasi, adalah Tes hasil belajar untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya tindakan. Secara individu hasil belajar siswa dapat dihitung dengan menggunakan rumus: (Arikunto, 2005:160) NA adalah Nilai Ahir Siswa Nilai rata-rata secara klasikal Nilai rata-rata ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus: (Aqib, 2010: 40) X X Keterangan : = Nilai rata-rata = Jumlah semua nilai siswa N = Jumlah Siswa Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa, digunakan rumus sebagai berikut: Cara menganalisis hasil observasi guru yaitu dengan menggunakan rumus: jumlah skor yang diperoleh Nilai jumlah skor maksimal (Arikunto, 2005: 16) x 100 % HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil pengamatan terhadap keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung (table 1), dapat dilihat bahwa adanya peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan hasil belajar pada pre tes dan pos test siklus I, dimana pada siklus II ini nilai rata-rata yang diperoleh siswa mencapai 76,38% (34 orang) dikatakan sudah tuntas dalam belajar. Hanya 2 orang siswa (5,55%) yang tidak tuntas. Dengan demikian, pada siklus II ini telah mencapai ketuntasan sangat baik, sehingga tidak perlu melakukan tindakan pembelajaran ke siklus berikutnya. Tabel 1. Hasil Perolehan Nilai Siswa No NA Siklus I Siklus II PrT KK PoT KK PoT KK 1 80 T 90 T 90 T 2 45 TT 60 TT 75 T 3 75 T 75 T 80 T 4 35 TT 55 TT 70 T 5 40 TT 50 TT 70 T 6 35 TT 55 TT 70 T 7 70 T 70 T 70 T 8 90 T 90 T 95 T 9 40 TT 50 TT 80 T 10 55 TT 55 TT 70 T 11 80 TT 80 T 80 T 12 30 TT 50 TT 70 T 13 35 TT 50 TT 70 T 14 30 TT 50 TT 70 T 15 45 TT 60 TT 80 T 16 50 TT 50 TT 75 T 17 50 TT 50 TT 75 T 18 55 TT 55 TT 70 T 19 45 TT 55 TT 75 T 20 70 T 70 T 70 T 21 30 TT 50 TT 50 TT 22 45 TT 60 TT 70 T 23 55 TT 55 TT 75 T 24 60 TT 70 T 75 T 25 65 TT 75 T 80 T 26 50 TT 70 T 80 T 27 50 TT 70 T 85 T 28 80 T 80 T 95 T 29 60 TT 60 TT 85 T 30 65 TT 70 T 65 TT 31 60 TT 75 T 75 T 32 30 TT 30 TT 80 T 33 40 TT 75 T 85 T 34 40 TT 40 TT 80 T 35 45 TT 80 T 85 T 36 75 T 75 T 80 T Jumlah 1906 2255 2750 Rata-Rata 52,94 62,63 76,38 % Ketuntasan 22,22 44,44 94,44 Keterangan: NA : Nilai Akhir KK : Kriteria Ketuntasan PrT : Pre Test PoT : Pre Test T : Tuntas TT : Tidak Tuntas 17

Esmeria, Pasaribu. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Metode Contextual Teaching Learning Tabel 2. Tabel Rekapitulasi Tingkat Ketuntasan Hasil Penelitian Mulai Dari Pretes, Postes I dan Postes II. Aspek Jumlah Siswa Nilai Ratarata Ketuntasan Aspek Pretes 8 52,94 22,22 % Postes 15 62,63 44,44 % siklus I Postes siklus II 34 76,38 94,44 % Dari tabel di atas dapat dilihat dari 36 siswa, pada awal pertemuan ( pre tes) hanya 8 orang siswa (22,22%) yang memperoleh nilai tuntas dengan nilai rata-rata 52,94, meningkat pada sklus 1 menjadi 15 siswa (44,44%) memperoleh nilai tuntas dengan nilai rata-rata klasikal 62,63, dan pada siklus 2 sebanyak 34 siswa (94,44%) memperoleh nilai tuntas dengan nilai rata-rata klassikal 76,38. Berdasarkan temuan guru yang telah diuraikan, pelaksanaan pembelajaran pada Kompetensi Dasar Menganalisa Perkembangan Sejarah Dunia dan posisi Indonesia di tengah Perubahan Politik dan Ekonomi Internasional setelah perang Dunia II sampai dengan berakhirnya Perang Dingin dengan menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam proses pembelajaran menciptakan suasana aktif bagi siswa. Dengan menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) ini siswa dapat lebih focus dan bersemangat dalam belajar karena pada pembelajaran Contextual Teaching Learning materi pelajaran dihubungkan dengan situasi nyata siswa sehingga siswa semakin aktif dalam belajar. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam proses pembelajaran sudah terlaksana secara optimal. Dikatakan optimal karena langkah-langkah penerapan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) sudah terlaksana sepenuhnya pada tahap tindakan. Sehingga hasil belajar siswa dikatakan meningkat mulai dari pre test (tes awal), pos tes I dan pos tes II. Hal tersebut dapat dilihat dari tabel dan diagram nilai ratarata kelas dan peningkatan persentase siswa mengalami ketuntasan belajar. Dari hasil pengamatan tindakan yang dilakukan guru penggunaan metode Contextual Teaching Learning dalam pembelajaran. Menjelaskan Perkembangan Sejarah Dunia dan posisi Indonesia di tengah Perubahan Politik dan Ekonomi Internasional setelah perang Dunia II sampai dengan berakhirnya Perang Dingin yang dilakukan dalam pembelajaran sudah dikatakan optimal. Dapat dilihat bahwa adanya peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan hasil belajar pada pre tes dan pos test siklus I, dimana pada siklus II ini nilai rata-rata yang diperoleh siswa mencapai 76,38 % (34 orang) dikatakan sudah tuntas dalam belajar. Hanya 2 orang siswa (5,55 %) yang tidak tuntas. Dengan demikian, pada siklus II ini telah mencapai ketuntasan sangat baik, sehingga tidak perlu melakukan tindakan pembelajaran ke siklus berikutnya. KESIMPULAN Dengan menerapkan metode Contextual Teaching Learning pada materi Perkembangan Sejarah Dunia dan posisi Indonesia di tengah Perubahan Politik dan Ekonomi Internasional setelah perang Dunia II sampai dengan berakhirnya Perang Dingindi kelas XII IPS 3 SMA Negeri 12 Medan dapat meningkatkan hasil belajar siswa mulai dari tes awal sampai postes siklus II. Pada tes awal sebanyak 8 orang siswa (22,22 %) yang tuntas dalam belajar dengan rata-rata 52,94. Pada siklus I sebanyak 15 orang siswa (44,44 %) yang tuntas dalam belajar dengan rata-rata 62,63. Pada siklus II sebanyak 34 orang siswa (94,44 %) yang tuntas dalam belajar dengan rata-rata 76,38. Metode Contextual Teaching and Learning (CTL) mengaitkan materi pelajaran dengan lingkungan sekitar siswa sehingga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Siswa dalam belajar tidak hanya sekedar menghafal atau mengingat fakta karena itu akan mudah dilupakan siswa. 18

DAFTAR PUSTAKA Arikunto, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Djamarah, dkk. 2006. Stategi Belajar Mengajar. Jakarta:PT Rineka Cipta Djamarah, S, B. 2002, Proses Belajar Mengajar di Sekolah.Jakarta : Rineka Cipta. Gulo, W. 2002.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia. Hakim, T. 2008. Belajar Secara Efektif.Jakarta : Puspa Swara. Hamalik. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara Hudojo, H. 1988. Mengajar Belajar (mapel...). Jakarta : Depdikbud. K, N, Roestiyah. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta. 19