Metode Observasi & Wawancara

dokumen-dokumen yang mirip
ISYARAT WAJAH (FACIAL SIGN)

POSTUR TUBUH (BODY POSTURE)

Penyusun: Dr. Danu Hoedaya & Dr. Nitya Wismaningsih [ Tim Psikologi Pelatda PON XVI Jawa Barat ]

Cara Membaca Bahasa Tubuh

LATIHAN PERNAFASAN. Pengantar

PERTEMUAN 1 s/d 3 MENGINJAK AIR

JENIS-JENIS PERNYATAAN NON VERBAL

Measurement I. DIGIT SPAN (Before Treatment)

Dilakukan. Komponen STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI

PENGURUTAN (MASSAGE)

LAMPIRAN 1 KUESIONER KEMANDIRIAN

PANDUAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR

Satuan Layanan Bimbingan dan Konseling

Latihan 1: untuk menyiapkan kondisi secara fisiologis maupun psikologis agar dapat melaksanakan latihan gerakan senam dengan baik dan benar

LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA

Lampiran 1 Hasil uji reliabilitas variabel kemandirian emosi, kemandirian perilaku, kemandirian nilai, kemandirian total, penyesuaian diri, dan

LAMPIRAN I INSTRUMEN PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Otak melakukan Integrasi (penggabungan), rekognisi, reorganisasi & interpretasi informasi sensoris yg lebih kompleks Makna

PLAN OF ACTION (Oktober 2016-Juli2017) Mengetahui, Malang, 2 Oktober 2016

berada dan segera sadar kalau dia tanpa sengaja tertidur di lantai dua. Semua masih sama pada posisinya, sofa-sofa itu masih ada di sana,

PERKEMBANGAN MASA BAYI

Perencanaan Aplikasi Peninjau Ekspresi Wajah Tokoh James Sullivan dalam Film Monster Inc

Penting sekali bagi guru PAUD untuk mengetahui ciri usia anak. Kegunaannya adalah untuk memberikan sukar atau mudahnya dalam proses pembelajaran atau

Nursakinah Oktaviana Sasmita, S.Psi, M.Si

GEJALA DAN TANDA DINI STROKE. Harsono

AKTIVITAS / MOBILISASI PIMPINAN MENERAN DUKUNGAN MENTAL

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.

PERTEMUAN KE 14 s/d 18 GAYA DADA (BREASTSTROKE ) GERAKAN TUNGKAI GAYA DADA

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas

BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan Dari penelitian yang telah penulis lakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu; 1. Relevansi Tata Cara

Pusat Hiperked dan KK

BAB I PENDAHULUAN. kejenuhan belajar. Berkaitan dengan itulah tingkat kejenuhan belajar siswa perlu memperoleh

PEMILIHAN DAN PENILAIAN TERNAK SAPI POTONG CALON BIBIT Lambe Todingan*)

TEORI FENOMENA ORGAN

Setelah melekat, bibir atas bayi akan mendekat ke puting, areola nampak di atas bibir. Jagalah dagu bayi dekat pada payudara Anda.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

LATIHAN FISIK SEBAGAI PENDUKUNG ASUHAN GIZI BAGI LANSIA DR.dr.BM.Wara Kushartanti

Public Speaking. Komunikasi Sebagai Tool Kompetensi Bagi Pembicara yaitu Human Relations melalui Komunikasi NonVerbal dan Verbal. Sujanti, M.Ikom.

TEHNIK MOBILITAS DAN STRATEGI LAYANAN IRHAM HOSBI PLB FIP UPI

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

Cara Mengatasi Kecemasan

BAB II TINJAUAN TEORITIS. atau ancaman atau fenomena yang sangat tidak menyenangkan serta ada

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Qodriannisa Puspaningrum, 2013

PERATURAN BARIS BERBARIS

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Keperluan Komunikasi. Komunikasi Berkesan 2/2/2016

Teknik Dasar Permainan Bola Basket Beserta Gambarnya

Psikologi Pendidikan BBM 8 SETIAWATI PPB-FIP-UPI. next

Ns. Diyan Yuli Wijayanti, S.Kep., M.Kep.

ANATOMI DAN FISIOLOGI

PERSEPSI BENTUK. Persepsi Modul 1. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANTEN JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG SOP SENAM HAMIL

TINJAUAN PUSTAKA. ini, belajar adalah merupakan salah satu proses suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau hasil

Ciri akhir masa kanak-kanak

Definisi Bell s palsy

1. Mengapa bermeditasi?

INSTRUMEN OBSERVASI PENILAIAN FUNGSI KESEIMBANGAN (SKALA KESEIMBANGAN BERG) Deskripsi Tes Skor (0-4) 1. Berdiri dari posisi duduk

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. celah di antara kedua sisi kanan dan kiri dari bibir. Kadang kala malah lebih luas,

1 Asimetri Kemampuan usia 4 bulan. selalu meletakkan pipi ke alas secara. kedua lengan dan kepala tegak, dan dapat

PERASAAN DAN EMOSI. Pokok Bahasan 10

MODUL PRAKTIKUM KAJIAN PUSTAKA ANTROPOMETRI & ERGONOMI FASILITAS DUDUK

SENAM HAMIL BANTU MELAHIRKAN TANPA KECEMASAN Oleh : Sulastri, S.Kep., Ns. Dosen Akper PKU Muhammadiyah Surakarta. Abstrak :

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN

BAB X ISOMETRIK. Otot-otot Wajah terdiri dari :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PERKEMBANG ANAK NORMAL DALAM KELUARGA OLEH: NIA SUTISNA PLB FIP UPI

SENAM REFLEKSI TAHAP PELEBURAN (terdiri dari tujuh gerakan)

KONSELING YANG MENENANGKAN DENGAN MENGGUNAKAN RELAXATION BY IMAGINE. Oleh : Eva Imania Eliasa, SPd *

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga merupakan kegiatan fisik yang mengandung sifat permainan dan

P A D A M U E M B U N

LEMBAR PENGAMATAN PENGUKURAN DIMENSI TUBUH

TERPERANGKAP. merakitkata.blogspot.com

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON RESPONDEN. Nama saya Retno Wahyuni, sedang menjalani pendidikan di program D-IV Bidan

1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan

METODE DASAR TIUP TRUMPET

MEMAHAMI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK BAGI PENGEMBANGAN ASPEK SENI ANAK USIA DINI Oleh: Nelva Rolina

BTCLS BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)

BAB III METODE PENELITIAN. mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan secara. pada ketepatan dalam penggunaan metode.

Pengantar Psikologi Fungsi-Fungsi Psikis. Dosen Meistra Budiasa, S.Ikom, MA

BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)

BAB I PENDAHULUAN. Latihan mental merupakan unsur yang sangat penting hampir diseluruh

LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN KULIT WAJAH

Oleh: Agus Supriyanto

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada akhir bulan pertama, biasanya bayi dapat:

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 12. RANGKA DAN SISTEM ORGAN PADA MANUSIALatihan soal 12.2

PELATIHAN DIRIGEN UNTUK PEMULA

CREATIVE THINKING. MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN Panca Indra

MODUL 25 TYPE A UMUR 4 6 BULAN (3 BULAN 16 HARI 6 BULAN 15 HARI)

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Fisiologi Hewan dengan judul Sistem Saraf Pusat Sebagai Pengendali Gerak Refleks yang disusun oleh: Nama :

Senam Hamil. Pengertian Senam Hamil

BAB V KEBUGARAN JASMANI. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 117

BAB IV ANALISIS KARYA. serta proses berkarya, dihasilkan visualisasi dari tema visualisasi ekspresi

Latihan Aktif Dan Pasif / Range Of Motion (ROM) Pada Pasien. Stroke Non Hemoragik

Transkripsi:

Modul ke: Metode Observasi & Wawancara Ilmu Pernyataan Pernyataan Tubuh Bagian Atas (Wajah) Pernyataan Badan dan Anggota Badan Fakultas PSIKOLOGI Muhammad Ramadhan, M.Psi, Psikolog. Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id

Ilmu Pernyataan A. Sejarah Ilmu Pernyataan B. Pernyataan Tubuh Bagian Atas (Wajah) C. Pernyataan Badan dan Anggota Badan

Sejarah Ilmu Pernyataan Piderit (ahli anatomi) menulis mengenai pernyataan wajah Tujuan membuat anatomi berguna untuk pelukis dan pemahat karena gerakan-gerakan ekspresif bukan hanya sisasisa gerakan yang berguna. bahwa sesuatu yang dipikirkan dapat memberikan respons pernyataan

Sejarah Ilmu Pernyataan Charles Darwin Peneliti awal mengenai pernyataan emosi dengan bukunya : Expressions of The Emotions of Man and Animals (1872). Bahwa tiga gerakan pada wajah mula-mula ada fungsi dan bahwa fungsi ekspresif ini muncul dari fungsi praktis situasi dengan salah satu dari 3 prinsip pernyataan emosi.

3 Bentuk Pernyataan Pernyataan Primer Muncul karena rangsang dari luar diri dan tidak disadari yang bersangkutan. Pernyataan Sekunder Muncul karena adanya penghayatan keadaan jiwa. Pernyataan Tersier Muncul berhubungan dengan keadaan jiwa namun disini ada maksud yang disadari dan disengaja (misalnya: Menari).

Pernyataan Tubuh Bagian atas (Wajah) 3 indera sehubungan dengan bentuk mimik, yaitu : A. Mata Perasaan bahwa segala sesuatu dapat dilihat. B. Hidung Menentukan aroma atau bau. C. Mulut Untuk menghadapi situasi tertentu.

A. Mata Mata terbuka lebar teratur kesediaan untuk menerima sesuatu Mata terbuka penuh Menerima kesan-kesan dari sekeliling, Sebagai contoh ketika seseorang sedang meresapi dan menikmati pemandangan. Mata tertutup, tak ada ketegangan Ditemukan dalam keadaan tidur atau tidak mempunyai minat terhadap dunia luar.

A. Mata Kelopak mata yang tergantung Terjadi jika sudah lelah Mata yang terlindung Memikirkan sesuatu dengan terpusat pada suatu hal Mata yang disipitkan Pernyataan tidak senang, seakan-akan mata diancam sakit. Kedipan mata ragu-ragu, bimbang

Dahi 3 kemungkinan pernyataan dahi, yaitu : 1. Kerut horizontal : takut terkejut, kekaguman, kurang mengerti. 2. Kerut vertical pemusatan energi, kekuatan atau kemauan. Karena itu disebut juga kerut kemauan. 3. Kerut berbahaya isyarat bahwa ybs berada dalam kesukaran dan menjadi beban baginya.

C. Mulut Reaksi mengecap Rasa yang masuk ke mulut (Reaksi pahit, reaksi asam, reaksi manis) Variasi mulut terbuka Cara-cara menutup mulut Dengan tekanan, memperlihatkan tidak adanya keinginan lagi untuk berhubungan.

B. Mulut Kelakuan rahang dan gigi Gigi yang dikatupkan memperlihatkan afek yaitu kearahan, ketakutan atau campuran afek. Kelakuan lidah berhubungan dengan mencicipi dan meraba. Seperti halnya menjilat bibir dapat berarti menikmati atau meraba Cara tertawa Tertawa merupakan pengeluaran udara secara ritmis dari tubuh melalui mulut

C. Hidung Cuping hidung yang mengembang Memungkinkan bau memasuki tanpa suatu hambatan. Menaikkan hidung Perilaku ini harus dihubungkan dengan reaksi pahit(bibir bagian atas naik). Gerakan ke atas ini dengan sendirinya menaikkan cuping hidung dan memungkinkan terjadinya pernyataan.

Pernyataan Badan dan Anggota Badan A. Gerakan Sikap Kepala B. Gerakan Bahu C. Gerakan dan Sikap Badan D. Lengan dan Tangan E. Kaki dan Tungkai

A. Gerakan Sikap Kepala Menarik dagu Menegakan kepala kesedian untuk bertindak. Tetapi apabila berlebihan timbul kesan kesombongan, merasa diri lebih. Menggelengkan kepala dengan cepat Sikap ini menggambarkan keberanian, sikap menentang, kesan otoritas.

A. Gerakan Sikap Kepala Menjatuhkan kembali dengan lemas setelah suatu sikap tegang Menyerah pada rasa terancam, sudah tidak berdaya. Kepala dikebelakangankan dengan lemas Malas, pasif untuk menerima sesuatu Menundukkan kepala Keadaan menyerah, menghapus hubungan dengan dunia luar. Kesan tersebut mempunyai kesalahan yang disadari.

A. Gerakan Sikap Kepala Menjulurkan kepala minat terhadap dunia, ingin mengetahui Memutarkan kepala sehingga menghadap penuh frontal Pengakuan adanya kesediaan untuk bertindak, percaya diri sendiri.

A. Gerakan Sikap Kepala Memutarkan kepala sehingga tidak menghadap penuh mengamati secara tersembunyi - tidak diketahui orang lain. kesan lain yaitu kesombongan. Memutar kepala kearah yang berlawanan Buang muka dan berarti tidak mau mengerti keberadaan orang lain.

B. Gerakan Bahu Mengangkat bahu Perasaan terancam atau tak yakin diri sendiri Menurunkan bahu Perasaan bebas dan yakin akan diri sendiri Berganti-ganti mengangkat dan menurunkan bahu Memperlihatkan keragu-raguan

B. Gerakan Bahu Bahu digerakkan kedepan Merasa lemah dan meyerah Bahu ditekan ke depan Terkejut dan takut

C. Gerakan Sikap Badan Bagian atas berhubungan dengan pernafasaan.membesarkan rongga dada - rasa kuasa serta kesediaan untuk bertindak, Menyempitkan rongga dada - rasa kuasa, takut, orang yang tak pernah gembira, pasif. Bagian bawah badan merasa terancam -- berusaha melindungi organ-organ tersebut, membungkukan badan, menegangkan urat perut

D. Lengan dan Tangan Keadaan istirahat Tangan yang bermain, menunjukkan tanda adanya suatu keadaan terangsang (nervous, gugup, bingung). Menutup tangan Mengepal berarti peningkatan ketegangan. menaham emosi. Tangan yang meraih (memegang)- kita memerlukan pegangan,

D. Lengan dan Tangan Membuka tangan Tangan diarahkan ke atas dapat diartikan ingin menerima sesuatu. Membukan tangan kearah dalam biasanya dilakukan dalam tindakan meminta. Membuka ke depan menarik tangan ke atas dan di buka kearah depan - memperlihatkan tidak bersenjata dan bermaksud baik. Membuka kebawah - menenangkan, meredakan situasi.

D. Lengan dan Tangan Meluruskan telunjuk Mengarahkan perhatian pada benda yang ada dalam ruangan atau menunjukkan sesuatu. Gerakan tangan pada wajah Sedang memikirkan sesuatu atau berusaha mencari pemecahan atas suatu persoalan. Tangan sebagai alat peraba

E. Kaki dan Tungkai Cara berdiri Semakin keras lutut ditekan kebelakang, semakin tegang yang bersangkutan. Sikap kaki yang berganti-ganti digerakkan. Hal ini juga dapat pada mereka yang mau memberi kesan seakan akan percaya diri. Cara berjalan Cara berjalan dapat dibedakan antara cara berjalan menuju sesuatu dengan cara berjalan tanpa tujuan.

E. Kaki dan Tungkai Cara duduk Dalam menilai cara duduk, kita terutama menilainya berdasarkan situasi yang menyenangkan dan mengancam. Cara duduk tenang, kita duduk dengan tenang dan menikmati keadaan itu, bersandar sambil melemaskan urat-urat terutama melemaskan tungkai Sikap tegang, tidak melemaskan diri, sehingga tidak bersandar, badan bagian atas agak dimajukan agar secepat mungkin dapat berdiri.

Terima Kasih Muhammad Ramadhan, M.Psi