IN PRAMBANAN STATE SENIOR HIGH SCHOOL KLATEN

dokumen-dokumen yang mirip
KETERAMPILAN BERMAIN BOLABASKET SISWA PUTRA KELAS X SMA NEGERI 2 KLATEN TAHUN AJARAN 2015/2016

TINGKAT PEMAHAMAN SISWA KELAS X DAN XI TERHADAP USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMA NEGERI 1 SEYEGAN

TINGKAT KESULITAN BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SISWA KELAS V SD NEGERI SE KECAMATAN KOTAGEDE YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

MINAT SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 NGAGLIK TERHADAP PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI

MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SMP NEGERI 2 TEMPEL KAB. SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT SISWA KELAS XI DALAM BELAJAR BELADIRI DI SMA NEGERI 1 SELOMERTO WONOSOBO TAHUN AJARAN 2015/2016

TINGKAT PEMAHAMAN AKTIVITAS RENANG PADA SISWA KELASXI SMAN 1 JOGONALAN KABUPATEN KLATEN T.A 2016/2017

UNJUK KERJA PASSING BAWAH BOLAVOLI SISWA KELAS V SD NEGERI NGLERI KECAMATAN PLAYEN GUNUNG KIDUL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 WATES TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLABASKET

KETEPATAN SERVIS BAWAH BOLAVOLI SISWA EKSTRAKULIKULER KELAS VIII SMP NEGERI 1 PURING KEBUMEN Abstrak

FAKTOR PENDUKUNG PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI DI SMK MUHAMMDIYAH 1 PRAMBANAN KLATEN TAHUN AJARAN 2015/2016

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI MINI SISWA KELAS V DAN VI DI SD N PAKEM TAMANMARTANI KALASAN SLEMAN TAHUN AJARAN 2016/2017

TINGKAT PENGETAHUAN PERMAINAN TONNIS SISWA KELAS ATAS SEKOLAH DASAR NEGERI MIJAHAN 2 GUNUNGKIDUL

TINGKAT PENGETAHUAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH PADA SISWA KELAS IV DAN V SD NEGERI SAMBIROTO 2 KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN

MINAT SISWA KELAS XI SMA N 1 PUNDONG KABUPATEN BANTUL TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN TAHUN AJARAN 2015/2016

TANGGAPAN SISWA KELAS IV TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SDN 1 KARANGREJO TAHUN 2017

Keywords: Difficulties of physical education teachers, Learning aquatic

TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TERHADAP USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 GAMPING

SURVEY TINGKAT KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA BARU PENJASKES STKIP-PGRI PONTIANAK TAHUN 2013

TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS ATAS TENTANG PERILAKU HIDUP SEHAT DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH KEDUNGGONG KECAMATAN WATES KABUPATEN KULON PROGO

TINGKAT MINAT SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN GULING DEPAN KELAS VIII TAHUN AJARAN 2016/2017 DI SMP NEGERI 7 KOTA MAGELANG

TANGGAPAN PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN KEBUGARAN JASMANI DI KURIKULUM 2013 KELAS X SMK N 1 DEPOK SLEMAN

TINGKAT PENGETAHUAN STRATEGI DAN TAKTIK BAGIPEMAIN SPIRIT FUTSAL AKADEMI KULON PROGO TAHUN 2015 ARTIKEL E-JOURNAL

MOTIVASI KELAS UNGGULAN DAN KELAS REGULER DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

PENGEMBANGAN PERMAINAN LIBERATE HOSTAGES UNTUK PEMBELAJARAN SERVIS BOLAVOLI KELAS X DI SMA NEGERI 1 CANGKRINGAN YOGYAKARTA

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG SISWA SMK MUHAMMADIYAH 1 BOROBUDUR YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SEKOLAH E-JOURNAL

TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PESERTA UKM TENIS LAPANGAN UNY TERHADAP PERMAINAN TONNIS

FAKTOR FAKTOR PENDUKUNG KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN SENAM LANTAI MENURUT PENDAPAT PESERTA DIDIK KELAS X DI SMK NEGERI 1 KASIHAN KABUPATEN BANTUL

Rahayu Siti Fatonah, Purwati Kuswarini Suprapto, Romy Faisal Mustofa

MOTIVASI ORANG TUA MENGIKUTSERTAKAN PUTRA/PUTRINYA OLAHRAGA BELA DIRI TAEKWONDO DOJANG EKADANTA RINDAM MAGELANG

Tingkat Keterampilan Dasar Melempar, Menangkap dan Mem... (Ahmad Ubaidilah)

KREATIVITAS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI KOTA GEDE 1 DALAM MEMAINKAN ALAT OLAHRAGA BOLA KASTI DAN SIMPAI

TINGKAT KEAKTIFAN SISWA KELAS V DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN TONNIS DI SD N 01 REJOSARI KABUPATEN KUDUS TAHUN AJARAN 2015/2016

TINGKAT KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKTAKRAW PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKTAKRAW DI SD KRADENAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2015/2016

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PELATIH SEPAKBOLA DI PUSAT LATIHAN TIM SEPAKBOLA PSIM YOGYAKARTA

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EKSPERIMEN DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN IT

TANGGAPAN SISWA KELAS VII TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI 2 PLERET

ANALISIS TINGKAT KESEGARAN JASMANI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENJASKESREK IKIP PGRI PONTIANAK

Kata kunci: Motivasi, Futsal, Siswa Kelas Atas. Keywords: Motivation, Futsal, High Grade Students. Motivasi Bermain Futsal (Jefri Handoko) 3

Pengaruh Model Mastery Learning Terhadap Efektivitas Pembelajaran Passing Bawah Bolavoli

PERSEPSI SISWA KELAS VIII TERHADAP PEMBELAJARAN AKTIVITAS AIR DI SMP NEGERI 2 KLATEN

TINGKAT KEPUASAN PESERTA DIDIK TERHADAP SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI TAHUN AJARAN 2015/2016 DI SMA NEGERI 1 BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG

PERSEPSI GURU PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN SENAM LANTAI DI SMP SE-KABUPATEN BANJARNEGARA

TINGKAT PENGETAHUAN TAKTIK DAN STRATEGI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA DI SMP NEGERI 2 MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG

TINGKAT PENGETAHUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR NEGERI SE- KECAMATAN KOTAGEDE YOGYAKARTA TERHADAP GAYA MENGAJAR LATIHAN

KETERLAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMP MUHAMMADIYAH 8 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

TINGKAT PEMAHAMAN SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP NEGERI SE-KECAMATAN PANDAK KABUPETEN BANTUL TERHADAP PERATURAN PERMAINAN BOLA VOLI

STATUS BIOMOTOR PEMAIN BOLA VOLI SENIOR PUTRA KLUB GARUDA DAN PADMANABA KULON PROGO TAHUN 2012 JURNAL PENELITIAN

Motivasi Siswa Kelas X dan XI.. (Odie Gamma A.) 1. Abstrak

Tingkat Keterlaksanaan Administrasi (Sumi Fitriana)

KEMAMPUAN PUKULAN SERVIS PANJANG, LOB DAN SMASH DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMP MUHAMMADIYAH 2 DEPOK

KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BAMBANGLIPURO KABUPATEN BANTUL TAHUN 2017

Anggarini Puspitasari* ) Purwati Kuswarini* )

Tingkat Partisipasi Siswa Dalam Permainan Kasti Kelas IV Dan V Sekolah Dasar Negeri Ngebel Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Tahun Ajaran 2016/2017

PERSEPSI SISWA SMP MUHAMMADIYAH SANDEN TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI PUSAT KEBUGARAN MERAPI VIEW GYM PERUMAHAN PESONA MERAPI SLEMAN YOGYAKARTA

TINGKAT KEPUASAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DAN KONSELING INDIVIDUAL PADA SISWA SMP NEGERI 8 YOGYAKARTA

PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL DIY TAHUN

THE DIFFERENCE OF CARDIORESPIRATORY ENDURANCE LEVEL BETWEEN STRIKERS AND DEFENDERS OF FOOTBALL EXTRACURRICULAR AT SMA NEGERI 1 KOTA MUNGKID

E-JOURNAL. Oleh: Imam Hariyadi NIM

MOTIVASI BERMAIN KASTI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI KRATON YOGYAKARTA

Abstract. Keywords: Waste Recycling Relationships, Creativity Utilizing Garbage, Trash Managing Behavior. Abstrak

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Tingkat Kemampuan Renang... (Muhammad Noviantoro Sholikhin) 1

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT AKTIVITAS JASMANI DENGAN KESEGARAN JASMANI SISWA PUTRI KELAS VIII SMP N 3 DEPOK YOGYAKARTA

TINGKAT KETERAMPILAN DASAR BERMAIN BOLA VOLI SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMP NEGERI 3 SLEMAN TAHUN AJARAN 2015/2016

MOTIVASI SISWA MEMILIH KELAS KHUSUS BAKAT ISTIMEWA OLAHRAGA (BIO) DI SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA

PROFIL KONDISI FISIK MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN TAHUN ANGKATAN 2014 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

PERSREPSI MEMBER VIRENKA GYM FITNESS CENTER TERHADAP STRATEGI PEMASARAN

KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MEDIA AUDIO-VISUAL SISWA KELAS VII SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BINTAN TIMUR TAHUN PELAJARAN

TINGKAT KECAKAPAN BERMAIN SEPAKBOLA DAN TEKNIK SEPAKBOLA PADA SISWA SEKOLAH SEPAKBOLA REAL MADRID FOUNDATION UNY USIA TAHUN

EFEKTIFITAS GABUNGAN TES SUBJEKTIF DAN TES OBJEKTIF DALAM MENGEVALUSI HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP NEGERI 11 BANDA ACEH

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

MINAT SISWA KELAS V SD N PERCOBAAN 4 WATES TERHADAP PEMBELAJARAN AKTIVITAS RITMIK TAHUN AJARAN 2015 / 2016

KEMAHIRAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MEDIA LAGU SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 12 TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

TINGKAT KEMAMPUAN TEKNIK DRIBBLE DAN PENALTY STROKE PESERTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA HOKI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2016

(The Influence of Advance Organizer Learning Model Based Concept Map on Students Learning Achievement in Human Excretion Subject) ABSTRACT

KEMAMPUAN MENAMUKAN IDE POKOK PARAGRAF SISWA KELAS X SMAN 2 PRINGSEWU 2013/2014. Oleh

REGULASI DIRI BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS XI SMA NEGERI 2 SIJUNJUNG

PENGETAHUAN SISWA PADA MACAM MACAM PERMAINAN TRADISIONAL DI SD N GADINGAN

TINGKAT KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKBOLA PADA SISWA SEKOLAH SEPAKBOLA (SSB) FITA PEROL KU TAHUN KECAMATAN GANTUNG KABUPATEN BELITUNG TIMUR

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI TERHADAP KETERAMPILAN BERMAIN BOLA VOLI SISWA DI SMPN 1 BATU BERSURAT

KESEGARAN KARDIORESPIRASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 KEBUMEN TAHUN AJARAN 2015/2016. E-Journal

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN PJOK MATERI BELADIRI DI SLTA SE-KECAMATAN SRAGEN

Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani Edisi ke Tahun 2016

PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI SE-KOTA YOGYAKARTA

TINGKAT KESEGARAN JASMANI PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA DI MTS HASYIM ASY ARI PIYUNGAN TAHUN AJARAN 2016/2017

TINGKAT KETERAMPILAN GERAK DASAR PASSING

Tingkat Kesegaran Jasmani...(Said Erwan Susanto)1

SURVEI KETERAMPILAN DASAR BERMAIN SEPAKBOLA SISWA PUTERA USIA TAHUN DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SIRAMAN, WONOSARI, GUNUNGKIDUL

MOTIVASI SISWA KELAS VIII MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI 2 GAMPING TAHUN AJARAN 2016/2017

TINGKAT KETERAMPILAN PUKULAN FOREHAND DAN BACKHAND GROUNDSTROKE TENIS LAPANGAN SISWA SEKOLAH BANTUL TENIS CAMP DIY

TINGKAT PEMAHAMAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA KELAS ATAS SD NEGERI KAWUNGANTEN 07 KECAMATAN KAWUNGANTEN KABUPATEN CILACAP TAHUN AJARAN 2016/2017

PERBEDAAN KEEFEKTIFAN ANTARA LAY UP SHOOT

PERSEPSI GURU PENJASORKES SD TENTANG KESELAMATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENJAS SE-KECAMATAN MANISRENGGO KLATEN JAWA TENGAH.

Keywords: The level qf physical fitness, elementary school Group IV Donokerto Turi. Tingkat Kesegaran Jasmani...(Tri Harti)1

THE USE OF POSITIVE NEGATIVE CARDS TO INCREASE LEARNING ACHIEVEMENT OF INTEGERS FOR FOURTH GRADE STUDENTS

Transkripsi:

Tingkat Pengetahuan Peserta...(Novianta Wahyu Prasetiawan)1 TINGKAT PENGETAHUAN PESERTA DIDIK TERHADAP MATERI PERMAINAN BOLA BESAR DALAM EMBELAJARAN PENJASORKES KELAS XI DI SMA N 1 PRAMBANAN KLATEN LEVEL OF KNOWLEDGE ON THE BIG BALL GAME MATERIAL IN 11 st GRADE IN PRAMBANAN STATE SENIOR HIGH SCHOOL KLATEN Oleh : Novianta Wahyu Prasetiawan, Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta e-mail : noviansandersb605@gmail.com Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan tingkat pengetahuan peserta didik terhadap materi permainan bola besar kelas XI di SMA N 1 Prambanan Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta didik kelas XI di SMA N 1 Prambanan Klaten. Desain penelitian ini adalah deskrriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI SMA Negeri 1 Prambanan Klaten yang terdiri atas 8 kelas yang berjumlah 260 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling mengingat anggota populasi dalam penelitian ini bersifat homogen adapun jumlah sampel berjumlah 155 siswa dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif kuantitatif dalam bentuk persentase.hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta didik terhadap materi permainan bola besar kelas XI di SMA N 1 Prambanan Klaten berada pada kategori sangat kurang sebesar 4,52% (7 siswa), kategori kurang sebesar 28,39% (44 siswa), kategori cukup sebesar 32,26% (50 siswa), kategori baik sebesar 30,97% (48 siswa), kategori sangat baik sebesar 3,87% (6 siswa). Kata kunci: tingkat pengetahuan, permainan bola besar, peserta didik SMA N 1 Prambanan Klaten kelas XI Abstract This research is motivated by the students problem in the level of knowledge on the big ball game material in 9 th grade in Prambanan State Senior High School Klaten. This study aims to determine the students problem in the level of knowledge on the big ball game material in 9 th grade in Prambanan State Senior High School Klaten. This research is a descriptive quantitative research. The population in this research are all students of 9 th grade in Prambanan State Senior High School Klaten consisting of 8 classes totalling 260 students. This research uses probability sampling technique with this type of simple random sampling considering the members of the population in this research as the number of homogeneous sample of 155 students and data collection techniques using multiple-choice tests. Data analysis technique used in this research is quantitative descriptive in terms of percentage. The results show that the students level of knowledge on the big ball game material in 9 th grade in Prambanan State Senior High School Klaten are in the category of "very poor" 4.52% (7 students), the category of "less" amounted to 28.39% (44 students ), the category of "enough" of 32.26% (50 students), the category of "good" amounted to 30.97% (48 students), the category of "very good" 3.87% (6 students) Keywords: the level of knowledge, big ball game, 11 st grade student in Prambanan State Senior High School Klaten

Tingkat Pengetahuan Peserta...(Novianta Wahyu Prasetiawan)2 PENDAHULUAN Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melihat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang dilakukan secara sistematis memberikan pengalaman belajar untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat (Permendiknas No.22 Tahun 2006: 194). Salah satu materi pembelajaran yang pasti diajarkan di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten adalah penjasorkes dengan materi permainan bola besar hal ini didasari dengan fasilitas yang dimiliki SMA Negeri 1 Prambanan Klaten hanya mendukung untuk melakukan pembelajaran bola besar seperti sepakbola, bola voli, dan bola basket. Alokasi waktu pembelajaran penjasorkes sesuai RPP selama satu tahun yaitu 16 pertemuan di semester 1 dan 17 pertemuan di semester 2 dengan waktu pembelajaran 3 x 45 menit sesuai kurikulum 2013. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) juga selalu dibuat guru sebelum mengajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA N 1 prambanan bahwa proses pembelajaran sesuai dengan RPP, namun guru kurang bisa mengkondisikan kelas, guru kurang bisa membuat suasana cair, guru kurang tegas dan membuat siswa bosan, perserta didik kurang memahami materi yang diajarkan oleh guru karena RPP yang disusun guru belum merumuskan komponen kognitif karena proses pembelajaran akan berhasil jika komponen kognitif di masukkan ke dalam RPP guru. Evaluasi hanya dilakukan setelah proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) pengetahuan harus dimiliki setiap peserta didik karena pengetahuan termasuk ke dalam ranah kognitif dalam pembelajaran. Pengetahuan adalah proses mengingat kembali hal-hal yang spesifik dan universal, mengingat kembali metode dan proses, atau mengingat kembali. Mengingat bahwa dalam pembelajaran penjaskes materi permainan bola besar memerlukan pengetahuan yang sangat baik maka perlu diketahui faktor penyebabnya, apakah karena peserta didik memang belum paham dengan materi permainan bola besar atau tingkat pengetahuan bola besar kurang. Untuk mengetahui hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian dengan judul Tingkat Pengetahuan Peserta Didik Terhadap Materi Permainan Bola Besar Dalam Pembelajaran Penjasorkes Di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan multiple choice test atau tes pilihan ganda. Skor dari perolehan tes pilihan ganda kemudian dikelola dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yang dituangkan dalam bentuk pengkategorian dan persentase. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Prambanan Klaten, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9-15 Maret 2016. Subyek Penelitian Subjek penelitian ini siswa kelas XI SMA N 1 PRAMBANAN KLATEN yang berjumlah 253 siswa yang terbagi ke dalam

Tingkat Pengetahuan Peserta...(Novianta Wahyu Prasetiawan)3 7 kelas dengan proses pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling mengingat anggota populasi dalam penelitian ini bersifat homogen dan diperoleh hasil sampel berjumlah 155 siswa. Prosedur Penelitian Penelitian akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan multiple choice test atau tes pilihan ganda. Skor dari perolehan tes pilihan ganda kemudian dikelola dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yang dituangkan dalam bentuk pengkategorian dan persentase. Pengambilan sampel untuk penelitian menurut Suharsimi Arikunto (2010:112), jika subjeknya kurang dari 100 orang sebaiknya diambil semuanya, jika subjeknya besar atau lebih dari 100 orang dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih. Proses pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling mengingat anggota populasi dalam penelitian ini bersifat homogen. Pengambilan sampel dalam penelitain ini yaitu dengan cara diundi menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menulis nomor absen di kertas kecil, masukkan ke dalam kotak 2. Kemudian diambil 1 kertas kemudian masukkan kembali ke dalam kotak 3. Nomer yang terpilih kemudian digunakan sebagai sampel. Penyusunan instrument disusun dengan memperhatikan adanya beberapa tahapan atau langkah-langkah yang akan dilewati yaitu: Mendefinisikan Konstrak, Menyidik Faktor, Menyusun Butir-butir Pertanyaan (Sutrisno Hadi, 1991:7). Analisis Data Teknik analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik anlasisis deskriptif. Pada perhitungan ini juga menggunakan bantuan program komputer SPSS. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung persentase responden yang termasuk dalam kategori tertentu yang ditentukan dari kelas interval data penelitian disetiap aspek. Untuk mengelompokkan berdasar kategori, skor maksimum dan minimum harus ditentukan terlebih dahulu. Kemudian menentukan nilai rata-rata (mean) dan standar deviasi skor yang diperoleh. Selanjutnya data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan kemudian dilakukan pengkategorian serta menyajikan dalam bentuk histogram. Pengkategorian disusun dalam 5 kategori yaitu mengunakan teknik kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan sangat kurang (Anas Sujiono, 2000:161) HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN faktor sebagai berikut: Data dan Instrumen Penelitian Instrumen dalam penelitian ini menggunakan multiple choice test atau tes pilihan ganda. Tes pilihan ganda (Multiple choice test) yaitu tes dimana setiap butir soalnya memiliki jumlah alternatif jawaban lebih dari satu.

Persentase Tingkat Pengetahuan Peserta...(Novianta Wahyu Prasetiawan)4 Faktor Mengetahui faktor menerjemahkan diperoleh skor terendah (minimum) 0,0, skor tertinggi (maksimum) 100,0, rerata (mean) 78,33, nilai tengah (median) 83,33, nilai yang sering muncul (mode) 83,33, standar deviasi (SD) 14,51. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 1. Deskripsi Faktor Mengetahui Mean 78.3333 Median 83.3333 Mode 83.33 Std. Deviation 14.51476 Minimum.00 Sum 12141.67 Tabel 2. Distribusi Frekuensi dalam Pembelajaran Penjasorkes Berdasarkan Faktor Mengetahui N o Interval Frekuensi % 1 Sangat 80 51,61% 76-100 2 66-75 58 37,42% 3 56-65 Cukup 12 7,74% 4 41-55 4 2,58% 5 Sangat 1 0,65% 0-40 10 8 6 4 2 Faktor Mengetahui 51.61% 37.42% 0.65% 2,58% 7,74% Gambar 1. Diagram Batang Tingkat Pembelajaran Penjasorkes Berdasarkan Faktor Mengetahui Berdasarkan tabel 2 dan gambar 1 di atas, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta didik terhadap materi permainan bola besar dalam pembelajaran Klaten faktor menerjemahkan berada pada kategori sangat kurang sebesar 0,65% (1 siswa), kategori kurang sebesar 2,58% (4 siswa), kategori cukup sebesar 7,74% (12 siswa), kategori baik sebesar 37,42% (58 siswa), kategori sangat baik sebesar 51,61% (80 siswa). Berdasarkan nilai ratarata yaitu 78,33, tingkat pengetahuan bola besar dalam pembelajaran faktor menejermahkan masuk dalam kategori sangat baik. Faktor Memahami faktor memahami diperoleh skor terendah (minimum) 0,0, skor tertinggi (maksimum) 100,0, rerata (mean) 58,45, nilai tengah (median) 60,0, nilai yang sering muncul (mode) 60,0, standar deviasi (SD) 22,51. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 3. Deskripsi Faktor Memahami Mean 58.4516 Median 60.0000 Mode 60.00 Std. Deviation 22.50951 Minimum.00 Sum 9060.00 Tabel 4. Distribusi Frekuensi dalam Pembelajaran Penjasorkes Berdasarkan Faktor Memahami N o Interval Frekuensi % 1 Sangat 46 29,68% 76-100 2 66-75 0 0% 3 56-65 Cukup 57 36,77% 4 41-55 0 0% 5 0-40 Sangat 52 33,55%

Persentase Persentase Tingkat Pengetahuan Peserta...(Novianta Wahyu Prasetiawan)5 10 8 6 4 2 33.55% Faktor Memahami 0% 36,77% 29.68% Gambar 2. Diagram Batang Tingkat Pembelajaran Penjasorkes Berdasarkan Faktor Memahami Berdasarkan tabel 4 dan gambar 2 di atas, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta didik terhadap materi permainan bola besar dalam pembelajaran Klaten faktor memahami berada pada kategori sangat kurang sebesar 33,55% (52 siswa), kategori kurang sebesar 0% (0 siswa), kategori cukup sebesar 36,77% (57 siswa), kategori baik sebesar 0% (0 siswa), kategori sangat baik sebesar 29,68% (46 siswa). Berdasarkan nilai rata-rata yaitu 58,45, tingkat pengetahuan peserta didik terhadap materi permainan bola besar dalam pembelajaran Penjasorkes di SMA Negeri 1 Prambanan faktor memahami masuk dalam kategori cukup. Faktor Mengaplikasi faktor mengaplikasi diperoleh skor terendah (minimum) 2,0, skor tertinggi (maksimum) 12,0, rerata (mean) 6,66, nilai tengah (median) 3,0, nilai yang sering muncul (mode) 3,0, standar deviasi (SD) 1,13. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 5. Deskripsi Faktor Mengaplikasi Mean 55.4839 Median 58.3333 Mode 58.33 Std. Deviation 16.48819 Minimum 16.67 Sum 8600.00 Tabel 6. Distribusi Frekuensi dalam Pembelajaran Penjasorkes Berdasarkan Faktor Mengaplikasi No Interval Frekuensi % 1 Sangat 13 8,39% 76-100 2 66-75 37 23,87% 3 56-65 Cukup 34 21,94% 4 41-55 47 30,32% 5 Sangat 24 15,48% 0-40 10 8 6 4 2 Faktor Mengekstrapolasi 23,87% 15.48% 21,94% 23.87% 8.39% Gambar 3. Diagram Batang Tingkat Pembelajaran Penjasorkes Berdasarkan Faktor Mengaplikasi Dari analisis data tingkat pengetahuan bola besar dalam pembelajaran Klaten diperoleh skor terendah (minimum) 31,03, skor tertinggi (maksimum) 100,0, rerata (mean) 65,67, nilai tengah (median) 65,52, nilai yang sering muncul (mode) 65,52, standar deviasi (SD) 12,24. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Persentase Tingkat Pengetahuan Peserta...(Novianta Wahyu Prasetiawan)6 Tabel 7. Deskripsi Tingkat Pengetahuan terhadap Materi Permainan Bola Besar Mean 65.6730 Median 65.5172 Mode 65.52 a Std. Deviation 12.24106 Minimum 31.03 Sum 10179.31 Ditampilkan dalam distribusi frekuensi, data tingkat pengetahuan peserta didik terhadap materi permainan bola besar dalam pembelajaran Penjasorkes di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten, sebagai berikut: Tabel 8. Distribusi Frekuensi dalam Pembelajaran Penjasorkes di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten N Interv Frekuensi % o al 1 76-100 Sangat 25 16,13% 2 66-75 46 29,68% 3 56-65 Cukup 47 30,32% 4 41-55 35 22,58% 5 0-40 Sangat 2 1,29% Tingkat Pemahaman Peserta Didik terhadap Materi Permainan 10 Bola Besar dalam Pembelajaran Penjasorkes di SMA Negeri 1 8 Prambanan Klaten 6 4 2 30,32% 29.68% 22,58% 16.13% 1.29% Sangat Cukup Sangat Gambar 4. Diagram Batang Tingkat Pembelajaran Penjasorkes di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten Berdasarkan tabel 8 dan gambar 3 di atas, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta didik terhadap materi permainan bola besar dalam pembelajaran Klaten berada pada kategori sangat kurang sebesar 1,29% (2 siswa), kategori kurang sebesar 22,58% (35 siswa), kategori cukup sebesar 30,32% (47 siswa), kategori baik sebesar 29,68% (46 siswa), kategori sangat baik sebesar 16,13% (25 siswa). Berdasarkan nilai ratarata yaitu 65,67, tingkat pengetahuan bola besar dalam pembelajaran Klaten masuk dalam kategori baik. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta didik terhadap materi permainan bola besar dalam pembelajaran Penjasorkes di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta didik Negeri 1 Prambanan Klaten masuk dalam kategori cukup. Artinya bahwa ada beberapa siswa yang sudah memahami tentang materi permainan bola besar dalam pembelajaran penjasorkes, tetapi masih ada sebagai siswa yang belum memahami. Dari hasil analisis terdapat persentase paling besar yaitu pada kategori cukup sebesar 30,32% (47 siswa). Persentase kedua yaitu pada kategori baik sebesar 29,68% (46 siswa), artinya siswa sudah memahami tentang materi permainan bola besar dalam pembelajaran Penjasorkes, materi permainan bola besar yang diajarkan yaitu permainan sepakbola, bola voli, dan bola basket. Pengetahuan disini misalnya siswa mampu menyebutkan jenis olahraga permainan bola besar, mampu menerjemahkan pengertian setiap jenis permainan bola besar, siswa mampu menggabungkan informasi dalam diri peserta didik dan materi yang disampaikan

Tingkat Pengetahuan Peserta...(Novianta Wahyu Prasetiawan)7 guru, siswa mampu menjelaskan gerak dasar setiap jenis permainan bola besar, dan siswa mampu memberikan contoh peraturan permainan dalam setiap jenis permainan bola besar. paling rendah yaitu pada kategori kurang sebesar 22,58% (35 siswa) dan sangat kurang sebesar 1,29% (2 siswa). Artinya bahwa siswa kurang memahami tentang materi permainan bola besar dalam pembelajaran Penjasorkes. Secara teori siswa kurang mampu untuk memahami, tetapi secara psikomotor siswa mampu memainkan olahraga yang termasuk dalam permainan bola besar, seperti sepak bola, bola voli, dan bola basket. nya pengetahuan tersebut selain dari siswa, juga ada bebarapa faktor dari luar siswa, misalnya pembelajaran sesuai dengan RPP, namun guru kurang bisa mengkondisikan kelas, guru kurang bisa membuat suasana cair karena guru terlalu serius, guru kurang tegas dan membuat siswa bosan, perserta didik kurang memahami materi yang diajarkan oleh guru karena RPP yang disusun guru belum merumuskan komponen kognitif karena proses pembelajaran akan berhasil jika komponen kognitif dimasukkan ke dalam RPP guru. Evaluasi hanya dilakukan setelah proses pembelajaran. Pengetahuan harus dimiliki setiap peserta didik karena pengetahuan termasuk ke dalam ranah kognitif dalam pembelajaran. Pengetahuan adalah proses mengingat kembali hal-hal yang spesifik dan universal, mengingat kembali metode dan proses, atau mengingat kembali. 30,32% (47 siswa), kategori baik sebesar 29,68% (46 siswa), kategori sangat baik sebesar 16,13% (25 siswa). Saran Ada beberapa saran yang perlu disampaikan sehubungan dengan hasil penelitian ini, antara lain: 1. Agar mengembangkan penelitian lebih dalam lagi tentang tingkat tingkat pengetahuan peserta didik terhadap materi permainan bola besar dalam pembelajaran Penjasorkes. 2. Agar melakukan penelitian tentang tingkat tingkat pengetahuan peserta didik terhadap materi permainan bola besar dalam pembelajaran Penjasorkes dengan menggunakan metode lain. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006. Tentang Standar Isi.. Edisi pertama. Andi Offset. Yogyakarta Hadi, Sutrisno. 1991. Analisis Butir untuk Instrument Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan peserta didik Negeri 1 Prambanan Klaten berada pada kategori sangat kurang sebesar 1,29% (2 siswa), kategori kurang sebesar 22,58% (35 siswa), kategori cukup sebesar