PEMERINTAH KABUPATEN BURU PERATURAN DAERAH KABUPATEN BURU NOMOR 02 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BURU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BURU, Menimbang : a. bahwa untuk mendukung pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan bidang kesatuan bangsa dan politik, maka dipandang perlu untuk menyesuaikan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buru agar lebih efektif dan efisien; b. bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Buru Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat dan Politik Kabupaten Buru sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan saat ini, sehingga perlu dilakukan penyesuaian; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Buru tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buru. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 174, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3895) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan 1
Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3961); 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 7. Peraturan Daerah Kabupaten Buru Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat dan Politik Kabupaten Buru (Lembaran Daerah Kabupaten Buru Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Buru Nomor 20). 2
Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BURU dan BUPATI BURU MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BURU. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Daerah Kabupaten Buru. 2. Pemerintah Daerah adalah Bupati beserta Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah 3. Bupati adalah Bupati Buru. 4. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang selanjutnya disebut Badan Kesbangpol adalah bagian perangkat daerah Kabupaten Buru dalam melaksanakan kewenangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. 5. Kelompok Jabatan Fungsional adalah kelompok Fungsional di dalam Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional. 6. Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukan tugas tanggungjawab wewenang dan hak seorang PNS dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan atau terampil tertentu yang bersifat mandiri. 7. Eselon adalah tingkat jabatan struktural. 8. Peraturan Daerah adalah Peraturan Daerah Kabupaten Buru. 9. Peraturan Kepala Daerah adalah Peraturan Bupati Buru. BAB II PEMBENTUKAN Pasal 2 Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sebagai Perangkat Daerah Kabupaten Buru. 3
BAB III KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pasal 3 (1) Badan Kesbangpol adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang penyelenggaraan kesatuan bangsa dan politik sesuai dengan kewenangan Pemerintah Daerah dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku; (2) Badan Kesbangpol dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berkedudukan dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah; Pasal 4 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas pokok dibidang penyelenggaraan kesatuan bangsa dan politik sesuai dengan kewenangannya dan tugas lain yang dilimpahkan oleh Pemerintah Daerah. Pasal 5 (1) Badan Kesbangpol dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 berfungsi : a. Perumusan kebijakan teknis dan strategis di bidang kesatuan bangsa dan politik; b. Pelaksanaan pelayanan umum dibidang kesatuan bangsa dan politik ; c. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dibidang kesatuan bangsa dan politik; d. Pembinaan, pengendalian, fasilitasi dan pelaksanaan tugas dibidang kesatuan bangsa dan politik; e. Penyelenggaraan dan pengolahan administrasi dan urusan rumah tangga badan; f. Pelaksanaan pengendalian, pemantauan dan evaluasi kegiatan dibidang kesatuan bangsa dan politik; dan g. Pelaksanaan tugas lainnya sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai penjabaran tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (1) diatur dalam Peraturan Bupati. BAB IV SUSUNAN ORGANISASI Pasal 6 (1) Susunan Organisasi Kesbangpol terdiri dari: a. Kepala Badan; b. Sekretaris Badan, membawahi : 4
1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; 2. Sub Bagian Perencanaan; dan 3. Sub Bagian Keuangan. c. Bidang Wawasan Kebangsaan dan Bina Ideologi, membawahi : 1. Sub Bidang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara; dan 2. Sub Bidang Idiologi, Pranata Sosial dan Budaya Bangsa. d. Bidang Kewaspadaan Nasional, membawahi : 1. Sub Bidang Kewaspadaan Dini dan Pengawasan Orang Asing; dan 2. Sub Bidang Fasilitasi Penanganan Perbatasan dan Konflik. e. Bidang Hubungan Antar Lembaga, membawahi : 1. Sub Bidang Komunikasi, Sosial Politik dan Pemilu; dan 2. Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan, Profesi dan LSM f Kelompok Jabatan Fungsional; (2) Ketentuan mengenai bagan susunan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran I Peraturan Daerah ini dan merupakan bagian yang tak terpisahkan. BAB V TATA KERJA Pasal 7 (1) Badan Kesbangpol dalam melaksanakan kewenangan wajib menerapkan prinsip : a. Koordinasi; b. Intergrasi; dan c. Sinkronisasi secara vertikal maupun horizontal. (2) Kepala Badan dalam melaksanakan tugas bertanggungjawab kepada Bupati dengan menyampaiakan laporan berkala tepat waktu. (3) Kepala Badan wajib mematuhi petunjuk Bupati dalam pelaksanaan tugas dan menerapkan sistem pengendalian internal di lingkungannya. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai penjabaran tata kerja Badan Kesbangpol sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Bupati. BAB VI KEPANGKATAN, PENGANGKATAN, PEMBERHENTIAN DAN ESELON Pasal 8 Jenjang jabatan, kepangkatan dan eselon serta susunan kepegawaian diatur sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. 5
Pasal 9 (1) Kepala Badan diangkat dan diberhentikan oleh Bupati setelah berkonsultasi dengan Gubernur sesuai ketentuan Peraturan Perundangundangan yang berlaku. (2) Kepala Badan diangkat dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. (3) Sekretaris Badan dan Kepala Bidang diangkat dan diberhentikan oleh Bupati atas usul Sekretaris Daerah sesuai ketentuan Perundangundangan yang berlaku. (4) Kepala Sub Bagian dan Sub Bidang diangkat dan diberhentikan oleh Bupati atas usul Sekretaris Daerah berdasarkan masukan Kepala Badan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Pasal 10 (1) Tingkat Jabatan Struktural Badan Kesbangpol sebagai berikut : a. Kepala Badan merupakan Jabatan Struktural Eselon II.b; b. Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang merupakan Jabatan Struktural Eselon III.a dan III.b; dan c. Kepala Sub Bagian dan Kepala Sub Bidang merupakan Jabatan Struktural Eselon IV.a. (2) Tingkat Jabatan Struktural sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat diisi oleh Pegawai Negeri Sipil yang telah mempunyai masa kerja 4 (empat) tahun. BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 11 Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, Peraturan Daerah Kabupaten Buru Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat dan Politik Kabupaten Buru (Lembaran Daerah Kabupaten Buru Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Buru Nomor 20) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 12 Peraturan pelaksanaan dari Peraturan Daerah ini harus ditetapkan paling lama 1 (satu) tahun terhitung sejak Peraturan Daerah ini diundangkan. 6
Pasal 13 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Buru. Ditetapkan di Namlea pada tanggal, 01 Agustus 2013 BUPATI BURU, Diundangkan di Namlea pada tanggal, 01 Agustus 2013 RAMLY I. UMASUGI SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BURU, ABDUL ADJID SOULISA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BURU TAHUN 2013 NOMOR 02 7
PENJELASAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BURU NOMOR 02 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BURU I. UMUM. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota serta memperhatikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2011 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja yang mengamanatkan penggabungan bidang Perlindungan Masyarakat ke Satuan Polisi Pamong Praja, maka Peraturan Daerah Kabupaten Buru Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat dan Politik Kabupaten Buru dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan saat ini, sehingga perlu diadakan perubahan. Terkait dengan hal tersebut, dalam upaya meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan kewenangan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang merupakan salah satu unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten Buru dibidang penyelenggaraan urusan Pemerintahan bidang kesatuan bangsa, ketahanan ideologi negara, wawasan kebangsaan, bela negara dan pembinaan politik secara berdayaguna dan berhasilguna maka dalam rangka Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buru, perlu diadakan penyesuaian Susunan Organisasi yang terdapat didalamnya Bidang Perlindungan Masyarakat berubah menjadi Bidang Kewaspadaan Nasional sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah. Memperhatikan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, serta dengan memperhatikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Penataan Organisasi Perangkat Daerah, 8
maka perlu menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Buru tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buru. II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2 Pasal 3 Pasal 4 Pasal 5 Pasal 6 Pasal 7 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan koordinasi adalah peran serta para pemangku kepentingan dalam menata organisasi perangkat daerah sesuai dengan lingkup kewenangangannya, baik lintas sektor maupun antar strata pemerintahan. Huruf b Yang dimaksud dengan integrasi adalah penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan daerah yang dilaksanakan secara terpadu dalam suatu organisasi perangkat daerah. Huruf c Yang dimaksud dengan sinkronisasi secara vertikal maupun horizontal adalah konsistensi dalam penataan organisasi perangkat daerah sesuai dengan norma, prinsip dan standar yang berlaku. Ayat (2) Ayat (3) Yang dimaksud dengan sistem pengendalian internal adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keadaan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap Peraturan Perundang-undangan. Ayat (4) Yang dimaksud dengan penjabaran tata kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buru akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati adalah menyangkut penjabaran Uraian Tugas Kepala Badan, Sekretaris Badan, Kepala Bidang, Sub Bagian, Kepala Sub Bidang dan Kelompok Jabatan Fungsional akan diatur dan ditetapkan dengan Peraturan Bupati dengan mempertimbangkan batas-batas kewenangan Kabupaten sebagai Daerah Otonom serta beban kerja/tugas berdasarkan hasil kajian Analisa Jabatan. Pasal 8 Pasal 9 Ayat (1) 9
Yang dimaksud dengan berkonsultasi dengan Gubernur adalah berkonsultasi secara administrasi. Pasal 10 Pasal 11 Pasal 12 Pasal 13 TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BURU NOMOR 02 10