1. VRF Concept and LAB

dokumen-dokumen yang mirip
IMPLEMENTASI LAYANAN VIRTUAL PRIVATE NETWORK OVER MPLS IP. Disusun Oleh : I Putu Andhika Prawasa

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

MODUL 9 MPLS (MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING)

BAB 4 IMPLEMENTASI SIMULASI DAN EVALUASI

MPLS Multi Protocol Label Switching

BGP. Contoh Implementasi BGP

Analisis Konfigurasi Rute Aggregasi dengan AS-SET

TOPOLOGI.

MPLS. Author M Danu Wiyoto, CCIE RS # Best-Path Network, IT Network Training & Consulting MPLS Dasar & MPLS L3-VPN

BAB 4. Implementasi Protokol BGP & OSPF Untuk Failover

BAB IV ANALISA PERFORMA JARINGAN

IMPLEMENTASI DAN ANALISA JARINGAN BORDER GATEWAY PROTOCOL (BGP) MENGGUNAKAN ROUTER CISCO

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

INTERNETWORKING. Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Submitted by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO

TK 2134 PROTOKOL ROUTING

MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS)

BAB 2 LANDASAN TEORI. dan teori-teori khusus. Pada teori umum mengenai pengertian dan klasifikasi masingmasing

Dynamic Routing (OSPF) menggunakan Cisco Packet Tracer

Membangun VLAN dengan Hub August 2010

1 IDN Networking Competition Soal Superlab Cisco IDN Competition 2017

MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS)

Praktikum Minggu ke-11 Konfigurasi Routing OSPF menggunakan Mikrotik

ROUTING. Melwin Syafrizal Daulay, S.Kom.,., M.Eng.

BAB II LANDASAN TEORI

Dynamic Routing (RIP) menggunakan Cisco Packet Tracer

Introduction to MPLS Using RouterOS. Irvan Adrian K - Jakarta Mikrotik User Meeting Indonesia 2016

4. PE-D2-JT-SS. Gambar 4.9 Konfigurasi dasar Router PE-D2-JT-SS 5. P3-D2-JT. Gambar 4.10 Konfigurasi dasar Router P3-D2-JT

MODUL 7 ANALISA QoS pada MPLS

MODUL 11 QoS pada MPLS Network

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL VI PENYETINGAN 2 ROUTER DENGAN ROUTING PROTOCOL BGP MENGGUNAKAN SIMULATOR GNS3

ABSTRAK. Dunia teknologi informasi sangat dirasakan peranannya oleh sebagian besar

BAB 1 PENDAHULUAN. Penggunaan internet semakin meningkat dari tahun ke tahun. Internet digunakan

Gambar 4.27 Perbandingan throughput rata-rata IIX ke Gateway 2

BAB II DASAR TEORI. penggunaan perangkat keras secara bersama seperti printer, harddisk, Jaringan komputer dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

Analisis Perbandingan Failover Menggunakan Protokol Routing BGP dan OSPF

Network Layer JARINGAN KOMPUTER. Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom

BAB III ANALISIS DAN DESAIN. penyedia jasa internet pada jaringan backbone akan tetapi belum diperuntukkan

PROTOKOL ROUTING. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Fail Over BTS dengan ibgp-confederation.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Tujuan Menjelaskan role (peran) protokol routing dinamis dan menempatkannya dalam konteks desain jaringan modern.

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA SISTEM EVALUASI QUALITY OF SERVICE PADA JARINGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING. Agustino

IMPLEMENTASI QOS INTEGRATED SERVICE PADA JARINGAN MPLS GUNA PENINGKATAN KUALITAS JARINGAN PADA PENGIRIMAN PAKET VIDEO TUGAS AKHIR

Lab 1. VLAN (virtual LAN)

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

Routing Dinamik. Divisi Training PT UFOAKSES SUKSES LUARBIASA Jakarta

Modul 4 Koneksi ke Router Lain

MODUL SISTEM JARINGAN KOMPUTER MODUL 6 DYNAMIC ROUTING

ANILISIS JARINGAN DENGAN ROUTING PROTOKOL BERBASIS SPF (SHORTEST PATH FIRST) DJIKSTRA ALGORITHM

Modul Superlab CCNA. Oleh: M. Saiful Mukharom. Jika kalian ingin bertanya ada di twitter.

NETWORK LAYER : Routing

IMPLEMENTASI SEAMLESS MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) PADA JARINGAN MPLS

Oleh : Alwin Indra Fatra (L2F606004) Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof.Sudharto,SH Tembalang, Semarang

MODUL 5 OPEN SHORTEST PATH FIRST (OSPF)

BAB I PENDAHULUAN. Setiap router yang dilewati saat lalu lintas data berlangsung akan memberikan

Tugas Utama Router Koneksi dari sebuah Router pada WAN. Tugas Utama Router Fungsi sebuah Router. Interface Mengkonfigurasi interface dari Ethernet

Switching & Routing Rev 0.0. Nyoman Suryadipta Computer Science Faculty Narotama University

Praktikum Minggu ke-11 Konfigurasi Routing Dinamis RIP dan BGP menggunakan Mikrotik

Perancangan dan Simulasi Routing Static Berbasis IPV4 Menggunakan Router Cisco

Jaringan Komputer. Router dan Routing Protokol. Adhitya Nugraha.

BAB 2 LANDASAN TEORI

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

ANALISIS DAN PENGUJIAN PER-PACKET LOAD BALANCING PADA JARINGAN MPLS-VPN DS-TE DI BPPT

PERCOBAAN ROUTING INFORMATION PROTOCOL (RIP)

ANALISIS DAN PERANCANGAN VPN MENGGUNAKAN VPN-MPLS PADA PT GLOBAL HOSTING MANAGEMENT

menyangkut semua router dan konfigurasi-konfigurasi yang menggunakan IP. Routing IP adalah proses memindahkan paket dari satu network ke network lain

Pendahuluan. 0Alamat IP berbasis kepada host dan network. 0Alamat IP berisi informasi tentang alamat network dan juga alamat host

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Routing Dinamik. Divisi Training PT UFOAKSES SUKSES LUARBIASA Jakarta

: Muhammad Miftah Firdaus NPM : : Sistem Komputer Dosesn Pembimbing : Elvina, S.Kom., MM.

Objektif. Memahami perbedaan operasi routing statik dan dinamik. Mengkonfigurasi dan mem-verifikasi routing statik.

Nomor AS: IIX : 222 International : 111 P.T. Indonusa System Integrator Prima : 100

Rafdian Rasyid

TUTORIAL SOFTWARE SIMULASI JARINGAN KOMPUTER PACKET TRACER 5.0 (DILENGKAPI DENGAN CD PROGRAM DAN VIDEO TUTORIAL)

LATAR BELAKANG DAN SEJARAH

Modul 5 Open Shortest Path First (OSPF)

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

TEKNOLOGI MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA JARINGAN

Perancangan dan Analisis Redistribution Routing Protocol OSPF dan EIGRP

BAB I PENDAHULUAN. Koneksi antar jaringan yang sering disebut dengan internetwork terbentuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Praktikum Minggu ke-10 Konfigurasi Routing Dinamis OSPF dan RIP menggunakan Mikrotik

PEMANFAATAN VIRTUAL BOX DALAM PRAKTIKUM EXTERIOR ROUTING MENGGUNAKAN BGP4

Analisa Pengaruh Model Jaringan Terhadap Optimasi Dynamic Routing. Border Gateway Protocol

BAB II IPv6 DAN MPLS 2.1 IPv6

Routing adalah proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang

Nugroho Agus H., M.Si.

Static Routing & Dynamic Routing

Mata kuliah Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika - UNIKOM

Bab XI Layanan Transisi IPV6. Iljitsch van Beijnum

IMPLEMENTASI ROUTE-MAP UNTUK OPTIMALISASI ROUTING PROTOKOL BERBASIS CISCO ROUTER

Modul 9 Dasar Troubleshooting Router

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN. tersebut hanya berada dalam satu lokasi maka akan lebih mudah dalam

Modul 02 Static Routing. Windows dan Linux

BAB 4 PERANCANGAN DAN UJI COBA. untuk menghadapi permasalahan yang ada pada jaringan BPPT adalah dengan

PENERAPAN PROTOKOL ROUTING OSPF (OPEN SHORTEST PATH FIRST) PADA JARINGAN METROPOLITAN AREA NETWORK UNTUK MEMINIMALISIR DOWNTIME INTERNET

Tugas Jaringan Komputer

Transkripsi:

1. VRF Concept and LAB Teori 1. Fungsi VRF atau Virtual Routing and Forwarding? 2. Kenapa pada MPLS VPN diperlukan VRF? 3. Pada scenario apa saja VRF biasa digunakan? 4. Parameter apa saja yang ada di Konfigurasi VRF? Lab (Back to Back VRF) Topology Deskripsi Tujuan - dan R2 memiliki 3 VRF, konfigurasikan IP Address dan VRF pada Loopback interface sesuai dengan alokasi diatas - Gunakan IP Point to Point bebas /30 - Routing Protokol Bebas - bisa ping ke Loopback R2 di VRF yang sama - Catat dan Bandingkan routing table di setiap router 1

Jawaban 1. Fungsi VRF atau Virtual Routing and Forwarding? Fungsi utama VRF adalah untuk membuat sebuah routing tabel dan FIB tabel baru yang terpisah dan independent dari routing tabel default atau routing tabel VRF lainnya, konsepnya hamper sama dengan VLAN, Bedanya kalau VLAN ada di L2, VRF ini ada di L3. 2. Kenapa pada MPLS VPN kita diperlukan VRF? VRF ini memang paling sering digunakan di Service Provider untuk service L2VPN maupun L3VPN, fungsinya adalah untuk memisahkan routing tabel untuk setiap customer pada satu router PE (Provider Edge), jadi setiap customer memiliki routing tabel yang terisolasi satu sama lain. Selain dari sisi security, Provider jadi tidak perlu menyediakan satu router khusus untuk setiap customer, keunggulannya lainnya adalah Service Provider bisa menggunakan IP Address yang sama untuk setiap customer. Contoh pada Network XL atau Provider Telco lainnya, Customer disini lebih banyak adalah service Mobile Backhaul (layanan untuk Jaringan Celluer), ada Voice 2G, Data 3G, Data 4G, OAM dll. Masing-masing mempunyai VRF nya masing-masing. 3. Pada scenario apa saja VRF biasa digunakan? Common deployment VRF ada 2, yang pertama adalah pada jaringan MPLS seperti yang sudah dijelaskan di Nomor 2. Yang kedua adalah pada VRF-Lite dimana VRF dikonfigurasikan tanpa MPLS, biasa dipakai di enterprise atau di Data Center untuk memisahkan beberapa service di router yang sama. 4. Parameter apa saja yang ada di Konfigurasi VRF? Route Distinguisher : Fungsinya hanya satu, yaitu untuk membedakan route atau prefixes yang berasal dari VRF satu dengan yang lainnya. Parameter ini wajib dikonfigurasikan pada MPLS L3VPN. Route Target : Route target ini ada dua, yaitu route target import dan route target export Export : Untuk menandai route / prefixes dari sebuah VRF sebelum dikirimkan ke MPLS backbone. Import : Untuk menentukan route / prefixes mana yang akan di import ke dalam VRF dari MPLS backbone. 2

LAB Define VRF RED, GREEN, dan BLUE beserta interface L3 nya conf t hostname vrf BLUE address-family ipv4 unicast import route-target 100:1 export route-target 100:1 vrf GREEN address-family ipv4 unicast import route-target 100:2 export route-target 100:2 vrf RED address-family ipv4 unicast import route-target 100:3 export route-target 100:3 interface loopback 1 vrf BLUE ipv4 address 1.1.1.1/32 interface loopback 2 vrf GREEN ipv4 address 2.2.2.1/32 interface loopback 3 vrf RED ipv4 address 3.3.3.1/32 interface gi0/0/0/0 description to R2 no shutdown interface gi0/0/0/0.10 vrf BLUE description R2_VRF_BLUE encapsulation dot1q 10 ipv4 address 12.12.12.1/30 interface gi0/0/0/0.20 vrf GREEN description R2_VRF_GREEN encapsulation dot1q 20 ipv4 address 12.12.12.1/30 interface gi0/0/0/0.30 vrf RED description R2_VRF_RED encapsulation dot1q 30 ipv4 address 12.12.12.1/30 R2 conf t hostname R2 vrf definition BLUE rd 100:1 address-family ipv4 route-target import 100:1 route-target export 100:1 vrf definition GREEN rd 100:2 address-family ipv4 route-target import 100:2 route-target export 100:2 3

vrf definition RED rd 100:3 address-family ipv4 route-target import 100:3 route-target export 100:3 interface loopback1 vrf forwarding BLUE ip add 1.1.1.2 255.255.255.255 interface loopback 2 vrf forwarding GREEN ip add 2.2.2.2 255.255.255.255 interface loopback 3 vrf forwarding RED ip add 3.3.3.2 255.255.255.255 interface gi0/0 description to_ no shutdown interface gi0/0.10 vrf forwarding BLUE encapsulation dot1q 10 description _VRF_BLUE ip add 12.12.12.2 255.255.255.252 interface gi0/0.20 vrf forwarding GREEN encapsulation dot1q 20 description _VRF_GREEN ip add 12.12.12.2 255.255.255.252 interface gi0/0.30 vrf forwarding RED encapsulation dot1q 30 description _VRF_RED ip add 12.12.12.2 255.255.255.252 conf t hostname R2 vrf definition BLUE rd 100:1 address-family ipv4 route-target import 100:1 route-target export 100:1 vrf definition GREEN rd 100:2 address-family ipv4 route-target import 100:2 route-target export 100:2 vrf definition RED rd 100:3 address-family ipv4 route-target import 100:3 route-target export 100:3 interface loopback1 vrf forwarding BLUE ip add 1.1.1.2 255.255.255.255 interface loopback 2 vrf forwarding GREEN ip add 2.2.2.2 255.255.255.255 interface loopback 3 vrf forwarding RED ip add 3.3.3.2 255.255.255.255 interface gi0/0 description to_ no shutdown interface gi0/0.10 vrf forwarding BLUE 4

encapsulation dot1q 10 description _VRF_BLUE ip add 12.12.12.2 255.255.255.252 interface gi0/0.20 vrf forwarding GREEN encapsulation dot1q 20 description _VRF_GREEN ip add 12.12.12.2 255.255.255.252 interface gi0/0.30 vrf forwarding RED encapsulation dot1q 30 description _VRF_RED ip add 12.12.12.2 255.255.255.252 Verifikasi VRF yang sudah dibuat, dan pastikan konfigurasi di interfacenya sudah sesuai R2 5

Konfigurasi OSPF aware VRF di semua router router ospf 1 vrf BLUE router-id 1.1.1.1 area 0 interface loopback 1 interface gi0/0/0/0.10 vrf GREEN router-id 2.2.2.1 area 0 interface loopback 2 interface gi0/0/0/0.20 vrf RED router-id 3.3.3.1 area 0 interface loopback 3 interface gi0/0/0/0.30 R2 router ospf 1 vrf BLUE router-id 1.1.1.2 network 1.1.1.2 0.0.0.0 area 0 network 12.12.12.2 0.0.0.3 area 0 router ospf 2 vrf GREEN router-id 2.2.2.2 network 2.2.2.2 0.0.0.0 area 0 network 12.12.12.2 0.0.0.3 area 0 router ospf 3 vrf RED router-id 3.3.3.2 network 3.3.3.2 0.0.0.0 area 0 network 12.12.12.2 0.0.0.3 area 0 6

Verifikasi konfigurasi OSPF, pastikan sudah aktif di semua interface R2 Pengetesan, Test Ping dari ke Loopback R2 untuk setiap VRF. Pastikan bisa semuanya 7

Verifikasi Routing Tabel (RIB) untuk setiap VRF 8

Verifikasi Forwarding tabel (FIB) untuk setiap VRF Sampai disini seharusnya sudah paham bagaimana router menangani VRF, selanjutnya tinggal mempelajari dan LAB implementasi VRF lainnya seperti pada MPLS L3VPN. 9

2. IS-IS Concept and LAB Teori 1. Terkait dengan Level dan area router neighbornya, prefixes yang diadvertise, dan aturan lain yang anda ketahui, Jelaskan beberapa tipe ISIS adjacency berikut ini : - Level 1 - Level 2 - Level 1-2 2. Jelaskan mengenai ISIS NET address Lab (Config and Verify IS-IS Multilevel) Topology Deskripsi Tujuan - Konfigurasikan sebagai Router IS-IS Level-1, R2 dan R2 bebas - Advertise semua IP Loopback ke IS-IS - Router harus bisa ping ke semua Loopback di router lain - Catat dan bandingkan status ISIS adjacency di semua router - Catat dan bandingkan Routing table di, R2 dan R3 10

Jawaban 1. IS-IS Adjacency types and caveats 2. IS-IS NET Address 11

Lab Konfigurasikan semua IP Address sesuai dengan parameter di topology, setelah itu lakukan verifikasi terlebih dahulu dan pastikan konfigurasinya sudah benar dan status interface sudah operational R2 R3 Konfigurasikan IS-IS Routing protocol sesuai parameter di Topology, perhatikan parameter area dan router level nya router isis 1 is-type level-1 net 49.0001.0010.0100.1001.00 interface loopback 0 address-family ipv4 unicast passive interface gi0/0/0/0 address-family ipv4 unicast interface loopback 100 address-family ipv4 unicast passive 12

R2 router isis 1 net 49.0001.0020.0200.2002.00 passive-interface loopback 0 passive-interface loopback 100 exit interface gi0/0 ip router isis 1 interface gi0/1 ip router isis 1 R3 router isis 1 net 49.0002.0030.0300.3003.00 is-type level-2 passive-interface loopback 0 passive-interface loopback 100 exit interface gi0/0 ip router isis 1 Verifikasi ISIS adjacency di semua router, perhatikan Level adjacency nya L1/L2 R2 R3 13

Lakukan pengetesan Ping dari ke semua loopback router lain Verifikasi dan Bandingkan routing tabel di ketiga router, tujuannya adalah untuk membuktikan prefix yang ada di setiap ISIS Router pada level yang berbeda. : ISIS Router Level 1 Dari output dibawah, terbukti kalau ISIS L1 Router hanya menyimpan LSP Level-1 dan LSP yang berasal dari area nya saja. Untuk loopback 3.3.3.3 dan 30.30.30.30 yang ada di R3 di area berbeda, bisa ping kesana tapi di routing tabel tidak disimpan. hanya dapat default route untuk LSP di area lain dari Router L1-L2 dalam hal ini R2. 14

R2 : ISIS Router Level 1-2 Dari output dibawah terbukti kalau router ISIS Level-1-2 memaintain LSP Level-1 dan LSP Level-2. R2 R3 : ISIS Router Level 2 Dari output dibawah terbukti kalau router ISIS Level-2 mendapatkan semua prefix, termasuk dari area lain di Level 1. Akan tetapi semua ditampilkan sebagai LSP Level-2 disini contoh (1.1.1.1). R3 15

3. BGP Concept and LAB Teori 1. 2 Fungsi utama BGP? 2. Sebut dan Jelaskan Karakteristik dari ibgp dan ebgp? 3. Apa yang dimaksud Attribute BGP dan sebutkan yang anda ketahui 4. Bagaimana mekanisme best path selection pada BGP Lab (Config and Verify ibgp and ebgp) Topology Deskripsi Tujuan - Konfigurasikan IGP di, R2 dan R3 (Bebas mau pakai apa) - Konfigurasikan ibgp peering di,r2, dan R3 menggunakan source ip Loopback - Konfigurasikan BGP peering dari R3 ke R4 menggunakan ip physical - Advertise interface Loo100 di setiap router ke dalam BGP - Semua router bisa ping ke IP Loo100 di, R2, R3 dan R4 - Catat dan bandingkan attribute yang ada di bgp table di setiap router 16

Jawaban 1. 2 Fungsi Utama BGP o Inter-AS Routing, menghubungkan jaringan pada AS Number yang berbeda, AS atau autonomous systems adalah network atau kumpulan network yang berada pada domain administrative yang sama, biasanya dibawah satu perusahaan. o Menggantikan IGP untuk membawa routes dengan jumlah yang besar 2. Karakteristik ibgp o peer router tidak harus terhubung langsung atau directly connected o Harus dikonfigurasikan dengan IGP (OSPF,EIRGP,IS-IS) jika peer router tidak terhubung langsung o Ada rules Split-Horizon sebagai loop prevention, dimana prefix yang berasal dari peer ibgp tidak akan di advertise ke ibgp lainya o Full mesh peering diperlukan untuk menghindari masalah split horizon tersebut o Untuk mengatasi requirement untuk full mesh, bisa menggunakan opsi Router Reflector atau Confederation o Biasanya dipakai di jaringan enterprise yang skalanya besar dan MPLS Backbone Karakteristik ebgp o Peer router harus terhubung langsung atau directly connected o Pada kasus peer yang tidak terhubung langsung, bisa menggunakan ebgp-multihop o AS-Path dipakai sebagai mekanisme loop prevention 3. Attribute BGP Sebagaimana routing protocol lain, BGP memiliki metric untuk penentuan jalur terbaik. Dalam penentuan jalur terbaiknya BGP memiliki banyak sekali parameter yang bisa digunakan, disebut BGP Attribute. Lengkapnya sebagai berikut : 17

4. Mekanisme Best Path Selection pada BGP Proses pemilihan jalur terbaik pada BGP atau BGP Best-path selection, urutannya adalah sebagai berikut : 1. Weight Merupakan attribute yang bersifat Optional (Cisco spesific) Local only (Router yang dikonfigurasikan). Path dengan nilai weight lebih besar akan dipilih, nilai default untuk prefix yang berasal dari router (Locally originated prefix) adalah 32,768. 2. Local Prefference Merupakan attribute yang bersifat Mandatory Non-Transitive. Path dengan nilai local prefference lebih besar akan dipilih, nilai defaultnya adalah 100. Biasa dikonfigurasikan dengan arah inbound pada ebgp peers, dengan tujuan mempengaruhi outbound traffic. Nilai local prefference lebih dari 100 akan memaksa trafik dari sebuah AS untuk keluar melalui ebgp peers tertentu. 3. Accumulated IGP (AIGP) Merupakan Attribute yang bersifat Optional Non-Transitive. Memungkinkan BGP untuk menambahkan metric IGP menuju next-hop BGP dan nilai metric IGP disisi remote AS kedalam metric BGP, dengan kata lain nilai cost end-to-end bisa diperhitungkan oleh BGP.AIGP biasanya digunakan pada network dengan beberapa BGP ASN yang berada dibawah satu wilayah administrativ. 4. Locally originated Sebuah route yang berasal dari router / Local akan lebih dipilih dibandingkan router yang didapat dari BGP. Locally originated adalah route yang dikonfigurasikan melalui perintah network dan aggregate atau route redistribution dari IGP pada BGP. 5. As-Path Merupakan Attribute yang bersifat Mandatory Transitive Well Known. Path dengan As-Path paling pendek akan dipilih, pada BGP nilai AS Number akan ditambahkan kedalam attribute AS-Path ketika sebuah route akan dikirimkan ke AS Number 18

lain,as-path prepending adalah teknik untuk memanipulasi attribute AS-Path, biasa dikonfigurasikan outbound untuk mempengaruhi trafic flow inbound. 6. Origin Merupakan Attribute yang bersifat Mandatory Transitive Well Known. Attribute origin ada tiga, saya urutkan berdasarkan preferensinya yaitu IGP (network steatment), EGP (Exterior gateway protocol), dan Incomplete (redistribution). 7. Multi-Exit Discriminator (MED) Merupakan Attribute yang bersifat Optional Non-transitive. MED lebih kecil akan dipilih. MED digunakan untuk membawa Metric IGP, biasa digunakan untuk mempengaruhi inbound trafik flow, hampir sama seperti AS-path prepend. 8. Neighbor type ebgp lebih dipilih dibandingkan ibgp. 9. IGP metric menuju BGP Next hop Berikut ini beberapa parameter yang hanya digunakan sebagai tie breaker atau penentu saja. secara routing performance sama saja. 10. IGP Cost-community Bersifat Optional dan non transitive, attribut ini ditambahkan di POI (Point of insertion) melalui extended community. IGP cost community di compare setelah perbandingan nilai IGP. 11. Multipath Attribute ini di cek untuk menentukan apakah lebih dari satu path boleh di install di routing tabel. by default BGP hanya akan memilih 1 best path dan hanya akan mengadvertise besth path saja (add-path untuk advertise lebih selain best-path). 12. ebgp only, prefer oldest routes Digunakan untuk meminimalisir route flap karena route yang lebih baru tidak bisa menggantikan yang lebih lama kecuali memiliki parameter best path yang lebih baik 13. Router-ID Nilai router-id yang lebih kecil akan dipilih, apabila berasal dari Route-reflector maka yang dibandingkan adalah originator ID 14. Pada ibgp, Cluster-list. Cluster-list menunjukkan berapa kali routes di reflect oleh RR, nilai cluster list yang lebih pendek akan dipilih. 15. Neighbor address IP address peer yang lebih rendah akan dipilih, ip address peer adalah ip yang digunakan untuk membangun tcp session. 19

Lab Konfigurasikan IP Address di semua router sesuai dengan parameter yang ada di Topology. Konfigurasikan IGP di, R2, dan R3 untuk keperluan menjalankan Internal BGP (ibgp). Pada lab ini menggunakan OSPF. Verifikasi nya ping dari, pastikan bisa reach ke Loopback R2 dan R3. Konfigurasikan ibgp Peering antara, R2 dan R3. Kemudian advertise Interface Loopback 100 ke BGP tsb. router bgp 100 address-family ipv4 unicast network 10.10.10.10/32 neighbor 2.2.2.2 remote-as 100 address-family ipv4 unicas update-source lo0 neighbor 3.3.3.3 remote-as 100 address-family ipv4 unicas update-source lo0 R2 router bgp 100 neighbor 1.1.1.1 remote-as 100 neighbor 1.1.1.1 update-source lo0 neighbor 3.3.3.3 remote-as 100 neighbor 3.3.3.3 update-source lo0 network 20.20.20.20 mask 255.255.255.255 R3 router bgp 100 neighbor 1.1.1.1 remote-as 100 neighbor 1.1.1.1 update-source lo0 neighbor 2.2.2.2 remote-as 100 neighbor 2.2.2.2 update-source lo0 network 30.30.30.30 mask 255.255.255.255 20

Verifikasi BGP Routes yang diterima, pastikan sudah dapat prefix Loopback 100 dari R2, dan R3 Untuk section ibgp sudah beres, sekarang tinggal konfig ebgp antara R3 dengan R4. R3 router bgp 100 neighbor 34.34.34.4 remote-as 200 R4 router bgp 200 neighbor 34.34.34.3 remote-as 200 21

Prefix loopback 100 dari R4 seharusnya ada di BGP table Akan tetapi apabila dilihat prefix 40.40.40.40/32 tidak ada symbol best path >. Dikarenakan next hop nya yaitu 34.34.34.2 statusnya unreachable dari. Inget ya, karakteristik ibgp salah satunya adalah attribute next hop tidak dirubah. Artinya next hop untuk prefix 40.40.40.40 tsb tidak dirubah menjadi R2 tapi tetap R4. Best practice solusinya adalah dengan menggunakan Next-Hop-self. Dikonfigurasikan di R3 sehingga Next-hop nya akan berubah menjadi R3. R3 neighbor 1.1.1.1 next-hop-self neighbor 2.2.2.2 next-hop-self Sampai disini seharusnya prefix 40.40.40.40 sudah bisa di ping dari. 22

4. MPLS Concept and LAB Teori 1. Kenapa kita perlu MPLS, apa perbedaanya dengan routing protocol biasa dan apa keunggulannya? 2. Protokol apa saja yang diperlukan untuk menjalankan MPLS? 3. Jelaskan Basic operation dari MPLS, bagaimana control dan forwardingnya? 4. Step Konfigurasi MPLS bagaimana? 5. Jelaskan router apa saja yang ada di MPLS Backbone Lab (Config and Verify MPLS Control and Forwarding) Topology Deskripsi Tujuan - Konfigurasikan IP addressing di semua router, gunakan IGP apa saja - Test Ping dan pastikan router bisa ping semua loopback - Aktifkan MPLS (LDP) di semua router - Catat dan verifikasi Routing Tabel, LIB, dan Label Forwarding Information Base di semua router - Jalankan traceroute dari ke loopback R3 23

Jawaban 1. Kenapa kita perlu MPLS, apa perbedaanya dengan routing protocol biasa dan apa keunggulannya? MPLS bukan merupakan routing protocol, lebih tepatnya adalah sebuah WAN encapsulation yang saat ini banyak dipakai di Service Provider, keunggulan utama dari MPLS adalah : o Multi Protocol Bisa digunakan untuk melewatkan berbagai macam protocol, Layer 2 (Ethernet, PPP, HDLC, dll), Layer 3 (IPv4, IPv6). Sangat cocok untuk service provider untuk membawa trafik multiservice, dan bisa digunakan dijalankan bersamaan dengan teknologi WAN jadul sebelumnya. o Label Switching Satu lagi keunggulan utama dari MPLS adalah pengiriman datanya menggunakan Label, dalam meneruskan packet router MPLS tinggal melihat Label tujuannya saja. Sehingga bisa jauh lebih cepat disbanding routing biasa. Dari sisi scalability seperti Router (Flexible), akan tetapi dari sisi Forwarding seperti Switch (Efisien). 2. Protokol apa saja yang diperlukan untuk menjalankan MPLS? Untuk membangun sebuah jaringan MPLS paling tidak ada Routing protocol dan Label distribution Protocol (LDP,RSVP,Static,TDP,BGP). 3. Jelaskan Basic operation dari MPLS, bagaimana control dan forwardingnya? Cara kerja MPLS ini terbagi menjadi 2, yaitu control plane dan data plane. Untuk bisa memahami MPLS anda wajib mengetahui cara kerja keduanya : Control Plane : Bagaimana router menentukan label dan melakukan pertukaran label dengan router lain di jaringan MPLS. 24

Data Plane : Bagaimana trafik dikirimkan masuk ke MPLS, diteruskan didalam jaringan MPLS, dan keluar dari jaringan MPLS. 4. Step Konfigurasi MPLS bagaimana? Langkah untuk melakukan konfigurasi MPLS : IP CEF Routing Protokol MPLS IP (Globally) MPLS LDP router-id (interface) Mpls label range <low> <high> Int x Mpls ip 5. Router di MPLS Backbone o Provider Router (P) Router yang ada di sisi provider, router ini hanya meneruskan data berdasarkan Label. Tidakharus ada dijaringan MPLS backbone o Provider Edge Router (PE) Router Provider yang terhubung langsung dengan Router Customer, menjembatani jaringan IP based dengan MPLS based. Router ini harus ada di setiap MPLS Backbone o Customer Edge Router (CE) Router customer yang hanya mengerti jaringan berbasis IP 25

Lab Konfigurasikan IP address sesuai dengan parameter di topologi terlalmpir, Konfigurasikan IGP di ketiga router tersebut, pastikan semua loopback bisa di ping Aktifkan MPLS di interface, R2, dan R3 Mpls ip Interface gi0/0 Mpls ip R2 Mpls ip Interface gi0/0 Mpls ip Interface gi0/1 Mpls ip R3 Mpls ip Interface gi0/0 Mpls ip Verifikasi dan bandingkan LIB (show mpls ldp binding) dan LFIB (show mpls forwarding table) di ketiga router tersebut. Perhatikan label yang dialokasikan untuk setiap prefix, by default apabila kita menggunakan LDP (mpls ip) maka secara otomatis semua prefix yang ada di routing tabel akan di alokasikan label. 26

R2 27

R3 Hasil pengetesan menggunakan traceroute R3 28