BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian tindakan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. awal tahun Menurut Kurt Lewin PTK atau Classroom Action Research

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan beberapa pihak. 27

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. dengan Classsroom Action Research, yang disingkat CAR yang berarti

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. (PTK) atau classroom action research. Penelitian tindakan ini dilakukan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Kelas (PTK). Istilah bahasa Inggrisnya adalah Classroom Action Research.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. PTK ini dilaksanakan untuk memperbaiki kinerja guru.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 1

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK, guru dapat menemukan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam rangka

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. (PTK) yang dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Classroom Actions

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. prestasi belajar, kelas dan sekolahan.

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. yang dalam istilah Bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR),

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. atau jawaban atau masalah yang diteliti.1. (PTK). Dalam bahasa Inggris, PTK disebut dengan Classroom

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian tindakan kelas merupakan ragam penelitian

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman dalam menentukan pokok

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. terjun ke lapangan secara langsung pada saat guru dan peserta didik

BAB III METODELOGI PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 40. Penelitian ini, mengunakan model Kurt Lewin dalam penelitian

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. (aksi) tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas. 21

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. (PTK). Karena penelitian ini dilakukan untuk memecahkan masalah

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan- tindakan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Student Team Achievement Division (STAD), yang merupakan suatu variasi

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Kelas (PTK) atau classroom action research, yang merupakan suatu upaya

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. pembelajaran. Dalam penelitian ini, peneliti langsung terjun ke lapangan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research memiliki

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. tentang perilaku guru mengajar dan murid belajar.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Sanjaya (2009: 26) mengemukakan penelitian tindakan kelas merupakan proses

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Kunandar menjelaskan PTK adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru

METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB III POSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Metode penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Metode penelitian merupakan cara atau prosedur yang sistematis dan

BAB III METODE PENELITIAN. kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas dapat didefinisikan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. Peredaran Darah Manusia Menggunakan Media Botol Blood Stream Mata

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tentang kemampuan menjelaskan penguasaan konsep ketentuan puasa Ramadhan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan kata lain, dalam penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi dan sampel.

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. istilah Inggrisnya Classroom Action Research (CAR). Nama CAR atau PTK

BAB III METODE DAN RENCANA TINDAKAN. pada saat terjadinya interaksi antara guru dengan siswa. 1 Penelitian Tindakan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. meningkatkan mutu pembelajaran di kelas 28. Dalam penelitian tindakan kelas,

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. kelas. Penelitian tindakan kelas berasal dari bahasa Inggris Classroom Action

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. SQ3R (Survey Question Read Recite Review), yang merupakan suatu variasi

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian tindakan ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kurt

BAB III METODE PENELITIAN. Practice-Rehearsal Pairs, yang merupakan suatu inovasi yang akan diterapkan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. (PTK) dengan tindakan berupa penggunaan metode Team Quiz, di mana metode tersebut

BAB III METODE PENELITIAN. sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

METODE PENELITIAN. kolaboratif. Menurut Wardhani (2009: 1.4) penelitian tindakan kelas adalah. aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. (classroom action research). Penelitian tindakan kelas ini menggunakan mixemethod,

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. pembelajaran. Dalam penelitian ini, peneliti langsung terjun kelapangan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA PENGGARIS RAPITUNG. Devi Afriyuni Yonanda Universitas Majalengka

BAB III METODE PENELITIAN. Jika akar permasalahan sudah diketahui, alternatif berikutnya adalah

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. metode penelitian tindakan kelas atau yang lebih sering disebut dengan

Transkripsi:

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dapat diartikan sebagai proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut. 43 Secara etimologis ada tiga istilah yang berhubungan dengan PTK, yakni penelitian, tindakan dan kelas. Pertama, penelitian adalah suatu proses pemecahan masalah yang dilakukan secara sistematis, empiris, dan terkontrol. Kedua, tindakan dapat diartikan sebagai perlakuan tertentu yang dilakukan peneliti. Tindakan diarahkan untuk memperbaiki kinerja yang dilakukan guru. Ketiga, kelas menunjukkan pada tempat proses pembelajaran berlangsung. PTK dilakukan didalam kelas yang tidak di setting untuk kepentingan penelitian secara khusus, akan tetapi berlangsung dalam keadaan dan kondisi yang real tanpa direkayasa. 44 Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan sifat kolaboratif yakni dengan melibatkan 43 Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2011), 2. 44 Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas. (Jakarta: Prenada Media, 2009), 24. 36

37 pihak lain. Dimana dalam penelitian ini, yang menjadi pihak lain adalah guru mata pelajaran. Pada saat proses penelitian, peneliti bertindak sebagai pengajar pada proses pembelajaran. Sedangkan, guru mata pelajaran bertindak sebagai pengamat. Penanggung jawab pada penelitian tindakan kelas adalah peneliti. Tujuan utama dari penilitian ini adalah untuk mengetahui apakah dapat peningkatkan pemahaman materi jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia pada mata pelajaran IPS melalui strategi berburu informasi kelas V MI Bahrul Ulum Gresik. Metode penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah metode penelitian kombinasi. Metode penelitian ini mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode penelitian kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif dan metode kuantitatif digunakan bersama-sama dalam penelitian, sehingga didapat hasil penelitian yang akurat dan mendalam, yang memiliki kemampuan menjelaskan dan memahami secara simultan. 45 Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti menggunakan model Kurt Lewin. Tujuan menggunakan model ini apabila dalam awal pelaksanaan tindakan ditemukan adanya kekurangan, maka perencanaan dan pelaksanaan tindakan masih dapat dilanjutkan pada siklus berikutnya sampai target yang diinginkan tercapai. Pada setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan atau planning, tindakan atau action, 45 Nusa Putra, dan Hendarman, Metode Riset Campur Sari, (Jakarta: PT Index, 2013), 32.

38 pengamatan atau observing, dan refleksi atau reflecting. Berikut adalah gambaran dari siklus model Kurt Lewin. 46 3.1 Proses penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin B. Setting Penelitian dan Karakteristik Subyek Penelitian 1. Setting Penelitian Setting penelitian ini meliputi: a. Tempat penelitian: Kelas V MI Bahrul Ulum Gresik. b. Subyek penelitian: siswa Kelas V MI Bahrul Ulum Gresik tahun ajaran 2016-2017 dengan jumlah siswa sebanyak 27 yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. c. Waktu penelitian: penelitian akan dilakukan pada semester Ganjil tahun ajaran 2016/ 2017. 46 Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas, 49.

39 2. Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas V MI Bahrul Ulum Gresik karena peneliti menemukan masalah yaitu berupa kurangnya tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS materi kegiatan ekonomi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena banyaknya materi yang membutuhkan hafalan, selain itu materi Kegiatan ekonomi termasuk materi sejarah yang membutuhkan banyak cerita sehingga cenderung membuat siswa segan belajar dan merasa bosan sehingga hal tersebut membuat siswa menjadi kurang mampu dalam memahami pelajaran. C. Variabel Penelitian Variabel yang menjadi sasaran dalam PTK ini adalah peningkatan pemahaman siswa melalui penggunaan strategi berburu informasi dalam mata pelajaran IPS materi jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia pada siswa Kelas V MI Bahrul Ulum Gresik. Disamping variabel tersebut masih ada beberapa variabel yang lain yaitu: 1. Variabel input : Siswa Kelas V MI Bahrul Ulum Gresik. 2. Variabel proses : Penggunaan strategi berburu informasi 3. Variabel output : Peningkatan pemahaman materi jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia pada mata pelajaran IPS Kelas V MI Bahrul Ulum Gresik.

40 D. Rencana Tindakan Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, sebagai berikut: 1. Siklus I a. Perencanaan (planning) Pada tahap perncanaan ini, kegiatan yang harus dilakukan peneliti antara lain: 1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan materi kegiatan ekonomi di Indonesia menggunakan strategi berburu informasi RPP ini digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. 2) Menyusun dan menyiapkan pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran dan lembar observasi. Pedoman observasi digunakan untuk mencatat hasil pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran serta digunakan untuk mencatat segala perilaku dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. 3) Menyiapkan media yang cocok untuk mengoptimalkan penerapan strategi berburu informasi.

41 4) Membuat lembar penilaian untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dalam materi kegiatan ekonomi di Indonesia. 5) Menyusun dan mempersiapkan lembar evaluasi siswa. b. Tindakan (action) Setelah dilakukan perencanaan secara memadai, selanjutnya dilaksanakan tindakan dengan penerapan strategi berburu informasi pada pembelajaran IPS materi kegiatan ekonomi di Indonesia sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Tindakan tersebut meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir dalam pembelajaran. c. Observasi (observing) Observasi atau pengamatan dalam penelitian ini dilakukan selama proses pembelajaran di kelas berlangsung. Observasi dilaksanakan untuk mengamati setiap proses dan perkembangan yang terjadi pada peserta didik. Observasi dilakukan oleh peneliti sesuai dengan pedoman observasi yang telah di buat. d. Refleksi (reflection) Pada tahap ini peneliti mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh selama observasi, yaitu data yang diperoleh dari lembar observasi. Kemudian peneliti mendiskusikan dengan guru dari hasil pengamatan yang dilakukan, baik kekurangan maupun ketercapaian. Pembelajaran dari siklus pertama sebagai pertimbangan perencanaan pembelajaran pada siklus selanjutnya.

42 2. Siklus II Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus kedua dimaksudkan sebagai perbaikan dari siklus pertama. Tahapan pada siklus kedua identik dengan siklus pertama yaitu diawali dengan perencanaan (planning), dilanjutkan dengan tindakan (action), pengamatan (observing), dan refleksi (reflection). Pada tahap refleksi, dilakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus I dan siklus II serta diskusi dengan guru kolabolator untuk mengevaluasi dan membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran IPS materi jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia melalui penerapan strategi berburu informasi dalam meningkatkan pemahaman siswa setelah melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari siklus I sampai siklus II. E. Data dan Cara Pengumpulannya 1. Data Data adalah semua keterangan seseorang yang dijadikan responden maupun yang berasal dari dokumen-dokumen baik dalam bentuk statistik atau dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian yang dimaksud. a. Data Kualitatif Data kualitatif merupakan data yang berhubungan dengan kategorisasi, karakteristik berwujud pertanyaan atau berupa kata-

43 kata. Adapun yang termasuk dalam data kualitatif pada penelitian ini, yaitu gambaran tentang kegiatan pembelajaran siswa Kelas V MI Bahrul Ulum Gresik dengan penerapan strategi berburu informasi, yang berkaitan dengan aktifitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, perhatian, antusias dalam pembelajaran, kepercayaan diri belajar. b. Data Kuantitatif Data kuantitatif merupakan data yang berwujud angkaangka. Adapun yang termasuk dalam data kuantitatif dalam penelitian ini, meliputi: 1). Data jumlah siswa Kelas V. 2). Data presentase ketuntasan minimal. 3). Data nilai siswa. 4). Data presentase aktivitas guru dan siswa. 2. Cara Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diupayakan agar bisa mendapatkan data yang yang benar-benar valid, maka peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara sebagai berikut: 1. Wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-

44 cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada si peneliti. 47 Teknik wawancara dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh data tentang pendapat guru mengenai proses belajar pada siswa Kelas V. Selain itu wawancara juga di gunakan untuk memperoleh informasi tentang penigkatan pemahaman IPS materi kegiatan ekonomi di Indonesia Kelas V MI Bahrul Ulum Gresik sebelum dan sesudah penerapan strategi berburu informasi. 2. Observasi Observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Observasi adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi mengobservasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. 48 Hal-hal yang diamati dalam kegiatan observasi meliputi : 1) Aktivitas guru pada saat poses pembelajaran dengan menggunakan strategi berburu informasi 2) Aktivitas siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan metode berburu informasi 47 Fitri Yuliawati, dkk, Penelitian Tindakan Kelas untuk Tenaga Pendidik Profesional, (Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2012), 61. 48 Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2011), 156.

45 Observasi dilaksanakan untuk mengetahui seberapa pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana yang telah disusun, seberapa proses yang terjadi dapat diharapkan menuju sasaran yang diharapkan. Dengan observasi, diharapkan gejala ketidak berhasilan atau kekeliruan dalam rencana tindakan dapat diketahui sedini mungkin sehingga dapat dilakukan modifikasi rencana tindakan sebelum berjalan lebih lanjut Instrumen yang digunakan dalam kegiatan observasi ini bisa menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa. Aspek yang diamati untuk diberikan penilaian terhadap aktivitas siswa dalm kelompok meliputi : 1) Pemahaman siswa. Pemahaman siswa dalam menguasai materi. Siswa yang aktif dalam proses pembelajaran akan mudah menerima informasi yang diberikan oleh guru, dan jika siswa yang pasif akan sulit untuk menerima informasi yang diberikan oleh guru. 2) Kekompakan dengan anggota kelompok. Kerjasama yang baiak dalam kelompok akan menjadikan suasana menjadi lebih kondusif. b. Dokumentasi

46 Dokumentasi adalah instrumen untuk mengumpulkan data tentang peristiwa yang telah didokumentasikan. 49 Dokumentasi digunakan untuk mengungkap data hasil pelaksanaan penilaian siswa dalam penguasaan materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial mengenai materi jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia Kelas V MI Bahrul Ulum Gresik pada masing-masing siklus, sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik. Dokumentasi nilai siswa sebagai gambaran dan perbandingan sebelum penelitian berlangsung, pada saat pelaksanaan perbaikan tiap siklus dan evaluasi pada akhir penelitian. c. Tes Tes adalah alat yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. 50 Teknik tes digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS materi kegiatan ekonomi di Indonesia. Tes atau evaluasi ini juga sekaligus digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan penerapan strategi berburu informasi sekaligus mengukur tingkat keberhasilan penelitian itu sendiri. 49 Mulyasa, Praktik Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), 69. 50 Ibid, 70.

47 Tes yang digunakan dalam mengetahui tingkat pemahaman siswa berupa tes tulis sebagai teknik pengumpulan data pada siklus I dan siklus II. Tes tulis adalah tes yang dilakukan dengan cara siswa menjawab sejumlah item soal dengan cara tertulis. 51 Tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa 20 butir soal uraian singkat. Soal yang digunakan merupakan soal yang dikategorikan dari sedang dikarenakan soal yang diberikan berupa soal yang mengharuskan siswa mengartikan dan memberikan contoh serta mengklasifikasikan jenis dan kegiatan ekonomi. 3. Teknik Analisis Data Pada penelitian tindakan kelas ini, digunakan analisis deskripsi kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa juga untuk mengetahui respon siswa terhadap kegiatan serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. a. Analisis Test Peneliti menjumlahkan nilai yang diperoleh siswa selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa kelas tersebut sehingga diperoleh nilai 51 Suharsimi Arikunto, dkk.penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), 100

48 rata-rata. Nilai rata-rata kelas didapat dengan menggunakan rumus: 52 X = 100 (Rumus 3.1) Keterangan: X : Nilai rata-rata kelas X : Jumlah keseluruhan nilai perolehan siswa N : Jumlah siswa Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam kelas dapat digunakan rumus sebagai berikut: P = 100% (Rumus 3.2) Keterangan: P : Persentase ketuntasan belajar : Jumlah Hasil yang diperoleh diklasifikasikan kedalam bentuk penskoran nilai siswa dengan menggunakan kriteria tingkat keberhasilan siswa sebagai berikut: Tabel 3.1 Skala Persentase Keberhasilan Belajar Skor Perolehan Nilai Huruf Kualifikasi 52 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, 109.

49 91%-100% A Sangat baik 81%-90% B Baik 71%-80% C Cukup 61%-70% D Kurang < 60% E Gagal b. Analisis Observasi Guru Analisis observasi guru diperoleh dari pengamatan terhadap guru pada saat proses pembelajaran. Untuk menghitung presentasinya menggunakan rumus: P = 100 (Rumus 3.3) Keterangan: P = Nilai Observasi F = Skor yang diperoleh N = Skor maksimal c. Analisis Observasi Siswa Analisis observasi siswa diperoleh dari pengamatan terhadap siswa pada saat proses pembelajaran. Untuk menghitung presentasinya menggunakan rumus: P = 100 (Rumus 3.4)

50 Keterangan: P = Nilai Observasi F = Skor yang diperoleh N = Skor maksimal Hasil yang diperoleh diklasifikasikan kedalam bentuk penskoran nilai dengan menggunakan kriteria tingkat keberhasilan sebagai berikut: Tabel 3.2 Skala Hasil Observasi Guru dan Siswa Skor Perolehan Nilai Huruf Kualifikasi 91-100 A Sangat Baik 81-90 B Baik 71-80 C Cukup 61-70 D Kurang < 60 E Gagal F. Indikator Kinerja Penelitian mengenai peningkatan pemahaman materi jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia pada mata pelajaran IPS melalui

51 strategi berburu informasi ini dianggap selesai apabila sudah memenuhi kriteria dibawah ini: a. Ketuntasan belajar 80%. b. Nilai rata-rata siswa 73. c. Kinerja guru 80. d. Kinerja siswa 80. G. Tim Peneliti dan Tugasnya Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran IPS, tugas peneliti adalah melakukan tindakan dalam penelitian, sedangkan guru saling bekerja sama membantu pelaksanaan kegiatan penelitian maupun segala hal yang bersangkutan dengan penelitian tersebut. 1. Guru a. Nama : Ayu Dwi Rachmawati, S.Pd.I b. Jabatan : Guru Mata Pelajaran IPS kelas V A c. Tugas : 1) Bertanggung jawab atas semua jenis kegiatan pembelajaran. 2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan Strategi papan memori yang telah di siapkan oleh peneliti. 3) Terlibat dalam perencanaan, observasi, dan merefleksi pada tiap- tiap siklus

52 2. Peneliiti a. Nama : Islamiah b. NIM : D77213072 c. Status : Mahasiswi d. Tugas : 1) Menyusun perencanaan pembelajaran, menyusun instrumen penelitian, dan membuat lembar observasi. 2) Menilai instrumen aktivitas guru dan aktivitas siswa. 3) Menilai hasil tugas dan evaluasi akhir materi. 4) Membantu pelaksanaan kegiatan pembelajaran. 5) Melakukan diskusi dengan guru kolaborator