Modul ke: 11Fakultas FASILKOM Pendidikan Agama Islam Sukses Hidup Dalam Islam Inggar Saputra, S.Pd Program Studi Teknik Informatika
Latar Belakang Sukses adalah milik setiap manusia dan hak setiap manusia untuk dapat memperolehnya. Untuk mencapai sukses maka setiap manusia harus bekerja keras Dengan mencapai sukses, seorang muslim akan dihargai orang lain, berpengaruh dan mampu menjadi teladan bagi manusia lainnya. Lima prinsip mencapai sukses : bermimpi besar, bekerja keras, belajar setiap hari, menikmati hidup dan jujur kepada diri sendiri.
1-PENGERTIAN SUKSES Kemampuan untuk menjalani hidup Anda sesuai dengan keinginan Anda, melakukan apa yang yang paling dinikmati, dikelilingi oleh orang-orang Anda senangi dan hormati (Brian Tracy) Mendapatkan banyak hal yang bisa dibeli oleh uang dan semua hal yang tak bisa dibeli oleh uang (Zig Ziglar) Suatu peristiwa atau pengalaman yang Anda mengingatnya sebagai pemuasan diri (Lila Swell )
Pengertian Sukses (Zainal Fanani) Sukses itu adalah prestasi yang sangat tinggi. Untuk mendapatkannya butuh perjuangan yang besar, berproses lama dan tidak dengan cara yang mudah. Sukses itu adalah gerak maju secara terus-menerus menuju tujuan (fokus). Untuk sukses butuh proses lama, tenaga tak sedikit dan sikap optimis. Sukses itu berakhir saat seseorang merasa puas dan bahagia. Ukuran sukses itu kepuasan, kebahagiaan, dan kesejahteraan yang dirasakan seseorang pada saat memperoleh kesuksesannya.
2-PENYEBAB MUSLIM GAGAL MERAIH SUKSES
Penyebab Gagal Sukses (1) Saya terlalu sibuk. Setiap orang mempunyai kesibukan, tapi Allah memberikan waktu jatah sama kepada setiap orang 24 jam sehari.manfaatkan untuk keluarga&dialog dengan Allah SWT. Saya tidak pandai. Perkataan ini muncul karena ketidakpercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki diri sendiri pada setiap manusia. Saya tidak berbakat. Setiap manusia itu diciptakan Allah SWT untuk memiliki kekurangan maupun kelebihan. Bakat bukan satu-satunya kunci kesuksesan jika kita mau terus belajar, berlatih, serta memperbaiki diri.
Penyebab Gagal Sukses (2) Saya tidak cantik / ganteng Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. (QS. At-Tiin : 4). Saya tidak beruntung. Sukses tak ada hubungan dengan keberuntungan sebab sukses itu rencana dari Allah. Saya tidak kaya. Banyak orang sukses awalnya tidak kaya, jadi semua bisa sukses walaupun bukan dari orang kaya. Saya orang biasa-biasa saja. Allah menciptakan di bumi ini golongan orang beriman dan beramal soleh, bukan dari orang yang memiliki keturunan ningrat ataupun konglomerat.
3-CARA MERAIH SUKSES
CARA MERAIH SUKSES (1) Siapa yang beramal shalih baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan kami akan membalas mereka dengan pahala yang lebih baik dari pada apa yang mereka amalkan. (QS.An-Nahl: 97). Ketahuilah dengan mengingat (berdzikir) kepada Allah akan tenang hati itu. (QS. Ar-Ra d: 28). Dengan cara seperti ini seorang hamba akan memiliki Siapa yang bertawakkal kepada Allah maka Allah mencukupinya. (QS. At Thalaq:3).
CARA MERAIH SUKSES (2) Tidak ada kebaikan dalam kebanyakan bisikanbisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) untuk bersedekah atau berbuat kebaikan dan ketaatan atau memperbaiki hubungan di antara manusia. Barang siapa melakukan hal itu karena mengharapkan ridho Allah, niscaya kelak kami akan berikan padanya pahala yang besar. (An-Nisa:114). Barangsiapa yang tidak ridha dengan qadha dan qadar-ku dan tidak sabar terhadap bencana yang Aku timpakan atasnya, maka sebaiknya ia mencari Tuhan selain Aku.(HR Thabrani).
CARA MERAIH SUKSES (3) Bersemangatlah untuk memperoleh apa yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah dan janganlah lemah. Bila menimpamu sesuatu (dari perkara yang tidak disukai) janganlah engkau berkata: Seandainya aku melakukan ini niscaya akan begini dan begitu, akan tetapi katakanlah: Allah telah menetapkan dan apa yang Dia inginkan Dia akan lakukan, karena sesungguhnya kalimat seandainya itu membuka amalan syaitan. (HR.Muslim).
Terima Kasih Inggar Saputra, S.Pd