BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
LAMPIRAN 1. Indikator - Indikator Pengungkapan CSR Berdasarkan GRI Versi 3.0

LAMPIRAN I Cara. Indikator. Kualitas (esensi) Ada/Tidak

ITEM PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN. 3 EC 3 Jaminan kewajiban organisasi terhadap program imbalan pasti

LAMPIRAN 2 : ITEM ITEM PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PERUSAHAAN

No Kode Nama Perusahaan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholders Teori) Hal pertama mengenai teori stakeholder adalah bahwa stakeholder adalah

LAMPIRAN. 1. Lampiran 1 : Rincian Beban Tidak Terikat RSUD Tarakan.

LAMPIRAN 1. Indikator-indikator Pengungkapan CSR Berdasarkan GRI versi 3.0

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan

LAMPIRAN 1 Daftar Sampel Perusahaan Manufaktur. No Nama Perusahaan Kode Perusahaan

LAMPIRAN 1. Daftar Indikator Pengungkapan CSR menurut GRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tujuan penelitian Oksidea (2013) adalah untuk menjelaskan dan

DAFTAR PUSTAKA. Ghozali, Imam Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Lampiran. Gambar 1.1. Grafik Indeks Pengungkapan CSR Tahun Gambar 1.2. Nilai ROA Perusahaan Properti Periode

BAB II LANDASAN TEORI. Isyarat atau signal menurut Brigham dan Houston (2009) adalah suatu tindakan

BAB I PENDAHULUAN. Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2012 yang tumbuh sebesar 6,23 persen

BAB 2. Tinjauan Teoritis dan Perumusan Hipotesis

BAB 1 PENDAHULUAN. tetapi juga penting bagi para investor terkait masalah keuangan didalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholders Theory)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Perusahaan memiliki kewajiban sosial atas apa yang terjadi di sekitar

Global Reporting Initiatives, PelaporanTanggung Jawab Sosial yang Paripurna. Andilo Tohom Tampubolon (Widyaiswara Madya pada Pusdiklatwas BPKP)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini dilakukan tidak terlepas dari hasil penelitian-penelitian terdahulu yang

BAB I PENDAHULUAN. Tanggung jawab sosial perusahaan atau yang lebih dikenal dengan corporate

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ditengah perkembangan ekonomi yang semakin meningkat, hampir

DAFTAR SAMPEL PERUSAHAAN MANUFAKTUR. Industri Barang Konsumsi 2 ADMG PT. Polyhem Indonesia Tbk Aneka Industri

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan utama manajemen perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya ialah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dimasa yang akan datang. Signalling theory menjelaskan tentang

BAB I PENDAHULUAN. dipakai investor ketika menanamkan dananya pada suatu perusahaan dan juga para

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social

BAB I PENDAHULUAN. kinerja keuangan perusahaan namun juga ingin mengetahui mengenai kinerja non

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada saat ini pelaksanaan Corporate Governance sangat diperlukan untuk

BAB I PENDAHULUAN. beroperasi untuk mewujudkan tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun dalam

BAB I PENDAHULUAN. peluang kepada masyarakat untuk menerima return saham, sesuai dengan. karakteristik investasi yang dipilih sebelumnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pendekatan Berbasis Sumber Daya(Resources Based Theory/Resources

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengungkapan Sukarela (Voluntary disclosure) maupun secara sukarela dilakukan perusahaan, yang berupa laporan euangan,

BAB I PENDAHULUAN. sekuritas pada negara tersebut. Pasar modal Indonesia memiliki peran besar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian saat ini. Berikut merupakan penelitian terdahulu yang berkaitan:

BAB I PENDAHULUAN. dan pertumbuhan ekonomi lingkungan sekitar perusahaan yang sehat dengan

BAB I PENDAHULUAN. dasar bagi investor, kreditor, calon investor, calon kreditor dan pengguna

Nuraini Sari ABSTRACT. Keywords: Corporate Social Responsibility (CSR), Global Reporting Initiative (GRI), performance indicator ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TIMJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Jalal (2013) dalam tulisan artikelnya mengatakan bahwa tanggungjawab

PENDAHULUAN. untuk memakmurkan pemilik perusahaan atau pemegang saham. Tujuan ini dapat

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengaruh Corporate Governance pada hubungan Corporate Social Responsibility

BAB I PENDAHULUAN. kepada stakeholders dan bondholders, yang secara langsung memberikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility (CSR)).

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh perseorangan atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Kecenderungan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial

BAB I PENDAHULUAN. sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility), tentang komitmen

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Sharpe et al (dalam, Setiyono 2016) pengumuman informasi

Lampiran 1. Panduan GRI

BAB I PENDAHULUAN. sebagai sarana berinvestasi bagi masyarakat dalam instrument keuangan seperti

BAB I PENDAHULUAN. belakangan ini banyak terjadi konflik industri, seperti kerusakan alam, banyaknya

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dibandingkan dengan sumber penerimaan lain (non pajak).

BAB I PENDAHULUAN. Supriyadi, Pasar Modal Syariah di Indonesia (Menggagas Pasar Modal Syariah dari Aspek Praktik), Kudus, STAIN Kudus, 2009, hlm. 30.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Manajemen Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan oleh stakeholder kepada perusahaan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ketidakpastian kondisi penghasilan dan kebutuhan akan konsumsi di masa

BAB I PENDAHULUAN. saham dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Tujuan perusahaan untuk memperoleh profit tentunya harus didukung

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single

BAB I PENDAHULUAN. dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu investasi (investment), sering juga

BAB I PENDAHULUAN. manajemen dapat memantau perkembangan perusahaan tersebut.

BAB 1 PENDAHULUAN. diterapkannya good corporate governance di Indonesia merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. sekuritas dengan harapan memperoleh return yang optimal. Bagi investor dan calon

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility mungkin

BAB1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. penurunan keuntungan, yang mengakibatkan turunnya tingkat return saham. Grafik LQ45 Periode sampai

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Keuangan 2.1.1 Pengertian Manajemen Keuangan Perusahaan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan harus menjalankan fungsinya dengan tepat. Menurut Sudana (2011) Manajemen keuangan merupakan bidang keuangan yang menerapkan prinsip-prinsip keuangan dalam suatu organisasi perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan nilai melalui pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya yang tepat. Pengertian manajemen keuangan menurut Bambang Riyanto (2013:4) manajemen keuangan adalah sebagai berikut manajemen keuangan adalah keseluruhan aktivitas yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana dan menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut. Dari kedua pengertian diatas dapat pengertian manajemen keuangan menurut penulis adalah semua aktivitas atau kegiatan perusahaan untuk berusaha mendapatkan dana, menggunakan dana dan mengalokasikan dana untuk mencapai tujuan perusahaan. Dalam perkembangan dan keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari peranan manajemen keuangannya. 2.1.2 Tujuan Manajemen Keuangan Menurut Kasmir (2010:8) berpendapat bahwa tujuan manajemen keuangan adalah mencapai tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan ini lebih dibebankan kepada manajer keuangan. Tujuan perusahaan yaitu : a. Memaksimalkan nilai perusahaan Tugas manajer keuangan dalam memaksimalkan nilai perusahaan adalah memaksimalkan nilai saham perusahaan. Harga saham perusahaan dapat diukur dari waktu ke waktu. Keuntungan dari peningkatan nilai saham perusahaan adalah perusahaan akan memperoleh kemudahan pinjaman dana dari lembaga keuangan.

b. Maksimalisasi laba Maksimalisasi laba adalah memaksimalkan penghasilan perusahaan setelah pajak. c. Menciptakan kesejahteraan stakeholder Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan pemegang saham, manajemen, pelanggan, kreditor, supplier, dan masyarakat. Kesejahteraan stakeholder akan meningkatkan nilai perusahaan. Sedangkan peningkatan nilai perusahaan akan meningkatkan bonus dan penghasilan manajemen. d. Meningkatkan Citra Perusahaan Tujuan dari usaha ini adalah masyarakat memiliki sikap dan pandangan positif terhadap perusahaan. Segala aktivitas perusahaan akan memperoleh kepercayaan berbagai pihak. e. Meningkatkan tanggung jawab sosial Perusahaan menjamin produk yang dijual aman dikonsumsi. Perusahaan juga mencegah kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi akibat aktivitas produksi. Selain itu perusahaan harus aktif dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. 2.1.3 Fungsi Manajemen Keuangan Manajemen keuangan merupakan manajemen (pengelolaan) mengenai bagaimana memperoleh aset, mendanai aset dan mengelola aset untuk mencapai tujuan perusahaan. Dari definisi tersebut menurut Martono dan Agus (2010:4) ada 3 (tiga) fungsi utama dalam manajemen keuangan, yaitu : 1. Keputusan Investasi (Investment Decision) Keputusan investasi merupakan keputusan terhadap aktiva apa yang akan dikelola oleh perusahaan. Keputusan investasi adalah yang paling penting diantara ketiga keputusan lainnya. Hal ini dikarenakan keputusan investasi berpengaruh secara langsung terhadap besarnya rentabilitas investasi dan aliran kas perusahaan untuk waktu yang akan datang.

2. Keputusan Pendanaan (Financing Decision) Keputusan pendanaan ini menyangkut beberapa hal. Pertama, keputusan mengenai penetapan sumber dana yang diperlukan untuk membiayai investasi. Sumber dana yang akan digunakan untuk membiayai investasi tersebut dapat berupa hutang jangka pendek, hutang jangka panjang, dan modal sendiri. Kedua, penetapan perimbangan pembelanjaan yang terbaik atau sering disebut struktur modal yang optimum. Struktur modal optimum merupakan perimbangan hutang jangka panjang dan modal sendiri dengan biaya modal rata-rata minimal. 3. Keputusan Pengelolaan Aset (Assets Management Decision) Apabila aset telah diperoleh dengan pendanaan yang tepat, maka aset-aset tersebut memerlukan pengelolaan secara efisien. Pengalokasian dana yang digunakan untuk pengadaan dan pemanfaatan aset menjadi tanggung jawab manajer keuangan. Tanggung jawab tersebut menuntut manajer keuangan untuk lebih memperhatikan pengelolaan aktiva lancar dari pada aktiva tetap. 2.2 Pasar Modal Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas. Pasar modal juga bisa diartikan sebagai pasar untuk memperjualbelikan sekuritas yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti saham dan obligasi (Tandelilin, 2010:26). Pasar modal Indonesia memiliki peran besar bagi perekonomian negara. Adanya pasar modal (capital market), membuat investor sebagai pihak yang memiliki kelebihan dana dapat menginvestasikan dananya. pada berbagai sekuritas dengan harapan memperoleh imbalan (return). Berdasarkan teori diatas penulis berpendapat bahwa pasar modal merupakan tempat yang mempertemukan antara pihak investor dengan emiten untuk menciptakan penawaran dan permintaan. Pasar modal dapat mendorong terciptanya penggunaan dana yang efisien, karena dengan adanya pasar modal

maka pihak investor dapat menentukan alternatif investasi mana yang memberikan return yang paling maksimal. 2.3 Saham Rodoni & Ali (2010) menyatakan saham didefinisikan sebagai penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan. Saham merupakan tanda bahwa investor menanamkan modal pada suatu perusahaan, saham juga sebagai bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan. Para pemegang saham berhak mengeluarkan suara untuk perusahaan melewati Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan oleh perusahaan. Besarnya pengaruh suara ketika RUPS tergantung dari besarnya jumlah lembar saham yang dimiliki oleh investor, semakin besar jumlah lembar saham yang dimiliki semakin berpengaruh suara yang dikeluarkan oleh seorang investor begitu juga sebaliknya. Para pemegang saham juga berhak memperoleh deviden yang dibagikan oleh perusahaan. Pemegang sahampun juga menanggung resiko sebesar saham yang dimiliki. Saham sebagai salah satu cara untuk menilai perusahaan semakin tinggi harga sahamnya makan semakin tinggi nilai perusahaannya 2.4 Return Saham Return saham menurut Jogiyanto (2010) merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Memperoleh return yang maksmimal merupakan motivasi para investor untuk melakukan investasi. Tanpa return, tentunya para investor tidak akan tertarik untuk melakukan investasi pada suatu perusahaan. Jadi, alasan investor melakukan investasi untuk memperoleh return. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan menurut penulis bahwa return merupakan tingkat keuntungan atau kerugian yang diperoleh dari suatu investasi. Aktual return adalah return yang terjadi pada waktu t yang merupakan selisih dari harga sekarang relatif terhadap harga sebelumnya. Aktual Return tiap perusahaan dapat dihitung dengan rumus:

Pt Pt 1 Rt = Pt 1 Keterangan : a. Pt : Harga saham individual perusahaan i pada waktu t b. Pt-1 : Harga saham individual perusahaan i pada waktu t- 1. c. Rt : Return Aktual Ketidakpastian selalu dihadapkan pada setiap investor yang menanamkan modalnya terhadap return yang akan diperoleh dan risiko yang akan dihadapi oleh investor tersebut. Semakin besar return yang diharapkan akan diperoleh dari investasi, semakin besar risikonya, sehingga dikatakan bahwa return memiliki hubungan positif dengan risiko ketika melakukan investasi. Risiko yang lebih tinggi biasanya mendapatkan return yang lebih tinggi pula. Pada penelitian ini mengukur return saham berdasarkan return aktual perusahaan. 2.5 Corporate Social Responsibility Corporate Social Responsibility adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, melainkan pula untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan bekerlajutan (Suharto, 2010, h.4). Secara umum Corporate Social Responsibility dimaknai sebuah cara dengan mana perusahaan berupaya mencapai sebuah keseimbangan antara tujuan- tujuan ekonomi, lingkungan, dan sosial masyarakat, seraya tetap merespon harapan- harapan para pemegang saham dan pemangku kepentingan (Suharto, 2010, h.9). Program Corporate Social Responsibility diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, adapun isi Undang-Undang tersebut yang berkaitan dengan CSR, yaitu pada pasal 74 di Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, berbunyi:

1. Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. 2. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. 3. Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 4. Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan Peraturan Pemerintah. Sedangkan pada pasal 25 (b) Undang Undang Penanaman Modal menyatakan kepada setiap penanam modal wajib melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan. Dari sumber hukum diatas dapat kita lihat bagaimana pemerintah Indonesia berusaha untuk mengatur pelaksanaan Corporate Social Responsibility kepada perusahaan sebagai suatu kewajiban. Kegiatan Corporate Social Responsibility tidak hanya dilihat sebagai salah satu biaya melainkan sebagai keuntungan untuk jangka panjang. Kegiatan Corporate Social Responsibility mendukung pembangunan berkelanjutan perusahaan dan sebagai konsep tata kelola perusahaan yang baik pada perusahaan. Kegiatan Corporate Social Responsibility merupakan investasi bagi perusahaan demi keberlangsungan hidup perusahaan pada jangka waktu yang panjang. Kesejahteraan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat akan lebih terjamin dengan diadakannya kegiatan Corporate Social Responsibility. Melalui Corporate Social Responsibility perusahaan juga dapat membangun reputasi yang baik. Corporate Social Responsibility harus dijalankan melalui suatu program dalam waktu jangka panjang. Dengan perusahaan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility adalah suatu keputusan yang

tepat, sebab program-program Corporate Social Responsibility akan menimbulkan efek keuntungan yang akan dinikmati oleh semua pihak yang berada didalam dan diluar perusahaan. Program Corporate Social Responsibility yang berkelanjutan yang langsung terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat merupakan tanggung jawab perusahaan terhadap kepentingan umum. Pengungkapan Corporate Social Responsibility diukur dengan proksi CSRDI (Corporate Social Responsibility Disclosure Index) berdasarkan indikator GRI (Global Reporting Initiatives) yang diperoleh dari website www.globalreporting.org. adalah sebagai berikut: Keterangan: CSDIj = Xij nj Rumus perhitungan CSRDI a. CSRDIj : Corporate Social Responsibility Disclosure Index perusahaan j, b. Xij : dummy variable: 1 = jika item i diungkapkan; 0 = jika item i tidak diungkapkan. c. 0 CSRDIj 1. d. nj : jumlah item pengungkapan untuk perusahaan j, nj = 79 2.5.1 Kategori Indeks CSR adalah sebagai berikut : Kategori indeks pengungkapan Corporate Social Responsibility dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini : Tabel 2.1 Kategori Indeks CSR No Kode GRI Item CSR berdasarkan GRI 1 EC1 Perolehan dan distribusi nilai ekonomi 2 EC2 Implikasi finansial akibat perubahan iklim 3 EC3 Dana pensiun karyawan 4 EC4 Bantuan finansial dari pemerintah

No Kode GRI Item CSR berdasarkan GRI 5 EC5 Standar upah minimum 6 EC6 Rasio pemasok lokal 7 EC7 Rasio karyawan lokal 8 EC8 Pengaruh pembangunan infrastruktur 9 EC9 Dampak pengaruh ekonomi tidak langsung 10 EN1 Pemakaian material 11 EN2 Pemakaian material daur ulang 12 EN3 Pemakaian energi langsung 13 EN4 Pemakaian energi tidak langsung 14 EN5 Penghematan energi 15 EN6 Inisiatif penyediaan energi terbarukan 16 EN7 Inisiatif mengurangi energi tidak langsung 17 EN8 Pemakaian air 18 EN9 Sumber air yang terkena dampak 19 EN10 Jumlah air daur ulang 20 EN11 Kuasa tanah di hutan lindung 21 EN12 Perlindungan keanekaragaman hayati 22 EN13 Pemulihan habitat 23 EN14 Strategi menjaga keanekaragaman hayati 24 EN15 Spesies yang dilindungi 25 EN16 Total gas rumah kaca 26 EN17 Total gas tidak langsung yang berhubungan dengan gas rumah kaca 27 EN18 Inisiatif pengurangan efek gas rumah kaca 28 EN19 Pengurangan emisi ozon 29 EN20 Jenis-jenis emisi udara 30 EN21 Kualitas pembuangan air dan lokasinya 31 EN22 Klasifikasi limbah dan metode pembuangan 32 EN23 Total biaya dan jumlah yang tumpah 33 EN24 Limbah berbahaya yang ditransportasikan

No Kode GRI Item CSR berdasarkan GRI 34 EN25 Keanekaragaman hayati 35 EN26 Inisiatif mengurangi dampak buruk pada lingkungan 36 Persentase produk yang terjual dan materi kemasan EN27 dikembalikan berdasarkan kategori 37 Nilai moneter akibat pelanggaran peraturan dan hukum EN28 lingkungan hidup 38 Dampak signifikan terhadap lingkungan akibat transportasi EN29 Produk 39 EN30 Biaya dan investasi perlindungan lingkungan 40 LA1 Jumlah karyawan 41 LA2 Tingkat perputaran karyawan 42 LA3 Kompensasi bagi karyawan tetap 43 LA4 Perjanjian Kerja Bersama 44 LA5 Pemberitahuan minimum tentang perubahan operasional 45 LA6 Majelis kesehatan dan keselamatan kerja 46 LA7 Tingkat kecelakaan kerja 47 LA8 Program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan 48 LA9 Kesepakatan kesehatan dan keselamatan kerja 49 LA10 Rata-rata jam pelatihan 50 LA11 Program persiapan pensiun 51 LA12 Penilaian kinerja dan pengembangan karir 52 LA13 Keanekaragaman karyawan 53 LA14 Rasio gaji dasar pria terhadap wanita 54 HR1 Perjanjian dan investasi menyangkut HAM 55 HR2 Persentase pemasok dan kontraktor menyangkut HAM 56 HR3 Pelatihan karyawan tentang HAM 57 HR4 Kasus diskriminasi 58 HR5 Hak berserikat 59 HR6 Pekerja di bawah umur

No Kode GRI Item CSR berdasarkan GRI 60 HR7 Pekerja paksa 61 HR8 Tenaga keamanan terlatih HAM 62 HR9 Pelanggaran hak penduduk asli 63 SO1 Dampak program pada komunitas 64 SO2 Hubungan bisnis dan risiko korupsi 65 SO3 Pelatihan anti korupsi 66 SO4 Pencegahan tindakan korupsi 67 SO5 Partisipasi dalam pembuatan kebijakan publik 68 SO6 Sumbangan untuk partai politik 69 SO7 Hukuman akibat pelanggaran persaingan usaha 70 SO8 Hukuman atau denda pelanggaran peraturan perundangan 71 PR1 Perputaran dan keamanan produk 72 PR2 Pelanggaran peraturan dampak produk 73 PR3 Informasi kandungan produk 74 PR4 Pelanggaran penyediaan info produk 75 PR5 Tingkat kepuasan pelanggan 76 PR6 Kelayakan komunikasi pemasaran 77 PR7 Pelanggaran komunikasi pemasaran 78 PR8 Pengaduan tentang pelanggaran privatisasi pelanggan 79 PR9 Denda pelanggaran pengadaan dan penggunaan produk Sumber : www.globalreporting.org. Keterangan : 1. Aspek Ekonomi (EC) 2. Aspek Lingkungan (EN) 3. Aspek tenaga kerja (LA) 4. Aspek hak asasi manusia (HR) 5. Aspek sosial (SO) 6. Aspek produk (PR)

2.6 Sustainability Reporting Sustainability report adalalah praktik pengukuran, pengungkapan, dan upaya akuntabilitas dari kinerja organisasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan terhadap para stakeholder internal dan eksternal (GRI). Sebuah laporan keberlanjutan harus menyediakan gambaran yang berimbang dan masuk akal dari kinerja keberlanjutan sebuah organisasi baik kontribusi yang positif maupun negatif (https://www.globalreporting.org/). Pengungkapan sustainability report yang sesuai dengan GRI-G3 harus memenuhi beberapa standar. Standar-standar ini tercantum dalam GRI-G3 Guidelines (https://www.globalreporting.org/), yaitu: a. Ekonomi b. Lingkungan c. Hak Asasi Manusia d. Masyarakat e. Tanggung Jawab Produk f. Sosial Pengungkapan sustainability report yang sesuai dengan GRI harus memenuhi prinsip yang tercantum kedalam GRI-G3 Guidelines (https://www.globalreporting.org/), yaitu: a. Keseimbangan b. Dapat Dibandingkan c. Akurat d. Urut Waktu e. Kesesuaian f. Dapat Dipertanggungjawabkan 2.7 Teori Sinyal (Signaling Theory) Cheng dan Christiawan (2011) menyatakan bahwa sebagai salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan para stakeholders

lainnya, perusahaan seringkali terlibat dalam kegiatan-kegiatan Corporate Social Responsibility. Pengungkapan kegiatan Corporate Social Responsibility adalah salah satu cara memberikan sinyal yang positif kepada stakeholders dan pasar tentang bagaimana keadaan perusahaan dimasa yang akan datang bahwa perusahaan memberikan perhatian yang lebih terhadap keberlangsungan hidup perusahaan. Ini sesuai dengan signaling theory dimana perusahaan akan meningkatkan nilai perusahaan melalui kinerja perusahaan dari laporan keberlanjutan perusahaan tentang pengungkapan Corporate Social Responsibility. Pengungkapan kegiatan Corporate Social Responsibility dianggap sebagai informasi yang bermanfaat bahwa perusahaan tersebut memperhatikan kinerja perusahaan melalui dimensi-dimensi yang ada pada pengungkapan Corporate Social Responsibility yaitu ekonomi, lingkungan, sosial, hak asasi manusia, masyarakat dan produk. Jadi dapat dilihat bahwa Corporate Social Responsibility dianggap sebagai salah satu sinyal yang akan mempengaruhi investor dalam melakukan investasi 2.8 Teori Stakeholder Menurut Utama (2010), bahwa tanggung sosial jawab perusahaan tidak hanya terhadap pemiliknya atau pemegang saham saja tetapi juga terhadap para stakeholders yang terkait dan/atau terkena dampak dari keberadaan perusahaan. Dalam menetapkan dan menjalankan strategi bisnisnya, perusahaan yang menjalankan CSR akan memperhatikan dampaknya terhadap kondisi sosial dan lingkungan, dan berupaya agar memberikan dampak positif. Utama (2010) menyatakan bahwa pemerintah beserta segenap jajarannya perlu memahami konteks CSR, karena ada keterpaduan dengan program pemerintah. Bukan tidak mungkin bila pemahaman terhadap konsep ini tidak sejajar, maka kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak akan pernah sejalan dengan kebijakan dunia usaha.

Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap perusahaan yang menjalankan kegiatannya dalam berbisnis tidak hanya memperhatikan keinginan sendiri tetapi juga untuk kepentingan masyarakat luas. 2.9 Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Return Saham. Kegiatan Corporate Social Responsibility adalah salah satu tanggung jawab perusahaan terhadap stakeholders. Stakeholders akan memberikan perhatian yang lebih terhadap perusahaan yang melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility. Ini sesuai dengan signaling theory dimana perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan yang tergambar dari return saham melaui pelaporan pengungkapan Corporate Social Responsibility sebagai sinyal melalui laporan keberlanjutan perusahaan. Pengungkapan kegiatan Corporate Social Responsibility dianggap sebagai informasi yang bermanfaat bahwa perusahaan tersebut memperhatikan kinerja perusahaan melalui dimensi-dimensi yang ada pada pengungkapan Corporate Social Responsibility yaitu ekonomi, lingkungan, sosial, hak asasi manusia, masyarakat dan produk Respon positif akan diberikan investor ditandai dengan peningkatan harga saham, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mempunyai kinerja baik dalam hal sosial dan lingkungannya. Pengungkapan CSR berpengaruh kepada harga saham perusahaan karena CSR adalah informasi yang baik dari perusahaan (Nuryaman, 2013). Makin baik hasil yang dicapai perusahaan dalam mengungkapkan indikator-indikator yang ada didalam laporan keberlanjutan perusahaan akan membuat investor makin tertarik untuk melakukan penawaran dan membeli saham perusahaan, sehingga makin banyak permintaan atas saham tersebut, akan makin menaikkan harga saham perusahaan. Hal ini menandakan bahwa Corporate Social Responsibility menimbulkan efek positif yang dapat meningkatkan keuntungan perusahaan apabila dilakukan

dengan benar dan jangka waktu yang panjang. Menurut Nining Pratiwi dan I.Kt.Suryanawa (2014) mengungkapkan bahwa Corporate Social Responsibility Disclosure berpengaruh signifikan pada return saham. Menurut Dewi Anggraini (2015) bahwa CSR, ROA, Size, Price to Book Value, BETA, Inflasi, Growth memiliki efek signifikan pada return saham. Menurut Yungchih George Wang (2011) mengatakan bahwa bahwa CSR memiliki dampak positif dan signifikan pada kinerja saham. Theofanis Karagiorgos (2010) mengatakan bahwa ada hubungan positif antara corporate social perfomance dengan return saham. Menurut Teodora Vujicic (2015) Hasil penelitian ini adalah CSR menunjukkan hubungan negatif terhadap return saham. Menurut Anies Indah Hariyanti (2014) pengungkapan Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. 2.10 Peneliti Terdahulu Penelitian mengenai Corporate Social Responsibility telah banyak dilakukan, Hasil penelitian menunjukkan keberagaman hasil dan dapat dilihat pada tabel 2.2 dibawah ini : Tabel 2.2 Peneliti Terdahulu No Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian Good Corporate Good Corporate Governance tidak Nining Pratiwi Governance, Corporate berpengaruh signifikan pada return saham, 1 dan Social Responsibility Corporate Social Responsibility Disclosure I.Kt.Suryanawa Disclosure, return saham berpengaruh signifikan pada return saham. Return Saham, Corporate Hasil studi ini menunjukkan bahwa CSR, Socail Responsibility, Dewi ROA, Size, Price to Book Value, BETA, ROA, SIZE, Price To Book 2 Anggraini Inflasi, Growth memiliki efek signifikan Value, BETA, Inflasi, pada return saham Growth. 3 Yungchih George Wang Corporate Social Responsibility dan kinerja saham Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa CSR memiliki dampak positif dan signifikan pada kinerja saham

No Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian Theofanis 4 Karagiorgos 5 Teodora Vujicic Anies Indah 6 Hariyanti Return Saham, Corporate Social Responsibility, capitalisation (CAP), CAPM beta (BETA) Corporate Social Responsibility dan Return Saham Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Return Saham. ada korelasi positif antara return saham dan kinerja CSR pada perusahaan yang terdaftar di Yunani Hasil penelitian ini adalah CSR menunjukkan hubungan negatif terhadap return saham pengungkapan Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. 2.11 Kerangka Pemikiran Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba. Perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index atau biasa disebut JII adalah salah satu indeks saham yang ada di Indonesia (wikipedia). Pembentukan JII tidak lepas dari kerja sama antara Pasar Modal Indonesia (dalam hal ini PT Bursa Efek Jakarta) dengan PT Danareksa Invesment Management (PT DIM). Tujuan pembentukan JII adalah untuk meningkatkan kepercayaan untuk melakukan investasi di bursa efek, untuk mendapatkan kepercayaan investor dapat dilihat melalui kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan dapat dilihat secara internal dan eksternal. kinerja perusahaan secara internal dapat melalui menilai laporan keuangan perusahan, Sedangkan kinerja perusahaan secara eksternal yaitu dengan melihat dari pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada sustainability report. Corporate Social Responsibility adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, melainkan pula untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan bekerlajutan (Suharto, 2010, h.4). Secara umum CSR dimaknai

sebuah cara dengan mana perusahaan berupaya mencapai sebuah keseimbangan antara tujuan- tujuan ekonomi, lingkungan, dan sosial masyarakat, seraya tetap merespon harapan- harapan para pemegang saham dan pemangku kepentingan (Suharto, 2010, h.9). Nilai perusahaan dapat dilihat dari harga saham yang ada, suatu perusahaan dikatakan mempunyai nilai yang baik jika kinerja perusahaan juga baik. Saham merupakan tanda penyertaan bahwa investor menanamkan modal pada suatu perusahaan, saham juga sebagai bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan. Motivasi para investor untuk melakukan investasi yaitu dengan mendapatkan return yang maksimal. Return saham menurut Jogiyanto (2010) merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return saham diukur dengan aktual return. Aktual return adalah return yang terjadi pada waktu t yang merupakan selisih dari harga sekarang relatif terhadap harga sebelumnya. Cheng dan Christiawan (2011) menyatakan bahwa sebagai salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan para stakeholders lainnya, perusahaan seringkali terlibat dalam kegiatan-kegiatan CSR. Para stakeholders dapat memberikan perhatian yang lebih bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam program Corporate Social Responsibility. Ini sesuai dengan signaling theory dimana perusahaan akan meningkatkan nilai perusahaan melalui kinerja perusahaan dari laporan keberlanjutan perusahaan tentang pengungkapan Corporate Social Responsibility. Menurut Nining Pratiwi dan I.Kt.Suryanawa (2014) mengungkapkan bahwa Corporate Social Responsibility Disclosure berpengaruh signifikan pada return saham. Menurut Dewi Anggraini (2015) bahwa CSR, ROA, Size, Price to Book Value, BETA, Inflasi, Growth memiliki efek signifikan pada return saham. Menurut Yungchih George Wang (2011) mengatakan bahwa bahwa CSR memiliki dampak positif dan signifikan pada kinerja saham. Theofanis Karagiorgos (2010) mengatakan bahwa ada hubungan positif antara corporate

social perfomance dengan return saham. Menurut Teodora Vujicic (2015) Hasil penelitian ini adalah CSR menunjukkan hubungan negatif terhadap return saham. Menurut Anies Indah Hariyanti (2014) pengungkapan Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Kerangka pemikiran pada penelitian akan dijelaskan pada gambar 2.1 dibawah ini: Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Perusahaan Perusahaan yang terdaftar di JII Kinerja Perusahaan Nilai Perusahaan Internal Eksternal Harga Saham CSR Return Saham 2.12 Hipotesis Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah dibahas mengenai penlitian ini dapat ditarik hipotesis penelitian adalah terdapat pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap return saham.