PEMBUATAN FILM KARTUN PERJALANAN MENUJU POHON DENGAN TEKNIK 2D HYBRID ANIMATION. Naskah Publikasi. diajukan oleh Dwi Susanti

dokumen-dokumen yang mirip
PENGGABUNGAN ANIMASI 2D DAN VIDEO DENGAN TEKNIK ROTOSCOPING MENGGUNAKAN TOON BOOM HARMONY. Naskah Publikasi. diajukan oleh Catur Arrahman

PEMBUATAN FILM ANIMASI DUA DIMENSI MISTERI TONGKAT NABI MUSA

PERANCANGAN ANIMASI 3 DIMENSI LILO MENGGUNAKAN TEKNIK TOON SHADER NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Eva Wahyu Fitriana

PEMBUATAN VIDEO MUSIK SATU CERITA SATU HARAPAN DENGAN TEKNIK STOP MOTION ANIMATION. Naskah Publikasi

PEMBUATAN ANIMASI 2D BELAJAR HIRAGANA DENGAN PENDEKATAN PRINSIP ANIMASI POSE TO POSE NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh El Johan Kristama

PEMBUATAN FILM KARTUN 2D JANGAN MALAS MENCUCI TANGAN, STUDI ANIMASI AIR NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Vina Noor Martaria

PEMBUATAN FILM KARTUN AIR SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI PDAM KLATEN NASKAH PUBLIKASI

PEMBUATAN FILM ANIMASI 2D PIRANHA SEBAGAI MEDIA HIBURAN YANG MENDIDIK NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN FILM KARTUN 2D SPIRIT TODAY MENGGUNAKAN GAMBAR VEKTOR. Naskah Publikasi. diajukan oleh Veri Vesiano

PRODUKSI FILM ANIMASI SEDERHANA

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN FILM ANIMASI 2D KOKO DAN YOYO MENGGUNAKAN TEKNIK MOTION GRAPHIC NASKAH PUBLIKASI

BAB 3 METODE/PROSES PERANCANGAN (METODOLOGI)

Perancangan Film Kartun 2 Dimensi Lindungi Ciptaan Tuhan. Naskah Publikasi

PEMBUATAN FILM ANIMASI 2D "KHAYALAN TINGKAT TINGGI", STUDI PRINSIP ANTISIPASI PADA ANIMASI KARAKTER NASKAH PUBLIKASI

PEMBUATAN FILM ANIMASI 2D YANG BERJUDUL EMPAT MONSTER PADA KOMUNITAS MULTIMEDIA AMIKOM SURAKARTA

PERANCANGAN FILM KARTUN 2D SPORTIF MENGGUNAKAN TEKNIK ANIMASI TERBATAS NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN FILM KARTUN 2D LEGENDA DANAU TOBA NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh: Veronica Wahyu K

PEMBUATAN FILM ANIMASI KARTUN DENGAN METODE SIMPLE UNLIMITED ANIMATION DENGAN TEMA BENCANA ALAM DAN PEMANASAN GLOBAL.

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. tugas akhir ini akan membuat sebuah film animasi 2D dengan rigging. Pada Bab

PERANCANGAN FILM KARTUN MAKA TERPILIHLAH PRESIDEN YANG PERNAH MISKIN MENGGUNAKAN TEKNIK 2D HYBRID ANIMATION NASKAH PUBLIKASI

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. rigging 3D dengan gambar 2D dalam satu frame. Selanjutnya proses metode dan

PEMBUATAN ANIMASI 2D BAD DAY DENGAN TEKNIK GERAK MULUT MENGGUNAKAN SOFTWARE TOON BOOM STUDIO 5. Naskah Publikasi

PERANCANGAN FILM KARTUN PERSAHABATAN DUA BINATANG DENGAN TEKNIK ANIMASI INBETWEENING DENGAN TRANSFORMASI 2D MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS3

PEMBUATAN FILM KARTUN 2D RUNO, THE GREEN CATERPILLAR MENGGUNAKAN TEKNIK STRAIGHT AHEAD AND POSE TO POSE NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN FILM ANIMASI THE HAUNTING OF GARBAGE DENGAN MENEKANKAN PRINSIP DASAR ANIMASI NASKAH PUBLIKASI

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. tugas akhir ini akan membuat sebuah film animasi 2D dengan teknik motion

PERANCANGAN FILM KARTUN 2D "KANCIL, KURA-KURA DAN MONYET YANG KERAS KEPALA" SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BUDI PEKERTI NASKAH PUBLIKASI

RANCANG BANGUN ANIMASI FILM KARTUN SEJARAH DAN KEMAJUAN UNIVERSITAS KUNINGAN SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN PROMOSI BERBASIS ADOBE FLASH CS3

Rancang Bangun Multimedia Animasi E-Love Menggunakan Adobe Flash Cs3

BAB II LANDASAN TEORI. pengertian. Yang pertama, film merupakan sebuah selaput tipis berbahan seluloid

PERANCANGAN FILM PENDEK ANIMASI STOP MOTION JENDUL MENGGUNAKAN TEKNIK CUT TO CUT NASKAH PUBLIKASI

IMPLEMENTASI TEKNIK 3D LAYER SCROLLING DALAM PEMBUATAN FILM ANIMASI 2D MENGGUNAKAN AFTER EFFECT NASKAH PUBLIKASI

PEMBUATAN IKLAN BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK CV. CHOCOLATE FOREST. Naskah Publikasi. disusun oleh Muhamad Fauzan

ANALISIS DAN PEMBUATAN ANIMASI 2D LAWAN KORUPSI MENGGUNAKAN MANGA STUDIO EX NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Apriyanto Pandu Gunawan

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ANIMASI PUTRI MANDALIKA DENGAN TEKNIK KARAKTER RIGGING NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Ahmad Sarid Ezra Fathin

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

PEMBUATAN FILM KARTUN 2 DIMENSI SI KECIL PENJUAL ROTI SEBAGAI MEDIA HIBURAN YANG MENGANDUNG PESAN MORAL NASKAH PUBLIKASI

PEMBUATAN VIDEO ANIMASI 2D PROSES METAMORFOSIS PADA KATAK DI SDN PERCOBAAN 3 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Desi Irawati

ANIMATION = illusion of motion ( image statis yang ditampilkan secara berurutan )

PEMBUATAN ANIMASI FILM COLOR ICON MENGGUNAKAN 3D MAX NASKAH PUBLIKASI

Tahapan Proses Pembuatan Animasi / Pipeline

PENERAPAN PRINSIP PRINSIP TWEEN DAN NARATIF PADA FILM ANIMASI 2D HABIL DAN QOBIL NASKAH PUBLIKASI

PEMBUATAN FILM ANIMASI BENJO MENGGUNAKAN METODE ONION SKINNING. Naskah Publikasi. diajukan oleh Yulianus Kare Patrisno

KOMBINASI TEKNIK FOTOGRAFI DAN ANIMASI DALAM PEMBUATAN KARTUN EDUKASI BERJUDUL THE EGG NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN FILM PENDEK ANIMASI 3 DIMENSI KOBOY KAMPUS DENGAN KONSEP COMPUTER GENERATED IMAGERY NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ANIMASI 2D PERMAINAN TRADISIONAL STUDY KASUS MUSEUM ANAK KOLONG TANGGA YOGAYAKARTA

PEMBUATAN FILM KARTUN EDUKASI DENGAN UNSUR KEBUDAYAAN KILIP DAN PUTRI BULAN BERBASIS ANIMASI 2D. Naskah Publikasi

FILM ANIMASI 3D KASIH SAYANG SESAMA MAKHLUK TUHAN DENGAN TEKNIK EKSPRESI MORPHER. Naskah Publikasi. Disusun Oleh :

PEMBUATAN FILM ANIMASI 3D BERJUDUL GO OUT FROM DUNGEON DENGAN TEKNIK KAMERA POV DAN 3D MATTE PAINTING PADA BACKGROUND NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN ANIMASI 2D SEBAGAI MEDIA INFORMASI PENYULUHAN POLA HIDUP SEHAT UNTUK DINAS KESEHATAN KAB PURWOREJO NASKAH PUBLIKASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENERAPAN PRINSIP ANIMASI DALAM PEMBUATAN ANIMASI 2 DIMENSI BERDASARKAN CERITA KOMIK R.

PEMBUATAN FILM KARTUN "AYO SELAMATKAN BUMI KITA" DENGAN TEKNIK HYBRID ANIMATION NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh: Aditya Himawan Putranto

PERANCANGAN FILM KARTUN 2D " ANWAR DAN SANG BURUNG KECIL " SEBAGAI MEDIA TONTONAN YANG MENARIK, MENGHIBUR DAN MENDIDIK NASKAH PUBLIKASI

ANIMATION PIPELINE PROSES PRODUKSI SEBUAH FILM ANIMASI

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. motion dan animasi 2D di mana cerita yang diambil yaitu cerita rakyat si Kancil

PEMBUATAN FILM KARTUN INTERAKTIF 2 DIMENSI BERJUDUL AYO BERMAIN PERMAINAN TRADISIONAL NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN ANIMASI FILM PENDEK 2D BAHUREKSO DENGAN PENGGABUNGAN OBYEK NYATA DAN ILUSTRASI GAMBAR MENGGUNAKAN TEKNIK STOP MOTION

BAB IV KONSEP DESAIN DAN TEKNIS PRODUKSI. cerita dan konsep yang dipadukan dengan elemen audio visual dan

PERANCANGAN FILM KARTUN ANIMASI 2D MENGAPA ULAT MENJADI KUPU-KUPU NASKAH PUBLIKASI

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. tugas akhir ini akan membuat sebuah film animasi 2D dengan gaya komik strip

BAB IV KONSEP. Walt Disney. Prinsip-prinsip ini digunakan untuk membantu produksi dan. animasi karakter kartun yang digambar manusial.

PERANCANGAN SIMULASI ANIMASI PEMBUATAN SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN DI POLRES SLEMAN ( Studi Kasus: Polres Sleman ) NASKAH PUBLIKASI

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB I Pengantar Animasi

PEMBUATAN ANIMASI 2D MATERI PENGLIHATAN PADA MANUSIA SEBAGAI MEDIA BANTU GURU DALAM MENGAJAR DI SD NEGERI TIMBULHARJO NASKAH PUBLIKASI

LAPORAN TUGAS AKHIR PENCIPTAAN KARYA SENI PENCIPTAAN FILM ANIMASI DUA DIMENSI BIMA. Muhamad Maladz Adli NIM

Yudi Adha.

PEMBUATAN VIDEO CLIP ANIMASI PADA LAGU INI LAGUKU DARI BAND THE DINDAMANIZ DENGAN METODE LIMITED CUT ANIMATION. Naskah Publikasi

IV KONSEP PERANCANGAN

Animasi Komputer. Oleh : Rio Widyatmoko, A.Md.Kom

PEMBUATAN IKLAN 3D PADA CV DIVREN PRAKARSA SEBAGAI MEDIA PROMOSI NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Devi Anjarsari

PEMBUATAN FILM KARTUN 2 DIMENSI BAHAYA PENGGUNAAN NARKOBA DENGAN TEKNIK UNLIMITED ANIMATION. Naskah Publikasi

PENERAPAN ANIMASI 2D PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT STOP! PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN TEKNIK BONE TOOL DAN LIPSYNC

MOTION COMIC KISAH KELAHIRAN SANG BUDDHA UNTUK ANAK. Jui Vera Nyorita

PERANCANGAN IKLAN MOTION GRAPHIC SEBAGAI SARANA INFORMASI DAN PROMOSI PADA CV. AMAN SEJAHTERA COMPUTER NASKAH PUBLIKASI

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

PENERAPAN PRINSIP ANIMASI EXAGGERATION PADA FILM KARTUN 2D CRAYON NASKAH PUBLIKASI

BAB II LANDASAN TEORI

VISUALISASI INFORMASI PSIM YOGYAKARTA MENGGUNAKAN MACROMEDIA DIRECTOR. Naskah Publikasi

PERANCANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT LINDUNGI HUTAN BORNEO BERBASIS ANIMASI 2D UNTUK GERAKAN SAVE BORNEO UNIVERSITAS SANATA DHARMA NASKAH PUBLIKASI

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB III METODE PENCIPTAAN KARYA. Karya cerita bergambar Bintang Jatuh ini dibuat melalui tahapan-tahapan

PEMBUATAN FILM ANIMASI 2D PENGENALAN PERMAINAN TRADISIONAL YOGYAKARTA PADA MUSEUM ANAK KOLONG TANGGA YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN IKLAN TELEVISI SEBAGAI MEDIA PROMOSI PADA SMK N 3 KASIHAN BANTUL (SMSR YOGYAKARTA) Naskah Publikasi

ANALISIS DAN PEMBUTAN ENSIKLOPEDIA BINATANG PURBA NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh I Gede Bayu Rangsang Satria Jaya

BAB II LANDASAN TEORI

Tri Yuliani Putri

BAB 1V TEKNIK PRODUKSI MEDIA. 4.1 Proses Perancangan Buku Cerita Bergambar. 1. Merancang konsep Design

Pengertian Animasi. Jean Ann Wright

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB V PEMBAHASAN

III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

PEMBUATAN FILM KARTUN SELAMATKAN LAPISAN OZON MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH 8. Naskah Publikasi

PEMBUATAN ANIMASI FILM KARTUN 2D DESA BELLA MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS5 NASKAH PUBLIKASI

LAPORAN TUGAS AKHIR PENCIPTAAN KARYA SENI PENCIPTAAN FILM ANIMASI KANURAGA DENGAN TEKNIK DUA DIMENSI. Muhammad Aqil Habibullah NIM.

PERANCANGAN ANIMASI 3 DIMENSI TOMAS MENGGUNAKAN AUTODESK 3Ds MAX Naskah Publikasi. diajukan oleh Ardian Yuligar Safagi

PERANCANGAN FILM ANIMASI 3D DANBO NASKAH PUBLIKASI

PEMBUATAN FILM ANIMASI STOP MOTION ILLEGAL LOGGING MENGGUNAKAN PAPERCRAFT. Naskah Publikasi. diajukan oleh Mita Permata

MEMBUAT FILM ANIMASI 2D CULUN MENGGUNAKAN TEKNIK CHARACTER LAYOUT DAN CHARACTER LIBRARY. Naskah Publikasi

BAB IV TAHAPAN PRA PRODUKSI, PRODUKSI DAN PASCA PRODUKSI

Transkripsi:

PEMBUATAN FILM KARTUN PERJALANAN MENUJU POHON DENGAN TEKNIK 2D HYBRID ANIMATION Naskah Publikasi diajukan oleh Dwi Susanti 04.11.0545 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2011 1

2

Production Cartoon Animation Movie Perjalanan Menuju POhon With Hybryd Animation Technic PEMBUATAN FILM KARTUN PERJALANAN MENUJU POHON DENGAN TEKNIK 2D HYBRID ANIMATION Dwi Susanti Jurusan Teknik Informatika STMIK AMIKOM YOGYAKARTA ABSTRACT In the world of animation, the animation is a medium that is widely used in various ways. One of them is used in the film world 2D.Film 2D animation can be used as a medium for the delivery manners are quite effective for the audience, so it can provide an interesting and raises treats especially positive effect on the fans, especially for children. There are two animations that have been known at this time that is animated twodimensional (2D) and three-dimensional (3D). The second difference lies in the animation point coordinates are used. 2D animation using the coordinates x and y, while the 3D animation using the coordinates x, y and z which allows us to see the point of view in a more tangible object. To make a good story and very interesting story structure is clearly needed. Many of the stages that need to make a 2D film, the first is to research and data collection is to determine an idea / theme of the story and write a logline, synopsis create, create charts scane, make a screenplay / scripts and display the character traits or character development. Later stages of preproduction, such as by making the character standard, making the color standards and property standards, making loyout of the film, and storyboards. The next stage is the production, which makes drawing keys, make the timing, make the image inbetwen, making background, then the process of cleaning / inker. The next stage is post production, namely by mescane drawing, coloring, editing dubing and the latter is the rendering and Composing. The results of cartoon-making "trip to the tree" with a hybrid 2D animation techniques look less smooth movements that look broken because of insufficient numbers of images yangdibutuhkan. The accuracy of the sound effects are used to give added value to the suppression situation or atmosphere in the animation. Keywords: Animation, Cartoon Film, Technique, Character 3

1. Pendahuluan Dewasa ini teknologi informasi khususnya teknologi multimedia, berkembang semakin pesat hingga membuat kehidupan manusia menjadi sedemikian mudah dan menyenangkan. Hasil teknologi multimedia yang cukup dikenal manusia adalah berupa film. Terdapat dua jenis film yang diproduksi manusia, yaitu film yang ditokohkan atau diperankan oleh manusia, dan film kartun yang diperankan oleh karakter-karakter yang dibuat sedemikian rupa hingga mempunyai sifat dan tingkah laku seperti layaknya manusia. Perkembangan film kartun berawal dengan teknologi yang sangat sederhana yaitu berupa sekumpulan gambar bergerak yang digambar dalam kertas, kemudian gambar tersebut difilmkan satu per satu. Film kartun adalah salah satu jenis film yang banyak dibuat dan diproduksi hingga sekarang. Perkembangan film ini pun mulai pesat sejak komputer mulai berubah fungsi dari sekedar alat komputasi biasa hingga menjadi sebuah alat yang dapat menangani berbagai keperluan pembuatan film. Film kartun adalah sebuah jenis film yang lebih mementingkan keahlian menggambar karakter yang berjalan, berlari, melompat, berbicara dan sebagainya. Walaupun terlihat rumit dalam pembuatannya namun film jenis ini lebih banyak dibuat dikarenakan biaya pembuatannya lebih murah dari pada jenis film selain film kartun. 2. Landasan Teori Multimedia merupakan gabungan dari lima elemen yaitu teks, gambar, suara (audio), animasi, dan video yang disampaikan dengan komputer atau peralatan manipulasi elektronik dan digital lainnya untuk menyampaikan suatu informasi. 1 Animasi adalah membuat gambar mati seolah-olah bergerak, sehingga objek yang dihasilkan tampak berkesan hidup. 2 Kesan hidup ini dikarenakan penyusunan gambar-gambar yang secara teratur disusun sesuai pergerakan yang diinginkan. Dalam pembuatan animasi terdapat beberapa prinsip-prinsip dasar yang perlu animator ketahui, yaitu timing, Arcs, Slow in and Slow out, Squash and Strecth, Follow Through and overlapping action, Secondary Action, Exaggeration, Anticipation, Solid Drawing, Staging, Appeal Teknik-teknik dalam produksi suatu animasi 2D terdapat berbagai cara yaitu Stop Motion Animation, 2D Hybrid Animation, 2D Digital Animation 2 Tay Vaughan, 2004, Multimedia : Making It Work, Yogyakarta, Penerbit Andi, halaman 2-3 4

3. Analisis 3.1 Ide Ide cerita sangat dibutuhkan dalam pembuatan film kartun yaitu untuk memberikan suatu suguhan cerita yang menarik. Dalam membuat film kartun Perjalanan Menuju Pohon, penulis memperoleh ide cerita dari ilmu pendidikan yaitu mengenai sebuah metamorfosis. 3.2 Tema Setelah ide cerita telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah menentukan tema cerita. Tema merupakan pesan atau makna yang akan disampaikan dari cerita yang dikembangkan. Tema yang penulis tentukan dalam pembuatan film kartun Perjalanan Menuju Pohon adalah tentang jiwa sosial. 3.3 Menulis Logline Logline merupakan plot atau alur cerita yang dituangkan dalam sedikit mungkin kata-kata yang digunakan. Logline dari film kartun Perjalanan Menuju Pohon yang penulis buat yaitu bagaimana jika seekor kupu yang sedang melakukan proses bertelur, tiba-tiba disambar oleh seekor burung, dan kemudian dalam keadaan dibawa terbang, si kupu mengeluarkan terlurnya dan terjatuh diladang jagung. 3.4 Sinopsis Langkah selanjutnya adalah membuat sinopsis. Sinopsis merupakan gambaran keseluruhan cerita kasar dari cerita film yang dibuat. Sinopsis dari film Perjalanan Menuju Pohon antara lain : 1. Siapakah tokoh utama dalam film kartun Perjalanan Menuju Pohon? Jawab : Si Ulat 2. Apa yang diinginkan tokoh utama? Jawab : Dapat kembali ke pohon dimana seharusnya dia berada. 3. Siapa /apa yang menghalangi tokoh utama untuk mendapatkan apa yang diinginkannya? Jawab : Seorang petani dan seekor ular cobra yang sangat besar. 4. Bagaimana pada akhirnya tokoh utama berhasil mendapatkan apa yang diingikankan dengan cara yang luar biasa, menarik dan unik? Jawab : Si ulat berhasil kembali ke pohon dimana semestinya dia berada, dengan bantuan dari teman-temannya (tuang jangkrik dan kunang-kunang) yang dia temui dalam perjalanan menuju pohon. 5

5. Apa yang ingin anda sampaikan dengan mengakhiri cerita seperti ini? Jawab : Jiwa social untuk menolong setiap mahkluk yang membutuhkan pertolongan, selain itu memberikan nilai pendidikan yaitu bagaimana suatu metamorphosis dari seekor kupu-kupu. 6. Bagaimana anda mengisahkan cerita anda? Jawab : Menggunakan sudut pandang orang ketiga, tanpa flashback, dan musik yang digunakan untuk menekankan tema, adegan, dan pola. 7. Bagaimana tokoh utama dan tokoh-tokoh pendukung lain mengalami perubahan dalam cerita ini? Jawab : Si ulat akhirnya mengerti bahwa dalam menjalankan kehidupan dia tidak dapat melakukan semua hal sendiri tanpa bantuan dari mahkluk lain. 3.5 Diagram Scene Diagram scene digunakan dalam melakukan penentuan ide atau judul cerita dari tiap babak yang akan disuguhkan dalam film kartun. Si ulat terlahir diladang jagung Judul Babak I lahirnya si ulat DIAGRAM SCENE PERJALANAN MENUJU POHON Karya : Dwi Judul Babak II perjalanan menuju pohon Keyakinan dan jurus sakti. Judul Babak III metamorphosis Sebuah telur terjatuh diladang jagung Telur menetas dan lahirlah si ulat Si ulat heran kenapa dia lahir diladang jagung Si ulat Menyela matkan diri dari petani Si ulat bertemu dengan tuan jangkrik Si ulat dan tuan jangkrik bertualan g Menyelamatkan diri dari ular cobra Mendap atkan bantuan dari kunangkunang Sang kupu sedang bertelur kemudian disambar burung Perjuangan Lari dari petani Bertemu tuan jangkrik Perjalanan menuju pohon Si ulat akhirnya sampai di pohon dan beberapa hari kemudian bermetamorfosis 3.6 Screenplay /Script Screenplay/script merupakan naskah cerita yang merupakan kumpulan dari ide-ide yang dituangkan dalam sebuah cerita. Pembuatan naskah cerita dilakukan dengan memperhatikan sinopsis dan character development yang ada. 6

Ukuran kertas: US format letter sized (8.5 x 11 inch) paper, sedangkan UK format A4 (8.27 x 11.69 inch) Cover : biru atau merah Printed : single side Font : Courier atau Courier New Typeface Size : 12 point Format : tanpa huruf tebal dan tanpa cetak miring 3 3.7 Character Development Character development atau pembuatan karakter tokoh-tokoh animasi dibuat setelah proses pembuatan storyboard telah selesai dikerjakan. Si Ulat Nama : Si Ulat Usia : 1 hari Sifat : sopan, pemberani. Kulit : hijau keputihan Mata : hitam Keterangan : si ulat terlahir dari telur seekor kupu yang terjatuh di ladang jagung. Ulat heran melihat tempat lahirnya yang tidak sesuai dengan yang semestiya dia berada. Nama Usia : Jangkrik : 1 bulan Tuan Jangkrik 7

Sifat : sabar, bijaksana, penolong. Kulit : coklat kehitaman Mata : hitam Keterangan : jangkrik merupakan penghuni di daerah ladang jagung tempat si ulat terlahir. Jangkrik merasa kasihan kepada si ulat dan ingin membantu mengantarkan si ulat ke pohon di suatu bukit, dimana si ulat itu semestinya berada. Kunang-kunang Nama : Kunang-kunang Usia : sekitar 5 hari Sifat : baik hati, penolong. Kulit : coklat muda Mata : hitam Keterangan : kunang-kunang merupakan binatang yang memiliki cahaya di bagian belakang tubuhnya. Dia melihat tuan jangkrik dan si ulat yang ketakutan bertemu ular cobra. Dia akhirnya memberikan pertolongan dengan memberi penerangan jalan bagi tuan jangkrik dan si ulat. Nama Usia Sifat Ular Cobra : Ular Cobra : sekitar 2 tahun : penguasa, pemarah, kejam 8

Kulit : hitam Mata : hitam Keterangan : cobra merupakan tokoh yang ditakuti. Dia akan sangat marah jika ada yang berusaha mendekati tempat dia berada. 3.8 Analisis Kebutuhan Sistem Analisis kebutuhan sistem dibutuhkan dalam rangka memaksimalkan kegiatan produksi film. Fungsi analisis sistem yang penulis buat ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi para animator untuk membuat film kartun dengan teknik hybrid animation. 4 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Pra Produksi 4.1.1 Standar Karakter Sebelum proses penggambaran karakter pada setiap frame, diperlukan adanya panduan standar karakter yang digunakan sebagai patokan untuk membuat animasi. Patokan utama dari ukuran badan disesuaikan dengan ukuran kepala karakter. Desain karakter yang dibuat minimal memuat tampak depan, samping, belakang, dan posisi karakter harus sama sesuai dengan perputaran sendi tulang. 4.1.2 Standar Warna Karakter Setelah standar karakter telah selesai dikerjakan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan standar warna dari karakter-karakter yang telah dibuat tadi. Merancang dan menentukan warna pada tokoh-tokoh kartun adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dalam membayangkan visual bentuk jadi suatu karakter, 9

karena terkadang dalam menentukan salah satu warna pada tokoh karakter tidak sesuai dengan background atau foreground maupun properti. 4.1.3 Standar Properti dan Vegetasi Desain standar properti adalah perlengkapan pendukung para tokoh karakter, seperti rumah yang ditempati, pakaian yang dikenakan, kendaraan, kursi, senjata, dan gambaran benda-benda lain yang bersangkutan dengan karakter tersebut. 4.1.4 Membuat Layout Layout digunakan untuk menggambarkan hasil jadi dari visual film yang akan dibuat. Dengan adanya pembuatan layout ini seorang animator dan pembuat background diharapkan realisasi animasinya tidak melenceng jauh dari yang diharapkan, karena layout ini harus digambar menggunakan warna aslinya. 10

Layout dari Film Perjalanan Menuju Pohon 4.1.5 Storyboard Storyboard merupakan rancangan visual dari naskah atau script yang memperlihatkan setiap adegan. Yang disertai keterangan adegan, sudut pandang pengambilan gambar, sound, percakapan, dan perkiraan durasi. Storyboard Film Perjalanan Menuju Pohon 4.2 Produksi 4.2.1 Membuat Gambar Key Gambar key adalah sebuah awal dari bentuk animasi dalam frame sebagai patokan oleh animator untuk meneruskan sebuah adaegan dan gerakan, disamping menyelesaikan key animasi, seorang key animator biasanya juga memiliki kemampuan untuk menghitung timing. Pembuatan gambar key bertujuan untuk mempermudah inbetween animator dalam menentukan gerakan yang akan terbentuk antara key awal dengan key akhir. 11

A1 Posisi Key Awal dan Akhir A2 4.2.2 Menentukan Timing Dengan memperhatikan key awal dan key akhir, dalam menentukan gambar inbetween seorang inbetweener harus mempertimbangkan pewaktuan dari tiap gambar atau frame yang ditentukan sesuai dengan sifat fisikal, estetikal dan durasi gerakan yang akan dibuat. 4.2.3 Membuat Gambar Inbetween Inbetween merupakan gambar-gambar yang melengkapi arah gerakan dari gambar key yang telah dibuat oleh key animator. Dengan ketepatan timing yang ditentukan dan banyaknya gambar inbetween yang dibuat akan memberikan hasil gerakan animasi yang halus. Terdapat dua macam inbetween yaitu : 1. Unlimited Yaitu animasi yang digambar dan digerakkan secara utuh dalam satu atau lebih pada suatu karakter. Inbetween digambar menurut panduan Time Mapping dari keynya dengan langkah traching frame by frame. Seperti halnya teknik seluloid pada roll film negative. Dalam prosesnya, inbetween dengan cara ini akan memakan waktu cukup lama. Gambar 4.8 Contoh Unlimited 12

2. Limited Yaitu animasi yang digambar terbatas pada gerakan tertentu atau penggambaran dilakukan hanya pada bagian yang bergerak saja dan tidak secara utuh. A1 B1 a i u e o Gambar 4.9 Contoh Limited 4.2.4 Pembuatan Background Setelah semua gambar key dan gambar inbetween selesai, langkah selanjutnya adalah menciptakan background. Background merupakan lokasi dan setting di mana animasi itu berada Gambar 4.10 Background (Kiri) dan Foreground (Kanan) 4.2.5 Proses Inker (Cleaning) Gambar 4.11 Setelah Penggabungan Setelah proses tracing ulang selesai dikerjakan, langkah berikutnya adalah melakukan proses inker atau cleaning, yaitu memebersihkan gambar dari goresan atau outline yang dihasilkan dari pensil 2B sehingga hanya tersisa gambar dengan outline dari drawing pen. 13

4.3 Post Produksi 4.3.1 Proses Scanning Proses scanning merupakan tahap dalam menggunakan teknik 2D hybrid animation untuk memperoleh gambar digital dari gambar-gambar yang telah digambar secara manual di atas kertas. Spesifikasi yang penulis gunakan dalam proses scanning adalah : Mode scan : grayscale Line : art setting Resolution : 300 dpi Penyimpanan hasil gambar scan film Perjalanan Menuju Pohon disimpan dalam format *.bmp. 4.3.2 Pewarnaan Proses pewarnaan atau coloring dapat dilakukan menggunakan teknik analog yaitu dengan menggunakan cat air dan dapat menggunakan teknik digital yaitu dengan bantuan software-software komputer, seperti Adobe Photoshop, Macromedia Flash, Macromedia Freehand, Adobe Illustrator, atau CorelDraw X3. Gambar yang telah diwarnai penulis simpan kedalam format *.png 4.3.3 Dubbing Setelah proses animasi selesai dikerjakan maka langkah selanjutnyaa adalah proses dubbing. Dubbing merupakan proses pengisian suara atau ucapan dari tiap tokoh animasi tersebut. 4.3.3 Editing Editing dilakukan untuk mengemas hasil akhir sebuah film, mensinkronkan suara dengan visual, memberikan special effect, dan mengeksport dalam media yang ditentukan. 4.3.4 Rendering atau Composing Rendering dilakukan setelah penyusunan animasi, pemberian effect-effect serta pemberian suara selesai. Rendering merupakan proses untuk menggabungkan animasi, effect serta suara kedalam bentuk movie. 5 Kesimpulan Penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pembuatan film kartun yang menarik dan lebih efektif, sehingga memberikan manfaat atau pengaruh yang positif terhadap perilaku anak-anak yaitu dengan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut : 14

1. Riset dan Pengumpulan Data a. Menentukan ide/tema cerita dan menulis logline b. Membuat sinopsis, diagram scene dan screenplay/ skrip c. Memunculkan karakter sifat-sifat dan ciri/character development 2. Pra Produksi a. Membuat standard karakter tokoh b. Membuat standard warna c. Standard property d. Membuat layout dari film itu e. Storyboard 3. Produksi a. Membuat gambar key b. Menentukan timing c. Membuat gambar inbetween a. Inbetwen Unlimited b. Inbetwen limited d. Pembuatan background e. Proses cleaning /inker 4. Post Produksi a. Gambar scan b. Pewarnaan c. Dubbing d. Editing e. Rendring dan Composing 15

Saran 1. Gerakan dalam film kartun Perjalanan Menuju Pohon yang penulis buat masih terlihat kurang halus atau terdapat gerakan patah-patah, yang disebabkan kurangnya jumlah gambar yang dibutuhkan. Untuk itu bagi pembaca yang ingin membuat film kartun, agar gerakannya lebih halus maka perbanyaklah jumlah gambar yang digunakan dalam penganimasian film tersebut. 2. Ketepatan efek suara yang digunakan dalam pembuatan film kartun dapat memberikan nilai tambah terhadap film yang dibuat. Masih kurang tepatnya efek suara yang digunakan dalam pembuatan film kartun Perjalanan Menuju Pohon, menyebabkan kurangnya penekanan situasi atau suasana dalam animasi tersebut. 3. Akan lebih baik jika dalam setiap film yang dibuat memiliki pengaruh positif yang labih besar disbanding dengan pengaruh negatifnya. 5 Daftar Pustaka Amir F. Sofyan, 2005, Mengolah Suara dengan Adobe Audition 1.0, STMIK AMIKOM. 2005, Modul Multimedia, STIMIK AMIKOM. Ciptono Setyobudi, 2006, Teknologi Broadcasting TV, Yogyakarta, Graha Ilmu. Madcom, 2006, Adobe Photoshop CS2, Madiun, Madcom. M.Suyanto dan Aryanto Yuniawan, 2006, Merancang Film Kartun Kelas Dunia, Yogyakarta, Penerbit Andi. M. Suyanto, 2004, Analisis dan Desain Aplikasi Multimedia Untuk Pemasaran, Yogyakarta, Penerbit Andi. 2003, Multimedia Alat Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing, Yogyakarta, Penerbit Andi. Modul Film Kartun, 2003, Drawing Animator, PT. Mataram Surya Visi, STMIK AMIKOM. Rifky, 2004, Membuat Film Kartun Dengan Flash MX, Jakarta, Elex Media komputindo. Tim Penerbit Andi, 2004, Mudah dan Cepat Mengolah Audio Menggunakan Cool Edit 2000, Yogyakarta, Penerbit Andi. Tay Vaughan, 2004, Multimedia : Making It Work, Yogyakarta, Penerbit Andi. http://www.babaflash.com/forum/listreply.asp http://mti.ugm.ac.id/~gora/bab-i-langkahpraktiswmm2.pdf http://en.wikipedia.org/wiki/limited_animation 16