LITERASI MEDIA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER BAGI MAHASISWA PGSD UNNES

dokumen-dokumen yang mirip
Joyful Learning Journal

Unesa Journal of Chemical Education Vol. 2, No. 2, pp May 2013 ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. Praktik, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011), hlm Fathul Mu in, Pendidikan Karakter: Konstruksi Teoretik dan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL SISWA KELAS VIII-F SMP NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pertumbuhan budi pekerti tiap-tiap manusia. Orang tua dapat menanamkan benih

Fashion and Fashion Education Journal

BAB I PENDAHULUAN. Manusia tanpa karakter adalah manusia yang sudah membinatang. Orang orang

UNESA Journal of Chemistry Education ISSN: Vol. 6, No. 1, pp January 2017

Anna Hartati MTs Negeri Barabai Abstract

PENINGKATAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X

Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (ISSN ) Volume 1 No 4, Oktober 2015

Pendidikan Biologi Volume 4, Nomor 3 September 2012 Halaman 73-80

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MEDIA SLIDE POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA. (Artikel) Oleh MADE DEWI LESTARI

Akbar et al., Peningkatan Minat dan Hasil Belajar...

Unnes Physics Education Journal

Unesa Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 2, No. 3, pp September 2013

Keefektifan CTL Berbantuan Macromedia Flash Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Segiempat

HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 03 No. 03 Tahun 2014, ISSN:

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI STRATEGI ACTIVE LEARNING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

PENGARUH PENGGUNAAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA. (Artikel) Oleh Wana Ginandi Putra

UNESA Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 4, No. 2, pp , May 2015

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI TERMOKIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

Amelia dan Syahmani. Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Melalui Pendekatan Scientific 32

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI ISI CERITA MELALUI METODE DISKUSI SISWA KELAS IV SDN NO. 2 TIBO KEC. SINDUE TOMBUSABORA

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau ABSTRACT

PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR BROSUR TERHADAP AKTIVITAS DAN PENGUASAAN MATERI OLEH SISWA. (Artikel) Oleh: Ely Fitri Astuti

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA ANAK MELALUI MEDIA POP UP BOOK PADA KELOMPOK B TK AL ISLAM 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/201

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA N 5 KOTA JAMBI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN

Volume 7 Nomor 1 Juli 2017 P ISSN : E ISSN :

UNESA Journal of Chemical Education ISSN: Vol.4, No.3. pp , September 2015

UNESA Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 4, No.2, pp , May 2015

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMBACA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EVERYONE IS A TEACHER HERE SISWA KELAS IV SDN 10 PADANG DAREK KABUPATEN SOLOK SELATAN

GERAM (Gerakan Aktif Menulis) P-ISSN Volume 5, Nomor 1, Juni 2017 E-ISSN X

Abstrak. Kata-Kata Kunci : Inkuiri, Self-Efficacy, Laju Reaksi. Abstract

EFEKTIVITAS PENDEKATAN METAKOGNITIF TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA

DAMPAK PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN MEMPRODUKSI TEKS CERITA PENDEK SISWA KELAS VII 3 SMP NEGERI 31 PADANG

ABSTRAK PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS. Oleh. Dewi Utari *) Suwarjo**) Alben Ambarita***)

KEGIATAN BERNYANYI BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK TK KELOMPOK B

Wardah Fajar Hani, 2) Indrawati, 2) Subiki 1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Dosen Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember

Implementasi Model Pembelajaran... (Iqbal Wahyu Perdana) 1

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN

Anisa Nur Utami*) Purwati Kuswarini*)

Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Terhadap Penguasaan Konsep Mahasiswa Pada Perkuliahan Listrik Magnet Topik Muatan Listrik Dan Hukum Coulomb

ARTIKEL ILMIAH OLEH: FITRIA DWITA A1C411031

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE KASUS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA

Kurnia Restu, Lazim N, Zariul Antosa

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA MODUL PADA MATA DIKLAT GAMBAR TEKNIK DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA

Jurnal Pena Sains Vol. 3, No. 2, Oktober 2016 p-issn: e-issn:

PENERAPAN PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP PADA KONSEP TEKANAN

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MTs

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA MATERI KALOR TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA

PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS TEKS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA

PENGGUNAAN MEDIA BENDA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN PECAHAN

PENINGKATAN KREATIFITAS MAHASISWA DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA IPA BERBASIS ANIMASI MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING

Kata Kunci: metode inkuiri, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, kegiatan ekonomi

1 Antologi UPI Volume No. Edisi Juni 2015

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN

Kata Kunci : Model Problem Based Learning, Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar Kognitif

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELAS STRATEGI BEACH BALL PADA MATERI IKATAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA

PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN HASIL BELAJAR MATAPELAJARAN DASAR-DASAR ELEKTRONIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

DAFTAR ISI BAB II PEMBELAJARAN IPA TERPADU MODEL CONNECTED, PENGUASAAN KONSEP KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN, DAN SIKAP ILMIAH SISWA...

PENGARUH PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES TERHADAP KEMAMPUAN MELAKUKAN PRAKTIKUM IPA DI SD PADA MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS TERBUKA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG PECAHAN MELALUI MODEL CIRC PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI RAHAYU TAHUN AJARAN 2012/2013

1. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum 2016

Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving

Joyful Learning Journal

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DIORAMA TERHADAP KREATIVITAS MENGGAMBAR BUSANA PESTA SISWA KELAS XI DI SMK KARYA RINI YOGYAKARTA

Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP

Unesa Journal of Chemistry Education Vol. 2, No. 2, pp May 2013 ISSN:

Joyful Learning Journal

IPA TEMA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS PEDAGOGY FOR SUSTAINABILITY

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 BOCOR

PENGGUNAAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM BELAJAR GROUP COUNSELING FOR IMPROVING CONFIDENCE IN STUDENT LEARNING

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. XII, No. 1, Tahun 2014 Shinta Agustina Siregar & Sukanti 1-13

PENERAPAN TEKNIK COPY THE MASTER BERBASIS PERKEMBANGAN INTELEKTUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA SISWA KELAS VIII. Shintia Rizki Nursayyidah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin

PERBANDINGAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA YANG MENDAPATKAN METODE PEMBELAJARAN PSI DENGAN KONVENSIONAL

Joyful Learning Journal

PENGEMBANGAN INTERESTING HANDOUT BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BUNG HATTA PADANG

PENERAPAN METODE SHARED READING DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS CERITA ANAK PADA SISWA KELAS VII SMP

MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI LAJU REAKSI KELAS XI SMA NEGERI 1 GRESIK

PENGARUH PENDEKATAN OPEN-ENDED TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SEKOLAH DASAR

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 2 Nomor 2 Edisi Maret 2017 (80-87)

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN TERTULIS UNTUK PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI DI SMA. Oleh

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PADANG

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN LABORATORIUM TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK SMPN 3 PALAKKA KABUPATEN BONE

PENERAPAN METODE COURSE REVIEW HORAY DENGAN MEDIA VIDEO DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SDN TANJUNGSARI TAHUN AJARAN 2014/2015

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 32 Nomor 2 Tahun 2015 LITERASI MEDIA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER BAGI MAHASISWA PGSD UNNES Sri Sukasih, Nugraheti Sismulyasih SB, Harmanto Jurusan PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang Abstract. The purpose of this study was to determine the level of understanding of media literacy Unnes PGSD students, particularly on understanding the character -based literacy education and the impact of literacy for students. This study was conducted di PGSD Unnes Semarang in the second half of the school year 2013/2014 on subjects Indonesian Language Skills and compose SD. The results showed an increased understanding of literacy and its impact on students. It can facts with productivity generated by the students during the lectures. Understanding students on media literacy shown by the average scores obtained in the early stages 64 with both categories. The increase in scores occurred after the implementation of the action with an average score of 84 was very good category. The conclusions of this research is the understanding of media literacy can affect the development of the character of the students in the lecture. Keywords : media literacy, character education PENDAHULUAN Literasi media merupakan bidang yang baru mendapat perhatian dari berbagai kalangan; pendidik, orangtua, kaum intelektual, dan sebagainya. Literasi media merupakan sebuah kegiatan yang disebarluaskan di tengah-tengah masyarakat, salah satunya adalah di perguruan tinggi sebagai pencetak generasi muda yang berkualitas dan berkarakter. Literasi media merupakan istilah lain dari melek media. Secara sederhana, literasi media adalah kemampuan untuk menyaring, memilah, dan memilih pesan-pesan yang terdapat dalam media massa, baik cetak maupun elektronik. Jane Tallim mendefinisikan literasi media sebagai the ability to sift through and analyze the messages that inform, entertain and sell to us every day. It s the ability to bring critical thinking skills to bear on all media. Dari definisi yang diberikan, Tallim memberikan satu kunci dalam literasi media, yaitu berpikir kritis atas semua content media. Selanjutnya Tallim menyebutkan bahwa berpikir kritis dapat diimplementasikan melalui pertanyaan-pertanyaan seperti untuk siapa pesan dalam media diperuntukkan, siapa target audiens dari pesan tersebut dan mengapa, dari perspektif siapa pesan tersebut disampaikan, menyuarakan siapa pesan itu, dan lebih dalam lagi kepentingan, ideologi, dan nilai-nilai yang melatarbelakangi pesan (teks media) itu. National Association for Media Literacy Education (NAMLE) melihat literasi media sebagai serangkaian kompetensi komunikasi, yang di dalamnya terdapat kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan 163

mengkomunikasikan informasi dalam beragam bentuk, termasuk pesan dalam media cetak dan non cetak. Dari definisi NAMLE tersebut terlihat ada empat kompetensi yang harus dipenuhi untuk disebut sebagai literasi media. Pertama, memiliki kemampuan untuk mengakses pesan. Syarat ini tentu saja merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi. Dengan kata lain, literasi media tidak dibutuhkan bila tidak ada satu pun media yang diakses. Kedua, kemampuan untuk menganalisis pesan dalam media secara kritis, lalu mengevaluasinya, dan terakhir mengkomunikasikan hasil penilaian terhadap pesan tersebut. Literasi Media perlu dikembangkan secara luas di berbagai lapisan masyarakat. Perguruan tinggi adalah salah satu institusi yang ada mengemban amanah untuk menjawab tantangan mengembangkan literasi media. Perguruan tinggi merupakan komunitas hidup yang dinamik. Perannya untuk menumbuhkan intelektual, emosional dan spiritual para civitas akademika. Dosen, mahasiswa, dan seluruh staf perguruan tinggi bergumul dengan nilainilai kehidupan kemasyarakatan,, mengejar dan mendiseminasikan pengetahuan sebagai pengabdian bagi kemajuan masyaraka.. Perguruan tinggi tidak seperti menara gading sebagai simbol belaka. Keberadaan perguruan Tinggi mempunyai kedudukan dan fungsi penting dalam perkembangan suatu masyarakat. Proses perubahan sosial (social change) di masyarakat yang begitu cepat, menuntut dalam menghadapi permasalahan pembangunan, pendidikan tinggi tidak boleh sebagai penonton. Perguruan tinggi harus pro aktif dan berpartisipasi di dalamnya. Seperti persoalan literasi media, dimana kehadiran media telah memberi dampak dalam kehidupan masyarakat. Untuk memilih media yang sesuai dibutuhkan adanya penyeleksian media secara optimal yaitu dengan literasi media. Literasi media merupakan salah satu upaya menangkap dampak negatif media televisi. Media literasi menjadikan khalayak media mampu mengevaluasi dan berfikir kritis terhadap pesan yang disampaikan oleh media misalnya televisi. Dengan literasi media maka diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang diharapkan. Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education) dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter. Pendidikan karakter pada dasarnya sudah diterapkan dalam pembelajaran di sekolah, dengan harapan dapat menciptakan generasi yang memiliki karakter budi pekerti yang luhur. Dalam pembelajarannya tentunya dibutuhkan media penyampai pesan yang tepat sasaran sehingga tujuan tersebut dapat dicapai. Untuk memilih media yang sesuai dibutuhkan adanya penyeleksian media secara optimal yaitu dengan literasi media. Literasi media merupakan salah satu upaya menangkap dampak negatif media televisi. Media literasi menjadikan khalayak media mampu mengevaluasi dan berfikir kritis terhadap pesan yang disampaikan oleh media misalnya televisi. Dengan literasi media maka diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang diharapkan. METODE Pendekatan dan Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu, dengan desain one group pretest-postest, yang digambarkan dalam diagram berikut ini. 164

O1 X O2 ( Mc Millan &Schumacher, 1989:312) Keterangan: O1 : Tes awal O2 : Tes akhir X : pemahaman mahasiswa pada literasi media Berdasarkan diagram tersebut di atas, X = berarti perlakuan, yaitu pemahaman lieterasi media berbasis pendidikan karakter. O1 = pemberian pretes, dan O2 pemberian postes. Metode ini digunakan untuk menguji kefektifan literasi media dalam perkuliahan. Penelitian dilaksanakan di PGSD UNNES dengan alasan berikut: (1) Peneliti merupakan dosen di PGSD. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sebagai berikut. (1) Tes, pemahaman mahasiswa pada literasi media dalam perkuliahan, (2) Angket, digunakan untuk mengumpulkan data tentang kualitas literasi media untuk menanamkan pendidikan karakter mahasiswa PGSD. (3) Observasi, dilakukan untuk mengetahui kualitas dan pengaruh literasi media berdasarkan pengamatan di kelas. Pengujian Validitas Tes, pengujian ini difokuskan pada tes pemahaman mahasiswa pada literasi media selama mengikuti perkuliahan. Pengujian reliabilitas, tes keterampilan menggunakan literasi media berbasis pendidikan karakter dalam perkuliahan. Langkah-langkah pengolahan data dilakukan melalui: (1) Tabulasi data, (2) Penskoran, (3) Verifikasi data HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil pretes yang diperoleh dari tingkat pemahaman literasi media pada mahasiswa PGSD Unnes dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. Tabel 1. Hasil Pretes No Pencapaian Data Awal 1 Rata-rata 56,5 2 Jenis Media 20 3 Kuantitas penggunaan 85 4 Fungsi Media 56% 5 Dampak media 44% Data pada tabel 1 menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman mahasiswa adalah 56.5, mengenai jenis media 20%, kuantitas penggunaan media 85%, fungsi media 44% dan 56% tentang dampak media. Berdasarkan hasil pretes di atas, maka hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap pemahaman media adalah sebagai berikut; 1) dosen menyampaikan manfaat yang akan diperoleh mahasiswa terkait dengan media yang digunakan; 2) dosen menjelaskan keterkaitan media dalam membetuk karakter mahasiswa;3) dosen lebih menekankan kiatkiat media dalam proses belajar mengajar; 4) dosen membimbing mahasiswa membuat media pembelajaran terkait dengan pembentukan nilai-nilai karakter.. Tabel 2. Hasil Postes No Pencapaian Skor 1 Rata-rata 74.25 2 Jenis media 50 3 Fungsi media 93.25 4 Kuantitas penggunaan media 16% 5 Dampak media 84% Data pada tabel 2 menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman mahasiswa terhadap penggunaan media adalah 74.25, dengan mengetahui jenis media 50 fungsi media dalam pembelajaran 93.25, kuantitas pemakaian media 84% dan 16% dampak media yang digunakan dalam pembelajaran terkait dengan penanaman nilai-nilai karakter 165

Gambar 1. Diagram tingkat pemahaman media Gambar di atas menunjukkan bahwa 84% memahami media, dan 16 % dampak media dalam pembelajaran.. Menurut data yang diperoleh pada postes, hal yang perlu ditekankan pada pemahaman literasi media adalah sebagai berikut;1) meningkatkan pemahaman media dalam proses pembelajaran dan partisipasi aktif mahasiswa dalam menggunakan media; 2) meningkatkan tingkat pemahaman mahasiswa baik literasi, inferensial, elaborasi, dan evaluasi. Berdasarkan data hasil pretes dan postes dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman media dan dampak media sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Data mengenai tingkat literasi mahasiswa dalam memahami media serta dampak media adalah sebagai berikut. Tabel 3. Dampak media dalam pembelajaran No Aspek yang dinilai Rata-rata Kriteria 1 Pengoperasian media 3.84 B 2 Manfaat media 3.48 B 3 Pengembangan nilai 3,12 B Berdasarkan tabel di atas kemampuan memahami media rata-rata memperoleh kriteria B, ini berarti semua mahasiswa dapat memahami dan menggunakan media sesuai kebutuhan. Pembahasan Berdasarkan data pada tabel 2 menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan memahami literasi media adalah 74.25, pengelompokan jenis media 50, fungsi media 93.2. 166

Menurut data di atas terdapat kenaikan hasil belajar serta peningkatan pemahaman belajar dari 64% menjadi 84%. Nilai pemahaman adalah nilai yang menggambarkan proporsi dan kualifikasi pemahaman mahasiswa terhadap kompetensi yang telah ditetapkan dalam pembelajaran. Berdasarkan nilai postes mahasiswa pada tes kemampuan awal menunjukkan bahwa prosentase pemahaman klasikal mahasiswa adalah 75%. Setelah adanya perlakuan ternyata menunjukkan bahwa prosentase pemahaman mahasiswa mencapai 84%. Hal ini dapat membuktikan bahwa literasi media cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kegiatan positif bagi anak yaitu; (1) menikmati diskusi dri berbagai macam literasi media pada umumnya, (2) merespon secara lisan dan tulisan terhadap literasi media yang berkualitas dari mahasiswa, (3) menganalisis struktur media, jenis dan fungsi, (4) menggambarkan bagaimana cara mereka memahami media tersebut, dan (5) menggunakan bahasa sesuai kaidah yang berlaku. Dalam penelitian yang telah dilakukan terbukti adanya peningkatan kemampuan memahami litearsi media yang sesuai dengan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik. Hal ini dapat membuktikan bahwa pemahaman literasi media berbasis pendidikan karakter dapat meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Kemampuan memahami literasi media dalam pembelajaran terlihat adanya peningkatan kemampuan memahami jenis, fungsi dan dampak media. Melalui literasi ini tidak hanya ranah kognitif mahasiswa yang aktif, akan tetapi juga melatih keterampilan sosialnya. Mahasiswa dilatih untuk berdiskusi dan bekerjasama dengan teman untuk memecahkan masalah. Dengan demikian mahasiswa juga memiliki keterampilan sosisal yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan memahami dampak media oleh mahasiswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa literasi media berbasis pendidikan karakter berkontribusi positif bagi mahasiswa PGSD Unnes.. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil kajian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. Meningkatkan pemahaman media dalam proses pembelajaran dan partisipasi aktif mahasiswa dalam menggunakan media; Meningkatkan tingkat pemahaman mahasiswa baik literasi, inferensial, elaborasi, dan evaluasi. Menikmati diskusi dari berbagai macam literasi media pada umumnya, Merespon secara lisan dan tulisan terhadap literasi media yang berkualitas dari mahasiswa, Menganalisis struktur media, jenis dan fungsi, Menggambarkan bagaimana cara mereka memahami media tersebut, dan. Menggunakan bahasa sesuai kaidah yang berlaku. Saran Mahasiswa lebih selektif dalam memilih media, Mahasiswa dapat menerapkan pemakaian media sesuai kebutuhan, Mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh berita yang muncul di media, Mahasiswa dapat menciptakan media yang kreatif dalam proses pembelajaran sesuai dengan karakter dan isi materi. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20, Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dick, W. & Carey, L. (1990). The systematic design of instruction ( Ed). United 167

Stated of America. Sugiyono. (2008). Metode penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia http://mediadanbudayapopuler. wordpress.com/2012/05/15/ membumikan-literasi-mediamenjawab-tantangan-media-kini/ http://belajarpsikologi.com/pengertianpendidikan-karakter/ http://mazdalifahjalil.wordpress. com/2012/08/29/mengembangkanliterasi-media-di-perguruan-tinggi/ http://syahrulismet.blogspot.com/2012/02/ pendidikan-literacy-media.html 168