Irmawati Liliana Kusuma Dewi UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat modern yang menuntut spesialisasi dalam masyarakat yang. semakin kompleks. Masalah profesi kependidikan sampai sekarang

BAB I PENDAHULUAN. (dalam Norep, 2012) Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. pengajaran yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata

BAB I PENDAHULUAN. hanya diperoleh dari guru yang profesional dan sekolah berkualitas.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pemerintah beranggapan bahwa profesional guru dan dosen dalam dunia

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Hampir

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi Bangsa Indonesia adalah

BAB I PENDAHULUAN. Ketatnya persaingan dalam lapangan kerja menuntut lembaga pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan wahana yang sangat strategis dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memberikan

I. PENDAHULUAN. Meningkatkan mutu pendidikan adalah tanggungjawab semua pihak

BIORMATIKA Jurnal Ilmiah FKIP Universitas Subang Vol. 4 No 2 September 2017 ISSN (p) (e)

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN

BAB I PENDAHULUAN. tercapai. Peningkatan mutu pendidikan ditentukan oleh kesiapan sumber daya. penentu tinggi rendahnya mutu hasil pendidikan.

IMPLEMENTASI STANDAR PROSES TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA SMA SE-KABUPATEN TORAJA UTARA

BAB I PENDAHULUAN. diharapkan kompetensi setiap individu akan berkembang sesuai dengan jenjang

MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SD YAYASAN MUTIARA GAMBUT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dalam arti cerdas dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa tertuang didalam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mia Rosalina, 2013

BAB I PENDAHULUAN. terdapat jenjang pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Kejuruan

A. Latar Belakang Pendidikan merupakan faktor sangat penting dalam pembangunan nasional dimana pembangunan itu sendiri membutuhkan sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keberhasilan pembangunan nasional dalam suatu Negara salah satunya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK MAHASISWA PADA MATA KULIAH PROGRAM LATIHAN PROFESI I (PLP I)

RELEVANSI KOMPETENSI LULUSAN SMK DENGAN TUNTUTAN DUNIA KERJA. Ricky Gunawan Jurusan Teknik Mesin FPTK UPI

PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG KETRAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU

BAB I PENDAHULUAN. Dunia pendidikan merupakan faktor penunjang utama dalam maju atau

BAB I PENDAHULUAN. tentang Guru dan Dosen).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sepita Ferazona, 2013

ANALISIS KEMAMPUAN PEDAGOGIK DAN SELF CONFIDENCE CALON GURU MATEMATIKA DALAM MENGHADAPI PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN. Oleh :

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia untuk pembangunan. Sumber daya manusia indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Diantara elemen tersebut adalah instruktur atau pendidik, materi ajar, metode, tujuan

BAB I PENDAHULUAN. oleh banyak kalangan. Hal ini bisa dilihat dari beberapa indikator. Pertama,

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan profesional secara maksimal. Hal ini disebabkan karena guru

BAB I PENDAHULUAN. berkualitas. Hal ini berkaitan dengan ha kikat pendidikan yaitu sebagai upaya

BAB I PENDAHULUAN. penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional. Upaya peningkatan kualitas

BAB I PENDAHULUAN. pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kriteria administratif, yaitu memiliki ijazah yang sesuai dengan

BAB I PENDAHULUAN. Efektivitas proses..., Hani Khotijah Susilowati, FISIP UI, Universitas Indonesia

I. PENDAHULUAN. Sejarah suatu bangsa dapat dilihat dari perkembangan pendidikan yang diperoleh

BAB I PENDAHULUAN. juga semakin pesat seperti tiada henti. Dapat dilihat dari alat-alat teknologi yang

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap-tahap

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Siti Robiah Adawiyah, 2014 Usaha Instruktur Dalam Optimalisasi Motivasi Belajar Bahasa Inggris

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. sekolah sangat penting. Seperti ditemukan dalam berbagai studi baik di. nasional Universitas Pendidikan Indonesia, 2012:10).

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang dianut pemangku kebijakan. Kurikulum memiliki. kedudukan yang sangat sentral dalam keseluruhan proses pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh peserta didik (in put), pendidik, sarana dan prasarana,

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai tanggung jawab besar dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan.

UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan. Indonesia sebagai suatu bangsa yang sedang giat-giatnya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. BERMUTU di MGMP Sub Rayon I Tanjungsari, sesuai dengan butir-butir

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sertifikasi guru merupakan salah satu terobosan dalam dunia

BAB I PENDAHULUAN. antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta

PEMILIHAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2007

BAB I PENDAHULUAN. Gunung Jati, Bandung, 1997, hlm

PROFESIONALISME GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Unnes Physics Education Journal

PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SD MELALUI SUPERVISI AKADEMIK

PENDIDIKAN GURU DI ERA SERTIFIKASI PENDIDIK 0. PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. dilakukan terhadap sumberdaya manusia yang ada, materi, dan sumberdaya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Oleh

BAB I PENDAHULUAN. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pendidikan yang dilakukan pemerintah saat ini sangatlah

BAB I PENDAHULUAN. dihadapi kedepan adalah globalisasi dengan dominasi teknologi dan informasi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menghadapi pesatnya persaingan pendidikan di era modern ini, semua

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TK

I. PENDAHULUAN. Dalam mencapai tujuan, setiap organisasi dipengaruhi oleh perilaku

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada hakikatnya merupakan sebuah upaya untuk. meningkatkan kualitas manusia. Sekolah merupakan salah satu organisasi

BAB I PENDAHULUAN. ditentukan oleh kualitas pendidikan. Pendidikan merupakan usaha sadar

BAB I PENDAHULUAN. Sudarwan Danim, Pengembangan Profesi Guru,Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2012, hlm. 2.

PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN PADA SMA NEGERI 2 SAMBAS

(Invited Speaker dalam Seminar Nasional di Universitas Bengkulu, 29 Nopember 2009)

BAB I PENDAHULUAN. luar pendidikan formal yang teroganisasi, sistematis, dan berjenjang.

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan harus berlangsung secara berkelanjutan. Dari sinilah kemudian muncul istilah

I. PENDAHULUAN. masyarakat yang diserahi kewajiban memberi pendidikan. Sekolah merupakan

BAB V Kesimpulan

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR METODE NUMERIK BERBASIS PEMECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS

BAB I PENDAHULUAN. tua siswa, guru, dan semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan ini.

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki abad ke-21 ini Indonesia dihadapkan pada masalah yang

ASOSIASI KEMAMPUAN SPASIAL DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN GEOGEBRA

SERTIFIKASI GURU, ANTARA PROFESIONALISME, TANTANGAN, DAN REALITA GURU*) Oleh : Badrun Kartowagiran**)

STUDI TENTANG PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI 11 MAKASSAR

I. PENDAHULUAN. Guru sains adalah salah satu komponen penting dalam meningkatkan mutu

S u r a t n o. Dikpora Kab. Lombok Timur ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. mengajar dan prestasi murid adalah guru. bertanggung jawab dalam membantu anak-anak mencapai kedewasaan.

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUIPENYUSUNAN PTKBAGI GURU- GURU SMA DI GUBUG, GROBOGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam dinamika yang kian mengglobal, ilmu pengetahuan dan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Mengajar lebih daripada pekerjaan-pekerjaan lainnya, telah

Transkripsi:

FAKTOR PENDUKUNG DAN FAKTOR PENGHAMBAT YANG DIHADAPI GURU MATEMATIKA DI SMA NEGERI 6 CIREBON DALAM MELAKSANAKAN KINERJA BERDASARKAN STANDAR KOMPETENSI GURU Irmawati Liliana Kusuma Dewi UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI Irmawati.liliana@gmail.com Abstrak Guru adalah elemen kunci dalam sistem pendidikan, oleh karena itu guru matematika harus memiliki pemahaman yang mendasar dan komprehensif tentang regulasi dan substansinya yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kinerja yang baik merupakan tolak ukur tingkat keberhasilan guru matematika dalam menjalankan tugasnya. Guru perlu merancang kegiatan pembelajaran yang dapat memperbaiki kualitas pembelajaran. Agar kinerja guru matematika terstandar dan terarah adalah dengan berpedoman pada Standar Kualifikasi akademik dan Kompetensi Guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi guru matematika di SMA Negeri 6 Cirebon dalam melaksanakan kinerja berdasarkan standar kompetensi guru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripstif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat sehingga guru matematika pada khususnya di SMA Negeri 6 Cirebon dalam melaksanakan kinerja yang sesuai dengan standar kompetensi belum maksimal. Kata kunci : Kinerja guru matematika, Standar kompetensi. 18

I. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu arena untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri manusia agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan yaitu manusia memiliki kemampuan berfikir, bertindak, berkembang, serta menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman. Sejalan dengan apa yang dicantumkan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di tengah-tengah kemajuan iptek yang semakin pesat, kompetisi dalam segala bidang semakin tidak mungkin dihindarkan. Hanya bangsa yang memiliki sumber daya manusia bermutu tinggi yang dapat ikut bermain dalam percaturan kompetisi global. Terlebih jika kita menyadari bahwa kesejahteraan suatu bangsa tidak lagi dapat bertumpu pada sumber daya alam (SDA) dan modal yang bersifat fisik. Kesejahteraan bangsa-bangsa maju mulai bersumber pada modal intelektual, modal sosial, dan kredibilitas bangsanya. Oleh karena itu, tuntutan untuk terus-menerus memutakhirkan pengetahuan menjadi suatu keharusan. 2 Salah satu upaya yang sangat mendesak dilakukan adalah peningkatan mutu guru melalui profesionalisme guru. Guru merupakan elemen kunci dalam sistem pendidikan, khususnya di sekolah. Semua komponen lain, mulai dari kurikulum, sarana-prasarana, biaya, dan sebagainya tidak akan banyak berarti apabila esensi pembelajaran yaitu interaksi guru dengan peserta didik tidak berkualitas. Semua komponen lain, terutama kurikulum akan hidup apabila dilaksanakan oleh guru. Guru mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional, khususnya dalam bidang pendidikan nasional. Guru dalam Undang-Undang Sisdiknas dan UU Guru dan Dosen (UUGD) ditempatkan sebagai profesi yang sangat penting dan bermartabat. Profesi guru telah diberikan status dan legatimasi yang kuat dan setaraf dengan profesi-profesi lain seperti dokter, apoteker, dan hakim. Meski tidak sefavorit profesi-profesi tersebut, profesi guru dapat menjadi profesi alternatif bagi para pencari profesi. Oleh karena itu, tingkat profesionalisme guru perlu ditingkatkan Dalam kondisi yang demikian, guru matematika juga harus memberikan kontribusi yang besar bagi pengembangan profesi yang diembannya. Kontribusi yang dimaksud dapat dibuktikan dengan memperlihatkan prestasi kerja yang baik. Kinerja yang baik merupakan tolak ukur tingkat keberhasilan guru dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, perlu ada upaya mendesak untuk mengoptimalkan sumber daya guru dalam rangka meningkatkan profesionalismenya. Untuk mewujudkan hal tersebut tentu tidaklah mudah, akan ada faktor penghambat dan pendukung dalam melaksanakan kinerja untuk meningkatkan profesionalisme sebagai guru. Hasil penelitian Obara (2006), pembekalan para guru melalui pengembangan profesional untuk mencapai Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics (NCTM), para guru dihadapkan tantangan dalam pembelajaran yang berbasis pada standar kurikulum matematika dan standar kinerja guru. Sedangkan Muharam (2010) menyatakan bahwa dari sisi implemetasi kebijakan manajemen pengadaan guru ternyata di lapangan masih memiliki kesenjangan yang menimbulkan kendala dalam menjalankan Permendiknas No. 16/2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Hal ini didukung juga oleh Suyoto (2008) yang menyatakan bahwa perlunya peningkatan profesional guru dengan mewajibkan guru memiliki (1) kualifikasi akademik, (2) kompetensi, (3) sertifikat pendidik, (4) sehat jasmani dan rohani, serta (5) memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sedangkan menurut Trimantara (2006), untuk mengetahui 19

tingkat kompetensi guru diperlukan seperangkat alat tes kompetensi yang memenuhi standar sehingga dapat mengukur tingkat kompetensi dan profesionalisme guru sesuai dengan standardisasi mutu pendidikan. Hasil wawancara peneliti terhadap guru-guru matematika diperoleh informasi bahwa kendala yang dialami guru dalam meningkatkan kinerja guru adalah kurang pemahaman mengenai standar kompetensi guru, kurang memahami tentang teori belajar dan prinsip-prinsip belajar matematika. Kurang pahamnya terhadap teknologi informasi, kurangnya pelatihan tentang bagaimana cara meningkatkan kompetensi bagi guru matematika. Kurang meratanya supervisi bagi guru termasuk guru matematika, tidak dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sehingga kenaikan pangkat dan karir terhambat. Menurut Jusuf (2005: 34) dalam Accreditation of Teacher Education (NCAT), the Association of Educational Communication and Technology (AECT), the American Association of School Librarian (AASL), dijelaskan ada beberapa karakteristik guru profesional. Secara umum, guru yang kompeten harus memiliki, dan terus mengembangkan pengetahuan serta keterampilan dalam teknologi pembelajaran untuk dapat secara tepat dan bertanggung jawab menggunakan alat, sumber daya, proses, dan sistem untuk mengambil, menilai dan mengevaluasi informasi dari berbagai media. Guru yang kompeten harus menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk membantu peserta didik dalam memecahkan masalah, berkomunikasi dengan jelas, membuat keputusan, dan dalam membangun pengetahuan baru, produk, atau beragam sistem, serta terlibat dalam lingkungan pembelajaran. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional, pemerintah telah merumuskan empat jenis kompetensi guru sebagaimana tercantum dalam Penjelasan Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi guru matematika di SMA Negeri 6 Cirebon dalam melaksanakan kinerja berdasarkan standar kompetensi guru. Yang diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk menginformasi bagi para pendidik mengenai faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapiguru matematika dalam meningkatkan komptensinya sebagai pendidik. II. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Dalam penelitian ini yang diamati adalah orang, yaitu guru matematika SMA Negeri 6 Kota Cirebon. Sumber dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian. Dalam penelitian kualitatif, sumber data dipilih dan mengutamakan perspektif emic, artinya mementingkan pandangan informan. Penelitian ini menggunakan pedoman wawancara yang digunakan untuk menggali proses pengimplementasian standar kompetensi terhadap kinerja guru matematika serta faktor pendukung dan penghambatnya. Dalam melakukan wawancara digunakan pedoman wawancara atau daftar 20

pertanyaan sebagai pemandu awal. Namun demikian pedoman atau daftar pertanyaan ini tidak baku, artinya dapat berubah sesuai situasi dengan kondisi saat wawancara, maka pedoman wawancara tidak perlu divalidasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan saat penelitian berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis ternyata belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu hingga diperoleh data yang dianggap kredibel. Dalam penelitian ini pengujian kredibilitas data penelitian dilakukan dengan cara: 1) Meningkatkan ketekunan, 2) Triangulasi dilakukan dengan cara triangulasi teknik, sumber data, serta waktu, dan 3) kecukupan referensial. Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan oleh peneliti adalah dengan wawancara, observasi proses pembelajaran, studi dokumentasi, dan tes. 4 III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berikut akan dibahas hasil-hasil penelitian tentang faktor pendukung dan faktor penghambat kinerja guru matematika berdasarkan standar kompetensi di SMA Negeri 6 Kota Cirebon. Dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor penghambat yang dihadapi guru matematika dalam melaksanakan kinerja guru berdasarkan standar kompetensi di SMA Negeri 6 Kota Cirebon antara lain: 1. Belum maksimalnya pemahaman guru matematika tentang Permendiknas No 16 tahun 2007 mengenai standar kualifikasi akademik dan kompeteni guru khususnya guru matematika. 2. Karakteristik siswa yang beragam, Kurang maksimal pemahaman guru tentang teori pembelajaran matematika dan prinsip-prinsip belajar matematika. 3. Kurangnya pemahaman tentang internet serta penggunaan teknologi informasi hanya sebatas penggunaan laptop dan infokus untuk penyampaian materi di kelas. 4. Masih perlu diperbanyak lagi adanya pelatihan tentang peningkatan kompetensi bagi guru khususnya guru matematika. 5. Kurang meratanya supervisi dan tindak lanjut yang dilakukan pada guru termasuk guru matematika. 6. Terkadang ditemukan ketidaksesuian antara yang tertulis di RPP dengan pengalaman belajar dalam action kelas. 7. Tidak dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dibuat menjadi karya tulis untuk membantu guru dalam kenaikan pangkat serta peningkatan karir. Sedangkan faktor pendukung kinerja guru matematika antara lain: 1. Adanya internet sebagai media yang bisa digunakan untuk menggali wawasan tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. 21

2. Tenaga guru yang komunikatif dan dapat dilatih untuk menguasai kompetensi guru dan teori teori pembelajaran, prinsip-prinsip belajar matematika serta metode pembelajaran yang dibutuhkan. 3. Adanya agenda kepala sekolah untuk melakukan supervisi bagi guru-guru SMA Negeri 6 Kota Cirebon termasuk di dalamnya guru matematika. 4. Adanya kegiatan In House Trainning (IHT) tiap awal tahun pelajaran, yang ditujukan melatih para guru untuk meningkatkan kinerjanya sebagai guru. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Terdapat hambatan yang dihadapi guru matematika pada implementasi standar kompetensi pada kinerja guru matematika di SMA Negeri 6 Kota Cirebon antara lain kurangnya pemahaman tentang Permendiknas No 16 Tahun 2007 mengenai Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru, karakteristik siswa yang beragam, kurang maksimal pemahaman guru tentang teori pembelajaran matematika dan prinsip-prinsip belajar matematika. Pemanfaatan teknologi dan informasi hanya sebatas penggunaan laptop dan infokus untuk penyampaian materi di kelas. Kurangnya pelatihan tentang peningkatan kompetensi bagi guru, khususnya guru matematika, kurang meratanya supervisi bagi guru matematika, serta guru matematika tidak melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sedangkan faktor pendukung implementasi standar penilaian pendidikan antara lain: adanya internet sebagai media yang bisa digunakan untuk menggali wawasan tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru, tenaga guru yang komunikatif dan dapat dilatih untuk menguasai kompetensi guru dan teori teori pembelajaran, prinsip-prinsip belajar matematika serta metode pembelajaran yang dibutuhkan. Selain itu, adanya agenda kepala sekolah untuk melakukan supervisi bagi guru-guru SMA Negeri 6 Kota Cirebon termasuk di dalamnya guru matematika, dan adanya kegiatan In House training (IHT) untuk melatih para guru meningkatkan kinerjanya. Berdasarkan hasil analisis kinerja guru yang dilaksanakan oleh guru matematika SMA Negeri 6 Kota Cirebon, secara prosedural sudah terlaksana sesuai Standar Kompetensi namun masih belum sempurna. Saran peneliti adalah Setiap guru, khususnya guru matematika perlu memahami dan mempelajari lebih jauh isi dokumen Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru dan melaksanakan kinerjanya mengacu standar kompetensi guru dan model kinerja guru matematika itu dapat diterapkan di sekolah yang mempunyai karakteristik sama dengan SMA Negeri 6 Kota Cirebon dengan catatan melihat kendala-kendala yang dihadapi SMA Negeri 6 Kota Cirebon dan dapat mengantisipasi kendala-kendala tersebut. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi awal untuk melakukan penelitian yang lebih fokus dan spesifik tentang kinerja guru matematika yang sesuai standar kompetensi. V. DAFTAR PUSTAKA 22

BSNP. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Pendidik dan Kompetensi Guru. Jakarta: BSNP Jusuf, H. 2005. Improving Teacher Quality, A Keyword For Improving Education Facing Global Challenges. The Turkish Online Journal of Educational Technology., Vol. 4, Issue 1, Article 4 Muharam, A. 2010. Manajemen Pengadaan Guru dalam Rangka Membangun Sekolah Dasar Berkualitas. Jurnal Pendidikan Dasar. No 14 Oktober 2010 NCTM. 2000. Principles and Standards for School Mathematics. http://www.nctm.org/standards/content.aspx?id=26792 (di unduh 18 November 2012) Obara, S. 2006. The Process and Impact of Implementing PerformanceStandards In Mathematics. A Dissertation Submitted To The Graduate Faculty Of The University Of Georgia In Partial Fulfillment Of The Requirements For The Degree.. Athens: The University Of Georgia Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. 6 Bandung: Alfabeta Suyoto, Sulistiyo, dan Sunandar. 2008. Optimalisasi Sumber Daya Guru dalam Rangka Meningkatkan Profesionalisme Guru SD di Kabupaten Banyumas. Jurnal Media Penelitian Pendidikan, Vol 2 No 2 Desember 2008 Trimantara, P. 2006. Standardisasi Tes Kompetensi Guru Bahasa Indonesia: Sebuah Pemikiran. Jurnal Pendidikan Penabur - No.06/Th.V/Juni 2006 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional 23