Pendidikan Kewarganegaraan

dokumen-dokumen yang mirip
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Modul ke: Hak Asasi Manusia. Fakultas. Rusmulyadi, M.Si. Program Studi.

HAK ASASI MANUSIA.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia

Hak Asasi Manusia. Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

Modul ke: HAK ASASI MANUSIA. 09Teknik. Fakultas. Yayah Salamah, SPd. MSi. Program Studi MKCU

Mengetahui hak manusia yang melekat sejak lahir RINA KURNIAWATI, SHI, MH

Negara Hukum. Manusia

A. Pengertian Hak Asasi Manusia B. Tujuan Hak Asasi Manusia C. Perkembangan Pemikiran HAM

C. Konsep HAM dalam UU. No. 39 tahun 1999

KEWARGANEGARAAN NEGARA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi Teknik Informatika

HAM KEWARGANEGARAAN. Hak Asasi Manusia FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

HAK AZASI MANUSIA. Drs. H. M. Umar Djani Martasuta, M.Pd

UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA PASAL 1

HAK ASASI MANUSIA. Pengertian HAM

Dikdik Baehaqi Arif

Sejarah Perkembangan Hak Asasi Manusia

MODUL VII HAK AZAZI MANUSIA

PENGERTIAN HAM Hak adalah kekuasaan atau wewenang yang dimiliki seseorang atas sesuatu (Suria Kusuma, 1986). Istilah Hak asasi menunjukkan bahwa kekua

Dapat memahami materi tetang HAM. Dapat memahami materi HAK dan Kewajiban Warga Negara. Dapat memahai dan menjelaskan pelaksanaan HAM di Indonesia

HAK AZASI MANUSIA. Materi Perkuliahan Ilmu Politik FH Unsri. Vegitya Ramadhani Putri, MA, LLM

SEJARAH HAK AZASI MANUSIA

KEWARGANEGARAAN. Modul ke: HAK ASASI MANUSIA. Fakultas FEB. Syahlan A. Sume. Program Studi MANAJEMEN.

NEGARA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Universitas Indo Global Mandiri Palembang

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN by DANIEL ARNOP HUTAPEA, S.Pd PERTEMUAN KE-1

Hak Azasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersama dengan kelahiran atau kehadirannya di dalam kehidupan

Hak Asasi Manusia dan Negara Hukum

BAHAN AJAR KEWARGANEGARAAN

tujuan, Abstract Kompetensi mempelajari perkembang baik di dunia permasalaha dan di Indonesia, dengan fungsi serta Kode MK Online lengkap

Pengantar Memahami Hak Ekosob. M. Dian Nafi PATTIRO-NZAID

SMA JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN X (SEPULUH) KEWARGANEGARAAN (PKN) HAM & IMPLIKASINYA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

HAK ASASI MANUSIA (HAM)

TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

10 [SEPULUH] HAK YANG DILINDUNGI UNDANG - UNDANG HAK ASASI MANUSIA RI

Materi Kuliah HAK ASASI MANUSIA

PANCASILA HAK ASASI MANUSIA

NAMA : WAHYU IFAN AGASTYO NIM : KELOMPOK : I (NUSA) DOSEN : Drs.Muhammad Idris STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

HAM(Hak Asasi Manusia)

Sambutan Dirjen HAM dalam acara peluncuran buku ajar Hukum Hak Asasi Manusia Pusham UII, Yogyakarta, 14 Maret 2009

Kata Kunci: Negara hukum, Hak Asasi Manusia, Konstitusi.

KONSEP DASAR HAM. Standar Kompetensi: 3. Menampilkan peran serta dalam upaya pemajuan, penghormatan dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut UU No 39/1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP INDEKS KEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

Bab 3 Hak Asasi Manusia A. Pengertian HAM, HAM adalah hak dasar yang dimilki manusia sejak manusia dilahirkan. Ada dan melekat pada diri setiap

BAB 4 HAK ASASI MANUSIA DAN PENEGAKKAN HUKUM

LATIHAN SOAL PKN BAB 1 Pengampu: Sofani Erlina, S.Pd., Gr 1. HAM merupakan seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

HAK ASASI MANUSIA dalam UUD Negara RI tahun Dr.Hj. Hesti

DEKLARASI UNIVERSAL HAK ASASI MANUSIA 1 MUKADIMAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS

PAPER PANCASILA. Hak Asasi Manusia Menurut Pancasila Dan UUD. Dosen : Drs. Tahajudin S. OLEH : : Eko Hernanto NIM :

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Niar Riska Agustriani, 2014 Peranan komisi nasional hak asasi manusia Tahun

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (R P P) (Siklus I)

BAB II PERKEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA DI DUNIA DAN INDONESIA, SERTA KONTRIBUSI INDONESIA DALAM PEMBENTUKAN BADAN MEKANISME HAM DI ASEAN

PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

MAKALAH HAK ASASI MANUSIA

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

CONTOH SOAL DAN JAWABAN UKG PKN SMP Berikut ini contoh soal beserta jawaban Uji Kompetensi Guru PKn SMP

NILAI DAN NORMA KONSTITUSIONAL UUD NRI UUD NRI 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia. Apa isinya?

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK)

PENGANGKATAN ANAK SEBAGAI USAHA PERLINDUNGAN HAK ANAK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang berasal dari Tuhan, dan tidak dapat diganggu gugat oleh. Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan salah satu nilai dasar

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

INSTRUMEN NASIONAL HAK ASASI MANUSIA (HAM)

Hak atas Informasi dalam Bingkai HAM

DEFINISI, TEORI, DAN RUANG LINGKUP HAK AZASI MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN. Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan

K111 DISKRIMINASI DALAM PEKERJAAN DAN JABATAN

Hakikat dan Sejarah Perkembangan Hak Asasi Manusia (HAM)

HAK ASASI MANUSIA DALAM PANCASILA. : IRVAN AGUSTIAN PRATAMA NIM : Kelompok : C Program Studi : STRATA 1 : Teknik Informatika

(Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia)

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Konstitusi dan Rule of Law

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

HAK ASASI MANUSIA. by Asnedi KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA KANWIL SUMATERA SELATAN

TUGAS AKHIR KULIAH PANCASILA HAK ASASI MANUSIA

TEMA: PERAN DPR-RI DALAM PERSPEKTIF PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DAN DEMOKRASI DI INDONESIA. Kamis, 12 November 2009

SKENARIO MODUL HAK ASASI MANUSIA I PERTEMUAN KE-11

Makalah WORKSHOP PENYUSUNAN SILABUS & SAP MATA KULIAH HUKUM HAK ASASI MANUSIA. Aspek Penegakan Hukum HAM di Indonesia

PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 37 SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. dan pelaksanaan HAM lebih banyak dijadikan objek power game diantara blokblok

Dr. KURNIASIH, SH, M.Si DIREKTUR PRODUK HUKUM DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. dan Negara Hukum

Transkripsi:

Modul ke: 09 Dosen Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Pendidikan Kewarganegaraan Berisi tentang Hak Asasi Manusia : Sukarno B N, S.Kom, M.Kom Program Studi Hubungan Masyarakat http://www.mercubuana.ac.id

Pengertian Hak Asasi Manusia Pengertian hak asasi manusia (HAM) menurut Tilaar (2001) adalah hak hak yang melekat pada diri manusia, dan tanpa hak hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat.

Hak asasi manusia pada dasarnya bersifat umum atau universal, karena diyakini bahwa beberapa hak yang dimiliki manusia tidak memandang bangsa, ras, atau jenis kelamin. Secara definitif, hak merupakan unsur normatif yang berfungsi sebagai pedoman berperilaku, melindungi kebebasan, kekebalan serta menjamin adanya peluang bagi manusia menjaga harkat dan martabatnya.

Hak asasi manusia juga bersifat supralegal, artinya tidak tergantung pada negara atau undang undang dasar dan kekuasaan pemerintah, bahwa HAM memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi yaitu Tuhan. Di Indonesia hak ini ditegaskan dalam UU No.39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia yang mendefinisikan hak asasi manusia sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan YME.

Berdasarkan beberapa rumusan pengertian HAM di atas, diperoleh kesimpulan bahwa HAM merupakan hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugrah Tuhan yang harus dihormati, dijaga dan dilindungi oleh setiap individu, masyarakat atau negara. Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa pokok hakikat HAM yaitu : HAM tidak perlu diberikan, diberi ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, pandangan politik atau asal-usul biologis bangsa. HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansour Fakih, 2003).

Ruang lingkup HAM meliputi : Hak sosial politik (hak alamiah) yang dibawa manusia sejak ia lahir, contohnya hak hidup, hak milik, hak hak untuk mengusahakan kebahagiaan. Hak ekonomi-sosial budaya, yaitu hak yang diperoleh manusia dari masyarakatnya, contohnya hak mendapatkan pekerjaan, hak menerima upah yang layak, hak berserikat, hak mengemukakan pendapat, hak mendapatkan pendidikan dan hak mendapatkan pelayanan kesehatan. Hak hak ini bersifat nonuniversal.

Tujuan Hak Asasi Manusia Tujuan hak asasi manusia adalah untuk mempertahankan hak hak warga negara dari tindakan sewenang wenang aparat negara dan mendorong tumbuh serta berkembangnya pribadi manusia yang multidimensional.

Perkembangan Pemikiran HAM Perkembangan HAM di Dunia Piagam mengenai perkembangan pemikiran dan perjangan HAM adalah sebagai berikut : Magna Charta (Piagam Agung 1215) Piagam Magna Charta adalah piagam penghargaan atas pemikiran dan perjuangan HAM yang dilakukan rakyat Inggris terhadap Raja John yang berkuasa tahun 1215. Isi piagam tersebut adalah : Rakyat Inggris menuntut kepada raja agar berlaku adil kepada rakyat. Menuntut raja apabila melanggar harus dihukum (didenda) berdasarkan kesamaan dan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Menuntut raja menyampaikan pertanggung-jawaban kepada rakyat. Menuntut raja untuk segera menegakkan hak dan keadilan bagi rakyat.

Bill of Rights (UU Hak 1689) Bill of Rights adalah piagam penghargaan atas pemilikan dan perjuangan HAM oleh rakyat kepada penguasa atau negara di Inggris pada tahun 1689. Inti dari tuntutan yang dierjuangkan adalah rakyat Inggris menuntut agar rakyat diperlakukan sama di muka hukum (equality before the law), sehingga tercapai kebebasan. Implikasi dari tuntutan ini memberi inspirasi kepada para ahli untuk menciptakan teori yang berkenaan dengan kesamaan hak yang diperjuangkan di atas. Para ahli yang mengemukakan teori tersebut adalah J. J. Rousseu dalam teori Kontrak Sosial (Social Contract Theory), Montesque dengan teori Trias Politica, John Locke dengan teori Hukum Kodrati dan F. D. Roosevelt dengan teori Lima Kebebasan Dasar manusia yang dirancangnya.

Declaration Des Droits de L homme et du Citoyen (Deklarasi Hak asasi Manusia dan Warga Negara Prancis tahun 1789) Isi deklarasi ini adalah sebagai berikut : Manusia dilahirkan merdeka. Hak milik dianggap suci dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. Tidak boleh ada penangkapan dan penahanan dengan semena mena atau tanpa alasan yang sah serta surat ijin dari pejabat yang berwenang.

Bill of Rights (UU Hak Virginia 1789) UU Hak Virginia tahun 1776, yang dimasukkan ke dalam UUD Amerika Serikat, merupakan amandemen tambahan terhadap konstitusi Amerika Serikat yang diatur tersendiri dalam 10 pasal tambahan, meskipun secara prinsip HAM telah termuat dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat. Declaration of Human Rights PBB Piagam PBB lahir tanggal 12 Desember 1948 di Jenewa. Isi pembukaan Piagam Declaration Of Human Rights mencakup 20 hak yang diperoleh manusia seperti hak hidup, kebebasan, hak atas benda, keamanan pribadi, dan lain lain. Maksud dan tujuan PBB mendeklarasikan HAM seperti tertuang dalam piagam mukadimahnya :

Hendak menyelamatkan keturunan manusia yang ada dan yang akan datang dari bencana perang. Meneguhkan sikap dan keyakinan tentang HAM yang asasi, tentang harkat dan derajat manusia dan tentang persamaan kedudukan anatar laki laki dan perempuan, juga antara bangsa yang besar dan kecil. Menimbulkan suasana dimana keadilan dan penghargaan atas berbagai kewajiban yang muncul dari segala perjanjian dan lain lain sumber hukum internasional menjadi dapat dipelihara. Memajukan masyarakat dan tingkat hidup yang lebih baik dalam suasana kebebasan yang lebih leluasa.

Piagam Atlantic Charter Piagam ini merupakan kesepakatan antara F. D. Roosevelt dan Churchil pada tanggal 14 Agustus 1941, isinya adalah : Bahwa selenyapnya kekuasaan Nazi yang zalim itu akan tercapai suatu keadaan damai yang memungkinkan tiap tiap negara hidup dan bekerja dengan aman menurut batas batas wilayahnya masing masing serta jaminan kepada setiap manusia suatu kehidupan yang bebas dari rasa takut dan kesengsaraan.

Dalam pidatonya yang ditujukan kepada semua manusia di dunia pada bulan Juli 1940, F. D. Roosevelt menyebutkan lima kebebasan dasar manusia, yaitu : Freedom from fear (kebebasan dari rasa takut). Freedom of religion (kebebasan memeluk agama). Freedom of expression (kebebasan menyatakan pendapat/perasaan). Freedom of information (bebas dalam hal pemberitaan). Freedom from want (bebas dari kekurangan/kemelaratan).

Perkembangan Pemikiran HAM di Indonesia Secara garis besar Prof. Dr. Bagir Manan, dalam bukunya Perkembangan Pemikiran dan Pengaturan HAM di Indonesia (2001), membagi pemikiran HAM dalam dua periode. Periode Sebelum Kemerdekaan (1908 1945) Perkembangan pemikiran HAM dalam periode ini dapat dijumpai dalam organisasi pergerakan berikut : Budi Oetomo, pemikirannya, Hak Kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat. Perhimpunan Indonesia, pemikirannya, Hak untuk menentukan nasib sendiri (the right of self determination). Sarekat Islam, pemikiannya, Hak penghidupan yang layak dan bebas dari penindasan dan diskriminasi rasial. Partai Komunis Indonesia, pemikirannya, Hak sosial dan berkaitan dengan alat alat produksi. Indische Party, pemikirannya, Hak untuk mendapatkan kemerdekaan dan perlakuan yang sama. Partai Nasional Indonesia, pemikirannya, Hak untuk memperoleh kemerdekaan (the right of self determination). Organisasi Pendidikan Nasional Indonesia, pemikirannya meliputi :

Hak untuk menentukan nasib sendiri. Hak untuk mengeluarkan pendapat. Hak untuk berserikat dan berkummpul. Hak persamaan di muka umum. Hak untuk turut dalam penyelenggaraan negara.

Periode 1945 1950, pemikiran HAM pada periode ini menekankan pada hak hak mengenai : Hak untuk merdeka (self determination). Hak kebebasan untuk berserikat melalui organisasi politik yang didirikan. Hak kebebasan untuk menyampaikan pendapat terutama di parlemen.

Periode 1950-1959, pemikiran HAM lebih menekankan pada semangat kebebasan demokrasi liberal yang berintikan kebebasan individu. Implementasi pemikiran periode ini memberi ruang hidup tumbuhnya lembaga antara lain : Partai Politik dengan beragam ideologi. Kebebasan pers yang bersifat liberal. Pemilu dengan sistem multipartai. Parlemen sebagai lembaga kontrol pemerintah. Wacana pemikiran HAM yang kondusif karena pemerintah memberi kebebasan.

Terima Kasih Sukarno B N, S.Kom, M.Kom