BAB I PENDAHULUAN. Mutu pendidikan senantiasa harus tetap diupayakan dan dilaksanakan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran dengan lebih efektif, dinamis, efisien, dan positif yang ditandai

BAB 11 KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Pengertian strategi Think Talk Write

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran adalah interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2005: 585) dituliskan bahwa

TINJAUAN PUSTAKA. baik secara langsung (lisan) maupun tak langsung melalui media.

BAB I PENDAHULUAN. teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan

BAB I PENDAHULUAN. dalam interaksi dirinya dengan lingkungannya. Hasil dari interaksi yang dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. lebih terfokus. Pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan dengan

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam pembelajaran, berbagai masalah sering dialami oleh guru.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menulis merupakan suatu keterampilan dalam berbahasa. Berdasarkan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia dikenal empat aspek keterampilan

II. TINJAUAN PUSTAKA. dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Untuk

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 PURWOSARI

MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE (TTW) DENGAN PENDEKATAN OPEN ENDED PADA MATERI PECAHAN

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu komunikasi yang bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. dicapai siswa yaitu menemukan pokok-pokok berita (apa, siapa, mengapa,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menulis merupakan satu dari empat keterampilan berbahasa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Adapun alasannya, Yasir Burhan mengemukakannya sebagai berikut;

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

2015 PENERAPAN TEKNIK THINK-TALK-WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS TANGGAPAN DESKRIPTIF

Evi Rufaidah SMAN 1 Waru Pamekasan. dengan menggunakan Teknik TTW siswa kelas X SMA Negeri 1 Waru Pamekasan tahun

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN TEKNIK THIK- TALK-WRITE (TTW) Oleh: Usep Kuswari. Teknik TTW diperkenalkan oleh Huinker dan Laughin

II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam rangka mengembangkan kemampuan siswa bekerja sama dan

Keywords: TTW, Two-dimensional shape, learning, Mathematics

II. TINJAUAN PUSTAKA. melakukan kegiatan belajar sejak dilahirkan. Syah (2006: 92) mengatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. Mata pelajaran matematika dalam kurikulum pendidikan nasional selalu

Oleh Era Oktarina Sianturi Prof. Dr. Biner Ambarita, M.Pd

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENERAPAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS IV SDN SIDOMULYO 03 SEMBORO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. bidang kehidupan salah satunya adalah bidang pendidikan. proses pembelajaran agar siswa secara aktif

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan aspek penting bagi pengembangan kualitas sumber daya

Kata kunci: Model Think-Talk-Write (TTW) dan Prestasi Belajar

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X-1 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Peserta didik merupakan generasi penerus bangsa yang perlu

TINJAUAN PUSTAKA. siswanya dan dalam perencanaannya berupa suatu metode pembelajaran, agar tercapailah

I. PENDAHULUAN. Perkembangan zaman dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menghadapi persaingan khususnya dalam bidang IPTEK. Kemajuan IPTEK yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. mereka dapat memahami apa yang disampaikan. Pesan tersebut dapat berisi

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAAN ALJABAR DAN TRIGONOMETRI

BAB I PENDAHULUAN. akan pentingnya pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga dapat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kita semua menyadari bahwa bahasa itu penting dalam kehidupan. Dengan bahasa, kita dapat menyampaikan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penting untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Di setiap pembelajaran di kelas

a. Kemampuan komunikasi matematika siswa dikatakan meningkat jika >60% siswa mengalami peningkatan dari pertemuan I dan pertemuan II.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Matematika merupakan mata pelajaran yang memiliki peranan penting

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Kata Kunci: Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write, Kemampuan Awal, Kemampuan Pemahaman Konsep.

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi adalah kemampuan yang dapat dilakukan peserta didik yang

BAB I. aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sarana penting pengembangan ilmu dan pondasi

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) DI KELAS IX-7 SMP NEGERI 3 BERASTAGI

BAB I PENDAHULUAN. agar mempunyai empat aspek pembelajaran, yaitu kemampuan dan keterampilan

BAB I PENDAHULUAN. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran

BAB I PENDAHULUAN. belajar (pengajaran) maupun penilaian pembelajaran.

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan aspek penting yang menjadi salah satu prioritas utama

BAB I PENDAHULUAN. terdidik itu sangat penting. Sebuah efek langsung pendidikan adalah. membentuk pendapat dan mengembangkan sudut pandang.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan cara untuk memenuhi dan meningkatkan mutu

Annan Ginting Guru Pendidikan Agama Kristen SMP Negeri 1 Payung Surel :

PENGARUH METODE KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DAN TTW (THINK-TALK-WRITE) DALAM PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF TTW

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa digunakan oleh manusia pada sebagian besar aktivitasnya. Tanpa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMUNIKASI DENGAN STRATEGI TTW

PEMBELAJARAN INOVATIF DENGAN MODEL THINK TALK WRITE DALAM MEMBANGUN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS

IMPLEMENTASI STRATEGI THINK-TALK-WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP 1 KARAWANG TIMUR

BAB II LANDASAN TEORI. 1. Pengertian Model Pembelajaran Think Talk Write. atau tipe kegiatan pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pemecahan masalah dipandang sebagai suatu proses untuk

BAB I PENDAHULUAN. mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Menurut Nana Syaodih &

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang penting untuk

BAB II KAJIAN TEORI. perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif dan menetap sebagai hasil

BAB I PENDAHULUAN. dipelajari, dikembangkan dan dioptimalkan. Berdasarkan Standar Kompetensi Dasar Tingkat MI dalam Peraturan Menteri

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE

Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Dengan Strategi Think Talk Write

BAB I PENDAHULUAN. setiap warga negara dalam mengenyam pendidikan. Mulai dari sekolah dasar,

EKSPERIMENTASI PENDEKATAN SMALL GROUP WORK DAN THINK TALK WRITE

2014 PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN REPRESENTASI MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) DI SEKOLAH DASAR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS VB MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DI SD KARTIKA 1-10 PADANG

PERBANDINGAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS DAN TTW

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan,

I. PENDAHULUAN. sebagai upaya menunjukkan eksistensi diri. Salah satu bidang yang menunjang

BAB II KAJIAN TEORITIK. a. Kemampuan Representasi Matematis

BAB I PENDAHULUAN. masalah penelitian yang berisikan pentingnya keterampilan menulis bagi siswa

A UMS - Copy SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas biasanya masih berfokus

ABSTRAK. Kata kunci: Komunikasi Matematis, Pembelajaran Kooperatif, Think Talk Write. ABSTRACT

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Transkripsi:

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mutu pendidikan senantiasa harus tetap diupayakan dan dilaksanakan perbaikannya tahap demi tahap hingga mencapai kesempurnaan, dengan cara meningkatkan kualitas pembelajaran. Terwujudnya pembelajaran yang berkualitas perlu adanya proses pembelajaran yang efektif, disiplin dalam belajar, keaktifan para peserta didik, responsif, motivasi, minat juga konsentrasi dalam belajar. Kompetensi dasar, materi pokok dan indikator pencapaian proses belajar yang di tetapkan merupakan bahan minimal yang harus di kuasai peserta didik. Oleh karena itu guru dapat mengembangkan, menggabungkan dan menyesuaikan bahan yang di sajikan dengan situasi serta kondisi realitanya agar tercapainya hasil belajar dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Tuntutan kurikulum harus dilaksanakan dalam pembelajaran PKn, sehingga perlu di terapkan dengan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik, sehingga terfokus dalam pembelajaran dan terbentuknya pembelajaran yang menyenangkan. Konsentrasi belajar merupakan salah satu aspek psikologis yang seringkali tidak begitu mudah untuk di ketahui oleh orang lain selain diri individu yang sedang belajar. Kesulitan berkonsentrasi merupakan indikator adanya masalah belajar yang di hadapi oleh peserta didik, karena hal itu akan menjadi kendala di dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Menurut Nugraha (2008),

2 Konsentrasi belajar adalah kemampuan untuk memusatkan pikiran terhadap aktifitas belajar. Maka dari itu, adanya konsentrasi dalam belajar perlu ditingkatkan karena akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Peneliti menemukan kesenjangan dalam proses pembelajaran PKn di kelas X B SMA Sumatra 40 Bandung, peserta didik seakan kehilangan konsentrasi belajarnya, tidak jarang mereka mengeluh atau bertanya kembali terkait materi saat pembelajaran karena kurangnya konsentrasi. Bisa jadi hilangnya konsentrasi belajar peserta didik disebabkan beberapa faktor, di antaranya: karena penggunaan metode pembelajaran yang tidak berubah dan cenderung monoton yakni ceramah, kurangnya disiplin belajar, dan tidak memperhatikan guru. Berdasarkan pengamatan, didapati bahwa peserta didik kelas X B SMA Sumatra 40 Bandung konsentrasi belajarnya mulai menurun, dapat dibuktikan dari beberapa indikator antara lain: 1). Kemampuan mengkritisi materi/masalah dalam pembelajaran rendah, 2). Motivasi belajar menurun, 3). Hasil belajar mulai menurun, 4). Sering bertanya kembali karena kurang memahami materi. Untuk meningkatkan kembali konsentrasi belajar peserta didik, peneliti mencoba untuk menerapkan model pembelajaran Think, Talk, Write (TTW). Agar tercapainya pembelajaran yang meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik, peserta didik lebih tertarik dan terfokus pada pembelajaran dan akhirnya peserta didik lebih termotivasi untuk meningkatkan minat belajarnya yang berakibat hasil belajarnya meningkat. Mengapa peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran TTW? Peneliti ingin mencoba lebih meningkatkan konsentrasi belajar dengan cara peserta didik

3 berpikir/menyimak mengenai materi pembelajaran, peserta didik bicara/mengkritisi mengenai apa yang mereka dapat dari pembelajaran itu atau menyimpulkan masalah, dan peserta didik menuliskan apa yang mereka dapat dan simpulkan juga memberikan solusi dari masalah apa yang disimak. Seperti yang dikemukakan Ngalimun S.Pd., M.Pd. dalam bukunya Strategi dan Model Pembelajaran (2014, h. 170) bahwa pembelajaran ini dimulai dengan berpikir dengan bahan bacaan (menyimak, mengkritisi, dan alternative solusi), hasil bacaannya di komunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan kemudian buat laporan hasil presentasi. Sintaknya adalah: informasi, kelompok (membacamencatat-menandai), presentasi, diskusi, melaporkan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Penggunaan Model Pembelajaran Think, Talk, Write Untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Penelitian Tindakan Kelas Pada Materi Sistem Politik di Indonesia di Kelas X B SMA Sumatra 40 Bandung). B. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, peneliti mengidentifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Konsentrasi belajar peserta didik menurun. 2. Rendahnya hasil belajar peserta didik.

4 3. Penggunaan metode pembelajaran yang cenderung monoton yakni metode ceramah. C. Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah di uraikan di atas, maka peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana Penggunaan Model Pembelajaran Think, Talk, Write Untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan? 2. Pertanyaan Penelitian a. Bagaimana perencanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Think, Talk, Write untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PKn? b. Bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Think, Talk, Write agar konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PKn dapat meningkat? c. Apakah melalui model pembelajaran Think, Talk, Write pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik? D. Batasan Masalah Untuk mempermudah pembahasan penelitian maka peneliti membatasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

5 1. Perencanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Think, Talk, Write untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PKn. 2. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Think, Talk, Write agar konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PKn dapat meningkat. 3. Melalui model pembelajaran Think, Talk, Write pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik. E. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Think, Talk, Write dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui perencanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Think, Talk, Write untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PKn. b. Untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Think, Talk, Write agar konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PKn dapat meningkat.

6 c. Untuk mengetahui apakah melalui model pembelajaran Think, Talk, Write pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik. F. Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini diharapkan memberikan manfaat dalam bidang pendidikan. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis penelitian ini di harapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan materi serta model pembelajaran yang ada sehingga menghasilkan pembelajaran yang di harapkan dan hasil belajar yang baik. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Peserta Didik 1) Agar konsentrasi belajar peserta didik meningkat pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran TTW. 2) Agar hasil belajar peserta didik meningkat pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran TTW. b. Bagi Guru 1) Agar guru terampil menggunakan model-model pembelajaran sehingga pembelajaran tidak mudah bosan dan jenuh. 2) Memberikan contoh penerapan model pembelajaran TTW pada mata pelajaran PKn agar konsentrasi belajar peserta didik meningkat.

7 c. Bagi Sekolah 1) Meningkatkan kualitas hasil belajar di sekolah. 2) Meningkatkan kualitas pendidikan. d. Bagi Peneliti 1) Memperoleh gambaran tentang penerapan model pembelajaran TTW untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik. 2) Dapat meningkatkan keterampilan mengenai pengembangan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. G. Kerangka Pemikiran Konsentrasi adalah pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal (dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sedangkan konsentrasi belajar adalah masalah belajar yang merupakan salah satu faktor internal yang mempengaruhi proses belajar peserta didik dan salah satu aspek psikologis yang sering kali tidak begitu mudah untuk di ketahui oleh orang lain selain diri individu yang sedang belajar. Kesulitan berkonsentrasi merupakan indikator adanya masalah yang dihadapi peserta didik, hal itu akan menjadi kendala dalam mencapai hasil belajar peserta didik yang diharapkan. Agar peserta didik dapat berkonsentrasi dengan baik pada saat pembelajaran berlangsung, maka di perlukan pendidik yang bisa menggunakan macam-macam model pembelajaran termasuk model pembelajaran TTW dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik dan hasil belajar yang di harapkan.

8 Pada pembelajaran dengan materi kali ini, penggunaan model pembelajaran TTW tepat sekali di gunakan untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik. Karena model pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (lebih efektif peserta didik berkelompok 3-5 orang, menyimak, mengkritisi masalah yang ada). Setelah menyimak, membaca, menandai masalah, lalu peserta didik mempresentasikan dan berdiskusi dengan hasil yang mereka peroleh, diakhiri dengan membuat laporan hasil diskusinya. 1. Asumsi Setelah menjelaskan permasalahan secara jelas, yang di pikirkan selanjutnya adalah suatu gagasan tentang letak persoalan atau masalahnya dalam hubungan yang lebih luas. Asumsi yang harus di berikan tersebut, di beri nama asumsi dasar atau anggapan dasar. Anggapan dasar ini merupakan landasan teori di dalam pelaporan hasil penelitian nanti. Menurut Winarno Surakhmad anggapan dasar atau postulat adalah sebuat titik tolak pemikiran yang kebenarannya di terima oleh penyelidik. Dikatakan selanjutnya bahwa setiap penyelidik dapat merumuskan postulat yang berbeda. Seorang penyelidik mungkin meragu-ragukan sesuatu anggapan dasar yang oleh orang lain di terima sebagai kebenaran. Sesuai dengan permasalahan yang diteliti pada penelitian ini dirumuskan beberapa anggapan dasar antara lain: 1. Konsentrasi belajar peserta didik dapat dilihat pada waktu proses belajar mengajar.

9 2. Kegiatan belajar peserta didik berupaya untuk mengetahui tingkat konsentrasi peserta didik dalam mencapai hasil belajar yang di harapkan. 3. Penggunaan model pembelajaran yang cenderung monoton yang membuat peserta didik kurang berkonsentrasi. Model pembelajaran berbasis komunikasi dengan strategi TTW dapat membantu peserta didik dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri sehingga pemahaman konsep peserta didik menjadi lebih baik, peserta didik dapat mengkomunikasikan atau mendiskusikan pemikirannya dengan temannya sehingga peserta didik saling membantu dan saling bertukar pikiran. Dan dapat melatih peserta didik untuk menuliskan hasil diskusinya ke bentuk tulisan secara sistematis sehingga peserta didik akan lebih memahami materi dan membantu untuk mengkomunikasikan ideidenya dalam bentuk tulisan. Langkah-langkah pembelajaran dengan tipe TTW menurut Yamin dan Ansari (2009, h. 90): 1. Guru membagi teks bacaan berupa Lembar Diskusi Siswa (LDS) yang memuat situasi masalah bersifat open-ended dan petunjuk serta prosedur pelaksanaannya, 2. Siswa membaca teks dan membuat catatan dari hasil bacaan secara individual, untuk dibawa ke forum diskusi (Think), 3. Siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman untuk membahas isi catatan (Talk). Guru berperan sebagai mediator lingkungan belajar, 4. Siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan sebagai hasil kolaborasi (Write).

10 H. Definisi Operasional Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu di definisikan hal-hal sebagai berikut: 1. Penggunaan adalah proses, cara, perbuatan menggunakan sesuatu; pemakaian. (www.artikata.com [diakses tanggal 01 Januari 2016-Jam 12:05]). 2. Model adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar rancangan, citra komputer), atau rumusan matematis. (https://id.wikipedia.org/wiki/model [diakses tanggal 01 Januari 2016-Jam 12:14]). 3. Pembelajaran menurut Aunurrahman (2012, h. 34) istilah pembelajaran atau proses pembelajaran sering di pahami sama dengan proses belajar mengajar dimana di dalamnya terjadi interaksi guru dan siswa dan antara sesama siswa untuk mencapai suatu tujuan yaitu terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku siswa. 4. Menurut Ngalimun (2014, h. 170) Think, Talk, Write adalah pembelajaran dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi, dan alternative solusi), hasil bacaannya di komunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan kemudian buat laporan hasil presentasi. Sintaknya adalah: informasi, kelompok (membaca-mencatat-menandai), presentasi, diskusi, melaporkan.

11 5. Konsentrasi adalah pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal (KBBI). Atau kalau boleh di samakan, konsentrasi sama artinya dengan keadaan khusuk individu/seseorang pada sesuatu. Ada yang mengartikan konsentrasi merupakan pemusatan perhatian terhadap sesuatu sehingga seseorang tersebut tidak teringat lagi dengan hal-hal lain selain yang sedang di hadapinya. (https://yuniarprastiyo.wordpress.com [diakses tanggal 22 Desember 2015-Jam 16:59]) 6. Belajar menurut Skinner (dalam Barlow, 1985), mengartikan belajar sebagai suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Pupuh & M. Sobry (2011, h. 5). 7. Menurut Cecep Dudi Muklis Sabigin (2013, h. 5) Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagai pengalaman belajar di sekolah dan di luar sekolah seperti di rumah, dalam organisasi keagamaan, dalam organisasi kemasyarakatan, melalui media massa dan lain-lain yang berperan membantu proses pembentukan totalitas atau keutuhan warga negara. Memperhatikan pengertian dari defenisi operasional di atas, maka yang dimaksud dari judul Penggunaan model pembelajaran Think, Talk, Write untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan adalah diharapkan adanya peningkatan konsentrasi peserta didik dalam belajar dengan menggunakan model pembelajaran Think, Talk, Write dan lebih efektif jika dilakukan dalam kelompok heterogen dengan 3-5 orang peserta didik. Dalam kelompok ini peserta didik diminta membaca, membuat

12 catatan kecil, menjelaskan, mendengarkan dan membagi ide bersama teman kemudian mengungkapkannya melalui tulisan (membaca-mencatat-menandai). I. Struktur Organisasi Skripsi Struktur organisasi berisi rincian tentang urutan penulisan dari setiap bab dan bagian bab dalam skripsi, mulai dari bab I sampai bab V. Bab I berisi uraian tentang pendahuluan dan merupakan bagian awal dari skripsi yang terdiri dari: 1. Latar Belakang Masalah 2. Identifikasi Masalah 3. Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian 4. Batasan Masalah 5. Tujuan Penelitian 6. Manfaat Penelitian 7. Kerangka Pemikiran 8. Definisi Operasional Bab II berisi uraian tentang kajian teoritis, analisis dan pengembangan materi pelajaran yang diteliti, dan hasil-hasil penelitian yang terdahulu/relevan. Kajian teoritis mempunyai peran yang sangat penting, kajian teoritis berfungsi sebagai landasan teoritik dalam menyusun pertanyaan penelitian dan tujuan penelitian. Bab II terdiri dari: 1. Pembahasan teori-teori mengenai variabel penelitian yang diteliti. 2. Analisis dan pengembangan materi pelajaran yang diteliti.

13 Bab III berisi penjabaran yang rinci mengenai metode penelitian yang terdiri dari: 1. Setting Penelitian (Tempat Penelitian) 2. Subjek Penelitian 3. Metode Penelitian 4. Desain Penelitian 5. Tahapan Pelaksanaan PTK 6. Rancangan Pengumpulan Data 7. Pengembangan Instrumen Penelitian 8. Rancangan Analisis Data 9. Indikator Keberhasilan Bab IV berisi tentang Hasil Penelitiaan dan Pembahasan yang terdiri dari: 1. Deskripsi Hasil dan Temuan Penelitian 2. Pembahasan Penelitian Bab V menyajikan penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap hasil analisis temuan penelitian. Bab V terdiri dari: 1. Kesimpulan 2. Saran